00:02Menteri Kesehatan Budi Gunadisadikin mengatakan tim Kemenkes telah turun tangan langsung ke lapangan
00:08untuk menangani kasus keracunan makan bergizi gratis MBG di Jayapura dan Semarang.
00:14Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers di gedung Kemenkes Jakarta Rabu 5 Agustus.
00:21Menkes mengatakan hasil laboratorium menunjukkan adanya bakteri E. coli pada sampel makanan.
00:27Oleh sebab itu, Menkes menyarankan kepada Kepala Badan Gizi Nasional BGN Sudaryono
00:34untuk segera mengaudit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG di kedua lokasi tersebut
00:40agar bisa menetapkan sertifikat laik hijien sanitasi atau SLHS.
00:47Jadi memang kita identifikasi ada beberapa makanan yang ada bakteri E. coli-nya.
00:54Bukan hanya semangka tapi ada beberapa makanan lain.
00:56Dan kita juga sudah melihat masalahnya ada prosesnya di mana
01:00dan kita sudah memberikan masukan ke BGN mengenai masalah-masalah yang terjadi di SPPG tersebut.
01:07Kepala BGN Sudaryono dalam konferensi pers yang sama
01:11menegaskan komitmennya untuk menindak tegas SPPG di Jayapura dan Semarang
01:16dengan cara menutup sementara operasi SPPG.
01:20Sudaryono mengatakan,
01:21BGN juga telah mengetahui penyebab keracunan di Jayapura dan Semarang.
01:27Pihaknya siap untuk mencegah kasus serupa
01:29agar tidak terulang kembali atau nol kasus.
01:34Kalau di Papua kita lihat dari lok dapurnya itu kan kita ada sistem loknya
01:39dia kapan persiapan, kapan nyacah, kapan apa, kapan dimasak itu ada.
01:43Jadi memang memulai masaknya kecepatan.
01:46Kalau nggak salah jam 7 atau setengah 8
01:49hari sebelumnya untuk diberi makan di hari berikutnya di jam 11.
01:52Jadi itu sudah melanggar.
01:54Termasuk yang di Semarang juga sama.
01:56Dia mulai masak jam 9 malam.
01:58Sebelumnya pada 4 Agustus 2026
02:02sebanyak 80 siswa dari sejumlah sekolah
02:05di Distrik Depapri Kabupaten Jayapura, Papua
02:09dilaporkan mengalami gangguan kesehatan
02:11yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan dari program MBG.
02:17Sementara pada 31 Juli 2026 di Semarang, Jawa Tengah
02:21sebanyak 707 orang yang terdiri atas 693 siswa
02:27dan 14 guru mengalami gejala diduga keracunan
02:31usai menyantap menu MBG.
02:33Dari Jakarta Afra Augusti, Niko Angriawan,
02:38Kantor Berita Antara, Muertaka.
Komentar