Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat dinilai dapat membuka peluang baru bagi hubungan ekonomi dan diplomatik sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Namun, mantan Duta Besar RI untuk Iran periode 2012-2016, Dian Wirengjurit, mengingatkan bahwa hubungan Indonesia-Iran saat ini tidak berada dalam kondisi yang sepenuhnya normal.

Menurut Dian, Indonesia dan Iran pada dasarnya saling membutuhkan. Indonesia memiliki komoditas seperti karet, kelapa sawit, dan kertas yang dibutuhkan Iran, sementara Iran memiliki sumber daya energi dan petrokimia yang penting bagi Indonesia.

Namun, ia menilai situasi saat ini berbeda, bukan hanya karena perang di Timur Tengah, tetapi juga karena sikap politik Indonesia yang dinilai berpihak.

Dian bahkan menyebut Iran telah berkali-kali merasa dikecewakan oleh Indonesia.

Salah satu persoalan yang disorot adalah penahanan kapal tanker Iran yang menurutnya hingga kini masih berada di Batam.

Ia menilai kasus tersebut masih dapat diperdebatkan dari perspektif hukum internasional.

Menurut Dian, proses negosiasi yang dilakukan Indonesia kala itu juga menimbulkan kekecewaan di pihak Iran.

"Dinegosiasikan, kita menerapkan kebijakan yang sangat tidak bisa diterima. Bahwa untuk menebusnya itu bayarnya mahal," katanya.

Selain itu, Dian mengungkapkan insiden dalam Latihan yang melibatkan angkatan laut Indonesia.

Saat itu, Iran disebut telah mengirim dua kapal perang untuk mengikuti latihan bersama, namun kemudian diminta kembali.



Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/rakE3PUjcR8




#perang #iran #indonesia

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/676910/eks-dubes-dian-wirengjurit-bongkar-penyebab-iran-berkali-kali-kecewa-kepada-indonesia-satu-meja
Transkrip
00:00Pak Duta Besar, Pak Duta Besar, kalau dilihat perjanjian tadi sampaikan Profik itu ini enggak serta-merta langsung seperti oke
00:10selesai semuanya.
00:12Saya akan menggalitu dari sisi itu sebelum nanti saya akan bertanya sepanjang menjadi Duta Besar di sana.
00:18Sebenarnya hubungan Indonesia dengan Iran itu kan jangan-jangan agak nahan sekarang ya karena ada situasi ini.
00:25Yang kedua posisi Indonesia mungkin sudah terlanjur oke di BOP gitu.
00:30Anda sendiri melihat sebetulnya kalau memang ini kesepakatannya mulus gitu jalan sebenarnya Indonesia sama Iran itu punya potensi apa sih
00:37dari sisi hubungan diplomatik.
00:39Terima kasih terima kasih mas.
00:41Begini pada dasarnya Indonesia dan Iran itu saling membutuhkan.
00:47Oke produk-produk kita saling membutuhkan.
00:50Saling membutuhkan karena produk-produk kita karet, kelapa sawit, kertas mereka butuhkan.
00:56Sementara kita tahu migas, petrokimia, apa namanya dan lain sebagainya itu mereka punya.
01:04Jadi kalau hubungan secara normal ini akan berkembang saling untungan.
01:10Tapi kalau ditanya sekarang kondisinya jelas sudah lain.
01:14Sudah lain?
01:14Bukan hanya karena terjadinya perang.
01:18Kalau perang itu masih kita bisa apa ya kita antisipasikan tidak seperti sekarang.
01:24Artinya kita masih tetap tidak usah berbuat apa-apa dalam kaitan yang terkait Timur Tengah.
01:29Buat saya mungkin dampaknya juga tidak seperti sekarang.
01:32Akan lebih ringan sedikit.
01:35Tapi kita kan dari awal perang ini, bahkan sebelum perang, sudah menyatakan keberpihakan kita kepada sisi lain.
01:43Keberpihakan karena masuk BOP itu?
01:45BOP khususnya.
01:47Tapi di lain pihak, selama ini kan Iran sudah berkali-kali mas, tolong catat nih.
01:54Berkali-kali dikecewakan Indonesia.
01:56Apa itu?
01:57Banyak mas.
01:59Dan kaitannya dalam kurumat itu periode Timur Tengah?
02:02Dalam kaitan ini saja kita bisa ingat, Indonesia itu masih menahan kapalnya Iran loh.
02:09Masih menahan kapalnya Iran?
02:10Tangker Iran itu masih ditahan.
02:12Dan penahanan itu masih bisa disengketakan dari sisi hukum internasional.
02:17Ditangkapnya itu katanya kita di wilayah kita.
02:21Padahal Iran bilang, dia di perairan bukan wilayah kita, internasional.
02:26Atau sekalipun ZEE pun tidak serta-merta kita bisa tangkap.
02:31Tapi ditahannya itu ketika dinegosiasikan dengan Iran, kita menerapkan posisi yang seakan-akan dia butuh kita.
02:41Itu kejadiannya tahun berapa?
02:422023.
02:432023.
02:44Sampai sekarang dan itu di perairan Indonesia.
02:46Masih ada?
02:46Masih di Batam.
02:49Nah, dinegosiasikan kita menerapkan kebijakan yang sangat tidak bisa diterima.
02:54Bahwa untuk menebusnya itu bayarnya mahal, kira-kira gitu.
02:58Mereka bilang masa kita kan sama-sama bisa hitung harga kapal berapa, 2 juta minyak yang ada di situ berapa
03:05harga waktu itu.
03:06Betul, tapi Indonesia tentapan harganya mahal.
03:09Artinya saya ingin menggelirkan, tadinya kan ada harapan ketika semuanya baik, ada kesepakatan, berjalan.
03:15Dan kemudian paling tidak secara terpisah hubungan diplomatik Indonesia sama Iran itu bisa berdampak baik.
03:22Betul.
03:22Kita gak perlu susah-susah nyari minyak sampai ke Rusia, paling tidak bisa itu.
03:26Betul.
03:27Dengan ini agak susah karena sudah terluka begitu.
03:29Ini salah satu.
03:31Yang kedua, ada latihan timur, apa namanya, Komodo.
03:36Latihan perang yang diadakan angkatan laut kita.
03:39Iran diundang, sudah datang dengan dua kapal perangnya untuk ikut latihan.
03:43Begitu datang disuruh pulang.
03:45Karena Amerika tidak suka.
03:45Kejadian tahun, karena Amerika tidak suka.
03:472025.
03:48Oke.
Komentar

Dianjurkan