00:04Intro
00:05Ada 8 tuntutan yang disuarakan dalam aksi demonstrasi
00:09Mulai dari soal ekonomi hingga soal otonomi
00:11Mahasiswa juga mendesak agar penjajahan negara terhadap rakyat sendiri dihentikan
00:14Saya masih bersama dengan Ketua Departemen Kajian Strategis BEMUI
00:18Namora Sihaan, juga Deputi Satu Badan Komunikasi Pemerintah RI, Fat Pahdepi
00:23Saya ke Mora, kemarin masa itu teman-teman mahasiswa memilih mundur, kenapa?
00:30Ya, kami merasa beberapa hal ya
00:33Kami merasa bahwa pertama memang sedari awal
00:35Memang sudah ada upaya-upaya tadi tuh
00:38Untuk mengkikis, mengkikis, mengkikis gerakan kami
00:43Gak akhirnya ya kami mengadakan panggung itu sebagai panggung untuk
00:47Menyatakan kepada rakyat Indonesia bahwa beginilah pemerintah kalian
00:51Beginilah cara pemerintah kalian menerima kritik
00:53Beginilah cara pemerintah kalian menerima aksi demonstrasi
00:57Tujuan itu perlu menjadi seperti itu
00:59Purnya begitu pada akhirnya kami merasa bahwa oke
01:02Kami lebih baik kami kembali setelah kami sudah merasa sudah berhasil ya
01:07Mencapai tujuan messaging itu
01:09Hingga akhirnya kami memutuskan oke kita tarik mundur
01:12Dan kita akan memperkuat lagi barisan
01:15Terus berkonsolidasi
01:16Hingga akhirnya mungkin ya yang pasti ya
01:19Akan kembali lagi ke tempat yang sama
01:21Dan merebut ya titik bundaran HI tadi
01:24Apa bedanya menghalangi dengan mengamankan demonstrasi Mas Fad?
01:28Ya kalau menghalangi kan tidak boleh dilakukan unjuk rasa, tidak boleh dilakukan demonstrasi penyampaian pendapat
01:37Faktanya adalah terjadi demonstrasi
01:40Terjadi penyampaian pendapat
01:41Dan bahkan kami mendengar juga
01:43Dan kami juga menganalisis, mempelajari
01:45Delapan tuntutan yang disampaikan
01:47Jadi menghalangi
01:49Tidak ada
01:50Meskipun tidak sampai bundaran HI tadi karena titik yang dicapainya
01:53Ya saya kira tujuan dari penyampaian pendapat
01:57Penyampaian aspirasi kan bukan lokasinya
02:00Tapi pendapatnya sampai atau tidak
02:02Pendapatnya atau aspirasinya didengarkan atau tidak
02:06Aspirasinya didengarkan dan itu menjadi bahan kajian di dalam pemerintahan
02:10Saya kira yang harus disikapi
02:12Ada banyak hal yang harus dievaluasi
02:15Ada program-program yang harus dibenahi ke depan
02:18Dan itu juga menjadi mentalitas pemerintahan ini saya kira
02:22Meskipun sebagai, pasti sebagai sesama aktivis dulu juga
02:25Pasti titik itu jadi krusial
02:27Karena untuk menyampaikan aspirasi butuh
02:29Die emphasize di titik tertentu yang strategis
02:31Berarti pemerintah sudah menilai bahwa
02:35Message itu sudah tersampaikan secara clear
02:37Dengan titik aksi yang tertahan seperti itu
02:39Iya saya kira dari sisi
02:41Bagaimana dengan standar apa
02:42Padahalkan yang menentukan titik aksinya mahasiswa
02:45Yang berkonsolidasi mahasiswa dan juga rakyat juga
02:47Kenapa yang menentukan itu pemerintah
02:49Kami tidak menentukan
02:51Tadi kamu masih bilang iya?
02:52Iya hanya mendengarkan apa yang menjadi tuntutan
02:55Tuntutannya kan ada di lapang
02:57Tadi kan kata masnya kami merasa bahwa
03:00Pendapatnya sudah tersampaikan
03:01Karena itu intinya kan tadi kata
03:02Dan tadi kata masnya oke bagi pemerintah itu sudah tersampaikan
03:05Tapi kenapa pemerintah bisa menilai itu
03:07Ketika bukan pemerintah yang menyusunnya?
03:09Ya kalau belum tersampaikan ya silahkan disampaikan kembali
03:11Dan ditahan lagi?
03:13Enggak disampaikan misalnya dalam forum seperti ini kan bisa disampaikan juga
03:16Apa yang menjadi pendapatnya
03:18Apa yang menjadi aspirasinya
03:19Saya kira ada banyak forum
03:20Ada banyak kesempatan untuk mahasiswa menyampaikan pendapat gitu ya
03:24Bisa melalui banyak medium
03:25Kan disini yang menjadi titik percakapan kita adalah
03:30Apakah titiknya atau mesejenya?
03:33Nah tadi yang saya katakan apakah pemerintah sudah menganggap ini sudah sampai mesejenya?
03:37Iya
03:37Tapi kalau titiknya menjadi persoalan kan itu menjadi perbincangan yang lain
03:42Nah disini saya mau menarik pembicaraan ini ke dalam fokus yang menjadi esensi dari demokrasi yaitu penyampaian pendapat
03:50Oke di poin satunya dalam tuntutan adalah menghentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri
03:55Maksudnya apa?
03:56Sekarang menurut kami perlu ditanyakan kembali kepada rakyat
04:01Mungkin ditanyakan kepada tukang cukur yang menolak untuk menaikan dan mengibarkan bendera merah putih
04:09Karena dia belum merasa merdeka
04:10Dia diintimidasi
04:12Silahkan tanyakanlah kepada warga-warga di daerah-daerah
04:16Kepada warga Dayak
04:18Kepada warga Papua
04:19Kepada warga Aceh yang belakang ini melaksanakan demonstrasi-demonstrasi yang juga bertempatan di bulan kemerdekaan ini
04:26Apakah mereka sudah merasakan pundi-pundi dari kemerdekaan itu?
04:3181 tahun kemudian
04:34Indonesia itu belum merdeka secara ekonomi
04:37Belum merdeka secara politik dan belum merdeka secara kebebasan sipil
04:41Sesimpel hal itu yang kami nilai
04:43Bagaimana cara kami menilai hal-hal tersebut?
04:45Coba kita ambil misalnya kemerdekaan ekonomi
04:50Para syarat utamanya adalah pemenuhan kebutuhannya
04:54Pemenuhan kebutuhan pokok
04:55Makanya ada tuntutan keempat
04:57Kebutuhan pokok mengenai sandang, pangan, dan juga papan
05:00Satu hal yang sangat jarang untuk di-highlight adalah terkait dengan papan
05:06Dari total data BPS itu ada 9, beberapa juta warga Indonesia secara nasional yang belum memiliki rumah secara tetap
05:17Di DKI Jakarta 36% warganya itu mengalami krisis kepemilikan rumah
05:24Secara total di nasional juga ada 18 juta rumah tangga
05:28Yang memiliki status kepemilikan rumah atau status bangun rumah yang dianggap tidak layak
05:35Hal itu ketika kita kontraskan misalnya dengan daya beli masyarakat
05:38Dengan UMP rata-rata yang tidak juga kunjung naik
05:42Maka itu menunjukkan bahwa rakyat itu tidak merdeka secara ekonomi
05:46Mereka tidak bebas untuk memenuhi kebutuhan pokoknya
05:49Ketika permasalahannya adalah permasalahan perut
05:51Bagaimana mungkin mereka bisa berpikir kemudian secara politik
05:54Itulah kenapa mungkin ya pasti masih juga mengakui bahwa banyak korupsi
05:58Praktika-praktika kan yang terjadi ketika tahun-tahun politik
06:01Banyak serangan fajar yang terjadi
06:03Kenapa bisa terjadi?
06:04Ya itu balik lagi
06:05Itu kegagalan negara untuk memenuhinya
06:07Oke, kemerdekaan ekonomi
06:09Ketimpangan tadi dibalut dalam poin pertama
06:11Ini kalimatnya serius sekali
06:14Penjajahan negara atas rakyat sendiri
06:16Mas Fad?
06:17Ya saya kira pertama kemerdekaan adalah sesuatu yang sakral ya
06:21Makanya setiap tahun kita memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan
06:27Karena nikmat kemerdekaan ini sesuatu yang banyak sekali bangsa di dunia yang belum mengalami ini
06:34Sudahkah itu dirasakan kalau tadi dengan cerita ketimpangan ekonomi yang dirasakan?
06:37Jadi saya disini ingin mengatakan bahwa pertama kita harus melihatnya dari skop yang besar dulu sebagai bangsa
06:44Jadi sebagai sebuah bangsa kita punya anugerah yang sangat besar namanya anugerah kemerdekaan
06:49Yang bangsa lain belum tentu perasakannya
06:52Kita juga bisa lihat sekarang tuh ada beberapa konflik gitu ya
06:59Yang konteksnya nation state gitu seperti yang terjadi di Palestina dan Israel gitu
07:03Ini kan sesuatu yang mahal yang kita sudah punya
07:07Yang kedua struktur di dalam ketika sebuah bangsa punya kemerdekaan
07:12Ketika sebuah, kami kan kemerdekaan ini kalau kata Bung Karno dia bukan sesuatu yang final
07:17Bung Karno menyebutnya kemerdekaan itu sebuah jembatan emas
07:20Ada sesuatu yang harus kita jelang, ada sesuatu yang harus kita perjuangkan dan dapatkan
07:26Yang sekarang sudah didapatkan apa tadi terkait dengan ketimpangan ekonomi yang dirasakan?
07:29Saya sepakat sekali gitu ya yang dikatakan oleh Mora tadi
07:33Dan juga yang menjadi kegelisahan teman-teman mahasiswa
07:35Bahwa banyak sekali hal yang harus kita perjuangkan dari bangsa ini
07:39Yang itu juga menjadi concern dan menjadi tanggung jawab negara gitu ya
07:43Untuk memperjuangkan itu
07:44Karena tadi karena ini sebuah jembatan emas menuju harapan
07:49Sampai pada cita-cita kemerdekaan
07:52Cita-cita sesuai dengan Undang-Undang Dasar 45
07:54Maka ini yang terus-menerus kita perjuangkan dalam sebuah struktur bernama negara
07:59Yang menjalankan struktur negara itu namanya pemerintahan, government
08:03Government inilah yang setiap 5 tahun sekali dipilih
08:06Karena kita memilih sistem demokrasi gitu ya
08:09Untuk menjalankan struktur negara
08:11Maka pemerintahan yang setiap kali pemilu berganti itu berusaha
08:16Menjalankan struktur negara agar cita-cita bangsanya tercapai
08:19Sudahkah itu diperjuangkan?
08:20Belum, saya tidak akan bicara dengan proses
08:23Saya akan bicara dengan data dan dengan komparasi
08:26Saya lanjutkan dulu, saya belum selesai
08:28Saya belum selesai
08:30Ya tadi misalnya hari ini kita melihat misalnya fakta bahwa banyak jembatan rusak
08:36Ini harus diperbaiki
08:38Ini yang menjadi concern dari pemerintahan hari ini
08:40Yang hari ini kita mencapai bisa memperbaiki lebih dari seribu jembatan
08:45Dalam waktu kurang dari satu tahun
08:46Kita melihat masih banyak sekali sekolah yang rusak
08:50Kita sudah memperbaiki lebih dari 71 ribu sekolah dalam waktu satu tahun
08:55Itu juga adalah satu upaya untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan ini
08:59Kita juga mendapati fakta misalnya bahwa banyak sekali anak-anak yang kekurangan gizi
09:06Bahwa banyak sekali anak-anak yang pergi sekolah dalam keadaan teruk yang lapar dan lain sebagainya
09:12Ya program-program inilah yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka menjawab kegerisahan itu tadi
09:16Apakah cukup?
09:18Pasti belum cukup
09:19Dan itulah sebabnya pemerintahan terus-menerus bekerja
09:23Menghimpun berbagai sumber daya
09:26Mendengarkan berbagai macam pendapat
09:28Memilih putra-putra terbaiknya
09:30Oke
09:30Itulah yang sekarang diperjuangkan oleh pemerintah
09:32Kalau tadi Mas Wat bilang
09:34Saya menolak
09:36Dan kami menolak klaim itu sebenarnya
09:38Karena?
09:39Kami mencoba untuk
09:40Ketika kami membangun narasi kemerdekaan
09:43Kami mencoba untuk mencari sebenarnya esensi dari kemerdekaan itu apa
09:46Di situ kami mengkomparasikan praktik-praktik di zaman pemerintahan Hindia Belanda
09:52Apa yang terjadi?
09:53Di zaman Hindia Belanda
09:55Sumber daya alam, kekayaan itu diraup dari koloni
09:58Diraup dari negara Indonesia dan dibawa lari ke Belanda
10:03Itu namanya batik slot yang didapatkan dari praktik kultur stelsel
10:09Itu lucunya itu praktik itu banyak terjadi di dalam rezim saat ini
10:13Pertama, coba kita bicara terkait dengan program-program yang sifatnya itu struktural
10:19Data-data yang disampaikan tadi oleh Mas Wat tadi adalah data-data yang
10:23Data-data terkait dengan kebijakan-kebijakan yang sifatnya responsif
10:28Jadi ketika menunggu ada masalah, menunggu ada lubang terlebih dahulu
10:32Kemudian dia coba untuk ditumpuk dengan tanah
10:36Tapi dia tidak memastikan kekokohannya, dia tidak memastikan bahwa tanah itu kuat, anti gempa dan lain sebagainya
10:43Ketika kita melihat programnya secara struktural
10:47Misalnya kalau kita melihat APBN 2027 yang kemarin itu baru di-announce
10:53Tidak ada satupun mention mengenai ketimpangan
10:56Di saat rasio gini kita itu naik ke 0,396 persen di tahun 2027
11:04Kedua, ketika kita melihat terkait dengan alokasi anggaran
11:09Alokasi anggaran yang bisa menyelesaikan masalah-masalah yang tadi Mas sebutkan
11:13Masalah pendidikan, masalah kesehatan
11:15Itu justru tidak dialokasikan ke sektor-sektor tersebut
11:18Apa tiga kementerian atau lembaga dengan anggaran tertinggi di APBN 2027?
11:22Barang Gizi Nasional, Polri, dan juga Kementerian Pertahanan atau TNI
11:29Anggaran pendidikan di mana?
11:31Anggaran kesehatan di mana?
11:33Harusnya kan jawabannya adalah kalau misalnya mau menyelesaikan permasalahan tersebut
11:37Kenapa tidak alokasikan ke pos-pos yang seharusnya
11:41Atau kementerian-kementerian terkait
11:43Itu dilaksanakan, satu lagi saya sedikit
11:46Terkait dengan, ini yang sering dilupakan ya narasinya
11:50Adalah terkait dengan otomi daerah itu sendiri
11:53Sampai sekarang, untuk membiayai program-program yang mega dan super
11:57Atau yang disebut oleh Pak Kodari tadi sebagai janji kampanye semata
12:00Itu terdapat skema yang predatoris terhadap TKD
12:05Terhadap DAU, terhadap DAK
12:08Saya ambil satu contoh
12:09Misalnya kalau kita melihat DAK dari Tidore
12:15DAK dari Tidore itu menurun, kalau tidak salah itu sebanyak 80%
12:19Di saat Tidore sendiri, itu belum memiliki kapasitas fiskal yang cukup sebenarnya untuk pembangunan
12:36Kan itu bertentangan ya dengan narasi yang tadi dibawakan oleh Mas Fadmi ya
12:40Bahwa kita menuju kemerdekaan, tapi kita diperencana tahun depan saja
12:43Kemerdekaan itu tidak akan tercapai juga
12:45Ya ada dua dimensi yang di sini mungkin perlu saya sampaikan gitu ya
12:49Pertama, kalau misalnya premisnya adalah ada penjajahan negara terhadap rakyatnya
12:54Perlu saya sampaikan di sini
12:56Saya kira itu tidak ada gitu ya
12:59Dan tidak bisa dikatakan demikian
13:00Karena negara terus menerus bekerja
13:03Dari sejak negara kesatuan Republik Indonesia ini ada
13:07Untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan
13:09Jadi kalau kita bicara kemiskinan dari zaman 1945-1946 sampai hari ini
13:17Itu terus menjadi masalah yang ada
13:19Dan itu menjadi agenda negara untuk menyelesaikannya
13:23Nah, di sini kita bicara pemerintahan
13:26Bagi apa yang dilakukan pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Raka Buming misalnya
13:30Nah, dalam rangka menjawab tantangan itu dihasilkanlah program-program
13:36Nah, bahwa sekarang pemerintahan ini punya prioritas
13:39Makanya ada disebut sebagai program prioritas pemerintah
13:42Nah, prioritasnya sekarang ada pada sektor-sektor yang sekarang sudah menjadi perhatian publik
13:48Misalnya ada di PKPN, ada di PHTC dan lain sebagainya
13:52Apakah itu menyelesaikan problem seluruh bangsa atau problem yang ada saat ini di Indonesia?
13:58Ya, pasti belum
13:59Tapi itu yang diperjuangkan
14:00Itu dimensi yang pertama
14:02Nah, dimensi yang kedua tadi yang disampaikan oleh Mora
14:04Saya sebagai kalau misalnya mendengarkan tadi yang disampaikan oleh Mora
14:08Saya bangga dan kami mengapresiasi bahwa ada kecemasan, ada kegelisahan semacam ini
14:16Yang harus menjadi bahan bakar kita untuk sama-sama menyelesaikan persoalan bangsa
14:22Dan itu juga saya kira yang menjadi concern pemerintah saat ini di berbagai macam sektor
14:28Oke, dan ini dilakukan
14:29Yang jadi masalah programnya atau pelaksanaannya
14:32Sesat lagi di Rosi, kita akan bahas
14:33Selamat menikmati
14:35Selamat menikmati
Komentar