00:01Ya, jadi Pak Jayadi, menurut Anda kasus exam pesos pebri adrian sahlah yang menimbulkan rumor pergantian kapolri sehingga menjadi bola
00:09liar di masyarakat?
00:10Ya, yang menimbulkan pertanyaan soal atau rumor ya, pergantian kapolri itu ada dua hal.
00:17Satu, faktor-faktor struktural. Nah yang saya sebut yang pertama tadi dua, itu ada faktor struktural.
00:22Masa jabatannya yang dianggap sudah lama, yang kedua ini bukan tidak ditunjuk oleh Presiden Prabowo.
00:30Itu dua masalah, itu akan selalu menjadi alasan orang untuk bertanya atau menimbulkan isu soal pergantian kapolri.
00:37Yang kedua peristiwa-peristiwa seperti yang kita sebut itu, seperti kata Bang Rai kan peristiwa Agustus,
00:43ternyata peristiwa Agustus tidak dijawab dengan pergantian kapolri kan, dijawab dengan Komite Reformasi kan, Reformasi Polri.
00:49Yang nasibnya kata Bang Rai entah kemana kan gitu.
00:53Itu yang kedua.
00:54Lalu sekarang, apa namanya, ya itu tadi, isu FA termasuk gitu.
01:00Termasuk?
01:01Termasuk, jadi setiap kali ada, jadi ada dasar fundamentalnya tuh, dua soal tadi.
01:05Kemudian ada peristiwa-peristiwa yang muncul kan, timbul tenggelam, yang selalu kan menjadi dasar untuk menimbulkan bola liar ini soal
01:14pergantian kapolri kan gitu.
01:16Nah yang berikutnya adalah momentum.
01:18Sekarang kan momentum mau menjelang dua tahun pemerintahan.
01:22Sementara kan menurut sejumlah hasil survei, apa namanya, approval rating presiden kan sedang turun, ekonomi tidak baik.
01:31Jadi ada alasan untuk melakukan evaluasi menyeluruh dari tim dan alat kerja presiden itu termasuk kapolri kan gitu.
01:41Nah dengan adanya, apa namanya, dua faktor dasar atau faktor struktural, peristiwa-peristiwa seperti peristiwa FA, lalu kemudian momentum menjelang
01:51dua tahun pemerintahan.
01:53Maka ketika dimunculkan isu pergantian kapolri itu menjadi sesuatu yang masuk akal gitu.
01:58Dua tahun itu kelamaan atau nggak berdanda?
02:00Untuk konsolidasi politik?
02:04Kan setelah ini akan ada pemilu 2029 kan.
02:07Jadi kita tanya Pak Susno nih, kan nggak cukup waktunya kalau cuma satu setengah gitu kan.
02:13Karena kan pemilu itu perlu waktu yang cukup untuk mempersiapkan segala sesuatunya termasuk tugas untuk tugas-tugas polisi.
02:21Oke baik, saya ke Bang Reh. Bang Reh, tidak digantinya Pak Sigit apakah menurut Anda karena Pak Prabowo segan terhadap
02:27Jokowi karena Jokowi yang milih Sigit dulu?
02:29Atau mungkin dipertahankan karena seperti yang tadi sampaikan bahwa memang berprestasi?
02:34Ya kalau prestasinya hal yang berhubungan dengan yang disebutkan oleh Julius itu sih oke gitu.
02:40Ini kan persoalannya prestasinya kok nggak ada hubungannya dengan tugas kepolisian.
02:44Itu justru yang membuat saya mengatakan harus diganti.
02:47Jadi karena beliau itu dianggap berprestasi pada pekerjaan yang sebetulnya nggak menjadi kewajiban dia.
02:55Jadi Pak Prabowo nggak ganti karena segan ke Pak Jokowi atau apa?
02:57Mungkin ada faktor itu.
02:59Dan kenapa juga Pak Sigit bertahan gitu?
03:01Jangan disebut bahwa Pak Sigit itu nggak pernah berpikir untuk tidak mundur loh ya.
03:0626 September 2025, beliau udah mengatakan, saya bertanya kepada bawahan-bawahan lah ya.
03:13Kolega istilahnya, istilah beliau itu anggota PORI yang lain, pejabat utama dan anggota PORI yang lain.
03:20Tapi umumnya keberatan.
03:21Ya dengan sendirinya keberatan, ketua minta apakah saya akan berhenti atau tidak mundur atau tidak berhenti keabawahan.
03:28Ya semua bahan mengatakan jangan Pak gitu loh.
03:31Tapi kalau beliau mengatakan saya sudah meminta izin kepada masyarakat apakah saya mundur atau tidak, saya yakin beliau akan mendapat
03:40jawabannya mundur Pak Sigit gitu loh kira-kira itu.
03:44Ini ditanya bawahan dan oleh karena itulah beliau mengatakan saya nggak mundur karena bawahan mengatakan saya jangan mundur dulu.
03:51Kan itu alasan apa gitu, itu yang kedua.
03:54Yang ketiga ini bagi saya juga nih kasus soal FA yang tiba-tiba kasus ini di entah itu namanya dilimpahkan
04:03atau diberikan atau apalah namanya kekejaksaan justru itu harus dipertanyakan oleh Kompolnas.
04:11Hei Kapolri, berdasar apa Anda melimpahkan ya kalau kita sebut melimpahkan atau apa namanya lah ya, kasus itu diserahkan kepada
04:20kejaksaan.
04:21Kenapa Anda tidak lanjutkan?
04:23Paling mungkin kasus ini Anda serahkan kepada KPK.
04:26Oleh karena itulah keminggu kemarin kita berdebat.
04:29Saya mempertanyakan kenapa polisi kalau merasa bahwa kasus ini rentan, ada hubungan yang tidak bagus antara kejaksaan dengan kekepolisian, nggak
04:38menyerahkan kasus ini kepada KPK.
04:40Sebab dengan pelimpahan kasus ini kepada kejaksaan, ya otomatis ada persoalan yang disebut tadi ketegangan.
04:48Yang kedua, kemudian sekarang orang mulai tidak percaya apakah kasus FA ini akan ditangani dengan baik atau tidak.
04:54Karena yang menangani orang kejaksaan sendiri.
04:56Nah inilah mestinya yang dipertanyakan oleh Kompolnas.
04:59Tapi karena Kompolnas nggak bertanya, Komunis Tidak bertanya, kitalah setidaknya di dalam porumbolaria ini yang mempertanyakan mengapa Kapolri menyerahkan kasus
05:11itu kepada kejaksaan.
05:13Dan bukankah karena itu mestinya Presiden ya mengatakan mengganti Kapolri.
05:19Oke baik, Pak Rianto salah satu hal yang membuat Presiden belum juga mengganti Pak Sigi tadi disampaikan.
05:25Bahwa ada faktor segan kepada Pak Jokowi.
05:27Ada yang itu?
05:28Saya tidak bisa menjawab itu.
05:31Itu kan masalah politik ya.
05:33Saya bukan orang politik.
05:34Saya hanya melihat kenyataan apa yang saya lihat sehari-hari gitu.
05:39Jadi seperti tadi saya mengatakan bahwa Pak Presiden itu tidak akan mengganti Pak Sigi karena menurut saya, di mata Pak
05:48Presiden itu Pak Sigi itu yang paling berhasil sama memimpin kapolri.
05:51Kalau kata Bang Rai tadi prestasinya tidak berkaitan dengan tugas kepolisian.
05:54Itu kan menilanya bukan Presiden.
05:57Itu kan bukan Presiden ini Presiden yang menilai.
06:00Setidaknya Presiden menyampaikan kepada Pak Sigi bahwa Pak Sigi akan diberi penghormatan karena berhasil nanam jagung.
06:09Bukan karena berhasil nangkap begal, bukan karena berhasil nangkap koruptor, bukan karena berhasil untuk melakukan pendekatan keamanan.
06:17Itu disampaikan oleh Presiden.
06:20Kalau menangkap tersangka korupsi berhasil dia.
06:21Itu korupsi besar tuh.
06:24FI itu korupsi besar bro.
06:26Iya, sebelumnya Presiden menyatakan akan memberi, sebelum kasus FI ini, akan memberi penghargaan kepada Pak Sigi ya kan karena berhasil
06:38nanam jagung.
06:39Bukan berhasil seperti yang disebutkan oleh Bu Julius.
06:42Karena dia punya program.
06:43Itu menegakkan apa tadi, pasar.
06:45Dia punya program.
06:4630.
06:47Dia punya program ya, jadi kalau dibantu dia senang-senang saja kok orang lain repot gitu.
06:53Itu yang mestinya harus kita cegah Pak Sigi.
06:54Itu istilahnya begini misalnya menangkan ya Pak.
06:56Harus mengingatkan kepada Presiden agar institusi polisi ini jangan ditarik-terarik kepada pekerjaan yang tidak kewenangannya.
07:04Oke, coba Pak Rianto silahkan.
07:06Aneh tadi mau merespon, silahkan.
07:07Bicara itu tadi kan menyalahkan Presiden.
07:10Di, apa ya, Kapolri itu ya yang belakang ini penonjolannya adalah dia tidak hanya fokus kepada peningkatan tugas pokok polis.
07:21Tetapi juga menyukseskan program pemerintah.
07:26Kenapa begitu?
07:27Karena polisi itu seperti tadi Pak Sukeng, dia adalah pembantu Presiden.
07:31Presiden maunya apa, itulah yang paling dikerjakan dia.
07:35Otomatis dia, walaupun itu bukan tugas pokoknya ya, tapi sepanjang tugas pokok yang lain masih bisa berjalan normal dan itu
07:41bisa bagus, ya pasti tindakan yang bagus dong.
07:43Boleh saya tahu, Pak.
07:45Itu memang, saya hanya mengatakan begitu ya, ini yang menilai itu Presiden.
07:51Jangan nyalahkan Presiden, nyalahkan Kapolri, nyalahkan kenapa kok mau ikut MBG dan sebagainya itu.
07:57Nah perintah saya Presiden kayak gitu kok, bosnya beliau kan nomor satu kan di atas.
08:02Itu, itu ya terjemahan daripada polisi.
08:06Saya melihat dari...
08:07Satya Habrabu, setia kepada pimpinannya kan gitu kan.
08:11Pimpinan yang sah, mana?
08:13Itu yang diturutin.
08:14Itu salah satu ciri daripada polisi.
08:16Baik, silahkan Pak Jonah.
08:17Saya masih melihat dalam raka konstitusi ya, ada kaitan dengan Bang Rai tadi, dibaca tadi pasal 30 ayat 4, alat
08:29negara bidang kantip mas, pelayanan, perlindungan, pengayuman masyarakat.
08:35Saya menafsirkan agar luas, program Presiden Nanam Yagung, misalnya.
08:42Memang dipercaya kepada polisi dalam rangka pelayanan masyarakat.
08:47Ini tafsir saya ya.
08:48Tidak salah itu.
08:49Tidak salah.
08:50Tidak salah.
08:51Jadi tidak hanya penegakan hukum, disitu ada empat hal di dalam pasal 30 ayat 4, diturunkan dalam undang-undang.
08:59Saya pikir itu keliru, itu keliru kalau menafsirkan pelayanan masyarakat.
09:03Silahkan keliru, tapi menurut saya kan Anda yang...
09:06Karena penterjemahan pelayanan masyarakat itu, itu ada di undang-undang Polri.
09:10Iya.
09:11Yang mas itu isinya tentang apa sih, tentang administrasi kependudukan, SKC, KDNL, lalu lintas, dan segala macam.
09:18Saya pikir itu keliru, saya harus tegaskan, program-program pemerintah itu, itu anggap bonus.
09:24Keliru itu dalam konteks, Bang Yulius mengatakan begitu, dalam konteks makro, dalam esistikus situasi.
09:33Definisi, definisi masyarakat itu, ada di undang-undang Polri.
09:35Ya silahkan dalam undang, tapi sebagai akademisi, saya berhak untuk menafsirkan secara ontologis, impistemologis, dan aksiologis.
09:43Itu yang saya sebut salah, dan itu tidak boleh dilanjutkan, Bang.
09:45Kalau undang-undang Polri, itu harus dianggap sebagai kitab suci-nya Polri, kecuali kita ubah definisi pelayanan masyarakat itu.
09:53Silahkan.
09:53Nanti saya sudah bilang, apa sih yang diharapkan masyarakat, pelayanan masyarakat, bukan Anam Jagung, bukan MBG, tapi yang diharapkan masyarakat
10:00itu pelayanan masyarakat seperti apa?
10:02Lalu lintas semua digitalisasi, kita sudah lihat CCTV dan segala macam, lalu sistem SKCK dan segala macamnya.
10:08Nah ini yang harusnya dikedepankan menjadi penilaian bagi presiden, mengurangi human error, digital system, dan segala macamnya.
10:17Improvement yang dicari gitu loh, bahwa tadi betul mendukung program pemerintah, pasti presiden senang, tapi itu nilai bonus.
10:25Jangan jadikan itu indikator utama, karena itu bukan mandat konstitusi dan bukan mandat undang-undang.
10:29Nah kalau saya mau bilang begini, my sister, kita keluar deh dari soal maruah Polri ini institusional, jadi bukan maruah
10:40Polri ini bukan di tangan Listio Sigit Prabowo.
10:42Dari tadi kita berdebatkan namanya itu, jangan-jangan besok beliau ngajuin penetapan pengadilan, saya ganti nama deh jadi Rai Rangkuti,
10:49gitu kan.
10:50Jadi gini ya.
10:50Gak ada masalah.
10:51Nah jadi saya mau bilang gini Bang, sebentar Bang Juwanda, saya mau katakan bahwa sekarang yang dibutuhkan institusi Polri apa?
10:59Yang dibutuhkan masyarakat apa?
11:02Kalau butuh regenerasi segala macam, indikatornya apa?
11:05Kalau kinerjanya belum bagus, aspirasinya apa?
11:08Saya pikir di bawah, salah satu yang saya soroti waktu perpanjangan masa usia RUU Polri adalah talent pool.
11:15Kita gak punya Bang Juwanda itu.
11:17Talent pool siapa, prestasi apa, ditempatkan di mana, naik bintang satu, bintang dua, segala macam.
11:22Itu PR utama bicara regenerasi.
11:24Apakah itu terjawab kalau Kapolri-nya diganti Rai Rangkuti?
11:27Gak akan terjawab karena sistemnya belum terbangun.
11:30Jadi makanya saya katakan, jangan pernah perdebatkan institusi dengan perspektif by person.
11:38Tapi perspektifnya by system.
11:40Sistem apa yang mau kita bangun?
11:41Kalau ini banyak kesalahan, saya setuju dengan Bang Rai.
11:43Jangan memaknai ketertiban umum, keamanan nasional dengan menangkap 4.000 aktivis.
11:50Itu salah.
11:51Itu pelanggaran.
11:52Itu harus dievaluasi.
11:53Tapi tangkap teroris.
11:55Kan gitu ya.
11:56Tangkap yang punya hampir 1.000 puncak senjata.
11:58Tangkap juga, ya kalau mau pakai istilah aknum silahkanlah.
12:01Anggota TNI atau anggota Bais yang merusuh di Agustus kemarin dan akan merusuh lagi dalam waktu dekat.
12:07Nah ini yang diharapkan masyarakat.
12:09Sampaikan kepada masyarakat.
12:10Jadi kita siap-siap gitu loh.
12:12Tahun 40-an aja kita bisa siap-siap Bang Rai ya melawan Belanda ya.
12:15Masa tahun ini kita gak bisa mempersiapkan diri bersama Polri untuk menjaga keamanan?
12:19Lawan siapa?
12:20Ya kita tahu Agustus lawan siapa Bang.
12:21Saya di lapangan hujan-hujanan dan melihat semua anggota-anggota itu begitu terlatih untuk merusuh.
12:27Apakah itu diperdebatkan sekarang?
12:29Enggak Bang Rai.
12:30Apakah itu diperdebatkan kebutuhan masyarakat?
12:33Enggak juga.
12:33Ingat Lombok udah panas.
12:36Jangan sampai dia datang ke ibu kota ke Jakarta.
12:39Karena Jakarta ini adalah ring satu kekuasaan negara yang jadi simbol kedaulatan.
12:44Bisa gak foling gitu?
12:45Dijawab nanti Pak Juwanda.
12:46Dijawab nanti.
12:48Tetap di pola liar.
12:49Dijawab nanti.
Komentar