Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Warga Desa Arus hingga kini masih belum mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.

Kondisi tersebut membuat warga harus mengandalkan persediaan bahan pangan yang masih tersedia di rumah masing-masing.

Kepala Desa Arus mengatakan, dirinya berharap bantuan untuk warga masih berada dalam perjalanan dan dapat segera tiba di desa. Menurut Kepala Desa Arus, stok beras yang dimiliki warga saat ini diperkirakan masih dapat bertahan sekitar 12 hari.

#wargadesaarus #stokberas #kepaladesaarus

Baca Juga [FULL] BPBD & Warga Banjarbaru Ungkap Kondisi Kabut Asap Akibat Karhutla | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/686626/full-bpbd-warga-banjarbaru-ungkap-kondisi-kabut-asap-akibat-karhutla-kompas-petang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/686627/full-bantuan-belum-tiba-warga-desa-arus-masih-bertahan-dengan-stok-beras-1-2-hari
Transkrip
00:00Jelang pukul setengah 6 sore waktu Indonesia Tengah, bagaimana kondisi warga Desa Arus yang terdampak gempa Sabtu pekan lalu?
00:07Terhubung bersama kami saat ini, Kepala Desa Arus Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Heribertus Jihatu.
00:14Pak Heribertus, selamat sore Pak dengan Tifal di sini. Suara saya terdengar ya Pak?
00:19Ya, selamat sore. Selamat sore Kompas TV. Selamat sore.
00:23Kami turut prihatin atas apa yang Anda alami bersama dengan warga Desa Arus. Kami berharap juga semoga bantuan bisa betul
00:29-betul tersalurkan sampai ke desa Anda, Pak.
00:32Tapi boleh cerita lebih banyak kepada kami, apakah sampai dengan saat ini bantuan masih belum sampai kepada warga terdampak atau
00:40sudah mulai ada yang satu persatu sampai kepada warga, Pak?
00:45Baik, sampai saat ini keadaan warga di Desa Arus masih memprihatinkan.
00:54Bantuan belum masuk di Desa Kami.
01:00Yang paling memprihatinkan itu adalah keperluan tenda-tenda untuk tempat tidur.
01:10Kebetulan di sini juga cuaca agak dingin, selimut, habis itu tikar, terpal, dan tenda-tenda pengungsi itu sangat dibutuhkan oleh
01:20warga Desa Arus.
01:22Memang berdasarkan informasi yang kami terima sampai sore ini, pihak Pemda akan mendistribusikan tenda-tenda darurat ke warga.
01:33Tapi sampai saat ini juga belum sampai ke desa kami.
01:38Mungkin masih dalam perjalanan.
01:43Silahkan Bapak, seberapa sulit sebetulnya akses menuju ke sana, Pak?
01:47Sampai lima hari pun belum ada bantuan masuk ke sana, Pak?
01:52Ya, jarak dari kota kabupaten sampai di desa saya itu sekitar 60 km.
02:01Jadi mungkin karena jarak yang cukup jauh, sehingga distribusi bantuan itu agak terlambat.
02:11Kalau untuk makanan, Pak, makanan hari-hari apakah masih cukup atau sudah menipis stoknya sekarang, Pak?
02:18Ya, sampai saat ini kami bahu-membahu, gotong-royong, mengumpulkan dari rumah ke rumah
02:27untuk warga yang saat ini masih ada di kem-kem tenda darurat itu.
02:36Jadi dari segi stok memang sudah sangat memprihatinkan
02:39dan masyarakat Desa Arus sangat membutuhkan bantuan dari semua pihak.
02:44Dari pemerintah, dari LSM, dari partai politik, atau donatur-donatur yang baik hati
02:52supaya membantu kami di Desa Arus.
02:56Hitung-hitungannya, Pak, dengan stok yang ada sekarang, setidaknya stok makanan,
03:02itu bisa terpenuhi sampai berapa hari lagi, Pak?
03:06Ya, satu-dua hari stok beras yang dimiliki oleh warga sudah habis.
03:12Sehingga kami sangat mengharapkan untuk para donatur dan pemerintah
03:19serta siapa saja yang baik hati supaya membantu warga kami,
03:26membantu kami di Desa Arus, Kecamatan Lambarada Timur, Kabupaten Manggara Timur.
03:31Hmm, oke. Kalau untuk air bersih, Pak, seberapa sulit mencari air bersih
03:37untuk warga kebutuhan sehari-harinya, entah untuk minum atau untuk sanitasi dan semacamnya, Pak?
03:44Jauh ini, ketersediaan air minum cukup,
03:49karena ada warga, ambil langsung air itu, ada sumber mata airnya.
03:56Untuk air minum bersih, cukup lah.
04:00Tapi memang ke depan tetap membutuhkan itu, tetap membutuhkan air minum bersih juga,
04:05karena situasinya tidak normal seperti dulu lagi, tidak normal sebelum gempa.
04:12Kami juga dapat laporan, sudah ada anak-anak yang mengeluh sakit di tenda, Pak.
04:17Itu keluhan sakitnya apa saja, terus obat-obatannya, gimana, Pak, untuk saat ini stoknya?
04:25Ya, mungkin pengaruh cuaca, karena cuaca di sini agak dingin,
04:29anak-anak yang tidur di tenda itu juga mengalami gangguan kesehatan,
04:34seperti panas, ada juga yang menceret.
04:40Sehingga sejauh ini memang pihak-pihak kesehatan, teman-teman dari kesehatan,
04:45siaga untuk membantu warga yang sedang mengalami, terutama anak-anak yang masih sakit.
04:54Tapi kami tetap membutuhkan bantuan dari semua pihak,
04:58supaya membantu teman-teman kesehatan yang ada di sini.
05:02Saat ini juga sedang terjadi gempa susulan, Pak.
05:06Oke.
05:07Ya, ya.
05:08Dan posisi Bapak di posisi yang seperti apa?
05:11Apakah ada bangunan di sekitar Bapak di sini?
05:14Ya, kami di tempat pengusian di kem-kem tenda sederhana, Pak.
05:19Dan baru saja terjadi gempa susulan juga, Pak.
05:23Terasanya gimana seberapa kuat yang Anda rasakan ketimbang beberapa kali sebelumnya, Pak?
05:28Ya, cukup deras juga.
05:29Tapi mungkin tidak sebesar waktu hari Sabtu itu.
05:34Ya, ya.
05:35Kami harap...
05:36Pokoknya selama berapa hari ini,
05:38setiap hari itu hampir 5-6 kali gempa susulan.
05:42Siang dan malam itu.
05:44Sampai bakas sampai 10 kali, terasa oleh warga.
05:47Ya, hari ini saja sudah 5 kali.
05:50Hari ini.
05:50Hari ini sudah 5 kali.
05:52Dan seberapa panik warga merespon gempa ini, Pak?
05:56Ini kan berkali-kali ya gempa susulannya terjadi.
05:59Ya, saya pikir ini yang paling berat sudah.
06:02Warga pada trauma menghadapi kenyataan ini.
06:06Karena mungkin baru terjadi puluhan tahun ya.
06:10Gempa yang begini besar, baru gempa susulan.
06:14Trauma.
06:14Warga rasa trauma dengan situasi sekarang.
06:19Secara psikologi mereka sangat tertekan.
06:22Sulit untuk tinggal di rumah.
06:24Untuk tinggal di rumah mereka hanya bertahan di kem-kem pengusian.
06:28Saya boleh tahu, Pak, di desa Anda itu ada berapa kepala keluarga
06:32atau berapa warga yang terdampak, Pak?
06:35Jumlah seluruh warga saya itu 2.500.
06:38Yang terdampak sekarang itu sekitar 1.600.
06:421.600 warga.
06:45Itu jumlah kakaknya sekitar 180-an kakak yang terdampak, Pak.
06:52Dengan kondisi yang masih belum ada bantuan,
06:55sementara warga sudah dalam kondisi terhimpit sekali sekarang, Pak.
07:00Kalau kemudian masih belum ada bantuan, Anda sebagai pengurus desa akan melakukan apa, Pak, setelah ini?
07:05Ya, sejak hari pertama kami bergotong-royong
07:10membangun kebersamaan untuk menghadapi situasi sulit seperti ini.
07:16Kami bahu-membahu membangun tenda darurat,
07:19begitu juga makanan kami mengumpulkan seadanya
07:24untuk warga-warga yang sangat membutuhkan makanan dan tenda-tenda darurat itu.
07:31Kami menghadapi ini dengan situasi gotong-royong, Pak.
07:35Walaupun dengan keterbatasan kami paham betul kondisinya serba terhimpit
07:38untuk warga korban terdampak gempa,
07:41kami sekali lagi turut perhatian atas apa yang Anda dan warga alih di Desa Arus, Pak.
07:46Semoga ada bantuan dan semoga ada pihak-pihak dermawan-dermawan yang menyaksikan ini
07:50bisa ikut membantu mendistribusikan bantuan di sana,
07:54makanan, obat-obatan, dan sejenisnya.
07:56Pak Heribertus, terima kasih banyak ya, Pak,
07:58untuk sudah membagikan cerita bersama kami kali ini.
08:01Tetap hati-hati selama di sana bersama warga ya, Pak.
08:03Terima kasih sekali lagi, Pak.
08:04Selamat sore.
08:05Sama-sama, Pak. Selamat sore.
Komentar

Dianjurkan