Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Iran memulai pemindahan peti jenazah Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, dari Teheran sebagai bagian dari rangkaian prosesi pemakaman. Jenazah Ali Khamenei dijadwalkan dibawa menuju Kota Qom sebelum melanjutkan perjalanan ke negara tetangga, Irak.

Pada hari ketiga prosesi pemakaman, Senin, ribuan warga memadati jalanan Teheran untuk menyambut arak-arakan peti jenazah Ali Khamenei dan keluarganya. Peti jenazah dibawa menggunakan truk yang bergerak perlahan di tengah kerumunan pelayat. Sejumlah warga tampak mengulurkan tangan serta melemparkan syal dan barang lainnya ke arah truk sebagai bentuk penghormatan.

Peti jenazah Ali Khamenei dan keluarganya dijadwalkan menempuh perjalanan sekitar 12 jam menuju Bandara Internasional Mehrabad sebelum diberangkatkan ke tujuan berikutnya. Warga juga berkumpul di sejumlah titik di Teheran, termasuk Lapangan Enghelab atau Lapangan Revolusi, untuk menyaksikan iring-iringan tersebut.

Selama rangkaian pemakaman berlangsung, otoritas Iran menutup sejumlah ruas jalan, wilayah udara, serta menghentikan berbagai aktivitas sebagai bagian dari masa berkabung.

Dalam kesempatan terpisah, Dosen International Institute for Islamic Studies di Iran, Qasem Muhammadi, menyatakan bahwa warga Iran tidak merasa takut apabila sewaktu-waktu terjadi serangan. Menurutnya, bendera merah yang dibawa sebagian warga menjadi simbol tuntutan pembalasan atas kematian Ali Khamenei. Ia juga menyebut dua lembaga pemerintah Iran telah merespons aspirasi yang disampaikan masyarakat tersebut.

#Iran #AliKhamenei #Teheran #Qom #Irak #Pemakaman

Baca Juga Potret Warga Iran Tumpah Ruah di Jalanan Ikuti Prosesi Pemakaman Ali Khamenei | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/679101/potret-warga-iran-tumpah-ruah-di-jalanan-ikuti-prosesi-pemakaman-ali-khamenei-kompas-malam

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/679105/full-prosesi-pemakaman-ali-khamenei-pizaro-gozali-bahas-dinamika-timur-tengah-sapa-malam
Transkrip
00:00Saudara Iran mulai memindahkan peti mendiang pemimpin tertingginya Ayatollah Ali Khameni dari Teheran.
00:06Jenasa Khameni akan dibawa ke KOM dan ke negara tetangganya, Iran.
00:15Pada Senin, hari ketiga rangkaian upacara pemakaman, warga menyambut arak-arakan peti jenasa Ali Khameni dan keluarganya di jalanan kota
00:23Teheran.
00:24Peti jenasa Khameni dibawa di atas truk yang bergerak lambat di antara kerumunan warga.
00:31Para pelayat mengulurkan tangan hingga melemparkan shell dan barang lainnya untuk dapat menyentuh truk yang dianggap sebagai berkah.
00:39Peti jenasa Khameni dan keluarga akan menempuh perjalanan selama 12 jam menuju Bandara Internasional Merambag untuk berpindah ke kota dan
00:47negara tetangga.
00:57Warga Iran berkumpul di sejumlah titik di kota Teheran seperti di lapangan Eh Elab atau lapangan Revolusi.
01:04Mereka menunggu dengan harapan bisa melihat sekilas peti jenasa Ali Khameni.
01:10Untuk rangkaian acara pemakaman, otoritas Iran telah menutup jalan, wilayah udara dan menghentikan kegiatan sehari-hari untuk masa berkabung.
01:44Kemudian
02:08Kementerian Luar Negeri menyampaikan penghargaan besar atas undangan pemerintah Iran untuk dapat hadir dalam rangkaian penghormatan.
02:16Ayo tolonglah kami.
02:46Ini dibawa ke sejumlah kota dan masyarakat begitu banyak berkerumun untuk melihat, memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin tertingginya.
02:55Apa yang ingin coba dibagikan di sini?
02:57Ya ini pesan yang sangat jelas dari Iran kepada Amerika Serikat.
03:01Walaupun pemimpin utama kami tewas, walaupun pemimpin kami gugur, tetapi semangat perlawanan dari masyarakat kami dan Iran itu sendiri itu
03:10tidak punah.
03:11Itu Audrey, kita bisa melihat ya simbol bagaimana arak-arakan yang dilakukan oleh masyarakat Iran dan ini seperti di footage
03:18mereka mengembarkan bendera red flag itu sebenarnya ada pesannya Audrey.
03:22Pesan bahwa kematian Ali Khamenei ini harus dibalas, ini harus ada revenge dari Iran kepada Amerika Serikat.
03:29Maka ini kemudian dibawa kemana-mana nih, ke Teheran, ke Masyarakat.
03:33Dan jangan lupa, Audrey, itu sampai ke Irak.
03:35Ini juga pada pesan simbolis dari Iran, bahwa kami itu satu kesatuan dari Irak, dari Iran, dan tempat-tempat yang
03:41lainnya.
03:42Kami itu adalah jaringan proksi regional yang pesan dari Iran kepada Amerika Serikat.
03:46Kalau Anda mirang kami, sekutu-sekutu kami, proksi-proksi kami di kawasan itu akan ikut bangun bersama melawan Anda.
03:53Bahkan ini menarik juga, satu persatu kan ada delegasi sampai ratusan ini Audrey, datang ke pemakamannya Khomeini.
04:00Ini juga pesan dikapitalisasi oleh Iran, bahwa kami ini tidak terisolasi.
04:04Kami ini tidak ditinggalkan oleh negara-negara yang lain.
04:06Bahkan kami itu mendapatkan dukungan.
04:08Terbukti kan ada ratusan delegasi yang hadir, walaupun tingkat kepala negara mungkin tidak semuanya.
04:13Ini juga pesan dari Iran kepada Amerika Serikat.
04:16Kami tidak ditinggalkan oleh negara-negara Arab, oleh negara-negara internasional, sekutu-sekutu kami.
04:21Mereka datang, utusan mereka, tidak takut dengan ancaman Donald Trump.
04:24Walaupun sama Trump nanti dibalikin lagi, yang datangkan kepala negara itu hanya sekitar 4-5 aja.
04:29Itu Trump juga mungkin merasa ada tekanan yang dia lakukan, dan itu berhasil.
04:33Tetapi ini pesan yang sangat jelas, bahwa Iran tidak selesai, dia tidak tunduk.
04:37Bahkan kita lihat ya, yang menarik Audrey, itu tokoh-tokoh garis keras yang selama ini jarang muncul.
04:42Jarang terekspos di publik, itu ada sekarang.
04:45Ahmad Fahidi, komandan IRJC, kemudian tokoh-tokoh keamanan yang lainnya, itu muncul sekarang tiba-tiba gitu.
04:50Ini juga pesan dari Iran, bahwa konsolidasi kelompok-kelompok garis keras Iran, atau vaksin perlawanan, itu masih solid.
04:57Di bawah kepemimpinan Mustafa Khomeini, ya, Supreme Leader yang baru, untuk melakukan perlawanan kepada Amerika.
05:03Saya kira itu pesan yang sedang dibungkus oleh Iran, kepada Amerika dan kepada Donald Trump.
05:07Jelang nanti akan ada lagi perundingan yang kedua, setelah fase pemakaman ini akan selesai, Audrey.
05:12Nah, berbicara soal jelang perundingan kedua yang akan berlanjut lagi setelah semua proses pemakaman Khomeini akan selesai.
05:19Akan berlangsung kabarnya di Pakistan ya, Mas Pizarro ya.
05:22Nah, apakah semangat ini kemudian memunculkan semangat lebih besar berkobar bagi Iran yang mungkin akan menentukan strategi baru terkait dengan
05:30perundingan selanjutnya?
05:32Audrey, ini menurut saya ada 20 juta warga Iran yang turun, ini sengaja dimobilisasi oleh Iran untuk memupuk rasa percaya
05:40diri mereka untuk berhadapan dengan Amerika di meja perundingan.
05:44Ini bagian dari taktik psikologis yang sengaja dimainkan oleh Iran, hingga kemudian Trump mengatakan,
05:48wah ternyata Khomeini itu masih banyak dicintai masyarakatnya ya, kan dia juga surprise gitu.
05:53Cara dari Iran untuk memupuk rasa percaya diri agar nanti di meja perundingan mereka tidak taklut.
05:58Apalagi kan ada bocoran, Audrey, dari surat dari kelompok-kelompok RGC yang meminta faksi diplomatik itu tidak melunak di depan
06:05Donald Trump.
06:05Bahwa kami meminta dana dicairkan 100%, itu 100%, tidak juga dicairkan hanya sekitar 5 miliar dolar, 6 miliar dolar.
06:12Saya kira ini nanti ada bekal yang dibawa dari semangat 4 tanggal 4 Juli sampai 9 Juli ini untuk mempertebar
06:19rasa percaya diri berhadapan dengan Amerika Serikat.
06:21Dan bukan tidak mungkin, itu Iran akan semakin keras itu dalam perundingan negosiasi.
06:25Karena kan terbukti dengan perayaan ini.
06:27Tapi yang dipertanyakan juga, kemana mustabah kami ini?
06:32Ada anak-anak yang lain, tapi kemudian mustabah yang paling dinantikan untuk tampil ke publik, kali ini masih absen nih?
06:39Setidaknya sampai dengan hari ini, Mas.
06:41Audrey, memang faktor yang paling mendesak kenapa mustabah itu tidak muncul di dalam perayaan ini, memang itu secretary concern.
06:48Masalah keamanan.
06:49Karena kita mengetahui mustabah ini sudah ditarget oleh Israel dan Amerika untuk kemudian dieksekusi.
06:55Itu menurut saya menjadi faktor yang pertama, kenapa mustabah tidak muncul di perayaan ini.
07:00Sebenarnya mustabah sudah meminta Audrey kepada IRGC untuk setidaknya itu memimpin doa lah kepada mendiang ayahnya ketika akan dimakan.
07:07Tetapi IRGC meminta agar mustabah tidak muncul terlebih dahulu, karena ini faktor keamanan, faktor sangat riskan.
07:14Karena di legasi-legasi negara asing kan sangat banyak kader Audrey di situ.
07:18Yang kedua, ini memang sengaja taktik dari IRGC untuk tidak memunculkan mustabah.
07:21Agar apa?
07:22CIA itu tidak bisa mengendus bagaimana pola masih menerka-nerka ya.
07:27Bagaimana pola pergerakannya mustabah, bagaimana pola kepemimpinannya, bagaimana pola komunikasi.
07:32Memang jadi dia sengaja, ini bentuk pertarungan psikologis perang uras-sarab IRGC dengan sengaja menyimpan mustabah untuk tidak muncul.
07:40Agar tidak mudah dibaca oleh Mossad, tidak mudah dibaca oleh CIA pergerakan seperti apa.
07:45Jadi ini memang ada faktor-faktor strategis keamanan dan juga bagaimana politik IRGC ke depan.
07:50Makanya dari Presiden Trump pun ini masih wait and see ya yang mengatakan,
07:54oke saya akan memberikan tengah waktu satu minggu meskipun saya sebenarnya bisa menghancurkan mereka dalam satu serangan saja.
08:00Betul gitu. Sebenarnya itu yang juga kemarin kita khawatirkan ya.
08:04Ini kalau kemudian serangan dilakukan oleh Donald Trump, ini bisa mengubah papan catur diplomasi.
08:09Bukan tidak mungkin eskalasi akan menjadi perang, perang akan menjadi meningkat.
08:13Dan Israel itu kan sudah merancang sebenarnya serangan itu, Audrey, kepada delegasi ini, kepada tokoh-tokoh garis keras Iran yang
08:19sedang muncul.
08:20Tapi tampaknya ada komunikasi dari Amerika untuk menahan Israel, untuk tidak melakukan tindakan tingkat seperti itu.
08:25Karena akan mempersulit bagaimana negosiasi ke depan.
08:28Dan itu juga memang kenapa akhirnya Mustafa ini tidak muncul.
08:31Agar Trump itu juga tidak bisa membaca pola diplomasi, pola negosiasi, pola komunikasi di internet Iran.
08:36Yang itu nanti akan menjadi bekal Iran ketika berhadapan dengan Amerika Serikat.
08:40Kan kita memang tahu ya kejadian sebelumnya kan, mata-mata Mosad Syed itu kan banyak, Audrey, di Iran itu ya.
08:46Makanya kemudian ini menjadi pelajaran bagi Iran untuk tidak sengaja memuncul Mustafa.
08:50Atau bahkan menyemunyikannya sampai sekarang, tidak muncul di publik.
08:53Ini juga untuk membuat misteri, misteri dari Iran agar tidak mudah dibaca pola strategi pergerakan mereka dan perlawanan mereka ke
09:01depan.
09:01Oke, Mas Bizarro, waktu itu kan Trump pernah mengatakan bahwa Iran ini sudah terbelah ya.
09:06Ada fraksi yang pro dan juga kontra atau alias mendukung Amerika dan juga Israel begitu.
09:11Nah pertanyaannya adalah apakah dengan menyatunya warga yang berkurumun melihat, memberikan penghormatan terakhir terhadap pemimpin tertingginya Kameni,
09:20ini merupakan tindakan baru atau semangat baru, langkah-langkah balasan yang sudah disiapkan sebenarnya, langkah baru?
09:29Iya, ini menurut saya bagian dari strategi yang sengaja dimainkan oleh Iran ya.
09:34Bahkan bukan tidak mungkin, di dalam negosiasi diplomasi sekarang, ini faksi-faksi garis kerasnya Iran seperti RGC,
09:40ini akan lebih banyak mendominasi arah negosiasi ke depan, Audrey.
09:43Karena kemarin kan memang ada semacam sedikit friksi ya di internal Iran,
09:47di mana faksi garis keras menilai, ini diplomati kita terlalu lunak ini kepada Amerika Serikat.
09:52Sekarang aja misalkan Amerika Serikat tidak benar-benar mencairkan seluruh asetnya,
09:56tapi kita sudah buka setelah Hormuz, seperti itu.
09:58Nah, kemudian Amerika tidak berhasil menghentikan serangan Israel kepada Libanon,
10:03tapi kita harus usul-usul take-in MOU.
10:05Nah, saya kira ini ke depan tekanan dan juga radikalisasi dari pemerintah Iran
10:09akan semakin menguat di pertemuan di Islamabad yang akan berlangsung pada 11 Juli mendatang, Audrey.
10:14Oke, dan yang pasti adalah tadi semangat barunya ya,
10:16karena memberikan penghormatan dan warga berkerumun di sana,
10:19artinya ada semangat baru yang membakar warga Iran saat ini.
10:22Terima kasih Mas Pizarro untuk ulasannya, selamat malam.
10:25Selamat malam, Audrey, terima kasih.
Komentar

Dianjurkan