Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Bhudi Hermanto menjelaskan kepolisian telah mengintegrasikan berbagai satuan kerja melalui pendekatan Preemptive Education dan Preventive Strike untuk mendeteksi potensi gangguan keamanan, termasuk di ruang digital.

Menurut Bhudi, informasi yang beredar di media sosial dianalisis melalui proses verifikasi dan profiling untuk mengantisipasi adanya pihak yang berupaya memanfaatkan aksi damai.

Ketua Tim Investigasi TGPF Mei 1998, Prof. Hermawan Sulistyo, menilai kebebasan menyampaikan pendapat tetap harus dijaga.

Namun menurutnya, cara penyampaian aspirasi perlu menyesuaikan dengan perkembangan zaman agar lebih efektif dan tidak berujung pada kerusuhan.

Ia kemudian mencontohkan bentuk demonstrasi yang menurutnya lebih efektif, seperti aksi damai yang kreatif dan mampu menarik perhatian publik tanpa kekerasan.

Prof. Hermawan kembali mengingatkan bahwa kerusuhan tidak pernah membawa manfaat bagi masyarakat. Berdasarkan pengalamannya meneliti kerusuhan Mei 1998, korban terbesar selalu berasal dari kalangan rakyat.

"Pengalaman saya, kalau kerusuhan yang jadi korban itu bukan menterinya, menterinya tetap jadi menteri. Yang jadi korban itu masyarakat, rakyat," ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Dewan Buruh Nasional KASBI, Nining Elitos, mengingatkan agar aparat tidak memandang setiap aksi demonstrasi sebagai ancaman keamanan.

Namun, ia menilai penghentian massa aksi sebelum demonstrasi berlangsung justru berpotensi memicu gesekan.


Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/7hstu_2I8Cw



#demo #agustus #mall

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/684177/polisi-ungkap-strategi-cegah-penyusup-demo-hermawan-rusuh-tak-bermanfaat-buat-rakyat-satu-meja
Transkrip
00:00Intro
00:01Masih di satu majadu forum saya ke Mas Budi tadi nyambung
00:06Pertanyaan publik kan ini siapa ya? Prodisi harusnya sudah mendeteksi
00:10Siapa sih yang melempar itu? Karena gini, karena ada studi dari Mones University Indonesia dan CSIS
00:16Menemukan adanya penggunaan foto-foto lama yang diunggah ulang
00:20Ya aksi-aksi masa diunggah ulang atau diresirkulasi istilahnya dengan tujuan menggiring opini
00:26Membentuk opini, menebar ketakutan
00:29Apakah Polda Metro Jaya juga melihat ini dalam desas-desus yang hari ini kita bahas?
00:36Ya pastinya Mas, jadi kalau kita sampaikan bahwa ada yang sudah berjalan di Polda Metro
00:44Dengan kepemimpinan Polda Metro ini yaitu Preemptive Education dan Preventive Strike
00:49Jadi saya harus menjelaskan kepada masyarakat bahwa ini bukan merupakan fungsi baru
00:56Bukan merupakan satuan baru dan bukan merupakan wewenang yang baru
01:00Dan termasuk anggaran pun menggunakan anggaran yang sudah dialokasikan
01:05Ini tujuannya adalah bagaimana
01:07Anggaran lainnya di mana mas kalau yang preventive sama
01:09Jadi ini tujuannya adalah bagaimana mengintegrasikan, mengkolaborasikan dari satuan kerja yang ada
01:15Contohnya penggabungan dari Direkturat Intelkam, Direkturat Sese Kriminal Umum, Kriminal Khusus, Direkturat Narkoba, Siber, PPA dan PPO
01:24Dari informasi, unggahan yang ada di media sosial
01:30Ini dilakukan analisa, verifikasi, profiling
01:33Contoh pada saat akan menjelang May Day
01:37Ada informasi tentang mobilisasi masa yang akan melaksanakan aksi
01:44Kita perlu ketahui bahwa masa aksi damai, penyampaian pendapat di muka umum itu dilindungi oleh Undang-Undang 9 tahun 1998
01:52Dan itu tujuannya kepolisian melakukan pengamanan adalah untuk menjaga aspirasi ini tersampaikan dengan baik
01:59Tetapi ada dalam tanda kutip kelompok-kelompok tertentu yang memang sengaja mendompleng di dalam aksi-aksi tersebut
02:07Nah ini dilakukan preventive strike dengan cara kita melakukan profiling, memitigasi, menghitung resiko apabila ini terjadi di kerumunan masa aksi
02:19Dan itu termasuk juga mereka-mereka yang melakukan kegiatan gangguan keamanan di cyber
02:26Iya, jadi dari dunia cyber, dunia digital ini dilakukan evaluasi, mitigasi, kita hitung
02:33Sehingga pada saat sudah dilakukan pendalaman oleh tim preventive strike, dilakukan penindakan
02:40Pada saat dilakukan penindakan ternyata benar ditemukan ada bomolotov, ada gotri
02:47Artinya ini bukan yang terafiliasi dengan masa aksi damai
02:51Kita harus mengamankan masa aksi damai
02:54Sehingga apa yang disampaikan, apa yang menjadi gugatan, tuntutan ini tersampaikan dengan baik
02:59Oke, Prof Kiki
03:01Saya boleh
03:03Boleh, boleh, boleh
03:04Ini apa yang disampaikan oleh Pak Budi tadi
03:07Sebenarnya seringkali kita tidak hanya buru yang turun ke jalan berbagai macam kelompok masyarakat
03:15Mengkritisi berbagai macam kebijakan atau perilaku penyimpangan atas berbagai macam regulasi
03:22Ini tujuan ke pemerintahnya?
03:24Ini tidak hanya pemerintah termasuk juga aparat keamanan
03:28Oke
03:28Karena seringkali tendensi yang ketika kita turun bersama dengan masyarakat ini
03:34Seringkali dibangunin kemudian dianggap akan terjadi sebuah potensi gitu
03:41Padahal setiap kita konsolidasi, melakukan gitu
03:44Kita akan melakukan aksi damai gitu ya gitu
03:47Tapi prakteknya kadang-kadang di lapangan itu sering terjadi misalkan ketika omnibus slow
03:53Terus kemudian setelah omnibus slow
03:56Aksi-aksi kita seringkali juga dihadang di jalan gitu ya
03:59Waktu itu ada anggota saya di Cianjur, di stop, di jalan oleh aparat kepolisian
04:04Terus kemudian juga pernah ditangkap di stasiun Palmera gitu
04:11Bahkan ada juga yang ditangkap dan bukan hanya anggota saya saja
04:14Dan banyak teman-teman di dalam satu organisasi juga ditangkap
04:19Bahkan kita juga ada tim mendampingi gitu ya
04:22Lebih dari 7 ribu lebih waktu itu ditangkap oleh Polda Metro Jaya
04:26Tidak hanya di Polda Metro Jaya
04:27Di Pore-Pores bahkan di Wiljabutabek dan daerah-daerah lain
04:31Nah sebenarnya jangan menciptakan hal yang kemudian tendensi membuat orang kemudian terjadi kemerosotan kepercayaan publik
04:42Tapi kalau yang dikerjakan polisi itu adalah bagian dari preventif, bagian pengaturan?
04:46Tidak ada masalah, kita uprage gitu ya
04:49Tapi kemudian jangan orang baru berangkat di stasiun, di halte
04:53Kemudian ketika bus di jalan dihentikan
04:57Itu kan akan menimbulkan potensi gesekan di lapangan
05:01Mas Budi mungkin ini bisa dimasukkan juga sebagai evaluasi
05:05Pastinya ini menjadi evaluasi
05:07Tetapi kami sampaikan bahwa ada kluster-kluster seperti yang kami sampaikan
05:11Kalau itu sudah membawa barang-barang yang membahayakan
05:14Seperti gotri, bom molotov
05:17Apa iya akan kita gabungkan dengan kluster aksi masyarakat yang damai?
05:22Nah ini kan harus kita lihat
05:23Dan perlu kita ketahui juga ada di dalam pasal 6
05:26Undang-Undang nomor 9 tahun 1998 itu bagaimana
05:29Peserta aksi juga menghormati hak-hak kebebasan orang lain
05:32Menghormati aturan moral
05:34Serta menghormati fasilitas-fasilitas umum
05:37Ada beberapa kegiatan makanya kemarin sempat menjadi pertanyaan
05:42Kenapa tidak boleh melaksanakan aksi di bundaran HI patung kuda?
05:48Nah kita melihat bagaimana central of gravity
05:52Ekses lalu lintas yang ada di bundaran HI, Sudirman, Semanggi sampai dengan patung kuda
05:57Ini merupakan central of gravity
05:59Merupakan pusat dari tramoda transportasi
06:04Apabila terjadi kemacetan di titik itu
06:07Ini juga akan terjadi kepadatan di simpul-simpul arteri lainnya
06:11Makanya preventif ini kan harus menangkap isu-isu apa sih yang menjadi keresahan masyarakat
06:17Sehingga bisa memfasilitasi agar negara juga harus merespon apa yang menjadi suara-suara rakyat
06:23Jangan ketika sudah di lapangan dianggap mengancam
06:26Itu yang seharusnya harus dimulai dikurangi
06:30Karena kita juga, saya pengalaman dari sejak tahun 1998 sampai sekarang
06:37Nah saya ke Prof. Kiki sebagai orang yang sangat berpengalaman
06:41Aksi rusuh 98
06:43Saya mau melihat pendapatnya nih
06:45Bagaimana Prof. Kiki melihat hubungan
06:48Antara tadi nih kebewasan berpendapat yang dijamin oleh undang-undang
06:52Terus kemudian ada potensi juga orang akan mendompleng
06:55Terus kemudian ada juga kerusuhan yang memang sudah terjadi
06:59Indonesia punya sejarah itu gitu
07:00Anda melihat dalam konteks yang sekarang di tengah dinamika komunikasi yang berbeda dengan 98 seperti apa?
07:06Kalau proses belajar itu ya
07:09Harus digeser dari penyampaian yang destruktif
07:14Ke arah penyampaian yang efektif
07:16Destruktif ke arah efektif
07:18Kenapa? Karena pernah ada satu masa dimana harus destruktif
07:21Jadi pada masa itu
07:24Kalau turun anak-anak pertanyaan boleh bentrok enggak?
07:27Kalau enggak boleh bentrok
07:28Yang ikut cuma seribu
07:30Oh gitu
07:30Tapi kalau boleh boleh boleh
07:32Yang ikut 10 ribu 20 ribu gitu
07:34Itu masa lalu
07:35Eh masa lalu
07:36Kalau sekarang?
07:37Sekarang harusnya kita meniru pawe-pawe alegoris
07:42Seperti di Korea Utara atau Korea Selatan
07:44Korea Utara enggak ada
07:45Korea Selatan
07:48Jadi
07:52Manajer Rambi gitu
07:53Manager Kopdes itu musimnya suruh demo itu biar
07:56Puh, puh, puh, puh gitu
07:59Demonstrasi mahasiswa itu sempat diberikan contoh oleh mahasiswa UI
08:02Dengan berikan sepanduk
08:03Kalau enggak setuju
08:04Kalau ada setuju dengan posisi kami
08:06Tolong klakson, tot, tot gitu
08:07Tapi
08:08Masih sepa yang lain
08:11Ngeledekin
08:11Ngirim BHA
08:12Ngirim ini
08:13Segala macam
08:14Anak seperti itu
08:15Kita kembali lagi Prof
08:16Bahwa sebetulnya
08:16Bahwa kerusuhan tentu tidak diinginkan
08:19Tidak ada satupun yang ingin ada kerusuhan
08:20Ya
08:21Tapi kebebasan pendapat tetap harus ada
08:23Perjuangan-perjuangan siapapun untuk mendapatkan keadilan harus tetap ada
08:27Pengalaman saya
08:28Kalau kerusuhan yang jadi korban itu bukan menterinya
08:32Menterinya tetap jadi menteri
08:34Yang jadi korban itu masyarakat, rakyat gitu
08:38Yang bisa dilihat di Pondok Rangun
08:41Itu ada kuburan tanpa nama dari korban-korban 98
08:50Jadi menterinya tetap anggota DPRnya enggak berubah
08:53Oke oke
08:54Nanti kita akan lakukan lagi ya
08:55Kita ngobrol kita hari ini
08:56Lalu jika ada gerakan dan aksi masa
08:58Siapa yang diuntungkan dalam kondisi saat ini
09:01Kita bahas lebih lengkap usai jeda
09:03Sampai jumpa di video selanjutnya
09:03Sampai jumpa di video selanjutnya
09:03Sampai jumpa di video selanjutnya
09:03Selamat menikmati
09:03Selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan