00:00Saudara, apakah Iran akan merespons dua kali ancaman Trump sejak dimulanya rangkaian pemakaman pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang
00:08gugur dalam serangan Israel bersama Amerika?
00:11Kita bahas bersama Mars Maten I. Pernah Wirawan, Bapak Agung Sasong Kojati, pakar PPAU yang juga alumnus US Air World
00:16College, dan juga peneliti Asia Middle East Center, Pak Pizarro Gozali.
00:20Pak Pizarro, Pak Agung, selamat petang semua.
00:23Baik, saya ingin ke Pak Pizarro terlebih dahulu bahwa Trump ini sudah mengancam beberapa kali.
00:29Pak Pizarro dan seruan dari warga Iran juga ini menginginkan balas dendam.
00:33Pertanyaan saya, apakah Iran akan merespons dengan tindakan militer usai rangkaian pemakaman selesai?
00:39Ya, ini akan sangat bergantung ya bagaimana kemudian Amerika dan Israel melihat gelombang jutaan orang yang turun gelanggang ya dalam
00:48menyambut pemakaman Ali Khamenei ini.
00:51Kalau kemudian ada ancaman pembunuhan, ada ancaman militer, apalagi sampai mengeksekusinya.
00:56Karena kita masih ingat ya, dulu saja Ismail Haniyeh itu kan dibunuh.
00:59Pemimpin Hamas itu di Teheran, pasca menghadiri prosesi pelantikan masjid peseksian sebagai presiden Iran saat itu, akhirnya di eksekusi.
01:07Nah, kalau kemudian akhirnya ini ada eksekusi, ada upaya untuk melakukan kekacauan, saya kira IRGC sudah bisa memantau.
01:13Apalagi IRGC kan sudah mengatakan ya, bahwa kami akan membalas setiap apapun upaya untuk mengacaukan proses pemakaman.
01:20Saya kira ucapan IRGC ini pasti kan dikatakan, karena dia juga sudah memiliki informasi bahwa adanya upaya ancaman itu dilakukan
01:27oleh Israel ataupun false flag.
01:29Misalkan ISIS ya kan didorong ke situ untuk melakukan misalkan kekacauan di sana.
01:33Karena dulu di Irak pernah ISIS itu melakukan bom bunuh diri ataupun pengecauan ketika jemaah isi ah itu sedang berkumpul
01:39di Irak.
01:40Saya kira kalau ini terjadi, maka akan terjadi eskalasi yang sangat besar.
01:43Oke, saya ingin ke Pak Agung bahwa Iran juga nampaknya masih memegang kendali atau selat horpus, termasuk juga situasi di
01:48Bab El Mandib juga tengah memanas.
01:50Pak Agung, apakah Iran akan memanfaatkan situasi ini untuk membalas Trump?
01:55Ya, Trump ini kan dia tujuannya jadi gini, kan sekarang jeda ya, jeda karena sedang ada pemakaman, jadi dibuat jeda
02:01seminggu atau dua minggu.
02:03Dan jeda ini kan kosong, nggak ada beritanya, padahal Trump butuh berita atau informasi yang buat dia tetap ada di
02:08atas,
02:08apa, di atas panggung media.
02:11Dan untuk itu dia menurutkan yang paling menarik sekarang memang adalah mengancam-ancam.
02:15Dan ancaman ini bukan sekedar ancaman biasa, karena dibalik itu juga ada maksud-maksud untuk menyujudkan vaksin elit ERGC,
02:23kemudian konsumsi politik dalam menjelang KTT NATO, ya dari banyak-banyak.
02:27Kemudian juga klaim kemenangan ini tujuannya untuk memberikan tetap perasaan masih melakukan adidaya,
02:34karena kalau nggak nanti kan panggung ini dipenuhi dengan pemakaman,
02:38dan pemakaman menunjukkan jutaan orang, menunjukkan banyak orang datang,
02:41bahwa sejujurnya Iran itu sebaliknya dari yang dikatakan oleh Barat Selama nih,
02:45negara yang terpencil, negara yang terisolasi, negara yang ini,
02:48dan ternyata begitu banyak yang meliput, dan itu tidak bisa dibiarkan,
02:52dan tidak ada cara lain Trump yang menguruh dirinya untuk mengganggu itu.
02:57Sehingga dia tetap ada adidaya, dan juga tujuan lainnya adalah dalam perundingan untuk menekan,
03:02supaya nanti tetap mengikuti apa yang diinginkan oleh Amerika,
03:06bukan apa yang diinginkan oleh Iran dengan ancaman itu.
03:09Dan yang jelas, Aryan sudah membalas dengan tidak menguruhkan tetap melanjutkan perundingan,
03:14namun ingat hari ini mereka menyerang.
03:17Itulah jawabannya, kenapa?
03:19Dengan menyerang kapal itu, mereka tidak menyerang langsung ke Amerika,
03:23jadi tidak alasan membalas, tapi juga membuat masalah dengan harga minyak yang langsung naik,
03:29dan beberapa tahun jadi kacau lagi.
03:31Jadi, lama-lama mengenai situasi sudah membaiknya menjadi terganggu.
03:34Itulah balasan Iran, bukan langsung menyerang Amerika,
03:37tapi menghantam satu kapal tanker di depan Oman.
03:42Tentu juga provokasi Trump ini memang kerap kali memanaskan situasi,
03:46dan kita tahu juga pada 11 Juli nanti negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran akan berlanjut.
03:51Apakah ini mempengaruhi, provokasi Trump apakah mempengaruhi dari negosiasi yang akan terjadi,
03:56apakah Iran akan kembali walk out atau melakukan tindakan yang lebih keras mungkin?
04:00Pak Bizarro.
04:01Ya, sekarang problematikanya, Iran itu dalam konteks negosiasi ya di Islamabad,
04:05Amerika itu lebih membutuhkan negosiasi dan diplomasi ketimbang Iran.
04:09Saya kira Iran memakai pola, membuying time, dia akan mengulur-ngulur waktu.
04:13Karena dia tahu, semakin negosiasi ini panjang, maka Trump itu akan semakin terbentur dengan waktu.
04:18Apalagi menariknya sekarang, di jelang pemilu selak yang akan dilakukan di November,
04:22itu politisi-politisi yang kontra Trump atau yang pro-Palestina,
04:25pro-Palestina itu sudah menang di primary demokrat gitu.
04:28Dan ini juga menjadi sinyal bahwa pengaruh influence dari Israel
04:32atau narasi-narasi perang invasi ke Timur Tengah itu sudah tidak lagi populer di Amerika Serikat seperti itu.
04:37Jadi saya kira, Iran tidak akan begitu sangat terganggu.
04:40Bahkan kalau kita lihat dari kesepakatan di Swiss kan, itu kan menarik ya.
04:43Walaupun terjadi deal, tapi kan diwarnanya dengan aksi walk out dari Iran,
04:46tidak mau jabat tangan, tidak mau foto bersama.
04:48Saya kira Iran tidak mau didikte, dia datang untuk berdegosiasi,
04:52dia datang berdiplomasi, bukan untuk menyerah seperti itu.
04:54Dan tekanan-tekanan yang akan dilakukan oleh Trump kepada Iran,
04:57menurut saya tidak akan mengubah tapal batas bagaimana diplomasi Iran.
05:01Walaupun memang, sekarang yang menarik ya, memang ada faksi-faksi ultra-radikal di dalam internal Iran,
05:06yang juga memang mengkritik faksi diplomatik,
05:08yang dinilai terlalu lunak dalam memberikan syarat-syarat kepada Amerika Serikat.
05:11Misalkan, ini seorang platform sudah dibuka, padahal dana belum cair nih.
05:14Dana dari yang ditahan oleh Amerika Serikat.
05:16Kemudian, Lebanon kemudian masih diserang oleh Israel,
05:19tetapi kita sudah melakukan MOU deal.
05:21Saya kira ini juga akan menjadi tekanan juga bagi para diplomat Iran.
05:24Apalagi, kita lihat sekarang, dalam pelayatan yang dilakukan jutaan orang,
05:28itu Fahidi muncul, kemudian RGC muncul.
05:31Ini menurut saya juga pesan bahwa tokoh-tokoh garis keras atau RGC yang ada di Iran,
05:35itu sekarang solid untuk kemudian menyatukan bagaimana framework Iran ketika masuk ke meja perundingan,
05:40mereka tidak mau didikte oleh Amerika Serikat,
05:41mereka bersihkan kembali, dan mereka tidak mau betul-betul diintervensi oleh Amerika Serikat.
05:45Oke, baik. Saya ingin ke Pak Agung bahwa saat ini memang dapat dikatakan masuk ke dalam fase gencatan senjata.
05:51Tapi pertanyaannya sejauh mana Iran dan juga Amerika Serikat ini mampu memulihkan kekuatan militer mereka?
05:57Pak Agung.
05:58Fase gencatan senjata ini sebenarnya adalah sepaksa untuk istirahat sebentar.
06:02Tapi mereka tetap siap untuk melanjutkan perang dengan menyiapkan senjatanya,
06:05tapi Iran lebih siap lagi karena dia meningkatkan jumlah rudal dan dronenya.
06:11Amerika terpaksa mengirimkan sebagian karena akan harus di rotasi dan sebagian ini.
06:16Dia tidak sepenuhnya lagi full lagi kekuatan,
06:18tapi tetap masih ada kekuatan memukul dan kekuatan bertahan.
06:21Namun yang jelas, kemampuan memukul dan bertahannya tidak akan bisa menghadapi serangan Iran.
06:26Oleh karena itu tentu Amerika tidak akan menggunakan serangan maksimal atau total
06:31karena akan berbalasan-balasan.
06:32Dia sekarang menekan, menginjak, ataupun memaksa Iran untuk mengikuti apa yang dimana di perundingan.
06:39Sesungguhnya sekarang utamanya adalah perundingan.
06:41Perundingan utamanya adalah membuat Iran menyejigi banyak hal yang diukul oleh Amerika.
06:46Soal nukle itu sebenarnya hanya soal bumbu-bumbu yang pertama adalah
06:51jangan sampai sanksi itu dibuka dengan cepat.
06:54Karena sekarang masalahnya adalah Israel.
06:56Israel ini hubungan dengan Amerika agak kurang terganggu
06:59karena Israel memaksa untuk tetap soal Libanon.
07:02Jadi yang jelas, mereka saling siap untuk menyerang kembali.
07:06Oke, saya ingin ke Pak Pizarro ini mungkin akan menjadi pertanyaan terakhir.
07:09Tadi sudah disinggung oleh Pak Agung soal Israel.
07:11Apakah ultimatum Trump ini juga ada pengaruh dari Israel, Pak Pizarro?
07:14Singkat saja.
07:15Saya kira lebih kepada Amerika Serikat ingin juga memberikan pesan kepada pemilih domestik dia
07:20bahwa Trump memenangkan pertarungan, bahwa Ali Khamenei berani sudah dibunuh
07:24dan itu diklaim sebagai sebuah kemenangan.
07:26Jadi lebih kepada bagaimana Trump itu mencoba deal dengan pemilih domestik dia
07:30menjelang pemilu selat.
07:32Tetapi pertanyaannya, apakah betul klaim kemenangan Trump?
07:34Karena bagi Iran, walaupun Ali Khamenei itu sudah meninggal,
07:37dia lebih menjadi martir.
07:38Dan kematian dari Ali Khamenei itu menjadi legitimasi baru bagi Iran
07:41untuk kemudian bersiap untuk eskalasi yang lebih besar lagi.
07:45Saya kira kemudian itu yang sedang terjadi di Amerika Serikat ya
07:48ketika Donald Trump melakukan ancaman-ancaman kepada Iran.
07:51Oke, baik.
07:52Tentu kita akan nantikan seperti apa perkembangan yang kemudian terjadi di Timur Tengah.
07:55Terima kasih Bapak Pizarro Gozali dan juga Pak Agung Sasong Gojati
07:58telah bergabung di Kompas Petang.
08:00Terima kasih.
08:01Terima kasih, Pak Agung.
Komentar