Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kortas Tipikor Polri menjelaskan perkara dugaan korupsi batu bara, ASABRI dan Krakatau Steel dilimpahkan ke Kejaksaan Agung.

Setelah menggeledah 12 lokasi dan menyita 74 kilogram emas serta uang dengan total ratusan miliar rupiah, Kortas Tipidkor Polri menetapkan dua orang tersangka dalam dugaan kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Kortas Tipidkor Polri, Irjen Pol. Totok Suharyanto, bersama dengan anggota Komisi III DPR dan Pelaksana Tugas Jampidsus baru yang ditunjuk oleh Kejaksaan Agung, Rudi Margono.

Dua orang tersangka yang ditetapkan oleh polisi adalah seorang pihak swasta berinisial DR dan seorang pejabat pemerintah berinisial FA.

Apa yang harus segera dituntaskan dalam kasus ini?

Kami akan membahasnya dengan Ketua Umum YLBHI, M Isnur.

Baca Juga FULL! Feri Soroti Independensi Kejagung, Gerindra Nilai Penanganan Kasus FA Uji Sinergi di https://www.kompas.tv/nasional/680004/full-feri-soroti-independensi-kejagung-gerindra-nilai-penanganan-kasus-fa-uji-sinergi

#korupsi #jampidsus #febrieadriansyah #tersangka

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/680010/full-ylbhi-respons-soal-3-kasus-korupsi-besar-menyedihkan-terjadi-di-lembaga-penegak-hukum
Transkrip
00:00Ghaniar Febrian, terima kasih atas laporan Anda, selamat bertugas kembali.
00:30Yang masih coba kami hubungi, Mas Isnur, selamat petang.
00:35Selamat petang, Bung Lipo.
00:37Mas Isnur, sudah ada tersangka, dua orang, FA dan juga DR.
00:40Apa yang kemudian harus dilakukan Kejaksaan Agung setelah menetapkan tersangka ini?
00:45Kejaksaan Agung harus meneliti, kemudian melakukan perkas perkara ini ke pengadilan.
00:51Jadi pengadilan adalah ruang yang kemudian menjadi tempat untuk pembuktian semuanya.
00:58Dan itu ada sempatan membela diri ya.
01:00Semua bukti-bukti, semua modus, semua peristiwa ini harus dibongkar secara terbuka di pengadilan.
01:08Dan ini kan sebenarnya kekhawatiran yang sudah kita sangat lama tunjukkan ya.
01:14Bahwa korupsi terjadi di puncak-puncak kekuasaan dan yang menyedihkan di lembaga pendatuk hukum.
01:20Dulu kita ingat bagaimana ada makamah konstitusi, pimpinan makamah agung, kepolisian, kadang kejaksaan.
01:26Jadi sekarang sebenarnya momentumnya bukan hanya perkara ini, tetapi momentum di mana presiden dan seluruh elemen bangsa ini
01:33memandang bahwa korupsi, kolusi nepotisme sudah sedemikian darurat, sudah sedemikian parah ya, sedemikian mengerikan.
01:42Bagaimana lembaga yang ujung tombak beratas korupsi, jam pintus itu, pelaku pimpinannya adalah korupsi gitu.
01:49Misalnya terbukti ke depan.
01:50Ini sudah sangat mengkhawatirkan.
01:52Maka tidak ada lagi waktu, tidak ada lagi cara,
01:55pelinkan seluruh energi bangsa ini ya, presiden, harus diarahkan kepada bagaimana beratas korupsi ini.
02:01Dan dimulai dari pucuk-pucuk pimpinan lembaga.
02:04Iya. Tapi kalau kita lihat dari rangkaian peristiwanya, Mas Isnur, bahwa dari mulai penggeledahan,
02:10kemudian juga pernyataan yang kemudian disampaikan oleh mantan Jambitsus,
02:13diikuti pernyataan dari Polri, kemudian juga mantan Jambitsus menguncurkan diri,
02:17dan penetapan tersangka. Apakah upaya pengungkapan ini bisa berjalan mulus, tidak ada batu sandungan?
02:22Ya ini pembuktian dan bagaimana presiden bisa memastikan ini gitu.
02:27Kalau kemudian ini ada dua institusi, kan kan ditutupan segitu ya kemarin ya,
02:30kita publik menilainya seperti ini.
02:32Dan kita khawatir karena senjata lawan senjata bahkan di lapangan gitu.
02:36Maka sekarang momentumnya adalah presiden dan DPR juga gitu ya,
02:41dan komisi-komisi negara seperti ombudsman, komisi kejaksaan itu mengawal semua gitu.
02:45Buktikan bahwa Anda lembaga negara yang dibayar oleh rakyat untuk mengawasi ini semua,
02:50memastikan hukum berjalan dengan baik, ya bekerja gitu.
02:53Demikian.
02:54Oke, seberapa besar sebenarnya peran Febri dalam tiga kasus ini menurut Anda?
02:59Tergantung penyidikan dan pembuktian di pengadilan,
03:01kalau saya tidak bisa bicara soal hal itu gitu.
03:03Tetapi bagi publik yang sangat miris, sangat khawatir adalah,
03:07ketika kita melihat ya, bagaimana di rumah para pejabat yang harusnya,
03:11kalau kita baca atau lihat gajinya,
03:14kita lihat laporan harta kekayaannya di KPK,
03:16enggak segitu gitu.
03:18Dan sekarang terbongkar ada berangkas yang sangat luar biasa mengerikan,
03:22kita jadi ingat juga peristiwa sebelumnya Akhil Mukhtar gitu,
03:24yang dimana di rumahnya lumpuh banyak uang.
03:26Jadi ini bagi saya bukan lagi satu,
03:29tapi menjadi pola.
03:31Kita melihat pola yang sama terjadi berulang-ulang,
03:33di para pejabat ya, di para pemimpinan lembaga penyakukum,
03:38menyimpan uang yang benar-benar bersebar dari korupsi misalnya.
03:41Maka ini momentum harusnya semua diteliti dong.
03:45Semua aset-aset para pejabat diteliti gitu,
03:47disuruh buktikan dari mana uangnya,
03:49dan dibongkar semuanya.
03:50Jadi kita harus sejak awal menanamkan,
03:52kami tidak percaya dengan tanda pejabat.
03:54Pun istana, pun persediaan juga seperti itu.
03:57Makanya penting bagaimana pola rekrutmen,
03:59pola promosi, pola kenaikan jabatan,
04:02harus menggunakan benar-benar standar indikator yang berintegritas ya,
04:06yang bersih gitu.
04:07Kalau dia menuduhi jabatan yang seperti ini,
04:10membahayakan malah hukum dia pakai sebagai alat komoditas
04:14memperkaya dirinya.
04:15Iya.
04:16Kalau kita melihat drama terkait dengan pengungkapan kasus ini,
04:20Mas Isnur,
04:20apakah Anda juga mungkin memiliki sebuah keyakinan
04:24bahwa kasus ini akan bisa diungkap seterang-terangnya,
04:26atau mungkin hanya akan berhenti di dua tersangka?
04:30Bagi saya ini pertaruhan buat koalisi dan kejaksaan.
04:33Harusnya kalau polisi serius,
04:37maka dia membongkar sampai level yang lebih luas lagi.
04:40Misalnya kasus blackout listrik ya,
04:43itu kan bukan semata-mata suap atau perkara di ujungnya,
04:47tapi dari mana kebijakannya ini bermula.
04:50Kalau kita baca secara riset,
04:52kebijakan misalnya soal DMO, soal batubara,
04:55itu kan bersumber dari Menteri SDM.
04:57Maka kebijakannya harus dikriti sampai Menteri SDM-nya gitu.
04:59Dan semua para pejabat yang berkaitan dengan perkara ini.
05:03Jadi jangan berhenti hanya di tersangka Jampit Sus.
05:06Bongkar semuanya.
05:07Pun kejaksaan, ini pertaruhan ya.
05:10Saat sekarang,
05:11ucuk pimpinannya Jampit Sus seperti ini,
05:15pertaruhan.
05:15Apakah kejaksaan tetap profesional melakukan penuntutan?
05:18Maka bagi saya ini harus ditunjuk,
05:20benar-benar jaksa-jaksa yang clear,
05:23yang berani membongkar semuanya.
05:25Kalau tidak berhasil dua-duanya,
05:27maka bagi publik semakin menunjukkan bahwa
05:29ada kongkalingkong di belakangnya.
05:32Oke.
05:32Tentu yang kita dukung adalah pengungkapan kasus korupsi
05:34secara terang-benerang
05:35yang dilakukan oleh aparat kita.
05:37Terima kasih.
05:38Ketua Umum YLBHI, M. Isnur,
05:40telah bergabung di Kompas Petang.
05:41Terima kasih.

Dianjurkan