Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Setelah menggeledah 12 lokasi dan menyita 74 kilogram emas serta uang dengan total ratusan miliar rupiah, Kortastipidkor Polri menetapkan dua orang tersangka dalam dugaan kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Kortastipidkor Polri, Irjen Pol Totok Suharyanto, bersama dengan anggota Komisi III DPR dan Plt Jampidsus yang baru ditunjuk oleh Kejaksaan Agung, Rudi Margono.

Dua orang tersangka yang ditetapkan oleh polisi adalah seorang pihak swasta berinisial D dan seorang pejabat pemerintah berinisial FA.

Sebelumnya, Kejaksaan telah menggeledah 12 lokasi. Salah satu lokasinya adalah rumah pribadi milik mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah.

Pelaksana Tugas Jampidsus, Rudi Margono, mengatakan proses pemeriksaan terhadap eks Jampidsus Febrie Adriansyah akan segera dilakukan.

Rudi mengaku akan mempelajari berkas-berkasnya bersama kepolisian karena tiga berkas kasus korupsi FA akan dilimpahkan ke Kejaksaan Agung.

8 Juli 2026, polisi menggeledah 12 lokasi, termasuk rumah pribadi Jampidsus Febrie Adriansyah. Penyidik Kortastipidkor Polri menyita barang bukti berupa emas seberat 74 kilogram dan uang dengan total ratusan miliar rupiah.

10 Juli 2026, Jampidsus mengakui rumah yang digeledah adalah miliknya, namun membantah mundur dari jabatannya. Polisi mengumumkan hasil penggeledahan di 12 lokasi.

11 Juli 2026, Febrie Adriansyah mengundurkan diri sebagai Jampidsus, dan polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam tiga kasus korupsi, yakni pejabat negara berinisial FA dan tersangka berinisial D.

Apakah penyidikan ini bisa dilakukan tanpa ada intervensi?

Kita bahas bersama mantan Menko Polhukam Mahfud MD dan mantan Ketua KPK Abraham Samad.

Baca Juga [FULL] YLBHI Respons soal 3 Kasus Korupsi Besar: Menyedihkan, Terjadi di Lembaga Penegak Hukum! di https://www.kompas.tv/regional/680010/full-ylbhi-respons-soal-3-kasus-korupsi-besar-menyedihkan-terjadi-di-lembaga-penegak-hukum

#korupsi #jampidsus #kejagung #mahfudmd #kpk

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/680012/blak-blakan-mahfud-md-abraham-samad-soal-penetapan-tersangka-fa-di-3-kasus-korupsi-masuk-tppu
Transkrip
00:00Di dalam perkara ini, di tahap berikutnya saat sekarang
00:06yang berada di depan kita itu akan dilakukan pembunyian
00:09terkait tentang pindah hidananya, apakah itu perjucian uang
00:14atau masih akan dalam proses pembunyian
00:20Memang lupa pribadi yang itu, yang sudah sejak lama
00:30Dan mengenai uang, kita sudah saya jelaskan yang ditemukan
00:34bahwa itu ada pemilik, bahwa itu ada kegiatan
00:48Setelah menggeledah 12 lokasi dan menyita 74 kg emas dan uang
00:53dengan total ratusan miliar rupiah
00:55Kortas Tipit Kor Polri menetapkan dua orang tersangka
00:58dalam dugaan kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang
01:02Hal ini disampaikan Kepala Kortas Tipit Kor Polri
01:06Irjen Pol Toto Suharyanto
01:08bersama dengan anggota Komisi 3 DPR
01:10dan PLT Jampitsus Baru yang ditunjuk oleh Kejagung
01:14yakni Rudi Margono
01:15Dua orang tersangka yang ditetapkan oleh polisi
01:18adalah seorang pihak swasta berinisial D
01:21dan juga ada seorang pejabat pemerintah berinisial FA
01:25Sebelumnya Kejagung telah menggeledah ada 12 lokasi
01:28Salah satunya adalah lokasi merupakan rumah pribadi dari milik mantan Jampitsus Febri Adrian Syah
01:40Kita telah melaksanakan gelar perkara
01:43dan berdasarkan gelar perkara
01:46kita telah menetapkan dua tersangka saat ini
01:50yaitu Saudara DR
01:52yang telah melakukan, diduga melakukan tindak pidana pencucian uang
01:58yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi
02:03kita telah kenakan pasal 4 dan atau pasal 5
02:07jumto pasal 10 undang-undang 8 2010
02:11atau pasal 607 ayat 1 huruf B dan huruf C di KUHP yang baru
02:18Kemudian kita juga telah menetapkan Saudara FA
02:22dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi
02:26dan atau tindak pidana pencucian uang
02:28dalam proses penanganan hukum oleh
02:31Pekai Negeri atau Oknum Penyelenggaran Negara
02:34dalam perkara PT AS ABRI
02:37dan atau tindak pidana korupsi lainnya
02:42sebagaimana dimaksud pasal 12 huruf I kecil
02:47Pelaksana tugas Jampitsus Rudi Margono mengatakan
02:50proses pemeriksaan terhadap ex-Jampitsus Febri Adriansyah
02:54akan segera dilakukan
02:55Rudi mengaku akan mempelajari berkas-berkasnya
02:58bersama dengan kepolisian
03:00karena 3 berkas kasus korupsi FA
03:03akan dilimpahkan kekejagung
03:10untuk pemeriksaan sudah belum Pak?
