00:00Saudara setelah menggeledah belasan lokasi dan menyita 74 kg emas dan uang dengan total ratusan miliar rupiah,
00:07Kortas Tipitkor Polri menetapkan dua tersangka dalam dugaan kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang.
00:16Topik ini menjadi ulasan catatan Kompas TV yang akan dibawakan oleh Niputu Trisnanda. Silahkan Putu.
00:23Terima kasih Yasir. Betul sekali, polisi tetapkan dua tersangka yaitu mantan Jampitsus Febri Adrian Syah dan seorang pengusaha swasta Don
00:34Rito
00:35terkait perkara dugaan korupsi Batubara, Asabri dan juga Krakatau Steel. Polri pun kini melimpahkan perkara ini ke Kejaksaan Agung.
00:44Tentu tidak hanya diungkap, namun kasus tiga megakorupsi ini pun harus diusut secara tuntas sebagai komitmen memberantas korupsi di negeri
00:53ini.
00:53Inilah catatan Kompas TV, ujian berat pemberantasan korupsi.
01:07Kita telah menetapkan dua tersangka saat ini, yaitu Saudara DR, menetapkan Saudara FA, dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan
01:19atau tindak pidana pencucian uang.
01:23Ratusan miliar rupiah uang tunai beserta puluhan balok emas murni seberat 74 kilogram ini, jadi saksi bisu keterlibatan dua tersangka
01:33dalam tiga pusaran kasus korupsi besar sekaligus.
01:38Mereka adalah mantan Jampitsus, Febri Adriansyah, dan seorang pengusaha swasta, Don Rito.
01:45Meski berstatus sama, nasib keduanya berbeda.
01:48Don Rito kini resmi mendekam di balik jeruji besi rumah tahanan Polda Metro Jaya.
01:52Sementara sang mantan Jampitsus, Febri Adriansyah, hingga kini justru belum ditahan.
01:57Menetapkan dua tersangka saat ini, yaitu Saudara DR yang telah diduga melakukan tindak pidana pencucian uang yang diduga berasal dari
02:11tindak pidana korupsi.
02:13Kemudian kita juga telah menetapkan Saudara FA dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang dalam
02:24proses penanganan hukum oleh Pekai Negeri atau Oknum Penyelenggaran Negara dalam perkara PT AS ABRI dan atau tindak pidana korupsi
02:36lainnya,
02:37sebagaimana dimaksud pasal 12 huruf I kecil.
02:41Babak baru penyidikan pun dimulai.
02:44Kortas Tipitkor, Bareskrim Polri, resmi melimpahkan berkas perkara panas kasus ini ke Kejaksaan Agung.
02:50PLT Jampitsus, Rudy Margono menegaskan, pihaknya bergerak cepat dan segera memeliksa Febri Adriansyah di Gedung Bundar.
02:59Profesionalisme Kejaksaan Agung kini berada di Juntanduk, lembaga ini bertaruh reputasi untuk mengusut tuntas mantan pejabatnya sendiri secara transparan.
03:10Belum ada informasi ya Pak.
03:11Untuk pemeriksaan sudah belum Pak?
03:14Sudah diperiksa sejaman?
03:16Sudah diperiksa, bahkan dimulai.
03:17Baru apa?
03:20Nah, teknisnya kan baru hari ini kita terima.
03:23Kita belajar itu dulu, kita menekah alat buktinya, barang buktinya.
03:29Mereka berkait dengan seluruh materinya, bersama-sama, mereka berbicuat.
03:41Merespons kegaduhan hukum ini, Komisi 3 DPR membentuk panja untuk mengawal ketat pengusutan kasus korupsi yang menyeret mantan Jampitsus tersebut.
03:52Panja ini dibentuk khusus untuk 3 kasus itu ya Pak?
03:58Kami ini pengawas mereka Pak, kami gak salahnya pula, kami diatasnya mereka.
04:01Tapi kita akan mengawasi langsung ya?
04:05Pak tadi dikatakan akan mengawasi pada saat penggeledahan dan cukup pemeriksaan, berarti nanti dari pihak Komisi 3 bakal diri langsung
04:11ya Pak?
04:12Betul, ya.
04:13Oke.
04:14Biar gak ada pinah, jangan sampai ada uang yang ditukar lah, ya kan?
04:18Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia atau YLBHI menegaskan, kasus ini adalah pertaruhan mati-matian bagi Polri dan Kejago.
04:27Polisi dituntut membongkar akar jaringan ini lebih luas tanpa tebang pilih, sementara penegakan kasus ini secara transparan jadi pertaruhan nama
04:37baik Kejago.
04:39Ini pertaruhan buat koalisi dan kejaksaan.
04:42Harusnya kalau polisi serius, maka dia membongkar sampai level yang lebih luas lagi.
04:49Misalnya kasus blackout listrik ya, itu kan bukan semata-mata suap atau perkara di ujungnya, tapi dari mana kebijakan ini
04:58bermula?
04:58Kejaksaan, ini pertaruhan ya.
05:00Saat sekarang kucuk pimpinannya, yang kucuk seperti ini, pertaruhan.
05:06Apakah kejaksaan tetap profesional melakukan penutupan?
05:09Maka bagi saya ini harus ditunjuk benar-benar jaksa-jaksa yang clear, yang berani membongkar semuanya.
05:15Kalau tidak berhasil dua-duanya, maka bagi publik semakin menunjukkan bahwa ada kongkalingkong di belakangnya.
05:24Pasca penetapan tersangka, Presiden Prabowo Subianto pun mendadak memanggil Menteri Pertahanan Syafri Syamsuddin, Jaksa Agung ST Burhanuddin, dan Kapolri Jenderal
05:33Istio Sigit Prabowo ke Istana Negara.
05:38Kini, mata seluruh rakyat Indonesia tertuju pada komitmen Kors Penegak Hukum.
05:44Proses hukum yang transparan dan keadilan bukan lagi sekedar harapan,
05:48melainkan harga mati untuk membongkar tuntas gurita megakorupsi ini hingga ke akarnya.
Komentar