00:00Saatnya topik pertama dalam dialog Sapa Indonesia Malam, Saudara,
00:03Menko Bidang Perekonomian Erlangga Hartarto menanggapi polemik penetapan kelompok ekonomi
00:07atau desil yang dianggap tidak sesuai dengan kondisi masyarakat.
00:10Ia menyebut kelompok desil masih bisa berubah karena survei ekonomi sedang berjalan saat ini.
00:16Erlangga menyebut penentuan desil ekonomi masyarakat merujuk pada data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTESEN.
00:23Menurutnya data itu bersifat dinamis karena masih bisa berubah sesuai hasil survei ekonomi yang sedang berlangsung.
00:28Sebelumnya keluhan atas penetapan desil viral di media sosial
00:32karena ada sejumlah warga yang merasa nilai desil mereka tidak sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini.
00:42Bapak mau konfirmasi sewa kelompok desil ekonomi masih jadi polemik.
00:45Apakah ada rencana untuk evaluasi kelompok desil itu bersama BPS Sentiment Rensosial?
00:49Bukan sekarang sudah sedang ada economic survey.
00:52Jadi tentu kemarin kan khusus untuk desil ekonomi itu basisnya DTESEN.
00:58Dan sekarang kebijakan untuk BPS Sos itu menggunakan satu data dari DTESEN.
01:05Nah terus sekarang survei ekonomi sedang dilakukan nanti kita lihat hasilnya seperti itu.
01:09Sehingga akan ada perubahan dari data-data itu tadi Pak?
01:11Sia selalu didatakan sifatnya dinamis.
01:14Ramai soal sistem pengelompokan tingkat kesejahteraan alias desil.
01:19Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut besaran penghasilan bukan satu-satunya penentu posisi seseorang
01:25dalam data tunggal sosial ekonomi nasional atau DTESEN.
01:28Penjelasan itu menanggapi keresahan banyak warga yang bergaji 3 juta rupiah.
01:32Tapi masuk kategori desil 10 alias kelompok super kaya.
01:37Mensos menjelaskan desil merupakan wawenang penuh badan pusat statistik dengan memperhitungkan beragam variabel.
01:43Seluruh variabel itu diolah secara terpadu untuk menentukan peningkatan posisi keluarga maupun individu.
01:49Mulai dari desil 1 yang masuk kategori termiskin hingga desil 10 terkaya.
01:54Namun menurutnya indikator sosial ekonomi yang diukur sangat kompleks.
01:58Sehingga besaran gaji bulanan tidak bisa mendikte status ekonomi seseorang secara tunggal.
02:03Kementerian Sosial mengimbau warga yang merasa kategorinya tidak sesuai,
02:07segera melapor karena Kemensos telah membuka akses memperbarui data.
02:11Langkah ini dilakukan agar penyaluran bantuan sosial makin tepat sasaran.
02:17Gaji kita 3 juta sudah masuk desil 10 atau masuk super kaya itu.
02:22Jadi kita tidak melihat penghasilan ya.
02:28Itu nanti yang bisa menjelaskan lebih detil adalah BPS.
02:31Karena BPS yang mengukur dan itemnya itu banyak.
02:35Setelah itu dikumpulkan atau agregatnya, mungkin itu ada metode yang dilakukan oleh BPS.
02:42Tapi pada prinsipnya buat kami itu yang penting semua masyarakat mau berpartisipasi.
02:49Apalagi nanti kalau sudah digitalisasi Bansos.
02:52Jadi semua saya kira kita perlu terus bersosialisasi,
02:59maksud saya menyosialisasikan pemutakhiran ini
03:04dan mekanismenya kita permudah agar mudah dijangkau oleh semua pihak.
03:13Kami juga mencermati Menteri ESDM Bahlila Hadalia yang bertemu dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa beberapa waktu lalu
03:20untuk membahas rencana pembatasan BBM subsidi.
03:24Keduanya bilang pembatasan BBM subsidi dilakukan agar penerima tepat sasaran.
03:29Menteri Keuangan Purbaya menyebut kemungkinan pembatasan BBM subsidi untuk desil 9 dan 10 dalam beberapa bulan ke depan.
03:38Ia memastikan indikator pembatasan BBM subsidi berbasis tingkat perekonomian seseorang.
03:54Pola subsidi tepat sasaran.
03:59Selama ini kan kita tahu teman-teman sebagian subsidi tidak dapat sasaran.
04:04Masa orang kaya harus kita subsidi.
04:08Contoh pertelain.
04:10Desil 9 dan desil 10 masih kena, masih dapat subsidi.
04:16Nah ini yang kita mulai bahas sistemnya segala macam.
04:18Supaya apa angka subsidi yang ratusan triliun ini betul-betul diberikan kepada saudara-saudara kita yang berhak menerimanya.
04:28Nanti kan kita sedang uji sistem, saya sudah melihat sistemnya.
04:33Mereka bisa saja yang desil 9 dan 10, nggak bisa beli yang bersubsidi.
04:38Dia mesti bayar harga pertama atau yang lain.
04:42Kira-kira begitu.
04:43Jadi dengan pembeliannya ya Pak, maksudnya dibatasnya sesuai dengan misalkan ekonomi sudah tidak layak, tidak boleh beli.
04:49Kira-kira seperti itu.
Komentar