- 3 jam yang lalu
- #amerika
- #iran
- #selathormuz
JAKARTA, KOMPAS.TV - Peluang berakhirnya perang antara Amerika Serikat dan Iran kembali terbuka.
Yang terbaru Washington dikabarkan siap mencabut blokade pelabuhan Iran setelah kesepakatan pemulihan pelayaran komersial tanpa hambatan resmi diumumkan.
Berdasarkan skema sementara yang dimediasi bersama Oman, jalur transit di selat tersebut rencananya akan diawasi bersama tanpa pungutan biaya perlintasan jalur.
Namun, tenggat penandatanganan kesepakatan ini terus mundur akibat ketidakpastian sikap politik.
Baca Juga Trump Klaim Perang Lawan Iran Segera Berakhir, Kesepakatan Selat Hormuz akan Tercapai di https://www.kompas.tv/internasional/684748/trump-klaim-perang-lawan-iran-segera-berakhir-kesepakatan-selat-hormuz-akan-tercapai
#amerika #iran #selathormuz
Produser: Ikbal Maulana
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/684752/full-as-siap-buka-blokade-selat-hormuz-sepakat-damai-dengan-iran-ini-kata-pengamat-sapa-pagi
Yang terbaru Washington dikabarkan siap mencabut blokade pelabuhan Iran setelah kesepakatan pemulihan pelayaran komersial tanpa hambatan resmi diumumkan.
Berdasarkan skema sementara yang dimediasi bersama Oman, jalur transit di selat tersebut rencananya akan diawasi bersama tanpa pungutan biaya perlintasan jalur.
Namun, tenggat penandatanganan kesepakatan ini terus mundur akibat ketidakpastian sikap politik.
Baca Juga Trump Klaim Perang Lawan Iran Segera Berakhir, Kesepakatan Selat Hormuz akan Tercapai di https://www.kompas.tv/internasional/684748/trump-klaim-perang-lawan-iran-segera-berakhir-kesepakatan-selat-hormuz-akan-tercapai
#amerika #iran #selathormuz
Produser: Ikbal Maulana
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/684752/full-as-siap-buka-blokade-selat-hormuz-sepakat-damai-dengan-iran-ini-kata-pengamat-sapa-pagi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:01Peluang berakhirnya perang antara Amerika Serikat dan Iran kembali terbuka.
00:06Yang terbaru, Washington, dikabarkan siap mencabut blokade pelabuhan Iran
00:11setelah kesepakatan pemulihan pelayaran komersial tanpa hambatan resmi diumumkan.
00:16Berdasarkan skema sementara yang dimediasi bersama Oman,
00:20jalur transit di selat tersebut rencananya akan diawasi bersama
00:23tanpa penghutan biaya perlintasan jalur.
00:26Namun, tenggat penanda tanganan kesepakatan ini terus mundur
00:29akibat ketidakpastian sikap politik.
00:32Sebelumnya, awal pekan ini, Trump menyatakan harapannya
00:36agar negosiasi yang bertujuan membuka kembali selat hormus
00:39akan dimulai dalam satu atau dua hari ke depan.
00:42Trump bilang, tahap pertama adalah pembukaan selat
00:45dan tahap selanjutnya adalah denuklirisasi.
00:48Kita bercakap tentang pembukaan selat,
00:50pembukaan selat, mempunyai selatnya terbukaan
00:52tersebut secara utama,
00:55kompletely terbukaan.
00:56Dan itu adalah fase satu.
00:58Dan fase dua, kita bercakap tentang kapasitas nuklirisasi,
01:04nuklirisasi, seperti yang telah menitulisasi.
01:05Biasanya, saya rasa,
01:09denuklirisasi selatnya.
01:10Tidaknya terjadi.
01:11Tidaknya terjadi.
01:12Dan itu akan berada di kedua.
01:17Juru bicara Garda Revolusi Paramiliter Iran,
01:20Hoshin Mohebbi bilang,
01:22pembukaan kembali selat hormus memiliki mekanisme khusus
01:25dan sama sekali tidak terkait dengan negosiasi
01:28antara Iran dan Oman.
01:30Hoshin Mohebbi menegaskan,
01:32pembukaan kembali selat hormus bergantung pada syarat-syarat
01:35yang telah ditetapkan oleh Republik Islam Iran,
01:37bergantung pada sejauh mana Amerika Serikat
01:40menerima syarat yang telah ditentukan.
01:44doktor bergantung pada col Ara parasakah,
01:45Uramas Dunia bergantung pada harap total dan
01:48tidak menyebabkan ke alt C.
01:53Taipung oleh kawasan melimpikan
01:56tidak terkait bagi telah come-tah
02:03mempaskan ketah2 menerima
02:14Pengamat intelijen dan keamanan Universitas Indonesia, Stanislaus Rianta, menilai
02:19tujuan perang Amerika Serikat dan Iran kian tidak jelas.
02:23Dalam situasi yang tidak membaik, potensi serangan ekstrim justru bisa saja terjadi.
02:28Iran semakin kepentingannya dia adalah selat hormus yang bisa dikapitalisasi,
02:34sementara AS juga punya kepentingan internal sebenarnya.
02:37Kayak dalam negeri ketika masyarakat Amerika menuntut pertanggung jawaban
02:42dana perang yang sudah banyak terjadi ini untuk apa?
02:45Karena dana perang yang sudah keluar ratusan triliun, mungkin ribuan triliun ini kan
02:50dipertanggung jawabkan, sementara Amerika juga tidak menang, Iran juga tidak kalah.
02:55Jadi ini ada dua kepentingan sebenarnya, tapi saya melihat ini situasinya sudah tidak baik
02:59karena tujuannya sudah makin tidak jelas, makin tidak jelas dan dalam situasi tidak jelas ini
03:04ini apapun bisa terjadi, ketidakpastiannya bisa terjadi, nanti Trump kalau panik dia juga bisa melakukan serangan-serangan yang lebih ekstrim,
03:11sementara Iran juga bisa nekat untuk melakukan serangan-serangan gitu loh.
03:14Karena situasinya tidak jelas saat ini, ada kepentingan-kepentingan yang berbeda.
03:18Beda pernyataan antara Amerika Serikat dan Iran terkait Selat Hormuz menimbulkan tanda tanya besar.
03:24Apakah jalur diplomasi masih mampu meredakan ketegangan?
03:28Atau justru memicu ancaman eskalasi militer yang lebih luas di Timur Tengah?
03:40Saudara peluang berakhirnya konflik Amerika Serikat dan Iran kembali terbuka setelah Trump dikabarkan siap membuka blokade Selat Hormuz
03:47usai kesepakatan dengan Iran, selesai dibahas.
03:50Trump bilang pembukaan Selat Hormuz menjadi tahap pertama sebelum membahas soal denuklirisasi.
03:56Namun, Iran menegaskan pembukaan Selat Hormuz tergantung pada sejauh mana Amerika Serikat menyanggupi dan juga memenuhi syarat yang dijukan oleh
04:03Iran.
04:03Kita akan bahas dalam dialog pagi ini saudara bersama peneliti Timur Tengah BRIN, Nostalgiawan Wahyudi,
04:09serta pakar hubungan International President University, Tegu Rezashah, yang sudah terhubung bersama kami.
04:14Selamat pagi Bapak-Bapak.
04:16Selamat pagi, salam dari President University.
04:18Oke, saya mau ke Panostalgiawan lebih dulu.
04:21Bapak, Trump kan bilang sebenarnya siap kembali bernegosiasi dengan fokus utamanya adalah membuka Selat Hormuz.
04:29Tapi ada perbedaan pernyataan di sini dan juga sikap dari Iran.
04:32Nah, sebenarnya pertanyaannya di sini adalah, apa sih daya tawar yang memang sudah dimiliki oleh Amerika Serikat terhadap Iran di
04:39sini?
04:40Ya, terima kasih, Mbak Nanda.
04:42Jadi, boleh kalau kita tahu ya, sebetulnya tidak ada daya tawar yang bisa diberikan Amerika pada kondisi saat ini ya.
04:49Jadi, ada beberapa catatan penting ya.
04:52Amerika saat ini memiliki posisi yang serba salah dan tidak memiliki opsi yang strategis.
04:57Jadi, sejak awal dalam negosiasi antara Iran dengan Oman, itu sangat clear ya, bahwa Iran secara tegas menyatakan bahwa tidak
05:05sedang bernegosiasi dengan AS, tetapi hanya dengan Oman.
05:07Yang kedua, penyataan juga yang sudah clear, bahwa Iran tidak tertarik untuk bernegosiasi damai dengan AS, setidaknya untuk saat ini.
05:16Karena kemungkinan negosiasi itu, serangan itu sering terjadi ketika negosiasi dilakukan, baik antara Iran dengan Amerika ataupun dengan yang lain.
05:26Jadi, ketika kita melihat pertahanan atau tingkat awareness dari lawan itu lemah, maka serangan itu terjadi.
05:33Dan Iran saat ini dalam posisi yang siaga perang.
05:35Dan kalau saya melihat bahwa Iran menegaskan bahwa sebetulnya hanya dengan negosiasi yang dilakukan dengan Oman itu hanya membahas tentang
05:43jalur lintas Hormuz, bukan negosiasi damai.
05:46Dan itu cukup clear ya.
05:47Dan di sini kalau bisa saya katakan adalah, Trump mencoba untuk menopang popularitas ya, mengklaim atas negosiasi yang dilakukan antara
05:57Oman dan Iran atas Tlat Hormuz.
06:01Dan sebetulnya AS nothing to do with it.
06:03Dan apakah nanti AS bisa menerima dominasi Iran atas Tlat Hormuz, atau nanti termasuk penerapan tarif itu, saya kira itu
06:11merupakan satu hal yang cukup berbeda dari penyataan Trump yang baru saat ini.
06:15Dan yang ia menginginkan bahwa Tlat Hormuz nanti akan dibuka tanpa ada penghutan biaya apapun.
06:20Dan hingga saat ini saya tidak yakin bahwa Iran akan tidak memberikan penghutan apapun atas dibukanya Tlat Hormuz.
06:29Dan pernyataan cukup clear dengan selaras ya.
06:32Iran saya kira cukup konsisten ya.
06:34Bahwa setelah terjadinya perang ini tidak ada suatu kesepamahan yang Tlat Hormuz akan sama dengan yang sebelumnya.
06:42Dan itu sangat-sangat saya kira sangat konsisten dan kemungkinan penerapan tarif atas Tlat Hormuz itu tetap akan dilakukan secara
06:51serius oleh Iran.
06:53Oke berarti bisa diartikan begini tidak penostalgiawan?
06:56Posisi AS justru sebenarnya ini sudah kasih sinyal-sinyal ya.
07:00Sebenarnya AS itu sudah hampir menyerah melawan Iran.
07:03Atau bagaimana menurut Anda?
07:04Ya jadi begini, sebetulnya kalau bisa saya katakan Iran itu mendapatkan blessing in disguise ya.
07:11Dari kita tahu dalam perang 6 bulan ini,
07:13Satu, keuntungan dominasi arah negosiasi itu tidak berada pada Amerika Serikat tetapi berada pada Iran.
07:20Jadi Iran sampai saat ini tidak bisa didekte.
07:22Yang kedua, ketahanan militer ya.
07:24Iran tidak melemah serangkai serangan besar yang seperti yang diunggapkan oleh Trump, yang dijanjikan oleh Trump.
07:29Jadi akan serangan hebat yang akan menghancurkan Iran.
07:31Ternyata Iran sampai saat ini bisa memberikan balasan cukup kuat.
07:33Yang ketiga, dominasi atas Selat Hormuz sekarang masih ditentukan oleh Iran.
07:38Jadi gerakan kapal perang Amerika Serikat misalnya untuk memasuki jalur energi Selat Hormuz,
07:43maka akan direspon dengan serangan militer.
07:46Dan di sini kita bisa melihat bahwa jalur energi tidak memberikan ruang sediput atas kendali AS.
07:51Dan kendali atas Hormuz tetap ada pada Iran.
07:55Itu menjadi kartu truf.
07:56Dan dari sini kita juga melihat bahwa ada keberuntungan dari Iran yaitu kertakan dalam negeri AS.
08:03Jadi arah perang yang semakin tidak jelas, inflasi tekanan ekonomi, amunisi rudal berteknologi tinggi yang menipis,
08:08sehingga serangan yang dilakukan harus menggunakan serangan langsung dengan manusia ya.
08:12Dan semua ini mendorong tekanan politik dan psikologis luar biasa bagi AS dan tidak memiliki opsi yang lain.
08:18Sehingga tingkat trust dan dukungan terhadap Trump anjlok di masyarakatnya.
