Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah memastikan menanggapi dan mendengar delapan tuntutan yang dilayangkan saat demonstrasi yang digelar BEM UI, 18 Agustus 2026 kemarin.

Hal itu disampaikan Deputi I Badan Komunikasi Pemerintah RI, Fahd Pahdepie.

"Aspirasinya didengarkan dan itu menjadi bahan kajian di dalam pemerintahan saya kira yang harus disikapi, ada banyak hal yang harus dievaluasi," ujar Fahd.

Baca Juga Debat Panas! BEM UI vs Bakom soal Larangan Demo Mahasiswa di Bundaran HI | ROSI di https://www.kompas.tv/talkshow/686658/debat-panas-bem-ui-vs-bakom-soal-larangan-demo-mahasiswa-di-bundaran-hi-rosi

#bemui #pemerintah #demo

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Aqshal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/686659/respons-pemerintah-terkait-8-tuntutan-demo-mahasiswa-ui-di-bundaran-hi-rosi
Transkrip
00:04Intro
00:05Ada 8 tuntutan yang disuarakan dalam aksi demonstrasi
00:09Mulai dari soal ekonomi hingga soal otonomi
00:11Mahasiswa juga mendesak agar penjajahan negara terhadap rakyat sendiri dihentikan
00:14Saya masih bersama dengan Ketua Departemen Kajian Strategis BEMUI
00:18Namora Sihaan, juga Deputi Satu Badan Komunikasi Pemerintah RI, Fat Pahdepi
00:23Saya ke Mora, kemarin masa itu teman-teman mahasiswa memilih mundur, kenapa?
00:30Ya, kami merasa beberapa hal ya
00:33Kami merasa bahwa pertama memang sedari awal
00:35Memang sudah ada upaya-upaya tadi tuh
00:38Untuk mengkikis, mengkikis, mengkikis gerakan kami
00:43Gak akhirnya ya kami mengadakan panggung itu sebagai panggung untuk
00:47Menyatakan kepada rakyat Indonesia bahwa beginilah pemerintah kalian
00:51Beginilah cara pemerintah kalian menerima kritik
00:53Beginilah cara pemerintah kalian menerima aksi demonstrasi
00:57Tujuan itu perlu menjadi seperti itu
00:59Purnya begitu pada akhirnya kami merasa bahwa oke
01:02Kami lebih baik kami kembali setelah kami sudah merasa sudah berhasil ya
01:07Mencapai tujuan messaging itu
01:09Hingga akhirnya kami memutuskan oke kita tarik mundur
01:12Dan kita akan memperkuat lagi barisan
01:15Terus berkonsolidasi
01:16Hingga akhirnya mungkin ya yang pasti ya
01:19Akan kembali lagi ke tempat yang sama
01:21Dan merebut ya titik bundaran HI tadi
01:24Apa bedanya menghalangi dengan mengamankan demonstrasi Mas Fad?
01:28Ya kalau menghalangi kan tidak boleh dilakukan unjuk rasa, tidak boleh dilakukan demonstrasi penyampaian pendapat
01:37Faktanya adalah terjadi demonstrasi
01:40Terjadi penyampaian pendapat
01:41Dan bahkan kami mendengar juga
01:43Dan kami juga menganalisis, mempelajari
01:45Delapan tuntutan yang disampaikan
01:47Jadi menghalangi
01:49Tidak ada
01:50Meskipun tidak sampai bundaran HI tadi karena titik yang dicapainya
01:53Ya saya kira tujuan dari penyampaian pendapat
01:57Penyampaian aspirasi kan bukan lokasinya
02:00Tapi pendapatnya sampai atau tidak
02:02Pendapatnya atau aspirasinya didengarkan atau tidak
02:06Aspirasinya didengarkan dan itu menjadi bahan kajian di dalam pemerintahan
02:10Saya kira yang harus disikapi
02:12Ada banyak hal yang harus dievaluasi
02:15Ada program-program yang harus dibenahi ke depan
02:18Dan itu juga menjadi mentalitas pemerintahan ini saya kira
02:22Meskipun sebagai, pasti sebagai sesama aktivis dulu juga
02:25Pasti titik itu jadi krusial
02:27Karena untuk menyampaikan aspirasi butuh
02:29Die emphasize di titik tertentu yang strategis
02:31Berarti pemerintah sudah menilai bahwa
02:35Message itu sudah tersampaikan secara clear
02:37Dengan titik aksi yang tertahan seperti itu
02:39Iya saya kira dari sisi
02:41Bagaimana dengan standar apa
02:42Padahalkan yang menentukan titik aksinya mahasiswa
02:45Yang berkonsolidasi mahasiswa dan juga rakyat juga
02:47Kenapa yang menentukan itu pemerintah
02:49Kami tidak menentukan
02:51Tadi kamu masih bilang iya?
