Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Di tengah klaim ancaman serangan terhadap Iran, Presiden Donald Trump justru menegaskan bahwa negosiasi antara kedua negara saat ini sedang berlangsung.

Di sisi lain, klaim negosiasi oleh Trump dibantah pihak Iran dan bilang serangan besar-besaran yang akan dilakukan AS hanya sebuah mimpi Trump.

Kita bahas bersama Wibawanto Nugroho Widodo, Pakar Geopolitik dan Keamanan Nasional, sekaligus Ketua Bidang Kebijakan Luar Negeri DPP IKAL Lemhannas RI dan Dosen International Institute for Islamic Studies, Qasem Muhammadi.

Baca Juga Menkeu AS Sebut Washington Bakal Segera Teken Kesepakatan Buka Selat Hormuz dengan Iran di https://www.kompas.tv/internasional/683923/menkeu-as-sebut-washington-bakal-segera-teken-kesepakatan-buka-selat-hormuz-dengan-iran

#iran #amerika #trump

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/683950/full-pakar-geopolitik-dan-dosen-kupas-klaim-trump-soal-negosiasi-dengan-iran-dan-ancaman-perang
Transkrip
00:00Saudara di tengah klaim ancaman serangan terhadap Iran, Presiden Donald Trump justru menegaskan bahwa negosiasi antara kedua negara saat ini
00:07sedang berlangsung.
00:08Di sisi lain, klaim negosiasi oleh Trump justru dibantah pihak Iran dan bilang bahwa serangan besar-besaran yang akan dilakukan
00:15Amerika Serikat hanya sebuah mimpi dari Trump.
00:18Kita akan bahas bersama dengan Pakar Geopolitik dan Keamanan Nasional, Wibawanto Nugroho Widodo, sekaligus Ketua Bidang Kebijakan Luar Negeri DPP
00:29Ika Lemhanas, dan juga Dosen International Institute for Islamic Studies, Sada Kasim Muhammad.
00:36Selamat petang, Pak Wibawanto.
00:41Ya, selamat petang, Mbak.
00:42Ya, semoga kabar baik selalu bersama Anda dan keluarga.
00:44Pak, ini kan sebenarnya klaim Trump itu sudah sering dilontarkan, tapi kali ini kita melihat ini benar-benar serius atau
00:53sebenarnya hanya ancaman untuk perang urat syaraf aja ke Iran?
00:57Ya, jadi kalau saya melihatnya, seperti di Washington juga banyak yang melihat ya, ini bukan persiapan perang dalam arti kata
01:04secara literal, tapi masih masuk dalam kategori strategi korsif diplomasinya Trump ya.
01:09Jadi, kita saksikan di sini ancaman perang, apa itu, semua itu tetap merupakan proses bargaining.
01:15Ya, bargaining melalui eskalasi, baik oleh Teheran dan juga oleh Amerika.
01:19Ada poin pertama yang saya mau tekankan di sini, kenapa Amerika kembali mengancam?
01:23Amerika ingin menunjukkan deterans-nya, itu poin satu ya.
01:26Yang poin kedua, Amerika memastikan adanya kebebasan navigasi di choke points Hormuz dan juga Bab El-Mandab.
01:33Yang ketiga adalah memastikan bahwa Iran itu tidak mempercepat kemampuan membangun kekuatan rudal dan juga nuklirnya.
01:42Dari perspektif Washington ya, tentunya.
01:44Yang keempat adalah, ini memperkuat posisi tawar Washington untuk bargaining tahap selanjutnya.
01:50Itu poin satu ya.
01:51Poin kedua, kenapa perang besar ini akan pecah?
01:55Atau apakah akan pecah?
01:56Menurut saya ini ada kenaikan eskalasi, Pak.
01:59Dari low intensity conflict meningkat menjadi high intensity conflict.
02:02Indikatornya di mana terlihat itu?
02:05Ya, terlihat adanya kenaikan eskalasi, tetapi tetap kedua belah pihak Teheran dan Washington dan juga Tel Aviv mencegah terjadinya perang
02:14terbuka secara tidak terkontrol.
02:16Artinya ini dari low intensity conflict naik kepada high intensity conflict.
02:19Karakternya ya, adanya kumpulan operasi-operasi militer yang digabung menjadi kampanye militer, tapi terbatas sudah masih.
02:26Ya, dengan berusaha melakukan precision strike, operasi-operasi cyber, operasi-operasi intelligence terbatas, tekanan ekonomi, tekanan maritim.
02:35Kedua belah pihak memainkan seperti itu.
02:37Dan ini merupakan proses yang gimana ya, negosiasi, memerlukan eskalasi.
02:44Jadi eskalasi untuk bernegosiasi, itu poinnya.
02:47Nah, poin keempat, kalau kita lihat ini, Trump ini unik, Pak.
02:50Jadi, menggunakan yang namanya tekanan militer secara maksimal, tetapi menggunakan perang psikologis juga untuk menimbulkan ketidaktetuan gitu.
02:58Strategy uncertainty itu, asinggrisnya ya.
03:00Jadi, Iran itu juga agak bingung jadinya, itu mana yang mau diserang, kapan diserang, ya.
03:06Terus udah gitu, selangnya pakai apa, eskalasinya sebesar apa, itulah cara-caranya Trump ya.
03:10Apapun kontroversi yang didebatkan oleh publik ya.
03:13Dan bagaimana respon Iran? Iran tetap menggunakan yang namanya pendekatan asimetrik ya.
03:19Menghitung bahwa menang perang secara konfisional dengan Amerika itu masih jauh ya.
03:24Tetapi bisa menekan Amerika dengan menimbulkan kos politik ekonomi dan militer yang besar ya.
03:28Menggunakan yang namanya itu serangan-serangan drone, serangan rudal, proxy, populasi cyber, kompetensi psikologis.
03:34Nah, ini yang dimainkan gitu.
03:36Baik, untuk serangan darat yang akan dilakukan, ataupun juga serangan udara yang saat ini dilakukan oleh Amerika Serikat,
03:42nanti kita akan bahas lebih lanjut.
03:44Tapi sekarang ini yang dibahas adalah saling serang terkait dengan kata-kata begitu ya.
03:50Saya akan ke Pak Kasim terlebih dahulu.
03:53Pak Kasim tadi sudah dijelaskan sedemikian rupa oleh Pak Wibawanto terkait dengan motif pernyataan atau klaim Trump yang terakhir.
04:00Nah, kalau dengan penjelasan tersebut, kenapa sih kok ada istilahnya kontra yang disampaikan oleh Iran?
04:10Kenapa Iran itu bilang kalau sebenarnya negosiasi tidak berjalan?
04:14Sebenarnya beneran tidak ada negosiasi kah?
04:16Atau sebenarnya negosiasi ini berada di jalur belakang sehingga tidak perlu diketahui oleh publik?
04:21Jawabannya nanti dulu kita jeda sejenak.
04:24Tetaplah bersama kami di Kompas Petang, Saudara.
04:29Terima kasih Anda masih bersama kami di Kompas Petang, Saudara.
04:32Kita akan melanjutkan dialog hari ini terutama terkait dengan perang antara Iran dan juga Amerika Serikat.
04:41Sudah bergabung bersama kami, Pak Kasim Muhammad.
04:43Pak Kasim, ini kalau tadi dengan klaim bahwa ini klaim narasi ini masih berlangsung,
04:48sementara juga apakah ini ancaman atau bagaimana?
04:51Tapi yang paling menarik menjadi perhatian adalah kenapa pemerintah dari sudut pandang Iran ya,
04:56kenapa pemerintah Iran begitu keras membantah adanya negosiasi?
04:59Sebenarnya apa yang dijaga?
05:03Iya, saya kira ada beberapa poin di sini.
05:08Ini pertama kita harus tahu bahwa Trump sudah sering meluntarkan ancaman seperti ini mengenai Iran,
05:19tapi biasanya dia mundur nanti ya, yang dikenal sebagai taco, Trump always chicken out.
05:26Oleh karena itu ya, itu saya kira harus kita ingatkan, suatu kali dia bilang akan
05:36Papa mengembalikan Iran ke zaman batu lain waktu, dia bilang akan dia menghancurkan peradaban Persia.
05:44Tapi seperti dia, upaya untuk melakukan hal ini biasa saja terjadi, tapi kenapa dia tidak melakukannya?
05:54Saya kira karena dia tahu bahwa dia tidak bisa dan dia serta sekutunya harus menanggun biaya yang sangat mahal.
06:05Jadi ancaman-ancaman ini tidak berdasar dan hanya untuk mendapatkan konsesi dari Iran.
06:15Dan poin lainnya adalah serangan terhadap infrastrukturnya Iran itu,
06:20seberapapun parahnya tidak akan membuat Iran melepaskan tangan dari kedaulatannya dan kekuasannya atas salah hormut.
06:29Ini saya kira Amerika juga tahu itu, dan oleh karena itu merupakan kartu asnya Iran untuk setiap negosiasi
06:37dan juga untuk menjauhkan bayang-bayang perang dari teman-teman dari Iran dan juga teman-temannya Iran,
06:44sekutunya Iran.
06:45Karena oleh karena itu saya kira bahwa kalau salah hormut itu Iran tidak akan,
06:51saya pasti tidak akan lepas tangan dari salah hormut.
06:54Dan ancaman-ancaman itu mungkin dilakukan lagi, tapi Iran tidak akan lepas tangan.
07:02Ya, oke. Berarti sebenarnya negosiasi ini sebenarnya tetap jalan ya, meskipun tidak disampaikan secara gamblang.
07:10Itu bukan negosiasi di antara Iran dan Amerika.
07:13Iran sudah jelaskan, selalu bicara Menteri Luarnya Iran itu hari kemarin itu dia jelaskan bahwa
07:20itu bukan negosiasi di antara Iran dan Amerika Serikat, tapi di antara Iran dan Oman.
07:25Apa ini saya harus jelaskan bahwa sebagaimana dinyatakan oleh Menteri Luar Negeri,
07:31Apas Arakci dan jurubicara, pertama-tama dialog ini bersifat bilateral di antara Iran dan Oman.
07:40Ya, tidak ada hubungan dengan pihak lain. Dan itu yang lebih penting.
07:44Dialog ini bukan tentang pembukaan kembali setelah hormut,
07:49melainkan tentang menciptakan jalur baru di bawah penguasaan Iran.
07:53Baik, saya dapat poinnya.
07:55Pak Wibawa, ini juga yang menjadi perhatian.
07:58Ini adalah Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat dan jaringan kedutaan besarnya.
08:01Ini justru mengeluarkan peringatan darurat yang mendesak seluruh warga negara Amerika Serikat di Timur Tengah
08:06untuk segera meninggalkan kawasan tersebut atau bersiap menghadapi evakuasi darurat.
08:12Bagi yang memilih untuk bertahan, mereka diwajibkan untuk bersiap melakukan keberangkatan dalam waktu singkat
08:17jika situasi di lapangan memburuk secara tiba-tiba.
08:21Nah, imbauan keamanan ini diterbitkan menyusul ancaman eskalasi militer yang sangat tinggi antara Amerika Serikat dan Iran.
08:28Nah, ini apakah memang dengan meminta warga untuk bersiap-siap
08:36sebelum operasi militer dimulai?
08:38Ini memang hal yang menjadi standar prosedur dalam diplomatik atau bagaimana, Pak Wibawanto?
08:44Oke, begini ya. Dari perspektif perang, Amerika itu selalu berpikir berapa langkah ke depan.
08:50Artinya mereka selalu bersiap dengan multiple skenario.
08:54Itu sudah SOP-nya seperti itu.
08:56Sudah culture-nya Amerika seperti itu.
08:58Itu satu, karena menghargai aset manusia itu begitu mahal.
09:01Warga negaranya, nyawanya itu begitu mahal.
09:03Itu udah biasa Amerika Serikat begitu.
09:05Keliatannya nggak ada apa-apa, tapi memperingati warga negaranya untuk berhati-hati.
09:08Udah sering kan, itu satu.
09:09Oke, itu poin kedua.
09:10Poin keduanya itu adalah, sekarang itu kedua belah pihak, baik Washington dan Tehera,
09:14mereka itu berusaha mendapatkan konsesi politik yang dibilang kasium tadi.
09:18Tetapi dengan cara menghindari perang terbuka yang eskalatif.
09:22Karena perang sekarang itu, arahnya itu sudah high intensity conflict yang eskalatif.
09:28Walaupun kedua belah pihak masih berusaha menahan, tidak menjadi konflik yang tidak terkontrol.
09:34Kenapa saya bilang begitu?
09:36Kenapa ini masih bisa dikontrol?
09:38Pertama ya, bahwa kedua negara itu tujuan politiknya masih relatif terbatas.
09:45Satu ya.
09:45Yang kedua, belum ada mobilisasi nasional.
09:48Belum ada rencana yang bisa dikatakan sangat jelas untuk melakukan invasi darat.
09:55Dan saya tidak percaya akan ada invasi darat oleh Amerika di Iran.
09:57Yang berikutnya adalah, masih terbukanya ruang negosiasi, walaupun di bilang kasium tadi adalah lewat Oman.
10:03Nah, karena operasi intelijen itu tidak bisa dibuka.
10:05Nah, operasi diplomasi, kegiatan diplomasi harus dibuka.
10:08Itu poinnya.
10:09Nah, jadi upaya ini yang dilakukan oleh kedua belah pihak, itu adalah berusaha dengan tekanan militer yang sekuat mungkin,
10:17berusaha mendapatkan konsesi politik tanpa kedua negara itu terlibat dalam perang terbuka yang tidak terkontrol.
10:24Kenapa? Karena kedua belah pihak, baik terheran Washington, masih menghitung bahwa manfaat negosiasi,
10:29manfaat dan diplomasi, upaya diplomasi, itu masih lebih besar daripada kedua belah pihak tertarik ke dalam perang terbuka yang tidak
10:37terbuka.
10:37Oke, jadi adanya perang narasi, kemudian juga bantah adanya negosiasi, kesiap-siagaan,
10:43kemudian untuk evakuasi warga sipil oleh Amerika Serikat,
10:46ini berarti bagian strategi dari tekanan agar lawan bersedia untuk berunding, begitu ya Pak Wibowanto?
10:52Betul, perang teknologis dan perang informasi.
10:54Makanya Indonesia sendiri juga harus bersiap ini, kenapa Mbak?
10:57Bukan hanya energi dan perdagangan yang akan terganggu dan mengganggu ekonomi Indonesia,
11:00tetapi ini juga ketahanan nasional Indonesia.
11:03Operasi cyber, operasi informasi itu juga terjadi di negara-negara lainnya, termasuk Indonesia,
11:07yang bisa terpengaruh, terpecahkan adanya perang narasi antara Amerika dan Iran.
11:11Ini yang harus kita waspadai.
11:13Nah, peperangan saat ini antara Iran dan Amerika tidak ditentukan oleh secara signifikan,
11:18bukan ditentukan satu-satunya oleh kemenangan militer, tetapi kemenangan secara komprehensif gitu,
11:23untuk mengubah kalkulasi strategis dari orientasi politik dan geopolitik dari baik Teheran dan Washington.
11:30Nah, mereka masih berusaha mencoba dengan segala macam cara menghindari terjadinya perang terbuka yang tidak terkontrol.
11:36Makanya perang cyber, perang informasi, perang psikologis, operasi-operasi militer,
11:40intelijen, tekanan ekonomi, tekanan maritim tetap dilakukan.
11:43Itu poinnya. Dan Indonesia harus berhati-hati mengenai ini, Mbak.
11:45Kita jangan sampai terseret di dalam konflik yang terjadi di Timur Tengah.
11:48Karena Amerika pun yang fokusnya adalah di Indo-Pasifik, sekarang pun juga sudah mulai terdistract,
11:54bisa dikatakan begitu, dengan adanya konflik berkepanjangan dengan Iran.
11:58Makanya Kongres itu juga tetap menaikkan anggaran pertahanan kepada Pentagon.
12:04Jadi perangnya itu sekarang di Washington itu namanya special operation and emergency conflict.
12:08Jadi menghindar dari war power resolution gitu.
12:13Jadi Presiden Amerika tetap bisa menjalankan operasi-operasi militer sampai maunya Trump itu adalah sampai Iran bertukung-tukung.
12:20Tapi maunya Iran adalah menyerah itu lebih mahal daripada bertahan.
12:25Jadi ini titik kesimbangan yang sedang dicari.
12:29Dan siapa yang bisa bertahan menghadapi tekanan satu sama lain,
12:31itulah yang nanti akan mempengaruhi regional security arsitektur baru di Timur Tengah.
12:39Baik, Pak Hashim ini Amerika Serikat ataupun Donald Trump ini sangat menanti bahwa Iran bisa bertukung lutut.
12:44Nah apakah ini akan bagaimana yang mungkin terrealisasi dari hal ini?
12:50Apakah memang dengan langkah Amerika Serikat memperkuat narasi Iran,
12:54bahwa ancaman serangan ini makin nyata,
12:56terutama dengan imbauan mereka akan evakuasi warga sipilnya yang ada di sekitaran Timur Tengah?
13:04Iya, saya rasa tampaknya Amerika sedang berusaha sekuatan agar kedaulatan Iran ini tidak terwujud.
13:13Tetapi saat ini mereka tidak punya cara untuk melakukannya.
13:17Dan tampaknya mereka tidak akan pernah menemukannya itu.
13:23Saya juga menambahkan bahwa masalahnya bukan hanya masalah-masalah hormus yang pasti strategis,
13:31tapi saya kira sekarang ini Iran dan sekutu dunia itu,
13:41kekalahan yang mereka mengalahi, yang menimbulkan kepada Amerika Serikat itu adalah super strategis bagi Amerika.
13:48Dan saya ada beberapa poin yang mengenai ini, saya jelaskan.
13:53Pertama, ini berarti kehancuran tatanan barat yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam mungkin 100 tahun yang lalu itu.
14:07Jangan karena ekonomi dan negaranya, dengan alatnya ataupun singkatnya koronanisme.
14:12Dan mengapa sebuah negara harus memiliki 800 pangkalan militer di dunia.
14:21Sementara kekuatan besar berikutnya, yaitu Rusia, hanya mempunyai 5 pangkalan di luar negeri India.
14:31Dan sekarang tata-tata itu dan desain itu sudah dirubah oleh Iran dan itu kekalahan luar biasa.
14:40Yang lainnya, Iran sekarang menjadi model bagi negara-negara lain.
14:44Dan itu Amerika Serikat tidak mau itu.
14:46Pasti sekarang kita menemukan Yaman, dia mau juga berdiri berhadapan Amerika Serikat.
14:51Baik, kemana kemudian arah dari perang Amerika Serikat dan juga Iran ini, meskipun saling serang, tapi kita harapkan negosiasi juga
14:59sedang berlangsung.
15:00Terima kasih sudah berbagi pandangan kepada kami, Pakar Geopolitik dan Keamanan Nasional, Pak Wibawanto Nugroho.
15:06Dan juga sebelumnya ada Pakasih Muhammadin, dosen International Institute for Islamic Studies.
15:11Terima kasih, Bapak-Bapak. Salam sehat selalu.
15:13Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan