Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Keluarga pegawai eks Jampidsus, almarhum Sutrimo, resmi melapor ke Polresta Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu malam (8/8/2026). Laporan tersebut dilayangkan untuk mengusut kejanggalan dan penyebab pasti kematian Sutrimo.

Didampingi kuasa hukum, perwakilan keluarga mendatangi kantor polisi karena menilai informasi mengenai kematian Sutrimo masih simpang siur. Langkah hukum ini juga diambil untuk menepis rumor mengenai penerimaan uang Rp1 miliar oleh pihak keluarga.

Keluarga menyatakan siap jika polisi melakukan proses ekshumasi dan menyerahkan sepenuhnya penyelidikan lanjutan kepada aparat penegak hukum. Sementara itu, Pemerintah Desa Wlahar menyebut jenazah Sutrimo langsung disalatkan dan dimakamkan setelah tiba di desa.

Hingga kini, pemerintah desa belum menerima surat pemberitahuan ekshumasi. Keluarga Sutrimo juga belum mengurus surat kematian Sutrimo.

#sutrimo #banyumas #polisi #ekshumasi #kematian

Baca Juga Alasan Keluarga Sutrimo Lapor Polisi, Singgung soal Ada Kabar Simpang Siur di https://www.kompas.tv/nasional/684658/alasan-keluarga-sutrimo-lapor-polisi-singgung-soal-ada-kabar-simpang-siur