03:13sudah dipaksa?
03:15sudah dipaksa?
03:15sudah dipaksa?
03:16sudah dipaksa?
03:16sudah dipaksa?
03:16baru apa?
03:35iya
03:41komisi pemberantasan korupsi bilang
03:43pihaknya tak mengambil alih penanganan perkara
03:46dugaan 3 kasus korupsi besar yang kini tengah diusut Polda Metro Jaya
03:50hal ini disampaikan Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK
03:54Asep Guntur Rahayu
03:55Asep menyebut keterlibatan KPK baru sebatas menjalankan fungsi koordinasi dan supervisi
04:01ia menegaskan pengambil alihan perkara oleh KPK hanya dapat dilakukan jika memenuhi kriteria
04:07yang diatur dalam Pasal 10A Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019
04:12ada kriteria di mana pengambil alihan perkara itu dilakukan
04:21jadi tidak bisa misalkan kita dengan asumsi sendiri
04:28misalkan tadi ya kita berasumsi bahwa wah ini gak mungkin lah
04:31pasti perkaranya macet gitu kan dan lain-lain pasti susah
04:34itu kan asumsi
04:35nah kita harus menghargai seluruh upaya yang dilakukan oleh aparat penanggah hukum
04:43dalam melaksanakan penanggahan hukum tindak-penanggah korupsi
04:46baik dalam hal ini oleh kepolisian, portas tipikor dengan Direkturat Krimsus Polda Metro Jaya
04:55maupun oleh Kejaksana Agung nantinya
05:008 Juli 2026, polisi menggeledah 12 lokasi termasuk rumah pribadi Jampitsus atau ex-Jampitsus Febri Adrian Syah
05:09penyidik kortas tipikor Polri menyita barang bukti emas 74 kg dan uang total ratusan miliar rupiah
05:1710 Juli 2026, Jampitsus mengakui rumah yang digeledah miliknya namun membantah mundur dari jabatannya
05:2510 Juli 2026, polisi umumkan hasil penggeledahan di 12 lokasi
05:3011 Juli 2026, Febri Adrian Syah, sodara mundur sebagai Jampitsus
05:38dan polisi menetapkan 2 orang sebagai tersangka
05:413 kasus korupsi yakni pejabat negara berinisial FA dan tersangka berinisial D
06:06Kortas tipikor Polri menetapkan pejabat negara FA dan juga D sebagai tersangka di kasus korupsi besar dan tindak pidana pencucian
06:15uang
06:15polisi memastikan akan memeriksa ex-Jampitsus Febri Adrian Syah
06:20setelah menetapkan tersangka PLT Jampitsus menyebut kasus ini akan dilimpahkan ke Kejagung
06:25apakah ini bisa dilakukan tanpa ada intervensi?
06:29kita akan bahas bersama dengan mantan Menko Polhukam, Mahfud MD dan juga mantan ketua KPK, Abraham Samad
06:36kita ke Prof. Mahfud dulu, Assalamualaikum Prof. Mahfud
06:41setelah kita lihat bagaimana polisi menetapkan ada 2 orang tersangka ini ada D dan juga ada penyelenggaran negara berinisial FA
06:47apakah ini kabar baik ataukah justru kabar buruk karena pelimpahannya kasus ini dilimpahkan ke Kejagung?
06:54Prof. Mahfud
06:56menurut saya kabar baik ya, kabar buruknya bahwa pelaku tersangka pelakunya itu adalah pejabat penegak hukum
07:04yang itu berarti juga berat itu kalau menurut tata aturan kita
07:13pejabat penegak hukum korupsi di atas korupsi kan ini
07:16sudah melakukan korupsi di atas tindak pidana korupsi lagi
07:21makanya dia masuk ke pencucian uang
07:23itu kabar buruk bahwa itu terjadi
07:26tapi bahwa ini sudah dilimpahkan kejaksaan agung
07:29menurut saya
07:32sudah P21
07:33itu menurut saya kabar baik
07:35artinya apa?
07:36sebelum ini polisi itu sudah bekerja dengan cermat
07:39sehingga tidak berteletele
07:41hanya 3 hari
07:42sesudah
07:44digeledah
07:47ditemukan
07:48barang bukti
07:49kemudian diajukan
07:51tidak usah berteletele lagi sekarang
07:53itu sudah sangat cukup
07:55ketika polisi menyampaikan itu kejaksaan agung
07:58memang
07:59kan harus disampaikan kejaksaan pada akhirnya
08:02tidak bisa diajukan sendiri oleh polisi ke pengadilan
08:06tapi pendakwaannya itu memang harus dilakukan oleh kejaksaan
08:11oleh sebab itu ya memang harus segera dikesanakan agar tidak
08:15di polisi sendiri bola panas
08:18dan polisi saya yakin sudah bekerja dengan cermat
08:21karena begini kalau si
08:23Febri Adriansa berlindung ke TNI
08:26misalnya itu
08:27itu lemah
08:28lemahnya dalam arti TNI tidak bisa melindungi dan tidak bisa menghalangi
08:32proses hukum yang memang menjadi wawenangnya Polri
08:36itu saja
08:37oke
08:38kalau kita tarik kembali begitu ya
08:40ini kan timelinenya
08:41FA ini
08:43ditetapkan baru sebagai tersangka baru sore ini
08:46begitu sore tadi
08:46kemudian kita lihat polisi sudah
08:49melakukan penggeledahan di 12 lokasi
08:52begitu sejak beberapa hari lalu
08:53bahkan ada barang bukti yang disita
08:55luar biasa fantastis
08:57Prof. Mafu
08:58tapi belum diketahui siapa pemiliknya
09:00ini bagaimana Anda melihat pembaca ini
09:02pasti itu sudah diketahui alurnya
09:06ketika ditetapkan sebagai tersangka
09:09itu sudah pasti lengkap
09:11nanti tinggal gelar perkara saja
09:13dari mana dan siapanya
09:15itu pasti
09:15oleh sebab itu lalu ditetapkan tersangkanya
09:18mungkin saja nanti dalam proses berikutnya
09:21akan muncul nama lain
09:22tapi minimal
09:24ketika itu disampaikan
09:26sudah pasti uangnya asalnya dari mana
09:28kok disimpan di sini bagaimana
09:31lewat siapa
09:32apakah lewat orang A, B
09:35pakai mobil apa Anda
09:36ketika menyampaikan ke situ
09:38atau apa itu sudah pasti
09:39ada itu
09:41di dalam gelar perkara
09:43atau di dalam penyidikan
09:45yang dilakukan oleh Polri
09:46sehingga Anda bisa mundur lagi nih
09:48saya kira
09:48oke Pak Samad
09:49kalau Anda melihat dari perspektif Anda
09:51apa yang harus didalami
09:52dari pemeriksaan FA ini
09:54ya jadi sebenarnya
09:56kalau kita lihat ya
09:57pelimpahan ini
09:58masih dalam tahap penyidikan
10:00ya dia belum mungkin
10:02belum masuk ke P21
10:03karena tadi baru ditetapkan
10:05sebagai tersangka
10:06kenapa pertanyaannya
10:07kenapa kepolisian memberikan
10:10perkara ini kepada kejaksaan
10:12mungkin supaya tidak terjadi
10:14benturan yang terlalu keras
10:15atau juga mungkin
10:17menjaga
10:18apa itu ya
10:19menjaga tuduhan-tuduhan
10:21atau persepsi-persepsi
10:22bahwa kepolisian punya
10:24agenda-agenda tersendiri
10:25untuk mentersangkakan
10:27oknum kejaksaan
10:28kira-kira seperti itu
10:29sehingga
10:29dicapailah sebuah kesepakatan
10:31bahwa kasus ini
10:32mulai dari tahap penyidikan
10:34itu dilimpahkan ke kejaksaan
10:35karena saya lihat tadi
10:36ada juga
10:37teman-teman dari komisi 3 ya
10:39yang turut menengah
10:41dan menurut saya ini
10:43langkah yang cukup bagus
10:44menurut saya ya
10:45transparan
10:46tapi yang paling penting
10:48sebenarnya yang
10:49kita harus
10:50kawal betul
10:52bahwa
10:52kasus ini
10:54haruslah
10:56adil ya
10:56maksudnya
10:58harus
10:58harus
10:59dijalankan pada
11:00prinsip-prinsip keadilan
11:01kenapa harus dijalankan
11:03pada prinsip-prinsip
11:04keadilan
11:05agar supaya
11:05masyarakat
11:07tidak a priori ya
11:08karena
11:09kita tahu betul
11:10bahwa
11:11awal dari kasus ini
11:12adalah pengembangan
11:13dari 3 kasus besar
11:14dan 3 kasus besar
11:16itu yang sedang ditangani
11:17oleh kepolisian
11:18oleh karena itu
11:19perlu ada transparansi
11:20yang jelas ya
11:21tentang perkara-perkara
11:22pokoknya
11:23karena kalau tidak
11:24kita khawatir nanti
11:25masyarakat menganggap
11:27bahwa sebenarnya
11:27kasus ini adalah
11:28perang antara
11:30institusi
11:31aparat penegak hukum
11:32oleh karena itu
11:33menjadi penting
11:34bahwa
11:35kasus ini
11:36harus
11:36diterusuri
11:38dengan adil
11:39dibuka secara adil
11:40agar supaya
11:41masyarakat bisa
11:42mengawasi
11:43bisa mengikuti
11:43dengan baik
11:44agar supaya
11:45ketika kasus ini
11:46bergulir
11:46sampai ke pengadilan
11:48ada trans masyarakat
11:50bahwa kasus ini
11:51benar-benar
11:51kasus korupsi
11:52karena jangan sampai
11:53ada persepsi
11:54di luar ini
11:55bahwa
11:56kasus ini adalah
11:57perang
11:58atau
11:58boleh dikatakan
11:59kasus ini adalah
12:00kepentingan-kepentingan
12:02pihak-pihak tertentu
12:03atau boleh juga
12:03dikatakan bahwa
12:04sebenarnya
12:05ini ada peran
12:06dari oligarki hitam
12:08yang turut terlibat
12:09di dalamnya
12:09kira-kira seperti itu
12:10oke
12:11saya ke Pak Mahfud
12:12Pak Mahfud
12:12benarkah ada
12:13friksi politis
12:14sampai kemudian
12:15akhirnya
12:16ini harus dilimpahkan
12:18ke kejagung
12:18Prof Mahfud
12:19itu tidak bisa
12:21dihindari
12:22kesan itu
12:23bahkan
12:25bukan kesan
12:26itu kesimpulan
12:27bahwa ini memang
12:28ada
12:28friksi politik
12:30tapi terlepas dari itu
12:31friksi politik
12:32atau friksi apapun
12:34kalau memang
12:35itu untuk
12:36penegakan hukum
12:37dan ada
12:38alat bukti
12:39atau barang bukti
12:40yang sudah
12:41dimiliki
12:42ketika
12:43polisi
12:44menetapkan tersangka
12:44menurut saya
12:45bagus sekali
12:45cepat itu
12:46saya kira
12:48yang dilajukan oleh
12:49Polri
12:50itu sudah
12:51sulit
12:52akan
12:54dianulir
12:54oleh kejaksaan
12:55kekhawatiran orang
12:57kan
12:57loh ini nanti
12:58kan
12:58diserahkan kejaksaan
13:00P21 nya
13:00memang iya
13:01harus begitu
13:01hukumnya
13:02begitu tersatkan
13:03nanti ke sana
13:05tetapi
13:05menurut saya
13:06Polri juga tidak akan
13:07terlalu gegabah
13:09dia bekerja
13:09sudah cukup lama
13:10menurut saya
13:11karena
13:12isu ini kan
13:13sudah lama
13:14sebenarnya
13:14kita dengar
13:15sehingga
13:16polisi juga
13:16bekerjanya
13:17sudah lama
13:17oleh sebab itu
13:19kita setuju
13:20jangan dipolitisir
13:21tetapi
13:22seumpama
13:22politis itu
13:23terpaksa
13:25terjadi
13:25jangan
13:25mempengaruhi
13:26proses hukum
13:27keadilan harus
13:28ditegakkan
13:28keadilan harus
13:30ditegakkan
13:30itu ya
13:31artinya ya
13:31harus ditindak
13:32tegas
13:33meskipun
13:33dia punya
13:34backing-backing
13:35politik tertentu
13:36nah itu
13:37artinya
13:37jangan dipolitisir
13:38pokoknya
13:39keadilan
13:39harus ditegakkan
13:41gitu
13:41oke
13:42saya ingin juga
13:43tahu
13:44selama Anda
13:45menjabat sebagai
13:45Menkopol Hukam
13:46apakah Anda
13:47mengenal
13:47bagaimana
13:48sosok Febri
13:48Adriansyah ini
13:50sebagai
13:50jampitsus
13:51kala itu
13:52oh
13:53saya
13:54kenalnya ya
13:55biasa-biasa aja
13:56tidak ada
13:57sesuatu yang
13:58istimewa
13:59artinya ada
14:00berita-berita jelek
14:01kalau berita jelek
14:02biasalah
14:03ke pejabat itu
14:04tetapi
14:05saya kira
14:06pada waktu itu
14:07tidak ada
14:08kasus yang muncul
14:09pada zaman saya
14:10terkait dengan
14:11Febri ini
14:12gitu aja
14:13oke
14:14oke
14:15ini kalau kita ke
14:16Pak Samad
14:17Pak Samad
14:17ini kan kalau kita
14:18lihat ya
14:18bagaimana bisa
14:20meriksa secara
14:21independen
14:21ketika
14:22kemudian
14:23memeriksa ini
14:24juga
14:25Febri
14:26ini yang
14:26menurut
14:27yang memeriksa
14:27Febri adalah
14:28orang yang pernah
14:29menjadi bawahan
14:29dari Febri
14:30Adriansyah
14:30kalau menurut
14:31Pak Samad
14:33kalau saya
14:34lihat ya
14:34saya tetap
14:36percaya pada
14:36institusi
14:37kejaksaan
14:37maupun
14:38kepolisian
14:38bahwa kasus ini
14:39akan diperiksa
14:40secara adil
14:40kenapa
14:41karena kasus ini
14:42sudah menjadi
14:43domain publik
14:44semua orang
14:45sudah menyoroti
14:46semua orang
14:46sudah mengawasi
14:47jadi
14:47agak kesulitan
14:49misalnya
14:49kalau ada orang
14:50yang ingin
14:51bermain di kasus ini
14:52oleh karena itu
14:52menurut saya
14:53ini menjadi
14:54sesuatu yang
14:55sangat menarik
14:57untuk disikapi
14:58dan diikuti
14:58karena apa
14:59ini akan
15:00berkembang jauh
15:01karena kalau kita
15:01menggunakan
15:02TPPU
15:03itu akan
15:04kelihatan
15:04karena ada
15:05prinsip
15:05follow the money
15:07follow the suspect
15:07jadi akan
15:08kelihatan
15:09kemana
15:09aliran-aliran
15:11dana
15:11dari hasil
15:12korupsi itu
15:13jadi
15:13masyarakat akan
15:15melihat
15:15siapa-siapa sih
15:16nanti yang akan
15:17terlibat
15:18karena saya
15:18sangat yakin
15:19bahwa kalau
15:19kasus ini
15:20ditelusuri dengan
15:21baik
15:21di profile
15:23dengan baik
15:24maka akan
15:24kelihatan
15:25karena ada
15:25prinsip di
15:26TPPU itu
15:27sehingga
15:28ini akan
15:29terbuka semua
15:30dan ada
15:31peran-peran
15:31juga yang
15:32sangat signifikan
15:33di dalam
15:33tindak pindah
15:34pencucian
15:35uang
15:35yang itu
15:35akan harus
15:36digali
15:36akan
15:37dibongkar
15:38ada yang
15:38disebut
15:39gatekeeper
15:40gatekeeper itu adalah
15:41ada
15:42institusi
15:43ada institusi
15:45atau orang-orang
15:45tertentu
15:46yang menampung
15:47duit-duit
15:49dari hasil
15:50korupsi itu
15:51yang kemudian
15:52disamarkan
15:52seolah-olah
15:53hasil itu
15:54menjadi
15:54uang yang legal
15:56bukan
15:56uang yang
15:57ilegal
15:57kira-kira
15:58begitu
15:58dan biasanya
15:59institusi-institusi
16:00itu bukanlah
16:01institusi-institusi
16:03apa itu
16:04finance
16:05institusional
16:05jadi
16:06dia bukan
16:07institusi
16:08finansial
16:09yang resmi
16:09misalnya
16:10perbankan
16:10dan lain sebagainya
16:11karena itu
16:11akan mudah
16:13dideteksi
16:13kira-kira
16:14seperti itu
16:14catatan saya
16:15ini menarik
16:16sebenarnya
16:18oke
16:18kalau tadi
16:19Pak Samad
16:19sudah menyinggung
16:20soal ada
16:20peran gatekeeper
16:21di sana
16:22dan kita juga
16:23masih belum
16:24mengetahui
16:24belum diungkap
16:25bagaimana
16:26siapa pemilik
16:27emas
16:27juga kita belum
16:28tahu
16:29apakah
16:29kasus ini
16:30akan
16:30selesai
16:31di dua
16:32tersangka ini
16:33atau kemudian
16:34ada kemungkinan
16:35nama-nama
16:36tersangka baru
16:36jangan dijawab dulu
16:37Prof Mahfud
16:38usai jeda
16:38kami akan
16:39segera kembali
16:49terima kasih
16:50Anda masih bersama
16:50kami dalam
16:51kompas petang
16:52saudara
16:52masih bersama
16:53dengan Profesor
16:54Mahfud MD
16:54dan juga
16:55Abraham Samad
16:56Prof
16:56saya ingin tahu
16:57dulu
16:57ini kan
16:57kalau kita
16:58lihat
16:58kemarin
16:59personil TNI
17:01sempat mendatangi
17:02Polda Metro Jaya
17:03kemudian
17:03BRIMOB
17:04juga sempat
17:04diturunkan
17:05untuk menjaga
17:06Polda
17:07Prof Mahfud
17:07Anda melihat
17:09bagaimana sebenarnya
17:10hubungan
17:11antara dua
17:12institusi ini
17:12Polri dan juga
17:13Kejaksaan Agung
17:14sebenarnya
17:15Prof
17:15gini
17:17saya pada
17:18tanggal
17:196 Juni
17:20tahun
17:212024
17:224 bulan
17:23sebelum
17:24Pak Prabowo
17:24dilantik
17:25saya akan
17:26buat podcast
17:27saya mengatakan
17:28ini yang paling
17:29tidak kondusif
17:30itu hubungan
17:31antara
17:32Kejaksaan Agung
17:32dan Kepolisian
17:33nampaknya
17:34saling sabot
17:35dan tidak pernah
17:36apa namanya
17:37untuk kasus-kasus
17:38yang menyangkut
17:39kayak gitu ya
17:40kalau kriminal
17:41biasa sih
17:41enggak ada masalah
17:42gitu
17:42tapi menyangkut
17:44korupsi
17:45apa namanya
17:46mafia
17:47dan sebagainya
17:48ini nampaknya
17:49enggak pernah kompat
17:50bahkan kalau rapat
17:52untuk membahas
17:53kasus
17:54dua-duanya
17:54enggak mau datang
17:55enggak mau ketemu
17:56gitu
17:56enggak mau ketemu
17:57tapi kalau rapat
17:58yang sifatnya umum
17:59program umum
18:00itu ya mau datang
18:01nah itu sebabnya
18:02saya dulu katakan
18:03agar Pak Prabowo
18:04tahu masalah
18:05penegakan hukum itu
18:06itu
18:07sulit dilakukan
18:08dalam
18:09apa namanya
18:10program
18:10integrated
18:11criminal justice system
18:13itu ya
18:13penanganan
18:14sistem penanganan
18:16pidana yang
18:16terintegrasi
18:17karena kejaksaan
18:19dan bukan rahasia lah
18:20kejaksaan
18:21dan kepolisian
18:22dalam
18:22banyak
18:23kasus itu
18:24hampir
18:25selalu bertentangan
18:26gitu
18:27dan itu terkonfirmasi
18:28ketika kami bekerja
18:30bersama
18:30di
18:31komisi reformasi
18:32kemarin
18:33itu
18:33itu muncul lagi
18:35seperti yang
18:36saya lihat itu
18:36jadi oleh sebab itu
18:38saya kira ini
18:39kerja besar
18:40bagi presiden
18:41Prabowo
18:41untuk
18:43mendamaikan lah
18:44untuk mengharmoniskan
18:46kedua institusi ini
18:46karena sebuahnya ini
18:47harus bersinergi
18:49bukan saling
18:49satu melempar
18:50satu menolak
18:51satu melempar
18:52satu menolak
18:53oke
18:55dari pengalaman Anda
18:56dari kacamata Anda
18:57apa sebenarnya
18:58yang membuat
18:59dua institusi ini
18:59kok tampaknya
19:00tidak bisa beriring
19:01berjalanan
19:02untuk hal-hal
19:03kasus besar ini
19:05ya
19:07masyarakat bisa
19:08menafsirkan sendiri
19:09karena kasus-kasusnya
19:11yang begitu tuh
19:11menangkus pada
19:12kasus-kasus besar
19:13korupsi besar
19:14kasus orang besar
19:15dan sebagainya itu
19:16gitu
19:17tapi itu yang
19:18saya alami
19:19dan sudah saya sampaikan
19:20kepada publik
19:21gitu ya
19:22kalau saya sindang
19:23kekurangan akal
19:24mereka bisa datang
19:25kepada saya
19:26dalam rapat
19:28bersama yang sifatnya umum
19:29kalau membahas kasus
19:31saya panggil
19:32satu-satu
19:32atau saya datang
19:33ke kantornya
19:34gitu
19:34sehingga bisa
19:36koordinasi
19:37dengan
19:38ya dengan
19:39cukup lah
19:40cukup efektif
19:41dalam kasus-kasus besar
19:43gitu
19:43nah itu sebabnya
19:45ya
19:46yang harus saya perbaiki
19:47sebenarnya
19:47hubungan kedua institusi ini
19:49apakah itu ego sektoral
19:51atau apa
19:51jangan-jangan seperti
19:53yang dikatakan oleh Pak Prabowo
19:54karena dibalik
19:56kejahatan-kejahatan besar itu
19:57ada backing-backingnya
19:58gitu
19:59dan backing itu mungkin
20:01yang satu
20:02bersandar ke baju ini
20:03yang satu
20:04bersandar ke baju itu
20:05mungkin saja
20:06itu karena
20:07maaf Pak Prabowo
20:08yang ngatakan ini
20:09di DPR kemarin itu
20:10dia bilang
20:11saya tahu bahwa
20:12mafia ini
20:14apa
20:15dibentengi
20:16di backing
20:17baju coklat
20:18dan baju
20:19baju hijau
20:20dan saya
20:21mantan abri
20:21kata Pak Prabowo
20:22saya tahu ini semua
20:23jadi Pak Prabowo sendiri
20:25yang mengatakan itu
20:26jangan-jangan itu
20:27penyebabnya
20:28oke
20:29saya ke Pak Samad
20:30Pak Samad ini gimana nih
20:31soal backing-backingan ini
20:32dari pengalaman Anda
20:33di kasus besar
20:34penanganan kasus kakak
20:35pada kala itu
20:36oke
20:37kita pernah punya pengalaman ya
20:40mengusut
20:40kasus-kasus
20:41yang
20:43apa itu
20:43yang kita sebut
20:44sumber daya alam
20:45pada saat itu
20:46memang kita melihat
20:47ini kok ada
20:48persaingan antara
20:49institusi-institusi
20:51maka apa yang kita lakukan
20:52pada saat itu
20:53kita buat
20:54namanya
20:54deklarasi penyelamatan
20:55sumber daya alam
20:56kita melibatkan
20:57pada saat itu
20:58saya undang Pak Kapolri
20:59Pak Timur Pradopo
21:01terus Panglima
21:02pada saat itu
21:03Pak Muldoko
21:04terus Jaksa Agunya
21:05saya masih ingat
21:06Almarhum Pak Basif Arief
21:07disitu kita menandatangani
21:09nota kesepahaman
21:10untuk
21:11saling menghargai
21:12masing-masing institusi
21:13terhadap
21:14tupoksi masing-masing
21:15dan itu cukup
21:16berjalan dengan baik
21:17sebenarnya
21:18oleh karena itu
21:18saya kok jadi
21:20kaget tiba-tiba
21:21ada kasus
21:22yang
21:22mengagetkan kita semua
21:24yang menurut
21:25Pak Muldoko
21:25ini gempa
21:25bumi hukum
21:26kok tiba-tiba
21:27meledak
21:28karena
21:28pemahaman saya
21:29bahwa
21:29sebenarnya sudah ada
21:31MOU yang dibuat
21:32secara bersama-sama
21:33pada saat itu
21:33antara institusi
21:34penegakan hukum
21:35untuk
21:36saling
21:37menghargai
21:38saling
21:38memonitor
21:39saling
21:40supervisi
21:40ketika menangani
21:41kasus-kasus besar
21:42kenapa dulu
21:44deklarasi itu
21:45kita lakukan
21:45pada saat
21:46saya jadi ketua KPK
21:47karena kita melihat
21:48korupsi di sumber
21:49daya alam itu
21:50kadang-kadang seperti tadi
21:51yang Pak Mahfud
21:52katakan
21:53itu punya backing
21:54tuh semua
21:55ada yang baju ini
21:56baju ini
21:57baju ini
21:57oleh karena itu
21:58kita tahu bahwa
21:59wah kalau
22:00ini dibiarkan
22:02terus-menerus
22:02ini yang rugi
22:04institusi kan
22:04institusi
22:05di apa itu
22:06ditabrakkan
22:07oleh oknum-oknum
22:09tanda petik
22:09oligarki hitam
22:10oleh karena itu
22:11kita mengambil
22:12satu kesimpulan
22:13itu Arief
22:13bahwa kita harus
22:14duduk bersama-sama
22:15makanya pada saat itu
22:16saya coba undang
22:17pada saat itu
22:18Kapolri
22:19Pak Timur Pradopo
22:20Jaksa Agungnya
22:21Pak Basirif Arief
22:22dan Panglimanya
22:23Muldoko
22:24kita perlihatkan tuh
22:25kasus-kasus yang sebenarnya
22:27sampai video-video
22:28yang sensitif
22:29saya ingat sekali
22:30video-video yang sensitif
22:31yang melibatkan
22:32aparat penggaung
22:32itu kita buka
22:33semua di situ
22:34agar supaya apa
22:35itu menjadi
22:37dirujukan kita
22:38bahwa
22:39mari kita sama-sama
22:40untuk menyelesaikan
22:41ini semua
22:42tidak boleh ada
22:42ego sektorial
22:43itu pernah kita lakukan
22:44oleh karena itu
22:45saya pikir itu
22:46masih berjalan
22:46saya jadi kaget
22:48melihat tadi
22:49tiba-tiba kok ini ada
22:50kemarin penggeledahan
22:51antara polisi
22:52dan kejaksaan
22:53oleh karena itu
22:54saya berpikiran
22:55apa
22:56kesepakatan yang
22:57pernah dibuat itu
22:58sudah
23:00tidak diindahkan lagi
23:01atau bagaimanapun
23:03hari ini saya bertanya-tanya
23:05kok
23:05sampai sedasat ini
23:07padahal sudah ada
23:08kesepakatannya
23:09oke
23:10saya ke Pak Mahfud
23:11Pak Mahfud
23:11karena tadi sudah
23:12menyinggung soal
23:13oligarki hitam
23:14apakah kemudian
23:14Anda punya pandangan
23:15kejaksaan agung
23:16punya kah cukup
23:17keberanian untuk
23:18bisa mengusut
23:20kasus ini
23:21sampai ke
23:22baking-bakingan
23:23oligarki hitam ini
23:25mudah-mudahan ya
23:27karena begini
23:28baking-bakingan
23:29yang hitam itu
23:30takut kepada
23:31kontrol masyarakat juga
23:33seperti kata Pak Samad
23:35tadi Pak Abdul Samad
23:36yang
23:37yang mengatakan
23:38ini
23:39sudah menjadi
23:40apa
23:40milik publik
23:41DPR sudah
23:42membentuk panjang
23:43masyarakat sudah
23:44tidak bisa ditantan
23:45kalau berbohong
23:46itu kalau tertutup
23:47selintutan gitu
23:48pasti masyarakat
23:49akan berteria
23:50itu betul
23:51oleh sebab itu
23:52kita semua harus
23:53mengawal
23:53jangan lalu
23:54menganggap ini selesai
23:56semua harus bersuara
23:57mengawal ini
23:58sampai
23:58betul-betul terbuka
24:00sehingga nanti
24:01MOU yang dibuat oleh Pak
24:03Abdul Samad
24:04waktu KPK
24:05itu kan
24:05cukup efektif
24:06di saat itu
24:07bahkan sampai
24:08satu periode berikutnya
24:09masih oke
24:10kayaknya masih pada
24:11punya komitmen
24:13untuk itu ya
24:13ada juga
24:14kecil-kecil
24:15tapi sembunyi-sembunyi
24:16nah sekarang ini
24:17kalau kita lihat
24:18kan luar biasa nih
24:19pelanggarannya
24:20di dalam sumber daya alam
24:22mudah-mudahan
24:23ini disadari oleh
24:24kita semua
24:25gitu
24:25gitu aja
24:26Mbak
24:27oke tapi kalau Anda melihat
24:29apakah ada banyak vaksi
24:30di dalam dua institusi ini
24:31yang di dalamnya ini
24:32saling tarik-menarik
24:33kepentingan Prof
24:34dalam kasus ini
24:35oh kalau di dalam
24:36di dalam masing-masing
24:38institusi Mbak
24:39itu sudah pasti
24:40minimal
24:41di mana-mana itu ada
24:42di dalam kasus ini
24:42yang tiga ini
24:45iya
24:45misalnya di
24:46Kejaksana Agung
24:48pastilah ada
24:48vaksi-vaksi
24:49apa namanya
24:50ada yang ingin ini
24:51ada yang ingin itu
24:53dan sebagainya
24:53itu biasa di polisi juga
24:55di polisi juga
24:56ketika kita ribut-ribut
24:58tentang polisi
24:58banyak juga lah
24:59orang-orang polisi yang
25:01menyampaikan ke kita
25:02ketidakpuasannya
25:03tetapi atas nama
25:04disiplin
25:05korp mereka
25:05menitipkan aja
25:07kepada
25:07saya gitu
25:09saya enggak boleh
25:09Pak bicara ke publik
25:11tentang
25:12ketidakberesan ini
25:12kan gitu
25:13sama
25:14di pekejaksaan juga ada
25:15yang
25:16kita sudah mendengarlah
25:17ini backing-nya siapa
25:18ini backing-nya siapa
25:19gitu
25:20dan itu sebagai
25:21apa namanya
25:23analisis politik
25:25itu banyak
25:25bermunculan
25:26jangan dikira
25:27kita
25:28wah itu membenturkan
25:29enggak memang
25:30sudah benturan sendiri
25:31kita hanya
25:32analisis saja
25:33gitu
25:33gitu mbak
25:35oke
25:36saya ke
25:36Pak Samad
25:37ini kan kalau kita
25:38lihat ya
25:38walau KPK ini
25:39tidak dilibatkan
25:40kemudian
25:40tapi apakah
25:41KPK punya
25:42kontrol atau
25:43pengawasan
25:44dalam hal ini
25:45gitu ya
25:46kalau
25:46dari pengalaman Anda
25:49sebenarnya
25:50biasanya
25:50kalau
25:51kasusnya itu
25:52sudah ditangani
25:53oleh satu institusi
25:54lain
25:55institusi penaga hukum
25:56dalam hal ini
25:57kejaksaan atau
25:57kepolisian
25:58maka
25:59secara etika
26:00MOU yang pernah kita
26:01tanda tangani
26:02aparat penegak hukum lain
26:04misalnya KPK
26:05enggak boleh langsung masuk
26:06kecuali misalnya
26:07nanti
26:08ada aturannya
26:09ada kriteriannya
26:11ketika misalnya
26:12kasus ini tidak berjalan
26:13atau kemudian
26:14kejaksaan sendiri
26:15meminta KPK
26:16biasanya gitu tuh
26:17atau kepolisian juga
26:18meminta KPK
26:19terlibat jauh di dalamnya
26:21itu begitu
26:21mekanismenya
26:22jadi tidak bisa
26:23langsung serta-merta
26:24KPK masuk
26:25karena
26:26kasus ini sudah ditangani
26:27terlebih dahulu oleh
26:28pihak kepolisian
26:29maupun kejaksaan
26:30jadi KPK dalam hal ini
26:32tinggal menunggu
26:33kalau misalnya
26:34suatu ketika
26:35kejaksaan meminta KPK
26:36untuk masuk
26:37ataupun kepolisian
26:38baru disitulah
26:39KPK bisa masuk
26:41untuk
26:42bersama-sama
26:43menangani
26:44ataupun misalnya
26:45kalau ternyata
26:47dalam perjalanannya
26:48kasus ini
26:49punya hambatan yang
26:51apa ya
26:52hambatan-hambatan
26:53politik
26:53seperti tadi
26:54Pak Prof Mahfud
26:55katakan
26:55hambatan-hambatan
26:56politik
26:57hambatan-hambatan
26:58sektoral
26:59dan lain-lain
26:59sebagainya
27:00maka kedua
27:00institusi yang terlibat
27:02misalnya
27:02kalau kita katakan
27:03terlibat
27:03misalnya
27:04kepolisian
27:05maupun kejaksaan
27:06pasti meminta KPK
27:07untuk menjadi penengah
27:09biasanya seperti itu
27:10mekanisme
27:10oke
27:12dan juga
27:13masyarakat diminta
27:14untuk bisa
27:14memberikan
27:15dorongan
27:16dan juga
27:16atensi penuh
27:17untuk bisa mengawal
27:18kasus ini
27:18masyarakat harus
27:19mengawas ya
27:20untuk memberikan
27:21masukan terus
27:21agar supaya
27:22penegakan hukum ini
27:23bisa berjalan dengan adil
27:24karena itu
27:24inti dari penegakan hukum itu
27:26harus adil
27:27berkeadilan
27:28itu intinya
27:28mbak
27:28oke
27:29mantan pimpinan KPK
27:30Abraham Samad
27:31dan juga mantan
27:32Menko Polukam
27:32ada Profesor
27:34Mahfud MD
27:34telah bergabung bersama kami
27:35di Kompas Petang
27:36terima kasih
27:37Bapak-Bapak
27:38Assalamualaikum
27:38Selamat pagi
27:39Selamat sore
27:40Selamat pagi
27:42Selamat pagi
27:42Selamat pagi
Komentar

Dianjurkan