Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan upaya pemerintah membebaskan petani dan masyarakat kecil dari jerat rentenir atau lintah darat.

Dalam pidatonya pada puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 di Jakarta, Minggu (12/7), Prabowo mengaku gagasan memperkuat koperasi telah ada sejak puluhan tahun lalu.

Pengalaman bertugas di desa-desa saat menjadi prajurit TNI membuatnya melihat langsung kondisi masyarakat yang hidup dalam keterbatasan.

Prabowo menyebut jumlah 81 ribu koperasi disesuaikan dengan jumlah desa dan kelurahan di Indonesia.

Menurutnya, tujuan utama program tersebut adalah memutus ketergantungan masyarakat terhadap rentenir.

"Masalahnya adalah untuk memotong cengkeraman para lintah darat itu supaya membebaskan jutaan rakyat kita dari ketergantungan kepada itu," kata Prabowo.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Frashiva Rizaldi

#prabowo #pidatopresiden

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/680149/target-presiden-prabowo-petani-tak-boleh-terus-terjerat-lintah-darat
Transkrip
00:00Saudara-saudara, saya jelaskan bagaimana konsep kooperasi merah putih datang.
00:10Sebetulnya konsep merah putih ini sudah lama ada di benak saya.
00:17Sudah lama, puluhan tahun.
00:21Dan saya waktu di tentara, kita bertugas di desa-desa, di gunung-gunung.
00:34Kita bisa berbulan-bulan di sebuah kecamatan.
00:40Saya lihat di situ rakyat kelaparan.
00:45Saya lihat ada rakyat yang mati kelaparan.
00:48Dan saya tidak bisa berbuat apa-apa.
00:51Karena makanan saya terbatas untuk kompi saya.
01:00Dari situ saya lihat, kita harus menjaga.
01:08Kita harus memelihara kemampuan kita di desa-desa.
01:18Indonesia merdeka, perang kemerdekaan kita, kekuatan kita ada di desa-desa.
01:29Tetapi, kita juga ingin jadi negara industri.
01:35Nah, untuk itu akhirnya, dari dulu saya semakin yakin, satu-satunya jalan untuk menjaga rakyat yang paling bawah adalah kekuatan
01:48kooperasi.
01:54Tapi, saya sadar, waktu saya mulai bikin kooperasi, ternyata kalau tidak punya, gue menang.
02:03Kalau tidak punya kekuasaan, sangat lambat.
02:09Sangat lambat.
02:11Betul?
02:15Kalau orang modalnya kecil atau tidak punya modal, susah dapat kredit di mana-mana.
02:23Waktu saya jadi presiden, dengan menteri-menteri, kita kebut suasumada pangan.
02:32Kita turunkan harga pupuk.
02:36Kita naikkan harga pembelian gabah.
02:43Kita jamin.
02:46Hasil petani naik.
02:48Tapi, saya dapat laporan, Pak.
02:52Percuma, Pak.
02:54Hasil mereka naik.
02:55Kenapa?
02:56Karena hutang mereka banyak.
03:00Karena pertanian itu, panennya itu seratus hari.
03:06Nah, selama seratus hari, anaknya ada yang sakit, anaknya harus sekolah, mungkin ada kerusakan ini.
03:18Dia butuh uang, dia pinjem uang, dan bunganya luar biasa gila.
03:27Dia pinjem uang dari lintah darat.
03:31Dari mereka-mereka yang memberi bunga, kadang-kadang 1% sehari.
03:42Ini mematikan.
03:44Seumur hidup, mereka tidak bisa bangkit.
03:48Karena itu, salah satu kebijakan saya pertama, mungkin dalam bulan-bulan pertama, sebenarnya ingat.
03:53Saya hapuskan hutang jutaan petani yang mereka tidak mampu bayar, saya hapus.
04:06Kenapa?
04:08Pengusaha besar pun banyak yang tidak bayar hutang.
04:15Enak saja.
04:19Hutangnya triliunan, tidak mau bayar.
04:24Habis itu pakai ini, pakai itu, apa namanya, haircut.
04:31Apalagi restrukturisasi.
04:34Ada istilah-istilah keren.
04:37Rakyat tidak bisa.
04:40Kemudian, selain itu, saya berpikir tidak ada jalan.
04:46Mereka, rakyat kita, harus bisa mendapatkan kesempatan pinjem uang dengan bunga yang murah.
04:56Jawabannya adalah, harus ada kooperasi simpan pinjem di setiap desa di seluruh Republik Indonesia.
05:07Karena itulah, angka 81 ribu muncul.
05:14Karena, desa dan keluruhan kita, di seluruh Indonesia, jumlahnya adalah 81 ribu.
05:23Masalahnya adalah, untuk memotong cengkraman para lintah darat itu.
05:32Supaya membebaskan jutaan rakyat kita, dari ketergantungan kepada itu.
05:41Dan akhirnya, muncul lagi.
05:45Bahwa, oh iya, pupuk bersubsidi bisa di kooperasi.
05:50Kemudian, gas, tabung-tabung gas itu bisa di kooperasi.
05:58Kemudian, hampir semua barang-barang subsidi, bisa kita salurkan melalui kooperasi.
06:06Supaya tidak diselewengkan.
06:09Karena banyak barang subsidi, diselewengkan.
06:14Tidak sampai ke rakyat yang perlu.
06:16Tapi, diatur-atur sedemikian.
06:20Bahkan, banyak yang diselundupkan ke luar negeri, saudara-saudara.
06:27Itulah terbelakang kooperasi merah putih.
06:33Kemudian, kita mulai rapat, kita mulai susun, kita mulai merencanakan.
06:39Ada beberapa pilihan.
06:42Kita bisa laksanakan dengan cara-cara biasa.
06:49Tapi, rakyat yang susah, tidak dalam keadaan biasa.
06:55Mereka memerlukan tindakan cepat.
06:57Kita tidak bisa dengan cara-cara biasa, saudara-saudara.
07:02Kita harus berpikir besar, berpikir cerdas, berpikir praktis.
07:12Jangan teori, saya tahu.
07:14Saya tahu, Pak, sebaiknya bikin naskah akademis dulu, Pak.
07:22Naskah akademis itu biasanya 8 bulan.
07:27Rapat sini, rapat situ, rapat sini, rapat situ.
07:31Dari naskah akademis, nanti kita bikin pilot project, Pak.
07:35Pilot project itu 2 tahun.
07:39Habis itu, kita coba di 100 desa dulu, Pak.
07:44Ada 81 ribu desa dan kelurahan.
07:49Rakyat itu seru nunggu 8 tahun.
07:55Saya tidak mau.
07:59Saya bertanggung jawab kepada rakyat saya.
08:02Saya memilih jalan yang berani, jalan yang tegas, jalan yang besar,
08:12tapi terukur dan terjangkau oleh kita.
08:17Dan itu yang sedang kita laksanakan, saudara-saudara.
08:24Tadi laporan Menteri Kooperasi,
08:27kita sudah berapa? 12 ribu atau berapa?
08:31Kooperasi yang sudah terbentuk.
08:33Silahkan.
08:34Jangan buru-buru.
08:36Kalau kita mampu hanya 5 ribu, kita resmikan 5 ribu.
08:40Nanti kapan-kapan kita?
08:42Insya Allah.
08:43Langkah seribu kilometer
08:46dimulai.
08:48Perjalanan seribu kilometer dimulai dengan satu langkah.
08:52Tidak masalah.
08:54Saya dapat laporan sudah
08:56sudah operasional seribu kooperasi lebih.
09:00Dalam waktu dekat mungkin akan jadi 5 ribu atau 6 ribu.
09:04Silahkan.
09:06Insya Allah kita akan sampai tujuan kita.
09:10Dan pasti kita sampai.
09:13Kalau target kita
09:15satu setengah tahun
09:17dan target itu tidak tercapai,
09:19tidak apa-apa.
09:20Kita bisa
09:23nyusul.
09:23tapi kalau kita tidak punya target
09:26tidak akan sampai-sampai
09:28saudara-saudara sekalian.
09:31Kita harus hilangkan pemikiran
09:33apa bisa.
09:36Bisa.
09:37Harus bisa.
09:39Akan bisa.
09:40Dan akan berhasil
09:41saudara-saudara sekalian.
09:47Menang atau kalah
09:48ada di pikiran dan di hati kita.
09:52menang atau kalah
09:54kalau kita berpikir
09:57oh mungkin kalah
09:59oh mungkin gagal
10:00kita sesungguhnya sudah gagal.
10:04Tapi kalau kita
10:05yakin menang
10:06yakin berhasil
10:07yakin untuk rakyat
10:09kita akan sampai ke situ
10:10saudara-saudara sekalian.
10:22saya kira
10:22sudah cukup ya
10:23yang saya sampaikan semua.
10:29Ini angka-angka
10:31tapi ini angka-angka
10:33bagus
10:33kalau itu
10:34saya mau sampaikan
10:35angka-angka ini.
10:41kooperasi kita
10:42nanti
10:44kooperasi desa Keluran Merah Putih
10:46kooperasi yang
10:48anggotanya
10:49seluruh
10:50seluruh
10:53rakyat penduduk
10:54di desa itu
10:56seluruhnya
11:00dan
11:03kooperasi nanti
11:05tidak hanya
11:06untuk simpan pinjem
11:07tapi nanti
11:09akan ada
11:11grey
11:11simpan pinjem
11:13kredit
11:14yang murah
11:16mikrokredit
11:17dan super
11:18mikrokredit
11:21super
11:22mikrokredit
11:24yang
11:24mekar itu ya
11:25mekar
11:27atau super
11:28mikrokredit ya
11:28yang tadinya
11:31bunganya
11:3222% ya
11:34saya turunkan
11:36jadi 8%
11:37seluruh
11:37saya maunya
11:445%
11:48tapi
11:50bangkir-bangkir
11:52Pak Rosan
11:53CS itu
11:54jangan Pak
11:55terlalu
11:57terlalu tipis
11:58kita punya
12:00ongkos
12:01oke
12:028%
12:04tapi dibandingkan
12:06dengan 22%
12:07lumayan
12:078%
12:08betul tidak
12:11begitu dong
12:12semangat
12:14terlalu
12:15kembali
12:15terlalu
12:15terus
12:15Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan