Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Zulhas Buka-Bukaan Soal Kebijakan Impor RI: Tanam Padi Tak Untung, Pilih Tanam Sawit!

Menko Pangan Zulkifli Hasan menyebut bahwa sejak era reformasi, prinsip pasar bebas membuat pemerintah terlalu berfokus pada kepemilikan modal.

"Kalau tanam padi tidak menguntungkan, ya tanam sawit", ucap Zulhas.

Pernyataan yang disampaikan dalam Seminar Nasional KDKMP pada Selasa (4/8/2026) ini menjadi latar belakang mengapa Presiden Prabowo Subianto kini sangat menekankan pentingnya memperkuat fondasi para petani dan nelayan lokal.

#ZulkifliHasan #Sawit #SwasembadaPangan

Creative/Video Editor: Icha/Michael
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Karena banyak sekali program-program nanti yang akan menyangkut desa.
00:04Dan tujuannya saudara-saudara adalah menggerakkan ekonomi desa,
00:10kemudian meng-create job agar juga yang bekerja di situ,
00:14tidak ke kota semua tapi bisa bekerja di desanya masing-masing.
00:19Kata Menteri Desa, bangun desa, bangun desa, bangun Indonesia.
00:26Jadi saudara-saudara sekalian memang kebijakan-kebijakan Pak Presiden,
00:30ini ada banyak hal yang baru, banyak hal yang baru.
00:36Baru, besar, dan mendasar.
00:40Sungguh tidak mudah kita kerjakan,
00:47walaupun tujuannya baik, benar, dan mulia.
00:50Kita mulai misalnya, kita harus suasam pada pangan.
00:56Pangan, dikemandani oleh Menteri Pertanian dan Menteri Kelautan.
01:02Kenapa harus suasam pada pangan?
01:07Nah itu pertanyaan, kenapa?
01:11Selama 29 tahun, kita reformasi,
01:16itu tidak penting.
01:19Yang penting Indonesia punya uang,
01:21kalau tidak punya beras, beli.
01:25Jadi kalau tanam padi tidak menguntungkan,
01:28ya tanam sawit.
01:31Sawit lebih untung, ya tanam sawit.
01:33Nanti punya uang, kita bisa beli beras.
01:36Itu prinsip-prinsip pasar bebas.
01:44Itungannya itu uang.
01:46Dan itungannya itu yang kuat.
01:49Oleh karena itu,
01:50kita akan sangat tergantung kepada impor banyak sekali.
01:54Karena kita menganggap
01:55yang lain lebih menguntungkan daripada pangan,
02:00beras.
02:012024, kita impor 4,5 juta.
02:044,5 juta kita impor beras.
02:08Tapi Pak Prabowo tidak.
02:12Kita harus suasembada.
02:15Itu prinsip.
02:17Tidak boleh ditawar.
02:20Kenapa harus suasembada?
02:21Karena suasembada itu kehormatan.
02:26Kedulatan.
02:27Kehormatan siapa?
02:29Kehormatan kita.
02:31Kehormatan keluarga saudara.
02:34Siapa dia?
02:36Petani Indonesia.
02:37Yang jumlahnya, kata Menten,
02:39170 juta.
02:42Petani dan keluarganya.
02:43Dan masyarakatnya.
02:44Terima kasih.
02:46Terima kasih.
02:47Terima kasih.
02:48Terima kasih.
02:49Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan