Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Media Sosial Threads digemparkan berawal dari unggahan Yurizal terkait keluhan sebagai seorang pasien BPJS mengenai layanan rumah sakit.

"8 jam belum dapat ruangan, Gamau spill RS nya, soalnya gue pake BPJS," ujar Yurizal dalam unggahannya di Threads.

Keluhan tersebut mendapat respons nirempati dari sejumlah warganet dan oknum tenaga Kesehatan.

Satu pekan setelah unggahannya viral, Kabar duka datang, Yurizal dinyatakan meninggal dunia. Pihak keluarga menyampaikan informasi tersebut kepada publik.

Mendapat desakan dari para warganet, setelah berita kematian Yurizal tersebar, beberapa pihak yang sebelumnya melontarkan komentar hujatan menyampaikan permintaan maaf.

Insitusi terkait pun mulai buka suara, RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya menyatakan tengah menelusuri akun yang diduga pegawai mereka.

"Gak ada nama dokternya di RSUD, tapi kalau petugas admin saya cek dulu di bagian kepegawaian sama SDM... Soal sanksi, teguran, pembinaan, hingga pelatihan ada bagian tersendiri," ujar Wakil Direktur Pelayanan, Titie Purwaningsari.

Video Editor: Novaltri Sarelpa



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/684094/kronologi-curhatan-yurizal-soal-bpjs-dapat-komentar-nirempati-hinaan-diduga-nakes
Transkrip
00:08Media sosial baru-baru ini digemparkan dari sebuah utas di platform Trits.
00:13Kasus ini bermula dari keluhan seorang pasien BPJS mengenai layanan rumah sakit,
00:19yang kemudian berkembang menjadi gelombang kecaman publik
00:22akibat respon near-empathy dari sejumlah warganet, termasuk oknum tenaga kesehatan.
00:30Pada 22 Juli 2026, Yurizal melalui akun pribadinya di Trits mengunggah keresahan
00:37saat menunggu ruang perawatan di sebuah rumah sakit.
00:41Yurizal mengatakan, 8 jam belum dapat ruangan, gak mau spill rumah sakitnya,
00:46soalnya gue pakai BPJS.
00:49Namun alih-alih mendapat dukungan, unggahan Yurizal justru dibanjiri komentar bernada menohok.
00:56Mirisnya beberapa komentar tersebut diduga berasal dari akun milik tenaga kesehatan.
01:24Satu pekan setelah unggahannya viral,
01:26Tepatnya pada 31 Juli 2026, kabar duka datang.
01:31Yurizal dinyatakan meninggal dunia.
01:34Kabar tersebut disampaikan sepupu almarhum Hilda Apriyanti,
01:39perdana menyadur unggahan cuitan milik Yurizal di sosial media Trits.
02:16Adik almarhum juga sempat merespon langsung komentar-komentar yang ditujukan kepadanya.
02:34Setelah berita kematian Yurizal tersebar,
02:37beberapa pihak yang sebelumnya melontarkan komentar keras,
02:40mulai menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
02:44Salah satunya Benny Christian Sihombing melalui video penyesalahannya.
02:49Selamat malam semuanya, nama saya Benny Christian Sihombing.
02:54Saya ingin menyampaikan permohonan maaf
02:56terseketikan saya di media sosial, di Trits.
03:00Saya juga ingin menyampaikan turut berduka cita kepada pemilik kutas,
03:06yaitu almarhum Yurizal.
03:08Saya berdoa semoga segenap keluarga diberikan penghiburan.
03:13Saya bertanggung jawab penuh atas segala tulisan yang saya buat,
03:16dan jikapun nanti ada proses hukum,
03:20saya akan mengikutinya tanpa pembelaan,
03:22ataupun menyewa pengacara, itu tidak akan.
03:24Saya juga menerima semua konsekuensi,
03:27dari rumah sakit, dari ID,
03:29ataupun MKMK, ataupun pengadilan,
03:31ataupun instansi lainnya.
03:32Saya hanya punya satu akun Trits,
03:38dan juga satu akun Instagram,
03:40tidak ada second account.
03:41Dan Instagram saya juga tidak akan saya private.
03:44Komentar-komentar juga saya tidak ada yang hapus,
03:47dan juga memungkinkan saya akan baca semua komentar-komentar tersebut,
03:50karena memang saya melakukan kesalahan,
03:53dan saya layak untuk hal tersebut.
03:56Tidak ada klarifikasi,
03:58saya memohon maaf untuk,
03:59karena telah membuat keributan ini,
04:01dan saya juga memohon maaf sebesar-besarnya
04:03untuk teman-teman sejauh saya,
04:05semua dokter-dokter yang memberikan edukasi di media sosial,
04:07karena sudah merusak usaha-usaha tersebut.
04:10Saya berharap semoga ke depannya,
04:12saya akan lebih bijak lagi dalam bermedia sosial.
04:16Mungkin itu saja, terima kasih semuanya,
04:18selamat malam.
04:20Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
04:22perkenalkan nama saya Widya Adini Pangestika.
04:27Pertama, saya turut berdua cita
04:29atas meninggalnya, Almarhum Yurizal.
04:32Semoga amal ibadahnya dapat diterima di sisi Allah.
04:35Amin.
04:36Yang kedua,
04:38saya mengucapkan perbohonan maaf
04:39yang sebesar-besarnya kepada
04:41pihak keluarga dari Almarhum Yurizal,
04:45atas utas saya yang menambah beban emosional
04:48dan luka pada keluarga.
04:50Saya menyadari kesalahan saya,
04:53dan ketidakprofesionalan saya
04:56sebagai tenaga kesehatan.
04:58Saya juga meminta maaf
04:59kepada instansi saya
05:03karena utas saya tersebut
05:05mencoreng nama baik instansi saya.
05:07Di sini saya bersungguh-sungguh
05:09untuk meminta maaf.
05:10Saya berjanji tidak akan mengulangi lagi
05:12di kemudian hari.
05:14Terima kasih.
05:15Tak hanya individu,
05:17institusi terkait pun mulai bersuara.
05:19Rumah Sakit Umum Dr. Soekarjo,
05:21Kota Tasikmalaya,
05:23juga menyatakan tengah menelusuri
05:25akun yang diduga pegawai mereka
05:27ikut mengomentari secara pedas
05:29unggahan Yurizal.
05:31Rumah Sakit Umum Daerah
05:32Umburara Meha,
05:34Wai Ngapu,
05:35juga melakukan evaluasi internal
05:37terhadap pegawainya
05:39terkait viral kasus ini.
05:51Terima kasih.
06:15Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan