00:00Ya justru ini yang tadi sedang kita diskusikan dengan Pak Menteri ASDM dan juga Pak Presiden,
00:04tapi Pak Presiden sangat berpesan kalau bisa dipercepat untuk implementasi pemanfaatan ENG dengan teknologi baru ini.
00:12Karena ini satu hemat divisa, tapi yang kedua lebih penting lagi adalah memiliki simpanan gas yang lebih besar.
00:21Untuk ukuran yang sama, dia punya daya simpan yang lebih besar.
00:26Nah sehingga tadi saya sampaikan, kalau biasanya orang menggunakan tabung 3 kilo 10 hari,
00:31maka dengan menggunakan ENG yang dimiliki oleh BRIN ini bisa 15 hari.
00:36Itu kan efisiensi yang sangat bagus sekali.
00:42Ya tadi kita bertiga, Pak Presiden, saya dengan Pak Bahlil, Pak Bahlil juga menyampaikan juga.
00:46Nah sekarang ini kita akan follow up dengan Pak Bahlil untuk bagaimana kerangka implementasinya, harmonisasinya seperti apa.
00:51Tapi yang jelas di kami, ini kami sedang uji coba, ya, yang minggu tahun 2026 itu uji coba,
00:59mungka-mungka 2027 bisa kata rilis.
01:01Ini contoh sepatu 47 ribu nih, dari teknologi BRIN, Pak Waka.
01:06Oke, cukup?
01:08Oke, terima kasih banyak, terima kasih.
01:23Ya, memang Pak Bahlil tantangkuk dan juga berbagai pememangkan otoritas yang ada di Indonesia sudah koordinasi dengan BRIN,
01:30BRIN termasuk yang terlipat dalam proses itu.
01:33Dan itu pula yang kemarin sudah didiskusikan bagaimana soal keamanan data dan lain sebagainya.
01:39Tapi yang jelas, semua terkait dengan soal penyimpanan data dan sebagainya
01:44yang untuk Indonesia itu BRIN yang akan memiliki otoriti.
01:50Insya Allah aman, munggu-munggu aman, insya Allah.
01:52Nah, tapi yang paling penting lagi adalah kita insya Allah juga akan launching sadly juga BRIN,
01:56BRIN Neo 1, itu produksi BRIN sendiri, Pak BD-nya ada di Bogor,
02:00segera kita akan launching awal 2027.
02:05Pak, soal El Nino yang diperisi akan berlanjut dengan period waktu yang cukup panjang.
02:12Dari presiden, ada inovasi atau risi yang memang sudah disampaikan ke Presiden
02:18untuk menekan dapur El Nino lebih panjang, Pak.
02:21Ya, minggu lalu saya diundang oleh Pak Presiden untuk menyampaikan teknologi-teknologi apa yang dimiliki oleh BRIN
02:26untuk mengatasi El Nino.
02:27Pada prinsipnya El Nino tahun ini, itu panjang, lamanya El Nino relatif sama.
02:33Namun, hanya saja lebih panas dan lebih kering.
02:36Nah, sehingga Pak Presiden sudah menugaskan BRIN,
02:38satu, menyelesaikan teknologi modifikasi cuaca.
02:42Nah, modifikasi cuaca ini kita memiliki teknologi NACL 2 mikron, ya, 2 sampai 5 mikron,
02:49artinya teknologi yang, apa namanya, bisa membuat efisiensi untuk modifikasi cuaca.
02:56Kemudian juga dengan flare.
02:57Kemudian yang ketiga, dengan drone.
02:59Kemudian yang kedua, tadi Pak Presiden juga sangat senang dengan terobosan BRIN
03:04adanya teknologi desalinasi laut yang saat ini sudah diterapkan di 40 wilayah pesisir.
03:10Kemudian yang kedua adalah arsinum.
03:12Jadi arsinum itu air banjir, air limbah, air payo bisa menjadi air siap minum.
03:19Tadi Pak Presiden juga mencoba.
03:20Pak Presiden langsung minum air tersebut.
03:23Pak Menteri Bahalil juga minum.
03:25Menteri KKP juga minum, ya.
03:27Dan itu sudah kita berkaitkan di berbagai lokasi pencana.
03:30Kemudian yang ketiga, Pak Presiden juga menugaskan BRIN untuk melihat potensi sungai bawah tanah.
03:36Jadi hari Minggu kemarin saya ke Bumen untuk melihat di Goa Barat
03:41yang selama ini sumber air di bawah tanah, di Goa Barat itu, dimanfaatkan oleh masyarakat.
03:47Namun, ada hal yang harus diselesaikan oleh BRIN.
03:50Satu, men-track bagaimana alur dari sungai bawah tanah itu yang saat ini belum terdeteksi secara akurat.
03:57Kemudian yang kedua adalah bagaimana mengolah air bawah tanah yang seringkali mengandung ekoli.
04:03Mengapa ekoli?
04:04Karena di bawah tanah, di Goa-Goa banyak kelawar.
04:08Nah, dengan banyak kandungan ekoli itu, maka BRIN diminta untuk bisa mengolah airnya dengan lebih baik.
04:14Nah, kami sekarang akan membuat living laboratory di Kebumen agar bisa membuat air di bawah tanah itu lebih bersih,
04:22lebih aman, dan juga lebih higienis.
04:26Dan kemudian juga kami sedang mengidentifikasi di Gunung Kidul dan di berbagai tempat.
04:31Dan itu sebagian tempat ya, Pak Presiden juga concern toal air bawah tanah yang kemudian keluar di laut.
04:39Nah, sekarang kami sedang kaji untuk men-track di berbagai wilayah karena di Lombok sudah ada.
04:44Di Gunung Kidul juga sudah ada, dan sekarang apa yang lokal masyarakat itu bagaimana kita bisa dampingi aspek teknologinya.
Komentar