Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago menegaskan pemerintah telah memverifikasi berbagai video ajakan demonstrasi yang beredar di media sosial dan menyatakan informasi yang menimbulkan keresahan tersebut tidak sesuai dengan kondisi saat ini.

Pemerintah memastikan akan menelusuri akun-akun penyebar hoaks dan mengambil tindakan hukum apabila memenuhi unsur pidana.

Baca Juga TAK KOMPROMI! Menko Polkam Soal Hoaks dan Disinformasi Ditindak Hukum, Jelang HUT RI ke-81 Aman di https://www.kompas.tv/video/684039/tak-kompromi-menko-polkam-soal-hoaks-dan-disinformasi-ditindak-hukum-jelang-hut-ri-ke-81-aman

Di sisi lain, Menko Polkam menegaskan bahwa demonstrasi tetap merupakan hak setiap warga negara dan tidak ada larangan menyampaikan pendapat di muka umum selama dilakukan secara tertib, damai, tidak merusak fasilitas umum, serta tidak mengganggu kepentingan masyarakat.

Pemerintah juga membantah isu pemasangan pagar di sejumlah pusat perbelanjaan berkaitan dengan antisipasi aksi massa dan menyebut hal tersebut merupakan urusan pengelola maupun pemerintah daerah.

Baca Juga [FULL] Menko Polkam Tegaskan Indonesia Aman, Hoaks dan Aksi Anarkis Akan Ditindak Tegas di https://www.kompas.tv/video/684037/full-menko-polkam-tegaskan-indonesia-aman-hoaks-dan-aksi-anarkis-akan-ditindak-tegas

Dalam kesempatan yang sama, Menko Polkam juga menyoroti penanganan keamanan di Papua dan konflik sosial di sejumlah daerah.

Pemerintah memastikan TNI dan Polri terus meningkatkan langkah perlindungan terhadap masyarakat sipil, termasuk memperkuat pengamanan di wilayah rawan agar tidak terjadi korban tambahan. Sementara terkait bentrokan sosial, pemerintah mengedepankan patroli pencegahan, respons cepat aparat keamanan, serta penyelesaian secara kekeluargaan agar konflik tidak meluas.

Menko Polkam kembali mengajak masyarakat menjaga ketenangan dan tidak mudah terprovokasi oleh hoaks maupun informasi yang dapat memecah persatuan, terutama menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Lintang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/684042/full-menko-polkam-bicara-soal-hoaks-mal-dipagar-demonstrasi-hingga-konflik-sosial-di-papua
Transkrip
00:00Selamat pagi, Pak Menko, Pak Panglima, Pak Kabil, Pak Kapurin, Pak Kajagung.
00:03Saya Walda dari Antara, Pak.
00:05Antara?
00:06Walda dari Antara.
00:07Ingin menanyakan beberapa hal, Pak.
00:09Di sosial media sudah beredar banyak video-video tentang aksi demonstrasi.
00:14Memang mungkin dengan arah-arasi ajakan untuk melakukan aksi di Agustus Matina.
00:20Dari pihak pemerintah sendiri, apa bisa memastikan bahwa ini video hoax?
00:25Atau ini mungkin video yang sebelumnya sudah, video tahun lalu, aksi tahun lalu sudah disiarkan lagi.
00:32Itu pertama, Pak.
00:33Kedua, untuk akun-akun yang menyebarkan informasi ini, Pak.
00:37Ini apakah sudah digatang mungkin dari Polri, akun-akun mana saja yang berpotensi menyebarkan hoax?
00:45Tendakannya seperti apa? Siapa dibalik pemilik-pemilik akun ini, Pak?
00:49Itu kedua.
00:49Ketiga, Pak, soal pemasangan pagar di beberapa pusat perbelanjaan, tidak hanya di Jakarta saja, di beberapa daerah.
01:00Ini pantauan kemenkopulkan sendiri atau pemerintah sendiri sudah berapa pusat perbelanjaan sih, Pak, yang memang melakukan hak tersebut.
01:07Dan siap ini seperti apa, menurut pandangan kemenkopulkan.
01:10Terakhir, apun kalau misalkan nanti ada aksi, Pak, bagaimana cara pemerintah memastikan bahwa aksi itu hak,
01:19hak masyarakat tetap bisa menggunakan hak untuk bebasan berpendapat, memutarkan beberapa pendapatnya.
01:25Jangan banyak-banyak ya, ini waktunya.
01:27Namun dengan kondisi yang kondusif, bagaimana cara pemerintah mengastikan demo tersebut?
01:33Saya jawab ya, satu ini.
01:37Video itu saya nyatakan tidak benar.
01:41Tidak ada di wilayah Indonesia, di tanah air kita, ada hoax-hoax yang seperti itu.
01:46Mungkin itu terjadi pada masa lalu.
01:49Pada saat sekarang ini ke depan tidak ada.
01:52Kami sudah bekerja bersungguh-sungguh dengan tenaga yang kuat dan keras kami bersama-sama.
01:59Dengan Pak Penlima, Pak Kapolri, Pak Kabin selalu memberikan pencipa informasi itu, itu sama sekali tidak ada.
02:08Sama sekali tidak kita temukan itu.
02:11Akunnya, akun siapa ini?
02:13Ada akunnya, kami akan temukan itu.
02:16Maka tadi saya katakan, kalau misalnya terjadi bahwa itu ada edikasi dan bisa memenuhi ketentuan di pelanggaran tindak bidana,
02:24kami akan lakukan itu dan kami akan melakukan tindakan secara tegas.
02:29Pemasangan pagar, tidak ada itu ya.
02:32Pemasangan pagar, bahkan responnya dulu kepala daerah yang bersangkutan sudah menyelesaikan.
02:37Baik yang di Surabaya maupun yang di Jakarta.
02:40Tidak ada kaitannya dengan hubungan seperti yang digulirkan, kabar-kabar yang akan datang.
02:44Tidak ada.
02:45Jadi semuanya itu adalah hal kepentingan keamanan dari mereka sendiri dan itu pun sudah dianggap tidak menuhi izin seperti yang
02:53dilakukan oleh beberapa tempat.
02:55Saya tidak mau menyebutkan, mau yang mana ya.
02:58Tapi kira-kira pemerintah daerah selempat sudah melakukan penertipannya.
03:04Aksi unjuk rasa tidak adalah larangannya.
03:08Ya tidak ada.
03:09Menyampaikan unjuk rasa adalah penyampaian pendapat dari masyarakat.
03:12Tidak ada satupun yang melarang untuk itu.
03:15Yang dilarang dan tidak diharapkan adalah salah tindakan-tindakan analakis.
03:21Tidak dengan analis.
03:22Kalau misalnya unjuk rasa dengan tertip menyampaikan kritikan, boleh-boleh saja.
03:28Bahkan berdua kali Presiden mengatakan kritikan itu perlu.
03:34Bila kami meyakini, kritikan-kritikan semacam itu sangat menyegarkan buat kami.
03:40Sangat menyegarkan.
03:41Kalau soal itu silahkan unjuk rasa, tidak masalah.
03:45Selama, tadi ya, tidak mengganggu kepentingan rakyat, masyarakat luas.
03:49Selama dilakukan dengan tertip.
03:51Tidak melakukan perusahaan.
03:54Tidak apalagi sampai dengan pembakaran seperti masa-masa lalu.
03:58Ya, ada kantor pemerintahan sempat terbakar atau dibakar.
04:02Itu sudah tidak ada toleransi buat kami.
04:05Kedepan tidak mungkin akan terjadi.
04:06Kami akan lakukan itu secara tegas.
04:09Jawab, selesai.
04:11Ada lagi?
04:14Ada banyak yang berminat.
04:16Sudah begini-begini, ini kabin sudah cepat lihat saya, Pak.
04:19Ini waktu saya ini.
04:22Silahkan.
04:22Terima kasih, Pak.
04:23Disini, Pak.
04:24Saya Gita Irawan, Pak, dari tribunews.com, Pak.
04:26Dari mana?
04:27Tribunews, Pak.
04:28Tribun.
04:29Bergeser, mungkin, Pak, dari Ibu Kota ke Papua, Pak.
04:33Ini kan sejumlah yang tidak kekerasan kan masih terjadi, Pak.
04:36Yang mengatakan warga Sipil Komnas HAM sendiri dicatatat.
04:40Sampai semester ini sudah 40 sekian korbannya itu warga Sipil, Pak.
04:46Nah, ini kan terbaru juga Arju Intan Jaya, Yaujimu, dan juga Tolikara, Pak.
04:51Nah, ini bagaimana pemerintah kemudian memastikan rasa aman dan perlindungan kepada masyarakat?
04:56Sekali-lihat sudah sejumlah kekerasan itu yang diberapkan warga Sipil itu kembali terjadi.
05:00Itu yang pertama. Yang kedua, apakah kemudian pola penanganan Papua saat ini perlu direvaluasi, Pak?
05:07Ada strategis dasar aman dan tidak masih bisa dijaga, tapi juga masyarakat Sipil di sini juga masih bisa dilindungi, Pak.
05:16Itu yang terima kasih.
05:17Baiklah. Apa yang dilakukan oleh WORI dan TNI di Papua, itu adalah memberikan perlindungan kepada masyarakat kita di situ.
05:26Bahwa terjadi akhir-akhir kemarin seperti di Yahukimu, gitu.
05:31Itu juga sudah.
05:32Panglimat TNI sudah melakukan langkah-langkah yang tepat.
05:35Supaya tidak bertambah lagi kebawah pengorbanan itu.
05:39Korban itu jatuh juga.
05:42Karena ada hal-hal lain yang perlu kita perhatikan.
05:45Jadi kalau pola tidak berubah,
05:46tapi peningkatan pola itu yang dilakukan oleh Panglimat TNI dan Kapolri
05:50untuk memberikan ketentaman di masyarakat.
05:52Dan upaya itu tetap dilakukan.
05:55Kemudian kita tahu bahwa perhatian kita juga kepada Papua juga sangat bersungguh-sungguh.
06:02Sampai dengan ada satu organisasi tertentu secara khusus
06:06memberikan hal yang kita perlu kerjakan di Papua.
06:12Sekali lagi, pada kesempatan ini saya katakan
06:14kita bersungguh-sungguh untuk itu.
06:17Kita tidak mau lagi ada korban masyarakat Sipil.
06:19Masyarakat Sipil yang mungkin bahkan bukan hanya dengan masyarakat Sipil yang
06:25bahkan orang asli Papua sendiri juga
06:27tidak ada yang jadi korban di situ.
06:30Jadi,
06:31sekali lagi saya katakan
06:32tidak ada perubahan pola,
06:34tapi ada peningkatan pola-pola yang sekarang berlaku itu berlaku.
06:38Bersama-sama antara Panglimat TNI maupun Kapolri yang berada di sana.
06:43Saya kira itu yang mau sampaikan dari satu lagi, satu lagi.
06:46Sampai Pak.
06:48Yang perempuan? Oh, boleh.
06:51Perkenalkan Pak, saya Lucy dari TVRI, Pak.
06:54Dari mana Metro ya?
06:55TVRI.
06:55TVRI.
06:58Terkait konflik sosial belakangan ini, Pak, kan sering banget terjadi
07:04bentrokan, terus ada tindakan keserasan yang mengakibatkan adanya main hakim sendiri ya, Pak.
07:09Nah, pertanyaannya itu bagaimana pemerintah hadir untuk menyelesaikan masalah-masalah ini
07:18agar tidak berkembang lebih luas lagi.
07:20Itu aja sih, Pak.
07:21Iya.
07:22Terima kasih.
07:23Ini mungkin menghasilkan kasus terjadi di Jakarta baru-baru ini ya.
07:27Baiklah.
07:28Begini.
07:31Upaya pertama adalah
07:35untuk mencegahnya.
07:37Patroli polisi aktif sebetulnya, berkeliling di situ.
07:42Terus di tempat patroli mana ditingkatkan.
07:45Apalagi hal-hal yang bukan pada tengah-tengah malam, atau sore, atau pagi.
07:50Operasinya tetap dilakukan.
07:52Di saat itu ada kejadian, saat itu juga kekuatan polisi, bahkan ditambah kalau mungkin dengan TNI,
07:58segera menghentikan itu.
07:58Dan melokalisi kejadian itu tidak berkembang ke tempat lain.
08:03Tahap berikutnya adalah menyelesaikannya itu secara kekeluargaan.
08:07Dan sudah berhasil.
08:09Upaya yang paling penting adalah memang pencegahan.
08:11Nah, pencegahan ini dilakukan lewat pemerintah daerah, memberikan pemahaman kepada masyarakat kita,
08:18dan mencegah terjadinya juga mengembangkan persoalan itu menjadi persoalan yang besar sekali.
08:27Padahal itu adalah pekerjaan tindakan-tindakan yang sangat tidak perlu menjadi sesuatu besar.
08:34Itu tanggung jawab kami.
08:35Kami akan turun bersama-sama dengan masyarakat juga untuk membatasi itu.
08:42Dan supaya tidak terjadi juga di daerah lain.
08:46Terima kasih atas masyarakat itu.
08:48Dan sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan sekalian atas kehadiran ini.
08:54Tolong sampaikan kepada saudara-saudara kita untuk menjaga ketenangan.
09:01Berikanlah ketenangan ini kepada bangsa kita.
09:04Dan khusus pada menjelang 81 tahun ke-81 kemerdekaan kita.
09:10Mari kita bersama-sama secara gembira, senang, tenang.
09:17Rakyat kita bergembira pada tahun yang ke-81 kemerdekaan kita.
09:21Terima kasih atas perhatiannya.
09:23Maaf bahwa memang waktu kami agak mepet.
09:28Kami segera harus menyelesaikan tugas ini karena ada yang harus menghadap Bapak Presiden hari ini.
09:36Saya kira itu saja yang saya sampaikan.
09:37Terima kasih.
09:38Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
09:40Terima kasih.
09:41Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan