Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Amran Sulaiman Semprot Pengamat Pangan: Saat Impor Diam, Begitu Swasembada Malah Berteriak!

Link terkait:
https://www.suara.com/bisnis/2026/08/03/185324/amran-wajibkan-pabrik-gula-rafinasi-punya-kebun-pengamat-sulit-direalisasikan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meluapkan kekesalannya kepada sejumlah pengamat yang dinilainya terus meragukan capaian swasembada pangan Indonesia.

Dalam pernyataannya, ia menyinggung adanya "pengkhianat bangsa" saat membahas upaya pemerintah mengenai swasembada pangan.

Ia mengajak generasi muda dan mahasiswa untuk mengawal transparansi pangan serta melawan mafia beras fortifikasi. Langkah ini dipicu oleh temuan indikasi penyimpangan harga beras fortifikasi yang melonjak hingga Rp42 ribu per kilogram, yang diperkirakan berpotensi merugikan masyarakat hingga Rp71 triliun.

#Swasembada #AndiAmran #Impor

Creative/Video Editor: Icha/Evan
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Epo, kita nomor dua lompatannya dunia setelah Brazil.
00:04Ini tidak cukup, Amerika juga mengatakan.
00:07Indonesia, ini 34 ton kah? 34 juta.
00:11Ini Amerika.
00:15Ini United States Department of Agriculture.
00:19Ini.
00:21Tapi dia tidak mau lihat itu.
00:23Katanya tidak sesuai sembahat.
00:24Lah, impornya kan di tangan kami.
00:27Yang herannya, pada saat impor 7 juta ton,
00:31dua tahun, 100 triliun nilainya, kurang lebih dengan jagung,
00:34diam.
00:36Dia kayaknya bahagia sekali.
00:38Tidak mengamat kalau impor.
00:40Tapi begitu kita sesuai sembahat, dia mengamata bisa-bisa.
00:42Kira-kira, gimana menurutmu?
00:44Kayaknya menurutmu, ini orang gimana?
00:45Dia faham, ini orang.
00:47Dia berteriak pada saat kita impor.
00:51Saya ulangi ya.
00:52Pada saat kita impor 7 juta ton,
00:56dia diam.
00:58Begitu kita tidak impor,
00:59dia berteriak,
01:00ini tidak sesuai sembahat,
01:01ini karangan.
01:03Datanya bukan dari pertanyaan.
01:04Menurutmu,
01:05kalau kita impor,
01:06berarti memberi uang 100 triliun kepada petani Thailand,
01:13India, Pakistan, Vietnam.
01:17Dan dia diam pada saat itu.
01:18Bahagia kelihatan.
01:20Menurutmu,
01:20anti asing atau anti Indonesia?
01:24Tapi wajar.
01:25Jangan kamu terlalu ambil hati.
01:27Waktu kita mau merdeka,
01:29ada orang yang berada di sisi Belanda.
01:32Dan mungkin masih turunannya atau residunya.
01:34Sampai hari ini.
01:36Sepakat bahwa dulu
01:37ada pengkhianat bangsa?
01:39Lah, mungkin.
01:41Kita tidak boleh menuduh,
01:42tapi mungkin
01:43itu masih residunya yang tinggal di Indonesia.
01:46Udah aku belak-belakan aja.
01:48Kalau saya ketemu gini,
01:49saya giniin.
01:50Gimana teman?
01:51Menyesal.
01:52Ini sesebada Indonesia.
01:53Saya di PESC saya biasa.
01:54Gimana teman?
01:56Ah, saya menyesal juga.
01:57You tunjuk saya jadi menteri.
01:59Sesebada,
01:59nggak import, nggak ada.
02:03Ini.
02:05Nah, inilah diserang habis-habisan.
02:08Oke?
02:17Sesebada Indonesia.
Komentar

Dianjurkan