Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Tim gabungan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya bersama Kortas Tipidkor Polri menggelar penggeledahan serentak di 12 lokasi di Jakarta dan Bogor pada Rabu, 8 Juli 2026.

Penggeledahan ini merupakan bagian dari penyidikan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dikaitkan dengan tiga perkara dugaan korupsi, yakni pengadaan batu bara untuk sejumlah PLTU, PT Asabri, serta penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI.

Dalam operasi tersebut, penyidik menggeledah sejumlah kantor, rumah, apartemen, hingga tempat usaha di berbagai lokasi.

Dari hasil penggeledahan, penyidik mengamankan berbagai barang bukti, termasuk uang tunai dalam mata uang asing, dokumen, serta emas batangan seberat sekitar 74 kilogram yang ditemukan dalam pengembangan penyidikan.

Pada hari yang sama, pengamanan personel TNI di kediaman Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah juga menjadi perhatian publik.

Namun, Kapuspen TNI menegaskan pengamanan tersebut dilakukan atas permintaan institusi Kejaksaan sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak berkaitan dengan proses penggeledahan yang dilakukan Polri.

Hingga kini, penyidikan masih berlangsung dan identitas pihak yang bertanggung jawab secara pidana belum diumumkan secara resmi. Seluruh pihak tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Joshua



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/679663/kronologi-penggeledahan-12-lokasi-usut-3-kasus-korupsi-batu-bara-pln-asabri-krakatau-steel
Transkrip
00:10Musik
00:12Usut 3 kasus korupsi yang melibatkan nama Jampitsus Febri Adriansia.
00:18Tim gabungan Polda Metro Jaya bersama Korp Pemberantas Tindak Kedena Korupsi Polri
00:23menggelar penggeledahan serentak di sejumlah lokasi di Jakarta dan Bogor pada Rabu 8 Juli 2026.
00:30Kabin Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan
00:35bahwa penggeledahan tersebut merupakan bagian dari penyedikan Dugaan Tindak Kedena Pencucian Uang TPPU
00:42yang berkaitan dengan 3 perkara korupsi yakni dugaan korupsi pengadaan batu bara untuk sejumlah PLTU
00:49periode 2018 hingga 2026, dugaan korupsi PT Asabri periode 2020 hingga 2025,
00:57serta dugaan korupsi dalam penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI periode 2020 hingga 2025.
01:07Ya hari ini kami akan menyampaikan kegiatan yang dilaksanakan oleh tim gabungan dari Kortas TV Kor
01:19bersama Polda Metro Jaya dalam melakukan penyedikan Dugaan Kasus Korupsi meliputi suap gratifikasi dan pencucian uang.
01:32Ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan penggeledahan,
01:40termasuk di lokasi sekarang di Cafe The Clan dan Coin Money Changer.
01:46Ini kaitan tentang dugaan korupsi Black Oat Batu Bara PLN, Asabri dan Krakatau Steel.
01:55Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian
02:03untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyedikan.
02:08Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyedikan di dalam mencari,
02:13mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyedikan.
02:17Penggeledahan dilakukan di 12 titik oleh tim gabungan Polda Metro Jaya dan Korp Pemberantas Tindak Pindana Korupsi Polri,
02:25diantaranya KVD Clan Signature CPT Jakarta Selatan,
02:30Coin Money Changer CPT Selatan Jakarta Selatan,
02:33PT CBS Cengkareng Timur Jakarta Barat,
02:36Kantor Pusat PT CBS Penjaringan Jakarta Utara,
02:40PT KNI Petojo Selatan Jakarta Pusat,
02:43Rumah berinisial MN di Serpong Utara, Tanggrang Selatan,
02:48Rumah berinisial PK di Negakuningan Jakarta Selatan,
02:53Kantor atau grup DMG atau CP di Kuningan Jakarta Selatan,
02:59PT PML di Karet Kuningan Jakarta Selatan,
03:03Rumah berinisial DR di Gandaria Selatan Jakarta Selatan,
03:08Apartemen milik perempuan berinisial MILDK di Pacific Place, Jakarta Selatan,
03:15dan sebuah rumah di kawasan Sentul Kabupaten Bogor.
03:20Dari hasil penggeledahan pada kafe di wilayah CPT hingga di rumah daerah Sentul,
03:26pihak kepolisian menginformasikan sejumlah temuan,
03:29mulai dari sejumlah uang tunai dalam pecan mata uang asing,
03:33hingga emas batangan seberat 74 kg.
03:37Kami sampaikan update per malam ini.
03:41Di kafe The Clan, ini ditemukan sejumlah uang Singapore Dollar dan US Dollar.
03:51Ini masih dalam tahap penghitungan,
03:53termasuk beberapa dokumen yang masih dalam penelaahan oleh teman-teman penyidik.
04:00Nanti kami akan update kepada teman-teman setelah pelaksanaan penggeledahan ini dilakukan.
04:05Kalau tadi infonya juga ada money changer yang digeledah Pak,
04:09itu sudah ada temuannya apa saja dan terkait apa Pak?
04:11Ya, kalau money changer ini terkait tentang dugaan tindak pidana pencucian uang,
04:17artinya money launderingnya dengan menggunakan sarana dan fasilitas dari money changer.
04:22Ini masih dugaan, tetapi apabila nanti itu akan sudah ada temuan,
04:27baik itu dokumen, alat-alat bukti lain yang pada saat penggeledahan akan kami jadikan,
04:32ini sebagai petunjuk dan barang bukti, alat bukti di dalam proses penyidikan.
04:36Baik, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
04:40rekan-rekan media, terima kasih.
04:42Saya akan sampaikan update berkaitan hasil penggeledahan.
04:46Rumah di Parahiyangan, Golf 2 nomor 2, Bogor,
04:51ditemukan perangkas terkunci setelah dibuka BC7 koper,
04:56yang pertama 74 kg emas batangan,
05:02kemudian 4.767.300 USD,
05:07kemudian 14.083.800 SGD,
05:15kemudian 100 juta rupiah.
05:17Estimasi total dalam rupiah senilai 476 miliar.
05:25Kemudian kita juga telah melakukan penyitaan beberapa dokumen-dokumen,
05:29termasuk handphone,
05:30kemudian beberapa foto keluarga yang diduga pemilik rumah dan pemilik barang dalam berangkas.
05:36Selanjutnya barang bukti akan kita lakukan penyitaan.
05:39Saya kira itu. Terima kasih.
05:43Itu masih dalam proses pendalaman oleh penyidik.
05:47Tapi apakah sudah ada yang berkaitan?
05:49Sampai saat ini masih pada proses untuk penggeledahan,
05:53kemudian beberapa pembuktian.
05:55Belum, masih nunggu.
06:01Tadi sudah dijelaskan,
06:03nanti secara detail akan kita sampaikan setelah seluruhnya proses penyidikan dilakukan.
06:13Tentu teknis ya.
06:15Saya kira itu. Terima kasih.
06:17Pada hari yang sama, Rabu 8 Juli 2026,
06:21Kediaman Jaksa Agung Muda Tindak Pindahan Khusus,
06:23Jampitsus, Kejaksan Agung Febri Atriansyah.
06:26Di kawasan Kebayaran Baru, Jakarta Selatan,
06:28tampak dijaga oleh prajuri TNI.
06:31Sejumlah prajuri terlihat berjaga di pintu gerbang rumah,
06:34sementara personil lainnya berada di area taman depan Kediaman.
06:40Selanjutnya, pada Kamis, dini hari 9 Juli 2026,
06:44sejumlah prajuri TNI terlihat mendatangi gedung
06:46Direktorat Reserse Kriminal Khusus,
06:49Polda, Metro Jaya.
06:51Namun, setelah dilakukan konfirmasi,
06:54Hapus Pen TNI melalui pesan tertulis,
06:57mengatakan bahwa pengamanan TNI di Kediaman Jampitsus Kejagung,
07:01Febri Atriansyah tidak ada hubungannya
07:04dengan isu penggeledahan yang menjelaskan pengamanan
07:07sesuai permintaan kejaksaan dan sesuai mekanisme dan ketentuan
07:11Perfres No. 66 Tahun 2025
07:15terkait perlindungan jaksa dalam melaksanakan tugas.
07:19Kapus Pen TNI menyebut,
07:20terkait penggeledahan oleh polisi di sejumlah lokasi
07:23merupakan proses yang berbeda dan berada di bawah keunangan Polri.
07:29Pada Kamis 9 Juli 2026,
07:31barang bukti hasil penggeledahan di bawah dan diamankan
07:34oleh penyidik ke markas Polda, Metro Jaya
07:37selama proses pemindahan barang bukti
07:39hingga Kamis pagi,
07:41pihak kepolisian melakukan pengawalan dan pengamanan secara ketat
07:44di kawasan kantor Polda, Metro Jaya
07:47untuk memastikan proses berjalan aman dan lancar.
07:51Di sisi lain, ada pula kesaksian pihak ahli kunci
07:54yang dimintai pihak kepolisian
07:57untuk membongkar berangkas di Sentul.
08:01Suruh bantu aja, suruh bantu ini katanya ada
08:04apa, kerjaan, suruh bongkar berangkas.
08:06Apa di dalam tadi gimana tuh berangkas?
08:08Kata sulitan atau gimana.
08:10Oh gak ada, langsung aja.
08:12Kalau gerak cepat aja langsung diberinda, langsung dibuka.
08:15Tapi memang berangkasnya umum atau gimana?
08:19Berangkas khusus sih, Pak.
08:20Khusus.
08:20Berangkas khusus merek bagus, terecup.
08:25Ukurannya kurang lebih 1 meteran lah.
08:281x1 meter lebih.
08:30Berapa kali berapa?
08:32Kurang lebihnya 1,5m x 80.
08:35Di dalam tembok kita tutup.
08:37Tembok gitu, Pak.
08:38Jadi itu pintu, pintu berangkas.
08:41Jadi dalamnya tembok, ruangan.
08:43Ruangan.
08:44Bukan berangkas umumnya ya.
08:45Oh ada ruangan.
08:46Berarti itu pintu ya?
08:48Pintu, pintu.
08:48Bukan berangkas umum.
08:49Isinya, liatnya isinya?
08:51Isinya kopor.
08:52Ya, saya kopor.
08:52Gak tau sih.
08:54Gak kopor-kokor aja.
08:55Ruangannya luas.
08:56Kurang lebih 1,5m lah.
08:59Mirip-mirip pudang mungkin ya?
09:01Iya, mirip-mirip pudang.
09:02Ada apa aja di dalamnya, Pak.
09:04Yang saya lihat itu kopor.
09:05Gak masuk ke dalam kan.
09:07Saya cuma lihat dari luar.
09:08Kompor-kompor aja udah.
09:10Khusus yang keamanan itu kayak gimana, Pak.
09:12Khusus yang keamanan bagus.
09:14Ada berapa lapis?
09:16Bajanya sekitar 2 lapis.
09:17Bajak tapi yang tendis ya.
09:18Bajak.
09:194 bajak.
09:19Kalau untuk membuka kuncinya itu,
09:22carmah pakai pin atau?
09:23Pakai kombinasi, Pak.
09:24Putar kombinasi.
09:25Sama kunci manualnya ada?
09:27Berarti 2.
09:282.
09:28Itu masuk ke berangkasan dia.
09:30Berangkasan itu, Pak.
09:32Berangkas malam.
09:33Oke.
09:33Dua ngomongan tadi berapa lama?
09:35Kurang lebih 15 menit-an, Pak.
09:38Oh, betul-betul.
09:39Ini posisi di lantai 2, berarti, Pak.
09:40Lantai 2, Pak.
09:41Di kamar atau tidak?
09:42Di kamar, Pak.
09:43Di kamar, di lantai itu ruangan lagi?
09:46Itu jadi ditutup kayak lemari, Pak.
09:47Oh, kamar utama itu?
09:48Nah, kamar utama itu.
09:49Oh, itu di belakang lemari posisi?
09:50Iya, di belakang lemari.
09:51Hmm.
09:52Hmm.
09:52Hmm.
09:53Oke.
09:54Terima kasih.
09:54Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan