Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan ancaman ke Iran.

Trump bilang, serangan Amerika Serikat akan jauh lebih dahsyat dibanding dengan Perang Dunia II jika negosiasi tak berjalan baik.

Usai ultimatum dikeluarkan, Trump mengakui Iran berkomunikasi dan ingin ada kesepakatan.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, memastikan Iran dan Oman hampir menyelesaikan kesepakatan dengan Oman soal pengaturan baru Selat Hormuz.

Namun, Iran menegaskan Washington tak terlibat negosiasi.

Iran juga memastikan bukan berarti jalur pelayaran Hormuz akan dibuka kembali sepenuhnya.

Konflik AS-Iran belum berujung. Alotnya negosiasi antar kedua negara untuk mencapai kesepakatan dibarengi aksi saling serang.

Kita bahas bersama praktisi hubungan internasional sekaligus pendiri Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja.

Baca Juga Keluarga Sambut Kedatangan Jenazah Tentara AS yang Tewas dalam Perang Iran-AS | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/684364/keluarga-sambut-kedatangan-jenazah-tentara-as-yang-tewas-dalam-perang-iran-as-kompas-malam

#iran #perangiran #trump #as

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/684369/full-jika-as-serius-serang-iran-habis-habisan-apa-dampaknya-simak-analisis-praktisi-hi
Transkrip
00:00Trump mengultimatum Iran dengan menyebut akan menyiapkan serangan yang lebih dahsyat dibanding Perang Dunia II
00:06dan Iran langsung menghubunginya untuk membuat kesepakatan.
00:10Sementara Iran mengklaim tak ada keterlibatan Washington dalam kesepakatan soal Hormuz selain dengan Oman.
00:21Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman ke Iran.
00:26Trump bilang serangan Amerika Serikat akan jauh lebih dahsyat dibanding dengan Perang Dunia II jika negosiasi tak berjalan baik.
00:36Usai ultimatum dikeluarkan, Trump mengakui Iran berkomunikasi dan ingin ada kesepakatan.
00:43Dan kita melakukan sama hal, by the way, dalam kelihatan Republik Islam.
00:49Kita melakukan apa-apa yang kita lakukan.
00:51Kita melakukan apa-apa yang kita lakukan.
00:54Saya lebih suka membuat hal-apa.
00:56Karena saya tidak mahu menolak orang.
00:58Saya tidak mahu menolak orang.
00:59Tapi, at some point, kita akan...
01:01Kita telah menanggap untuk menanggap,
01:23Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Qasim Garibabadi, memastikan Iran dan Oman hampir menyelesaikan kesepakatan soal pengaturan baru Selat
01:33Hormuz.
01:35Namun, Iran menegaskan, Washington tak terlibat negosiasi.
01:40Iran juga memastikan, bukan berarti jalur pelayaran Hormuz akan dibuka kembali sepenuhnya.
01:46Ini adalah hal yang kita lakukan.
01:49Ini adalah hal yang kita lakukan dan kita berkata.
01:51Ini adalah hal yang kita lakukan.
01:57Kita melakukan apa yang kita lakukan kita mengambilkan, kita tidak mengambilkan kegiatan terlaluan Amerika.
02:06selamat menikmati
02:32antar kedua negara untuk mencapai kesepakatan dibarengi aksi saling serang
02:41Donald Trump ultimatum Iran dengan ancaman serangan yang disebut lebih dahsyat dibandingkan perang ke dunia dua
02:48kita akan bahas bersama dengan praktisi hubungan internasional sekaligus pendiri sinergi policies Dina Prapto Raharja
02:55selamat malam Mbak Dina
02:56selamat malam Mas Ibrahim
02:58jadi bagaimana Anda membaca pernyataan keras yang dilontarkan seorang Donald Trump
03:04apakah ini hanya bentuk tekanan psikologi atau memang betul-betul AS siap melancarkan serangan yang dahsyat untuk Iran
03:11tidak Amerika tidak dalam posisi siap untuk melakukan serangan sebenarnya
03:17karena munisi AS itu sudah berkurang sampai 80% dan masih butuh waktu untuk AS punya persenjataan lagi dalam jumlah
03:29yang cukup untuk punya daya serang yang punya impact ya punya dampak ke Iran
03:35jadi ini audiensnya bagi Trump tetap untuk dalam negeri
03:41jadi konteksnya itu kampanye sebenarnya
03:44jadi AS dalam hal ini ingin menunjukkan dirinya itu masih tetap matters gitu tetap punya artilah di tingkat internasional
03:55karena kalau memang betul sudah makin dekat persenjataan antara Iran dengan Oman
04:04itu berarti tanpa ada Amerika Serikat pun
04:08situasi di Hormuz bisa ada satu kemajuan di bidang perlintasan masuk maupun keluar dari selat Hormuz
04:19dan itu bukan gara-gara Amerika Serikat
04:21kira-kira begitulah yang ingin disampaikan oleh Iran
04:24dan Amerika Serikat tidak ingin tertinggal disitu bahwa dia tetap punya peranan sebenarnya untuk menentukan perkembangan di Hormuz
04:32kalau pernyataan Trump yang seperti ini apakah akan mengganggu tidak negosiasi atau diskusi yang tengah dilakukan oleh Iran dan Oman?
04:42sebenarnya enggak juga karena Iran dan Oman sekarang dalam posisi punya kepentingan
04:48mereka juga dianggap sebagai pemain yang serius di kawasannya
04:53dan kalau dilihat negara-negara diteluk pada dasarnya tetap saja memang dalam posisi siaga
05:01jadi kalau Amerika Serikat disini mengancam lebih dalam lagi Iran
05:07konsekuensinya sebenarnya justru akan muncul tekanan dari negara-negara teluk ke Amerika Serikat
05:13setidaknya kalau situasinya sudah lebih tenang
05:16seperti beberapa hari ini tidak ada serangan kepada Iran
05:20itu mereka negara-negara kawasan bisa mulai duduk dan bicara soal progres ke depan harus ke arah mana gitu
05:29memang situasinya belum stabil tapi setidaknya dengan tanpa serangan terbuka
05:33dialog itu lebih punya makna begitu
05:35Mbak Dina tapi mungkin tidak ketika kesepakatan antar negara teluk dicapai
05:40tanpa melibatkan Amerika Serikat
05:42apakah ini tentu akan menjadi pukulan bagi Amerika Serikat?
05:46betul sekali
05:47itu sebabnya tadi saya bilang Amerika Serikat dalam posisi yang sebenarnya tertekan ya di dalam negeri
05:53semakin hari semakin nampak justru ketekat ya dari negara-negara kawasan
06:00bahwa situasi itu harus diupayakan jauh lebih stabil sekarang
06:04karena kalau bangkit eskalasi lagi
06:09selain konteks ekonomi itu semakin menekan
06:14kelompok-kelompok yang tidak berkepentingan untuk stabilitas
06:18seperti misalnya kelompok huti itu bisa malah makin punya angin gitu untuk bangkit
06:23jadi sebenarnya negara teluk saya kira tetap saja mereka itu punya kepentingan untuk punya waktu ya
06:30menata ulang perekonomianya
06:33kemudian kalaupun mereka mau punya jalur alternatif
06:36mereka harus membangun jalur alternatif itu
06:39tidak dengan keterpaksaan dalam waktu sesingkat-singkatnya
06:42karena kalau situasinya terpaksa dalam waktu singkat
06:45biayanya terlalu besar juga untuk mereka secara perekonomian
06:48tapi Amerika Serikat akan diam saja atau tetap
06:51mereka akan terus menyampaikan narasi propaganda
06:55betul Amerika Serikat dalam posisi akan mengganggu
06:58dan sepertinya para tokoh militer di Amerika Serikat pun
07:05mulai menunjukkan apa ya
07:07kalau kita bilang gak kesal tapi mungkin bahasanya apa ya
07:10heran gitu ya mungkin keheranan terhadap aksi yang dilakukan Presiden Trump
07:14karena orang-orang yang sudah pernah turun di daerah Timur Tengah
07:19di Amerika Serikat
07:21pihak Amerika Serikat maksud saya yang sudah pernah turun ke Timur Tengah
07:24itu semua menggambarkan bahwa
07:27sebenarnya mustahil mengabaikan peranan penting dari negara-negara di Timur Tengah
07:31tanpa ada dialog sama sekali dengan pihak-pihak itu
07:34karena cara-cara militer itu sebenarnya
07:36dari dulu selalu menimbulkan situasi yang malah lebih panas gitu
07:40dan kalau dilihat dari konteks Hormuz sebelum ada perang ini
07:46Hormuz itu gak pernah tertutup gitu
07:48Hormuz itu selalu terbuka
07:50dan Iran baru menetapkan akan mengatur Hormuz
07:56dan bahkan menetapkan fee ya harga untuk Hormuz
08:00ketika dia diserang oleh Amerika Serikat
08:02jadi pada satu titik itulah
08:04Iran kemudian menyadari
08:06bahwa yang punya daya ungkit, punya leverage gitu ya
08:10daya tawar di kawasan itu
08:11sebenarnya ya pasti negara di kawasan itu
08:14jadi ada satu kebangkitan kesadaran
08:18yang menurut saya ke depannya itu
08:20gak bisa ditarik mundur lagi
08:21mereka sudah sampai satu
08:24Iran sudah sampai pada satu kesadaran
08:26dan itu menular juga menurut saya ke negara-negara lain di kawasan
08:30bahwa penentu stabilitas di kawasan Timur Tengah
08:34ya negara-negara di kawasan itu sendiri
08:36kalau misalkan arahnya ke sana
08:39tadi kan Anda bilang Amerika tak akan berdiam sendiri
08:41tapi Iran apakah membaca tidak
08:44soal tetap saja mereka harus waspada
08:46dengan agresi atau pergerakan dari Amerika Serikat
08:50Iran tetap dalam posisi siaga
08:52tadi kita dengarkan statementnya bahwa
08:54kalaupun jadi ya kesepakatan untuk membagi fee
09:00hasil dari fee yang diterapkan di Selat Hormuz itu
09:04antara Iran dengan Oman
09:06mereka bilang tetap harus waspada
09:08karena situasi belum aman
09:10blokade kapal, blokade Navy
09:14dari Amerika Serikat itu belum dicabut
09:16dan meskipun Amerika Serikat
09:18sudah lebih lemah ya kemampuannya untuk melakukan serangan
09:22yang lebih besar begitu
09:24tapi tetap saja gangguan terhadap kapal komersil itu
09:27masih mungkin terjadi
09:28dan kampanye Amerika Serikat ini
09:31masih lama ya
09:33sampai bulan November masih cukup panjang
09:35dan situasi ini tetap masih tidak stabil
09:38jadi artinya ini kesepakatan
09:40akan dicapai
09:42tidak dalam waktu dekat menurut Anda
09:44atau justru bisa sesegera mungkin?
09:47menurut saya bisa sesegera mungkin
09:49justru untuk menunjukkan sepertinya dari pihak Iran itu
09:52bahwa negara-negara di kawasan
09:54bisa mengambil satu keputusan
09:56yang tidak perlu
09:59kehadiran Amerika Serikat pun
10:00mereka bisa maju ke titik yang lebih baik
10:03daripada kemarin
10:04itu hanya Iran Oman
10:06atau negara-negara sekitar
10:07seperti Arab Saudi, Bahrain, Kuwait
10:09karena kan itu juga
10:10menjadi ikut terlibat dalam konflik kemarin
10:14kalau negara-negara Teluk
10:15posisinya sepertinya belum penuhnya clear ya
10:18tapi negara-negara yang menjadi mediator
10:20untuk Iran dan Amerika Serikat
10:22itu kelihatannya memang sangat menginginkan
10:24ada stabilitas segera dan hormus dibuka
10:26dan mereka
10:28selain membuka jalur-jalur alternatif
10:31buat perdagangan Iran
10:33mereka juga mengusahakan
10:35agar situasi di kawasan sana itu membaik
10:40karena itu sangat membantu juga
10:42mereka bisa berhitung dengan lebih baik
10:44ya investasi yang harus dibangun seperti apa
10:46kalaupun harus membangun jalur alternatif
10:48baik
10:49terima kasih
10:50untuk pandangannya
10:51praktisi hubungan internasional
10:52sekaligus pendiri Sinergy Polisis
10:54Dina Prapto Raharja
10:56dalam program Kepas Malam hari ini
10:57terima kasih Mbak Dina
10:58Lawat Malam
Komentar

Dianjurkan