Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons polemik penetapan kelompok ekonomi, atau desil yang dianggap tidak sesuai dengan kondisi masyarakat.

Airlangga menyebut, kelompok desil masih bisa berubah karena survei ekonomi sedang berjalan saat ini.

Airlangga menyebutkan, penentuan desil ekonomi masyarakat merujuk pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.

Menurutnya, data itu bersifat dinamis karena masih bisa berubah sesuai hasil survei ekonomi yang sedang berlangsung.

Sebelumnya, keluhan atas penetapan desil viral di media sosial karena ada sejumlah warga yang merasa nilai desil mereka tidak sesuai dengan kondisi ekonomi.

Ramai soal sistem pengelompokan tingkat kesejahteraan, alias desil. Menteri Sosial Syaifullah Yusuf bilang, besaran penghasilan bukan satu-satunya penentu posisi seseorang dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional, DTSEN.

Penjelasan tersebut merespons keresahan banyak warga yang bergaji Rp3 juta, namun masuk kategori desil 10 atau kelompok super kaya.

Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf menjelaskan, desil merupakan wewenang penuh Badan Pusat Statistik dengan memperhitungkan beragam variabel.

Seluruh variabel tersebut diolah secara terpadu untuk menentukan peningkatan posisi keluarga maupun individu, mulai dari desil satu yang masuk kategori termiskin hingga desil 10 terkaya.

Namun menurutnya, indikator sosial ekonomi yang diukur sangat kompleks, sehingga besaran gaji bulanan tidak bisa mendikte status ekonomi seseorang secara tunggal.

Kemensos mengimbau, warga yang merasa kategorinya tidak sesuai agar segera melapor karena Kementerian Sosial telah membuka akses untuk memperbarui data. Langkah ini dilakukan agar penyaluran bantuan sosial makin tepat sasaran.

Baca Juga Desil 10 Dibatasi, Anggaran Subsidi Energi Bisa Hemat 10 Persen di https://www.kompas.tv/ekonomi/686550/desil-10-dibatasi-anggaran-subsidi-energi-bisa-hemat-10-persen

#desil #bbm #bbmsubsidi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/686631/respons-polemik-data-desil-ekonomi-menko-airlangga-survei-sedang-berjalan-sapa-malam
Transkrip
00:00Saatnya topik pertama dalam dialog Sapa Indonesia Malam, Saudara,
00:03Menko Bidang Perekonomian Erlangga Hartarto menanggapi polemik penetapan kelompok ekonomi
00:07atau desil yang dianggap tidak sesuai dengan kondisi masyarakat.
00:10Ia menyebut kelompok desil masih bisa berubah karena survei ekonomi sedang berjalan saat ini.
00:16Erlangga menyebut penentuan desil ekonomi masyarakat merujuk pada data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTESEN.
00:23Menurutnya data itu bersifat dinamis karena masih bisa berubah sesuai hasil survei ekonomi yang sedang berlangsung.
00:28Sebelumnya keluhan atas penetapan desil viral di media sosial
00:32karena ada sejumlah warga yang merasa nilai desil mereka tidak sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini.
00:42Bapak mau konfirmasi sewa kelompok desil ekonomi masih jadi polemik.
00:45Apakah ada rencana untuk evaluasi kelompok desil itu bersama BPS Sentiment Rensosial?
00:49Bukan sekarang sudah sedang ada economic survey.
00:52Jadi tentu kemarin kan khusus untuk desil ekonomi itu basisnya DTESEN.
00:58Dan sekarang kebijakan untuk BPS Sos itu menggunakan satu data dari DTESEN.
01:05Nah terus sekarang survei ekonomi sedang dilakukan nanti kita lihat hasilnya seperti itu.
01:09Sehingga akan ada perubahan dari data-data itu tadi Pak?
01:11Sia selalu didatakan sifatnya dinamis.
01:14Ramai soal sistem pengelompokan tingkat kesejahteraan alias desil.
01:19Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut besaran penghasilan bukan satu-satunya penentu posisi seseorang
01:25dalam data tunggal sosial ekonomi nasional atau DTESEN.
01:28Penjelasan itu menanggapi keresahan banyak warga yang bergaji 3 juta rupiah.
01:32Tapi masuk kategori desil 10 alias kelompok super kaya.
01:37Mensos menjelaskan desil merupakan wawenang penuh badan pusat statistik dengan memperhitungkan beragam variabel.
01:43Seluruh variabel itu diolah secara terpadu untuk menentukan peningkatan posisi keluarga maupun individu.
01:49Mulai dari desil 1 yang masuk kategori termiskin hingga desil 10 terkaya.
01:54Namun menurutnya indikator sosial ekonomi yang diukur sangat kompleks.
01:58Sehingga besaran gaji bulanan tidak bisa mendikte status ekonomi seseorang secara tunggal.
02:03Kementerian Sosial mengimbau warga yang merasa kategorinya tidak sesuai,
02:07segera melapor karena Kemensos telah membuka akses memperbarui data.
02:11Langkah ini dilakukan agar penyaluran bantuan sosial makin tepat sasaran.
02:17Gaji kita 3 juta sudah masuk desil 10 atau masuk super kaya itu.
02:22Jadi kita tidak melihat penghasilan ya.
02:28Itu nanti yang bisa menjelaskan lebih detil adalah BPS.
02:31Karena BPS yang mengukur dan itemnya itu banyak.
02:35Setelah itu dikumpulkan atau agregatnya, mungkin itu ada metode yang dilakukan oleh BPS.
02:42Tapi pada prinsipnya buat kami itu yang penting semua masyarakat mau berpartisipasi.
02:49Apalagi nanti kalau sudah digitalisasi Bansos.
02:52Jadi semua saya kira kita perlu terus bersosialisasi,
02:59maksud saya menyosialisasikan pemutakhiran ini
03:04dan mekanismenya kita permudah agar mudah dijangkau oleh semua pihak.
03:13Kami juga mencermati Menteri ESDM Bahlila Hadalia yang bertemu dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa beberapa waktu lalu
03:20untuk membahas rencana pembatasan BBM subsidi.
03:24Keduanya bilang pembatasan BBM subsidi dilakukan agar penerima tepat sasaran.
03:29Menteri Keuangan Purbaya menyebut kemungkinan pembatasan BBM subsidi untuk desil 9 dan 10 dalam beberapa bulan ke depan.
03:38Ia memastikan indikator pembatasan BBM subsidi berbasis tingkat perekonomian seseorang.
03:54Pola subsidi tepat sasaran.
03:59Selama ini kan kita tahu teman-teman sebagian subsidi tidak dapat sasaran.
04:04Masa orang kaya harus kita subsidi.
04:08Contoh pertelain.
04:10Desil 9 dan desil 10 masih kena, masih dapat subsidi.
04:16Nah ini yang kita mulai bahas sistemnya segala macam.
04:18Supaya apa angka subsidi yang ratusan triliun ini betul-betul diberikan kepada saudara-saudara kita yang berhak menerimanya.
04:28Nanti kan kita sedang uji sistem, saya sudah melihat sistemnya.
04:33Mereka bisa saja yang desil 9 dan 10, nggak bisa beli yang bersubsidi.
04:38Dia mesti bayar harga pertama atau yang lain.
04:42Kira-kira begitu.
04:43Jadi dengan pembeliannya ya Pak, maksudnya dibatasnya sesuai dengan misalkan ekonomi sudah tidak layak, tidak boleh beli.
04:49Kira-kira seperti itu.
Komentar

Dianjurkan