00:00Saudara Iran mulai memindahkan peti mendiang pemimpin tertingginya Ayatollah Ali Khameni dari Teheran.
00:06Jenasa Khameni akan dibawa ke KOM dan ke negara tetangganya, Iran.
00:15Pada Senin, hari ketiga rangkaian upacara pemakaman, warga menyambut arak-arakan peti jenasa Ali Khameni dan keluarganya di jalanan kota
00:23Teheran.
00:24Peti jenasa Khameni dibawa di atas truk yang bergerak lambat di antara kerumunan warga.
00:31Para pelayat mengulurkan tangan hingga melemparkan shell dan barang lainnya untuk dapat menyentuh truk yang dianggap sebagai berkah.
00:39Peti jenasa Khameni dan keluarga akan menempuh perjalanan selama 12 jam menuju Bandara Internasional Merambag untuk berpindah ke kota dan
00:47negara tetangga.
00:57Warga Iran berkumpul di sejumlah titik di kota Teheran seperti di lapangan Eh Elab atau lapangan Revolusi.
01:04Mereka menunggu dengan harapan bisa melihat sekilas peti jenasa Ali Khameni.
01:10Untuk rangkaian acara pemakaman, otoritas Iran telah menutup jalan, wilayah udara dan menghentikan kegiatan sehari-hari untuk masa berkabung.
01:44Kemudian
02:08Kementerian Luar Negeri menyampaikan penghargaan besar atas undangan pemerintah Iran untuk dapat hadir dalam rangkaian penghormatan.
02:16Ayo tolonglah kami.
02:46Ini dibawa ke sejumlah kota dan masyarakat begitu banyak berkerumun untuk melihat, memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin tertingginya.
02:55Apa yang ingin coba dibagikan di sini?
02:57Ya ini pesan yang sangat jelas dari Iran kepada Amerika Serikat.
03:01Walaupun pemimpin utama kami tewas, walaupun pemimpin kami gugur, tetapi semangat perlawanan dari masyarakat kami dan Iran itu sendiri itu
03:10tidak punah.
03:11Itu Audrey, kita bisa melihat ya simbol bagaimana arak-arakan yang dilakukan oleh masyarakat Iran dan ini seperti di footage
03:18mereka mengembarkan bendera red flag itu sebenarnya ada pesannya Audrey.
03:22Pesan bahwa kematian Ali Khamenei ini harus dibalas, ini harus ada revenge dari Iran kepada Amerika Serikat.
03:29Maka ini kemudian dibawa kemana-mana nih, ke Teheran, ke Masyarakat.
03:33Dan jangan lupa, Audrey, itu sampai ke Irak.
03:35Ini juga pada pesan simbolis dari Iran, bahwa kami itu satu kesatuan dari Irak, dari Iran, dan tempat-tempat yang
03:41lainnya.
03:42Kami itu adalah jaringan proksi regional yang pesan dari Iran kepada Amerika Serikat.
03:46Kalau Anda mirang kami, sekutu-sekutu kami, proksi-proksi kami di kawasan itu akan ikut bangun bersama melawan Anda.
03:53Bahkan ini menarik juga, satu persatu kan ada delegasi sampai ratusan ini Audrey, datang ke pemakamannya Khomeini.
04:00Ini juga pesan dikapitalisasi oleh Iran, bahwa kami ini tidak terisolasi.
04:04Kami ini tidak ditinggalkan oleh negara-negara yang lain.
04:06Bahkan kami itu mendapatkan dukungan.
04:08Terbukti kan ada ratusan delegasi yang hadir, walaupun tingkat kepala negara mungkin tidak semuanya.
04:13Ini juga pesan dari Iran kepada Amerika Serikat.
04:16Kami tidak ditinggalkan oleh negara-negara Arab, oleh negara-negara internasional, sekutu-sekutu kami.
04:21Mereka datang, utusan mereka, tidak takut dengan ancaman Donald Trump.
04:24Walaupun sama Trump nanti dibalikin lagi, yang datangkan kepala negara itu hanya sekitar 4-5 aja.
04:29Itu Trump juga mungkin merasa ada tekanan yang dia lakukan, dan itu berhasil.
04:33Tetapi ini pesan yang sangat jelas, bahwa Iran tidak selesai, dia tidak tunduk.
04:37Bahkan kita lihat ya, yang menarik Audrey, itu tokoh-tokoh garis keras yang selama ini jarang muncul.
04:42Jarang terekspos di publik, itu ada sekarang.
04:45Ahmad Fahidi, komandan IRJC, kemudian tokoh-tokoh keamanan yang lainnya, itu muncul sekarang tiba-tiba gitu.
04:50Ini juga pesan dari Iran, bahwa konsolidasi kelompok-kelompok garis keras Iran, atau vaksin perlawanan, itu masih solid.
04:57Di bawah kepemimpinan Mustafa Khomeini, ya, Supreme Leader yang baru, untuk melakukan perlawanan kepada Amerika.
05:03Saya kira itu pesan yang sedang dibungkus oleh Iran, kepada Amerika dan kepada Donald Trump.
05:07Jelang nanti akan ada lagi perundingan yang kedua, setelah fase pemakaman ini akan selesai, Audrey.
05:12Nah, berbicara soal jelang perundingan kedua yang akan berlanjut lagi setelah semua proses pemakaman Khomeini akan selesai.
05:19Akan berlangsung kabarnya di Pakistan ya, Mas Pizarro ya.
05:22Nah, apakah semangat ini kemudian memunculkan semangat lebih besar berkobar bagi Iran yang mungkin akan menentukan strategi baru terkait dengan
05:30perundingan selanjutnya?
05:32Audrey, ini menurut saya ada 20 juta warga Iran yang turun, ini sengaja dimobilisasi oleh Iran untuk memupuk rasa percaya
05:40diri mereka untuk berhadapan dengan Amerika di meja perundingan.
05:44Ini bagian dari taktik psikologis yang sengaja dimainkan oleh Iran, hingga kemudian Trump mengatakan,
05:48wah ternyata Khomeini itu masih banyak dicintai masyarakatnya ya, kan dia juga surprise gitu.
05:53Cara dari Iran untuk memupuk rasa percaya diri agar nanti di meja perundingan mereka tidak taklut.
05:58Apalagi kan ada bocoran, Audrey, dari surat dari kelompok-kelompok RGC yang meminta faksi diplomatik itu tidak melunak di depan
06:05Donald Trump.
06:05Bahwa kami meminta dana dicairkan 100%, itu 100%, tidak juga dicairkan hanya sekitar 5 miliar dolar, 6 miliar dolar.
06:12Saya kira ini nanti ada bekal yang dibawa dari semangat 4 tanggal 4 Juli sampai 9 Juli ini untuk mempertebar
06:19rasa percaya diri berhadapan dengan Amerika Serikat.
06:21Dan bukan tidak mungkin, itu Iran akan semakin keras itu dalam perundingan negosiasi.
06:25Karena kan terbukti dengan perayaan ini.
06:27Tapi yang dipertanyakan juga, kemana mustabah kami ini?
06:32Ada anak-anak yang lain, tapi kemudian mustabah yang paling dinantikan untuk tampil ke publik, kali ini masih absen nih?
06:39Setidaknya sampai dengan hari ini, Mas.
06:41Audrey, memang faktor yang paling mendesak kenapa mustabah itu tidak muncul di dalam perayaan ini, memang itu secretary concern.
06:48Masalah keamanan.
06:49Karena kita mengetahui mustabah ini sudah ditarget oleh Israel dan Amerika untuk kemudian dieksekusi.
06:55Itu menurut saya menjadi faktor yang pertama, kenapa mustabah tidak muncul di perayaan ini.
07:00Sebenarnya mustabah sudah meminta Audrey kepada IRGC untuk setidaknya itu memimpin doa lah kepada mendiang ayahnya ketika akan dimakan.
07:07Tetapi IRGC meminta agar mustabah tidak muncul terlebih dahulu, karena ini faktor keamanan, faktor sangat riskan.
07:14Karena di legasi-legasi negara asing kan sangat banyak kader Audrey di situ.
07:18Yang kedua, ini memang sengaja taktik dari IRGC untuk tidak memunculkan mustabah.
07:21Agar apa?
07:22CIA itu tidak bisa mengendus bagaimana pola masih menerka-nerka ya.
07:27Bagaimana pola pergerakannya mustabah, bagaimana pola kepemimpinannya, bagaimana pola komunikasi.
07:32Memang jadi dia sengaja, ini bentuk pertarungan psikologis perang uras-sarab IRGC dengan sengaja menyimpan mustabah untuk tidak muncul.
07:40Agar tidak mudah dibaca oleh Mossad, tidak mudah dibaca oleh CIA pergerakan seperti apa.
07:45Jadi ini memang ada faktor-faktor strategis keamanan dan juga bagaimana politik IRGC ke depan.
07:50Makanya dari Presiden Trump pun ini masih wait and see ya yang mengatakan,
07:54oke saya akan memberikan tengah waktu satu minggu meskipun saya sebenarnya bisa menghancurkan mereka dalam satu serangan saja.
08:00Betul gitu. Sebenarnya itu yang juga kemarin kita khawatirkan ya.
08:04Ini kalau kemudian serangan dilakukan oleh Donald Trump, ini bisa mengubah papan catur diplomasi.
08:09Bukan tidak mungkin eskalasi akan menjadi perang, perang akan menjadi meningkat.
08:13Dan Israel itu kan sudah merancang sebenarnya serangan itu, Audrey, kepada delegasi ini, kepada tokoh-tokoh garis keras Iran yang
08:19sedang muncul.
08:20Tapi tampaknya ada komunikasi dari Amerika untuk menahan Israel, untuk tidak melakukan tindakan tingkat seperti itu.
08:25Karena akan mempersulit bagaimana negosiasi ke depan.
08:28Dan itu juga memang kenapa akhirnya Mustafa ini tidak muncul.
08:31Agar Trump itu juga tidak bisa membaca pola diplomasi, pola negosiasi, pola komunikasi di internet Iran.
08:36Yang itu nanti akan menjadi bekal Iran ketika berhadapan dengan Amerika Serikat.
08:40Kan kita memang tahu ya kejadian sebelumnya kan, mata-mata Mosad Syed itu kan banyak, Audrey, di Iran itu ya.
08:46Makanya kemudian ini menjadi pelajaran bagi Iran untuk tidak sengaja memuncul Mustafa.
08:50Atau bahkan menyemunyikannya sampai sekarang, tidak muncul di publik.
08:53Ini juga untuk membuat misteri, misteri dari Iran agar tidak mudah dibaca pola strategi pergerakan mereka dan perlawanan mereka ke
09:01depan.
09:01Oke, Mas Bizarro, waktu itu kan Trump pernah mengatakan bahwa Iran ini sudah terbelah ya.
09:06Ada fraksi yang pro dan juga kontra atau alias mendukung Amerika dan juga Israel begitu.
09:11Nah pertanyaannya adalah apakah dengan menyatunya warga yang berkurumun melihat, memberikan penghormatan terakhir terhadap pemimpin tertingginya Kameni,
09:20ini merupakan tindakan baru atau semangat baru, langkah-langkah balasan yang sudah disiapkan sebenarnya, langkah baru?
09:29Iya, ini menurut saya bagian dari strategi yang sengaja dimainkan oleh Iran ya.
09:34Bahkan bukan tidak mungkin, di dalam negosiasi diplomasi sekarang, ini faksi-faksi garis kerasnya Iran seperti RGC,
09:40ini akan lebih banyak mendominasi arah negosiasi ke depan, Audrey.
09:43Karena kemarin kan memang ada semacam sedikit friksi ya di internal Iran,
09:47di mana faksi garis keras menilai, ini diplomati kita terlalu lunak ini kepada Amerika Serikat.
09:52Sekarang aja misalkan Amerika Serikat tidak benar-benar mencairkan seluruh asetnya,
09:56tapi kita sudah buka setelah Hormuz, seperti itu.
09:58Nah, kemudian Amerika tidak berhasil menghentikan serangan Israel kepada Libanon,
10:03tapi kita harus usul-usul take-in MOU.
10:05Nah, saya kira ini ke depan tekanan dan juga radikalisasi dari pemerintah Iran
10:09akan semakin menguat di pertemuan di Islamabad yang akan berlangsung pada 11 Juli mendatang, Audrey.
10:14Oke, dan yang pasti adalah tadi semangat barunya ya,
10:16karena memberikan penghormatan dan warga berkerumun di sana,
10:19artinya ada semangat baru yang membakar warga Iran saat ini.
10:22Terima kasih Mas Pizarro untuk ulasannya, selamat malam.
10:25Selamat malam, Audrey, terima kasih.
Komentar