Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Penyelidikan kematian Sutrimo masih terus berlangsung. Penasihat Ahli Kapolri, Irjen Pol (Purn) Aryanto Sutadi, menilai terdapat sejumlah aspek penting yang harus didalami penyidik, mulai dari kondisi tempat kejadian perkara (TKP), rekaman CCTV, hingga keterangan saksi di sekitar lokasi.

Menurut Aryanto, langkah awal penyidik adalah menelusuri setiap jejak yang ada di lokasi, termasuk pihak yang membuka akses menuju TKP.

Ia menambahkan, seluruh barang bukti di lokasi perlu diperiksa secara forensik. Selain itu, penyidik dinilai perlu mencari saksi yang mengetahui kondisi lokasi sebelum maupun saat korban ditemukan.

Aryanto juga menyoroti keberadaan kamera pengawas di sekitar lokasi. Menurutnya, rekaman CCTV dapat menjadi petunjuk penting apabila masih berfungsi.

Ia mengingatkan bahwa keberadaan CCTV belum tentu membantu apabila perangkat tidak lagi beroperasi.



Menanggapi kondisi korban yang ditemukan dengan mulut dan hidung berbusa, Aryanto menyampaikan pandangan berdasarkan pengalamannya. Namun ia menegaskan dirinya bukan ahli toksikologi.

Aryanto juga menilai keterlambatan olah TKP menjadi tantangan tersendiri bagi penyidik. Menurutnya, saat korban pertama kali ditemukan, belum ada dugaan kuat bahwa peristiwa tersebut berkaitan dengan tindak pidana.

Ia mengatakan korban saat itu langsung dievakuasi menuju rumah sakit sehingga kondisi awal TKP tidak lagi utuh ketika penyidik melakukan pemeriksaan.




Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/XM6neCvAkpQ



#eksjampidsus #febrieadriansyah #sutrimo

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/683793/sutrimo-meninggal-kondisi-berbusa-penasihat-ahli-kapolri-tafsiran-saya-dia-minum-sesuatu-dipo
Transkrip
00:00Pak Arianto, saya ingin mengajak Anda untuk melihat Pak, ini adalah klinik kecantikan Pak,
00:05tertulis jelas more than aesthetic clinic dan pintunya digembok, saat ini tentu sudah dipasang garis polisi.
00:13Tapi pertanyaannya melihat Sutrimo yang ditemukan tewas di klinik kecantikan,
00:19sebagai mantan penyidik, apa yang paling mencurigakan Pak dari lokasi ini Pak?
00:23Ya, jadi kalau kesimpulan pertama yang jelas, Sutrimo kesininya tidak sendiri,
00:31kalau ini kan tutup, kalau ini dikunci dan kemudian dia, kan ketemunya kan di sana,
00:39ini sudah lama tidak dipakai, kita kan tidak ngerti ketika kesini itu dibuka atau tidak.
00:46Jadi kalau seandainya waktu ini tertutup, maka kesimpulannya pasti dia dilempar situ kan,
00:52kurang lebih gitu, dalam keadaan kelengar mungkin dilempar ke situ. Logika ya.
00:59Artinya yang pertama, penyelidikan yang kemudian dilakukan oleh polisi bisa dimulai dari siapa yang membuka gembok ini?
01:06Ya, semua pasti yang di situ, diambil si carinya dan sebagainya.
01:10Yang kedua, pasti polisi akan mencari saksi mata di sini.
01:14Kapan orang itu dibunuhkan dalam keadaan apa, itulah saksi kunci yang kira-kira akan menunjukkan
01:20si Trimo itu kesininya itu apakah dibuang atau Pak Gedea lagi mabok kemudian jatuh ke situ.
01:25Tapi CCTV di sini tidak ada ya?
01:27Di sebelah situ ada Pak, di sebelah kiri ada, dan memang sebelumnya juga polisi menyebut mendalami CCTV.
01:33Oh, oke. Sekarang kalau CCTV ada, saya yakin pasti kalau rekamannya masih hidup ya.
01:40Masalahnya ini kadang-kadang sudah mati, sudah tidak berfungsi lama.
01:45Jadi dugaan saya CCTV pun belum tentu ada rekamannya kalau ini tidak beroperasi.
01:52Dan yang menarik juga Pak, saya ingin tunjukkan, Sutrimo ditemukan tergeletak di bagian tangga paling bawah
02:00dengan kondisi mulut dan hidung berbusa.
02:03Dugaan kejadian apa Pak, yang paling sering ditemukan untuk korban-korban yang kondisinya mulut dan hidung berbusa?
02:09Kalau setahu saya tidak ahli toksikologi ya, tetapi kebiasaan kalau orang berbusa itu,
02:17pastinya dia habis minum sesuatu, sehingga baru bereaksi, disitulah dia keluar.
02:22Jadi dia, tafsiran saya, dia pasti minum obat atau apa gitu, sehingga dia keluar busanya.
02:31Dan kalau kita lihat TKP ini Pak, berada persis di pinggir jalan,
02:36dan sebelumnya juga polisi menyebutkan bahwa dalam tada kutip TKP ini sudah rusak Pak,
02:43karena Sutrimo ditemukan tanggal 23 Juli 2026,
02:46namun polisi baru menyelidikinya pada tanggal 26 Juli, ada kurang lebih 3 hari.
02:52Apakah kerusakan TKP ini disebabkan karena memang posisinya berada di pinggir jalan
02:56atau ada dugaan keterlibatan pihak lain?
02:58Kalau saya menduga begitu ya, dulu ketika Sutrimo ketemu di sini,
03:03itu kan dianggapnya seperti orang-orang dalam tanda petik, orang biasa saja.
03:08Kemudian orang-orang yang sampai sini kan saya dengar itu,
03:11kemudian langsung dibawa saja ke pakai ambulan atau pakai apa,
03:14sampai di rumah sakit meninggal.
03:16Nah saat itu orang belum ada yang curiga kan gitu.
03:20Nah itulah sebabnya kesulitan daripada polisi waktu itu.
03:24Berarti TKP sudah rusak.
03:26TKP sudah rusak Pak?
03:27Sudah, karena polisi kan melihat ke sini kan 3 hari setelah itu kan.
03:333 hari setelah itu ya Pak?
03:34Iya, otomatis dia nggak mendapatkan TKP yang fresh.
03:42Memang beliau kerja di sini?
03:44Bantu-bantu aja sih.
03:45Bantu-bantu aja?
03:46Itu di bagian luar, kayak ngantar-ngantar barang lah itu.
03:49Bantu-bantu aja sih.
03:51Bantu-bantu aja sih.
Komentar

Dianjurkan