Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Komika Timur kembali menunjukkan gaya komedi yang khas, spontan, dan penuh kejutan! Siapa yang paling jago di antara para komika ini?

Saksikan aksi kocak dan adu materi para komika Timur dengan gaya khas masing-masing.

Mulai dari cerita sehari-hari, keresahan, hingga punchline yang bikin suasana makin pecah! Siapa jagoan kalian? Tulis di kolom komentar!

Jangan lupa LIKE, COMMENT, SUBSCRIBE, dan nyalakan lonceng supaya nggak ketinggalan konten Stand Up Comedy Indonesia lainnya!

#StandUpComedy #KomikaTimur #StandUpComedyIndonesia #KomikaIndonesia #KomediIndonesia #SUCI #Lucu #Ngakak

========================================================

Ayo jadi Warga Suci atau kalau klean pede boleh banget jadi Lurah Suci klik join link ini: https://www.youtube.com/channel/UC8zZ084em5pohjs6kk2Bpaw/join

Stand Up Comedy Indonesia, Let's Make Laugh!

Follow dan subscribe:

Instagram: @sucikompastv

X: @StandUpKompasTV

TikTok: @suci_kompastv

Facebook: @standupkompastv

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/entertainment/685328/full-komika-timur-paling-jago-stand-up-adu-lucu-abdur-mamat-dan-arie-kriting-throwback-suci
Transkrip
00:00Komika yang pertama untuk diputaran kedua ini berasal dari timur kita bangun sama-sama
00:05Abdur, Abdur, Abdur, Abdur
00:09Enya dia Abdur
00:24Jaya Indonesia
00:29Sebagai anak nelayan dari Lama Kera
00:31Saya melihat Indonesia itu seperti kapal tua yang berlayar tak tahu arah
00:36Arahnya ada hanya anak koda kita yang tidak bisa membaca
00:40Mungkin dia bisa membaca tapi tertutup hasrat membawai buta
00:50Hasrat hidupi keluarga, saudara, kolega dan mungkin istri muda
00:58Indonesia itu memang seperti kapal tua dengan penumpang berbagai rupa
01:02Ada dari Sumatera, Jawa, Madura, Sumbawa hingga Papua
01:06Bersatu dalam Nusantara
01:12Enam kali sudah kita ganti nakoda tapi masih jauh dari kata sejahtera
01:20Dari dulu teman-teman dari teriakan kata Merdeka sampai sekarang
01:24Fall back dong kakak
01:29Nah koda pertama sang proklamator bersama Hatta
01:33Membangun dengan semangat Pancasila dan terkenal di kalangan wanita
01:37Ia pernah berkata mampu guncangkan dunia dengan 10 pemuda
01:41Tapi itu kan kurang satu untuk tim sepak bola
01:46Kalau begini kapan baru kita ikut piala dunia
01:54Nah koda kedua
01:5532 tahun berkuasa
01:58Datang dengan program bernama Pelita
02:00Bapak pembangunan bagi mereka
02:02Bagi saya tidak ada bedanya
02:04Tidak ada
02:09Penumpang bersuara berakhir di penjara atau hilang di lautan tanpa berita
02:13Beda dengan Dodit Mulyanto
02:15Hanya modal biola saja terkenal di Indonesia
02:22Nah koda ketiga
02:23Sang wakil yang naik tahta
02:25Mewarisi pecah belahnya masa Orba
02:28Belum sempat menjelajah samudera
02:30Ia terhenti di tahun pertama
02:31Dibanggakan di Eropa
02:33Dipermainkan di Indonesia
02:35Jerman dapat ilmunya
02:36Kita dapat apa
02:37Antrian panjang nonton filmnya
02:47Nah koda selanjutnya
02:49Sang kiai dengan hati terbuka
02:52Ia terhenti dalam sidang istimewa
02:55Ketika tokoh-tokoh reformasi
02:56Berebut istana
02:57Potong bebek saja
02:58Gitu aja kok repot
03:00Kata Gusudur featuring Ursula
03:07Nah koda kelima
03:09Nah koda pertama
03:10Seorang wanita
03:11Dari tangan ibunya
03:12Bendera pusaka tercipta
03:14Kata bapaknya
03:15Berikan aku 10 pemuda
03:16Tapi apa daya
03:17Itu di luar kemampuan
03:18Ibu beranak tiga
03:19Kalau mau 10 pemuda
03:21Ambil saja dari followersnya
03:22Raditya Dika
03:25Cemungut ya kakak
03:30Nah koda ke enam bagian A
03:32Kenapa bagian A
03:34Sengaja biar tetap ada 5 A
03:38Dua pemilu mengguli perolahan suara
03:40Dua kali disumpah
03:42Atas nama Garuda
03:43Tapi itu hanya awal cerita
03:44Cerita panjangnya terpampang
03:46Di banyak media
03:47Lapindo munir senturi hambalang
03:49Kami menolak lupa
03:59Kini ia telah hadir di sosial media
04:02Mungkin bermaksud
04:03Mengalahkan Raditya Dika
04:06Setelah 4 album yang entah
04:08Seperti apa
04:08Mungkin dia akan membuat film
04:09Malam Minggu Istana
04:14Teman-teman
04:15Kini 2014 telah tiba
04:17Saatnya kita kembali memilih Nakoda
04:19Pastikan dia yang mengerti
04:21Bineka Tunggal Ika
04:22Bukan boneka milik Amerika
04:31Dia yang mengerti suara kita
04:33Suara kalau Indonesia bisa
04:35Bukan suara Aita kata ya
04:36Atau fallback nong kakak
04:41Inilah cerita kapal tua kita
04:43Ada yang tidak percaya
04:45Ada
04:46Sudah kalian percaya saja
04:51Teman-teman
04:53Mungkin diantara kita disini
04:55Itu ada yang sedang merindukan
04:56Masa-masa order baru
04:58Kemudian mulai pakai
05:00Kaos dengan
05:01Atau stiker yang
05:02Gambar sang general
05:0332 tahun
05:05Gambar-gambar posenya
05:06Dia sedang begini
05:08Saya tidak tahu
05:09Ini kayak foto macam apa ya
05:10Tapi kalau dilanjutkan
05:11Tidak tahu ini kayak foto macam apa
05:12Tapi kalau dilanjutkan
05:13Mungkin jadinya begini
05:17Dan yang lebih menarik itu adalah
05:19Tulisannya
05:19Tulisannya apa
05:29Seheran pembangunan itu
05:31Selalu dibedah-bedakan
05:32Selalu dibedah-bedakan
05:33Padahal kita ini kan
05:34Satu ibu per tiwi teman-teman
05:36Satu ibu per tiwi
05:38Saya itu terkadang berpikir itu
05:39Dengan frasa ibu per tiwi
05:41Kalau memang kita satu ibu per tiwi
05:42Apakah memang dulu itu ada
05:43Seorang perempuan
05:45Kemudian yang melahirkan pulau-pulau
05:46Di Indonesia gak
05:49Iya jadi kamar bersalin
05:51Begitu lampu terang
05:52Follow spot dimana-mana
05:53Begitu
05:53Kemudian ibu per tiwi berbaring
05:55Ya ibu per
05:56Ini panggilan akrab ibu per tiwi ya
06:00Ya ibu per tarik nafas dalam-dalam
06:02Ibu terus
06:03Ibu terus
06:03Ibu terus kuat terus
06:05Kepalanya sudah keluar
06:06Oke
06:06Iya
06:08Sumatra
06:12Sumatra lahir
06:13Dan itu adalah pulau yang paling susah lahir
06:15Karena gunungnya paling banyak
06:16Itu ibu per tiwi sampai robek-robek itu
06:23Dan mungkin setelah itu
06:25Kalimantan lahir
06:26Jawa lahir
06:27Bali lahir
06:28Dan pulau-pulau di bagian Indonesia Timur
06:30Itu lahirnya paling terakhir
06:31Ya ibu per
06:32Tarik nafas dalam-dalam
06:33Ibu terus
06:34Ibu
06:34Ibu terus sedikit lagi
06:35Sedikit lagi ya
06:36Kepalanya sudah keluar
06:37Oke
06:37Iya
06:39Listrik mati
06:45Begitulah cara kami lahir
06:46Makanya wajar
06:47Kalau kami gelap-gelap
06:48Saya Abdul terima kasih
06:50Selamat malam teman-teman
06:51Terima kasih banyak
06:52Terima kasih banyak
07:03Iya Abdul
07:04Ya Om Indro
07:07Saya jujur aja
07:08Dari pertama juga hampir kayak tadi gitu
07:10Ini kapan kamu komedi nih
07:13Saya lihat kamu bersemangat
07:15Bagus-bagus
07:15Bukan saya bilang gak bagus
07:16Tapi
07:17Jangan sampai lupa
07:18Ini stand-up komedi
07:21Iya Om Indro
07:22Saya tadi saya pikir kamu udah mulai konsolidasi nih
07:27Juga jangan lupa bahwa kamu bersaing dalam stand-up komedi
07:31Jadi untung saja mulai sepertiga kebelakang kamu sudah mulai kembali lagi dengan komedimu
07:42Abdur
07:43Kompor Gas
07:44Terima kasih Om Indro
07:48Iya Abdur
07:49Iya Bang Radit
07:50Itu lima menit lagi lebih lama lo bakar ban kayaknya tadi ya
07:58Ya seperti yang kemarin ya kita ketemu kan
08:01Kita ngobrol gitu dan
08:04Sama kayak yang gue bilang kemarin
08:06Gimana caranya
08:07Supaya tadi lebih banyak HH nya dibanding
08:11Wih nya itu gitu
08:12Meramunya itu yang kita harus cari
08:15Gue tau lo punya keresahan
08:17Gue tau lo butuh
08:20Menyampaikan ini gitu
08:22Tapi ketika kita bicara dalam konteks stand-up komedi
08:24Gimana kita membungkusnya dalam sebuah komedi gitu
08:27Sebuah hal yang bisa memacu tawa
08:30Itu emang PR yang harus kita cari sama-sama gitu
08:32Cuma sebagai sebuah pertunjukan
08:34Itu tadi keren banget
08:36Ada permainan intonasi lo
08:39Dramatisasi dengan lo cuman dilampuin gitu doang
08:42Untung ada lampunya ya
08:43Kalau gelap gue gak tau deh
08:46Dan
08:47Dan gimana cara
08:48Emosi lo
08:49Dari mata lo udah keliatan gitu
08:51Lo bersungguh-sungguh ngomongin ini
08:53Buat gue ini adalah malam yang indah
08:55Buat stand-up komedi
08:56Karena Adit tadi tampil disini
08:58Lo tampil disini
08:59Hanya di stand-up komedi adalah orang-orang
09:01Seperti kalian bisa didengarkan
09:04Terima kasih Bang Radit
09:10Makanya
09:10Lo keren banget hari ini
09:12Terima kasih
09:12Terima kasih Bang Radit
09:16Abdur
09:17Secara garis besar gue setuju sama Mas Indro dan juga Radit
09:20Tetapi ya
09:22Satu hal yang gue bilang lo keren banget
09:24Adalah lo merangkai sedemikian kalimat
09:28Beberapa banyak kalimat yang berima
09:31Konstan
09:32Tidak kepleset
09:33Tidak belibet
09:35Lancar penuh perasaan
09:37Dan gue yakin itu keluar dari hati lo yang paling dalam
09:39Dan kalau dari sisi penampilan
09:44Kalau bicara penguasaan penguasaan panggung
10:11Big five
10:12Tepuk tangan untuk Arie
10:24Kenapa?
10:26Orang timur tidak boleh sedih
10:30Sedih tadi itu
10:34Hari ini temanya keluarga
10:37Kalian tahu tidak kenapa itu namanya keluarga?
10:39Ya karena dari situ
10:41Keluar?
10:42Enggak
10:44Kalau keluar ya jadi
10:45Kalau enggak ya enggak jadi
10:52Tapi bicara masalah keluarga
10:55Saya itu anak tertua
10:56Ya meskipun tidak kelihatan ya
11:00Tapi betul
11:01Saya itu anak tertua di keluarga
11:02Saking tuanya saya itu
11:04Adik saya yang bungsi itu
11:04Pernah panggil saya bapak
11:13Dan karena saya itu yang paling sulung
11:15Yang paling tua
11:16Saya itu punya kebiasaan mengalah
11:19Makanya saya itu
11:20Kalau misalnya tidak menang di kompetisi ini
11:22Itu bukan karena saya kalah lucu
11:25Bukan
11:25Tapi karena
11:26Ya karena
11:27Bukan
11:28Karena close mic aja
11:30Mau mengalah sama mereka
11:31Berempat itu
11:33Tiap hari dikatain tua sama mereka
11:35Baru-baru mengalah sama mereka
11:36Jangan harap
11:44Lima besar stand up comedy
11:46Katanya kita keluarga
11:47Tapi saya jadi kakeknya
11:49Itu kurang ngajar
11:53Jangan harap
11:54Sama mengalah sama mereka
11:55Tapi kalau bicara keluarga
11:57Saya itu jadi ingat masa kecil saya
12:00Saya juga pernah kecil
12:01Tidak langsung tua
12:07Kalau kecil itu saya ingat
12:08Waktu kecil itu biasanya itu
12:09Sore-sore
12:10Kita sudah habis mandi
12:12Sudah habis mandi
12:13Biasanya ibu itu
12:14Sok-sok kasih make up
12:15Make up nya
12:16Make up nya itu cuma biasa aja
12:18Bedak
12:18Dipukul tiga kali
12:21Pasti begitu kan
12:23Bedak dipukul tiga kali
12:25Sudah kelar
12:29Terus sebelum keluar itu
12:30Kita itu biasanya dikasih bekal
12:32Pisang goreng
12:33Wah itu sudah istimewa sekali
12:35Kalau untuk kami itu
12:35Jadi sambil makan pisang goreng
12:37Itu minyak-minyaknya itu
12:39Menempel disini
12:41Bedak
12:42Pisang goreng
12:43Sudah jadi aneh make up nya itu
12:45Terus kita itu biasanya keluar main
12:46Main jalan-jalan
12:48Nah meskipun sudah mandi
12:49Sore-sore itu ada yang susah kita
12:51Apa
12:52Tangkal
12:53Itu godaan
12:54Untuk main lagi
12:56Kalau sudah ketemu teman-teman
12:57Itu pamer-pamer pisang goreng dulu
12:59Makan
13:01Pasti kita ikut main
13:02Kalau saya dulu itu sukanya itu main kelereng
13:04Duduk main kelereng
13:05Biasanya kalau sudah konsentrasi kelereng itu kan
13:07Ingos turun kita sudah tidak peduli lah ya
13:10Tidur
13:11Tinggal kita ini
13:12Selesai
13:13Jadi bedak-bedak-bedak
13:14Minyak
13:15Ingos ya
13:24Terus itu pasti kita dicari
13:25Dicari sama bapak biasanya yang suruh cari itu
13:28Dan bapak kalau di Indonesia Timur
13:30Wah
13:30Bahaya
13:32Dia itu cari tidak mungkin dengan tangan kosong
13:35Itu terlalu istimewa
13:36Pasti dia bawa senjata
13:42Dicari pas ketemu
13:45Tidak pakai basah-basi
