Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Roasting selalu menjadi salah satu segmen paling ditunggu di panggung Stand Up Comedy Indonesia (SUCI). Mulai dari komika yang saling melempar punchline, komentar tajam yang mengundang tawa, hingga reaksi para juri dan penonton yang benar-benar pecah!

Di video ini, kami merangkum berbagai momen roasting paling ikonik dan paling menghibur dari perjalanan SUCI. Siap-siap nostalgia dengan deretan materi yang cerdas, berani, dan tentunya bikin ngakak dari awal sampai akhir.

Menurut kalian, roasting siapa yang paling pecah sepanjang sejarah SUCI? Tulis jawaban kalian di kolom komentar!

#SUCI #StandUpComedy #Roasting #StandUpIndonesia #KompasTV #ComedyIndonesia #SUCIKompasTV #BestOfSUCI ======================================================

Ayo jadi Warga Suci atau kalau klean pede boleh banget jadi Lurah Suci klik join link ini: https://www.youtube.com/channel/UC8zZ084em5pohjs6kk2Bpaw/join

Stand Up Comedy Indonesia, Let's Make Laugh!

Follow dan subscribe:

Instagram: @sucikompastv

X: @StandUpKompasTV

TikTok: @suci_kompastv

Facebook: @standupkompastv

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/entertainment/683796/roasting-di-panggung-suci-dari-komika-sampai-juri-gak-kuat-nahan-ketawa-throwback-suci
Transkrip
00:00Oke, komika yang berikutnya ini bawa supporter jauh-jauh tuh.
00:04Mana kasih lihat mana? Suaranya mana suaranya?
00:08Itu penonton bayaran jauh-jauh dari Pono Rogo di bawah B.
00:12Tapi gak apa-apa, mereka semangat.
00:14Semangat, karena mereka mau jauh-jauh datang kesini untuk mendukung...
00:18Dodid!
00:25Perempuan yang saya suka itu perempuan Jawa yang lembut.
00:31Halus, ayu...
00:41Ayo, kamu jangan lama-lama, toh.
00:44Sabar, toh masih.
00:48Kita gak sampai-sampai, dek. Ayo, cepet.
00:56Tuh, kan.
01:00Ayo, mas.
01:02Tunggu sih dong, mau lewat. Jalan marah banget.
01:05Mama.
01:07Tuh, kan.
01:09Orang-orang berpada menyusul kita.
01:22Selamat malam para fans.
01:29Maaf, saya tidak...
01:31Belum sempat membalasi mention satu-satu.
01:35Karena saya sibuk syuting.
01:40Tema perempuan.
01:42Saya jadi ingat perempuan-perempuan yang mengubah hidup saya.
01:48Saya jadi ingat pengemis.
01:55Pengemis itu disimbolkan tangannya di bawah.
01:59Selalu disimbolkan tangannya di bawah.
02:01Soalnya kalau tangannya di atas itu konser.
02:07Konser sambil ngemis.
02:08Minta emas, minta emas.
02:14Saya itu memiliki kelembutan hati seperti ibu saya.
02:19Kalau saya melihat pengemis.
02:21Itu saya...
02:23Dia itu kasihan.
02:25Naik turun angkot susah.
02:27Saya pengen nganu, mba rengi.
02:31Saya pengen apa?
02:33Membonceng dia.
02:34Saya akan naik motor.
02:35Ayo, bu.
02:35Saya bonceng.
02:37Naik motor saya.
02:38Ngeeng.
02:40Silahkan turun, bu.
02:42Kita sudah sampai.
02:43Dimana ini?
02:44Kantor Satpol PP.
02:54Kartini membuat emansipasi.
02:57Tidak mengajarkan wanita untuk mengemis.
03:01Asik.
03:10Ada yang lucu dari lagu Kartini.
03:24Nunggu lucunya.
03:38Lagu pahlawan tidak pantas untuk dilucukan, fellas.
03:50Kartini itu punya gelar bangsawan.
03:53Gelar bangsawan Jawa untuk perempuan ini ada banyak.
03:57Yang pertama itu R.A. Raden Ajeng.
