Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Kemarau panjang membuat petani cabai di Blora, Jawa Tengah, gagal panen dan mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. Tanaman cabai rusak dan tidak dapat berbuah dengan baik akibat minimnya pasokan air. Sejumlah tanaman bahkan terpaksa dicabut karena mulai mengering.

Untuk mengurangi kerugian, petani berinisiatif menanam jagung di samping tanaman cabai yang mengering.

Sementara itu, di Selopamioro, Bantul, Yogyakarta, sumur pertanian yang menjadi sumber pengairan mulai mengering sejak musim kemarau. Petani terpaksa menyedot air dari sejumlah mata air di lereng perbukitan untuk memenuhi kebutuhan lahan.

Warga berharap pemerintah setempat dapat memberikan bantuan air karena tanaman lombok yang menjadi sumber penghasilan mereka kini banyak yang rusak, bahkan mati.

#kemarau #kekeringan #petani #blora #bantul #cabai

Baca Juga Kemarau Panjang dan Kekeringan, Pakar Mitigasi Bencana Dorong Penguatan BNPB di https://www.kompas.tv/nasional/683990/kemarau-panjang-dan-kekeringan-pakar-mitigasi-bencana-dorong-penguatan-bnpb

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/684579/kekeringan-melanda-blora-dan-bantul-petani-cabai-kesulitan-mendapatkan-air-kompas-siang
Transkrip
00:00Kemarau panjang membuat petani cabai di Blora, Jawa Tengah gagal panen.
00:04Petani pun rugi hingga jutaan rupiah.
00:07Sementara di Bantul, Yogyakarta, taraman lombok milik petani yang banyak, yang rusak, bahkan mati.
00:30Petani cabai di Kabupaten Blora hanya bisa pasrah menghadapi musim kemarau tahun ini.
00:36Kemarau panjang membuat mereka gagal panen.
00:39Tanaman cabai mereka rusak dan tidak bisa berbuah dengan baik karena kurangnya pasokan air.
00:44Bahkan beberapa tanaman terpaksa dicabut lantaran sudah mulai mengering.
00:48Akibat kekeringan ini, petani mengaku mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.
00:52Agar tidak mengalami kerugian semakin besar, petani berinisiatif menanam jagung di samping tanaman cabai yang mengering.
01:00Taman cabai ini sekarang ini gagal panen, Pak.
01:04Karena hujannya enggak ada.
01:06Tadi ini kering, belum sempat panen.
01:08Panen itu enggak berjanji, itu enggak maksimal, Pak.
01:12Enggak maksimal, Pak.
01:13Sebetulnya sudah panen, tapi enggak bisa bagus.
01:17Terus ini gimana, Pak, cabainya, Pak?
01:19Ini dengan biarkan atau gimana?
01:20Ya, dibiarkan. Enggak bisa, ini dionggung airnya enggak ada.
01:23Kalau airnya ada, bisa disorot, enggak airnya enggak ada.
01:26Berarti ini dibiarkan mati juga, Pak?
01:28Iya, dibiarkan mati.
01:30Sebulan terakhir, sumur pertanian di Selopa Mioro Bantul, Yogyakarta banyak yang kering.
01:35Di musim penghujan, sumur ini penuh dengan air.
01:38Namun sejak musim kemarau, air sumur terus menyusut bahkan kering.
01:43Agar lahan pertanian bisa terus mendapat pasukan air,
01:46para petani harus menyedot air dari sejumlah mata air di lereng perbukitan.
01:51Itu benar-benar kekurangan air yang di pocahan sana.
01:55Sudah pernah dropping air, Bu?
01:56Belum ada ini, selama musim kemarau belum ada bantuan air sudah masuk.
02:02Ya, kesulitannya itu cuma paling enggak.
02:06Seperti 4 jam atau setengah jam udah habis.
02:09Udah enggak bisa ini lagi air.
02:12Udah enggak bisa, kita udah enggak bisa ngambil ini.
02:16Kan udah enggak bisa nyedot lagi.
02:18Ya, pakai sumur, tapi sumurnya udah enggak banyak lagi.
02:22Udah hari disedot, udah berkurang.
02:25Dengan kondisi seperti ini, apakah panenan terganggu?
02:29Iya, terganggu.
02:31Ini pertumbuhan tidak stabil.
02:33Cuma pendek-pendek enggak seperti biasa kalau banyak air.
02:36Tidak ada, banyak kan yang keriting.
02:40Rusak gitu ya?
02:41Iya, rusak.
02:43Enggak subur.
02:45Warga berharap, pemerintah setempat bisa memberikan bantuan air
02:49karena tanaman lombok yang menjadi sumber penghasilannya.
02:52Kini banyak yang rusak, bahkan mati.
02:55Tim Liputan Kompas TV
03:03Lebih lengkap soal dampak kekeringan di Bantul, Yogyakarta,
03:06kita tanyakan kepada jurnalis Kompas TV, Michael Aryawan.
03:10Selamat siang, Michael.
03:11Apakah sudah ada bantuan dan solusi untuk mengatasi kekeringan yang terjadi di sana?
03:17Ya, selamat siang, Imron.
03:19Hingga saat ini, kami melaporkan untuk Anda dan saudara
03:23bantuan atau dropping air bersih di Desa Selopamioro,
03:32Jamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta,
03:35belum juga pernah dilakukan oleh pemerintah setempat.
03:38Namun kami memang sempat bertanya-tanya kepada warga
03:41kenapa hal itu tidak atau jarang sekali mereka mendapatkan bantuan air.
03:48Padahal, kemarau, kekeringan yang bertahun-tahun di tempat ini sudah menjadi langganan.
03:56Nah, beberapa warga menyebutkan mereka pesimis mendapatkan bantuan air
04:01karena di tempat ini sejatinya masih ada sumber air.
04:07Satu hingga dua sumber air masih ada.
04:10Namun debitnya terus menyusut.
04:14Dengan pertimbangan masih ada sumber air itulah,
04:16maka pemerintah Kabupaten Bantul tidak memprioritaskan daerah ini
04:20untuk menjadi wilayah dropping air.
04:24Namun faktanya di lapangan,
04:26masyarakat benar-benar terkendala dengan air bersih.
04:30Karena walaupun masih ada sumber air di tempat ini,
04:33namun debitnya sangat kecil dan itu digunakan oleh ratusan kepala keluarga.
04:38Sehingga akhirnya mereka harus menyedot menggunakan selang
04:43dan itu pun ada jam-jam tertentunya.
04:46Karena ketika misalnya di subuh hari mereka menyedot sumber air yang berada di belakang saya ini,
04:53maka paling lama satu jam airnya sudah menyusut.
04:57Sehingga kemudian antara jam 6 pagi hingga jam 12 siang,
05:02maka keluarga harus berhemat air.
05:05Nah, nanti di jam 12 siang mereka akan kembali melakukan penyedotan bersama-sama.
05:11Karena di saat itulah debit air sudah mulai naik dan bisa disedot kembali.
05:16Namun hal itu juga pasti hanya berlaku satu jam atau dua jam,
05:21sehingga akhirnya airnya surut.
05:23Nah, terkait dengan hal itulah,
05:25maka mereka berharap pemerintah Kabupaten Bantul bisa melihat fakta ini.
05:29Kemudian imbas dari kekeringan di daerah ini juga banyak petani yang mengeluhkan mereka
05:36kesulitan untuk mengairi lahannya dan hingga akhirnya mereka menanam tanaman yang kira-kira kuat
05:45dengan musim kering seperti tembaka ataupun lombok.
05:49Namun kenyataannya itu pun juga akhirnya banyak yang mati.
05:53Demikian Imron.
05:53Baik, hingga saat ini kekiringan di desa Selopamyoro Imogiri Bantul, Yogyakarta masih terus terjadi.
05:59Warga berharap bantuan air bersih diberikan oleh pemerintah setempat.
06:04Terima kasih atas laporan Anda, jurnalis Kompas TV Michael Aryawan dari Bantul, Yogyakarta.
Komentar

Dianjurkan