13:46Langsung senjata yang dikeluarkan
13:50Kayu bakar
13:52Wah itu sakitnya minta ampun sumpah
13:54Sungguh
13:56Kita berdiri
13:57Ini kayu bakar
13:58Pulang menangis
14:00Sepanjang jalan menangis
14:01Menangis ya kan
14:02Biasanya menangisnya kita itu awalnya itu asik
14:04Tarikan yang panjang
14:09Sampai di rumah itu kenapa sudah mulai habis
14:12Depan rumah sudah habis
14:13Tinggal
14:23Terus kita disuruh masuk
14:24Dikasih mandi sama ibu kita
14:26Dikasih mandi
14:27Itu masih gitu juga
14:30Mandi
14:32Terus ibu ini kadang-kadang ini suka sok baik
14:36Sok baik saya bilang
14:40Itu pasti dia memberikan pertanyaan retoris yang tidak perlu dicari jawabannya
14:45Keren ya
14:48Pertanyaannya itu selalu sama
14:49Kamu kenapa menangis
14:52Omong kosong kalau dia tidak tahu
15:00Pertanyaannya
15:00Kayu bakar itu dari mana coba kalau bukan dari dia
15:09Cuma saya itu merasa bersyukur
15:11Karena
15:11Iya saya merasa bersyukur karena saya itu hidup di zaman lampau
15:14Belum kan orang memasak pakai kayu bakar
15:16Bayangkan kalau anak sekarang dibegitukan
15:19Datang bapaknya bawa senjata
15:21Toeng
15:21LPG 3 kilogram
15:28Stop kekerasan dalam rumah tangga
15:30Jangan
15:35Iya
15:36Biasanya kita dimandikan seperti itu sambil ditanya-tanya seperti itu
15:38Itu setengah mati sekali
15:40Habis dimandikan
15:41Ibu keluar lagi
15:42Tapi kali ini tidak tangan kosong
15:43Bawa kayu bakar
15:46Bapaknya kita lagi nonton TV
15:47Pak
15:50Kenapa
15:51Anaknya siapa yang kau bawa pulang
16:06Mukanya sama semua susah ya
16:11Sampai bapak sendiri susah bedakan
16:20Tapi kalau kalian perhatikan anak-anak timur itu biasanya kulitnya hitam
16:24Gelap
16:24Nah itu sebenarnya ada hubungannya dengan tingkat kenakalan
16:29Serius ini teorinya saya sendiri tapi kayaknya ini betul ini
16:36Tingkat kenakalan itu berbanding lurus dengan tingkat kehitaman
16:40Semakin nakat semakin hitam
16:42Tidak percaya lihat Viko
16:45Iya
16:46Karena kalau menurut saya itu ada dasarnya
16:48Karena coba kalian perhatikan
16:50Di sekolah itu kan biasanya kalau kami orang timur itu suka saling menantang
16:53Kalau mamanya saya itu kan guru dulu
16:56Guru ini saya praktekkan sendiri di sekolah
16:58Ibu guru lagi mengajar
16:59Itu mencatat biasanya tulis pakai kapur
17:01Tulis pakai kapur
17:03Selesai mereka menulis itu biasanya ibu guru kan keluar cuci tangan kan
17:06Nah kita itu saling menantang disitu
17:08Wih kawan
17:10Kau berani hapus atau tidak
17:17Dan anehnya selalu aja ada anak bandel nakal bodoh
17:22Yang menyanggupi itu
17:25Saya berani kenapa
17:27Coko hapus
17:28Hapus
17:28Tak dihapus sama dia
17:30Padahal baru habis ditulis sama ibu guru
17:32Pulang santai dia duduk lagi
17:34Tak ibu guru masuk
17:35Marah-marah
17:36Ini siapa yang hapus
17:37Belum dijelaskan sudah dihapus
17:39Tantangan kedua datang
17:41Kau berani mengaku atau tidak
17:48Dan si bodoh tadi mengaku lagi
17:50Seberani toh
17:52Saya menghapus ibu guru
17:53Oke ditarik keluar
17:54Dijemur di matahari
17:55Makanya jadi hitam
18:01Saya hari keriting
18:02Selamat malam
18:07Ya
18:08Dari beberapa yang ini
18:10Katakala dari 100% jokes yang kamu tampilkan
18:14Materi yang kamu tampilkan
18:16Saya sih tertawa di 80% nya
18:18Jadi saya pikir cukup sukses lah
18:20Kau malam ini
18:22Terima kasih
18:25Ya Ari
18:26Makin lama makin minggu
18:27Gue merasa lo semakin
18:28Apik
18:29Semakin santai
18:30Dan semakin luas
18:31Dalam berkomedi
18:32Dan menurut gue itu
18:33Pertanda yang sangat baik
18:34Keren banget
18:34Terima kasih
18:39Kata-kata yang tepat
18:40Satu kata saja
18:41Buat Ari
18:42Di depan itu
18:43Saya pikir dewasa
18:46Tua dong
18:47Karena memang
18:47Karena memang sudah lebih tua
18:50Dari yang lain
18:52Jadi tetap
18:53Kompor gas Ari
18:54Terima kasih
18:55Dengan waktu 7 menit 47 detik
18:58Tepuk tangan sekarang lagi
18:59Untuk
18:59Ari
19:04Hello baby
19:08Luar biasa malam ini
19:10Semua pendukung saya ya
19:12Hitam semua dari sini loh
19:19Oh putih ternyata
19:21Sebelah sana kenapa masih hitam
19:27Selamat malam Balai Sarbini
19:32Bicara soal dukun di Fakfak
19:35Dukun yang paling terkenal adalah
19:37Dukun bola
19:38Serius
19:40Tapi masyarakat Fakfak itu
19:41Karena cerdasnya
19:42Mereka punya penangkal khusus
19:43Untuk mengatasi dukun-dukun
19:46Saat pertandingan bola
19:47Caranya bagaimana?
19:48Yaitu dengan
19:49Membalik celana dalam
19:53Serius
19:54Saya pernah alami
19:55Sudah sering dari kecil
19:57Jadi waktu pertandingan
19:58Sepak bola itu
20:00Semua balik celana dalam
20:01Pemain balik celana dalam
20:03Wasit balik celana dalam
20:04Hakim garis balik celana dalam
20:06Supporter balik celana dalam
20:08Masyarakat Fakfak
20:09Semua balik celana dalam
20:11Cuma saya yang tidak
20:12Saya tidak pakai celana dalam
20:14Soalnya
20:17Mbak tidak percaya
20:19Saya buktikan ya
20:25Dan teman-teman
20:27Jadi kalau ada tim yang kalah
20:29Ketika pertandingan
20:30Sepak bola di Fakfak
20:31Itu pelati malah marah
20:33Bukan soal strategi
20:35Marah cari
20:36Siapa yang tidak
20:37Balik celana dalam
20:40Saya tidak tahu kenapa
20:42Kenapa
20:42Masyarakat Fakfak itu
20:44Pilih penangkal
20:44Balik celana dalam
20:45Saya curiga ini
20:47Untuk mengalabui setan
20:48Yang dikirim oleh dukun-dukun
20:50Ketika pertandingan
20:51Sepak bola
20:52Karena mau deteksi
20:53Lewat apa lagi
20:54Lewat nomor punggung
20:55Tim lawan punya nomor punggung
20:56Yang sama juga
20:57Lewat muka
20:58Semua muka sama
21:02Satu-satunya
21:03Yang bisa dideteksi
21:04Adalah
21:04Merek celana dalam
21:07Karena
21:09Sembilan dari sepuluh
21:10Orang Indonesia
21:10Celana dalamnya
21:12Pasti beda-beda merek
21:14Ada yang celana dalam
21:15Sama
21:15Mereknya
21:16Tidak ada
21:17Pada Indro
21:18Sama Calontong
21:19Sama
21:20Merek celana dalamnya
21:21Beda kan
21:21Tidak mungkin
21:22Kapelan kan
21:23Tidak mungkin kan
21:23Tidak mungkin kan
21:25Tidak mungkin
21:26Pada Indro
21:27Pakai merek yang sama
21:28Ada anak-anak ke samping
21:29Calontong juga pakai yang sama
21:30Terus bolong di tengah
21:32Kan tidak mungkin
21:35Dan teman-teman
21:36Di fak-fak juga itu tradisional
21:38Tradisional
21:39Jadi masih percaya mitos-mitos
21:40Kayak mitos
21:41Potong kuku
21:42Orang tua nanti meninggal
21:44Taruh tangan di kepala
21:45Orang tua nanti meninggal
21:47Ya maksud saya begini
21:49Orang potong kuku
21:51Terus orang tuanya meninggal
21:53Ini hubungannya apa
21:54Kalau dia salah potong kuku
21:55Ya dia mati
21:56Kenapa orang tuanya
21:59Ini kan
22:00Kabar baik
22:01Buat anak-anak yang durhaka
22:04Mama
22:05Beli saya motor
22:06Tidak ada uang
22:08Saya potong kuku ini
22:09Saya potong kuku loh
22:16Iya sudah potong kuku
22:17Oh mama tidak takut
22:19Saya taruh tangan di kepala ini
22:21Meninggal dua kali loh
22:25Kau mau potong kuku kah
22:27Kau mau taruh tangan di kepala kah
22:29Terserah
22:29Mama sudah balik celana dalam
22:33Santai
22:35Santai
22:39Dan acara-acara magic
22:41Acara magic ini
22:42Sudah mulai merambah ke
22:43Mistis
22:44Iya kan
22:45Dan penuh dengan kebohongan
22:48Kecuali di Kompas TV
22:49Kompas TV tidak pernah mengangkat hal-hal kebohongan
22:51Tidak pernah
22:52Kompas TV itu
22:54Inspirasi kita semua ya
22:56Ya tolong ya
22:57Sudah dipuji tolong ya
23:01Tolong
23:06Jadi
23:07Acara-acara TV ini
23:09Yang kalian tahu apa
23:09Masih dunia lain itu kan
23:11Yang orang keserupan
23:12Saya pernah nonton
23:13Demi Tuhan saya nonton
23:14Setan masuk ke orang
23:16Dekeserupan
23:17Terus ditanya
23:19Kamu siapa
23:20Saya macan
23:22Sudah berapa lama disini
23:2425 tahun
23:27Terus kamu ngapain disini
23:28Saya penunggu disini
23:30Lalu muncul satu pertanyaan yang paling aneh
23:32Bisa bahasa Indonesia atau tidak
23:35Tidak
23:36Tidak
23:37Ini kan dari awal sampai akhirnya dia pakai bahasa Indonesia
23:41Terus kau pakai bahasa apa sebenarnya?
23:43Bahasa Togo
23:44Atau bahasa Gabon sebenarnya
23:47Ini kan bikin emosi
23:48Acara lagi apa?
23:50Uji nyali
23:51Acara uji nyali ini kalau ada di Papua
23:53Setan-setannya tidak kayak disini
23:54Goblok semua
23:57Acara uji nyali ini kan
23:58Masuk
24:03Kok keluar sudah
24:06Kok keluar sini
24:16Ema sudah ambil
24:18Hutan juga
24:19Kote Bang
24:19Dasar setan
24:25Itu apa itu?
24:26Babi kah?
24:28Rija-rija enak itu
24:33Apakah Muhammad Al-Katiri
24:35Akan terus menantang setan
24:37Saya tantang
24:38Yang ada di gedung ini
24:39Nantikan setelah pesan-pesan berikut ini
24:43Sekian
24:44Saya Hari Al-Katiri
25:11Silahkan komentar dari Bang Panji
25:13Gue apresiasi keberanian lo
25:16Untuk ambil resiko di beat lo yang terakhir
25:17Itu beresiko sekali
25:19Lo mainin sound
25:20Mainin lighting
25:21Mainin segala macam sound effect
25:22Dan lo bisa menyikapi dengan baik
25:24Punchline lo pun
25:26Pecah
25:27Jadi keberanian lo
25:29Dibalas dengan tawa yang
25:30Luar biasa dari penonton
25:31Itu baru closing
25:32Itu
25:32Baru closing yang baik untuk Grand Fire
25:34Thank you
25:36Makasih Pak Panji
25:38Berikutnya silahkan
25:39Pak De Indro
25:41Ini juga sisi pandang yang lain
25:43Miracle itu dengan
25:45Dengan budaya disana
25:47Kayak gitu ya
25:47Dimana tadi
25:48Saya baru tau
25:49Dalam dibalik ya
25:51Baru tau loh saya
25:52Karena saya memang
25:54Biasanya seminggu
25:54Dibolak-balik aja itu
25:58Pak Antas umurnya
25:59Paling panjang diantara
26:00Warkop ya
26:00Iya
26:02Saya makanya agak
26:03Boros di parfum
26:06Kalau saya melihat
26:07Dari cara berpikir
26:08Ketenangan kamu
26:09Terus kamu mengolah
26:10Semua apa yang ada disana
26:12Menjadi sebuah bahan
26:13Dan ini gak semua orang bisa
26:15Seperti itu
26:16Kamu bisa menguasai itu
26:17Terus yang amat
26:19Sangat saya hargai
26:20Adalah ending ya
26:22Memadukan beberapa media
26:25Untuk
26:26Bahan kamu
26:27Materi kamu
26:28Dan tepat sekali
26:30Karena itu di terakhir media
26:32Dan waktunya tepat sekali
26:34Keren banget
26:35Saya hargai banget
26:35Komporgas
26:39Hei
26:39Oke
26:40Komporgas dari Pak De Indro
26:42Buat mamat
26:43Ya luar biasa
26:44Komporgas
26:45Dan sekarang kita dengarkan
26:46Apa kata Cak Lontong
26:48Mat
26:50Celana dalam dibalik itu
26:52Dibalik arahnya
26:52Atau dibalik sisinya
26:56Ya
26:57Gak mungkin
26:58Dalam di luar
26:59Luar di dalam
27:00Gak mungkin
27:03Luar di dalam
27:04Dalam di luar
27:05Atau depan
27:06Di belakang
27:06Belakang di depan
27:08Susah jalan
27:09Yang bener mana
27:11Yang luar di dalam
27:13Luar di dalam
27:14Kayak anak kos akhir
27:14Berarti bukan
27:15Belakang di depan
27:16Depan belakang
27:17Bukan
27:18Keliru saya
27:23Kamu sangat spesifik
27:24Berbicara tentang
27:25Keunikan
27:26Terutama masalah
27:28Yang mungkin mistis tadi ya
27:29Perilaku dukun
27:31Dan masyarakat
27:31Di sana
27:32Dan itu
27:32Satu yang luar biasa
27:34Hanya saya salah memahami
27:35Di baliknya
27:36Tadi aja
27:38Tapi yang
27:39Sama yang saya
27:40Appreciate itu
27:42Ini serius
27:44Jangan ketawa
27:44Tolong
27:45Penonton sudah
27:46Tidak tertawa
27:47Kenapa juri
27:48Malah ketawa
27:48Eh
27:49Lu fokus aja
27:50Ngapasih
27:51Nangis
27:52Itu mancingnya
27:54Dengan
27:54Bukan hanya mancing
27:55Saya merasa
27:56Anda teror saya
27:58Ngapain diulang-ulang
27:59Ngomong seperti itu
28:00Di bolak-balik
28:01Kan saya jadi
28:02Ngebayangin
28:07Mudah-mudahan
28:08Nanti
28:09Saya berdoa
28:10Mudah-mudahan
28:10Hanya salah satu
28:11Dari kalian
28:12Yang bisa juara
28:18Bertele-tele banget nih
28:20Aduh
28:21Very very good job
28:23Very very good job
28:24Dari Calonto
Komentar

Dianjurkan