Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS,TV - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali melontarkan ancaman kepada Iran.

Trump menyatakan Washington hanya memiliki dua pilihan, yakni menang melalui tercapainya kesepakatan dengan Teheran atau menyelesaikannya lewat operasi militer.

Pernyataan Trump diungkap usai sebelumnya memantik kemarahan Iran di tengah prosesi pemakaman pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Trump menyebut dirinya bisa saja menghabisi para pemimpin Iran yang masih tersisa dengan satu tembakan saat proses pemakaman Ali Khamenei.

Setelah Presiden AS, Donald Trump memperingatkan bahwa Washington akan mencapai kesepakatan dengan Teheran.

Al Jazeera melaporkan, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan negosiasi tentang kesepakatan akhir tidak akan dimulai jika ancaman berlanjut.

Sementara itu, warga Iran menyerukan balas dendam atas gugurnya Ayatollah Ali Khamenei. Merespons desakan itu, Garda Revolusi Iran, berjanji akan memenuhinya.

Amerika dan Iran akan melanjutkan negosiasi damai pada 11 Juli usai pemakaman pemimpin tertinggi Iran yang gugur pada serangan 28 Februari, Ayatullah Ali Khamenei.

Lantas apakah Iran akan merespons, 2 kali ancaman Trump sejak dimulainya rangkaian pemakaman pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei yang gugur dalam serangan Israel bersama Amerika.

Kita bahas bersama Marsma TNI Purnawirawan Agung Sasongkojati, Pakar PPAU yang juga alumnus US Air College dan Peneliti Asia Middle East Centre, Pizaro Gozali.

Baca Juga Penjelasan Muzani Diutus Prabowo ke Pemakaman Khamenei: Saya Datang sebagai Utusan Khusus Presiden di https://www.kompas.tv/nasional/679247/penjelasan-muzani-diutus-prabowo-ke-pemakaman-khamenei-saya-datang-sebagai-utusan-khusus-presiden

#khamenei #iran #trump
_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!




Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/679293/full-trump-ancam-iran-2-kali-saat-pemakaman-ali-khamenei-ini-analisis-pakar-ppau-dan-peneliti
Transkrip
00:00Saudara, apakah Iran akan merespons dua kali ancaman Trump sejak dimulanya rangkaian pemakaman pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang
00:08gugur dalam serangan Israel bersama Amerika?
00:11Kita bahas bersama Mars Maten I. Pernah Wirawan, Bapak Agung Sasong Kojati, pakar PPAU yang juga alumnus US Air World
00:16College, dan juga peneliti Asia Middle East Center, Pak Pizarro Gozali.
00:20Pak Pizarro, Pak Agung, selamat petang semua.
00:23Baik, saya ingin ke Pak Pizarro terlebih dahulu bahwa Trump ini sudah mengancam beberapa kali.
00:29Pak Pizarro dan seruan dari warga Iran juga ini menginginkan balas dendam.
00:33Pertanyaan saya, apakah Iran akan merespons dengan tindakan militer usai rangkaian pemakaman selesai?
00:39Ya, ini akan sangat bergantung ya bagaimana kemudian Amerika dan Israel melihat gelombang jutaan orang yang turun gelanggang ya dalam
00:48menyambut pemakaman Ali Khamenei ini.
00:51Kalau kemudian ada ancaman pembunuhan, ada ancaman militer, apalagi sampai mengeksekusinya.
00:56Karena kita masih ingat ya, dulu saja Ismail Haniyeh itu kan dibunuh.
00:59Pemimpin Hamas itu di Teheran, pasca menghadiri prosesi pelantikan masjid peseksian sebagai presiden Iran saat itu, akhirnya di eksekusi.
01:07Nah, kalau kemudian akhirnya ini ada eksekusi, ada upaya untuk melakukan kekacauan, saya kira IRGC sudah bisa memantau.
01:13Apalagi IRGC kan sudah mengatakan ya, bahwa kami akan membalas setiap apapun upaya untuk mengacaukan proses pemakaman.
01:20Saya kira ucapan IRGC ini pasti kan dikatakan, karena dia juga sudah memiliki informasi bahwa adanya upaya ancaman itu dilakukan
01:27oleh Israel ataupun false flag.
01:29Misalkan ISIS ya kan didorong ke situ untuk melakukan misalkan kekacauan di sana.
01:33Karena dulu di Irak pernah ISIS itu melakukan bom bunuh diri ataupun pengecauan ketika jemaah isi ah itu sedang berkumpul
01:39di Irak.
01:40Saya kira kalau ini terjadi, maka akan terjadi eskalasi yang sangat besar.
01:43Oke, saya ingin ke Pak Agung bahwa Iran juga nampaknya masih memegang kendali atau selat horpus, termasuk juga situasi di
01:48Bab El Mandib juga tengah memanas.
01:50Pak Agung, apakah Iran akan memanfaatkan situasi ini untuk membalas Trump?
01:55Ya, Trump ini kan dia tujuannya jadi gini, kan sekarang jeda ya, jeda karena sedang ada pemakaman, jadi dibuat jeda
02:01seminggu atau dua minggu.
02:03Dan jeda ini kan kosong, nggak ada beritanya, padahal Trump butuh berita atau informasi yang buat dia tetap ada di
02:08atas,
02:08apa, di atas panggung media.
02:11Dan untuk itu dia menurutkan yang paling menarik sekarang memang adalah mengancam-ancam.
02:15Dan ancaman ini bukan sekedar ancaman biasa, karena dibalik itu juga ada maksud-maksud untuk menyujudkan vaksin elit ERGC,
02:23kemudian konsumsi politik dalam menjelang KTT NATO, ya dari banyak-banyak.
02:27Kemudian juga klaim kemenangan ini tujuannya untuk memberikan tetap perasaan masih melakukan adidaya,
02:34karena kalau nggak nanti kan panggung ini dipenuhi dengan pemakaman,
02:38dan pemakaman menunjukkan jutaan orang, menunjukkan banyak orang datang,
02:41bahwa sejujurnya Iran itu sebaliknya dari yang dikatakan oleh Barat Selama nih,
02:45negara yang terpencil, negara yang terisolasi, negara yang ini,
02:48dan ternyata begitu banyak yang meliput, dan itu tidak bisa dibiarkan,
02:52dan tidak ada cara lain Trump yang menguruh dirinya untuk mengganggu itu.
02:57Sehingga dia tetap ada adidaya, dan juga tujuan lainnya adalah dalam perundingan untuk menekan,
03:02supaya nanti tetap mengikuti apa yang diinginkan oleh Amerika,
03:06bukan apa yang diinginkan oleh Iran dengan ancaman itu.
03:09Dan yang jelas, Aryan sudah membalas dengan tidak menguruhkan tetap melanjutkan perundingan,
03:14namun ingat hari ini mereka menyerang.
03:17Itulah jawabannya, kenapa?
03:19Dengan menyerang kapal itu, mereka tidak menyerang langsung ke Amerika,
03:23jadi tidak alasan membalas, tapi juga membuat masalah dengan harga minyak yang langsung naik,
03:29dan beberapa tahun jadi kacau lagi.
03:31Jadi, lama-lama mengenai situasi sudah membaiknya menjadi terganggu.
03:34Itulah balasan Iran, bukan langsung menyerang Amerika,
03:37tapi menghantam satu kapal tanker di depan Oman.
03:42Tentu juga provokasi Trump ini memang kerap kali memanaskan situasi,
03:46dan kita tahu juga pada 11 Juli nanti negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran akan berlanjut.
03:51Apakah ini mempengaruhi, provokasi Trump apakah mempengaruhi dari negosiasi yang akan terjadi,
03:56apakah Iran akan kembali walk out atau melakukan tindakan yang lebih keras mungkin?
04:00Pak Bizarro.
04:01Ya, sekarang problematikanya, Iran itu dalam konteks negosiasi ya di Islamabad,
04:05Amerika itu lebih membutuhkan negosiasi dan diplomasi ketimbang Iran.
04:09Saya kira Iran memakai pola, membuying time, dia akan mengulur-ngulur waktu.
04:13Karena dia tahu, semakin negosiasi ini panjang, maka Trump itu akan semakin terbentur dengan waktu.
04:18Apalagi menariknya sekarang, di jelang pemilu selak yang akan dilakukan di November,
04:22itu politisi-politisi yang kontra Trump atau yang pro-Palestina,
04:25pro-Palestina itu sudah menang di primary demokrat gitu.
04:28Dan ini juga menjadi sinyal bahwa pengaruh influence dari Israel
04:32atau narasi-narasi perang invasi ke Timur Tengah itu sudah tidak lagi populer di Amerika Serikat seperti itu.
04:37Jadi saya kira, Iran tidak akan begitu sangat terganggu.
04:40Bahkan kalau kita lihat dari kesepakatan di Swiss kan, itu kan menarik ya.
04:43Walaupun terjadi deal, tapi kan diwarnanya dengan aksi walk out dari Iran,
04:46tidak mau jabat tangan, tidak mau foto bersama.
04:48Saya kira Iran tidak mau didikte, dia datang untuk berdegosiasi,
04:52dia datang berdiplomasi, bukan untuk menyerah seperti itu.
04:54Dan tekanan-tekanan yang akan dilakukan oleh Trump kepada Iran,
04:57menurut saya tidak akan mengubah tapal batas bagaimana diplomasi Iran.
05:01Walaupun memang, sekarang yang menarik ya, memang ada faksi-faksi ultra-radikal di dalam internal Iran,
05:06yang juga memang mengkritik faksi diplomatik,
05:08yang dinilai terlalu lunak dalam memberikan syarat-syarat kepada Amerika Serikat.
05:11Misalkan, ini seorang platform sudah dibuka, padahal dana belum cair nih.
05:14Dana dari yang ditahan oleh Amerika Serikat.
05:16Kemudian, Lebanon kemudian masih diserang oleh Israel,
05:19tetapi kita sudah melakukan MOU deal.
05:21Saya kira ini juga akan menjadi tekanan juga bagi para diplomat Iran.
05:24Apalagi, kita lihat sekarang, dalam pelayatan yang dilakukan jutaan orang,
05:28itu Fahidi muncul, kemudian RGC muncul.
05:31Ini menurut saya juga pesan bahwa tokoh-tokoh garis keras atau RGC yang ada di Iran,
05:35itu sekarang solid untuk kemudian menyatukan bagaimana framework Iran ketika masuk ke meja perundingan,
05:40mereka tidak mau didikte oleh Amerika Serikat,
05:41mereka bersihkan kembali, dan mereka tidak mau betul-betul diintervensi oleh Amerika Serikat.
05:45Oke, baik. Saya ingin ke Pak Agung bahwa saat ini memang dapat dikatakan masuk ke dalam fase gencatan senjata.
05:51Tapi pertanyaannya sejauh mana Iran dan juga Amerika Serikat ini mampu memulihkan kekuatan militer mereka?
05:57Pak Agung.
05:58Fase gencatan senjata ini sebenarnya adalah sepaksa untuk istirahat sebentar.
06:02Tapi mereka tetap siap untuk melanjutkan perang dengan menyiapkan senjatanya,
06:05tapi Iran lebih siap lagi karena dia meningkatkan jumlah rudal dan dronenya.
06:11Amerika terpaksa mengirimkan sebagian karena akan harus di rotasi dan sebagian ini.
06:16Dia tidak sepenuhnya lagi full lagi kekuatan,
06:18tapi tetap masih ada kekuatan memukul dan kekuatan bertahan.
06:21Namun yang jelas, kemampuan memukul dan bertahannya tidak akan bisa menghadapi serangan Iran.
06:26Oleh karena itu tentu Amerika tidak akan menggunakan serangan maksimal atau total
06:31karena akan berbalasan-balasan.
06:32Dia sekarang menekan, menginjak, ataupun memaksa Iran untuk mengikuti apa yang dimana di perundingan.
06:39Sesungguhnya sekarang utamanya adalah perundingan.
06:41Perundingan utamanya adalah membuat Iran menyejigi banyak hal yang diukul oleh Amerika.
06:46Soal nukle itu sebenarnya hanya soal bumbu-bumbu yang pertama adalah
06:51jangan sampai sanksi itu dibuka dengan cepat.
06:54Karena sekarang masalahnya adalah Israel.
06:56Israel ini hubungan dengan Amerika agak kurang terganggu
06:59karena Israel memaksa untuk tetap soal Libanon.
07:02Jadi yang jelas, mereka saling siap untuk menyerang kembali.
07:06Oke, saya ingin ke Pak Pizarro ini mungkin akan menjadi pertanyaan terakhir.
07:09Tadi sudah disinggung oleh Pak Agung soal Israel.
07:11Apakah ultimatum Trump ini juga ada pengaruh dari Israel, Pak Pizarro?
07:14Singkat saja.
07:15Saya kira lebih kepada Amerika Serikat ingin juga memberikan pesan kepada pemilih domestik dia
07:20bahwa Trump memenangkan pertarungan, bahwa Ali Khamenei berani sudah dibunuh
07:24dan itu diklaim sebagai sebuah kemenangan.
07:26Jadi lebih kepada bagaimana Trump itu mencoba deal dengan pemilih domestik dia
07:30menjelang pemilu selat.
07:32Tetapi pertanyaannya, apakah betul klaim kemenangan Trump?
07:34Karena bagi Iran, walaupun Ali Khamenei itu sudah meninggal,
07:37dia lebih menjadi martir.
07:38Dan kematian dari Ali Khamenei itu menjadi legitimasi baru bagi Iran
07:41untuk kemudian bersiap untuk eskalasi yang lebih besar lagi.
07:45Saya kira kemudian itu yang sedang terjadi di Amerika Serikat ya
07:48ketika Donald Trump melakukan ancaman-ancaman kepada Iran.
07:51Oke, baik.
07:52Tentu kita akan nantikan seperti apa perkembangan yang kemudian terjadi di Timur Tengah.
07:55Terima kasih Bapak Pizarro Gozali dan juga Pak Agung Sasong Gojati
07:58telah bergabung di Kompas Petang.
08:00Terima kasih.
08:01Terima kasih, Pak Agung.
Komentar

Dianjurkan