00:00Saudara berbekal inisiatif sendiri, sekelompok pelajar SMA asal Indonesia berhasil menjadi finalis Lomba Harvard Crimson Business Case Competition 2026 di
00:10Amerika Serikat.
00:11Harapannya kompetisi ini bisa mendongkrak generasi muda untuk bisa mengejar pengalaman yang berdampak pada ekonomi.
00:21Ini adalah tim NIMUS alias Next Generation Innovation for Market Building and Universal Solution yang terdiri dari 4 orang siswa.
00:30Mereka berhasil mengikuti babak final Harvard Crimson Business Case Competition atau HSBC 2026 yang mewakili Indonesia di tingkat internasional.
00:39Salah satu peserta, Yair Nirania, bilang ini adalah pencapaian dirinya dan teman-temannya untuk menggali lebih kemampuan soal bisnis dan
00:46ekonomi dengan menciptakan sebuah inovasi.
00:48Mula aku, aku juga suka challenge diri aku sendiri dan aku sangat suka sebenarnya ngikut kompetisi awal mulanya tuh aku
00:57kompetisi di nasional dulu seperti Universitas Indonesia,
01:00lalu aku yang dream university aku memang Harvard, jadi aku pengen ikut kompetisi untuk mendapatkan the Harvard recognition dan alhamdulillah
01:09terujud.
01:10Ikut lomba di Harvard Crimson Business Competition ini, memang saya sendiri udah enjoy ikut lomba bisnis, jadi baik itu internasional
01:17maupun nasional,
01:19tapi belum pernah yang sampai offline dan internasional, jadi waktu dapet kesempatan ikut lomba Harvard Crimson ini,
01:25saya langsung keren banget gitu ya, langsung oh coba gitu.
01:29Awalnya emang gak expect apa-apa, cuman ya puji Tuhan bisa sampai ke final gitu,
01:33jadi selain memang saya enjoy kompetisi, juga ketemu banyak teman-teman sih gitu.
01:38Tertantang untuk melakukan atau untuk menjoin kompetisi tersebut, karena ya tau sendiri lah Harvard gitu loh.
01:47Terusyukur bisa dapet team members kayak begini, teman-teman kayak begini,
01:50karena memang susah sih nyari orang-orang yang sumburan yang sama kompetitifnya,
01:54dan gak hanya itu juga, kita kan saling melengkapi,
01:56jadi misalnya saya lebih pandai di bidang teknik, dan Rania ini lebih pandai di bidang problem solving, brainstorming,
02:04sedangkan Nadine ini di bagian finansial, jadi kita emang skill setnya itu saling melengkapi gitu.
02:11Guru pembimbing tim Nimbus, Randisa Putra bilang,
02:13jika kempah siswa ini secara mandiri menguji diri untuk ikut dalam berkompetisi di Harvard University.
02:19Dirinya pun memberikan pandangan sekaligus arahan untuk mempelajari bagaimana bisnis deck dari kompetisi global
02:25hingga mengadaptasi menjadi versi tim Nimbus di gancah global.
02:28Kalau saya melakukan tim lomba Harvard, yaitu dari awal kita coba brainstorming
02:35which business idea yang kompetitif untuk dibawain di lomba ini,
02:39kemudian kita juga kayak support, mentoring for decking process,
02:44and also untuk preparing presentasinya gitu.
02:48Jadi aspek-aspek itu yang ngebuat kurikulum kita itu emang dipokuskan for joining business competition,
02:53apalagi bisnis-bisnis yang emang high level,
02:56yang emang mereka tuh fokusnya gak cuma hanya framework,
02:58tapi juga gimana kita create critical analysis untuk nge-solve masalah bisnis yang ada.
03:04Nah kalau compare to sekolah yang pada umumnya,
03:07yang mungkin secara bisnis fundamental itu diajari,
03:10namun secara deep tentang aspek financialnya,
03:14gimana kita nge-create paper and decking yang bagus,
03:16itu masih terlalu general gitu.
03:19Sehingga kayak, that's why kenapa anak bisnis tuh hadir untuk empower student,
03:24mengikuti dan juga menjuarai di berbagai kompetisi bisnis lainnya gitu mas.
03:29Lebih dari sekedar kompetisi, perjalanan tim Nimbus ini menjadi pengalaman personal bagi sekelompok pelajar ini,
03:34yang membuktikan bahwa dengan kerja keras, kolaborasi dan keberanian
03:38untuk mengambil kesempatan pelajar Indonesia juga mampu bersaing
03:42dan membawa inovasi ke panggung global.
03:44Atwin Chan, Ganyar Febrian, Kompas TV
Komentar