Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Munculnya pagar-pagar tinggi yang mengelilingi sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Banyak yang mengaitkannya dengan isu akan adanya aksi unjuk rasa besar maupun potensi kerusuhan pada bulan Agustus.

Namun, benarkah pemasangan pagar tersebut berkaitan dengan isu tersebut? Ataukah hanya merupakan langkah antisipasi dan pengamanan yang dilakukan masing-masing pengelola?

Pemimpin Redaksi KompasTV Yogi Nugraha membahasnya bersama:
Kombes Budi Hermanto - Kabid Humas Polda Metro Jaya

Nining Elitos - Koordinator Dewan Buruh Nasional KASBI

Prof. Hermawan Sulistyo - Ketua Tim Investigasi TGPF Mei 98



Saksikan pembahasannya dalam Program Satu Meja the Forum episode Desas-desus Rusuh Agustus. Tayang Rabu, 5 Agustus 2026 pukul 20.30 WIB, LIVE di KompasTV!



Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/7hstu_2I8Cw



#demo #agustus #mall

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/684158/full-viral-pagar-tinggi-mall-dan-desas-desus-rusuh-agustus-bagaimana-antisipasinya-satu-meja
Transkrip
00:21Jangan sampai kemudian ini menjadi image bahwa Jakarta sedang tidak baik-baik saja.
00:30Situasi sampai saat ini masih bisa dapat dikendalikan, jadi sudah melakukan mitigasi awal.
00:36Apabila ada kelompok-kelompok yang mencoba membuat kerusuhan, membuat situasi tidak nyaman dan aman di wilayah hukum Polda Metro Jaya,
00:46termasuk wilayah-wilayah penyangga, akan dilakukan tindakan tepat, tegas, dan terukur.
01:11Selamat malam.
01:13Berkembang rumor di tengah masyarakat melalui berbagai platform media sosial,
01:18dan juga sudut-sudut perbincangan warga akan adanya kerusuhan di bulan Agustus.
01:23Beragam tanggapan atas isu rusuh tersebut, sebagian diantaranya resah dan ketakutan.
01:30Tentu ini tidak boleh dibiarkan.
01:33Desas desus rusuh Agustus, satu menjadi forum malam ini bersama saya, Yogi Nugraha.
01:38Sudah hadir di Studio Kompas TV malam ini untuk membahas tema kita hari ini.
01:44Komersaris Besar Budi Hermanto, Kabib Mas Polda Metro Jaya, Mas Budi apa kabar?
01:50Baik, Mas.
01:52Mbak Nining Elitos, Koordinator Dewan Buruh Nasional Kasbi.
01:56Mbak Nining ketemu lagi.
01:58Selamat malam.
01:59Prof. Hermawan Sulistio, Prof. Kiki, Ketua Tim Investigasi TGPF Mei 98.
02:06Selamat malam.
02:07Selamat malam, Prof.
02:08Saya langsung ke Prof. Kiki aja nih, Prof.
02:10Prof. pasti mendengar nih, soal rame-rame pagar, bongkar, pasang, dan di beberapa kota besar sehingga ditafsirkan oleh publik akan
02:19ada sesuatu yang traumatis, akan ada sesuatu yang buruk terjadi, yaitu kerusuhan.
02:25Kalau Prof. melihat beberapa mal pengusaha mengantisipasi itu seperti apa, atau memang ini wajar ketakutan dengan mengantisipasi membangun pagar, atau
02:35Prof. melihat sesuatu yang lain dari situasi ini?
02:37Prof. begini, kalau dari perspektif pengusaha, pemilik mal, dan sebagainya, ya itu wajar-wajar saja karena referensi utama mereka adalah
02:4898.
02:49Bagaimana mal-mal dijarah, tapi itu sudah 40 tahun yang lalu.
03:00Situasi waktu itu sangat jauh berbeda dengan situasi sekarang.
03:04Dulu tidak ada internet, sekarang internet.
03:08Internet bisa menyebarkan hoax, penyebaran berita-berita bohong, dia bisa menjadi instrumen untuk konsolidasi gerakan untuk demo.
03:18Tapi di sisi yang lain, dia juga menjadi media komunikasi yang bocor kemana-mana, kalau sifatnya mau rahasia, atau menjadi
03:34agenda terbuka.
03:35Agenda terbuka tidak memungkinkan demo sampai puluhan ribu orang gitu.
03:41Tetapi, mengapa ini semua bisa terjadi?
03:45Karena suasana politik, sosial, ekonomi tidak nyaman.
03:51Makin hari itu makin tidak nyaman.
03:54Nah, persoalannya adalah pemerintah punya tanggung jawab untuk membuat ini nyaman.
04:02Yang jadi masalah adalah, kalau tidak ada trigger, pemicu yang meledakkan situasi itu, tidak akan ada apa-apa.
04:13Jadi, tugas aparat keamanan, khususnya polisi adalah mencegah terjadinya yang trigger.
04:20Trigger itu apa?
04:22Misalnya ada demo cuma 30 orang, tapi ada yang ditembak, mati.
04:27Nah, itu trigger.
04:28Pasti trigger.
04:31Kalau Prof tidak melihat, siapa sebetulnya yang bermain di situasi seperti ini, kemudian melemparkan informasi,
04:39apakah tidak mungkin ya pengusaha-pengusaha mall itu atas inisiatif pribadi, tapi kok bisa serempak?
04:45Pasti kan ada semacam apa yang memang menebar ketakutan, apalagi sekarang di era komunikasi seperti ini.
04:51Atau ada bocoran yang nyampe ke mereka.
04:53Ini kombinasi dari berbagai faktor ya, berbagai elemen.
04:57Jadi, kita tidak bisa menuduh satu kelompok buruh atau apa, atau kelompok politik, simpul-simpulnya.
05:06Simpul-simpulnya diperlakukan seperti apapun, di Soto misalnya.
05:11Soto itu apa?
05:12Di Soto itu apa?
05:12Di Soto itu dibawain Soto.
05:14Oh, dibawain Soto.
05:15Soto, tapi barang mentahnya pakai rantang.
05:17Di Soto, supaya diam, supaya nggak demo.
05:22Itu bisa mereduksi, mengurangi derajat tekanannya.
05:28Tetapi tidak bisa menghilangkan sama sekali karena alasan-alasan sumbernya itu tidak berhenti setiap hari.
05:36Apa itu?
05:37Satu, kondisi ekonomi yang sulit.
05:40Dua, ini yang agak parah sebetulnya.
05:45Para politisi, pejabat ngomong seenaknya, tidak ada empati sama sekali masyarakat.
05:53Oke, Prof, saya ke Mas Budi dulu ya, Prof ya.
05:57Mas Budi, dari sisi kepolisian, Polda Metro Jaya, pastikan tentu menangkap ya, ada sinyal seperti ini, menangkap kekhawatiran.
06:04Dan tugas utama dari kepolisian adalah mengayomi masyarakat untuk memastikan bahwa tidak boleh ini ketakutan untuk berlangsung lama.
06:11Apa kira-kira yang sudah disiapkan atau apa yang sudah berjalan, antisipasi bahwa satu, pasti kita sepakat tidak boleh ada
06:19kerusuhan di bulan apapun?
06:20Ya, setuju Mas Yogi.
06:24Kalau kita melihat dari perspektif kepolisian, pemasangan pagar ini merupakan kebijakan dari pengelola masing-masing pusat perbelanjaan.
06:33Kalau kita bisa melihat dari pertimbangan tentang bagaimana penataan kawasan dari sisi peningkatan keamanan fasilitas, kenyamanan bagi pengunjung maupun secara
06:45estetika.
06:46Jadi ini dengan pemasangan pagar-pagar itu tidak dikaitkan menjadi suatu unsur ataupun suatu ukuran bahwa kondisi Jakarta dalam kondisi
06:57tidak aman.
06:58Karena sangat jauh korelasinya.
07:00Nah kita melihat, kami pernah menyampaikan bahwa kondisi Jakarta DKI ini dalam kondisi aman.
07:07Tolak ukurnya bisa kami buktikan.
07:08Dengan melihat bahwa kegiatan-kegiatan pendidikan berjalan dengan baik, kegiatan-kegiatan ibadah juga berjalan dengan baik, kegiatan pusat perbelanjaan juga
07:19berjalan dengan baik.
07:20Dan ini terlihat kegiatan intensitas kerutinan itu juga berjalan dengan baik.
07:25Kita melihat bahwa jalanan intensitas mobilitas kerutinan juga terjadi kepadatan di beberapa tempat.
07:31Kita melihat lagi bahwa minggu kemarin beberapa kegiatan, 47 kegiatan masyarakat di hari Sabtu ada pertandingan bola internasional dan bahkan
07:39ini menjadi suatu tolak ukur juga dengan kehadiran Perdana Menteri Thailand ke Indonesia, khususnya ke Jakarta.
07:46Ini menjadi tolak ukur bahwa Jakarta itu masih dalam kondisi aman.
07:50Nah kita melihat juga Polda Metro Jaya, kondisi aman itu tidak bekerja sendiri Mas Yogi.
07:57Ada Kodam Jaya, ada di sini juga pelibatan pemerintah Provinsi DKI dalam menciptakan rasa aman dan nyaman pada masyarakat karena
08:06ini merupakan suatu kebutuhan bersama dalam rasa aman dan nyaman tersebut.
08:12Tapi Mas Budi kira-kira gini kan gak mungkin ya tanpa sebab mereka bangun dan publik juga melihatnya se simpel
08:18begini, kok tiba-tiba ada pagar besar ya?
08:21Biasanya itu kan bicara soal keamanan, berarti kan ada potensi ancaman keamanan.
08:25Polda Metro menangkap itu gak dari minimal dari beberapa pemilik mal, apa sih motivasinya?
08:31Karena publik tanpa mengkonfirmasi sudah melihat, biasanya gak ada pagar tinggi-tinggi ini kok tinggi-tinggi ada sesuatu nih.
08:36Pastinya Mas, Polda Metro Jaya itu melihat, melakukan deteksi dini, makanya dengan ada preventive strike.
08:44Preventive strike yang sudah berjalan ini dari kepemimpinan Kapolda Metro Jaya, Komjen ASEP, ada juga preemptive education.
08:52Jadi kita melihat bagaimana mendeteksi dini.
08:55Polisi itu berkembang di dalam zaman saat sekarang.
08:57Jadi bukan hanya setelah kejadian baru dilakukan penangkapan, tetapi bagaimana upaya kepolisian khususnya Polda Metro Jaya melakukan pencegahan di awal
09:07dengan menghitung manajemen risiko.
09:11Oke, Mbak Dining, kolega Anda Andi Ghani, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, kolega Anda lah saya sebut sama Aktif
09:19Spuru,
09:20itu menyampaikan ke publik bahwa memang ada ancaman, Agustus diprediksi, dan memang kami di tingkat lapangan, ini saya bacakan kutipannya,
09:29lapangan sudah ada situasi-situasi yang kami sadari akan sangat-sangat rawan.
09:33Karena ini kuali sebesar perjuangan buruh Indonesia mengingatkan kepada DPR dan pemerintah agar serius dalam pembahasan eru tenaga kerja.
09:41Saya tidak mungkin mengonfirmasi soal ini, tetapi paling tidak sama aktivis buruh,
09:45sebetulnya dalam bulan Agustus ini, kalau boleh tahu ada aksi rencana besar apa sih dari,
09:51saya tidak menempatkan Anda sebagai aktivis buruh bahwa sebagai faktor pentaduk, tidak sama sekali,
09:56tapi ingin bertanya saja, karena biasanya kan buruh yang paling sering rajin turun ke lapangan dengan jumlah yang besar.
10:03Iya, pertama saya ingin menyampaikan, sebenarnya tadi Prop sudah menyampaikan,
10:08ada situasi keresahan, kita dalam situasi tidak baik gitu ya, terjadinya sebuah krisis,
10:15dampak dari sebuah krisis itu adalah kemasyarakat yang mayoritas.
10:20Ya, itu terjadinya kemerosotan atau kepercayaan publik terhadap para penguasa hari ini gitu ya.
10:26Kenapa? Berbagai macam regulasi, berbagai macam ruang-ruang demokrasi yang dipersempit gitu ya,
10:34terus kemudian kita bisa lihat dalam beberapa tahun kebelakang,
10:37tentang berbagai macam bagaimana pemerintah bersama DPR, wakil-wakil rakyat,
10:42melahirkan berbagai macam regulasi termasuk undang-undang yang justru bukan semakin terjadi perbaikan,
10:49justru ada adalah terjadi kemerosotan gitu ya, tingkat persoan perlindungan, pencegahan, bahkan sampai penegakan hukum.
10:58Nah, kalau dikatakan bahwa hari ini kita bisa lihat dalam dunia usaha maupun di dalam proses masyarakat,
11:06kesaharian hari ini adalah bagaimana semakin sulitnya masyarakat untuk memenuhi standar kebutuhan dasar mereka,
11:14dampak dari pendapatan yang semakin rendah gitu ya, harga-harga semakin mahal,
11:19kemudian kebijakan regulasi yang mau dikeluar tidak lagi melihat bagaimana perspektif menjadi untuk persoan.
11:25Anda mau bilang bahwa hibitan ekonomi itu sangat makin menguat,
11:29sementara tidak ada satupun solusi dalam bentuk kebijakan yang mungkin.
11:31Oh iya, betul gitu, karena dari berbagai macam kebijakan yang hari ini kita juga sudah sampaikan,
11:37tadi prop juga menyampaikan bagaimana empati para pejabat negara, wakil-wakil rakyat,
11:42justru kemudian tidak lagi bicara bagaimana solusi dari persoan rakyat gitu ya,
11:48tapi justru kemudian sangat tendensi menyampaikan bahwa seolah-olah masyarakat ini tidak menjadi bagian penting.
11:54Teman-teman, kawan-kawan aktivis buruk mendengar nggak sih bahwa ada ancaman rame juga ya,
12:00jadi disatisus, soal-rusu, agusus mendengar atau tidak, terus kemudian ada antisipasi apa gitu.
12:04Iya, kita tahu.
12:05Nah dulu jawabannya, mbak, kita akan kembali setelah yang satu ini,
12:08tetaplah di satu meja di forum.
12:09Sedangkan seperti saya tegaskan tadi bahwa kondisi keamanan di seluruh wilayah Indonesia,
12:16itu dalam keadaan aman.
12:18Di Jakarta begitu, di kota-kota besar begitu, di daerah daerah yang sering kami kunjungi juga dalam keadaan aman.
12:25Bahkan keadaan saya juga berjalan bersama istri saya,
12:31melihat ke pasar tradisional juga aman-aman saja.
12:34Pergi ke mall juga aman-aman saja.
12:44Masih di satu meja di forum, Prof Kiki,
12:48Siang tadi, jajaran Menko Polkam melengkap dengan Kapolri, dengan Panglima,
12:53menyampaikan dan merespon isu yang hari ini sedang kita bahas di meja ini.
12:57Kalau Anda melihat, justru dengan respon dari Menko Polkam dengan jajarannya itu,
13:05tentu tujuannya adalah untuk menenangkan, merespon ya.
13:09Tapi dalam situasi yang komunikasi yang dari berbagai sudut arah muncul,
13:14terus apa bukan justru,
13:16oh ternyata benar ya, karena direspon oleh pemerintah.
13:20Sebagai orang yang berpengalaman,
13:23melihat, karena aksi ini kan pasti dalam perencanaan,
13:26nggak mungkin ujuk-ujuk,
13:27jangan-jangan ini sudah ketangkap di potensi ancaman keamanannya.
13:31Ya, jadi ada yang ke-orchestrated ya istilahnya,
13:38tapi ada yang fellow traveler.
13:41Nah, dalam suatu peristiwa kerusuhan itu,
13:44yang paling rentan itu fellow traveler ini.
13:47Dia digebuki, ketembak, segala macam,
13:50tapi jangan salah,
13:52aparat juga terancam dalam situasi kaotik.
13:57Kenapa? Situasi kaos, rusuh,
14:01aparat saya lihat berapa banyak rekaman video polisi digebuki oleh demonstran.
14:07Nah, itu semacam sebetulnya,
14:14laporan-laporan intelijen itu kan,
14:17kalau tahap peristiwa itu,
14:20yang pertama itu pre,
14:24sebelum peristiwanya.
14:26Sebelum peristiwanya itu diantisipasi dalam dua tahap.
14:30Satu penangkalan,
14:32yaitu pre-emption,
14:34penangkalan,
14:35setelah itu masuk tahap prevention,
14:39tahap pencegahan.
14:41Nah, tahap ini,
14:43sudah terjadi pertarungan,
14:46tarik ulur antara
14:48tahap
14:49apa,
14:51pre-emption ini,
14:52tahap penangkalan ini,
14:57Menko Polukam
14:58sudah menangkap.
15:00Sudah menangkap.
15:01Sudah menangkap.
15:02Dan menangkal,
15:03kemudian berusaha menangkal dengan statement dengan publik itu.
15:06Artinya bukan sekedar rumor dong,
15:08bahwa potensi akan rusuh itu sudah ada.
15:10Kalau potensi bukan rumor.
15:11Bukan rumor, pasti memang selalu ada.
15:14Masalahnya,
15:15dilakukan mitigasi
15:18supaya tidak pecah.
15:20Dan Jumlah Pers siang tadi itu dibentuk bahwa negara hadir untuk mematisipasi itu.
15:26Iya.
15:26Dan fungsi-fungsi intelijen negara menangkap akan ada itu.
15:30Tapi belum tentu,
15:31itu tidak otomatis.
15:33Lalu bisa diatasi.
15:35Tergantung banyak faktor.
15:36Tentu ini,
15:38lingkungan sekitarnya
15:39yang seperti saya bilang,
15:41sudah rusuh.
15:42Tidak membuat tidak nyaman orang itu.
15:45Kan tidak bisa Menko.
15:47Istilah perutukan rantai kering nih,
15:49tinggal ada yang nyiram gitu situasi sekarang.
15:51Iya, ada yang nyiram.
15:53Yang nyiram itu
15:54yang
15:55yang dideteksi oleh
15:58Menko kan
15:59yang formal legalistik seperti itu.
16:02Organisasi ini,
16:03organisasi itu,
16:04organisasi ini.
16:05Tapi yang lone wolf.
16:07Itu belum tentu terdeteksi.
16:08Belum tentu terdeteksi.
16:10Saya ke Mbak Nining.
16:11Mbak Nining,
16:12kalau Mbak Nining melihat ya,
16:13kadangnya melihat pergerakan.
16:14Saya yakin lah,
16:15siapapun komponen bangsa ini
16:17pasti punya kepentingan dengan menjaga keamanan ketertiban.
16:20Kalau Anda melihat,
16:22bacaan Anda melihat ini,
16:23bahkan kami mendengar,
16:25tadinya Anda mau,
16:26ini konfirmasi,
16:27mau melakukan aksi besar,
16:29akhirnya menunda.
16:30Karena mendapatkan informasi,
16:31akan ada potensi yang tadi disampaikan Prof. Gigi.
16:34Iya,
16:35kalau Serikat Buru itu kan memang,
16:38tidak hanya Serikat Buru,
16:39berbagai macam stakeholder masyarakat hari ini kan punya hak untuk mengkritik,
16:43ketika para penguasa ini tidak lagi di dalam jauh relnya,
16:48kan kayak gitu.
16:49Nah,
16:49itu yang harus diingatkan.
16:51Nah,
16:51yang kemudian adalah,
16:52kalau tadi ada,
16:54kemudian bahwa saat ini,
16:56Serikat Buru,
16:56Koalisi Besar,
16:57sedang memperjuangkan,
16:58ada satu regulasi,
17:00Undang-Undang Ketenaga Kerjaan,
17:01kan itu memang kewajiban sebagai hak,
17:06sebagai Serikat Buru,
17:08dan kemudian sebagai masyarakat,
17:09untuk mengingatkan para wakil rakyat dan pemerintah,
17:12agar membuat satu regulasi yang memberikan,
17:15tidak terjadi ketimpangan yang semakin menganggakkan,
17:18kayak gitu.
17:19Anda akan lihat,
17:20sepanjang belum ada keadilan,
17:21sepanjang belum ada hak-hak yang buru yang diperlukan,
17:24akan terus bergerak dalam koridor.
17:26Oh iya,
17:27karena kita memang menjadi bagian dari negara ini,
17:29kan harus memang memberikan kritikan,
17:30terhadap para siapapun,
17:33pelaksanaan negara ini,
17:34dan negara melalui kekuasaan,
17:37tidak boleh juga alergi,
17:38ketika kritikan-kritikan ini disampaikan.
17:41Saya ingin menyampaikan gini,
17:44seringkali tendensi,
17:45ketika kita ingin turun ke jalan,
17:47ketika kita menyampaikan kritikan,
17:49berbagai macam regulasi,
17:50mulai dari urusan persoalan perburuan,
17:53ketenaga kerjaan,
17:54masyarakat pesisir,
17:56termasuk masyarakat di berbagai macam daerah,
18:00yang sumber kehidupannya,
18:02tanah dirampas hanya kepentingan proyek strategis nasional,
18:05atau kepentingan investasi,
18:07justru kadang-kadang dianggap mengancam keamanan.
18:10Sebenarnya kan bukan hal itu,
18:12negara seharusnya memberikan apresiasi terhadap masyarakat.
18:16Yang mengingatkan kekuasaan.
18:17Iya, kepada orang-orang yang turun ke jalan gitu ya,
18:20tapi juga jangan selalu di tendensi ketika kritik datang,
18:24dianggap makar yang tidak patut terhadap hukum.
18:26Yang tidak patut terhadap hukum itu adalah pelaksanaan negara yang sekali mengabaikan konstitusi negara terhadap hukum kita.
18:33Saya ke Mas Budi.
18:34Mas Budi, dalam pernyataan Anda akhir Juli kan mengatakan bahwa kondisi Jakarta khususnya aman,
18:40karena ada sinergi Polda dengan Kodam gitu.
18:44Tetapi Anda juga menyebutkan bahwa ada Polda Metro Jaya sudah menyiapkan tim preventif
18:51dan menyekat di berbagai untuk tujuan.
18:54Sebenarnya model preventif dan penyekatan seperti apa sih yang sebenarnya disiapkan oleh Polda Metro
18:59dan pasti ada dasarnya ya, kenapa harus melakukan itu.
19:02Ini bagian bahwa itu menjalankan tugas kepolisian, iya,
19:05tetapi pasti ada situasional yang harus bisa dijelaskan.
19:08Ya, kalau kita ketahui Mas, bahwa persatuan dan kesatuan merupakan model dasar ini
19:15dan sangat penting dalam pembangunan nasional, demi tujuan nasional.
19:19Sehingga itu memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh warga masyarakat.
19:23Sehingga dalam kegiatan-kegiatan keseharian ini dapat berjalan dengan baik.
19:27Bapak Kapolda Metro Jaya itu melaksanakan kegiatan jaga Jakarta on the spot.
19:33Itu kegiatan cooling system, mendengar langsung, kelukesah masyarakat, persoalan-persoalan.
19:39Nah, dari sini itu sudah melakukan deteksi dini.
19:42Permasalahan itu sehingga tidak sampai dengan ancaman gangguan, potensi angguan.
19:49Nah, termasuk dengan sinergitas.
19:51Rasa aman di wilayah Jakarta tidak hanya menjadi tanggung jawab satu institusi.
19:56Ini kerjasama kolaborasi yang dipimpin oleh Bapak Kapolda Metro Jaya
20:00dengan melakukan membangun sinergitas bersama Pangdam Jaya, bersama Panglima Kopassus,
20:07bersama Panglima Korp Marinir, dan Gubernur DKI
20:10untuk bersama-sama memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh warga masyarakat ibu kota.
20:18Soal perikatan daya darah masuk ke Jakarta itu kan sempat berpikir,
20:21wah ini, karena kan waktu 1998 juga begitu kan, temuannya adalah ada banyak masa dari luar.
20:26Sehingga kita berpikir, wah sepertinya polisian belajar nih,
20:30semua masuk ke Jakarta disekat-sekat, itu kan juga jadi pertanyaan yang harus dijelaskan.
20:34Pola yang dilakukan sebenarnya itu sudah melakukan mitigasi dari awal mas.
20:39Wilayah DKI ini berbatasan dengan wilayah Banten dan Jawa Barat,
20:43sehingga penyekatan terkait tentang peningkatan patroli,
20:47di skala besar, sedang maupun kecil, di wilayah perbatasan Tangerang dengan Banten,
20:53termasuk wilayah Depok dan Bekasi dengan wilayah Jawa Barat.
20:56Sebenarnya itu juga hal-hal rutin yang dilakukan oleh pihak Keputuk.
20:59Rutin ya?
20:59Rutin.
21:00Bukan karena ada...
21:01Bukan hanya karena ada dasas-dasus ini.
21:03Oke.
21:03Ini merupakan hal-hal rutin dan dapat kita lihat, kita tanyakan kepada warga masyarakat sekitar.
21:09Jadi selain itu, kita juga melakukan pencegahan, mitigasi terkait tentang kejahatan-kejahatan jalanan.
21:15Karena kejahatan-kejahatan jalanan ini memberikan ruang juga mengganggu kamtip mas.
21:20Dan itu sudah ada temuan-temuan yang diketahui?
21:23Sudah, dan itu sudah dilakukan bahkan patroli presisi Direkturat Sabara dengan patroli yang dilakukan oleh BRIMOB.
21:31Ini memitigasi aksi-aksi tawuran, aksi-aksi kejahatan jalanan.
21:35Itu dilakukan hampir setiap hari, sehingga ada dampak pada saat diamankan orang yang...
21:41Dan itu sudah boleh dibaca, boleh dibaca bahwa ini kalau dibiarkan akan ada kaitannya dengan rusuh gitu.
21:47Kejahatan jalanan ini, tujuannya adalah untuk mengganggu kamtip mas kriminalitas.
21:52Tetapi ada access line yang kita lihat, kalau kita melihat bagaimana suatu konten ataupun narasi di dunia digital, kita ketahui
22:03bersama.
22:04Dunia digital itu adalah milik publik, bukan ruang private.
22:08Sehingga dapat mengganggu psikologi seseorang.
22:11Nah, kalau begitu kan pertanyaan awamnya siapa sih yang nyebarin desa-desa ini gitu.
22:17Harusnya dengan kekuatan cyber dari kepolisian bisa mendeteksi kan.
22:22Yang memang, kalau memang ini termasuk gangguan keamanan, masuk di ruang-ruang cyber kan.
22:28Karena dia memunculkan, sudah samilis itu atau belum?
22:32Mas Budi ditahan dulu jawabannya, kita akan kembali setelah jeda berikut ini tetaplah di satu majadu forum.
22:40Masih di satu majadu forum, saya ke Mas Budi tadi nyambung.
22:45Pertanyaan publik kan, ini siapa ya? Proisi harusnya sudah mendeteksi.
22:49Siapa sih yang melempar itu?
22:50Karena gini, karena ada studi dari Monash University Indonesia dan CSIS menemukan adanya penggunaan foto-foto lama.
22:57Yang diunggah ulang, ya aksi-aksi masa diunggah ulang atau diresirkulasi istilahnya dengan tujuan menggiring opini.
23:05Membentuk opini, menebar ketakutan.
23:08Apakah Polda Metro Jaya juga melihat ini dalam desa-desus yang hari ini kita bahas?
23:14Ya, pastinya Mas. Jadi kalau kita sampaikan bahwa ada yang sudah berjalan di Polda Metro dengan kepemimpinan Polda Metro ini,
23:24yaitu Preemptive Education dan Preventive Strike.
23:28Jadi saya harus menjelaskan kepada masyarakat bahwa ini bukan merupakan fungsi baru,
23:35bukan merupakan satuan baru dan bukan merupakan kewenang yang baru.
23:39Dan termasuk anggaran pun menggunakan anggaran yang sudah dialokasikan.
23:44Ini tujuannya adalah bagaimana...
23:45Penekanannya di mana Mas kalau yang Preventive sama...
23:48Jadi ini tujuannya adalah bagaimana mengintegrasikan, mengkolaborasikan dari satuan kerja yang ada.
23:54Contohnya penggabungan dari Direkturat Intelkam, Direkturat Risase Kriminal Umum, Kriminal Khusus, Direkturat Narkoba, Siber, PPA dan PPO.
24:03Dari informasi, unggahan yang ada di media sosial, ini dilakukan analisa, verifikasi, profiling.
24:12Contoh pada saat akan menjelang May Day.
24:16Ada informasi tentang mobilisasi masa yang akan melaksanakan aksi.
24:22Kita perlu ketahui bahwa masa aksi damai, penyampaian pendapat di muka umum itu dilindungi oleh Undang-Undang 9 tahun 1998.
24:30Dan itu tujuannya kepolisian melakukan pengamanan adalah untuk menjaga aspirasi ini tersampaikan dengan baik.
24:38Tetapi ada dalam tanda kutip kelompok-kelompok tertentu yang memang sengaja mendombleng di dalam aksi-aksi tersebut.
24:45Nah ini dilakukan preventive strike dengan cara kita melakukan profiling, memitigasi, menghitung resiko apabila ini terjadi di kerumunan masa aksi.
24:57Dan itu termasuk juga mereka-mereka yang melakukan kegiatan gangguan keamanan di cyber?
25:04Iya.
25:05Termasuk itu ya?
25:05Jadi dari dunia cyber, dunia digital ini dilakukan evaluasi, mitigasi, kita hitung.
25:12Sehingga pada saat sudah dilakukan pendalaman oleh tim preventive strike, dilakukan penindakan.
25:19Pada saat dilakukan penindakan ternyata benar ditemukan ada bomolotov, ada gotri.
25:25Artinya ini bukan yang terafiliasi dengan masa aksi damai.
25:30Aksi yang benar-benar melakukan.
25:31Kita harus mengamankan masa aksi damai.
25:33Sehingga apa yang disampaikan, apa yang menjadi gugatan, tuntutan ini tersampaikan dengan baik.
25:38Oke.
25:38Prof Kiki.
25:42Ini apa yang disampaikan oleh Pak Budi tadi sebenarnya seringkali kita tidak hanya buru ya yang turun ke jalan berbagai
25:52macam kelompok masyarakat,
25:53mengkritisi berbagai macam kebijakan atau perilaku penyimpangan atas berbagai macam regulasi gitu ya.
26:01Ini tidak hanya pemerintah termasuk juga aparat keamanan gitu ya gitu.
26:07Karena seringkali tendensi yang ketika kita turun bersama dengan masyarakat ini seringkali dibangunin kemudian dianggap akan terjadi sebuah potensi gitu.
26:19Padahal setiap kita konsolidasi, melakukan gitu, kita akan melakukan aksi damai gitu ya gitu.
26:26Tapi prakteknya kadang-kadang di lapangan itu sering terjadi misalkan ketika omnibus slow.
26:31Terus kemudian setelah omnibus slow, aksi-aksi kita seringkali juga dihadang di jalan gitu ya.
26:38Waktu itu ada anggota saya di Cianjur, di stop, di jalan oleh aparat kepolisian.
26:43Terus kemudian juga pernah ditangkap di stasiun Palmera gitu.
26:49Bahkan ada juga yang ditangkap dan bukan hanya anggota saya saja dan banyak teman-teman di dalam satu organisasi juga
26:56ditangkap.
26:57Bahkan kita juga ada tim mendampingi gitu ya lebih dari 7 ribu lebih waktu itu ditangkap oleh Polda Metro Jaya.
27:04Tidak hanya di Polda Metro Jaya, di Pore-Pores bahkan di Wiljabutabek dan daerah-daerah lain.
27:09Nah sebenarnya jangan menciptakan hal yang kemudian tendensi membuat orang kemudian terjadi kemerosotan kepercayaan publik.
27:21Tapi kalau yang dikerjakan polisi itu adalah bagian dari preventif, bagian pengaturan?
27:25Tidak ada masalah, kita uprage gitu ya.
27:28Tapi kemudian jangan orang baru berangkat di stasiun, di halte, kemudian ketika bus di jalan dihentikan,
27:35itu kan akan menimbulkan potensi gesekan di lapangan.
27:40Mas Budi mungkin ini bisa dimasukkan juga sebagai evaluasi.
27:43Ya pastinya ini menjadi evaluasi, tetapi kami sampaikan bahwa ada kluster-kluster seperti yang kami sampaikan.
27:49Kalau itu sudah membawa barang-barang yang membahayakan seperti Gotri, Bom Molotov,
27:55apa iya akan kita gabungkan dengan kluster aksi masyarakat yang damai?
28:00Nah ini kan harus kita lihat.
28:01Dan perlu kita ketahui juga ada di dalam pasal 6, Undang-Undang nomor 9 tahun 98 itu bagaimana
28:07peserta aksi juga menghormati hak-hak kebebasan orang lain, menghormati aturan moral,
28:13serta menghormati fasilitas-fasilitas umum.
28:16Ada beberapa kegiatan, makanya kemarin sempat menjadi pertanyaan.
28:21Kenapa tidak boleh melaksanakan aksi di bundaran HI patung kuda?
28:26Nah kita melihat bagaimana central of gravity, ekses lalu lintas yang ada di bundaran HI, Sudirman, Semanggi,
28:34sampai dengan patung kuda, ini merupakan central of gravity, merupakan pusat dari tramoda transportasi.
28:43Apabila terjadi kemacetan di titik itu, ini juga akan terjadi kepadatan di simpul-simpul arteri lainnya.
28:50Makanya preventif ini kan harus menangkap isu-isu apa sih yang menjadi keresahan masyarakat kan gitu,
28:56sehingga bisa memfasilitasi agar negara juga harus merespon apa yang menjadi suara-suara rakyat gitu.
29:02Jangan ketika sudah di lapangan dianggap mengancam, itu yang harus dimulai dikurangi gitu ya,
29:09karena kita juga, saya pengalaman dari sejak tahun 98 sampai sekarang.
29:16Nah saya ke Prof. Kiki sebagai orang yang sangat berpengalaman, aksi rusuh 98,
29:22saya mau melihat pendapatnya nih, bagaimana Prof. Kiki melihat ya hubungan antara tadi nih,
29:28kebewasan berpendapat yang dijamin oleh undang-undang, terus kemudian ada potensi juga orang akan mendompleng,
29:34terus kemudian ada juga kerusuhan yang memang sudah terjadi, Indonesia punya sejarah itu gitu.
29:39Anda melihat dalam konteks yang sekarang di tengah dinamika komunikasi yang berbeda dengan 98 seperti apa?
29:44Kalau proses belajar itu, ya harus digeser dari penyampaian yang destruktif ke arah penyampaian yang efektif.
29:55Destruktif ke arah efektif, kenapa? Karena pernah ada satu masa di mana harus destruktif menyampaikan.
30:00Jadi pada masa itu, kalau turun anak-anak pertanyaan, boleh bentrok nggak? Kalau nggak boleh bentrok.
30:07Yang ikut cuma seribu. Oh gitu.
30:09Tapi kalau boleh, boleh, boleh. Yang ikut 10 ribu, 20 ribu gitu.
30:13Itu masa lalu?
30:14Eh masa lalu.
30:15Kalau sekarang?
30:17Sekarang harusnya kita meniru pawe-pawe alegoris seperti di Korea Utara atau Korea Selatan.
30:23Korea Utara nggak ada.
30:24Korea Selatan.
30:26Pu, pu, pu, pu.
30:27Jadi, apa, manajer Rambi gitu, manajer Kopdes itu musimnya suruh demo itu biar pu, pu, pu, pu gitu.
30:37Demonstrasi mahasiswa itu sempat diberikan contoh oleh mahasiswa UI.
30:41Dengan berikan sepanduk kalau nggak setuju, kalau ada setuju dengan posisi kami, tolong klakson, tot, tot gitu.
30:45Tapi, mahasiswa yang lain ngeledekin, ngirim BHA, ngirim ini, segala macam anak-anak seperti itu.
30:53Kita kembali lagi, Prof, bahwa sebetulnya, bahwa kerusuhan tentu tidak diinginkan.
30:57Tidak ada satupun yang ingin ada kerusuhan.
30:59Tapi kebebasan pendapat tetap harus ada.
31:01Perjuangan-perjuangan siapapun untuk mendapatkan keadilan harus tetap ada.
31:05Pengalaman saya, kalau kerusuhan yang jadi korban itu bukan menterinya.
31:11Menterinya tetap jadi menteri.
31:13Yang jadi korban itu masyarakat, rakyat, gitu.
31:16Yang bisa dilihat di Pondok Rangun.
31:20Itu ada kuburan tanpa nama dari korban-korban 98.
31:28Jadi, menterinya tetap, anggota DPR-nya nggak berubah.
31:32Oke, oke. Nanti kita akan langsung lagi ya.
31:33Kita ngobrol kita hari ini.
31:34Lalu jika ada gerakan dan aksi masa, siapa yang diuntungkan dalam kondisi saat ini?
31:39Kita bahas lebih lengkap usai jeda.
31:42Masih di satu meja The Forum, saya ke Prof. G. kembali lagi.
31:46Siapa sih yang diuntungkan?
31:47Kan fenomenanya ini kan selalu ada aksi, karena ada undang-undangnya yang memperbolehkan.
31:51Ada kelompok yang ingin selalu berjuang untuk menu titik ideal.
31:54Terus kemudian ada tuntutan.
31:55Tapi juga memang ada fenomena kerusuhan di sisi terpisah dan di Indonesia pernah terjadi.
32:00Kalau Anda melihat ini, siapa sih sebenarnya yang paling diuntungkan?
32:03Yang paling diuntungkan harus kita lihat yang jangka pendek nih.
32:07Demo-demonya itu.
32:08Itu broker.
32:11Broker?
32:11Apa nih pemakanan broker dalam demo?
32:14Pengumpul masa kayak gitu.
32:16Pengumpul masa.
32:18Dulu 150 harganya sehari.
32:21Kemarin itu sempat naik sampai 250 per kepala.
32:26Turun lagi sampai 200-an.
32:28Sampai 200-an.
32:29Kalau yang terbaru, Prof. Kiki update nggak?
32:31Terbaru hari dalam waktu dekat ini berapa sekarang?
32:34200-an ini?
32:35200-an.
32:35200 sudah mau karena ekonomi susah.
32:38Sebelumnya ekonomi masih agak bagus.
32:40Ada hubungannya juga ya dengan ekonomi.
32:41Jadi masih 250.
32:41Tapi gini, Prof.
32:43Lepas ada itu situasi fenomenanya, kan harusnya dalam konteks kita kan ingin jangan sampai terjadi kerusuhan.
32:49Karena itu pasti tidak bisa dibenarkan.
32:51Anda melihat nggak sebenarnya sebuah pemerintahan, terutama saat ini, sebenarnya punya sumber daya yang kuat untuk mencegah hal itu tidak
32:57terjadi?
32:57Sangat.
32:58Gimana kira-kira?
33:00Nggak usah pemerintah.
33:01Satu orang saja, mantan Jampitsus itu dibagi-bagi nggak dipokok itu.
33:07Bukan dalam konteks mengelola, mencegah, Prof.
33:10Bukan soal.
33:10Iya, untuk pencegahan.
33:13Kenapa?
33:14Mencegah kan.
33:15Ini anak-anak mahasiswa ini.
33:16Pasti mereka ada empati kalau misalnya ada dana untuk beasiswa.
33:24Anak-anak mahasiswa dikasih biasa, ada berapa ribu mahasiswa sekarang untuk PTN, Perguruan Tinggi Negeri,
33:30yang nggak bisa sudah diterima, nggak bisa sekolah karena nggak ada uang.
33:34Nah, ini yang sangat penting, apalagi kita bicara SMA, SMP, SD, gitu.
33:41Nah, ini yang diampaikan.
33:43Ini bisa dilakukan dalam jangka pendek, ya, proses mitigasinya.
33:49Pencegahannya bisa seperti itu.
33:51Jadi, Prof. mau bilang bahwa hal-hal yang men-trigger kerusuhan itu justru dari awal.
33:54Dari awal.
33:55Kemiskinan.
33:56Oke, oke.
33:57Saya ke Mas Budi.
33:58Mas Budi, tanpa membuka luka lama, Agustus tahun lalu kan juga kita mengalami hal yang sangat tidak kita inginkan, kerusuhan,
34:07gitu ya.
34:07Tapi saya waktu itu ingat betul.
34:09Ini konteksnya dengan bagaimana terukurlah menghadapi itu.
34:12Karena Pak Kapolri waktu itu mengatakan bahwa haram hukumnya, mereka yang merusak kantor polisi, yang bahkan bagi yang pegang polisi
34:20silahkan tembak, gitu.
34:22Penjelasannya gimana sih?
34:23Karena ada orang membaca, karena itu mungkin SOP-nya polisi, sehingga polisi juga bisa.
34:28Ini pemahaman soal terukur tindakan yang...
34:31Pada dasarnya Polri itu menjamin dan melindungi hak zaji manusia, Mas.
34:36Dan itu sudah diakin bagaimana kita memberikan suatu kebebasan setiap warga negara dalam menyampaikan pendapat di ruang-ruang publik ataupun
34:44di muka umum.
34:45Kehadiran petugas pengamanan ini untuk menjaga, mengawal aspirasi itu tersampaikan.
34:51Nah kalau disampaikan, memang ada dasar hukumnya, itu ada protap, ada perkap Kapolri juga tentang penggunaan kekuatan.
35:01Mulai dari kita melihat kalau situasi ini damai, aman, kita juga tidak akan menggunakan kekuatan-kekuatan lain.
35:08Dengan melaksanakan himbawan, ataupun mobil public address.
35:12Apabila eskalasi sudah meningkat, kita juga harus memperingatkan, tidak mengeluarkan langsung seperti water cannon dan lain-lain.
35:19Ada tahapan-tahapan di dalam protokol pengambilan tindakan yang dilakukan oleh kepolisian.
35:25Jadi itu sampai ke menggunakan peluru?
35:28Ya, termasuk sampai dengan menggunakan peluru tajam.
35:30Nah kita harus melihat, membedakan klasifikasi ancaman itu, apabila ancaman itu sudah terhadap nyawa masyarakat dan nyawa petugas itu baru
35:40kita melihat kan eskalasi yang tinggi.
35:42Tapi kalau memang itu hanya bakar ban, kita melihat oh bakal akan dorong-dorongan, ini kan eskalasi kan juga harus
35:49kita pertimbangkan.
35:50Dan melihat bagaimana berapa jumlah aparat yang mengamankan, berapa jumlah aspirasi masyarakat yang hadir.
35:57Nah perlu kami sampaikan sedikit mas, Polda Metro Jaya sudah menggunakan diksi yang sangat humanis dalam pola pengamanan maupun pelayanan
36:05aksi penyampaian pendapat di muka umum.
36:08Jadi kita sudah menghilangkan diksi adanya demonstrasi, aksi unjuk rasa itu juga moral anggota ini sudah harus kembalikan netral dengan
36:18adanya aspirasi di muka umum ataupun penyampaian pendapat di muka publik.
36:22Mbak Nining, Mbak Nining melihat bahwa ya bagaimanapun kan perjuangan satu hal, kebebasan berpendapat satu hal, tapi dalam konteks menjaga
36:30keamanan kan semuanya, tidak hanya buruh, semuanya punya kepentingan.
36:34Anda pernah nggak sih dalam satu diskusi dengan teman-teman melihat ini ada yang, kayaknya ada yang ngambil untung dari
36:39aksi kita, atau pernah nggak menangkap sinyal men itu?
36:41Ini konteksnya adalah untuk mengkelirkan bahwa perjuangan aksi buruh ini selalu dari awal damai gitu.
36:46Iya saya ingin respon apa yang disampaikan prop, yang pasti kami sebagai organisasi gitu ya, tidak pernah satu pun kami
36:57menerima adalah sebagai aksi masa sebagai bayaran.
37:01Itu pun ada ya nggak bisa ditamping gitu ya gitu.
37:04Tapi kalau dikatakan bahwa setiap gerakan masa itu akan melakukan kerusuhan, sampai hari ini, detik ini, saya tidak pernah mendengarkan
37:15niat kaum buruh, apalagi dalam berbagai macam kelompok gerakan untuk melakukan perusakan atau kerusuhan terhadap bangsa ini.
37:22Yang diinginkan adalah bagaimana ruang aman bagi masyarakat gitu ya, bagaimana tentang persoalan ekonomi masyarakat, dia bisa memenuhi kebutuhan dasarnya,
37:33bisa memenuhi persoalan pendidikan, kesehatan gitu ya.
37:36Terus kemudian juga bagaimana sumber-sumber kehidupan ini juga kemudian menjadi jaminan oleh negara untuk masyarakatnya.
37:45Nah ketika kemudian kita aksi-aksi, ini hal yang wajar menurut saya dan kita juga dilindungi dan itu hak dasar
37:53dan kita juga mengingatkan bahwa bentuk kecintaan kita terhadap bangsa inilah kemudian kenapa kita harus mengkritik, kita turun ke jalan
38:03gitu ya.
38:03Untuk bahwa agar para pengurus negara ini tidak melakukan keseunang-unangan, tidak melakukan melahirkan berbagai macam regulasi, mengeksploitasi sumber daya
38:13alam, sumber daya manusia kita sebagai sumber kerakusan segelintir orang gitu ya.
38:19Dan kita memang butuh kehadiran keamanan, tapi kita ingatkan juga keamanan ini harus sebenarnya adalah menjadi humanis, mengayomi, melindungi bagi
38:28semua masyarakat.
38:30Itu yang kita inginkan. Nah tapi kita juga menginginkan para pengurus negara ini ya dibuka mata dan kupingnya untuk mendengar
38:40apa yang menjadi keresahan, kegelisahan masyarakat.
38:43Harus jujur sumber apa daya beli masyarakat hari ini saya sebagai pelaku dari usaha kecil menengah, rata-rata rekan-rekan
38:53saya adalah lebih dari 50% itu ada daya beli sangat menurun karena dampak dari pendapatan masyarakat.
39:01Ketingkat kejahatan juga semakin tinggi dan ini yang seharusnya menjadi prioritas yang dilakukan oleh pengurus negara gitu ya.
39:08Lalu bagaimana kita sebaiknya merespon desas rusuh Agustus, Satu Menjadah Forum kembali sesaat lagi.
39:16Masih di Satu Menjadah Forum saya di bagian akhir akan membagi ke tiga tamu kehormatan saya malam ini.
39:24Kalau begitu Mas Budi bagaimana publik sebaiknya merespon ini atau apa yang harus dilakukan atau apa yang sudah akan dilakukan
39:32oleh polisian?
39:35Kita juga mengajak masyarakat untuk bisa memilah informasi-informasi yang dapat kita dipercaya.
39:44Jangan juga ruang digital diterima mentah-mentah sehingga selain kalau hanya itu terkait tentang kritik, saran itu mungkin gak ada
39:54masalah.
39:55Tapi kalau itu sudah provokasi sehingga persepsi dan psikologis ini terbawa untuk melakukan suatu perbuatan.
40:01Kita mengajak untuk masyarakat kita lebih bijak, wise di dalam melihat unggahan ataupun memprediksi suatu persoalan.
40:09Kami Polda Mitrujaya selalu akan menyampaikan situasi terkini dan sampai sedetik ini kami sampaikan bahwa situasi Jakarta masih aman kondusif
40:18dan seluruh masyarakat masih dapat melakukan aktivitas seperti semula.
40:22Oke Mbak Nining, apa pendapat Anda merespon desa-desus ini dan menurut Anda sebaiknya seperti apa masyarakat termasuk juga kawan
40:31-kawan aktivitas buruh?
40:32Iya kalau kita tidak pernah ingin terjadinya sebuah kerusuhan gitu ya gitu.
40:41Kita ingin mengingatkan bahwa pemerintah ini supaya tidak terjadi kemerosotan kepercayaan publik,
40:49maka segera perbaiki apa yang kemudian menjadi pesan-pesan suara-suara rakyat tentang persoalan peningkatan kesejahteraan,
40:58perlindungan, hentikan kekerasan, berikan ruang berdemokrasi untuk rakyat gitu ya.
41:04Terus kemudian juga bagaimana lapangan pekerjaan sehingga krisis ekonomi yang hari ini dihadapi oleh mayoritas rakyat
41:14dan kemudian termasuk juga terjadi bagaimana beban negara hari ini, hutang semakin besar gitu ya,
41:21pajak semakin diberikan kepada rakyat ini segera dihentikan dan apa yang kemudian mandat dari konstitusi negara
41:29untuk memenuhi bagaimana tentang persoalan kemakmuran, kesejahteraan gitu ya,
41:36mencerdaskan kehidupan bangsa itu harus menjadi prioritas dari pemerintah dan wakil-wakil rakyat.
41:42Hentikan saut-sautan yang tidak penting gitu ketika merespon rakyat.
41:47Rakyat itu keinginan empati, rakyat sedang susah katanya harus ikat pinggang tapi pejabatnya jalan-jalan gitu ya,
41:55dia beli mobil mewah gitu, hal itu yang harus dirubah.
41:59Sensitifitas, baik, baik, terima kasih.
42:01Prof Kiki?
42:04Jadi, jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang.
42:07Jangka pendek itu, enggak, saya mau ralat dulu, don't get me wrong, jangan salah bahwa saya menuduh demonya itu bayaran.
42:20Oke.
42:20Enggak, ada elemen-elemen yang bayaran, ada juga yang tidak, yang murni perjuangan,
42:26yang murni, dan yang bayaran ini yang biasanya mengganggu, merusak.
42:30Nah, jangka pendek misalnya, mari beli plaster rame-rame, mulutnya pejabat sama anggota DPR itu di plaster aja gitu.
42:40Supaya enggak celometan, malah bikin rusuh gitu.
42:44Enggak semuanya kan, ada yang baik juga.
42:47Enggak semua, di DPR saya lihat cuma Nadian aja yang coap-coap, masih mendingan.
42:51Yang lain tuh balik lagi, didemo, dirusak, kembali lagi.
42:57Nah, lalu jangka menengah, jangka panjangnya adalah kita siapkan saluran dari jalanan ke pawai-pawai alegoris misalnya,
43:09lalu, seperti di London, ada Hyde Park.
43:13Kalau mau teriak-teriak, mau ngomong apa aja, masuk ke kawasan taman itu, silahkan di situ.
43:20Oke.
43:21Nah, polisi berkali-kali mau mencoba ini masih belum berhasil, sampai sekarang.
43:26Ini mungkin...
43:27Taman aspirasi gitu ya, kira-kira ya.
43:29Oh iya, di...
43:29Persoalannya didatang ke depan kantornya aja, pejabatnya enggak ada, Pak.
43:33Apalagi kalau enggak ada di...
43:35Hyde Park-nya di DPR sana, di depan sana.
43:37Baik, baik.
43:38Gitu.
43:38Nah, itu aja.
43:40Terus yang terakhir, mudah-mudahan tidak rusuh.
43:44Amin.
43:44Saya himbaw teman-teman, pemain lama yang turun ke jalan, ini situasinya sudah berbeda.
43:52Ya.
43:54Kalau masih muda tidak radikal, itu tidak punya hati.
43:58Kalau sudah tua masih radikal, itu tidak punya otak.
44:01Dan saya sudah mulai punya otak.
44:04Terima kasih.
44:04Dan sebaiknya tidak boleh radikal.
44:06Terima kasih.
44:06Makanya yang penting itu kebijakannya berpihak kepada rakyat.
44:09Oke, terima kasih Mas Budi, terima kasih Mbak Nining, terima kasih Prof Kiki.
44:14Atas nama apapun, kerusuhan yang diwarnai kekerasan tidak boleh terjadi.
Komentar

Dianjurkan