Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Kemunculan pagar-pagar tinggi yang mengelilingi sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Sebagian pihak mengaitkannya dengan isu akan adanya aksi unjuk rasa besar maupun potensi kerusuhan pada bulan Agustus.

Benarkah pemasangan pagar tersebut berkaitan dengan isu tersebut? Ataukah hal itu merupakan langkah antisipasi dan pengamanan yang dilakukan masing-masing pengelola? Simak informasi selengkapnya dalam laporan KompasTV.

#jakarta #pusatperbelanjaan #keamanan #unjukrasa #kompastv

Baca Juga Pro Kontra Penanganan Kasus TPPU Eks Jampidsus, Penegakan Hukum Jadi Sorotan | PAROSOT di https://www.kompas.tv/nasional/682746/pro-kontra-penanganan-kasus-tppu-eks-jampidsus-penegakan-hukum-jadi-sorotan-parosot

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/684512/demo-agustus-2026-isu-atau-potensi-berbagai-pihak-buka-suara-parosot
Transkrip
00:00Belah api, jangan terbaik, jangan terbaik, jangan terbaik.
00:30Belah api, jangan terbaik, jangan terbaik, jangan terbaik, jangan terbaik.
01:00Betul itu, tiap hari kita lihat di media-media itu, fotokan akan raksasa di demokrasi, dia mau tahu lalu atau
01:08dia mau lima tahun lalu.
01:10Nah itu yang melakukan masyarakat, tapi menurutkan pedang silapkan, tapi padahal jangan terbaik.
01:20Video itu saya nyatakan tidak benar.
01:23Tidak ada di wilayah Indonesia, di tanah air kita, ada hoax-hoax yang seperti itu.
01:29Mungkin itu terdiri pada masa lalu.
01:31Pada saat sekarang ini ke depan tidak ada.
01:34Kami sudah bekerja bersungguh-sungguh dengan tenaga yang kuat dan keras kami bersama-sama.
01:42Dengan Pak Penlima, Pak Kapolri, Pak Kabin selalu memberikan pencipa informasi itu, itu sama sekali tidak ada.
01:50Sama sekali tidak kita temukan itu.
01:54Akunnya, akun siapa ini?
01:55Ada akunnya mas, kami akan temukan itu.
01:57Maka tadi saya katakan, kalau misalnya terjadi bahwa itu ada edikasi dan bisa membunuhi ketentuan dia pelanggaran tindak pidana, kami
02:07akan lakukan itu.
02:08Dan kami akan melakukan tindakan secara tegas.
02:12Aksi unjuk rasa tidak ada larangannya.
02:15Ya tidak ada.
02:16Menyampaikan unjuk rasa adalah penyampaian pendapat dari masyarakat.
02:20Tidak ada satupun yang melarang untuk itu.
02:23Yang dilarang dan tidak diharapkan adalah salah satu tindakan-tindakan anarkis.
02:29Kalau misalnya unjuk rasa dengan tertib, menyampaikan kritikan, boleh-boleh saja.
02:36Bahkan berdua kali Presiden mengatakan, kritikan itu perlu.
02:42Dan kami meyakini, kritikan-kritikan semacam itu sangat menyegarkan buat kami.
02:47Sangat menyegarkan.
02:49Kalau sebab itu silahkan unjuk rasa, tidak masalah.
02:52Selama, tadi ya, tidak mengganggu kepentingan rakyat, masyarakat luas.
02:57Selama dilakukan dengan tertib, tidak melakukan perusakan,
03:02tidak apalagi sampai dengan pembakaran seperti masa-masa lalu.
03:05Ya, ada kantor pemerintahan sempat terbakar atau dibakar.
03:10Itu sudah tidak ada toleransi buat kami.
03:12Kedepan tidak mungkin akan terjadi.
03:14Kami akan melakukan itu secara tegas.
03:16Mas Budi, dari sisi kepolisian, Polda Metro Jaya,
03:19pastikan tentu menangkap ya.
03:21Ada sinyal seperti ini, menangkap kekhawatiran.
03:24Dan tugas utama dari kepolisian adalah mengayomi masyarakat.
03:27Untuk memastikan bahwa tidak boleh ini ketakutan untuk berlangsung lama.
03:31Apa kira-kira yang sudah disiapkan?
03:33Atau apa yang sudah berjalan, antisipasi bahwa satu,
03:36pasti kita sepakat tidak boleh ada kerusuhan di bulan apapun.
03:41Ya, setuju, Mas Yogi.
03:43Kalau kita melihat dari perspektif kepolisian,
03:46pemasangan pagar ini merupakan kebijakan dari pengelola masing-masing pusat perbelanjaan.
03:52Kalau kita bisa melihat dari pertimbangan tentang bagaimana penataan kawasan,
03:59dari sisi peningkatan keamanan fasilitas, kenyamanan bagi pengunjung maupun secara estetika.
04:05Jadi ini dengan pemasangan pagar-pagar itu tidak dikaitkan menjadi suatu unsur ataupun suatu ukuran
04:14bahwa kondisi Jakarta dalam kondisi tidak aman.
04:17Karena sangat jauh korelasinya.
04:19Nah, kita melihat, kami pernah menyampaikan bahwa kondisi Jakarta DKI ini dalam kondisi aman.
04:26Tolak ukurnya bisa kami buktikan.
04:28Dengan melihat bahwa kegiatan-kegiatan pendidikan berjalan dengan baik.
04:32Kegiatan-kegiatan ibadah juga berjalan dengan baik.
04:36Kegiatan pusat perbelanjaan juga berjalan dengan baik.
04:39Dan ini terlihat kegiatan intensitas kerutinan itu juga berjalan dengan baik.
04:45Kita melihat bahwa jalanan intensitas mobilitas terhadap juga terjadi kepadatan di beberapa tempat.
04:50Kita melihat lagi bahwa minggu kemarin beberapa kegiatan, 47 kegiatan masyarakat di hari Sabtu,
04:57ada pertandingan bola internasional dan bahkan,
04:59ini menjadi suatu tolak ukur juga dengan kehadiran Perdana Menteri Thailand ke Indonesia, khususnya ke Jakarta.
05:06Ini menjadi tolak ukur bahwa Jakarta itu masih dalam kondisi aman.
05:10Nah, kita melihat juga Polda Metro Jaya, kondisi aman itu tidak bekerja sendiri Mas Yogi.
05:16Ada Kodam Jaya, ada di sini juga pelibatan pemerintah Provinsi DKI dalam menciptakan rasa aman dan nyaman pada masyarakat,
05:26karena ini merupakan suatu kebutuhan bersama dalam rasa aman dan nyaman tersebut.
05:32Melakukan deteksi dini, makanya dengan ada preventive strike.
05:36Preventive strike yang sudah berjalan ini dari kepemimpinan Kapolda Metro Jaya, Komjen ASEP,
05:41ada juga preemptive education.
05:44Jadi kita melihat bagaimana mendeteksi dini.
05:47Polisi itu berkembang di dalam zaman saat sekarang.
05:50Jadi bukan hanya setelah kejadian baru dilakukan penangkapan,
05:54tetapi bagaimana upaya kepolisian khususnya Kapolda Metro Jaya melakukan pencegahan di awal
05:59dengan menghitung manajemen risiko.
06:03Jadi kalau Prov tidak melihat, siapa sebetulnya yang bermain di situasi seperti ini
06:11dan melemparkan informasi, apakah tidak mungkin ya pengusaha-pengusaha mall itu atas inisiatif pribadi,
06:17tapi kok bisa serempak? Pastikan ada semacam apa yang memang menebar ketakutan,
06:22apalagi sekarang di era komunikasi seperti ini, atau ada bocoran yang nyampe ke mereka.
06:26Ini kombinasi dari berbagai faktor ya, berbagai elemen.
06:30Jadi kita tidak bisa menuduh satu kelompok buruh atau apa,
06:36atau kelompok politik, simpul-simpulnya.
06:39Simpul-simpulnya diperlakukan seperti apapun, di Soto misalnya.
06:44Di Soto itu apa? Di Soto itu apa?
06:45Di Soto itu dibawain Soto.
06:47Oh dibawain Soto.
06:48Soto pakai rantang.
06:51Oh oke oke.
06:52Di Soto supaya diam, supaya nggak demo.
06:55Oke.
06:55Itu bisa mereduksi, mengurangi derajat tekanannya.
07:01Tetapi tidak bisa menghilangkan sama sekali,
07:03karena alasan-alasan sumbernya itu tidak berhenti setiap hari.
07:09Apa itu?
07:10Satu, kondisi ekonomi yang sulit gitu ya.
07:15Dua, ini yang agak parah sebetulnya.
07:17Para politisi, pejabat ngomong seenaknya tidak ada empati sama sekali masyarakat.
07:26Iya, pertama saya ingin menyampaikan, sebenarnya tadi Prop sudah menyampaikan ada situasi keresahan,
07:34kita dalam situasi tidak baik gitu ya.
07:37Terjadinya sebuah krisis, dampak dari sebuah krisis itu adalah kemasyarakat yang mayoritas.
07:44Ya itu terjadinya kemerosotan atau kepercayaan publik terhadap para penguasa hari ini gitu ya.
07:49Kenapa? Berbagai macam regulasi, berbagai macam ruang-ruang demokrasi yang dipersempit gitu ya.
07:57Terus kemudian kita bisa lihat dalam beberapa tahun kebelakang
08:00tentang berbagai macam bagaimana pemerintah bersama DPR, wakil-wakil rakyat,
08:06melahirkan berbagai macam regulasi termasuk undang-undang yang justru bukan semakin terjadi perbaikan,
08:12justru ada adalah terjadi kemerosotan gitu ya.
08:16Tingkat persoan perlindungan, pencegahan, bahkan sampai penegakan hukum.
08:21Nah kalau dikatakan bahwa hari ini kita bisa lihat dalam dunia usaha maupun di dalam proses masyarakat,
08:29kesaharian hari ini adalah bagaimana semakin sulitnya masyarakat untuk memenuhi standar kebutuhan dasar mereka,
08:37dampak dari pendapatan yang semakin rendah gitu ya, harga-harga semakin mahal,
08:42kemudian kebijakan regulasi yang mau dikeluar tidak lagi melihat bagaimana perspektif menjadi untuk persoan.
08:49Anda mau bilang bahwa hibitan ekonomi itu sangat makin menguat,
08:52sementara tidak ada satupun solusi dalam bentuk kebijakan yang mungkin.
08:55Oh iya betul gitu, karena dari berbagai macam kebijakan yang hari ini kita juga sudah sampaikan,
09:00tadi prop juga menyampaikan bagaimana empati para pejabat negara, wakil-wakil rakyat,
09:05justru kemudian tidak lagi bicara bagaimana solusi dari persoan rakyat gitu ya,
09:11tapi justru kemudian sangat tendensi menyampaikan bahwa seolah-olah masyarakat ini tidak menjadi bagian penting.
09:19Siang tadi jajaran Menko Polka melengkap dengan Kapolri, dengan Panglima,
09:24menyampaikan dan merespon isu yang hari ini sedang kita bahas di meja ini.
09:28Kalau Anda melihat, justru dengan respon dari Menko Polkam dengan jajarannya itu,
09:36tentu tujuannya adalah untuk menenangkan, merespon ya,
09:40tapi dalam situasi yang komunikasi yang dari berbagai sudut arah muncul,
09:45terus apa bukan justru, oh ternyata benar ya, karena direspon oleh pemerintah.
09:50Sebagai orang yang berpengalaman melihat, karena aksi ini kan pasti dalam perencanaan,
09:57tidak mungkin ujuk-ujuk, jangan-jangan ini sudah ketangkap di potensi ancaman keamanannya.
10:02Ya, jadi ada yang ke-orchestrated istilahnya, tapi ada yang fellow traveler.
10:11Nah, dalam suatu peristiwa kerusuhan itu, yang paling rentan itu fellow traveler ini.
10:18Dia digebuki, ketembak, segala macam, tapi jangan salah,
10:22Nah, aparat juga terancam dalam situasi kaotik, gitu.
10:28Kenapa? Situasi kaos, rusuh, aparat, saya lihat berapa banyak rekaman video polisi digebuki oleh demonstran.
10:38Nah, itu semacam sebetulnya, laporan-laporan intelijen itu kan,
10:48kalau tahap peristiwa itu, yang pertama itu pre, sebelum peristiwanya.
10:57Sebelum peristiwanya, itu diantisipasi dalam dua tahap.
11:00Satu penangkalan, yaitu pre-emption, penangkalan, setelah itu masuk tahap prevention, tahap pencegahan.
11:12Nah, tahap ini sudah terjadi pertarungan, tarik ulur antara tahap pre-emption ini, tahap penangkalan ini.
11:28Menko Polukam, sudah menangkap, dan menangkal, kemudian berusaha menangkal dengan statement dengan publik itu.
11:37Artinya, artinya bukan sekedar rumor dong, bahwa potensi akan rusuh itu sudah ada.
11:41Kalau potensi, bukan rumor.
11:42Bukan rumor, pasti memang selalu ada.
11:45Masalahnya, dilakukan mitigasi supaya tidak pecah.
11:50Nah, dan jumlah persiang tadi itu dibentuk bahwa negara hadir untuk mengantisipasi itu,
11:57dan fungsi-fungsi intelijen negara menangkap, akan ada itu.
12:01Tapi belum tentu, itu tidak otomatis, lalu bisa diatasi.
12:05Tergantung banyak faktor.
12:07Contoh nih, lingkungan sekitarnya, yang seperti saya bilang, sudah rusuh, tidak membuat tidak nyaman orang itu.
12:16Kan tidak bisa, Menko, statementnya Menko Poluk.
12:18Setelah perut itu kan rantai kering nih, tinggal ada yang nyiram gitu, situasi sekarang.
12:22Iya, ada yang nyiram.
12:24Yang nyiram itu yang dideteksi oleh Menko kan yang formal legalistik seperti itu.
12:33Organisasi ini, organisasi itu, organisasi ini.
12:36Selamat menikmati.
Komentar

Dianjurkan