00:00Pak Duta Besar, Pak Duta Besar, kalau dilihat perjanjian tadi sampaikan Profik itu ini enggak serta-merta langsung seperti oke
00:10selesai semuanya.
00:12Saya akan menggalitu dari sisi itu sebelum nanti saya akan bertanya sepanjang menjadi Duta Besar di sana.
00:18Sebenarnya hubungan Indonesia dengan Iran itu kan jangan-jangan agak nahan sekarang ya karena ada situasi ini.
00:25Yang kedua posisi Indonesia mungkin sudah terlanjur oke di BOP gitu.
00:30Anda sendiri melihat sebetulnya kalau memang ini kesepakatannya mulus gitu jalan sebenarnya Indonesia sama Iran itu punya potensi apa sih
00:37dari sisi hubungan diplomatik.
00:39Terima kasih terima kasih mas.
00:41Begini pada dasarnya Indonesia dan Iran itu saling membutuhkan.
00:47Oke produk-produk kita saling membutuhkan.
00:50Saling membutuhkan karena produk-produk kita karet, kelapa sawit, kertas mereka butuhkan.
00:56Sementara kita tahu migas, petrokimia, apa namanya dan lain sebagainya itu mereka punya.
01:04Jadi kalau hubungan secara normal ini akan berkembang saling untungan.
01:10Tapi kalau ditanya sekarang kondisinya jelas sudah lain.
01:14Sudah lain?
01:14Bukan hanya karena terjadinya perang.
01:18Kalau perang itu masih kita bisa apa ya kita antisipasikan tidak seperti sekarang.
01:24Artinya kita masih tetap tidak usah berbuat apa-apa dalam kaitan yang terkait Timur Tengah.
01:29Buat saya mungkin dampaknya juga tidak seperti sekarang.
01:32Akan lebih ringan sedikit.
01:35Tapi kita kan dari awal perang ini, bahkan sebelum perang, sudah menyatakan keberpihakan kita kepada sisi lain.
01:43Keberpihakan karena masuk BOP itu?
01:45BOP khususnya.
01:47Tapi di lain pihak, selama ini kan Iran sudah berkali-kali mas, tolong catat nih.
01:54Berkali-kali dikecewakan Indonesia.
01:56Apa itu?
01:57Banyak mas.
01:59Dan kaitannya dalam kurumat itu periode Timur Tengah?
02:02Dalam kaitan ini saja kita bisa ingat, Indonesia itu masih menahan kapalnya Iran loh.
02:09Masih menahan kapalnya Iran?
02:10Tangker Iran itu masih ditahan.
02:12Dan penahanan itu masih bisa disengketakan dari sisi hukum internasional.
02:17Ditangkapnya itu katanya kita di wilayah kita.
02:21Padahal Iran bilang, dia di perairan bukan wilayah kita, internasional.
02:26Atau sekalipun ZEE pun tidak serta-merta kita bisa tangkap.
02:31Tapi ditahannya itu ketika dinegosiasikan dengan Iran, kita menerapkan posisi yang seakan-akan dia butuh kita.
02:41Itu kejadiannya tahun berapa?
02:422023.
02:432023.
02:44Sampai sekarang dan itu di perairan Indonesia.
02:46Masih ada?
02:46Masih di Batam.
02:49Nah, dinegosiasikan kita menerapkan kebijakan yang sangat tidak bisa diterima.
02:54Bahwa untuk menebusnya itu bayarnya mahal, kira-kira gitu.
02:58Mereka bilang masa kita kan sama-sama bisa hitung harga kapal berapa, 2 juta minyak yang ada di situ berapa
03:05harga waktu itu.
03:06Betul, tapi Indonesia tentapan harganya mahal.
03:09Artinya saya ingin menggelirkan, tadinya kan ada harapan ketika semuanya baik, ada kesepakatan, berjalan.
03:15Dan kemudian paling tidak secara terpisah hubungan diplomatik Indonesia sama Iran itu bisa berdampak baik.
03:22Betul.
03:22Kita gak perlu susah-susah nyari minyak sampai ke Rusia, paling tidak bisa itu.
03:26Betul.
03:27Dengan ini agak susah karena sudah terluka begitu.
03:29Ini salah satu.
03:31Yang kedua, ada latihan timur, apa namanya, Komodo.
03:36Latihan perang yang diadakan angkatan laut kita.
03:39Iran diundang, sudah datang dengan dua kapal perangnya untuk ikut latihan.
03:43Begitu datang disuruh pulang.
03:45Karena Amerika tidak suka.
03:45Kejadian tahun, karena Amerika tidak suka.
03:472025.
03:48Oke.
Komentar