02:52Iya hanya mendengarkan apa yang menjadi tuntutan
02:55Tuntutannya kan ada di lapang
02:57Tadi kan kata masnya kami merasa bahwa
03:00Pendapatnya sudah tersampaikan
03:01Karena itu intinya kan tadi kata
03:02Dan tadi kata masnya oke bagi pemerintah itu sudah tersampaikan
03:05Tapi kenapa pemerintah bisa menilai itu
03:07Ketika bukan pemerintah yang menyusunnya?
03:09Ya kalau belum tersampaikan ya silahkan disampaikan kembali
03:11Dan ditahan lagi?
03:13Enggak disampaikan misalnya dalam forum seperti ini kan bisa disampaikan juga
03:16Apa yang menjadi pendapatnya
03:18Apa yang menjadi aspirasinya
03:19Saya kira ada banyak forum
03:20Ada banyak kesempatan untuk mahasiswa menyampaikan pendapat gitu ya
03:24Bisa melalui banyak medium
03:25Kan disini yang menjadi titik percakapan kita adalah
03:30Apakah titiknya atau mesejenya?
03:33Nah tadi yang saya katakan apakah pemerintah sudah menganggap ini sudah sampai mesejenya?
03:37Iya
03:37Tapi kalau titiknya menjadi persoalan kan itu menjadi perbincangan yang lain
03:42Nah disini saya mau menarik pembicaraan ini ke dalam fokus yang menjadi esensi dari demokrasi yaitu penyampaian pendapat
03:50Oke di poin satunya dalam tuntutan adalah menghentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri
03:55Maksudnya apa?
03:56Sekarang menurut kami perlu ditanyakan kembali kepada rakyat
04:01Mungkin ditanyakan kepada tukang cukur yang menolak untuk menaikan dan mengibarkan bendera merah putih
04:09Karena dia belum merasa merdeka
04:10Dia diintimidasi
04:12Silahkan tanyakanlah kepada warga-warga di daerah-daerah
04:16Kepada warga Dayak
04:18Kepada warga Papua
04:19Kepada warga Aceh yang belakang ini melaksanakan demonstrasi-demonstrasi yang juga bertempatan di bulan kemerdekaan ini
04:26Apakah mereka sudah merasakan pundi-pundi dari kemerdekaan itu?
04:3181 tahun kemudian
04:34Indonesia itu belum merdeka secara ekonomi
04:37Belum merdeka secara politik dan belum merdeka secara kebebasan sipil
04:41Sesimpel hal itu yang kami nilai
04:43Bagaimana cara kami menilai hal-hal tersebut?
04:45Coba kita ambil misalnya kemerdekaan ekonomi
04:50Para syarat utamanya adalah pemenuhan kebutuhannya
04:54Pemenuhan kebutuhan pokok
04:55Makanya ada tuntutan keempat
04:57Kebutuhan pokok mengenai sandang, pangan, dan juga papan
05:00Satu hal yang sangat jarang untuk di-highlight adalah terkait dengan papan
05:06Dari total data BPS itu ada 9, beberapa juta warga Indonesia secara nasional yang belum memiliki rumah secara tetap
05:17Di DKI Jakarta 36% warganya itu mengalami krisis kepemilikan rumah
05:24Secara total di nasional juga ada 18 juta rumah tangga
05:28Yang memiliki status kepemilikan rumah atau status bangun rumah yang dianggap tidak layak
05:35Hal itu ketika kita kontraskan misalnya dengan daya beli masyarakat
05:38Dengan UMP rata-rata yang tidak juga kunjung naik
05:42Maka itu menunjukkan bahwa rakyat itu tidak merdeka secara ekonomi
05:46Mereka tidak bebas untuk memenuhi kebutuhan pokoknya
05:49Ketika permasalahannya adalah permasalahan perut
05:51Bagaimana mungkin mereka bisa berpikir kemudian secara politik
05:54Itulah kenapa mungkin ya pasti masih juga mengakui bahwa banyak korupsi
05:58Praktika-praktika kan yang terjadi ketika tahun-tahun politik
06:01Banyak serangan fajar yang terjadi
06:03Kenapa bisa terjadi?
06:04Ya itu balik lagi
06:05Itu kegagalan negara untuk memenuhinya
06:07Oke, kemerdekaan ekonomi
06:09Ketimpangan tadi dibalut dalam poin pertama
06:11Ini kalimatnya serius sekali
06:14Penjajahan negara atas rakyat sendiri
06:16Mas Fad?
06:17Ya saya kira pertama kemerdekaan adalah sesuatu yang sakral ya
06:21Makanya setiap tahun kita memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan
06:27Karena nikmat kemerdekaan ini sesuatu yang banyak sekali bangsa di dunia yang belum mengalami ini
06:34Sudahkah itu dirasakan kalau tadi dengan cerita ketimpangan ekonomi yang dirasakan?
06:37Jadi saya disini ingin mengatakan bahwa pertama kita harus melihatnya dari skop yang besar dulu sebagai bangsa
06:44Jadi sebagai sebuah bangsa kita punya anugerah yang sangat besar namanya anugerah kemerdekaan
06:49Yang bangsa lain belum tentu perasakannya
06:52Kita juga bisa lihat sekarang tuh ada beberapa konflik gitu ya
06:59Yang konteksnya nation state gitu seperti yang terjadi di Palestina dan Israel gitu
07:03Ini kan sesuatu yang mahal yang kita sudah punya
07:07Yang kedua struktur di dalam ketika sebuah bangsa punya kemerdekaan
07:12Ketika sebuah, kami kan kemerdekaan ini kalau kata Bung Karno dia bukan sesuatu yang final
07:17Bung Karno menyebutnya kemerdekaan itu sebuah jembatan emas
07:20Ada sesuatu yang harus kita jelang, ada sesuatu yang harus kita perjuangkan dan dapatkan
07:26Yang sekarang sudah didapatkan apa tadi terkait dengan ketimpangan ekonomi yang dirasakan?
07:29Saya sepakat sekali gitu ya yang dikatakan oleh Mora tadi
07:33Dan juga yang menjadi kegelisahan teman-teman mahasiswa
07:35Bahwa banyak sekali hal yang harus kita perjuangkan dari bangsa ini
07:39Yang itu juga menjadi concern dan menjadi tanggung jawab negara gitu ya
07:43Untuk memperjuangkan itu
07:44Karena tadi karena ini sebuah jembatan emas menuju harapan
07:49Sampai pada cita-cita kemerdekaan
07:52Cita-cita sesuai dengan Undang-Undang Dasar 45
07:54Maka ini yang terus-menerus kita perjuangkan dalam sebuah struktur bernama negara
07:59Yang menjalankan struktur negara itu namanya pemerintahan, government
08:03Government inilah yang setiap 5 tahun sekali dipilih
08:06Karena kita memilih sistem demokrasi gitu ya
08:09Untuk menjalankan struktur negara
08:11Maka pemerintahan yang setiap kali pemilu berganti itu berusaha
08:16Menjalankan struktur negara agar cita-cita bangsanya tercapai
08:19Sudahkah itu diperjuangkan?
08:20Belum, saya tidak akan bicara dengan proses
08:23Saya akan bicara dengan data dan dengan komparasi
08:26Saya lanjutkan dulu, saya belum selesai
08:28Saya belum selesai
08:30Ya tadi misalnya hari ini kita melihat misalnya fakta bahwa banyak jembatan rusak
08:36Ini harus diperbaiki
08:38Ini yang menjadi concern dari pemerintahan hari ini
08:40Yang hari ini kita mencapai bisa memperbaiki lebih dari seribu jembatan
08:45Dalam waktu kurang dari satu tahun
08:46Kita melihat masih banyak sekali sekolah yang rusak
08:50Kita sudah memperbaiki lebih dari 71 ribu sekolah dalam waktu satu tahun
08:55Itu juga adalah satu upaya untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan ini
08:59Kita juga mendapati fakta misalnya bahwa banyak sekali anak-anak yang kekurangan gizi
09:06Bahwa banyak sekali anak-anak yang pergi sekolah dalam keadaan teruk yang lapar dan lain sebagainya
09:12Ya program-program inilah yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka menjawab kegerisahan itu tadi
09:16Apakah cukup?
09:18Pasti belum cukup
09:19Dan itulah sebabnya pemerintahan terus-menerus bekerja
09:23Menghimpun berbagai sumber daya
09:26Mendengarkan berbagai macam pendapat
09:28Memilih putra-putra terbaiknya
09:30Oke
09:30Itulah yang sekarang diperjuangkan oleh pemerintah
09:32Kalau tadi Mas Wat bilang
09:34Saya menolak
09:36Dan kami menolak klaim itu sebenarnya
09:38Karena?
09:39Kami mencoba untuk
09:40Ketika kami membangun narasi kemerdekaan
09:43Kami mencoba untuk mencari sebenarnya esensi dari kemerdekaan itu apa
09:46Di situ kami mengkomparasikan praktik-praktik di zaman pemerintahan Hindia Belanda
09:52Apa yang terjadi?
09:53Di zaman Hindia Belanda
09:55Sumber daya alam, kekayaan itu diraup dari koloni
09:58Diraup dari negara Indonesia dan dibawa lari ke Belanda
10:03Itu namanya batik slot yang didapatkan dari praktik kultur stelsel
10:09Itu lucunya itu praktik itu banyak terjadi di dalam rezim saat ini
10:13Pertama, coba kita bicara terkait dengan program-program yang sifatnya itu struktural
10:19Data-data yang disampaikan tadi oleh Mas Wat tadi adalah data-data yang
10:23Data-data terkait dengan kebijakan-kebijakan yang sifatnya responsif
10:28Jadi ketika menunggu ada masalah, menunggu ada lubang terlebih dahulu
10:32Kemudian dia coba untuk ditumpuk dengan tanah
10:36Tapi dia tidak memastikan kekokohannya, dia tidak memastikan bahwa tanah itu kuat, anti gempa dan lain sebagainya
10:43Ketika kita melihat programnya secara struktural
10:47Misalnya kalau kita melihat APBN 2027 yang kemarin itu baru di-announce
10:53Tidak ada satupun mention mengenai ketimpangan
10:56Di saat rasio gini kita itu naik ke 0,396 persen di tahun 2027
11:04Kedua, ketika kita melihat terkait dengan alokasi anggaran
11:09Alokasi anggaran yang bisa menyelesaikan masalah-masalah yang tadi Mas sebutkan
11:13Masalah pendidikan, masalah kesehatan
11:15Itu justru tidak dialokasikan ke sektor-sektor tersebut
11:18Apa tiga kementerian atau lembaga dengan anggaran tertinggi di APBN 2027?
11:22Barang Gizi Nasional, Polri, dan juga Kementerian Pertahanan atau TNI
11:29Anggaran pendidikan di mana?
11:31Anggaran kesehatan di mana?
11:33Harusnya kan jawabannya adalah kalau misalnya mau menyelesaikan permasalahan tersebut
11:37Kenapa tidak alokasikan ke pos-pos yang seharusnya
11:41Atau kementerian-kementerian terkait
11:43Itu dilaksanakan, satu lagi saya sedikit
11:46Terkait dengan, ini yang sering dilupakan ya narasinya
11:50Adalah terkait dengan otomi daerah itu sendiri
11:53Sampai sekarang, untuk membiayai program-program yang mega dan super
11:57Atau yang disebut oleh Pak Kodari tadi sebagai janji kampanye semata
12:00Itu terdapat skema yang predatoris terhadap TKD
12:05Terhadap DAU, terhadap DAK
12:08Saya ambil satu contoh
12:09Misalnya kalau kita melihat DAK dari Tidore
12:15DAK dari Tidore itu menurun, kalau tidak salah itu sebanyak 80%
12:19Di saat Tidore sendiri, itu belum memiliki kapasitas fiskal yang cukup sebenarnya untuk pembangunan
12:36Kan itu bertentangan ya dengan narasi yang tadi dibawakan oleh Mas Fadmi ya
12:40Bahwa kita menuju kemerdekaan, tapi kita diperencana tahun depan saja
12:43Kemerdekaan itu tidak akan tercapai juga
12:45Ya ada dua dimensi yang di sini mungkin perlu saya sampaikan gitu ya
12:49Pertama, kalau misalnya premisnya adalah ada penjajahan negara terhadap rakyatnya
12:54Perlu saya sampaikan di sini
12:56Saya kira itu tidak ada gitu ya
12:59Dan tidak bisa dikatakan demikian
13:00Karena negara terus menerus bekerja
13:03Dari sejak negara kesatuan Republik Indonesia ini ada
13:07Untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan
13:09Jadi kalau kita bicara kemiskinan dari zaman 1945-1946 sampai hari ini
13:17Itu terus menjadi masalah yang ada
13:19Dan itu menjadi agenda negara untuk menyelesaikannya
13:23Nah, di sini kita bicara pemerintahan
13:26Bagi apa yang dilakukan pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Raka Buming misalnya
13:30Nah, dalam rangka menjawab tantangan itu dihasilkanlah program-program
13:36Nah, bahwa sekarang pemerintahan ini punya prioritas
13:39Makanya ada disebut sebagai program prioritas pemerintah
13:42Nah, prioritasnya sekarang ada pada sektor-sektor yang sekarang sudah menjadi perhatian publik
13:48Misalnya ada di PKPN, ada di PHTC dan lain sebagainya
13:52Apakah itu menyelesaikan problem seluruh bangsa atau problem yang ada saat ini di Indonesia?
13:58Ya, pasti belum
13:59Tapi itu yang diperjuangkan
14:00Itu dimensi yang pertama
14:02Nah, dimensi yang kedua tadi yang disampaikan oleh Mora
14:04Saya sebagai kalau misalnya mendengarkan tadi yang disampaikan oleh Mora
14:08Saya bangga dan kami mengapresiasi bahwa ada kecemasan, ada kegelisahan semacam ini
14:16Yang harus menjadi bahan bakar kita untuk sama-sama menyelesaikan persoalan bangsa
14:22Dan itu juga saya kira yang menjadi concern pemerintah saat ini di berbagai macam sektor
14:28Oke, dan ini dilakukan
14:29Yang jadi masalah programnya atau pelaksanaannya
14:32Sesat lagi di Rosi, kita akan bahas
14:33Selamat menikmati
14:35Selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan