Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 15 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kasus terbakarnya KMP Mutiara Sentosa 2 kembali menjadi sorotan.

Dalam dialog Sapa Indonesia Pagi, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Edi Purwanto menegaskan bahwa keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi yang tidak bisa ditawar.

Menurutnya, kecelakaan kapal yang terus berulang menunjukkan adanya persoalan serius pada pengawasan, kelaikan kapal, manifest penumpang, hingga implementasi rekomendasi hasil investigasi.

DPR pun berjanji akan memanggil Kementerian Perhubungan setelah masa reses untuk meminta evaluasi menyeluruh terhadap regulator maupun operator.

Baca Juga Padang Banjir! Hujan Deras Rendam 15 Lokasi, Basarnas Evakuasi 55 Warga di Sumatera Barat di https://www.kompas.tv/video/683773/padang-banjir-hujan-deras-rendam-15-lokasi-basarnas-evakuasi-55-warga-di-sumatera-barat

Sementara itu, Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menilai lemahnya pengawasan, ketidakakuratan manifest penumpang, serta keterbatasan anggaran keselamatan menjadi akar persoalan yang harus segera dibenahi.

Ia juga mendorong peningkatan audit keselamatan dan meminta pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap anggaran sektor transportasi agar tragedi serupa tidak terus berulang.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Novaltri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/683783/full-kmp-mutiara-sentosa-2-terbakar-dpr-mti-desak-evaluasi-transportasi-laut-kompas-pagi
Transkrip
00:20KMP Mutiara Sentosa 2
00:34KMP Mutiara Sentosa 2
00:35telah mengalami 5 hingga 6 kali insiden kecelakaan
00:39dalam beberapa tahun terakhir.
01:00Sejak tahun 2021, ini sudah mengalami 5 hingga 6 kali insiden kecelakaan.
01:09Data manifest penumpang turut menjadi perhatian,
01:12mencocokkan data penumpang yang ada maupun yang masih dicari.
01:15Basarnas meminta keluarga korban memaksimalkan posko pengaduan.
01:22Salah satu prosjek kita dalam nanti mengumpulkan data-data akurat
01:28tentunya dari posko pengaduan-pengaduan.
01:33Dari posko pengaduan itulah, dengan data yang jelas,
01:38kalau memang ada keluarga tersebut informasi,
01:41baik itu oleh KSUFRI atau oleh owner dari pemilik kapal ini,
01:45dan itu kita nyatakan menjadi informasi yang bisa dipertanggungjawabkan.
01:50Disitulah dasar kita untuk melanjutkan operasi ini.
01:54Kecelakaan kapal terbakar yang berulang bisa dicegah,
01:57salah satunya dengan audit independen.
01:59Masyarakat transportasi Indonesia mengusulkan audit ini
02:01jangan dilakukan oleh regulator atau operator.
02:04Ayo kita benahi regulasi terkait dengan perlindungan pengguna transportasi publik ini,
02:13terutama dari sisi keselamatannya,
02:16yaitu bagaimana duit daripada asuransi atau dana asuransi itu
02:21digunakan untuk audit keselamatan oleh lembaga independen.
02:27Nah, sehingga nanti hasilnya akan sangat tidak berkantung kepada yang memberikan dana.
02:35Nah, ini kan ketika anggaran itu dilakukan oleh regulator,
02:39maka kita tahu audit keselamatannya pasti tidak ada tuh yang kesalahan regulator,
02:45katakanlah catatan untuk regulator.
02:46Ya, paling minim sekali gitu loh.
02:50Data hingga Senin, pukul 18 waktu Indonesia Barat,
02:53korban meninggal berjumlah 5 orang.
02:55Sementara data manifest masih dicocokkan karena terdapat kesimpang siuran.
02:59Sedikitnya 12 kapal dikerahkan untuk pencarian dan penyelamatan korban.
03:05Tim Liputan, Kompas TV
03:13Saudara, selain upaya penyelamatan korban,
03:16investigasi mendalam kecelakaan KMP Mutiara Sontosa II harus jadi perhatian utama.
03:23Pasalnya kecelakaan kapal oleh operator yang sama kembali terulang.
03:27Kita ulas bersama anggota Komisi 5 DPR,
03:30Fraksi PDI Perjuangan, Edi Purwanto,
03:32dan Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia, Joko Sitio Warno.
03:36Selamat pagi semuanya, Bapak-Bapak.
03:38Pagi, Mbak.
03:40Saya mau ke Pak Edi dulu.
03:42Pak Edi, tadi kan kalau kata rekan Anda,
03:44sebenarnya ini operator yang sama,
03:46sudah mengalami isinya kecelakaan 5 sampai 6 kali.
03:48Kalau Komisi 5 punya catatan khusus nggak soal operator ini?
03:52Baik, Mbak. Terima kasih.
03:54Jadi, pertama, kami Komisi 5 menyampaikan duga cita yang mendalam
03:59atas musibah kebakaran KMP Mutiara Sontosa II di Baran Madura.
04:06Semoga seluruh korban yang meninggal dunia
04:09mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah SWT,
04:12hanya maizah,
04:13dan keluarga yang ditinggalkan,
04:16diberikan kekuatan, kesabaran, keirahasan, serta ketabahan.
04:20Dan bagi para korban yang masih dalam proses pencarian,
04:24kita berharap seluruh upaya penyelamatan dapat membuahkan hasil terbaik.
04:29Yang kedua, kami mengapresiasi kerja keras kawan-kawan Basarnas, TNI, Polri,
04:37Kementerian Perhubungan, Pemerintah Daerah,
04:39serta seluruh unsur yang terlibat dalam proses evakuasi dan pencarian korban.
04:44Nah, keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama,
04:48sehingga seluruh sumber daya yang diperlukan harus dimaksimalkan hingga operasi selesai.
04:54Ada catatan yang kami sebetulnya sudah sering sampaikan dalam setiap kesempatan,
05:01bahwa Kementerian Perhubungan harusnya mengevaluasi seluruh terkait dengan moda transportasi kita,
05:11baik laut, udara, maupun darat.
05:14Nah, saya selalu pertegas bahwa keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi dalam sebuah negara.
05:19Artinya apa? Keselamatan rakyat harga mati yang tidak bisa kita tawar-tawar,
05:25ini hal yang menjadi prioritas kita.
05:28Nah, musibah kebakaran KMP Mutihara Sontosadua,
05:31bukanlah peristiwa yang sendiri, tadi Pak Aswafan sudah bilang.
05:35Dalam catatan saya, kita ada delapan kejadian semenjak 2021, Mbak.
05:40Kita lihat misalnya KMP Unique tahun 2021, kemudian ada KMP Ladang Pertiwi tahun 2022,
05:50sebentar kita lihat.
05:50Kemudian kebakaran KMP Express Cantika tahun 2022,
05:58lihat data nanti salam, Pak.
05:59Pak Adi, tapi kalau untuk operator yang sama dengan KMP Mutihara Sontosadua ini?
06:03Iya, Tenggara, Labuan Bajo, KMP Barcelona, kemudian dulu ada Tunuh Pratama Jaya,
06:10terakhir KMP Mutihara Sontosadua.
06:13Nah, data tersebut menunjukkan bahwa kecelakaan kapal terus terjadi hampir setiap tahun.
06:19Dalam hasil investigasi jenis kejadian yang didominasi,
06:24ada dua hal, tenggelam dan kebakaran.
06:27Nah, kalau kita lihat periode kami sekarang, 2025-2026 ada lima kejadian yang menurut saya ini sangat miris.
06:36Data tersebut harusnya menjadi alarm bagi kita semua,
06:40menjadi peringatan yang serius bagi seluruh pemangku kepentingan.
06:44Nah, investigasi tidak boleh berhenti pada penerbitan rekomendasi,
06:50tetapi harus diikuti implementasi yang terukur dan pengawasan yang konsisten.
06:55Nah, kalau kita lihat kembali tadi, 2025-2026 setidaknya kejadian yang cukup besar
07:01dan harusnya betul-betul menjadi evaluasi besar-besaran juga.
07:06Nah, kalau kondisinya hari ini misalnya masih juga terjadi,
07:10dan mohon maaf betul, jika kejadian hasil investigasi ini muncul
07:14karena kelalean berkaitan dengan kondisi kapal yang tidak layak
07:19atau kaitan human error, saya rasa tidak hanya evaluasi transportasinya,
07:23tetapi evaluasi seluruh pihak baik regulator maupun operator.
07:29Apa yang sebetulnya menjadi persoalan berdasar di sini lah.
07:32Sehingga permasalahan yang terjadi berulang justru berkaitan dengan
07:36lemahnya pengawasan terhadap kelaikan kapal,
07:39konsistensi penerapan standar keselamatan,
07:42kualitas sumber daya manusia,
07:44hingga tidak lanjut atas rekomendasi dari hasil investigasi kecelakaan, Pak.
07:48Oke, saya mau tanya ke Pak Joko kalau gitu,
07:50kalau kapal dari bendar yang sama atau operator yang sama dikabarkan
07:54sudah berkali-kali mengalami kecelakaan,
07:56menurut Anda sebenarnya salahnya di mana sih, Pak?
07:59Ya, ini sebenarnya kalau kami dari MDI melihatnya sebenarnya bukan hanya ini saja,
08:04tapi sebenarnya pada manifest itu yang penting juga, gitu ya.
08:09Manifest buat penumpang maupun untuk barang, gitu ya.
08:11Kemudian berkaitan sama berulang-ulang seperti ini berarti kan pengawasannya juga lemah, gitu ya.
08:19Ya, apalagi sekarang lemah itu juga terjadi karena anggarannya juga minim.
08:26Di tengah anggarannya cukup bagus masih lemah,
08:28apalagi sekarang anggarannya untuk keselamatan itu sudah dipangkas cukup banyak.
08:33Dan tentunya ini juga akan menambah lagi.
08:35Ya, semudah-semudah saja tidak ya.
08:38Tapi ya melihat kondisi-kondisi kayak gini memang sulit juga kita untuk melakukan pengawasan lebih ketat lagi
08:44dengan anggaran-anggaran cukup minim lah sekarang ini.
08:49Kalau nggak salah, hampir 50% sudah dipangkas, gitu ya.
08:51Tapi di luar itu yang kami sorot itu adalah manifest, Pak.
08:56Jadi manifest penumpang ini selalu menjadi masalah.
09:00Sudah berulang kali KNKT itu menyarankan, dibenarkan.
09:03Kenapa ini menjadi masalah?
09:04Terus-menerus datanya tidak akurat,
09:07akurat, padahal sekarang sudah digitalisasi.
09:09Data pesawat, orang naik penerbangan, ya.
09:13Kereta api itu sudah tepat.
09:14Bahkan PO-PO bus itu sudah bagus sekarang.
09:17Sebagian ya, maupun bukan seluruhnya.
09:19Tapi kapal padahal ini berangkat dari pelabuhan internasional, loh.
09:24Bukan pelabuhan kecil yang...
09:25Ini pun manifestnya masih belum jelas.
09:28Ini kan menjadi persoalan.
09:30Manifest orang, apalagi kita bicara manifest untuk barang.
09:33Lebih celaka lagi, barang-barang masuk ke kapal itu.
09:36Apalagi kapal-kapal yang ke luar Jawa.
09:39Itu rata-rata sudah overload.
09:41Pak Joko, kalau misalnya ini sudah berkali-kali dan PR-nya selalu manifest.
09:45Sebenarnya ini bisa dibilang kelalaian, kecolongan?
09:48Atau memang sanksinya yang kurang galak sampai manifest ini selalu jadi persoalan?
09:53Ya, kalau manifest itu kan berarti regulator yang harus lebih ketat mengaturnya gitu kan ya.
09:58Bagaimana mereka bisa berulang seperti ini ya.
10:02Pengawasan-pengawasan itu sangat minim kalau melihat kondisi seperti ini yang selalu berulang.
10:08Artinya evaluasi-evaluasinya tidak berjalan maksimal.
10:12Saya kira tugas PED dengan teman-teman lah nanti untuk menanyakan kepada mereka.
10:15Kapan ini bisa dilakukan manifest yang benar gitu kan.
10:18Jangan kalah dengan kereta api, dengan P.O.B.S juga sekarang bisa.
10:23Karena eranya digitalisasi tentunya akan lebih mudah gitu kan.
10:26Saat era sekarang ini.
10:28Apalagi pelabur-pelabur besar.
10:30Nah ini harus dipertanyakan kembali.
10:32Kapan ini akan dilakukan?
10:34Sebenarnya mudah kok secara prinsip ya.
10:36Tetapi selalu terjadi.
10:38Kami juga sering melihat ada kecelakaan kapal-kapal tidak hanya di luar Jawa.
10:44Masih-masihnya tidak sesuai.
10:46Tidak sesuai apalagi pelaburan-pelaburan yang jauh dari jangkauan pengawasan.
10:50Kita kan negara kepulauan.
10:52Ini juga harus menjadi jatah yang penting juga untuk mengawasi.
10:57Pergerakan mobilnya seperti kemarin.
10:59Pertanyaan kecelakaan kapal solusi selatan itu kan antara pulau-pulau kecil.
11:04Itu juga lebih sulit lagi.
11:07Pengawasannya jauh dari apa?
11:08Jangan kawan, ya mungkin ya lagi-lagi kalau sekarang ya.
11:12Ini masalah anggaran.
11:13Kami dua tahun sudah mengingatkan.
11:15Anggaran boleh efisiensi dilakukan setiap tahun itu.
11:19Tapi tolong anggaran untuk keselamatan.
11:21Itu jangan dipangkas.
11:23Jadi meskipun keselamatan ini menyangkut.
11:25Maksudnya akan memakai evaluasi monitoring ke teman-teman.
11:29Kan perlu juga surat perjalan dinas.
11:31Nah, kaitan dengan perjalan dinas ini dipangkas.
11:33Padahal ini kaitannya sama untuk monitoring keselamatan.
11:38Taitu darat, laut, maupun udara dan perpertapian.
11:41Ini sangat minim sekali.
11:42Oke, kalau misalnya ternyata salah satu akar masalahnya juga adalah regulasi.
11:46Lalu juga anggaran.
11:48Nah, Pak Edy, berarti kalau dari DPR ke depannya,
11:50apa yang akan dilakukan dalam waktu dekat?
11:52Ya yang pertama Mbak, memang kita di
11:55Kementerian Perhubungan Pak Joko
11:57Kita kan memang backlog ada 26 triliun
11:59Nah menurut saya
12:01Kami bersepakat ada 4 hal
12:03Yang memang harus diperhatikan serius
12:05Pertama selain manifest penumpang
12:06Pak Joko sudah sebutkan tadi
12:08Yang kedua, ini kan kita tengah
12:11Sering overloading Pak Joko
12:12Overload, kemudian baik itu penumpang
12:15Maupun barang, yang ketiga
12:16Kondisi kapal yang dipertanyakan
12:18Makanya kami selalu
12:20Menyarankan ram cek, ram cek, ram cek
12:23Anggaran ram cek, ini serius
12:24Berapa sih kita sediakan
12:26Sampai apa itu, gak cukup gitu
12:28Sehingga dugaan kelalaian dalam
12:30Penerapan prosedur keselamatan, menurut saya
12:32Ini juga ada masalah kaitan dengan
12:34Penerapan prosedur keselamatan
12:36Nah Mbak, kita sering gagap
12:38Ada masalah, wah semua seolah-olah
12:40Matan betul gitu, berbenah bla bla bla
12:42Tapi ketika sudah
12:44Merasa aman, 1 bulan, 2 bulan
12:47Mulai landai lagi, nah inilah
12:48Menjadi persoalan kita yang harus kita
12:50Selesaikan bersama-sama
12:52Nah, persoalan-persoalan yang berulang
12:54Kali muncul dalam berbagai keselamatan kapal
12:56Mohon maaf ya, sehingga tidak boleh lagi
12:58Dianggap sebagai masalah yang bersifat
13:00Kasuisi sini Mbak Joko
13:01Masalah serius ini Mbak Sindi
13:03Yang harus betul-betul diurai
13:05Dengan serius sungguh-sungguh
13:06Memunculkan kesadaran kolektif kita
13:08Baik kementaraan perhubungan
13:10Kami juga mungkin secara aturan
13:12Juga akan kami cek kembali
13:13Karena sekali lagi
13:15Kita juga lagi membahas beberapa
13:17Undang-undang yang menurut saya penting
13:19Kaitan dengan keselamatan rakyat
13:21Nah, apabila persoalan yang terus berulang
13:24Kata Pak Joko tadi
13:25Terus tidak segera dipenaih secara serius
13:28Maka setiap keselakaan baru
13:29Hanya akan menjadi
13:31Pengulangan dari penyebab yang sama
13:33Karena itu, pemerintah harus memastikan
13:36Pengawasan terhadap manifest penumpang
13:38Pembatasan muatan sesuai kapasitas kapal
13:41Pemeriksaan kelaikan kapal
13:43Serta kepatuan terhadap standar operasional keselamatan
13:45Betul-betul dilaksanakan tanpa kompromi
13:48Nah, keselamatan pelayaran
13:50Tidak boleh bergantung pada keberuntungan
13:53Berapa kali saya sampaikan
13:54Pak Yaddy, kalau gitu dari DPR Komisi 5
13:57Pak Yaddy, sorry saya harus potong dulu
13:59Pak Yaddy, kalau gitu dari Komisi 5
14:01Untuk memastikan semuanya tadi
14:02Akan memanggil kementerian perhubungan enggak?
14:05Pasti mbak, itu pasti
14:06Setelah ini, kami kan sekarang lagi reses nih
14:09Habis reses, pasti kami pertama akan kita panggil lagi
14:12Tetapi sekali lagi, maksud kami
14:14Jangan ketika risalah rapat
14:17Kesepakatan bersama kita sudah bikin
14:20Kita sadar semua
14:21Tetapi pas ke pelaksanaan, implementasinya
14:25Ini masalah lagi gitu
14:27Konsistensinya itu yang kita harapkan
14:29Bayangkan 2025-2026
14:32Mohon maaf, dalam 2 tahun
14:33Itu 5 kejadian
14:34Yang mohon maaf, tadi masalahnya tenggelam dan kebakaran
14:38Berarti bukan hanya manifest
14:39Kalau kebakaran berarti ada masalah nih
14:42Apa masalahnya?
14:43Bisa saja kelaikan kapal gitu loh
14:45Nah, kami berulang-ulang menyampaikan
14:47Ayolah, kita melakukan audit menyeluruh
14:50Baik itu transportasi laut, darat, udara
14:53Kita cek betul
14:54Sesungguhnya kapal kita layak berapa sih?
14:56Kapal yang gak layak berapa sih?
14:58Mobil yang layak berapa sih?
15:00Pesawat yang layak berapa sih?
15:01Yang gak layak berapa?
15:02Kita sampaikan
15:03Kalau kata Pak Joko
15:04Kulilhak walakan muron
15:06Katakan yang benar
15:07Walaupun Pak Edi dengar
15:08Sehingga dengan data yang nyata
15:10Kita mampu mengurah masalah ini
15:12Mencarikan solusi yang terbaik
15:14Dan kita minta
15:16Kepastian, komitmen daripada Pak Menteri
15:19Untuk melaksanakan kesepakatan
15:21Kesepakatan demi kesepakatan
15:23Yang telah kita buat secara bersama Mbak
15:24Pak Edi, ini kan tapi
15:25Pembahasan yang selalu berulang juga
15:27Ketika ada kecelakaan
15:28Tapi ketika ini terus berulang
15:30Dengan masalah yang sama
15:31Apa artinya juga
15:32Pengawasan atau evaluasi
15:33Dari yang sebelum-sebelumnya
15:34Masih belum maksimal juga nih
15:36Sampai sekarang?
15:37Makanya itu
15:38Hari ini kan kita sudah
15:39Nggak bisa main-main lagi
15:40Kita harus melakukan evaluasi
15:43Terhadap regulator dan operator
15:45Sudah kesana arahnya sekarang Mbak
15:47Menurut saya ini sudah
15:48Ada something gitu loh
15:50Menurut saya sih ini
15:51Kelalean gitu loh
15:52Bahaya loh Mbak
15:53Kelalean kalau
15:54Ini bisa
15:55Apa namanya
15:57Pidana loh
15:58Dalam apa itu
15:59Guap lama
16:00Apapun gua baru
16:01Kelalean itu
16:02Mengakibatkan
16:02Meninggal dunia
16:04Bisa ancaman
16:05Pidananya
16:065 tahun
16:06Siapa yang dipidana?
16:07Semua para pihak
16:08Regulatornya bisa
16:09Operatornya bisa
16:10Nah jangan sampai kesana
16:12Takutnya
16:13Ada beberapa rakyat
16:14Merasa
16:15Oh ini kok keselamatan
16:16Darat
16:17Udara
16:18Laut
16:18Ini kok semacam
16:19Biasa-biasa saja ya
16:21Apakah sudah seburuk itu
16:22Pengawasan kita
16:23Terhadap pelaksanaan
16:24Bernegara ini?
16:26Apakah negara
16:27Betul-betul tidak ada
16:27Nah inilah harus
16:28Menjadi kesadaran kita
16:30Kami Pak
16:31Bukan pelaksana
16:32Kami hanya
16:33Memberikan rekomendasi
16:35Kami juga
16:35Tidak punya hak
16:36Untuk apa itu
16:37Punishment
16:38Andaikan kami
16:39Punya hak untuk
16:40Punishment
16:40Mungkin berbeda
16:41Ceritanya Mbak
16:42Artinya
16:43Penegakan aturan
16:44Yang konsisten
16:45Ini harus menjadi
16:46Trigger
16:47Bagi Kementerian Perhubungan
16:48Dan para pihak
16:49Yang terlibat
16:50Di dalamnya Mbak
16:50Oke
16:51Pak Joko kalau gitu
16:52Sangsi apa yang
16:53Bisa dibilang
16:54Akan mampu
16:55Membuat operator
16:56Ataupun juga
16:57Pihak-pihak lain
16:58Yang dalam
16:58Tanda kutip
16:59Lalai
17:00Dalam melakukan pengecekan
17:01Kelaikan
17:01Tidak melakukan
17:02Kesalahan yang sama
17:04Saya kira kalau
17:05Sangsi itu
17:06Tentunya ada
17:07Di undang-undang
17:07Pelayaran ya
17:08Saya lupa
17:09Berapa harganya
17:10Dendanya
17:11Besaranya
17:11Semuanya sudah
17:12Diatur
17:13Dan itu sudah cukup
17:16Ya saya
17:17Belum tahu
17:17Berapa besarnya
17:18Tapi selama ini
17:20Mereka
17:20Biasanya
17:21Ada mahkamah
17:22Pelayaran
17:22Yang melakukan itu
17:25Yang beri sanksi
17:26Kalau ada
17:27Persalahan-persalahan
17:29Di pelayaran
17:31Tapi yang
17:32Kami soalati lagi
17:33Itu adalah
17:34Angkutan barang
17:35Saya kan kebetulan
17:36Di Semarang
17:36Sering melihat
17:37Di pelabuhan
17:38Itu angkutan barang
17:39keluar Jawa, itu semuanya
17:41overload over dimensi. Nah,
17:43sekarang ini kan pemerintah ingin
17:45ada zero order
17:462027. Kami melihat anggaran
17:49di perubahan laut itu tidak ada satupun item
17:51yang mengatur,
17:53ya, untuk serta bagaimana
17:54ya, agar overload itu juga
17:57pelayaran ini juga
17:58masuk di sana. Itu tidak ada.
18:01Jadi, sistem pembayarannya juga
18:03kalau nangkapan itu hanya membayar
18:04truknya saja. Mau bawa
18:07barang seberapa, ya silahkan. Nah, ini
18:09belum lagi deteksinya.
18:10Mungkin sebagian juga barang-barang
18:12yang illegal dari Jawa
18:15banyak itu bisa dilebar ke Kalimantan.
18:17Karena tidak ada di deteksi
18:18alat-alat itu, ini barang boleh atau
18:21tidak. Nah, ini akan membahayakan sekali.
18:23Itu belum dilakukan sampai sekarang.
18:25Coba letibang, katakanlah ya.
18:27Kalau gitu, Pak Joko,
18:29apakah artinya
18:31perlu lembaga independen saja untuk melakukan
18:32audit nih, agar tidak terulang
18:35lagi kasus yang sama?
18:37Ya, kalau
18:38seandainya kementerian perhubungannya
18:40tidak bisa melakukan seperti ini,
18:41jadi perhubungan laut,
18:42ya tidak ada salahnya.
18:43Ada pihak luar.
18:44Yang kami khawatirkan, ini kan bisa juga
18:46terjadi masyarakat menuntun nantinya.
18:49Press action kan?
18:49Bisa kena semuanya.
18:51Masuk regulator.
18:52Saya kira bisa terjadi
18:53kayak kemarin, Pak Manya.
18:55Hanya penelitian sebidang juga
18:56ada masyarakat yang menuntun.
18:57Ini pun tidak
18:58tidak menuntun kemungkinan.
19:00Bisa-bisa terjadi.
19:02Karena berulang ini kan?
19:03Dan selalu kasusnya sama tadi.
19:04Manifest, kebakaran,
19:07karena kendaraan, ya.
19:09Bagaimana mereka mengamaskan?
19:11Karena ini tentunya ada prosedurnya lah.
19:13Bagaimana mengangkut kendaraan.
19:15Mulai dari awal,
19:16kita akan masuk,
19:17karena harus diperiksa semuanya.
19:19Ya, beratnya berapa,
19:20isinya barangnya apa saja,
19:21apa yang boleh dan tidak boleh.
19:23Kemudian,
19:24kalau di dalam kapal itu
19:25dia harus diikat dan sebagainya,
19:27jarangnya diatur,
19:28ya, cepat untuk masuk dan sebagainya.
19:30Kemudian, setelah di kapal pun,
19:31itu harus ada rutin.
19:33Ya, rutin mengawasi.
19:35Apalagi perjalanan ini ke 40 jam.
19:37Jadi, mungkin ke 2 jam sekali
19:39atau 1 jam sekali melihat.
19:41Nah, kalau itu rutin dilakukan,
19:42tentunya tidak sebesar inilah kecelakaan itu.
19:45Bisa diadispasi sejak dini.
19:47Nah, kalau kata Pak Edi,
19:48gimana dari DPR?
19:49Apakah perlu lembaga independen
19:51untuk turun tangan juga
19:52melakukan audit aja kalau gitu?
19:54Kalau menurut saya, Mbak,
19:56kesadaran kolektif kita dulu ditubuhkan, Mbak.
19:59Bentuk lembaga independen juga,
20:01kalau orang-orang yang tidak memiliki
20:03kesadaran kolektif,
20:04repot juga, Mbak.
20:05Ini kan persoalan sekali lagi,
20:07penegakan aturan yang konsisten.
20:09Itu masalahnya.
20:10Regulasi kita udah punya nih.
20:11Regulasi sudah ada, gitu loh.
20:13Aturannya sudah ada.
20:15Ininya begini, begini.
20:16Tetapi sekali lagi,
20:18faktanya berulang lagi, gitu.
20:19Berarti letaknya di manusianya.
20:21Pak Edi,
20:22sorry, saya mau tanya dulu, Pak Edi.
20:24Kalau misalnya,
20:25lagi-lagi ini adalah soal kesadaran,
20:27soal konsistensi
20:28melaksanakan penegakan hukum.
20:29Kalau gitu, Anda sebagai mitranya
20:30dari Kementerian Perhubungan,
20:32gimana memaksa mereka
20:33untuk menerapkan aturan
20:35sesuai dengan yang sudah ada?
20:36Ya, menurut saya,
20:37kami sudah koordinasi dengan pimpinan,
20:40dengan kawan-kawan fraksi.
20:42Ini ke depan,
20:43ini rapanya agak dinamis,
20:44agak serius.
20:45Kita bikin komitmen lah,
20:47Kementerian Perhubungan,
20:48bagaimana nggak berulang.
20:49Nah, ini apa namanya,
20:51yang harus kita ikat secara bersama.
20:53Yang harus kita monitor secara bersama.
20:55Harus kita tegaskan secara bersama.
20:56Nah, kalau berulang lagi,
20:59apa yang harus kita lakukan?
21:00Panismenya apa?
21:02Berani nggak kita mohon maaf
21:03dengan si hormat?
21:05Gentleman?
21:05Yaudah, berarti kita tidak mampu.
21:07Evaluasi KSOP-nya,
21:09sah bandarnya,
21:10kan dilakukan.
21:11Rekrutmenya,
21:12apakah sudah merek sistem
21:12atau belum?
21:13Sehingga kapasitas,
21:15sumber daya manusia
21:16yang melaksanakan tugas-tugas
21:18apa namanya,
21:20sesuai dengan regulasi yang ada,
21:22itu betul-betul orang yang tepat.
21:24Jangan-jangan,
21:25mohon maaf dengan sehormat,
21:27kualitas sumber daya manusia
21:28yang kita punya
21:29di Tata Rasa Bandar,
21:31KSOP,
21:32kalau di Kelautan,
21:34kemudian kalau di
21:35Kereta Api,
21:36Masinis,
21:37apa namanya,
21:38operator dan lain sebagainya,
21:40di Bandara juga.
21:41Nah, ini menurut saya
21:42yang harus kita benahi secara bersama.
21:44Sehingga sekali lagi,
21:46kalau membentuk lembaga independen,
21:49bagus,
21:49tetapi orangnya seperti apa?
21:50Yang kedua,
21:52ini kami agak sedus,
21:53karena kereta api kemarin saja
21:54kita menyelesaikan
21:55perlintasan sebidang,
21:56belum selesai.
21:57Anggarannya kita harapkan
21:58ada 2 ribu lebih
21:59perlintasan,
22:00apa itu,
22:01liar,
22:01kita berharap,
22:02misalnya kita terlihat
22:031 triliun gunakan itu,
22:05sampai hari ini juga
22:05masih belum jelas anggaran.
22:07Yang jelas,
22:08di Kementerian Perhubungan
22:08Backlook ada 26 triliun.
22:10Nah, kami kemarin minta
22:11kepada Kementerian Perhubungan
22:12untuk merasionalisasi
22:14yang paling penting
22:15salah satu itemnya
22:16ramcek.
22:17Ramcek bukan hanya
22:18untuk kendaraan darat,
22:19tetapi udara maupun laut.
22:21Nah, ini kami minta
22:22kepada Kementerian Perhubungan
22:23untuk memverifikasi,
22:24sehingga anggaran yang ada ini
22:26kita fokuskan
22:27untuk keselamatan rakyat
22:28terlebih dahulu,
22:29Mbak, seperti itu.
22:30Oke, Pak Joko,
22:31ketika sekarang investigasi
22:32masih dilakukan oleh KNKT,
22:34biasanya butuh berapa lama
22:35KNKT untuk bisa menemukan
22:37penyebabnya apa,
22:39sampai kasus ini
22:40bisa terang-benderang?
22:43Ya, biasanya KNKT
22:44lebih kurang 1 bulan lah ya,
22:47setelah ini.
22:48Investigasi seperti apa, Pak?
22:50Satu bulan ya,
22:52sebenarnya hampir sama lah
22:53kalau saya baca-baca itu,
22:55cuma masalahnya yang diberikan
22:56tidak melaksanakan,
22:57itu masalahnya
22:58kayak manifestanya
22:59diulangi lagi,
23:01manifestnya harus begini,
23:02kemudian,
23:02tapi ya kembali lagi,
23:05tidak dilaksanakan.
23:07Gitu loh.
23:07Ya, kalau kurang-kurangnya,
23:08Menteri Perhubungan
23:09bicara langsung pada Presiden,
23:11kalian menyebut keselamatan ya,
23:13yang percuma lah negara ini
23:15ya,
23:16membentuk manusia andal
23:18yang berkualitas dengan,
23:20maaf ya,
23:20program MBK dan sebagainya.
23:22Tetapi,
23:22mereka bermobilitas,
23:24tidak ada jaminan keselamatan,
23:25tak mobilitas darat,
23:26laut,
23:27maupun udara.
23:27Ini kan sia-sia nanti
23:29kita membentuk manusia unggul,
23:31namun,
23:31keselamatan kita
23:32tidak ada jaminan.
23:35Nah,
23:35kenapa?
23:35Karena negara
23:36tidak perhatian pada keselamatan.
23:38Tak lihat,
23:39saya yakin,
23:40dua tahun terakhir,
23:41angka-angka kecelakaan kita
23:42meningkat.
23:42Entah di darat,
23:44pengairan,
23:44dua itu yang terakhir.
23:46Darat agak sedikit ada ya.
23:47Tapi jelas,
23:48mereka sudah banyak melakukan,
23:49menurun.
23:50Tetapi,
23:51di darat,
23:52di laut,
23:52ini paling meningkat.
23:54Belum lagi yang,
23:55kapal-kapal daerah kecil-kecil itu kan,
23:56ada.
23:57Ya,
23:58yang tidak sebesar ini mungkin korbannya ya.
24:00Tapi karena pulau-pulau kita kan cukup banyak itu ya.
24:02Pasti ada seperti itu.
24:04Berarti,
24:04dan sebagainya.
24:05Tentang-tentang.
24:06Berarti Pak Joko,
24:07kalau misalnya,
24:07ini ada sebuah
24:10kejanggalan yang besar
24:11yang mulai tadi,
24:12bisa jadi
24:12kualitas sumber daya manusianya
24:14enggak rata.
24:15Bisa jadi kelaikannya,
24:16bisa jadi ada operatornya,
24:17dan lain-lain.
24:19Kalau juga anggaran
24:20jadi salah satu kendala,
24:22harusnya Menteri Perhubungan
24:23bisa proaktif juga
24:24meminta penambahan anggaran itu ya, Pak?
24:27Harus.
24:28Dan harus bisa.
24:30Dia kan baru menjawab.
24:31Dia harus paham
24:32kondisi Indonesia
24:33seperti apa sebenarnya.
24:34Karena dia kan Menteri Perhubungan Indonesia.
24:38Ini kondisinya Indonesia seperti ini.
24:40Dia yang ngomong sendiri
24:41ke Menteri Perhubungan,
24:42ke Presiden,
24:43bila perlu.
24:44Ini penting.
24:45Nah,
24:45ini negara dianggap
24:46tidak peduli nantinya
24:48kalau seperti ini terus.
24:49Gitu loh.
24:50Ini,
24:50ini
24:51krusial lah.
24:53Saya udah ngomong
24:53dua tahun yang lalu
24:54agar tidak dipakai.
24:55Tengah tanya,
24:56saya yakin kalau dibuka
24:57angka-angkanya,
24:58itu pasti meningkat.
25:00Saya tahu saya,
25:00darat itu ada peningkatan
25:02sampai 16 persen katanya.
25:03Saya masih mencari
25:04kusik lagi sejauh mana
25:0516 persen itu.
25:07Ya,
25:07laut.
25:08Ini,
25:08kemarin,
25:09minggu lalu,
25:10ada kapal ini lagi terjadi.
25:12Jadi,
25:12waktunya juga berdekatan.
25:14Dan kasusnya selalu sama.
25:16Penyebabnya masih
25:17lagi manifest,
25:18kurang pengawasan.
25:19Kalau pembinaan penting.
25:21Ya,
25:21harus rutin.
25:22Tapi,
25:22gimana pembinaan dengan zoom?
25:24Kan berbeda, kan?
25:25Ya,
25:25pembinaan harus ketemu.
25:26Ini dengan zoom,
25:27kenapa?
25:27Anggarannya nggak ada, Pak.
25:29Mereka mengeluh, Pak.
25:30ASN Perhubungan sekarang
25:31bagian keselamatan itu mengeluh.
25:33Apa ya?
25:34Pembinaan terhadap
25:35operator-operator barang
25:37dengan zoom.
25:37Ya,
25:38kita ketemu orangnya.
25:40Minimal itu ya
25:411-2 jam.
25:42Kalau zoom itu nggak menarik.
25:44Ya,
25:44kemau gimana lagi?
25:45Kan anggaran tidak ada.
25:47Seberapa besar sebenarnya
25:48kebutuhan Kementerian Perhubungan, Pak,
25:50untuk menutup
25:50kebolongan ini?
25:52Ya,
25:53setidaknya kalau
25:54tadi,
25:54kalau kita lihat anggaran
25:55seperti seawalnya,
25:56ya kebalikan seperti semula.
25:58Kalau pengen itu,
25:59tapi harusnya diawasi lah.
26:01Kita tahu.
26:03Masih ada di luar itu permainan lah.
26:05Ini saya beritahu aja.
26:08Biar Pak Edi lagi tanya.
26:09Tolong itu dihindarkan.
26:11Setiap surat
26:13SPB ya,
26:15surat apa,
26:17berizinan untuk berlayar,
26:19itu ada uangnya.
26:20Speedboot aja ada uangnya.
26:22Ya kan?
26:23Meskipun sistemnya online.
26:25Online sistemnya,
26:26tapi setoran itu ada,
26:27ada nilainya juga.
26:28apalagi kapal besar.
26:30Nah,
26:30itu harus dilangkan.
26:31Tapi di sisi lain,
26:33tunjangan kinerja Kementerian Perhubungan
26:34juga harus 100 persen.
26:35Ini kan belum juga.
26:36Mereka juga mengeluh gitu loh.
26:38Oke.
26:38Satu sisi dilarang,
26:39tapi kinerjanya,
26:40tunjanya juga
26:41dibuat 100 persen.
26:42Sehingga
26:42balans lah.
26:43Begitu ya.
26:44Oke.
26:44Kalau Pak Adi di Komisi 5
26:46juga setuju
26:46untuk mendorong penambahan
26:47anggaran di Kementerian Perhubungan
26:48berarti?
26:49Enggak.
26:50Sekarang kan saya sampaikan
26:51backlog perhubungan itu
26:5226 triliun.
26:53Itu dipenuhi aja selesai.
26:54Cuma menurut saya kan
26:55sistem anggaran kan
26:56tidak berdiri sendiri di kami,
26:58Pak.
26:58Walaupun sebenarnya
26:59DPR itu punya hak budget gitu.
27:01Tapi yang formulasi kan
27:02dari eksekutif gitu loh.
27:04Maka kita sarankan
27:05Pak Kementerian Perhubungan
27:06menyakinkan Presiden.
27:07Ini loh Pak,
27:08kaitan dengan kereta api
27:10kita seperti ini.
27:11Ini loh Pak,
27:12kaitan kita dengan
27:13apa namanya,
27:14kapal-kapal kita
27:15sudah seperti ini.
27:17Ini kondisi
27:17pelabuhan kita
27:18seperti ini.
27:19Teknologinya seperti ini.
27:21Ini kondisi
27:21ternyata kita
27:22seperti ini.
27:23Sehingga apa yang kita lakukan?
27:24Ini kan sebenarnya
27:25butuh merasionalisasikan
27:26kepada Presiden.
27:27Kepada Menteri Keuangan gitu loh.
27:29Baru detilnya
27:30kepada kami, Pak Mbah.
27:31Cuma kan
27:31Pak Jokoh kan kami
27:34dibatesin oleh
27:35Makam Konstitusi.
27:37Kita tidak boleh
27:38membahas sampai
27:38satuan tiga Pak.
27:40Apa itu?
27:40Ya kita itu jadi
27:41masalahnya Pak Jokoh.
27:43Sehingga pembahasan kita hanya
27:44gelondongan doang.
27:45Gak apa lagi detilnya.
27:46Nah penting itu detil.
27:48Kalau dulu di daerah kami
27:49sebagai pernah
27:50kejadian ketua DPRD,
27:51saya detil Pak.
27:52Ini kertas berapa?
27:53Ini pena berapa?
27:54Ini pensil berapa?
27:56Ini apa itu?
27:57Bensinnya berapa?
27:58Ini jelas sih ya?
27:59Oh ini berapa?
28:00Kurangnya berapa?
28:01Sehingga kita bisa tahu.
28:02Dengan kondisi itu,
28:04baru kita lihat,
28:04kita geser anggaran.
28:05Oh ini terlalu banyak,
28:06geser ke sini dong.
28:07Mana prioritas kita?
28:08Mana dong?
28:09Sehingga dengan efisiensi ini,
28:11hal yang prioritas itu
28:12menjadi masalah.
28:13Nah hari ini,
28:14apa itu Mbak?
28:16Posisinya tadi,
28:17memang Menteri Perubahan
28:18backlognya ada 26 triliun.
28:20Nah kita dorong,
28:21Pak Menteri,
28:22berkomunikasi langsung
28:23dengan Presiden.
28:24Ini menyangkut wajah
28:25negara kita.
28:26Wajah keperhatian kita
28:27ketika terjadi terus.
28:28Mohon maaf dengan segala hormat.
28:30Berarti kita semua gagal.
28:31Kami gagal,
28:32eksekutif juga gagal.
28:33Negara tidak hadir,
28:35dianggap oleh rakyat.
28:36Takutnya,
28:36rakyat distrust
28:37kepada kita semua.
28:38Nah kami nggak yakin juga,
28:39nggak ingin juga.
28:41Rapat terus,
28:41hasilnya apa?
28:42Implementasinya apa?
28:43Tidak lajunya apa?
28:44Konsistensi kita seperti apa?
28:46Kaitan dengan penegakan aturan.
28:48Nah ketika konsisten,
28:49selesai menurut saya Mbak.
28:51Seperti itu.
28:52Oke.
28:52Dan kecelakannya harus jadi
28:53alarm keras
28:54buat pemerintah,
28:55eksekutif,
28:56dan juga legislatif.
28:57Usutut tas terbakarnya KMP
28:59Mutiara 112
29:00seperti judul kita hari ini.
29:01Pak Edi, Pak Joko,
29:02terima kasih sudah berbagi
29:03bersama kami di Sapa Indonesia Pagi.
29:05Saya selalu semuanya.
29:05Pagi Mbak Sindi.
29:07Terima kasih.
29:07Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan