00:03Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPB di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur terus melakukan dropping air bersih kepada warga terdampak kekeringan.
00:11Saat ini sudah ada tiga dari enam kecamatan yang sudah dilakukan distribusi air bersih.
00:19Air bersih masih menjadi barang langka di beberapa daerah di Kabupaten Lumajang.
00:23Warga di desa dadapan ini harus berebut air bersih yang diberikan pemerintah Kabupaten setempat.
00:28Dengan menggunakan jirigen maupun ember, mereka mengambil air guna kebutuhan beberapa hari ke depan.
00:34Warga bilang air bersih ini digunakan berbagai hal, mulai dari memasak, cuci, mandi, bahkan untuk pakan ternak.
00:42Sampai akhir 31 Juli kemarin, ada tiga kecamatan dan enam desa.
00:49Untuk wilayah utara, kayak Raniosa, kecamatan Raniosa sendiri, ada dua desa menuju sama Yekong.
00:56Untuk kecamatan Gudu Jajang, ada desa Umbun.
01:00Dan untuk kecamatan Gujali sendiri, itu ada desa Pakkel, desa Gujali sendiri, dan desa dadapan.
01:09Ada sekitar enam kecamatan yang terdampak krisis air bersih di Lumajang.
01:14Pemerintah Kabupaten sempat juga sudah memperlakukan tanggap darurat kekeringan hingga awal November nanti.
01:20Abdul Rohman Kompasivi Lumajang, Jawa Timur
01:26Dan untuk mengetahui bagaimana penanganan kekeringan di Jawa Timur, kita sudah bersama dengan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur, Gatot
01:34Subroto, yang sudah terhubung bersama kami melalui sambungan daring.
01:37Apa kabar, Pak Gatot?
01:40Sehat, Mbak Dandang.
01:42Alhamdulillah.
01:43Pak Gatot, begini kita ingin update dulu terkait dengan sebaran kekeringan di Provinsi Jawa Timur.
01:48Sebenarnya sampai dengan saat ini, titik-titik mana saja yang paling parah terdampak, Pak Gatot?
01:53Hingga hari ini sudah sebanyak 22 kabupaten yang menetapkan status siaga maupun tanggap darurat kekeringan.
02:05Ada tiga yang mengeluarkan status tanggap darurat, di mana itu adalah Lumajang, lalu ada Situbondo, dan juga Mojekerto.
02:16Selain itu, semuanya posisi di siaga darurat.
02:19Sehingga memang totalnya ada 22.
02:22Dan untuk wilayah yang sudah mengeluarkan ataupun melakukan dropping air bersih, sudah ada sebanyak 15 kabupaten yang ada di wilayah
02:32Jawa Timur.
02:34Untuk hari ini, kami sudah melakukan dukungan di dua lokasi, seperti halnya di Pondowoso, dan juga ada di wilayah Probolinggo.
02:50Demikian.
02:51Oke, berarti sampai dengan saat ini, Pak Gatot, sudah berapa mungkin warga datanya yang terdampak akibat kekeringan air bersih ini
02:59di Provinsi Jawa Timur?
03:02Kalau sampai total seluruhnya, nanti kita kan punya data potensi yang terdampak, kurang lebih ada 29 kalau memang itu terjadi
03:13semua, ada potensinya.
03:15Tetapi ini kan masih 22 wilayah, sehingga kurang lebih masih 35 juta orang yang terdampak.
03:24Oke, nah ini yang menjadi pertanyaan juga sebenarnya, Pak Gatot.
03:28Apa indikator yang digunakan oleh BBBD Jawa Timur, khususnya untuk bisa memberikan label ataupun menyatakan bahwa daerah ini adalah mengalami
03:37kekeringan air bersih?
03:38Apa saja, Bapak?
03:40Proses untuk mengetahui apakah wilayah tersebut masuk wilayah rentan kekeringan, itu pertama dari pihak desa ataupun kelurahan melapor ke BBBD
03:53Kabupaten Setempat.
03:55Dari Kabupaten Setempat, nanti BBBD-nya akan melapor ke kami, dan untuk dropping air bersihnya, menyesuaikan dengan permintaan dari kelurahan
04:06maupun desa setempat.
04:10Berarti kan tadi Pak Gatot menyinggung bahwa sekitar ada 35 juta warga terdampak di Provinsi Jawa Timur khususnya,
04:17untuk mengantisipasi langkah apa yang dilakukan, Bapak, untuk membantu warga setidaknya dalam kondisi yang dialami mereka saat ini?
04:25Saat ini langkah kami tetap seperti tahun-tahun sebelumnya, melakukan dropping air bersih, lalu juga memberikan dukungan tandon maupun jirigen,
04:37serta terpal untuk menyimpan ataupun menempatkan air di rumah,
04:43dan juga ada beberapa kolaborasi dengan OPD maupun institusi pusat, seperti BNPB maupun PU.
04:56Selain dropping air bersih yang dilakukan jangka pendek, jangka panjangnya, ada pengemboran air bersih,
05:01juga ada potensi juga OMC, kalau memang ada awan yang bisa dilakukan OMC.
05:10Oke, yang menjadi tantangan saat ini Pak Gatot kan kita tahu ada fenomena global, seperti El Nino Kuat.
05:17Nah ini kalau Bapak sendiri melihat, terkait dengan durasi dan juga tingkat kekeringan musim kemarau di Provinsi Jawa Timur,
05:23sampai dengan kapan? Pak Gatot.
05:27Informasi dari BMKG bahwa puncak musim kering ada di zona bulan Agustus hingga awal September.
05:38Dan di wilayah-wilayah ataupun di bulan-bulan tersebut,
05:43kami sudah meminta kepada BBPD Kabupaten Kota untuk segera melakukan pendataan wilayah-wilayah mana
05:53yang memang perlu dilakukan dropping air bersih.
05:56Dan juga kami selalu berkolibrasi dengan teman-teman di BMKG,
06:00di mana wilayah awan yang bisa untuk dilakukan modifikasi cuaca.
06:05Sehingga kalau memang ada potensi tersebut, bisa kami lakukan modifikasi cuaca untuk dilakukan UMC,
06:13bekerja sama dengan teman-teman dari BNPB.
06:17Oke, saya garis bawahi bahwa pentingnya untuk komunikasi lintas instansi atau lintas tektor di kondisi seperti saat ini.
06:25Jadi, Pak Gatot, mengenai evaluasi.
06:28Apa evaluasi untuk program penanggulangan kekeringan lintas instansi di Jawa Timur agar krisis serupa tidak terjadi?
06:34Ataupun tidak berulang setiap tahun ya?
06:37Ibu Gubernur sudah memerintahkan kami waktu ada rapat koordinasi bersama teman-teman di BNPB terkait
06:47dan dihadiri juga oleh Kepala BNPB.
06:50Selain melakukan pengeboran sumur dalam, juga membuat pipanisasi untuk wilayah-wilayah yang memiliki sumber air.
06:59Serta ada upaya untuk melakukan UMC pada saat puncak musim kering ini apabila awan hujan ada.
07:09Selain jangka pendek yang selalu kami lakukan adalah dropping air bersih.
07:13Dan juga perlu adanya dukungan dari masyarakat juga untuk menjaga ada beberapa sumber air yang bagus
07:23tetapi karena kualitasnya tidak didukung oleh perilaku masyarakat yang baik maka kualitas air tersebut tidak layak untuk dikonsumsi.
07:32Selain itu juga ada beberapa kegiatan PU pengairan untuk perbaikan ataupun normalisasi sungai
07:40agar air itu bisa tersimpan lebih lama kalau sudah ternormalisasi dan juga bisa menjadikan potensi
07:50apabila terjadi kekeringan itu bisa dimanfaatkan.
07:54Oke baik saya tangkap pesan yang disampaikan Pak Gatot.
07:57Harapannya memang evaluasi ataupun upaya yang dilakukan BPBD Jawa Timur dengan lintas instansi
08:02bisa membantu warga khususnya warga yang terdampak kekeringan.
08:06Terima kasih atas waktunya Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur, Gatot Subroto.
08:11Sehat selalu Bapak.
Komentar