04:00Untuk perempuan Jawa yang belum menikah.
04:04Raden Ayu.
04:06Untuk perempuan bangsawan Jawa yang sudah menikah.
04:09R.A. Ditya.
04:11Raditya.
04:20Itu orang biasa yang belum menikah.
04:30Mas Radit senyum aja gak usah ditahan-tahan.
04:48Bulu hidungmu loh mas.
04:51Bergoyang-goyang.
04:54Lepaskan Radit.
04:55Lepaskan Radit.
04:57Lepaskan Radit.
05:25Sudah.
05:27Sudah.
05:40Zaman sekarang itu perempuan dan laki-laki kalau pacaran itu enak.
05:46Padahal zaman dulu itu ada banyak para perempuan yang mengangkat senjata untuk berjuang.
05:52Sekarang pacaran itu enak tinggal duduk makan pancake selebriti.
06:03Terus ini pancake-nya tinggal satu nih buat kamu aja.
06:06Buat kamu.
06:08Kamu.
06:09Kamu.
06:10Gitu.
06:11Kalau pacaran zaman perjuangan.
06:15Itu pas gerilya gitu.
06:18Itu Belandanya tinggal satu.
06:30Sayang.
06:32Ini pin granatnya udah aku buka.
06:34Sudah kamu aja yang lempar.
06:36Kamu.
06:37Kamu aja.
06:39Kamu.
06:40Dar.
06:40bangat di Jogja.
06:42Terima kasih ya Donnie.
06:43Ternyata.
06:49Ternyata.
06:56Ternyata.
06:57Ternyata.
06:59Ternyata.
07:02Ternyata.
07:05Ternyata.
07:08Ternyata.
07:09Ya.
07:10enggak usah emosi gitu ada di Jogja pernah ada kebakaran pernah di rumah yang kebakaran itu
07:19ada kompor gas dan meledakannya dan panasnya bukan main itu kamu dulu terima kasih lagi
07:31Selamat malam Dodit semalam Mas Radit ada dua hal yang gua catat dari penampilan lo malam ini
07:39saya minta maaf ya gua gua paham tapi ya sebagai sebagai juri gua harus memberikan penilaian kan
08:08dan penilaian pada malam ini ada dua yang pertama tadi lucu banget yang soal apa namanya lagu
08:17pahlawan orang nungguin lucunya lo malah ngomongin kalian nungguin ya lucunya dan pahlawan tidak
08:23boleh dilucu-lucukan itu kalau isilah komedinya tuh meta banget apa metal namanya itu terus
08:30yang kedua itu satu yang kedua yang pas lo ngledekin gue ya itu ya pas lo mau ngledek lo ngledekin
08:50gue itu
08:50terlihat sangat luwes sekali lancar sekali saya lo sudah minta maaf Mas
09:02yang gua suka dari lo secara konsisten terus-menerus apa membuat persona ini gitu kan
09:11gua dapat gosip lo aslinya nggak kayak gini gitu kan gua gua selalu dapat gosip Dodit tuh sebenernya
09:17kalau ngomong biasa aja gitu kalau misalnya di belakang panggung dia suka godain anak-anak
09:22ngomong kompas TV gitu kan gua sering dapat gosip kayak gitu kumis lo udah mau ngaku udah ngaku aja ngaku
09:35aja
09:36ngaku aja Dodit
09:43buat buat gue tetap tetap buat gue sama kayak yang hampir selalu eh yang pernah gue bilang
09:50beberapa minggu yang lalu lo mungkin komik paling unik yang pernah gua temui selama empat tahun suci ini
09:54keren banget
09:56terima kasih mas Ratik
10:01tuh kan
10:02guntung udah minta maaf ya
10:03oke Tyson bagaimana menurut anda
10:06Dodit menurut saya saya pikir kamu pasti menang stand up comedy season 4
10:12wow
10:14dia berani
10:15karena
10:16keren banget
10:17jejo saya pikir kamu
10:18gue itu nggak pernah kemana-mana
10:20waktu senggang gue itu lebih sering dipakai buat nonton TV
10:23nonton filmnya pada Indro yang warkop
10:25acaranya Cak Lontong yang lawak lep
