00:00Saudara-saudara, saya jelaskan bagaimana konsep kooperasi merah putih datang.
00:10Sebetulnya konsep merah putih ini sudah lama ada di benak saya.
00:17Sudah lama, puluhan tahun.
00:21Dan saya waktu di tentara, kita bertugas di desa-desa, di gunung-gunung.
00:34Kita bisa berbulan-bulan di sebuah kecamatan.
00:40Saya lihat di situ rakyat kelaparan.
00:45Saya lihat ada rakyat yang mati kelaparan.
00:48Dan saya tidak bisa berbuat apa-apa.
00:51Karena makanan saya terbatas untuk kompi saya.
01:00Dari situ saya lihat, kita harus menjaga.
01:08Kita harus memelihara kemampuan kita di desa-desa.
01:18Indonesia merdeka, perang kemerdekaan kita, kekuatan kita ada di desa-desa.
01:29Tetapi, kita juga ingin jadi negara industri.
01:35Nah, untuk itu akhirnya, dari dulu saya semakin yakin, satu-satunya jalan untuk menjaga rakyat yang paling bawah adalah kekuatan
01:48kooperasi.
01:54Tapi, saya sadar, waktu saya mulai bikin kooperasi, ternyata kalau tidak punya, gue menang.
02:03Kalau tidak punya kekuasaan, sangat lambat.
02:09Sangat lambat.
02:11Betul?
02:15Kalau orang modalnya kecil atau tidak punya modal, susah dapat kredit di mana-mana.
02:23Waktu saya jadi presiden, dengan menteri-menteri, kita kebut suasumada pangan.
02:32Kita turunkan harga pupuk.
02:36Kita naikkan harga pembelian gabah.
02:43Kita jamin.
02:46Hasil petani naik.
02:48Tapi, saya dapat laporan, Pak.
02:52Percuma, Pak.
02:54Hasil mereka naik.
02:55Kenapa?
02:56Karena hutang mereka banyak.
03:00Karena pertanian itu, panennya itu seratus hari.
03:06Nah, selama seratus hari, anaknya ada yang sakit, anaknya harus sekolah, mungkin ada kerusakan ini.
03:18Dia butuh uang, dia pinjem uang, dan bunganya luar biasa gila.
03:27Dia pinjem uang dari lintah darat.
03:31Dari mereka-mereka yang memberi bunga, kadang-kadang 1% sehari.
03:42Ini mematikan.
03:44Seumur hidup, mereka tidak bisa bangkit.
03:48Karena itu, salah satu kebijakan saya pertama, mungkin dalam bulan-bulan pertama, sebenarnya ingat.
03:53Saya hapuskan hutang jutaan petani yang mereka tidak mampu bayar, saya hapus.
04:06Kenapa?
04:08Pengusaha besar pun banyak yang tidak bayar hutang.
04:15Enak saja.
04:19Hutangnya triliunan, tidak mau bayar.
04:24Habis itu pakai ini, pakai itu, apa namanya, haircut.
04:31Apalagi restrukturisasi.
04:34Ada istilah-istilah keren.
04:37Rakyat tidak bisa.
04:40Kemudian, selain itu, saya berpikir tidak ada jalan.
04:46Mereka, rakyat kita, harus bisa mendapatkan kesempatan pinjem uang dengan bunga yang murah.
04:56Jawabannya adalah, harus ada kooperasi simpan pinjem di setiap desa di seluruh Republik Indonesia.
05:07Karena itulah, angka 81 ribu muncul.
05:14Karena, desa dan keluruhan kita, di seluruh Indonesia, jumlahnya adalah 81 ribu.
05:23Masalahnya adalah, untuk memotong cengkraman para lintah darat itu.
05:32Supaya membebaskan jutaan rakyat kita, dari ketergantungan kepada itu.
05:41Dan akhirnya, muncul lagi.
05:45Bahwa, oh iya, pupuk bersubsidi bisa di kooperasi.
05:50Kemudian, gas, tabung-tabung gas itu bisa di kooperasi.
05:58Kemudian, hampir semua barang-barang subsidi, bisa kita salurkan melalui kooperasi.
06:06Supaya tidak diselewengkan.
06:09Karena banyak barang subsidi, diselewengkan.
06:14Tidak sampai ke rakyat yang perlu.
06:16Tapi, diatur-atur sedemikian.
06:20Bahkan, banyak yang diselundupkan ke luar negeri, saudara-saudara.
06:27Itulah terbelakang kooperasi merah putih.
06:33Kemudian, kita mulai rapat, kita mulai susun, kita mulai merencanakan.
06:39Ada beberapa pilihan.
06:42Kita bisa laksanakan dengan cara-cara biasa.
06:49Tapi, rakyat yang susah, tidak dalam keadaan biasa.
06:55Mereka memerlukan tindakan cepat.
06:57Kita tidak bisa dengan cara-cara biasa, saudara-saudara.
07:02Kita harus berpikir besar, berpikir cerdas, berpikir praktis.
07:12Jangan teori, saya tahu.
07:14Saya tahu, Pak, sebaiknya bikin naskah akademis dulu, Pak.
07:22Naskah akademis itu biasanya 8 bulan.
07:27Rapat sini, rapat situ, rapat sini, rapat situ.
07:31Dari naskah akademis, nanti kita bikin pilot project, Pak.
07:35Pilot project itu 2 tahun.
07:39Habis itu, kita coba di 100 desa dulu, Pak.
07:44Ada 81 ribu desa dan kelurahan.
07:49Rakyat itu seru nunggu 8 tahun.
07:55Saya tidak mau.
07:59Saya bertanggung jawab kepada rakyat saya.
08:02Saya memilih jalan yang berani, jalan yang tegas, jalan yang besar,
08:12tapi terukur dan terjangkau oleh kita.
08:17Dan itu yang sedang kita laksanakan, saudara-saudara.
08:24Tadi laporan Menteri Kooperasi,
08:27kita sudah berapa? 12 ribu atau berapa?
08:31Kooperasi yang sudah terbentuk.
08:33Silahkan.
08:34Jangan buru-buru.
08:36Kalau kita mampu hanya 5 ribu, kita resmikan 5 ribu.
08:40Nanti kapan-kapan kita?
08:42Insya Allah.
08:43Langkah seribu kilometer
08:46dimulai.
08:48Perjalanan seribu kilometer dimulai dengan satu langkah.
08:52Tidak masalah.
08:54Saya dapat laporan sudah
08:56sudah operasional seribu kooperasi lebih.
09:00Dalam waktu dekat mungkin akan jadi 5 ribu atau 6 ribu.
09:04Silahkan.
09:06Insya Allah kita akan sampai tujuan kita.
09:10Dan pasti kita sampai.
09:13Kalau target kita
09:15satu setengah tahun
09:17dan target itu tidak tercapai,
09:19tidak apa-apa.
09:20Kita bisa
09:23nyusul.
09:23tapi kalau kita tidak punya target
09:26tidak akan sampai-sampai
09:28saudara-saudara sekalian.
09:31Kita harus hilangkan pemikiran
09:33apa bisa.
09:36Bisa.
09:37Harus bisa.
09:39Akan bisa.
09:40Dan akan berhasil
09:41saudara-saudara sekalian.
09:47Menang atau kalah
09:48ada di pikiran dan di hati kita.
09:52menang atau kalah
09:54kalau kita berpikir
09:57oh mungkin kalah
09:59oh mungkin gagal
10:00kita sesungguhnya sudah gagal.
10:04Tapi kalau kita
10:05yakin menang
10:06yakin berhasil
10:07yakin untuk rakyat
10:09kita akan sampai ke situ
10:10saudara-saudara sekalian.
10:22saya kira
10:22sudah cukup ya
10:23yang saya sampaikan semua.
10:29Ini angka-angka
10:31tapi ini angka-angka
10:33bagus
10:33kalau itu
10:34saya mau sampaikan
10:35angka-angka ini.
10:41kooperasi kita
10:42nanti
10:44kooperasi desa Keluran Merah Putih
10:46kooperasi yang
10:48anggotanya
10:49seluruh
10:50seluruh
10:53rakyat penduduk
10:54di desa itu
10:56seluruhnya
11:00dan
11:03kooperasi nanti
11:05tidak hanya
11:06untuk simpan pinjem
11:07tapi nanti
11:09akan ada
11:11grey
11:11simpan pinjem
11:13kredit
11:14yang murah
11:16mikrokredit
11:17dan super
11:18mikrokredit
11:21super
11:22mikrokredit
11:24yang
11:24mekar itu ya
11:25mekar
11:27atau super
11:28mikrokredit ya
11:28yang tadinya
11:31bunganya
11:3222% ya
11:34saya turunkan
11:36jadi 8%
11:37seluruh
11:37saya maunya
11:445%
11:48tapi
11:50bangkir-bangkir
11:52Pak Rosan
11:53CS itu
11:54jangan Pak
11:55terlalu
11:57terlalu tipis
11:58kita punya
12:00ongkos
12:01oke
12:028%
12:04tapi dibandingkan
12:06dengan 22%
12:07lumayan
12:078%
12:08betul tidak
12:11begitu dong
12:12semangat
12:14terlalu
12:15kembali
12:15terlalu
12:15terus
12:15Terima kasih.
Komentar