Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Sekretaris Kementerian BUMN 2005-2010, Said Didu berharap agar penggeledahan oleh polisi soal penanganan kasus dugaan korupsi batu bara ditangani secepatnya.

Menurutnya, jika ditangani secara lambat maka muncul persepsi di publik terjadi persaingan antara dua lembaga penegak hukum.

"Saya yakin Pak Presiden mengikuti detik demi detik proses ini, tapi kalau (penanganan) lambat maka saya katakan kembali lagi persepsi yang muncul bahwa ini persaingan dua lembaga penegak hukum, ini sangat berbahaya ke bawah," ujar Said Didu, Kamis (9/7/2026).

Baca Juga Said Didu Dorong Tersangka Diumumkan Usai Penggeledahan oleh Polisi soal Dugaan Korupsi | ROSI di https://www.kompas.tv/talkshow/679705/said-didu-dorong-tersangka-diumumkan-usai-penggeledahan-oleh-polisi-soal-dugaan-korupsi-rosi

#kejaksaan #polisi #korupsi

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Galih

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/679707/said-didu-persepsi-publik-persaingan-dua-lembaga-penegak-hukum-sangat-berbahaya-rosi
Transkrip
00:02Kejaksaan Agung menunggu hasil penyidikan yang sedang dilakukan oleh penyidik kepolisian
00:06termasuk mengenai objek penggeledahan, barang bukti maupun pihak-pihak yang dikaitkan dalam proses tersebut
00:14Kami mengimbau publik agar tidak membangun kesimpulan maupun opini yang mengaitkan seseorang
00:21atau suatu institusi dengan dugaan tindak pidana
00:24hanya berdasarkan informasi yang berkembang di media masa atau media sosial
00:29Seluruh proses pendagang hukum harus tetap menjunjung tinggi asas peraduga tak bersalah
00:34Kami menghormati independensi dan kewenangan setiap aparat pendagang hukum dalam menjalankan tugasnya
00:43Mas Isnur, apa tanggapan atas pernyataan Kapus Pendagang?
00:46Itu yang harus terjadi, pendagang hukum harusnya lurus saja
00:50dibuktikan oleh prosesnya penuntutan dan persidangan di pengadilan
00:53dan semua bisa diuji apakah penyidikannya sah, penyidikannya tidak sah
00:56pengadilan yang sah dan tidak sah itu diuji di pengadilan
00:59Jadi sebenarnya gini, seringkali kita tuh melakukan pendagang hukum dengan ala Bumbastis
01:05Konferensi pers saat penyidikan gitu ya
01:07nunjukin banyak hal di belakangnya tapi melempam di pengadilan
01:12Pembuktian perkara itu di pengadilan sepenuhnya
01:14Apakah yang anda sidik, anda tuntut benar?
01:17Maka kita sebenarnya menunggu ini gitu
01:19Jadi justru pros ini menjadi pertanyaan besar adalah
01:22ini akan mengelinding kemana?
01:24Kalau dia berhenti di tengah jalan, tiba-tiba tidak lanjut di tengah jalan
01:28menjadi aneh buat kita
01:29Jangan kalian ngomongin pengadilan, sampai sekarang tersangkainya belum ada Pak Said
01:33Apa yang anda baca dari penyataan Kapus Pendagang tadi?
01:37Kalau saya lihat begini ya, ini ya campur tangan antara metode OTT
01:42dengan proses hukum normal
01:45Ini kan kayak OTT kan nih, operasi tangkap tangan kan
01:48Padahal sebenarnya penggeledahan kan
01:51Bukan OTT loh ini, penggeledahan
01:54Nah, karena tersangkainya
01:55Kalau OTT gak masalah, karena ditangkap dengan orangnya kan
01:59Ada subjeknya siapa?
02:00Ada subjeknya siapa, OTTnya
02:02Ini kan OTTnya emas dan uang
02:06Jadi bukan
02:07Barbuk duluan, baru TSKnya belum di-expose
02:10Ini menurut saya, tapi saya yakin Pak Presiden mengikuti detik demi detik ini
02:15Detik demi detik proses ini
02:18Tapi kalau ini lambat, maka saya katakan kembali lagi persepsi yang muncul
02:23Bahwa ini adalah persaingan antara dua lembaga penegak hukum
02:29Dan ini, Mas Inu sangat berbahaya ke bawah
02:33Sangat berbahaya, mungkin tidak
02:36Anggaplah banyak kasus di daerah, itu pasti mandek semua untuk dua hari ini
02:40Karena pasti polisi juga sungkan ketemu jaksa, jaksa juga
02:44Kurang ajar ya bosku kalau tangkap
02:46Kan kira-kira begitu
02:48Nah, ini sangat bahaya loh
02:49Nah, menurut saya Pak Presiden Bernung lah segera
02:53Ini kesempatan membenahi lembaga hukum yang Bapak belum sentuh
03:00Sudah dua tahun memimpin
03:03Dan sementara program Bapak yang utama adalah hukum
03:07Yaitu tentang penertiban oligarki, tentang korupsi, kan itu yang program utama beliau
03:15Tapi lembaga hukum tidak dibenahi
03:18Jadi di seluruh negara yang proses transformasi anti korupsinya berhasil
03:24Yang pertama yang dimana itu lembaga hukum
03:26Sebenarnya kita sudah on the track dulu ketika membuat KPK
03:29KPK itu kan dibentuk karena keterkuncian penelakan hukum antara tiga lembaga ini
03:33Kepolisian, Kejaksana, dan Mahkamah Agung
03:35Dia terobos sana-sini harusnya
03:37Sayangnya kan KPK dilemahkan
03:39Kemudian gitu loh, karena tidak suka gitu
03:42Jadi harusnya sebenarnya Prabowo membenahi KPK juga
03:48Jangan lupa KPK harusnya dikembalikan seperti dulu
03:50Kuat lagi, independen lagi
03:52Dan tugas utama KPK adalah membersihkan tiga lembaga ini harusnya
03:56Tapi kan bicara soal kasus ini
03:58Ibaratnya starting line itu sudah dibuka
04:02Sudah ada bendera start yang diacungkan
04:05Artinya ini sudah berjalan prosesnya
04:06Sementara tadi di lapangan hari ini
04:08Yang Pak Said Hiddu bilang pasti tidak enak suasananya
04:11Antara lembaga penegak hukum
04:13So apa yang harus dilakukan Presiden sebagai Kepala Negara dan Kepala Perintahan?
04:17Bagi saya pertama
04:19Prabowo harus segera mengumpulkan semua dan memahami masalahnya
04:22Kalau emang indikasi kuat
04:24Ada pejabat misalnya yang dia diduga korupsi
04:27Copot jabatannya agar dia tidak mengganggu independensi penyidikan
04:29Golden time itu sebenarnya kapan sih harusnya?
04:32Satu dua hari
04:32Satu dua hari harusnya
04:34Jangan sampai lambat
04:35Yang kedua
04:36Ini ada keterkuncian
04:38Misalnya kepolisian melakukan penyidikan
04:40Lanjut ke kejaksaan penuntutannya
04:43Pemeriksaan berkasnya
04:44Konsultasi dan lain-lainnya
04:46Ini gimana secara psikologi?
04:49Kan menjadi
04:49Apa kamu diproses oleh kejaksaan?
04:51Ya menjadi aneh ini
04:52Makanya kan tadi seolah-olah
04:53Kadang kejaksaan bilang
04:54Ya dibawa ke kami
04:55Kami akan cek perkaranya
04:56Pengeledahannya benar apa enggak?
04:58Terus kalau jaksa penelitinya bilang
04:59Pengeledahan enggak sah
05:01Balikin semua berkas
05:01Mau apa penyidik?
05:03Nah ini menjadi bagi saya
05:05Masalah
05:06Prabowo harus menyelesaikan
05:07Jangan sampai kemudian
05:09Penyidikan ini juga
05:10Kemudian menjadi runtuh
05:11Di tengah jalan
05:12Kalau enggak dibawa sampai pengadilan
05:13Bagaimana bawa sampai pengadilan?
05:15Pembuktian ini pengadilan
05:16Sehingga terdakwa pun
05:17Nanti bisa membela diri
05:19Dengan maksimal
05:19Di ruang sidang
05:20P2-1 aja belum tentu Pak Said
05:22Kalau misalnya dibawa ke kejaksaan
05:23Kan enggak mungkin juga
05:26Timnya
05:26Jampitsus misalnya
05:28Untuk menelusuri lebih dalam
05:29Ya ini saya bilang
05:30Ini menurut saya
05:32Apa ya
05:34Ketergesa-gesaan
05:35Atau mungkin juga ada hikmah
05:37Hikmahnya apa?
05:39Dalam kondisi
05:40In the worst case
05:41Kita masih bicara soal hikmah
05:42Apa itu hikmahnya?
05:42Dia presiden harus menyadari
05:44Bahwa memang betapa
05:45Amburadolnya
05:46Lembaga Hukum
05:48Sehingga
05:48Membangunan presiden
05:49Ternyata
05:51Memang sudah saatnya
05:52Aku benahi
05:53Siapa tahu itu
05:54Hikmahnya
05:55Karena kalau enggak
05:56Lembaga atau aparatur penegak hukum?
05:59Kemarin ada kesempatan
06:00Untuk reformasi kepolisian
06:01Tapi presiden juga
06:02Tidak memanfaatkan secara maksimal
06:04Tiba-tiba undang-undang kepolisian
06:05Berubah begitu cepat
06:06Yang kedua
06:07Mahkamah Agung
06:08Dikasih gaji hakim
06:09Sangat tinggi sekarang
06:10Tapi reformasi kelembagaannya
06:12Bagaimana?
06:13Yang harus direformasi itu
06:14Lembaga penegak hukum
06:15Atau aparat penegak hukum ya?
06:16Dua-duanya
06:16Dua-duanya
06:17Dan bukan hanya satu lembaga
06:18Semuanya
06:19Kepolisian
06:19Kejaksaan
06:20Mahkamah Agung
06:21Di MA misalnya
06:22Bagaimana
06:23Berulang kali
06:24Sekretaris MA
06:25Yang terakhir
06:26Masbi korupsi
06:27Hakim Agungnya
06:28Gazalba
06:28Paniteranya
06:30Zorof Rikor
06:30Korupsi juga
06:31Di level-level yang tinggi
06:33Jadi
06:33Harusnya
06:34Presiden dan istana
06:36Mengetahui betapa
06:37Reformasi selama ini
06:38Di kepolisian
06:39Kejaksaan Mahkamah Agung
06:39Belum berjalan secara maksimal
06:41Harus dikocok pulang secara maksimal
06:44Kalau di kasus ini
06:44Misalnya
06:45Kalau mau memang
06:46Buka-bukaan
06:46Ini adalah
06:47Murni penegakan hukum
06:48Harapannya demikian
06:49Bukan persaingan
06:50Antar lembaga
06:50Apa yang harusnya kita lihat
06:52Dalam waktu dekat ini
06:53Pak Said?
06:54Saya sih
06:55Berharap
06:55Karena begini ya
06:56Ini kan
06:57Kasus-kasus lain
06:59Yang besar juga
06:59Banyak
07:00Kasus lain
07:02Jangan sampai
07:03Saya akan-akan
07:04Selesainya kasus ini
07:05Masalah hukum selesai
07:06Ini
07:06Nah
07:07Karena saya beginilah
07:08Ini kasus ini
07:10Kita gak tahu
07:10Kasusnya apa
07:11Sampai sekarang
07:12Dan siapa
07:13Di level mana
07:14Saya kemarin kan bikin
07:15Tulisnya Twitter
07:16Banyak
07:16Kalau
07:18Mereksa tentang
07:20DFO
07:20Apa namanya
07:22Batubara
07:23Batubara
07:235 triliun itu kekecilan
07:25Kenapa terlalu kecil
07:26Padahal jumlahnya
07:27T itu kan besar sekali ya
07:28Begini
07:29DMO Batubara itu
07:31Sekarang hari ini
07:322026 itu mungkin
07:33Sekitar
07:34Selisih harga
07:35Antara
07:36Uang beredar
07:38Selisih harga
07:39Antara
07:39Harga pasar
07:40Dengan harga
07:41Yang harus diberikan PLN
07:42Itu sekitar
07:43250 triliun
07:45Selisihnya
07:46Itu selisihnya?
07:47Selisih
07:47Artinya 5 triliun hanya
07:48Sepersekian
07:491%
07:51Jadi kalau hanya itu
07:53Ketemuannya
07:53Saya yakin yang main
07:55Lebih banyak
07:56Yang main lebih banyak
07:58Nah
07:58Itu orang kaget
08:00Saya kan
08:01Saya perancang
08:02Kebijakan itu dulu
08:03Yang saya tidak
08:04Pernah setuju
08:05Namanya DMO
08:06Dengan selisih harga
08:07Karena saya katakan
08:09Saya dulu di BUMN
08:10Belarang
08:11Di SDM saya larang
08:12Karena ini
08:13Malaikat pun melihat
08:14Bisa jadi setan
08:15Jadi dia korupsi secara sistemik
08:17Sejak awal direncanakan
08:18Direncanakan
08:19Dan selalu begitu
08:20Nah
08:20Sama dengan
08:22Subsidi BBM
08:23Nah
08:24Ini 250 triliun
08:26Selisih harga
08:27Bagaimana cara mainnya?
08:29Adalah
08:29Satu
08:30Saya
08:31Saya hidup punya
08:32Tambah batu barah
08:33Ya
08:34Kan saya harus
08:35Menyetor
08:36Menjual murah
08:37Sekarang kan
08:39140 dolar
08:40Saya harus menjual
08:4170 dolar
08:42Per tahun
08:4330%
08:45Yang harus saya jual
08:45Bagi saya
08:47Kalau saya bisa
08:48Tidak menyetor ke sana
08:49Saya dapat dong
08:51Cuan
08:52Cuan
08:52100%
08:53Nah
08:54Gimana caranya?
08:56Maka
08:56Cara saya
08:57Satu
08:57Main dokumen
08:59Mungkin saya hanya
09:00Nyetor 50
09:01100
09:03Padahal 100 ribu
09:04Atau
09:04Kalorinya
09:05Saya tuh
09:06Naikkan
09:07Kalori 3 ribu
09:08Saya bilang 5 ribu
09:09Oke
09:10Maka saya dapat uang
09:11Jadi
09:11Permainan
09:12Nah
09:12Inilah menurut saya
09:14Inilah kenapa
09:15Saya tuh agak gregetan
09:16Karena
09:16Ini siapa yang membuat
09:17Kebijakan ini?
09:18Ya biasanya SDM
09:20SDM
09:21SDM ini
09:22Saya dulu pernah di SDM
09:24Jadi saya paham
09:25Bagaimana mereka bermain
09:26RKAB dimainkan
09:28Apa
09:29Dimainkan
09:30Ini dimainkan
09:31Itulah yang tersiksa
09:32Oke
09:33Pemain-pemain ini
09:34250 triliun rupiah
09:37Yang uang
09:39Bisa beredar kemana-mana
09:40Di Batubara
09:41Jadi
09:42Siapa yang harusnya terjaring
09:44Dalam kasus ini?
09:45Harusnya kemudian
09:46Kalau berdasarkan informasi
09:47Mas Didu
09:48Maka dugaan korupsi
09:50Terkait Blackout District ini
09:51Harus sampai
09:52Menyentuh lebih tinggi lagi
09:53Bukan hanya
09:55Satu level
09:55Tapi misalnya
09:56Menteri mana yang buat kebijakan
09:57Karena ternyata
09:58Korupsinya sistemik
09:59Dibuat sejak awal
10:00Seolah-olah
10:01Dia legal
10:02Tapi kemudian
10:03Dia melahirkan
10:04Korupsi yang
10:05Dilegalkan
10:05Kira-kira gitu
10:06Dan dampaknya apa?
10:08Dampaknya publik
10:08Kita mengalami
10:10Pemadaman listrik
10:10Blackout parah
10:11Di Indonesia gitu
10:13Di negara yang
10:14Batubaranya kaya
10:15Di eksploitasi habis-habisan
10:16Tapi wilayahnya mati
10:17Listrik gitu
10:18Oke
10:18Dan mampukah akan ada
10:20Tersangka dalam waktu dekat
10:21Sampai tuntas
10:22Atau hanya sebagai
10:23Dramaturgi
10:24Di awal
10:25Yang panas sampai hari ini
10:26Kita akan sama-sama awasi
10:28Terima kasih Pak Said Didu
10:29Terima kasih banyak
10:30Terima kasih
10:31Di program Rosi
10:32Saudara terima kasih
10:33Anda telah menyaksikan Rosi
10:34Kita juga
Komentar

Dianjurkan