Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 11 jam yang lalu
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menanggapi kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Jayapura dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 6 Semarang.

Keduanya dalam konferensi pers di Jakarta, menjelaskan berdasarkan hasil laboratorium, beberapa makanan yang disantap oleh para murid tersebut teridentifikasi mengandung bakteri Escherichia coli atau E. coli.

[Antara/Afra Augesti/Nico Anggriawan/Soni Namura/Ludmila Yusufin Diah Nastiti]
Transkrip
00:02Menteri Kesehatan Budi Gunadisadikin mengatakan tim Kemenkes telah turun tangan langsung ke lapangan
00:08untuk menangani kasus keracunan makan bergizi gratis MBG di Jayapura dan Semarang.
00:14Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers di gedung Kemenkes Jakarta Rabu 5 Agustus.
00:21Menkes mengatakan hasil laboratorium menunjukkan adanya bakteri E. coli pada sampel makanan.
00:27Oleh sebab itu, Menkes menyarankan kepada Kepala Badan Gizi Nasional BGN Sudaryono
00:34untuk segera mengaudit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG di kedua lokasi tersebut
00:40agar bisa menetapkan sertifikat laik hijien sanitasi atau SLHS.
00:47Jadi memang kita identifikasi ada beberapa makanan yang ada bakteri E. coli-nya.
00:54Bukan hanya semangka tapi ada beberapa makanan lain.
00:56Dan kita juga sudah melihat masalahnya ada prosesnya di mana
01:00dan kita sudah memberikan masukan ke BGN mengenai masalah-masalah yang terjadi di SPPG tersebut.
01:07Kepala BGN Sudaryono dalam konferensi pers yang sama
01:11menegaskan komitmennya untuk menindak tegas SPPG di Jayapura dan Semarang
01:16dengan cara menutup sementara operasi SPPG.
01:20Sudaryono mengatakan,
01:21BGN juga telah mengetahui penyebab keracunan di Jayapura dan Semarang.
01:27Pihaknya siap untuk mencegah kasus serupa
01:29agar tidak terulang kembali atau nol kasus.
01:34Kalau di Papua kita lihat dari lok dapurnya itu kan kita ada sistem loknya
01:39dia kapan persiapan, kapan nyacah, kapan apa, kapan dimasak itu ada.
01:43Jadi memang memulai masaknya kecepatan.
01:46Kalau nggak salah jam 7 atau setengah 8
01:49hari sebelumnya untuk diberi makan di hari berikutnya di jam 11.
01:52Jadi itu sudah melanggar.
01:54Termasuk yang di Semarang juga sama.
01:56Dia mulai masak jam 9 malam.
01:58Sebelumnya pada 4 Agustus 2026
02:02sebanyak 80 siswa dari sejumlah sekolah
02:05di Distrik Depapri Kabupaten Jayapura, Papua
02:09dilaporkan mengalami gangguan kesehatan
02:11yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan dari program MBG.
02:17Sementara pada 31 Juli 2026 di Semarang, Jawa Tengah
02:21sebanyak 707 orang yang terdiri atas 693 siswa
02:27dan 14 guru mengalami gejala diduga keracunan
02:31usai menyantap menu MBG.
02:33Dari Jakarta Afra Augusti, Niko Angriawan,
02:38Kantor Berita Antara, Muertaka.
Komentar

Dianjurkan