00:00Jadi Iran kembali akan memainkan Hormuz, makanya kan tutup buka begitu ya.
00:03Sampai ada Mimba Sindi, nanti Sabtu Minggu Hormuz buka begitu ya,
00:07Senin tutup lagi begitu kan.
00:08Mereka akan terus mengawasi perjanjian ini,
00:11dan tiba-tiba jika Lebanon itu diserang kembali, maka Hormuz akan ditutup.
00:19Masih di satu majadu forum, Dupest Dian, saya ingin melanjutkan lagi.
00:26Jadi, tadinya kita berpikir dengan kesepakatan nama ini akan ada perbaruan.
00:31Paling tidak Indonesia bisa menempatkan Iran menjadi salah satu partner negara untuk sumber minyak.
00:39Yang kita tahu bahwa lifting produksi kita kan tidak bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri.
00:44Sebulan itu dalam satu hari 1 juta barel kalau nggak salah kan kita impor gitu.
00:49Nah alternatif presiden pernah ke Rusia dan sebagainya mencari.
00:53Kali ini Iran gimana? Kan penting juga nih.
00:55Apakah masih bisa diperbaiki atau sudah terlanjur marah?
00:59Sanksi terhadap Iran belum dicabut.
01:03Karena ini masih dalam proses.
01:05Saya agak sedikit-pundur sedikit ya.
01:07Saya punya reservasi terhadap statement perjanjian damai.
01:13Buat saya ini bukan perjanjian damai.
01:15Ini baru memorandum of understanding.
01:19Kesepahaman mengenai pengaturan situasi di Timur Tengah.
01:23Kira-kira begitu.
01:24Yang kalau mau jujur, buat saya sebelum perjanjian ini ditandatangani,
01:30itu kan banyak beredar informasi bahwa banyak isu yang sudah disepakat di Amerika.
01:35Termasuk penarikan pasukan Amerika, termasuk pembayaran biaya rekonstruksi dan sebagainya.
01:45Buat saya belum sampai situ.
01:47Perjanjian ini kan kita bisa lihat sekarang.
01:50Untuk mulai melaksanakan perjanjian ini cuma tiga hal yang dibutuhkan saat ini.
01:55Yaitu pengetingan perang.
01:57Kedua, apa namanya, pembukaan Selat Hormus oleh Iran.
02:00Ketiga, penarikan blokade oleh Amerika.
02:04Jadi seimbang tuh Iran harus melakukan sesuatu, Amerika juga.
02:08Buat saya itu aja yang penting sekarang ini.
02:10Dan untuk melaksanakan tiga itu?
02:11Dan untuk melaksanakan tiga ini juga tidak semudah membalik tangan.
02:15Karena ada aturannya, ada prosedurnya, dan ada mekanisme dengan negara-negara tetangga di sana.
02:20Tidak bisa, kapal Saudi langsung nyelonong gitu kan gak bisa.
02:24Nah, apalagi ada kapal kita masih di sana.
02:28Karena yang tiga itu salah satunya adalah pembukaan Selat Hormus.
02:31Sementara di sisi lain, Indonesia berharap banyak bahwa Selat Hormus dibuka itu,
02:35seperti yang disampaikan oleh Bung Abra tadi,
02:37akan berdampak dan publik akan melihat,
02:39oke, akan ada penurunan harga yang selama ini dirasakan menjadi salah satu beban.
02:43Bisa juga menjadi penurunan inflasi.
02:45Kalau begitu, kira-kira alternatif apa?
02:47Supaya Indonesia gak terlalu berharap betul dengan situasi ini.
02:50Karena ternyata gak semudah yang dibayangkan, Bung Abra.
02:52Ya, sebetulnya pemerintah kan sudah mencoba melakukan adjustment ya,
02:57ketika ada gangguan pasokan, kita kurang lebih ada sekitar 19%
03:02sumber minyak mentah kita dari kawasan Timur Tengah,
03:05kemudian mencari alternatif lain,
03:07salah satunya dari Amerika Serikat,
03:10dan kemudian pemerintah,
03:11dan juga Rusia.
03:12Saya pikir ketika Selat Hormus dibuka,
03:14artinya alternatif kita mendapatkan pasokan,
03:16dengan harga yang lebih murah, itu lebih terbuka lebar,
03:19ya otomatis nanti tentu dia produksi BBM tadi semakin murah,
03:23otomatis masyarakat pasti ekspektasinya adalah agar harga BBM,
03:27entah yang non-subsidi, bahkan yang subsidi sekalipun,
03:29itu diturunkan.
03:31Tapi ternyata tidak semudah itu.
03:34Masyarakat masih harus menunggu nih.
03:35Betul, karena dalam hal misalnya saya berikan contoh,
03:38untuk harga BBM non-subsidi,
03:40yang sudah dinaikkan oleh badan usaha seluruhnya,
03:43termasuk swasta,
03:44itu pun ternyata ada beberapa produk,
03:46yang memang harga jualnya itu masih dibuat harga ekonomian.
03:49Artinya masih sebagian ditanggung oleh badan usaha,
03:52khususnya plat merah.
03:53Artinya ketika harga minyak mentah itu turun,
03:56belum otomatis serta-merta,
03:57ya harga jual akan turun.
03:59Kecuali memang,
04:00plat merah tadi memang,
04:02akan melanjutkan opsi untuk nombok.
04:05Ya ini kan seperti yang terjadi dengan Pertamina kan,
04:08kenapa dia sampai menaikkan harga pertama,
04:10karena pertanyaannya sampai kapan mau nombok terus gitu.
04:12Ya betul,
04:13jadi ya saya pikir nanti ini akan menjadi pilihan yang dilematis,
04:17ya buat badan usaha,
04:19apakah memang akan segera mungkin menurunkan harga BBM,
04:22non-subsidi,
04:23atau memang kalaupun turun,
04:25turunnya mungkin tidak terlalu ekstrim ke level yang sebelum ada kenaikan,
04:29kan di level 12.300 rupiah.
04:32Karena naiknya kemarin itu kan cukup,
04:33naiknya tinggi 32 persen.
04:35Tinggi kan, 32 persen.
04:36Karena kalau mau turun ya berhenti di.
04:38Ini sudah menjadi isu politik ya,
04:40karena ini baru pertama kalinya,
04:42harga komunitas non-subsidi,
04:44dijadikan bagian tuntutan.
04:46Dari demonstrasi yang sebelum-sebelumnya itu kan,
04:48biasanya harga.
04:49Kondisi itu karena situasinya adalah kelas menengah sudah mulai digrogoti
04:54dan hampir menulis.
04:54Betul, karena pada akhirnya kelas menengah ini yang selama ini mungkin
04:59masa tidak terlalu terpukul ketika ada kondisi perang ini,
05:04merasakan adanya inflasi dari sektor pangan dan juga inflasi di sektor energi.
05:08Kalau dari sisi indep ada alternatif lain nggak?
05:12Supaya satu jangan terlalu tergantung,
05:13ternyata kesepakatan damai itu bukan sesuatu yang bisa langsung dirasakan,
05:17ternyata kalikunya masih panjang.
05:19Dua sisi tentunya, dari sisi domestiknya kita harus meningkatkan lifting bigas,
05:24karena ini juga masih menjadi PR kita,
05:26meningkatkan produksi supaya mengurangi ketergantung impor.
05:28Kedua juga mendiversifikasi,
05:30sekarang kan pemerintah sedang mendorong adanya upaya
05:33bauran energi ya,
05:34sehingga tidak sepenuhnya dari impor minyak mentah.
05:37Misalkan dengan biofuel,
05:38targetnya Juli nanti adalah B50.
05:40Itu juga menjadi bagian strategi untuk mengurangi ketergantungan impor.
05:43Yang kedua,
05:44saya pikir ini saya membaca salah satu poin yang di,
05:47jadikan bahan kesepakatan antara Amerika dan Iran adalah,
05:50mengizinkan Iran untuk melanjutkan ekspor minyaknya.
05:54Nah itu juga mungkin menjadi diskusi menarik,
05:56apakah Indonesia akan mempertimbangkan,
06:00untuk memperkuat kerjasama dengan Iran,
06:03salah satunya adalah bergeningnya dengan kita,
06:04melakukan importasi minyak mentah dari Iran.
06:07Nah itu silahkan tadi.
06:10Silahkan, silahkan.
06:10Sedikit saja.
06:11Boleh, boleh.
06:11Dibutir ini,
06:13jangan kan punya masalah politik ya,
06:15masalah teknis saja.
06:17Ketika perjanjian ini dibicarakan,
06:19kecenderungan minyak mulai turun.
06:21Tapi ketika ini di tanda tangan ini,
06:23pasti turun.
06:25Tapi untuk mendatangkan minyak dengan harga sekarang ini,
06:28ke Indonesia,
06:29butuh waktu.
06:30Berarti yang ada sekarang ini,
06:33masih harga yang kita beli waktu mahal.
06:35Waktu mahal.
06:36Jadi artinya untuk menurunkan itu kan,
06:38ada waktu membawa minyak itu kan,
06:39tidak dari Tanjung Perio ke sini gitu kan.
06:44Perhari-hari.
06:46Saya cuma mau bilang satu lagi,
06:48ketika kita menghadapi masalah-masalah seperti ini,
06:52boleh cerita sedikit,
06:53bahwa di masa lalu,
06:56kita itu tidak pernah serius,
06:58ketika berbicara tentang ketahanan energi.
07:01Nanti saya akan elaborasi juga di segmen,
07:04tapi kita masih fokus soal,
07:07ketika Iran,
07:08ada cerita itu,
07:09ada dampak,
07:10terus kemudian ada faktor Amerika,
07:12Profik melihatnya seperti apa.
07:15Bisa gak sih semudah itu,
07:16atau memang,
07:17bagaimanapun selama Indonesia,
07:19masih dalam kebutuhan politik internasionalnya,
07:21dengan Amerika masih dominan,
07:23ya mau elaborasi dengan Iran,
07:26pasti susah.
07:27Gini,
07:27saya ini kan latar belakang saya hukum nih,
07:30jadi kalau orang hukum itu,
07:32bicara katanya,
07:33kalau gak punya evidence-nya,
07:35buktinya agak repot gitu ya.
07:37Jadi,
07:38waktu ada kesepakatan MOU,
07:40antara Amerika Serikat dengan Iran,
07:43saya coba Google di internet,
07:45apa sih kesepakatan itu,
07:47dan saya dapatkan,
07:48itu isinya 14 poin,
07:50tapi saya harus disclaimer ya,
07:53mungkin aja ini bukan yang ditanda tangani.
07:55Oke,
07:55bukan yang otentik,
07:56tapi yang hasil temuan,
07:58hasil temuan,
07:58riset mandiri dari Profik.
07:59Riset mandiri,
08:00yang sudah dipublish di sebuah koran,
08:03korannya dari Israel lagi.
08:05Nah,
08:06di dalam poin 10,
08:08dikatakan disitu,
08:09bahwa,
08:09the United States undertakes,
08:12the United States undertakes,
08:15that immediately after the signing of this MOU,
08:18and until the date of the lifting of sanctions,
08:22the United States Treasury Department will issue wavers,
08:25for export of Iranian crude oil,
08:28petrochemical dan seterusnya.
08:30Jadi,
08:31itu kata-katanya immediately.
08:32Immediately.
08:33Jadi,
08:33itu harus segera.
08:34Memang,
08:35kemarin itu,
08:36ada perkembangan,
08:37ada kapal Iran,
08:38yang keluar,
08:39dan itu tidak diapak-apakan oleh,
08:41blokade yang,
08:42blokade Amerika.
08:43Amerika Serikat.
08:45Artinya,
08:46kalau misalnya,
08:48dilihat dari MOU itu,
08:49memang ada,
08:50yang immediately,
08:52segera,
08:52ada yang,
08:54sifatnya,
08:55memang on progress,
08:56dari 60 hari ini,
08:58dinegosiasikan.
09:00memang kalau di pasal satunya,
09:02soal,
09:03pokoknya kita sudah tidak saling serang ya,
09:06dan juga termasuk di Lebanon,
09:08itu kan,
09:09itu harusnya sudah selesai.
09:10Tapi memang,
09:11yang jadi permasalahan ini sekarang,
09:13Israel masih menyerang Lebanon.
09:15Lebanon.
09:16Nah,
09:16kemarin ini,
09:16setelah ada penanda tanganan secara elektronik gitu ya.
09:20Dan Benjamin Netanyahu masih meresponnya tidak serius.
09:24Ya,
09:24tidak serius dan mengatakan bahwa,
09:26Amerika.
09:26Iya,
09:27mengatakan bahwa,
09:28oke,
09:28kalau misalnya,
09:28tidak ada serangan,
09:30tapi,
09:31kita di Lebanon Selatan sudah kuasa ini,
09:33sudah milik kita.
09:35Nah,
09:35sebenarnya Iran maunya tidak ada serangan,
09:37terutama ke Hezbollah,
09:39dan,
09:40Israel harus keluar,
09:41dari Lebanon Selatan.
09:42Nah,
09:43ini kan,
09:44apa namanya,
09:45yang tadi yang saya katakan,
09:47ada yang immediately,
09:48tapi kok,
09:48tidak sesuai,
09:50dengan yang immediately,
09:51yang memang.
09:52ada satu lagi,
09:53prop Israel,
09:54tegas menyampaikan bahwa,
09:56kami tidak ikut dalam kesepakatan damai.
09:58Betul,
09:59itu yang tadi saya katakan di awal,
10:01bahwa,
10:01dia kan punya kedaulatan.
10:02Yes.
10:03Amerika Serikat,
10:04mau dia ngomong apa,
10:06Netanyahu sekarang dalam posisi,
10:07oke,
10:08sekarang,
10:09kita punya perbedaan pandangan nih,
10:12terkait dengan Iran.
10:13Kalau kemarin,
10:14kita sama,
10:15tapi kalau sekarang,
10:16tidak.
10:17Di situ,
10:18kalau saya hitung,
10:19mungkin ada dua,
10:20tiga kali,
10:21Trump itu marah.
10:21sama Israel.
10:23Bahkan yang terakhir,
10:24beliau mengatakan bahwa,
10:25tanpa kami,
10:27sebenarnya Israel sudah tidak ada lagi.
10:29Meskipun agak,
10:31sulit dipercaya,
10:32Amerika bisa marah serius gitu,
10:34sama Israel gitu.
10:35Melihat artinya,
10:36itu kan agak sulit.
10:37Khawatirnya ini gimmick dan sebagainya.
10:39Tapi itulah,
10:39itu wilayahnya Amerika.
10:40Yang ingin kita tegaskan di sini adalah,
10:43karena kita bicara ini angin segar,
10:45apakah ini bisa,
10:46khususnya hubungan diplomatik dengan Iran,
10:48apakah bisa diperbaiki,
10:49dan kemudian bisa berdampak,
10:52paling tidak ada alternatif sumber.
10:55Yang pasti satu Mas Yogi,
10:56sekarang ini pemerintah,
10:58tidak bisa lagi,
11:00menyalahkan perekonomian sedang lesu itu,
11:02karena masalah geopolitik.
11:04Oke,
11:04itu salah satu.
11:05Tidak ada lagi alasan itu.
11:06Itu dari kenapa saya tanya.
11:07Dan yang diharapkan oleh masyarakat,
11:08kemarin yang naik,
11:09itu harus segera turun.
11:11Memang ada waktu ya,
11:13penyesuaian dan lain sebagainya,
11:14tapi harus turun.
11:15Dan yang ketiga adalah,
11:17yang tadinya investor,
11:18keluar mungkin dia mau wait and see,
11:21ya harusnya sekarang,
11:23kita kalau katakanlah fundamental ekonomi sudah bagus,
11:26harusnya bisa masuk dong.
11:28Tapi kan isunya adalah,
11:29apakah masalah fundamental ekonomi Indonesia yang bagus,
11:32atau kepercayaan,
11:34trust dari para investor ini.
11:36Jangan-jangan lebih ke masalah kepercayaan investor,
11:40bukan masalah fundamental ekonomi.
11:42Karena kalau dalam pemahaman saya,
11:44fundamental ekonomi bagus,
11:46geopolitik sudah meredah,
11:49harusnya ya BBM akan turun,
11:52segala sesuatu akan...
11:53Bung Abra masih yakin harga BBM,
11:55atau punya rekomendasi bahwa,
11:56kalau kesempatan damai ini berjalan dengan baik,
11:59ya otomatis harus segera turun,
12:00karena harga minyaknya pasti akan turun,
12:03mendekati asumsi APBN.
Komentar