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/684663/mengungkap-kejanggalan-kematian-sutrimo-keluarga-resmi-lapor-ke-polresta-banyumas-kompas-pagi
Transkrip
00:00Kita beralih ke informasi lain, saudara keluarga pegawai eks Jampitsus Almarhum Sutrimu di Bajumas, Jawa Tengah, resmi melapor ke Polresta
00:08Bajumas pada Sabtu malam.
00:10Laporan ini dilayangkan guna mengusut tuntas kejanggalan dan penyebab pasti kematian korban.
00:19Didampingi kuasa hukum, perwakilan keluarga mendatangi kantor polisi karena menilai informasi seputar kematian Sutrimu masih simpang siur.
00:28Langkah hukum ini juga diambil untuk menepis rumor tak sedap mengenai adanya penerimaan uang 1 miliar rupiah oleh pihak keluarga.
00:36Perwakilan keluarga Sutrimu menyatakan siap jika polisi harus melakukan proses ekshumasi dan keluarga menyerahkan sepuluhnya proses penyelidikan lanjutan kepada aparat
00:46pendagang hukum setempat.
00:52Terkait dengan dugaan, adanya dugaan di berita ya, karena kalau keluarga taunya sebenarnya pada saat itu tidak ada kejanggalan ya
01:00mas ya, tidak ada kejanggalan karena sudah bersih.
01:03Itu kan, pada saat yang tahu-tahu kan karena dari berita, karena simpang siur berita, begitu kan segala macam, apalagi
01:10mohon maaf ada tuduhan katanya keluarga itu tidak melapor gara-gara dapat uang 1 miliar ya.
01:17Artinya keluarga juga ingin tahu, ingin memastikan ya kepastian hukumnya seperti apa, apakah itu memang kematiannya wajar atau tidak.
01:25Itu saja, keluarga tidak punya siapa terlapornya dan lain-lain diserahkan semuanya kepada penyidik.
01:31Itu sudah ada kemungkinan untuk keluarga minta diatopsi ulang atau bagaimana?
01:36Kalau kami itu biar prosedur hukum, tapi pada prinsipnya kooperatif ya?
01:41Kooperatif.
01:41Iya, itu saja.
01:46Pemerintah desa menyebut jenazah Sutrimu langsung diselatkan dan dimakamkan saat tiba di desa Walahar.
01:52Kepala desa menyebut jenazah Sutrimu langsung dimakamkan karena makam sudah disiapkan.
01:58Sementara hingga saat ini pemerintah desa belum menerima surat pemberitahuan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimu.
02:04Hingga saat ini pun keluarga Sutrimu juga belum mengurus surat kematian Sutrimu.
02:17Malam itu juga dimakamkan karena disini itu kalau sudah lubang jenazah sudah siap langsung dimakamkan.
02:27Dan cuman disini disolati.
02:30Itu yang meminta langsung dimakamkan dari pihak keluarga atau pihak pengantar itu?
02:35Pihak keluarga itu yang mewakili keluarga itu Pak Tukim.
02:41Kakak Ipar Sutrimu.
02:46Nanti terjadi pemungkaran kembali makam seperti apa?
03:05Pertulis di dalam berita acara jam 6.39 yang ditandatangani oleh Febrio itu memang sudah ada keluhan.
03:16Pengantarlah yang mengisi langsung.
03:19Atas nama Febrio memang tertulis.
03:21Saudara empat orang terlihat mengantarkan Sutrimu dari klinik kecantikan Morden ke rumah sakit Muhammadiyah Taman Puri.
03:28Satu orang sebagai penanggung jawab menuliskan namanya Febrio Adiano sebagai kerabat.
03:34Siapakah Febrio Adiano?
03:37Dari empat sosok pengantar Sutrimu, pegawai eks Jampitsus ke rumah sakit,
03:41usai tak sadarkan diri di sebuah klinik kecantikan,
03:44nama Febrio Adiano muncul sebagai penanggung jawab di selembar formulir dari rumah sakit.
03:52Dari selembar formulir di rumah sakit, sosok Febrio menjadi krusial
03:56karena ia diduga menjadi orang pertama yang dihubungi Sutrimu saat ia mengeluh sakit.
04:02Informasi dari ketua RT setempat, Febrio sempat menelpon ambulans
04:07untuk meminta mengantarkan Sutrimu ke rumah sakit.
04:11Jurnalis Kompas TV Rahma Piliang dan juru kamera Andini Anissa
04:15menelusuri siapa sosok Febrio secara digital.
04:18Untuk membuktikannya, kami melakukan verifikasi dan juga mencari tahu secara digital
04:23siapakah Febrio Adiano.
04:25Kami menggunakan data dari rumah sakit Muhammadiyah Taman Puring,
04:29di situ tertera nomor telepon di data tersebut,
04:33dan kami mencoba mencarinya melalui dua aplikasi pencari nomor atau aplikasi pencari kontak.
04:40Datanya dan juga apa yang kami temukan cukup mencengangkan, sodara.
04:44Dari aplikasi pertama, kami mendapatkan bahwa profil ini tidak bisa ditampilkan.
04:51Artinya, dari pemilik nomor ini melakukan privasi terhadap nomornya sendiri.
04:55Tapi di aplikasi kedua, sodara, ini cukup mencengangkan.
04:58Muncul nama ADC Jampitsus Febrio.
05:02Artinya, nomor yang tertera di formulir rumah sakit tersebut benar.
05:08Nomornya Febrio Adiano.
05:11Dan kita ketahui bahwa sebelumnya Febrio Adiano ini disebutkan bahwa
05:16ADC dari ex Jampitsus Febri Adriansia.
05:21Kapus Bengum Kejagung, Anang Supriyatna menyebut,
05:25Febrio Adiano adalah staff di Kejaksaan Agung.
05:28Namun Anang membantah, kalau Febrio Adiano adalah seorang Jaksa.
05:33Anang menyebut, Febrio sempat bekerja sebagai staff dari ex Jampitsus Febri Adriansia.
05:40Terhadap yang istilahnya karungga saya tidak kenal sama sekali dan bukan warga Kejaksaan.
05:45Jadi saya tidak berhak mengomentari.
05:47Tapi yang namanya sodara Febrio yang kami tahu memang dia pegawai Kejaksaan.
05:54Tapi bukan Jaksa, pegawai Kejaksaan.
05:56ADC-nya biasa, Pak.
05:58Staffnya, ya.
05:58Staffnya, Pak.
05:59Oke, iya.
06:00Ada pember bekerja, Pak Febrio itu di Kejaksaan sekarang?
06:03Masih.
06:04Masih.
06:05Kejaksanya sekarang sudah tidak ADC, sekarang apa, Pak?
06:07Ya staff biasa.
06:08Staff biasa.
06:08Mengundang tinggi siapa mungkin, Pak?
06:10Enggak.
06:10Dia administrasi biasa saja.
06:13Sementara terkait kematian sutrimu pegawainya, di saat penyidikan kasus korupsi dan TPPU, pihak ex Jampitsus Febri Adriansia lewat kuasa hukumnya
06:23menyatakan, belum mendapatkan panggilan pemeriksaan dari polisi.
06:28Kaitan dengan konfirmasi, ya, posisi almarhum, itu sebagai pribadi, sebagai kuasa hukum, dan maksudnya keluarga, ya, apa, menyampaikan, apa, duka
06:41yang mendalam, gitu, ya.
06:42Namun, pada sisi ini belum ada, apa, pemeriksaan atau permintaan keterangan kaitan dengan kematian Bapak Sutrim.
06:51Berarti polisi belum pernah meminta konfirmasi secara langsung?
06:55Belum, belum pernah.
06:58Sudah lebih dari dua pekan, penyebab kematian sutrimu pegawai ex Jampitsus masih menjadi teka-teki.
07:05Polisi sudah melakukan olah TKP dan memeriksa taksi dari kluster kejadian awal sutrimu ditemukan tak sadarkan diri di klinik kecantikan.
07:14Salah satunya adalah supir ambulans dan orang yang melihat sutrimu di lokasi.
07:19Namun, polisi belum menentukan apakah ada unsur pidana dalam kasus ini.
Komentar

Dianjurkan