10:27acaranya Mas Panji yang
10:29yang mana ya mas
10:41mas mas mas
10:43yang dulu pernah ada
10:49tau kan acaranya 11 12
10:51jadi dari jam 11 sampai jam 12 malem
10:54ya paling yang nonton buru sip tiga lah
11:04jujur aja ya
11:05gua nggak tau kenapa sekarang acaranya tuh udah nggak ada
11:08mungkin karena ada adegan seorang Panji Pragiwaksono yang terlalu vulgar kali ya
11:12nih lihat videonya tuh
11:34seorang komika nasionalis penulis buku nasionalisme goyang anak kondak
11:43mas
11:44kalau mau nasionalis itu
11:46berdiri tegap
11:47mengepalkan tangan
11:48menjujung nama bangsa Indonesia
11:49ini malah
11:59tapi jujur aja
12:01gua seneng banget diajakin tur stand up sama Mas Panji Pragiwaksono
12:06mas yang tadi becanda ya mas ya
12:09demi Allah becanda mas
12:12mas
12:13mas
12:13saya emang ngefans sama Mas seriusan
12:15mas
12:15yang tadi saya becanda
12:17saya becanda kalau saya ngefans sama Mas
12:20mas
12:37enggak
12:37gua seneng banget diajakin tur gue langsung bilang sama nyokap gitu kan
12:40maaf aja diajakin tur sama Mas Panji
12:42Hah? Penji mana?
12:52Itu? Juri Kompas TV?
12:55Juri yang mana?
12:56Yang mau bikin tur juru bicara?
12:59Oh, Jubir.
13:00Bilang dong kalau diajakin sama Nirina.
13:08Dan, dandut zaman sekarang itu goyangnya terlalu vulgar.
13:12Terlalu hot.
13:13Mantap.
13:16Tapi kan itu gak pantas buat ditayangin, ditontonin sama umum ya.
13:20Contohnya goyang dribble, goyang itik, goyang anak kondak.
13:23Itu gak pantas.
13:25Mas.
13:26Itu gak pantas.
13:32Mas Panji.
13:38Gak, gak, gak.
13:42Politik itu nih ya, nulis bukunya kayak Mas Panji Pragyiwaksono.
13:53Nasional ismi.
13:56Berani mengubah, menembuhkan Indonesia.
14:00Tapi, lakukan kambing jantan sih.
14:13Tapi,
14:14buku Mas Panji tuh bagus, Bang.
14:15Isi-isinya bagus, ya Risan.
14:17Kalau dibandingin sama buku Bang Radit,
14:18buku Bang Radit isinya mah gak ada apa-apanya.
14:21Maknanya juga sedikit.
14:22Tapi inget,
14:23laku.
14:31Kalau Mas Panji pengen bukunya selaku Bang Radit Yadika,
14:35ikutinlah jejaknya.
14:36Bang Radit itu kalau misalkan nulis buku,
14:37judulnya tuh gak berat-berat,
14:39unyu-unyu, lucu-lucu gimana gitu.
14:41Bikinlah Mas,
14:42apa ya,
14:42misalkan manusia setengah anak kondak.
14:52Santai,
14:55santai, santai, santai, santai.
14:57Enggak, enggak, enggak, enggak, enggak, enggak.
14:58Radit, radit.
14:59Radit, demi Allah.
15:00Sekarang saya Radit.
15:02Radit.
15:08Sekarang,
15:09tapi gue salut sama Bang Panji,
15:10Pragyi Waksono.
15:15Dia itu udah sering tour
15:17jet stand up komedi
15:19bahkan ke luar negeri ya.
15:23Tour stand up.
15:25Bang Radit, kapan?
15:28Mas Panji ini udah nikah,
15:29punya anak dua.
15:30Bang Radit, kapan?
15:32Bang Radit ini bukunya bestseller.
15:34Mas Panji, kapan?
15:41Ini,
15:42ini temanya roasting Radit,
15:44terus simpanji sih.
15:45Radit ya?
15:47Bodoh amat tuh.
15:48Mas Radit,
15:48minah ke sana,
15:49biar Mas Panji yang disini.
15:57Jadi,
15:58komik yang satu ini
15:59itu berasal dari Jakarta Barat.
16:01Iya.
16:01Wuh.
16:03Banyak pendukung ya.
16:05Dia itu sering ngomong sendiri.
16:07Dan kali ini,
16:08dia akan merosting
16:09Pak D. Indro.
16:10Beri turun tangan untuk
16:11Indra.
16:17Om Indro bilang,
16:19katanya gue aneh.
16:20Sekarang gue pengen
16:21bilangin
16:23opini itu.
16:24Lihat Om Indro
16:25di sini.
16:26Lihat ya?
16:35Gila.
16:36Tapi masih ada.
16:37Sekali lagi ya.
16:47Tapi masih ada.
16:49Sebenarnya yang aneh Om Indro.
16:50Dia itu selalu ada di kartu
16:52manapun.
16:53Makanya,
16:54pada malam hari ini,
16:55gue akan membuktikan,
16:56kalau Om Indro itu
16:57ada banyak.
17:06Selamat malam Balai Kartini.
17:09Pada malam hari ini,
17:10gue disuruh ngerosting Om Indro.
17:13Bukannya gue gak mau,
17:14cuma gue takut dibanting.
17:16Om Indro kan kayak pemain
17:17Smackdown, ya kan?
17:19Hulk Hogan.
17:20Nih.
17:22Tuh.
17:24Ngeri banget.
17:31Jangan terlalu cepat
17:32menilai seseorang
17:33sebelum kita kenali
17:34orang itu.
17:35Om Indro dari awal gue audisi,
17:37sampai show kemarin,
17:38dia gak ngerti
17:38sama stand-up gue.
17:40Dia bilang katanya gue absurd lah,
17:41gila lah,
17:42gak jelas lah,
17:43gak ada pesan moralnya lah.
17:45Makanya Om Indro
17:46kalau misalnya nonton gue tuh,
17:47dia suka pusing-pusing.
17:49Meriang,
17:50panas dalam,
17:51gigi berlubang,
17:52dan gangguan kehamilan
17:54dan janin.
17:56Tapi gak masalah,
17:57menurut gue komedi itu adalah selera.
17:59Sampai kayak nyari cewek.
18:01Ada yang suka sama cewek tinggi,
18:02segitu tuh.
18:06Ada juga yang suka sama cewek pendek,
18:08segini nih.
18:09Ini segini cewek apa penggaris nih?
18:12Om Indro bilang katanya,
18:14stand-up gue gak ada pesan moralnya.
18:16Salah Om.
18:18Gue ada materi gini,
18:18waktu sekolah,
18:19gue dulu bandel banget.
18:21Ada guru lewat,
18:22gue panggil,
18:22gue bisikin,
18:23terus kupinya gue pasangin petas.
18:25Gue gak takut,
18:26soalnya guru gue murid juga.
18:28Ini kan jelaskan,
18:30gue pengen bilang,
18:30kalau misalnya guru itu harus seperti murid.
18:32Jadi antara guru dan murid ini,
18:34tidak ada kesenjangan sosial.
18:36Ini sebenarnya kritikan dari gue.
18:39Ini sebenarnya kritikan dari gue,
18:41buat guru-guru yang selama ini,
18:42bersikap otoriter terhadap murid-muridnya.
18:45Tapi Om Indro gak ngerti hal itu.
18:48Om Indro itu cuma ngeliat materi gue,
18:50dari sisi luarnya aja.
18:51dia gak mengupas esensi-esensi
18:53yang ada di dalamnya.
18:54Iya kan?
19:01Karena menurut gue,
19:02komedi yang baik secara terminologis adalah,
19:06komedi,
19:06iya komedi yang tidak hanya
19:07bisa mentransformasikan
19:08apa yang ada di dalam pikiran kita
19:09terhadap penonton,
19:11tapi juga materi itu harus bisa
19:12terstruktur secara konstruktif.
19:15Yang gak cuma lucu,
19:16tapi juga bisa mengkritisi
19:17sesuatu secara eksplisit.
19:18eksplisit.
19:19Gitu Om.
19:26Katanya Om Indro komedian legenda,
19:29tapi gak punya ini.
19:31Gak punya rambut.
19:40Om Indro bilang katanya gue gila.
19:42gini ya,
19:43dulu di WarCop DKI tuh,
19:45tau kan?
19:45WarCop Dono,
19:46Casino,
19:47itulah anggotanya.
19:52Om Indro selalu dikatain,
19:55gila lundro,
19:55gila lundro.
19:57Sebenernya yang gila itu dia.
20:00Melah nyalain orang,
20:02gila lundro,
20:02gila lundro.
20:03Lu bayangin perasaan gue gimana?
20:05Dikatain gila sama orang gila.
20:15Di film WarCop,
20:17Om Indro itu sering beradu peran
20:18dengan wanita seksi
20:20pada zamannya.
20:21Kayak Kiki Fatmala,
20:22Eva Arnas,
20:24Diding Boneng.
20:26Shootingnya juga di pantai.
20:28Barang cabai-cabean.
20:30Jadi selain gila Om Indro,
20:32moralnya juga rusak.
20:46Om Indro bilang katanya materi gue absurd.
20:49Ya, lu tonton film WarCop.
20:52Iya.
20:53Masa ada adegan Dono,
20:54waktu itu pacarnya Madonna kan?
20:56Madonna pergi ke Amerika,
20:57naik pesawat.
20:59Dono ngejar ke bandara.
21:00Pas itu udah ada terbang kan?
21:02Dipanggil Madonna.
21:02Madonna.
21:03Madonna.
21:04Pesawatnya mundur.
21:05Ini apaan?
21:07Nyalain orang absurd,
21:09dia sendiri absurd kan?
21:10Ya ampun.
21:12Amindro, Amindro.
21:14Itu pesawat mundur,
21:15itu pesan moralnya apaan?
21:19Terus ada juga film,
21:21film WarCop itu judulnya
21:22Setan Kredit.
21:23Gak jelas banget kan?
21:24Setan Kredit.
21:26Ini setan kredit apaan?
21:28Tuyul second.
21:30Ini kan gak jelas banget kan?
21:38Tapi film itu ceritanya tentang anak kecil,
21:41hilang,
21:42dicari,
21:42gak taunya itu anak,
21:43ketiduran di dalam grobak.
21:45Gak nyamu kan?
21:47Kesehatan Kredit,
21:48anak hilang.
21:49Iya ampun.
21:50Ini kalau misalnya bikin materi gak nyamu apa?
21:53Film gak nyamu mah,
21:53gue juga bisa.
21:54Jadi filmnya ceritanya,
21:56cerita cinta di sekolah.
21:58Tapi ceritanya tentang,
21:59ada orang pacaran di sekolah.
22:02Eh, nyambung ya?
22:04Jadi gak nyamu apa?
22:06Materi gue.
22:06Gue bilang kan gak nyambung,
22:08tapi ujung-ujungnya nyambung.
22:09Gak nyambung kan?
22:16Tapi biar bagaimanapun juga,
22:17Om Indro dan Warkopnya adalah
22:19legenda komedi di Indonesia.
22:20Atau betul?
22:24Makanya gue selalu berdoa,
22:25supaya Om Indro,
22:26bisa segera reuni.
22:28Udah, terima kasih.
22:37Iya.
22:38Yang menurut gue aneh ya.
22:41Lo tuh kan kemarin,
22:42dari minggu ke minggu kan gila nih.
22:46Tadi waras men.
22:48Kenapa gitu?
22:49Apakah kebencian begitu mengubah lo gitu?
22:52Iya, iya.
22:52Iya, iya.
22:57Iya udah, keren banget.
22:58Udah gue suka banget.
22:59Terima kasih.
23:03Jadi kita main hati ya.
23:06Oke.
23:07Indra,
23:09pertama saya harus klarifikasi dulu.
23:12Saya hanya pernah bilang kamu absurd,
23:14tidak pernah bilang kamu gila,
23:15apalagi saya tidak pernah mengharapkan kamu
23:17dengan pesan moral.
23:21Tapi yang menyenangkan saya adalah
23:24doamu terakhir.
23:28kenapa saya senang?
23:31Karena saya besar,
23:32karena teman-teman saya itu.
23:39dan satu hal lagi,
23:42biasanya doa-doa yang seperti itu,
23:4585% berbalik pada orang yang...
23:49dan Indra, satu hal aja gue mau ngomong sama lo.
23:53Dan ini belum pernah gue omongin ke lo.
23:57Lo kompor gas.
24:03Makasih om.
24:05Semakin malam semakin kurang ajar ya.
24:07Iya.
24:09Udah gitu gak setiak kawan ya,
24:11belum gabung, parah.
24:13mana?
24:14Gabung dong.
24:15Katanya anak motor.
24:16Anak motor, solidaritas mana?
24:19Lo.
24:21Gue mau gabung, gue ajak lo.
24:24Eh gak bisa.
24:25Kalau gue ntar diajak,
24:27Madonna gue turun lagi.
24:30Gak bisa.
24:30Gak.
24:31Gak.force.
Komentar

Dianjurkan