Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Dua polisi yang sempat hilang usai penggerebekan bandar sabu di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, ditemukan meninggal dunia di Sungai Katingan. Dengan demikian, total tiga anggota Polri gugur dalam operasi tersebut.

Setelah empat hari pencarian, Briptu Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumariyanto ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di aliran Sungai Katingan pada Minggu.

Sebelumnya, Aipda Yudhi Perdana juga gugur saat operasi penangkapan terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan.

Ketiga anggota polisi tersebut mendapat perlawanan ketika melakukan penggerebekan terhadap lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas bandar narkoba.

Polisi juga telah menangkap satu terduga pelaku di sebuah kapal pencari emas di Sungai Katingan.

Sementara itu, tim gabungan Polda Kalimantan Tengah bersama Polres Katingan masih terus memburu terduga pelaku lainnya yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap anggota kepolisian.

Apa yang menjadi catatan penting dari peristiwa ini? Simak pembahasannya bersama Komisioner Kompolnas, Choirul Anam.

Baca Juga Buntut Gugurnya 3 Polisi Saat Gerebek Narkoba di Katingan, 1 Terduga Pelaku Ditangkap | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/678905/buntut-gugurnya-3-polisi-saat-gerebek-narkoba-di-katingan-1-terduga-pelaku-ditangkap-sapa-malam

#polisigugur #bandarnarkoba #katingan #kompolnas

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/678940/full-kompolnas-ungkap-temuannya-terkait-3-polisi-gugur-di-katingan-saat-perangi-narkoba
Transkrip
00:00Saudara, dua polisi yang sempat hilang usai penggerebekan bandar sabu
00:04ditemukan meninggal di Sungai Katingan, Kalimantan Tengah.
00:07Total ada tiga polisi yang gugur dalam bertugas.
00:13Setelah empat hari pencarian,
00:16dua polisi yang dilaporkan hilang usai menggerebek bandar sabu
00:20ditemukan meninggal dunia.
00:22Diktuno Pandri Ramadana serta Aibtu Sumaryanto
00:26ditemukan dalam kondisi tak bernyawa
00:29di aliran Sungai Katingan, Kalimantan Tengah pada minggu.
00:33Pada hari minggu 5 Juli 2026,
00:37pukul jam 9.45 waktu Indonesia Barat,
00:40Tim Sar Gabungan berhasil menemukan korban terakhir
00:43atas nama Sumaryanto dalam kondisi meninggal dunia
00:47sejauh 8 km ke arah hilir dari lokasi kejadian.
00:51Selanjutnya korban dievakuasi menuju rumah sakit Bayangkara,
00:55pelangkah raya untuk penanganan lebih lanjut.
00:57Dengan ditemukannya seluruh korban,
01:00yaitu Sumaryanto dan Nopandri dalam kondisi meninggal dunia,
01:06maka pada pukul 10.30 waktu Indonesia Barat,
01:09dilaksanakan debriping dan operasi SAR dinyatakan selesai.
01:14Sebelumnya, Aib Dayudi Perdana juga gugur dalam operasi penangkapan
01:19terduga bandar sabu di Katingan, Kalimantan Tegah.
01:22Ketiganya mendapat perlawanan saat mengerabek bandar narkoba
01:26di desa Tumbang, Kalemi.
01:28Polisi menangkap satu terduga pelaku di dalam kapal pencari emas di Sungai Katingan.
01:34Ini banyak Pak ya terduga pelaku lagi lainnya Pak?
01:37Ya, saya tadi dapat informasi dari tim yang saya tugaskan
01:42untuk pengungkapan perkara ini.
01:45Dan informasinya ada mengamankan satu orang di duga pelaku.
01:49Namun demikian, saat ini masih dalam pendalaman tim penyidik.
01:54Tim gabungan Polda, Kalimantan Tengah bersama Polres Katingan
01:58masih memburu terduga pelaku lainnya.
02:01Tim Liputan, Kompas TV
02:08Saudara tiga polisi gugur dalam tugas saat memerangi narkoba.
02:12Apa yang paling jadi catatan dalam peristiwa ini?
02:15Sudah bergabung bersama kami melalui sambungan daring.
02:18Ada Komisioner Kompolnas, Hoirul Anam.
02:20Selamat malam.
02:21Pak Anam, apa kabar?
02:23Selamat malam, Pak Kabar. Sehat selalu.
02:26Sehat selalu. Semoga untuk Anda dan juga keluarga.
02:28Pak Anam, sebelumnya kami, redaksi Kompas TV,
02:30turut berduka atas gugurnya tiga polisi
02:32dan memberikan apresiasi tentunya
02:34untuk anggota Polri yang berupaya
02:36dalam melakukan pemberantasan narkoba.
02:38Tapi kalau berbicara tentang kasus ini,
02:41sejauh ini sebenarnya apa temuan awal Kompolnas
02:44soal peristiwa penggebekan ini
02:45hingga akhirnya tiga polisi gugur?
02:48Ya, yang pertama-tama kami sekali lagi
02:50mengucapkan bela sungkawa yang mendalam
02:52kepada tiga keluarga anggota kepolisian.
02:55Dan tadi kami baru sampai Palangkaraya,
03:00ini saya sekarang lagi di pangkalan,
03:02di Palangkaraya,
03:04besok mau geser ke Katingan dan ke TKP
03:08untuk memastikan apa sebenarnya yang terjadi.
03:11Yang pertama yang paling penting begini,
03:13ada dua hal.
03:14Yang pertama adalah memastikan sebenarnya anggota ini
03:18meninggalnya di mana.
03:20Ini biar nggak simpang siur.
03:22Karena ada yang bilang,
03:24ya apa, nyebur di sungai.
03:26Ada yang memang bilang kematiannya,
03:29penyebab kematiannya sebelum di sungai itu sudah meninggal.
03:32Nah, kalau yang kedua sebelum nyebur ke sungai itu sudah meninggal,
03:37ini memang satu tindakan yang bisa jadi.
03:42Mereka ditangkap dulu, disekap dulu,
03:43dianiaya dulu, makanya ada luka-luka dan sebagainya,
03:46meninggal baru dibuang.
03:48Nah, kalau itu yang terjadi,
03:50ya ini serius sekali.
03:51Artinya perlawanan terhadap penegakan hukum,
03:54khususnya narkotika,
03:56benar-benar terjadi di sini.
03:59Nah, itu kami ingin memastikan.
04:01Apa konsekuensi dari ini?
04:02Ya, kalau yang kedua ya,
04:05yang disekap dulu dan sebagainya,
04:07terus setelah meninggal dibuang ke sungai,
04:09ya kami minta siapapun pelakunya,
04:11ya harus dihukum seberat-beratnya.
04:13Dia tidak hanya membunuh orang,
04:15tapi melawan negara,
04:17melawan pemberantasan narkoba.
04:19Ya, dan hasil dari pemetaan itu bagaimana, Pak?
04:24Ya, informasi awal sudah kami dapat,
04:26mulai terkait potensi penyebab kematian,
04:31siapa saja pelakunya,
04:32bagaimana distribusi narkoba di sana,
04:35terus bagaimana tim ini bergerak.
04:36Tapi belum bisa kita sampaikan di publik,
04:40karena besok mau kita cek langsung di lapangan.
04:43Tapi yang paling penting,
04:44yang kedua, saya balik lagi,
04:46kenapa kami datang ke sini,
04:47ke Palangkaraya,
04:49nanti ke Katingan.
04:50Salah satu yang paling penting adalah
04:52memberikan dukungan bahwa
04:54pemberantasan narkoba itu memang harus dilakukan secara maksimal.
04:58Dan siapapun yang menghalang-halangi
05:00pemberantasan narkoba,
05:01ya harus ditindak secara tegas.
05:03Itu yang paling penting.
05:05Lah, oleh karenanya kami datang ke sini juga mengecek,
05:08di samping memang pengungkapan siapapun
05:11yang melakukan kejahatan terhadap anggota kepolisian,
05:14juga memastikan bahwa
05:15pemberantasan narkoba di wilayah itu
05:18harus tuntas.
05:19Ya, nggak boleh berhenti.
05:21Karena,
05:23ya,
05:23kita belum tahu pasti,
05:25tapi informasi yang banyak masuk ke kami,
05:27wilayah tersebut salah satu
05:29wilayah kantong narkoba.
05:32Ya,
05:35pemakaiannya banyak,
05:36pasti juga distribusinya juga banyak.
05:38Nah, ini juga menarik Pak Anam.
05:40Kalau misalnya Anda,
05:41ataupun juga polisi,
05:43sudah bisa memetakan bahwa
05:44dalam operasi pengrebekan ini
05:46terhadap jaringan narkoba,
05:47ini diduga punya kemampuan melawan aparat.
05:50Sebenarnya,
05:51apa standar ideal dalam pengamanan personel?
05:54Apakah ini perlu ada tambahan,
05:57terutama dalam personelnya sendiri,
05:59pengamanannya Pak?
06:01Saya kira,
06:02standar sudah ada ya,
06:05baju rompi,
06:06bawah senjata dan sebagainya.
06:08Tapi kan memang di banyak konteks,
06:10ya tergantung pelakunya,
06:13tergantung wilayahnya.
06:14Kalau wilayah,
06:15apa,
06:16perdalaman begini memang cukup menyulitkan.
06:19Beda dengan kalau di Jakarta,
06:20ada dulu ada kampung narkoba,
06:22ya itu kan perkampungan.
06:24Itu lebih,
06:24apa ya,
06:25lebih,
06:27lebih mudah,
06:28kalau dibandingkan dengan wilayah yang
06:30agak terpencil begini.
06:32Karena salah satu yang juga jadi kendala,
06:33level koordinasi.
06:35Karena sinyal juga,
06:36naik turun.
06:37Nah, gitu-gitu,
06:37besok kami cek,
06:39dan kami beri dukungan
06:40kepada anggota kepolisian,
06:42Polda Kalimantan Tengah,
06:43khususnya Pores Katingan,
06:46untuk terus-menerus harus melawan
06:48narkoba ini.
06:50Karena memang narkoba ini
06:51menjadi program utama,
06:53Pak Presiden dan Pak Kapolri.
06:55Apakah perlu dukungan,
06:56apakah perlu dukungan personel yang lebih besar
06:59atau satuan khusus, Pak?
07:00Artinya SOP-nya,
07:01yang harusnya standar,
07:02ini harus ditingkatkan
07:04dengan lingkungan yang memang seperti itu?
07:10Sebenarnya sudah ada aturan khusus ya,
07:13ketika ada operasi-operasi khusus ini.
07:15Makanya besok kami akan cek,
07:17bagaimana aturan khusus ini
07:18mendapatkan daya dukung yang maksimal.
07:21Tapi sekali lagi,
07:22memang masing-masing daerah,
07:25masing-masing kontek,
07:26memiliki dinamikanya masing-masing.
07:28Namun, yang paling penting sebenarnya,
07:31dalam kontek melawan narkoba,
07:32adalah keterlibatan masyarakat.
07:34Nah, kami juga akan cek,
07:35bagaimana partisipasi masyarakat
07:37dalam melawan narkoba ini.
07:39Ya, apalagi kan di Katingan ini,
07:42ya di wilayah yang TKP tersebut,
07:44itu informasi yang kami dapat,
07:48walaupun belum kami klarifikasi,
07:50nanti kami klarifikasi,
07:51ya memang kayak kampung narkoba begitu.
07:54Nah, oleh karenanya,
07:55kalau itu sudah terkenal kayak begitu,
07:57artinya distribusinya memang banyak.
08:00Nah, ya,
08:02bosnya juga ada lah.
08:04Ini harus ditarik sampai level siapa yang paling menjadi bos
08:09dalam jejaring narkoba di sana.
08:11Dan ini,
08:13kami akan pastikan besok,
08:15sama Pak Kapolda,
08:17ya,
08:17untuk memastikan gerakan melawan narkoba ini,
08:20nggak boleh berhenti,
08:21gitu.
08:22Saya kira,
08:23dengan pengalaman 2,
08:25eh, 3 personil yang gugur ini,
08:26harus menjadi pembelajaran kita semua.
08:28Karena kejadian kayak gini,
08:29nggak hanya sekali ini saja.
08:31Nah, itu harus ditingkatkan kemampuan
08:34res narkobanya.
08:36Termasuk daya dukung,
08:37kalau perlu ya,
08:38sama teman-teman BRIMOB,
08:40atau sama teman-teman Densus,
08:41misalnya,
08:41dalam operasi-operasi khusus.
08:43Sehingga memang gelar operasinya bisa maksimal.
08:46Dan bisa nangkep gembongnya.
08:48Ya,
08:49Pak Anam,
08:49saya sepakat dengan analisa Anda.
08:52Tapi kalau belajar dari tragedi ini,
08:53apa kemudian yang jadi rekomendasi kompolnas?
08:57Ya,
08:58yang pertama-tama memang,
09:01setiap operasi harus dilapisi dengan informasi yang sangat akurat.
09:06Terus harus dilakukan dengan proteksi terhadap anggota.
09:11Oleh karenanya,
09:12proteksi adalah dua.
09:14Yang pertama adalah proteksi tubuh,
09:16diri sendiri gitu,
09:18dengan berbagai perlengkapan.
09:20Dan yang paling penting adalah,
09:22baca situasinya.
09:24Karena kalau mapping situasinya,
09:26mapping wilayahnya nggak akurat ya,
09:29perlindungan terhadap anggota juga kurang maksimal.
09:33Nah, ini yang juga akan menjadi perhatian kita,
09:35agar ini tidak berulang kembali.
09:37Karena kita semua pasti setuju,
09:40mendukung rekan-rekan kepolisian,
09:43mendukung Kapolri untuk program utama ini,
09:47pemberantasan narkoba ini bisa maksimal.
09:49Ya,
09:50perlindungan terhadap anggota juga penting,
09:52termasuk nanti kita akan juga mengawal,
09:54bagaimana langkah pengawasan setelah insiden ini.
09:56Terima kasih.
09:57Sudah berbagi informasi bersama kami di Kompas Malam Kompas TV,
10:00Komisioner Kompolnas,
10:02Pak Hoi Rul Anam.
10:03Salam sehat selalu, Pak.
10:03Terima kasih.
10:05Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan