00:00Selamat pagi, Pak Menko, Pak Panglima, Pak Kabil, Pak Kapurin, Pak Kajagung.
00:03Saya Walda dari Antara, Pak.
00:05Antara?
00:06Walda dari Antara.
00:07Ingin menanyakan beberapa hal, Pak.
00:09Di sosial media sudah beredar banyak video-video tentang aksi demonstrasi.
00:14Memang mungkin dengan arah-arasi ajakan untuk melakukan aksi di Agustus Matina.
00:20Dari pihak pemerintah sendiri, apa bisa memastikan bahwa ini video hoax?
00:25Atau ini mungkin video yang sebelumnya sudah, video tahun lalu, aksi tahun lalu sudah disiarkan lagi.
00:32Itu pertama, Pak.
00:33Kedua, untuk akun-akun yang menyebarkan informasi ini, Pak.
00:37Ini apakah sudah digatang mungkin dari Polri, akun-akun mana saja yang berpotensi menyebarkan hoax?
00:45Tendakannya seperti apa? Siapa dibalik pemilik-pemilik akun ini, Pak?
00:49Itu kedua.
00:49Ketiga, Pak, soal pemasangan pagar di beberapa pusat perbelanjaan, tidak hanya di Jakarta saja, di beberapa daerah.
01:00Ini pantauan kemenkopulkan sendiri atau pemerintah sendiri sudah berapa pusat perbelanjaan sih, Pak, yang memang melakukan hak tersebut.
01:07Dan siap ini seperti apa, menurut pandangan kemenkopulkan.
01:10Terakhir, apun kalau misalkan nanti ada aksi, Pak, bagaimana cara pemerintah memastikan bahwa aksi itu hak,
01:19hak masyarakat tetap bisa menggunakan hak untuk bebasan berpendapat, memutarkan beberapa pendapatnya.
01:25Jangan banyak-banyak ya, ini waktunya.
01:27Namun dengan kondisi yang kondusif, bagaimana cara pemerintah mengastikan demo tersebut?
01:33Saya jawab ya, satu ini.
01:37Video itu saya nyatakan tidak benar.
01:41Tidak ada di wilayah Indonesia, di tanah air kita, ada hoax-hoax yang seperti itu.
01:46Mungkin itu terjadi pada masa lalu.
01:49Pada saat sekarang ini ke depan tidak ada.
01:52Kami sudah bekerja bersungguh-sungguh dengan tenaga yang kuat dan keras kami bersama-sama.
01:59Dengan Pak Penlima, Pak Kapolri, Pak Kabin selalu memberikan pencipa informasi itu, itu sama sekali tidak ada.
02:08Sama sekali tidak kita temukan itu.
02:11Akunnya, akun siapa ini?
02:13Ada akunnya, kami akan temukan itu.
02:16Maka tadi saya katakan, kalau misalnya terjadi bahwa itu ada edikasi dan bisa memenuhi ketentuan di pelanggaran tindak bidana,
02:24kami akan lakukan itu dan kami akan melakukan tindakan secara tegas.
02:29Pemasangan pagar, tidak ada itu ya.
02:32Pemasangan pagar, bahkan responnya dulu kepala daerah yang bersangkutan sudah menyelesaikan.
02:37Baik yang di Surabaya maupun yang di Jakarta.
02:40Tidak ada kaitannya dengan hubungan seperti yang digulirkan, kabar-kabar yang akan datang.
02:44Tidak ada.
02:45Jadi semuanya itu adalah hal kepentingan keamanan dari mereka sendiri dan itu pun sudah dianggap tidak menuhi izin seperti yang
02:53dilakukan oleh beberapa tempat.
02:55Saya tidak mau menyebutkan, mau yang mana ya.
02:58Tapi kira-kira pemerintah daerah selempat sudah melakukan penertipannya.
03:04Aksi unjuk rasa tidak adalah larangannya.
03:08Ya tidak ada.
03:09Menyampaikan unjuk rasa adalah penyampaian pendapat dari masyarakat.
03:12Tidak ada satupun yang melarang untuk itu.
03:15Yang dilarang dan tidak diharapkan adalah salah tindakan-tindakan analakis.
03:21Tidak dengan analis.
03:22Kalau misalnya unjuk rasa dengan tertip menyampaikan kritikan, boleh-boleh saja.
03:28Bahkan berdua kali Presiden mengatakan kritikan itu perlu.
03:34Bila kami meyakini, kritikan-kritikan semacam itu sangat menyegarkan buat kami.
03:40Sangat menyegarkan.
03:41Kalau soal itu silahkan unjuk rasa, tidak masalah.
03:45Selama, tadi ya, tidak mengganggu kepentingan rakyat, masyarakat luas.
03:49Selama dilakukan dengan tertip.
03:51Tidak melakukan perusahaan.
03:54Tidak apalagi sampai dengan pembakaran seperti masa-masa lalu.
03:58Ya, ada kantor pemerintahan sempat terbakar atau dibakar.
04:02Itu sudah tidak ada toleransi buat kami.
04:05Kedepan tidak mungkin akan terjadi.
04:06Kami akan lakukan itu secara tegas.
04:09Jawab, selesai.
04:11Ada lagi?
04:14Ada banyak yang berminat.
04:16Sudah begini-begini, ini kabin sudah cepat lihat saya, Pak.
04:19Ini waktu saya ini.
04:22Silahkan.
04:22Terima kasih, Pak.
04:23Disini, Pak.
04:24Saya Gita Irawan, Pak, dari tribunews.com, Pak.
04:26Dari mana?
04:27Tribunews, Pak.
04:28Tribun.
04:29Bergeser, mungkin, Pak, dari Ibu Kota ke Papua, Pak.
04:33Ini kan sejumlah yang tidak kekerasan kan masih terjadi, Pak.
04:36Yang mengatakan warga Sipil Komnas HAM sendiri dicatatat.
04:40Sampai semester ini sudah 40 sekian korbannya itu warga Sipil, Pak.
04:46Nah, ini kan terbaru juga Arju Intan Jaya, Yaujimu, dan juga Tolikara, Pak.
04:51Nah, ini bagaimana pemerintah kemudian memastikan rasa aman dan perlindungan kepada masyarakat?
04:56Sekali-lihat sudah sejumlah kekerasan itu yang diberapkan warga Sipil itu kembali terjadi.
05:00Itu yang pertama. Yang kedua, apakah kemudian pola penanganan Papua saat ini perlu direvaluasi, Pak?
05:07Ada strategis dasar aman dan tidak masih bisa dijaga, tapi juga masyarakat Sipil di sini juga masih bisa dilindungi, Pak.
05:16Itu yang terima kasih.
05:17Baiklah. Apa yang dilakukan oleh WORI dan TNI di Papua, itu adalah memberikan perlindungan kepada masyarakat kita di situ.
05:26Bahwa terjadi akhir-akhir kemarin seperti di Yahukimu, gitu.
05:31Itu juga sudah.
05:32Panglimat TNI sudah melakukan langkah-langkah yang tepat.
05:35Supaya tidak bertambah lagi kebawah pengorbanan itu.
05:39Korban itu jatuh juga.
05:42Karena ada hal-hal lain yang perlu kita perhatikan.
05:45Jadi kalau pola tidak berubah,
05:46tapi peningkatan pola itu yang dilakukan oleh Panglimat TNI dan Kapolri
05:50untuk memberikan ketentaman di masyarakat.
05:52Dan upaya itu tetap dilakukan.
05:55Kemudian kita tahu bahwa perhatian kita juga kepada Papua juga sangat bersungguh-sungguh.
06:02Sampai dengan ada satu organisasi tertentu secara khusus
06:06memberikan hal yang kita perlu kerjakan di Papua.
06:12Sekali lagi, pada kesempatan ini saya katakan
06:14kita bersungguh-sungguh untuk itu.
06:17Kita tidak mau lagi ada korban masyarakat Sipil.
06:19Masyarakat Sipil yang mungkin bahkan bukan hanya dengan masyarakat Sipil yang
06:25bahkan orang asli Papua sendiri juga
06:27tidak ada yang jadi korban di situ.
06:30Jadi,
06:31sekali lagi saya katakan
06:32tidak ada perubahan pola,
06:34tapi ada peningkatan pola-pola yang sekarang berlaku itu berlaku.
06:38Bersama-sama antara Panglimat TNI maupun Kapolri yang berada di sana.
06:43Saya kira itu yang mau sampaikan dari satu lagi, satu lagi.
06:46Sampai Pak.
06:48Yang perempuan? Oh, boleh.
06:51Perkenalkan Pak, saya Lucy dari TVRI, Pak.
06:54Dari mana Metro ya?
06:55TVRI.
06:55TVRI.
06:58Terkait konflik sosial belakangan ini, Pak, kan sering banget terjadi
07:04bentrokan, terus ada tindakan keserasan yang mengakibatkan adanya main hakim sendiri ya, Pak.
07:09Nah, pertanyaannya itu bagaimana pemerintah hadir untuk menyelesaikan masalah-masalah ini
07:18agar tidak berkembang lebih luas lagi.
07:20Itu aja sih, Pak.
07:21Iya.
07:22Terima kasih.
07:23Ini mungkin menghasilkan kasus terjadi di Jakarta baru-baru ini ya.
07:27Baiklah.
07:28Begini.
07:31Upaya pertama adalah
07:35untuk mencegahnya.
07:37Patroli polisi aktif sebetulnya, berkeliling di situ.
07:42Terus di tempat patroli mana ditingkatkan.
07:45Apalagi hal-hal yang bukan pada tengah-tengah malam, atau sore, atau pagi.
07:50Operasinya tetap dilakukan.
07:52Di saat itu ada kejadian, saat itu juga kekuatan polisi, bahkan ditambah kalau mungkin dengan TNI,
07:58segera menghentikan itu.
07:58Dan melokalisi kejadian itu tidak berkembang ke tempat lain.
08:03Tahap berikutnya adalah menyelesaikannya itu secara kekeluargaan.
08:07Dan sudah berhasil.
08:09Upaya yang paling penting adalah memang pencegahan.
08:11Nah, pencegahan ini dilakukan lewat pemerintah daerah, memberikan pemahaman kepada masyarakat kita,
08:18dan mencegah terjadinya juga mengembangkan persoalan itu menjadi persoalan yang besar sekali.
08:27Padahal itu adalah pekerjaan tindakan-tindakan yang sangat tidak perlu menjadi sesuatu besar.
08:34Itu tanggung jawab kami.
08:35Kami akan turun bersama-sama dengan masyarakat juga untuk membatasi itu.
08:42Dan supaya tidak terjadi juga di daerah lain.
08:46Terima kasih atas masyarakat itu.
08:48Dan sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan sekalian atas kehadiran ini.
08:54Tolong sampaikan kepada saudara-saudara kita untuk menjaga ketenangan.
09:01Berikanlah ketenangan ini kepada bangsa kita.
09:04Dan khusus pada menjelang 81 tahun ke-81 kemerdekaan kita.
09:10Mari kita bersama-sama secara gembira, senang, tenang.
09:17Rakyat kita bergembira pada tahun yang ke-81 kemerdekaan kita.
09:21Terima kasih atas perhatiannya.
09:23Maaf bahwa memang waktu kami agak mepet.
09:28Kami segera harus menyelesaikan tugas ini karena ada yang harus menghadap Bapak Presiden hari ini.
09:36Saya kira itu saja yang saya sampaikan.
09:37Terima kasih.
09:38Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
09:40Terima kasih.
09:41Terima kasih.
Komentar