08:23Rat-AS tidak mempercayai lagi, tidaknya pada titik ini ya,
08:27Iran bukan sebagai musuh utama yang bersifat darurat, emergency, sehingga harus menguras dana perang yang sedikit besar.
08:34Dan rakyat AS juga meragukan Iran sebagai direct enemy hingga saat ini ya.
08:38Ragu bahwa ada kemampuan Iran dan ada niat dari Iran untuk melakukan serangan langsung yang menjangkau langsung ke Amerika Serikat.
08:46Terlebih lagi kita juga mengetahui ketekanan keluarga militer juga sangat tinggi.
08:51Sehingga kita bisa mengatakan bahwa warga Amerika tidak ingin anak-anak mereka mati konyol menjadi korban perang sebenarnya tidak mengancam
08:59AS.
08:59Dan ini yang menjadikan AS tidak mempunyai opsi sebetulnya, selain menompang citra dari tadi ya.
09:05Jadi dia akan melanjutkan perang yang lebih besar sehingga akan mengurah dana lebih ini dan persenjataan rudal yang tidak mumpuni.
09:13Atau dia akan menciptakan ketegangan seperti ini aja akan di kontinu ya.
09:19Ketegangan yang tidak akan terurai yang ketiga dia akan menyerah.
09:22Jadi opsinya tidak banyak sebetulnya untuk saat ini.
09:25Nah itu tadi apalagi untuk pembukaan Slat Hormuz salah satu syarat dari Iran adalah ya syarat-syarat Iran harus dipenuhi
09:30oleh Amerika Serikat begitu ya.
09:31Nah kalau Pak Teguh bagaimana dengan pernyataan Amerika Serikat yang bilang siap buka blokado Slat Hormuz.
09:36Nah ini tawaran bagus bagi Iran kah? Atau justru ini sinyal tadi? Amerika Serikat sudah hampir menyerah perang melawan Iran.
09:44Terima kasih.
09:45Tadi penjelasan Bapak Nostalgia Wan Mahyud itu sangat jelas ya.
09:48Bahwa Amerika Serikat ini intinya itu sedang dikejar waktu ya.
09:52Jadi perang yang direncanakan satu minggu itu sudah berlangsung lima bulan plus sembilan hari.
09:57Plus reputasi global Amerika Serikat sedang memorat marit.
10:01Kemudian juga Amerika Serikat menghadapi pemilu Slat itu yang tinggal tiga bulan lagi.
10:06Ini berpotensi memenangkan Partai Demokrat dan berujung pada pemakzulan Presiden Donald Trump.
10:12Jadi dunia ini sedang menanti kapan tanggal 3 November 2026 itu berhasil secara demokrasi Amerika Serikat.
10:21Atau tiga bulan kurang satu minggu lagi.
10:24Dimana ini bukan hanya sekedar perebutan kursi tapi penentu nasib Donald Trump.
10:29Intinya jika Republik kalah dan Demokrat menguasai Kongres maka bayang-bayang pemakzulan itu siap mengintai Donald Trump.
10:37Karena itu Donald Trump ini banyak sekali membuat kebijakan yang membingungkan.
10:41Tapi intinya adalah melumpuhkan ekonomi Iran itu secepat mungkin.
10:45Kedua menutup keran ekspor Iran secara global.
10:48Dan kalau bisa dalam waktu-waktu dekat ini mencapai kemenangan fisik maupun kemenangan secara psikologis sebelum pemilu Slat.
10:56Karena kalau kita mencoba membuka bagaimana cara berpikir Donald Trump sebagai seseorang yang memiliki narcissistic personality disorder.
11:04Itu pikirannya itu sangat-sangat pelik.
11:08Dia ingin intinya itu meninggalkan, ingin dia menang cepat dan indah.
11:14Kemudian dia ingin mengembalikan nama baiknya di level internasional.
11:17Kemudian dia ingin memulihkan nama baiknya di dalam negeri Amerika Serikat sendiri.
11:22Karena kalau kita mengikuti polling station di Amerika Serikat itu kita merujuk kepada The Economist.
11:30Kita merujuk juga kepada New York Times.
11:33Kita merujuk juga kepada CNN poll tracking dan juga Gallup News.
11:37Itu intinya sama.
11:38Approving rate Donald Trump itu sudah sangat turun.
11:41Itu bergerak antara 33 sampai 38 persen saja.
11:45Dan penolakan atas Donald Trump itu bergerak antara 58 persen sampai 63 persen.
11:51Jadi kalau begitu reputasi dia semakin turun dan juga inflasi semakin menekan.
11:57Dan juga pertanyaan dari dalam negeri kapan perang ini berakhir.
12:01Jadi ini ada dalam benak Amerika Serikat.
12:03Karena itulah Donald Trump banyak sekali membuat kebijakan yang sedang membingungkan.
12:07Kalaupun bagi Iran, hormus dan nuklir itu ada sesuatu hal yang tidak boleh Anda pertanyakan kepada kami.
12:12Itu menyangkut kedolatan kami.
12:14Demikian.
12:15Oke, tapi dengan sikon yang tadi disampaikan oleh Pak Tegu.
12:18Kan kita melihat dan juga membaca psikologis yang terjadi pada Trump.
12:21Begitu beberapa kali Amerika Serikat melunak.
12:23Tapi kemudian kembali menyerang Iran.
12:26Kira-kira apa yang terjadi kali ini?
12:28Pak Tegu, apakah hal ini juga akan kembali terjadi?
12:32Trump itu sudah melakukan blokade itu setidaknya dua kali ya.
12:37Pertama itu tanggal 13 April.
12:40Itu blokade itu dilakukan saat perundingan dia dengan perundingan secara tidak langsung itu gagal.
12:46Kemudian juga blokade lagi pada tanggal 14 Juli.
12:50Itu dilakukan oleh Senkom.
12:52Yang ketiga ini kemarin sore.
12:54Di mana dia mengatakan akan menutup blokade.
12:57Dan untuk itu kan kita masih bingung juga.
13:00Karena kalau menurut Iran, kesepakatan dia dan Amerika Serikat itu tidak ada.
13:04Yang ada adalah urusan saya dengan Oman menyangkut koordinat mengenai rute pelayaran baru di Selat Hormuz.
13:11Dan itu sudah sangat jelas.
13:13Dan untuk itu juga Iran mengatakan bahwa dalam perundingan kami dengan Oman itu,
13:19akses kepada kami itu lebih besar.
13:21Karena kalau kita lihat dalam perundingan antara Iran dengan Oman tersebut,
13:27itu kan ada proposal dari Oman yang mengatakan kita perlu melakukan mekanisme dengan mengambil model dari Selat Malaka.
13:35Kemudian juga proposal Oman kedua adalah 50-50.
13:39Ada di pihak Anda dan kami di pihak kami.
13:41Tapi Iran mengatakan ini urusannya sangat berat.
13:45Karena berpotensi jalur tengah itu akan digunakan buat menyerang kami.
13:50Jadi untuk itu perundingan ini memang menurut Iran itu semakin mendetail,
13:55semakin akan sampai ke ujung,
13:57tapi belum tuntas.
13:59Karena mereka masih berpikir nanti bagaimana dengan jalur utara dan jalur selatan.
14:04Karena bagi Iran itu oke lah, jalur selatan itu lewat Anda,
14:11tapi nanti prosesnya itu dari saya.
14:14Dan ini kan yang masih...
14:15Berarti masih ada celah untuk Iran di situ ya?
14:17Makanya Iran masih bersiaga dengan tadi kesepakatan masih belum sampai titik,
14:21padahal sudah melihat ini kayaknya ujungnya nih,
14:23tapi masih ada celah untuk Iran.
14:24Makanya Iran masih belum menyetujui.
14:28Tepat sekali.
14:29Jadi saya pikir kalau urusan Iran dengan Oman ini tuntas,
14:32dan Iran mendapat dukungan dari negara-negara yang selama ini diberikan keleluasan untuk bergerak di Hormuz,
14:39maka barangkali Iran bisa setuju,
14:44tapi masalahnya adalah jangan ada tekanan dari Amerika Serikat.
14:48Kami bisa perhatikan bahwa dukungan sudah mulai ada dari negara-negara yang diuntungkan
14:53dengan prospek melunaknya posisi Iran,
14:55yakni Cina, Rusia, India, Pakistan, Irak, kemudian masuk Thailand, Bangladesh, dan Malaysia.
15:05Tampaknya mereka sudah sangat berharap agar Iran melunak.
15:08Tapi tentunya Iran mengatakan bagaimana mungkin kami melunak
15:11kalau kapal-kapal Amerika Serikat masih ada di luar kami.
15:14Jadi untuk itu urusannya masih pelik,
15:18dan saya pikir kalau Donald Trump ini bisa murka,
15:21ya kita bisa perhatikan ya ekonomi dunia akan tidak jelas,
15:27karena karena saya perhatikan dampaknya sudah kelihatan.
15:30Walaupun pesan kedamaian sudah dibuat oleh Amerika Serikat,
15:34namun krisis energi dan pasar itu belum selesai,
15:38dan kemudian kisaran minyak masih bergerak terus
15:41antara 82,21 per barrel itu mungkin menaik
15:45ataupun mungkin turun sampai mencapai level 77,8
15:49sesuai dengan West Texas Intermediate atau WTI.
15:54Tapi saat ini tren minyak global itu menurun sekitar 6% ya,
15:58walaupun sempat mengalami fluktuasi tajam
16:00akibat ketidakpastian.
16:02Tapi bagaimanapun dunia tersebut masih menunggu dengan tegang,
16:07terutama sekali kalau kita berbicara tentang energi, ekspor,
16:10kemudian recovery, kemudian bagaimana dengan alternatif logistik,
16:14karena semua sempat tidak pasti.
16:16Oke, saya mau ke Pak Nostalgiawan menanggapi tadi juga
16:19pernyataan dari Pak Teku, kalau kita melihatkan sejauh ini
16:22masih bersih keras juga ya Iran, sebenarnya gampang
16:24kalau untuk membuka slat hormus adalah dengan Amerika Serikat
16:26menyanggupi syarat yang diajukan oleh Iran kepada Amerika Serikat.
16:30Pertanyaannya kenapa kemudian ini menjadi sulit Pak Nostalgiawan,
16:34apakah memang persyaratan ini masih persyaratan lama kok sebenarnya,
16:37atau memang ada persyaratan baru yang diajukan Iran kepada Amerika Serikat?
16:42Sebetulnya lebih pada tidak ada titik temu ya.
16:45Jadi kalau kita lihat, kalau kita ingin membaca Amerika memang sangat fluktuatif,
16:50tapi bacaan itu bisa kita lihat dari bagaimana konsistensi Iran terhadap slat hormus.
16:55Jadi memang secara tegas seperti yang saya katakan tadi,
16:58bahwa slat hormus tetap akan diberlakukan tarif dan nuklir memang tidak akan bisa dinegosiasikan.
17:05Itu dulu sampai sekarang itu belum pernah berubah.
17:08Yang selalu berubah adalah tekanan dari Amerika Serikat.
17:10Dan saya kira ini menjadi tolak ukur ya.
17:12Ketika kita melihat itu bahwa statement Trump hari ini dengan adanya konsistensi dari Iran itu sendiri,
17:19terlebih dari Iran saya kira tidak akan, seperti yang saya katakan,
17:22tidak akan melepas slat hormus ya, dominus Amerika atas slat hormus.
17:25Ini sangat penting dan kemungkinan akan mencapai titik temu itu slat hormus secara free,
17:31itu memang agak sulit, kecuali temporer ya.
17:33Misalnya dalam jangka 6 bulan itu free, setelah selanjutnya nanti akan ada tarikan-tarikan itu bisa.
17:38Namun kalau yang perlu kita cermati di sini adalah,
17:42apakah perang ini juga akan negosiasi ini benar-benar clear?
17:45Saya kira perlu kita cermati perang jangka panjang yang dilakukan oleh Iran itu
17:50sekarang satu persatu menunjukkan strategi yang cukup tepat.
17:53Dalam arti kemungkinan besar tekanan Iran terhadap Amerika tidak memberikan ruang negosiasi terhadap Amerika itu mungkin sampai November.
18:01Jadi Iran berkepentingan untuk melakukan suksesi terhadap Amerika memberikan peluang bagi Demokrat untuk menang.
18:08Jadi namun kita harus juga bisa melihat bahwa apa yang dilakukan AS itu tidak berhenti sampai di sini.
18:14Jadi saya membaca ada sesuatu manuver ya.
18:18Manuver yang akan dilakukan AS di kawasan pertama.
18:21Adanya pakta pertahanan Pakistan, Arab, Saudi dengan Turki.
18:24Saya tidak yakin bahwa pakta pertahanan ini berlangsung secara normal.
18:28Tetapi saya meyakini bahwa pakta pertahanan ini dilakukan oleh Amerika dengan mendorong Saudi untuk memperluas pakta pertahanan dengan Pakistan dengan
18:36Turki.
18:37Sehingga dengan adanya Turki yang memiliki senjata nuklir ini dan juga kemarin Saudi pernah melakukan pengajukan proposal untuk memproduksi atau
18:47memiliki senjata nuklir dan ditolak.
18:48Sehingga ini menjadi salah satu shortcut untuk memperkuas positioning Saudi di kawasan.
18:52Sehingga bisa menjadi salah satu tangan kanan Amerika Serikat yang agar tidak sendiri yang sekarang mereka sudah ditinggalkan oleh Israel.
19:00Karena Israel tidak berkecimpung dan leave it the rest to the Amerika Serikat.
19:04Dan Amerika merasa sendiri sekarang.
19:05Yang kedua, potensi konflik meluas.
19:08Jadi Saudi sudah didorong oleh AS untuk melakukan serangan pada area lingkar atau peri-peri.
19:15Jadi dia tidak langsung menyerang Iran.
19:16Tetapi faksi-faksi yang Ahuti misalnya yang di Yemen dan PMF yang ada di Irak itu juga menjadi salah satu
19:22tangan tekanan dari Amerika Serikat.
19:24Yang ketiga adalah Amerika Serikat sekarang mendorong Al-Sara atau Presiden Surya untuk memulai konflik atau vaksionalisasi dengan Hezbollah.
19:34Dan ini penting.
19:35Jadi dari tiga yang, jadi semacam meminjam tangan untuk politik adu domba.
19:38Dari tiga-tiga serangan ini saya kira AS mencoba untuk menggali cara-cara lama untuk memberikan politik kekacauan di Timur
19:46Tengah.
19:46Sekaligus untuk melakukan, betul namanya, pelemahan terhadap Iran.
19:49Dan strategi AS ini sangat berbahaya ya dan akan menggali potensi kawasan yang semakin amburadul nanti ya.
19:56Dia meneru Iran untuk menciptakan sebacam tekanan multi front.
20:00Dia mengarahkan negara-negara yang dia kuasa yang bisa didikti seperti Saudi dengan Suriah untuk...
20:06Untuk tidak, mereka enggan untuk melakukan serangan langsung terhadap Iran.
20:10Tetapi mereka berpotensi untuk menekan proksi itu.
20:13Dan ini setelah mungkin ketika perang Iran dan Amerika berakhir, konflik ini kemungkinan malah tidak akan berakhir.
20:19Dan ini menjadikan suatu bencana yang sangat luar biasa.
20:22Dan ini semuanya kejahatan yang cukup-cukup serius saya kira.
20:25Dan Timur Tengah akan menjadikan lebih kacau dari tadi.
20:28Dan apakah Hurmus akan semakin terbuka, akan terbebas?
20:31Itu akan menjadi sebuah pertanyaan besar.
20:33Kemungkinan malah akan semakin tertekan dan juga akan berlarut-larut.
20:37Dan opsi yang paling-paling memungkinkan adalah bagi Iran adalah mempertahankan konstan tekanan ini hingga pada bulan November.
20:46Nanti akan diharapkan terjadi, kapaturnumannya, pemerintahan atau kekuasaan di Amerika Serikat.
20:52Maka opsi-opsi untuk damai kemungkinan malah bisa terjadi.
20:55Dibandingkan dengan Republika.
20:56Oke, selatuh Hormuz saja masih menjadi pertanyaan besar ya.
20:58Apalagi sekarang juga digulirkan dari Trump denuklirisasi.
21:01Gimana peluangnya, Pak Wawan?
21:04Peluang denuklirisasi saya kira hampir sama dengan Hormuz ya.
21:07Jadi baik Hormuz ataupun nuklir itu menjadi salah satu yang unnegotiable.
21:12Tidak bisa negosiasikan bagi Iran.
21:15Itu sudah clear sejak awal.
21:16Dari bagaimana mereka sangat berkeras kepala bahwa dua hal ini merupakan hak prerogatif dari Iran.
21:22Hormuz itu merupakan bagian dari wilayah Iran yang dilewati.
21:26Dan nuklir bukan hak ini ya.
21:28Meskipun tekanan-tekan.
21:29Ya, satu hal yang mungkin saya ingin bicarakan di sini ya.
21:32Kemungkinan kita terlalu fokus bahwa tekanan ekonomi terhadap Iran dilakukan lewat selatan.
21:37Tetapi kenapa sekarang Iran sampai saat ini masih terbuka?
21:40Masih bisa bertahan?
21:41Kita melupakan bahwa bagian utara Iran secara darat merupakan perbatasan langsung dengan sembilan negara.
21:47Dan itu negara-negara yang selama ini mempulai hubungan baik dengan Iran.
21:51Pasokan makanan dari Pakistan, dari Azerbaijan, dari misalnya Rusia, dari Cina juga banyak sekali melalui jalur darat yang selama ini
22:00tidak terpantau secara jelas oleh Amerika Serikat juga Israel.
22:04Dan ini yang menjadikan kunci sebetulnya.
22:06Apakah mereka punya stok makanan dari sembilan negara ini? Saya kira mereka punya akses yang selama ini tidak bisa diungkap.
22:12Dan itu yang kemarin saya juga menemui beberapa rekan dari kementerian luar negeri Iran.
22:17How you can survive on this world.
22:19Jadi mereka mengatakan bahwa Amerika lupa bahwa kita di bagian utara mempunyai sembilan kerabat.
22:24Yang ini perlu kita gali ke depan.
22:28Oke. Terakhir, saya mau ke Pak Teku.
22:31Pak Teku dengan adanya perbedaan sikap di sini, Iran dan juga Amerika Serikat.
22:37Iran bilang tidak ada negosiasi, Amerika Serikat bilang ada negosiasi dengan turunannya.
22:41Tadi adalah salah satunya adalah pembukaan selat hormus.
22:43Kalau dari Anda sendiri melihat apakah ke depannya ini benar-benar mati jelur diplomasi, Pak Teku?
22:49Saya masih berharap diplomasi itu adalah penyelesaian yang baik ya.
22:54Walaupun Amerika Serikat mengatakan harus ada perubahan sikap Iran kalau berbicara soal hormus dan nuklir.
23:01Tapi bagi Iran ini adalah kartu mati.
23:03Kami tidak akan pernah sekali-sekali membahas hormus dan nuklir itu adalah kedulatan kami.
23:09Kalau Amerika Serikat mau bersikap lebih moderat sebenarnya ya.
23:13Dia bisa masuk dari hal-hal yang moderat.
23:16Jadi dia bisa masuk bagaimana caranya misalnya melunasi hutangnya kepada Iran
23:20yang terjadi saat Iran masih dipimpin oleh Syahansyah Muhammad Reza Pahlevi Arya Mersirus.
23:27Itu yang pertama.
23:28Kemudian dia juga sudah berpikir bagaimana rekonstruksi Iran pasca serangan tanggal 28 Februari silam.
23:36Kemudian yang ketiga, Amerika Serikat mengurangi tekanan-tekanan psikologis kepada Iran.
23:40Karena kita perhatikan itu batin Iran itu sangat rapuh kalau ditekan terus-menerus.
23:47Karena bagi mereka kalau kami ditekan itu mengganggu kedulatan kami juga mengganggu solidaritas kami.
23:52Jadi juga mengganggu kepemimpinan kami antara Ayatullah dengan legislatif eksekutif dan juga Ayatullah dengan garda revolusi dan juga dengan masyarakatnya.
24:03Jadi bagi Iran, kalau ingin berdamai maka tekanan-tekanan psikologis itu harus dikurangi dan berbicara soal hormus dan nuklir itu
24:12terakhir.
24:12Karena bagi Iran, nuklir itu ada suatu hal yang diharamkan.
24:15Dan semua Ayatullah selalu mengatakan, nuklir kami adalah untuk tujuan damai dan kami haramkan untuk perang.
24:21Dan inilah yang Amerika Serikat tidak mengerti psikologi Iran.
24:25Demikian.
24:25Oke, ini yang sama-sama kita nanti bersama bagaimana dengan perbedaan dua sikap yang sama-sama keras ini ke depannya.
24:30Terima kasih sudah berbagi insight-nya bersama kami di Sapa Indonesia Pagi.
24:33Pengamati Murtengan, Rosal Giawan Wahyudi dan Pakar Hubungan International President University, Teguh Rezasha.
24:38Selamat pagi, salam sehat.
24:40Terima kasih.
24:41Selamat pagi.
Komentar