Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 11 jam yang lalu


JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menyampaikan keterangan pers usai berdialog dengan Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (6/8/2026).

Dalam pameran inovasi tersebut, BRIN mengenalkan teknologi Arsinum yang mampu mengolah air banjir, limbah, hingga air payau menjadi air higienis yang siap minum.

Presiden Prabowo Subianto beserta sejumlah menteri pun mencicipi langsung air hasil olahan teknologi tersebut sebagai bukti nyata efektivitas inovasi dalam mengatasi krisis air.

"Jadi arsinum itu air banjir, air limbah, air payau bisa menjadi air siap minum. Jadi, Pak Presiden juga mencoba, Pak Presiden langsung minum air tersebut," kata Arif Satria (3:12).

Baca Juga Kepala BRIN Arif Satria Ungkap Presiden Prabowo Tertarik Sepatu Buatannya: Terbuat dari Karet di https://www.kompas.tv/nasional/684688/kepala-brin-arif-satria-ungkap-presiden-prabowo-tertarik-sepatu-buatannya-terbuat-dari-karet



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/684689/brin-bikin-air-banjir-limbah-jadi-siap-minum-arif-dicicipi-langsung-presiden-prabowo
Transkrip
00:00Ya justru ini yang tadi sedang kita diskusikan dengan Pak Menteri ASDM dan juga Pak Presiden,
00:04tapi Pak Presiden sangat berpesan kalau bisa dipercepat untuk implementasi pemanfaatan ENG dengan teknologi baru ini.
00:12Karena ini satu hemat divisa, tapi yang kedua lebih penting lagi adalah memiliki simpanan gas yang lebih besar.
00:21Untuk ukuran yang sama, dia punya daya simpan yang lebih besar.
00:26Nah sehingga tadi saya sampaikan, kalau biasanya orang menggunakan tabung 3 kilo 10 hari,
00:31maka dengan menggunakan ENG yang dimiliki oleh BRIN ini bisa 15 hari.
00:36Itu kan efisiensi yang sangat bagus sekali.
00:42Ya tadi kita bertiga, Pak Presiden, saya dengan Pak Bahlil, Pak Bahlil juga menyampaikan juga.
00:46Nah sekarang ini kita akan follow up dengan Pak Bahlil untuk bagaimana kerangka implementasinya, harmonisasinya seperti apa.
00:51Tapi yang jelas di kami, ini kami sedang uji coba, ya, yang minggu tahun 2026 itu uji coba,
00:59mungka-mungka 2027 bisa kata rilis.
01:01Ini contoh sepatu 47 ribu nih, dari teknologi BRIN, Pak Waka.
01:06Oke, cukup?
01:08Oke, terima kasih banyak, terima kasih.
01:23Ya, memang Pak Bahlil tantangkuk dan juga berbagai pememangkan otoritas yang ada di Indonesia sudah koordinasi dengan BRIN,
01:30BRIN termasuk yang terlipat dalam proses itu.
01:33Dan itu pula yang kemarin sudah didiskusikan bagaimana soal keamanan data dan lain sebagainya.
01:39Tapi yang jelas, semua terkait dengan soal penyimpanan data dan sebagainya
01:44yang untuk Indonesia itu BRIN yang akan memiliki otoriti.
01:50Insya Allah aman, munggu-munggu aman, insya Allah.
01:52Nah, tapi yang paling penting lagi adalah kita insya Allah juga akan launching sadly juga BRIN,
01:56BRIN Neo 1, itu produksi BRIN sendiri, Pak BD-nya ada di Bogor,
02:00segera kita akan launching awal 2027.
02:05Pak, soal El Nino yang diperisi akan berlanjut dengan period waktu yang cukup panjang.
02:12Dari presiden, ada inovasi atau risi yang memang sudah disampaikan ke Presiden
02:18untuk menekan dapur El Nino lebih panjang, Pak.
02:21Ya, minggu lalu saya diundang oleh Pak Presiden untuk menyampaikan teknologi-teknologi apa yang dimiliki oleh BRIN
02:26untuk mengatasi El Nino.
02:27Pada prinsipnya El Nino tahun ini, itu panjang, lamanya El Nino relatif sama.
02:33Namun, hanya saja lebih panas dan lebih kering.
02:36Nah, sehingga Pak Presiden sudah menugaskan BRIN,
02:38satu, menyelesaikan teknologi modifikasi cuaca.
02:42Nah, modifikasi cuaca ini kita memiliki teknologi NACL 2 mikron, ya, 2 sampai 5 mikron,
02:49artinya teknologi yang, apa namanya, bisa membuat efisiensi untuk modifikasi cuaca.
02:56Kemudian juga dengan flare.
02:57Kemudian yang ketiga, dengan drone.
02:59Kemudian yang kedua, tadi Pak Presiden juga sangat senang dengan terobosan BRIN
03:04adanya teknologi desalinasi laut yang saat ini sudah diterapkan di 40 wilayah pesisir.
03:10Kemudian yang kedua adalah arsinum.
03:12Jadi arsinum itu air banjir, air limbah, air payo bisa menjadi air siap minum.
03:19Tadi Pak Presiden juga mencoba.
03:20Pak Presiden langsung minum air tersebut.
03:23Pak Menteri Bahalil juga minum.
03:25Menteri KKP juga minum, ya.
03:27Dan itu sudah kita berkaitkan di berbagai lokasi pencana.
03:30Kemudian yang ketiga, Pak Presiden juga menugaskan BRIN untuk melihat potensi sungai bawah tanah.
03:36Jadi hari Minggu kemarin saya ke Bumen untuk melihat di Goa Barat
03:41yang selama ini sumber air di bawah tanah, di Goa Barat itu, dimanfaatkan oleh masyarakat.
03:47Namun, ada hal yang harus diselesaikan oleh BRIN.
03:50Satu, men-track bagaimana alur dari sungai bawah tanah itu yang saat ini belum terdeteksi secara akurat.
03:57Kemudian yang kedua adalah bagaimana mengolah air bawah tanah yang seringkali mengandung ekoli.
04:03Mengapa ekoli?
04:04Karena di bawah tanah, di Goa-Goa banyak kelawar.
04:08Nah, dengan banyak kandungan ekoli itu, maka BRIN diminta untuk bisa mengolah airnya dengan lebih baik.
04:14Nah, kami sekarang akan membuat living laboratory di Kebumen agar bisa membuat air di bawah tanah itu lebih bersih,
04:22lebih aman, dan juga lebih higienis.
04:26Dan kemudian juga kami sedang mengidentifikasi di Gunung Kidul dan di berbagai tempat.
04:31Dan itu sebagian tempat ya, Pak Presiden juga concern toal air bawah tanah yang kemudian keluar di laut.
04:39Nah, sekarang kami sedang kaji untuk men-track di berbagai wilayah karena di Lombok sudah ada.
04:44Di Gunung Kidul juga sudah ada, dan sekarang apa yang lokal masyarakat itu bagaimana kita bisa dampingi aspek teknologinya.
Komentar

Dianjurkan