Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV - Momen menarik terjadi saat Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan pada puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) 2026.

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, tampak tertawa lepas ketika Prabowo melontarkan candaan mengenai wartawan yang disebut sedang menunggu dirinya salah berbicara.

Candaan itu muncul ketika Prabowo tengah berbicara mengenai pentingnya menyampaikan pendapat secara terbuka di hadapan para peserta Harkopnas.

"Menteri Agama, saya boleh bicara apa adanya ya? Boleh. Kalian mau saya bicara apa adanya atau tidak?" kata Prabowo yang langsung disambut sorakan hadirin.

Tak lama kemudian, Prabowo kembali berkelakar dengan menyinggung awak media.

"Media lagi nunggu saya bicara kepleset. Enggak apa-apa. Wartawan sama gue tuh kawan. Hanya majikan kalian ini kadang-kadang ini friend kita friend. Kalau ada kataku yang salah, jangan disimpan dalam hati," ujarnya.

Ucapan tersebut langsung mengundang gelak tawa para tamu undangan.

Purbaya Yudhi Sadewa yang duduk di barisan depan tampak tertawa lepas bersama sejumlah pejabat lainnya.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Frashiva Rizaldi

#purbaya #prabowo #pidatopresiden

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/680147/kelakar-prabowo-soal-media-saat-pidato-di-harkopnas-lagi-nunggu-saya-bicara-kepleset
Transkrip
00:00Saudara-saudara, kita tidak mencari kesalahan masa lalu.
00:13Kita akui itu kesalahan kita bersama, kesalahan para elit.
00:21Waktu itu mungkin kita terkesimah oleh keunggulan Barat.
00:32Keunggulan Barat.
00:35Seolah-olah Barat adalah peradaban yang sangat unggul, sangat kuat,
00:42dan bisa membawa kesejahteraan kepada rakyat dalam waktu yang singkat.
00:54Ternyata setelah tiga dasar warsa kita melihat tidak benar.
01:01Saya termasuk mungkin salah satu yang dari awal sudah memperingatkan
01:21bahwa faham kapitalisme neoliberal tidak akan berhasil dan tidak akan membawa kesejahteraan
01:34dan tidak mungkin membawa kesejahteraan kepada rakyat banyak.
01:42Dan saudara-saudara, sesungguhnya, saudara-saudara, karena saya ini merasa di kalangan keluarga sendiri.
01:54Koperasi itu memang saya merasa adalah keluarga saya.
02:07Walaupun saya kalah presiden berapa kali, saya merasa gerakan kooperasi selalu berada bersama saya.
02:19Kita belum berhasil, tapi kita terus berjuang untuk rakyat Indonesia.
02:28Dan akhirnya lah, saya menerima mandat dari rakyat Indonesia.
02:35Dan mandat itu akan saya jalankan sekuat tenaga saya untuk...
02:45Saya akan berjuang dengan sekuat tenaga saya untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia.
03:23Saudara-saudara,
03:27Sesudah saya dilantik, dalam minggu-minggu pertama saya jadi presiden,
03:34saya sadar betapa kayanya bangsa Indonesia.
03:42Tetapi, saya juga sedih.
03:46Saya juga merasa dihantam di ulu hati saya.
03:50Saya juga melihat betapa besar kekayaan Indonesia dicuri.
04:03Betapa besar kekayaan kita dibawa ke luar negeri.
04:16Dan karena itu,
04:18Saya bertekad memimpin pemerintahan dibantu oleh kabinet saya.
04:29Saya bertekad untuk bekerja dengan keras.
04:35Bekerja dengan gagasan pikiran yang besar.
04:42Bukan yang kecil-kecil-kecil.
04:48Kita negara besar.
04:52Kesulitan, hambatan, tantangan.
04:56Kita besar.
04:59Kita baru sadar.
05:02Begitu banyak negara yang iri sama kita.
05:07Bangsa kita, bangsa yang terlalu baik hatinya.
05:13Kita ini lugu.
05:17Benar?
05:21Itu sifat bangsa kita.
05:24Kalau ada tamu datang ke rumah kita,
05:28Walaupun kita tidak punya minuman, tidak punya kopi, tidak punya gula,
05:32Kita persilahkan.
05:34Kalau perlu kita ke tetangga, kita pinjam gula dan kopi.
05:38Benar?
05:39Benar?
05:46Ini sifat kita.
05:51Kita suka dengan tamu.
05:53Kita hormati tamu.
05:57Hanya kadang-kadang ada tamu yang tidak tahu diri.
06:04Sudah tidak diundang.
06:09Datang ke sini.
06:12Katanya mau dagang.
06:15Lama-lama ngerampok.
06:28Menteri Agama,
06:30Saya boleh bicara apa adanya?
06:32Boleh.
06:37Kalian mau saya bicara apa adanya atau tidak?
06:40Tidak.
06:51Media lagi nunggu saya bicara kepleset.
06:58Tidak apa-apa.
07:00Wartawan nama gue itu kawan, hopeng.
07:04Hanya majikan kalian ini kadang-kadang ini.
07:12Friend, kita friend.
07:15Kalau ada kataku yang salah,
07:17Jangan disimpan dalam hati.
07:25Saudara-saudara,
07:31Koperasi adalah
07:33Alatnya orang lemah.
07:39Alatnya orang miskin.
07:45Tapi,
07:50Seperti sapu lidi.
07:53Satu lidi.
07:55Satu lidi, satu lidi, satu lidi, satu lidi.
07:59Lemah.
08:00Tapi bergabung,
08:02itu kekuatan,
08:04Saudara-saudara, Saudara-saudara.
08:12Jangan khawatir.
08:14Jangan khawatir.
08:17Gerakan koperasi Indonesia akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi Indonesia.
08:26Kekuatan ekonomi yang tidak akan bawa uang lari dari Indonesia.
08:34Benar.
08:41Benar.
08:42Saya ingin melihat tampang-tampang koperasi ini.
08:51Muka-muka kalian bukan muka orang yang bawa lari uang ke luar negeri.
08:56Betul.
09:04Tapi,
09:05Tidak ada masalah.
09:07Saya dapat laporan sekarang sudah banyak petani yang libur ke luar negeri.
09:11Tidak apa-apa.
09:12Libur boleh.
09:14Kapan lagi petani libur ke luar negeri?
09:18Sekarang,
09:19Karena kita akan buat
09:21Tani nelayan buruh
09:24Makmur.
09:29Ekonomi kita akan bangkit dari desa, kecematan, kabupaten.
09:36Dan uangnya akan tinggal di desa, di kecematan, di kabupaten.
09:45Kita akan kembalikan.
09:48Kalau selama ini,
09:49Kekayaan rakyat Indonesia disedot.
09:53Kita kembalikan sekarang.
09:55Ekonomi akan turun ke rakyat.
10:00Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan