00:02Kejaksaan Agung menunggu hasil penyidikan yang sedang dilakukan oleh penyidik kepolisian
00:06termasuk mengenai objek penggeledahan, barang bukti maupun pihak-pihak yang dikaitkan dalam proses tersebut
00:14Kami mengimbau publik agar tidak membangun kesimpulan maupun opini yang mengaitkan seseorang
00:21atau suatu institusi dengan dugaan tindak pidana
00:24hanya berdasarkan informasi yang berkembang di media masa atau media sosial
00:29Seluruh proses pendagang hukum harus tetap menjunjung tinggi asas peraduga tak bersalah
00:34Kami menghormati independensi dan kewenangan setiap aparat pendagang hukum dalam menjalankan tugasnya
00:43Mas Isnur, apa tanggapan atas pernyataan Kapus Pendagang?
00:46Itu yang harus terjadi, pendagang hukum harusnya lurus saja
00:50dibuktikan oleh prosesnya penuntutan dan persidangan di pengadilan
00:53dan semua bisa diuji apakah penyidikannya sah, penyidikannya tidak sah
00:56pengadilan yang sah dan tidak sah itu diuji di pengadilan
00:59Jadi sebenarnya gini, seringkali kita tuh melakukan pendagang hukum dengan ala Bumbastis
01:05Konferensi pers saat penyidikan gitu ya
01:07nunjukin banyak hal di belakangnya tapi melempam di pengadilan
01:12Pembuktian perkara itu di pengadilan sepenuhnya
01:14Apakah yang anda sidik, anda tuntut benar?
01:17Maka kita sebenarnya menunggu ini gitu
01:19Jadi justru pros ini menjadi pertanyaan besar adalah
01:22ini akan mengelinding kemana?
01:24Kalau dia berhenti di tengah jalan, tiba-tiba tidak lanjut di tengah jalan
01:28menjadi aneh buat kita
01:29Jangan kalian ngomongin pengadilan, sampai sekarang tersangkainya belum ada Pak Said
01:33Apa yang anda baca dari penyataan Kapus Pendagang tadi?
01:37Kalau saya lihat begini ya, ini ya campur tangan antara metode OTT
01:42dengan proses hukum normal
01:45Ini kan kayak OTT kan nih, operasi tangkap tangan kan
01:48Padahal sebenarnya penggeledahan kan
01:51Bukan OTT loh ini, penggeledahan
01:54Nah, karena tersangkainya
01:55Kalau OTT gak masalah, karena ditangkap dengan orangnya kan
01:59Ada subjeknya siapa?
02:00Ada subjeknya siapa, OTTnya
02:02Ini kan OTTnya emas dan uang
02:06Jadi bukan
02:07Barbuk duluan, baru TSKnya belum di-expose
02:10Ini menurut saya, tapi saya yakin Pak Presiden mengikuti detik demi detik ini
02:15Detik demi detik proses ini
02:18Tapi kalau ini lambat, maka saya katakan kembali lagi persepsi yang muncul
02:23Bahwa ini adalah persaingan antara dua lembaga penegak hukum
02:29Dan ini, Mas Inu sangat berbahaya ke bawah
02:33Sangat berbahaya, mungkin tidak
02:36Anggaplah banyak kasus di daerah, itu pasti mandek semua untuk dua hari ini
02:40Karena pasti polisi juga sungkan ketemu jaksa, jaksa juga
02:44Kurang ajar ya bosku kalau tangkap
02:46Kan kira-kira begitu
02:48Nah, ini sangat bahaya loh
02:49Nah, menurut saya Pak Presiden Bernung lah segera
02:53Ini kesempatan membenahi lembaga hukum yang Bapak belum sentuh
03:00Sudah dua tahun memimpin
03:03Dan sementara program Bapak yang utama adalah hukum
03:07Yaitu tentang penertiban oligarki, tentang korupsi, kan itu yang program utama beliau
03:15Tapi lembaga hukum tidak dibenahi
03:18Jadi di seluruh negara yang proses transformasi anti korupsinya berhasil
03:24Yang pertama yang dimana itu lembaga hukum
03:26Sebenarnya kita sudah on the track dulu ketika membuat KPK
03:29KPK itu kan dibentuk karena keterkuncian penelakan hukum antara tiga lembaga ini
03:33Kepolisian, Kejaksana, dan Mahkamah Agung
03:35Dia terobos sana-sini harusnya
03:37Sayangnya kan KPK dilemahkan
03:39Kemudian gitu loh, karena tidak suka gitu
03:42Jadi harusnya sebenarnya Prabowo membenahi KPK juga
03:48Jangan lupa KPK harusnya dikembalikan seperti dulu
03:50Kuat lagi, independen lagi
03:52Dan tugas utama KPK adalah membersihkan tiga lembaga ini harusnya
03:56Tapi kan bicara soal kasus ini
03:58Ibaratnya starting line itu sudah dibuka
04:02Sudah ada bendera start yang diacungkan
04:05Artinya ini sudah berjalan prosesnya
04:06Sementara tadi di lapangan hari ini
04:08Yang Pak Said Hiddu bilang pasti tidak enak suasananya
04:11Antara lembaga penegak hukum
04:13So apa yang harus dilakukan Presiden sebagai Kepala Negara dan Kepala Perintahan?
04:17Bagi saya pertama
04:19Prabowo harus segera mengumpulkan semua dan memahami masalahnya
04:22Kalau emang indikasi kuat
04:24Ada pejabat misalnya yang dia diduga korupsi
04:27Copot jabatannya agar dia tidak mengganggu independensi penyidikan
04:29Golden time itu sebenarnya kapan sih harusnya?
04:32Satu dua hari
04:32Satu dua hari harusnya
04:34Jangan sampai lambat
04:35Yang kedua
04:36Ini ada keterkuncian
04:38Misalnya kepolisian melakukan penyidikan
04:40Lanjut ke kejaksaan penuntutannya
04:43Pemeriksaan berkasnya
04:44Konsultasi dan lain-lainnya
04:46Ini gimana secara psikologi?
04:49Kan menjadi
04:49Apa kamu diproses oleh kejaksaan?
04:51Ya menjadi aneh ini
04:52Makanya kan tadi seolah-olah
04:53Kadang kejaksaan bilang
04:54Ya dibawa ke kami
04:55Kami akan cek perkaranya
04:56Pengeledahannya benar apa enggak?
04:58Terus kalau jaksa penelitinya bilang
04:59Pengeledahan enggak sah
05:01Balikin semua berkas
05:01Mau apa penyidik?
05:03Nah ini menjadi bagi saya
05:05Masalah
05:06Prabowo harus menyelesaikan
05:07Jangan sampai kemudian
05:09Penyidikan ini juga
05:10Kemudian menjadi runtuh
05:11Di tengah jalan
05:12Kalau enggak dibawa sampai pengadilan
05:13Bagaimana bawa sampai pengadilan?
05:15Pembuktian ini pengadilan
05:16Sehingga terdakwa pun
05:17Nanti bisa membela diri
05:19Dengan maksimal
05:19Di ruang sidang
05:20P2-1 aja belum tentu Pak Said
05:22Kalau misalnya dibawa ke kejaksaan
05:23Kan enggak mungkin juga
05:26Timnya
05:26Jampitsus misalnya
05:28Untuk menelusuri lebih dalam
05:29Ya ini saya bilang
05:30Ini menurut saya
05:32Apa ya
05:34Ketergesa-gesaan
05:35Atau mungkin juga ada hikmah
05:37Hikmahnya apa?
05:39Dalam kondisi
05:40In the worst case
05:41Kita masih bicara soal hikmah
05:42Apa itu hikmahnya?
05:42Dia presiden harus menyadari
05:44Bahwa memang betapa
05:45Amburadolnya
05:46Lembaga Hukum
05:48Sehingga
05:48Membangunan presiden
05:49Ternyata
05:51Memang sudah saatnya
05:52Aku benahi
05:53Siapa tahu itu
05:54Hikmahnya
05:55Karena kalau enggak
05:56Lembaga atau aparatur penegak hukum?
05:59Kemarin ada kesempatan
06:00Untuk reformasi kepolisian
06:01Tapi presiden juga
06:02Tidak memanfaatkan secara maksimal
06:04Tiba-tiba undang-undang kepolisian
06:05Berubah begitu cepat
06:06Yang kedua
06:07Mahkamah Agung
06:08Dikasih gaji hakim
06:09Sangat tinggi sekarang
06:10Tapi reformasi kelembagaannya
06:12Bagaimana?
06:13Yang harus direformasi itu
06:14Lembaga penegak hukum
06:15Atau aparat penegak hukum ya?
06:16Dua-duanya
06:16Dua-duanya
06:17Dan bukan hanya satu lembaga
06:18Semuanya
06:19Kepolisian
06:19Kejaksaan
06:20Mahkamah Agung
06:21Di MA misalnya
06:22Bagaimana
06:23Berulang kali
06:24Sekretaris MA
06:25Yang terakhir
06:26Masbi korupsi
06:27Hakim Agungnya
06:28Gazalba
06:28Paniteranya
06:30Zorof Rikor
06:30Korupsi juga
06:31Di level-level yang tinggi
06:33Jadi
06:33Harusnya
06:34Presiden dan istana
06:36Mengetahui betapa
06:37Reformasi selama ini
06:38Di kepolisian
06:39Kejaksaan Mahkamah Agung
06:39Belum berjalan secara maksimal
06:41Harus dikocok pulang secara maksimal
06:44Kalau di kasus ini
06:44Misalnya
06:45Kalau mau memang
06:46Buka-bukaan
06:46Ini adalah
06:47Murni penegakan hukum
06:48Harapannya demikian
06:49Bukan persaingan
06:50Antar lembaga
06:50Apa yang harusnya kita lihat
06:52Dalam waktu dekat ini
06:53Pak Said?
06:54Saya sih
06:55Berharap
06:55Karena begini ya
06:56Ini kan
06:57Kasus-kasus lain
06:59Yang besar juga
06:59Banyak
07:00Kasus lain
07:02Jangan sampai
07:03Saya akan-akan
07:04Selesainya kasus ini
07:05Masalah hukum selesai
07:06Ini
07:06Nah
07:07Karena saya beginilah
07:08Ini kasus ini
07:10Kita gak tahu
07:10Kasusnya apa
07:11Sampai sekarang
07:12Dan siapa
07:13Di level mana
07:14Saya kemarin kan bikin
07:15Tulisnya Twitter
07:16Banyak
07:16Kalau
07:18Mereksa tentang
07:20DFO
07:20Apa namanya
07:22Batubara
07:23Batubara
07:235 triliun itu kekecilan
07:25Kenapa terlalu kecil
07:26Padahal jumlahnya
07:27T itu kan besar sekali ya
07:28Begini
07:29DMO Batubara itu
07:31Sekarang hari ini
07:322026 itu mungkin
07:33Sekitar
07:34Selisih harga
07:35Antara
07:36Uang beredar
07:38Selisih harga
07:39Antara
07:39Harga pasar
07:40Dengan harga
07:41Yang harus diberikan PLN
07:42Itu sekitar
07:43250 triliun
07:45Selisihnya
07:46Itu selisihnya?
07:47Selisih
07:47Artinya 5 triliun hanya
07:48Sepersekian
07:491%
07:51Jadi kalau hanya itu
07:53Ketemuannya
07:53Saya yakin yang main
07:55Lebih banyak
07:56Yang main lebih banyak
07:58Nah
07:58Itu orang kaget
08:00Saya kan
08:01Saya perancang
08:02Kebijakan itu dulu
08:03Yang saya tidak
08:04Pernah setuju
08:05Namanya DMO
08:06Dengan selisih harga
08:07Karena saya katakan
08:09Saya dulu di BUMN
08:10Belarang
08:11Di SDM saya larang
08:12Karena ini
08:13Malaikat pun melihat
08:14Bisa jadi setan
08:15Jadi dia korupsi secara sistemik
08:17Sejak awal direncanakan
08:18Direncanakan
08:19Dan selalu begitu
08:20Nah
08:20Sama dengan
08:22Subsidi BBM
08:23Nah
08:24Ini 250 triliun
08:26Selisih harga
08:27Bagaimana cara mainnya?
08:29Adalah
08:29Satu
08:30Saya
08:31Saya hidup punya
08:32Tambah batu barah
08:33Ya
08:34Kan saya harus
08:35Menyetor
08:36Menjual murah
08:37Sekarang kan
08:39140 dolar
08:40Saya harus menjual
08:4170 dolar
08:42Per tahun
08:4330%
08:45Yang harus saya jual
08:45Bagi saya
08:47Kalau saya bisa
08:48Tidak menyetor ke sana
08:49Saya dapat dong
08:51Cuan
08:52Cuan
08:52100%
08:53Nah
08:54Gimana caranya?
08:56Maka
08:56Cara saya
08:57Satu
08:57Main dokumen
08:59Mungkin saya hanya
09:00Nyetor 50
09:01100
09:03Padahal 100 ribu
09:04Atau
09:04Kalorinya
09:05Saya tuh
09:06Naikkan
09:07Kalori 3 ribu
09:08Saya bilang 5 ribu
09:09Oke
09:10Maka saya dapat uang
09:11Jadi
09:11Permainan
09:12Nah
09:12Inilah menurut saya
09:14Inilah kenapa
09:15Saya tuh agak gregetan
09:16Karena
09:16Ini siapa yang membuat
09:17Kebijakan ini?
09:18Ya biasanya SDM
09:20SDM
09:21SDM ini
09:22Saya dulu pernah di SDM
09:24Jadi saya paham
09:25Bagaimana mereka bermain
09:26RKAB dimainkan
09:28Apa
09:29Dimainkan
09:30Ini dimainkan
09:31Itulah yang tersiksa
09:32Oke
09:33Pemain-pemain ini
09:34250 triliun rupiah
09:37Yang uang
09:39Bisa beredar kemana-mana
09:40Di Batubara
09:41Jadi
09:42Siapa yang harusnya terjaring
09:44Dalam kasus ini?
09:45Harusnya kemudian
09:46Kalau berdasarkan informasi
09:47Mas Didu
09:48Maka dugaan korupsi
09:50Terkait Blackout District ini
09:51Harus sampai
09:52Menyentuh lebih tinggi lagi
09:53Bukan hanya
09:55Satu level
09:55Tapi misalnya
09:56Menteri mana yang buat kebijakan
09:57Karena ternyata
09:58Korupsinya sistemik
09:59Dibuat sejak awal
10:00Seolah-olah
10:01Dia legal
10:02Tapi kemudian
10:03Dia melahirkan
10:04Korupsi yang
10:05Dilegalkan
10:05Kira-kira gitu
10:06Dan dampaknya apa?
10:08Dampaknya publik
10:08Kita mengalami
10:10Pemadaman listrik
10:10Blackout parah
10:11Di Indonesia gitu
10:13Di negara yang
10:14Batubaranya kaya
10:15Di eksploitasi habis-habisan
10:16Tapi wilayahnya mati
10:17Listrik gitu
10:18Oke
10:18Dan mampukah akan ada
10:20Tersangka dalam waktu dekat
10:21Sampai tuntas
10:22Atau hanya sebagai
10:23Dramaturgi
10:24Di awal
10:25Yang panas sampai hari ini
10:26Kita akan sama-sama awasi
10:28Terima kasih Pak Said Didu
10:29Terima kasih banyak
10:30Terima kasih
10:31Di program Rosi
10:32Saudara terima kasih
10:33Anda telah menyaksikan Rosi
10:34Kita juga
Komentar