00:00Saudara, dua polisi yang sempat hilang usai penggerebekan bandar sabu
00:04ditemukan meninggal di Sungai Katingan, Kalimantan Tengah.
00:07Total ada tiga polisi yang gugur dalam bertugas.
00:13Setelah empat hari pencarian,
00:16dua polisi yang dilaporkan hilang usai menggerebek bandar sabu
00:20ditemukan meninggal dunia.
00:22Diktuno Pandri Ramadana serta Aibtu Sumaryanto
00:26ditemukan dalam kondisi tak bernyawa
00:29di aliran Sungai Katingan, Kalimantan Tengah pada minggu.
00:33Pada hari minggu 5 Juli 2026,
00:37pukul jam 9.45 waktu Indonesia Barat,
00:40Tim Sar Gabungan berhasil menemukan korban terakhir
00:43atas nama Sumaryanto dalam kondisi meninggal dunia
00:47sejauh 8 km ke arah hilir dari lokasi kejadian.
00:51Selanjutnya korban dievakuasi menuju rumah sakit Bayangkara,
00:55pelangkah raya untuk penanganan lebih lanjut.
00:57Dengan ditemukannya seluruh korban,
01:00yaitu Sumaryanto dan Nopandri dalam kondisi meninggal dunia,
01:06maka pada pukul 10.30 waktu Indonesia Barat,
01:09dilaksanakan debriping dan operasi SAR dinyatakan selesai.
01:14Sebelumnya, Aib Dayudi Perdana juga gugur dalam operasi penangkapan
01:19terduga bandar sabu di Katingan, Kalimantan Tegah.
01:22Ketiganya mendapat perlawanan saat mengerabek bandar narkoba
01:26di desa Tumbang, Kalemi.
01:28Polisi menangkap satu terduga pelaku di dalam kapal pencari emas di Sungai Katingan.
01:34Ini banyak Pak ya terduga pelaku lagi lainnya Pak?
01:37Ya, saya tadi dapat informasi dari tim yang saya tugaskan
01:42untuk pengungkapan perkara ini.
01:45Dan informasinya ada mengamankan satu orang di duga pelaku.
01:49Namun demikian, saat ini masih dalam pendalaman tim penyidik.
01:54Tim gabungan Polda, Kalimantan Tengah bersama Polres Katingan
01:58masih memburu terduga pelaku lainnya.
02:01Tim Liputan, Kompas TV
02:08Saudara tiga polisi gugur dalam tugas saat memerangi narkoba.
02:12Apa yang paling jadi catatan dalam peristiwa ini?
02:15Sudah bergabung bersama kami melalui sambungan daring.
02:18Ada Komisioner Kompolnas, Hoirul Anam.
02:20Selamat malam.
02:21Pak Anam, apa kabar?
02:23Selamat malam, Pak Kabar. Sehat selalu.
02:26Sehat selalu. Semoga untuk Anda dan juga keluarga.
02:28Pak Anam, sebelumnya kami, redaksi Kompas TV,
02:30turut berduka atas gugurnya tiga polisi
02:32dan memberikan apresiasi tentunya
02:34untuk anggota Polri yang berupaya
02:36dalam melakukan pemberantasan narkoba.
02:38Tapi kalau berbicara tentang kasus ini,
02:41sejauh ini sebenarnya apa temuan awal Kompolnas
02:44soal peristiwa penggebekan ini
02:45hingga akhirnya tiga polisi gugur?
02:48Ya, yang pertama-tama kami sekali lagi
02:50mengucapkan bela sungkawa yang mendalam
02:52kepada tiga keluarga anggota kepolisian.
02:55Dan tadi kami baru sampai Palangkaraya,
03:00ini saya sekarang lagi di pangkalan,
03:02di Palangkaraya,
03:04besok mau geser ke Katingan dan ke TKP
03:08untuk memastikan apa sebenarnya yang terjadi.
03:11Yang pertama yang paling penting begini,
03:13ada dua hal.
03:14Yang pertama adalah memastikan sebenarnya anggota ini
03:18meninggalnya di mana.
03:20Ini biar nggak simpang siur.
03:22Karena ada yang bilang,
03:24ya apa, nyebur di sungai.
03:26Ada yang memang bilang kematiannya,
03:29penyebab kematiannya sebelum di sungai itu sudah meninggal.
03:32Nah, kalau yang kedua sebelum nyebur ke sungai itu sudah meninggal,
03:37ini memang satu tindakan yang bisa jadi.
03:42Mereka ditangkap dulu, disekap dulu,
03:43dianiaya dulu, makanya ada luka-luka dan sebagainya,
03:46meninggal baru dibuang.
03:48Nah, kalau itu yang terjadi,
03:50ya ini serius sekali.
03:51Artinya perlawanan terhadap penegakan hukum,
03:54khususnya narkotika,
03:56benar-benar terjadi di sini.
03:59Nah, itu kami ingin memastikan.
04:01Apa konsekuensi dari ini?
04:02Ya, kalau yang kedua ya,
04:05yang disekap dulu dan sebagainya,
04:07terus setelah meninggal dibuang ke sungai,
04:09ya kami minta siapapun pelakunya,
04:11ya harus dihukum seberat-beratnya.
04:13Dia tidak hanya membunuh orang,
04:15tapi melawan negara,
04:17melawan pemberantasan narkoba.
04:19Ya, dan hasil dari pemetaan itu bagaimana, Pak?
04:24Ya, informasi awal sudah kami dapat,
04:26mulai terkait potensi penyebab kematian,
04:31siapa saja pelakunya,
04:32bagaimana distribusi narkoba di sana,
04:35terus bagaimana tim ini bergerak.
04:36Tapi belum bisa kita sampaikan di publik,
04:40karena besok mau kita cek langsung di lapangan.
04:43Tapi yang paling penting,
04:44yang kedua, saya balik lagi,
04:46kenapa kami datang ke sini,
04:47ke Palangkaraya,
04:49nanti ke Katingan.
04:50Salah satu yang paling penting adalah
04:52memberikan dukungan bahwa
04:54pemberantasan narkoba itu memang harus dilakukan secara maksimal.
04:58Dan siapapun yang menghalang-halangi
05:00pemberantasan narkoba,
05:01ya harus ditindak secara tegas.
05:03Itu yang paling penting.
05:05Lah, oleh karenanya kami datang ke sini juga mengecek,
05:08di samping memang pengungkapan siapapun
05:11yang melakukan kejahatan terhadap anggota kepolisian,
05:14juga memastikan bahwa
05:15pemberantasan narkoba di wilayah itu
05:18harus tuntas.
05:19Ya, nggak boleh berhenti.
05:21Karena,
05:23ya,
05:23kita belum tahu pasti,
05:25tapi informasi yang banyak masuk ke kami,
05:27wilayah tersebut salah satu
05:29wilayah kantong narkoba.
05:32Ya,
05:35pemakaiannya banyak,
05:36pasti juga distribusinya juga banyak.
05:38Nah, ini juga menarik Pak Anam.
05:40Kalau misalnya Anda,
05:41ataupun juga polisi,
05:43sudah bisa memetakan bahwa
05:44dalam operasi pengrebekan ini
05:46terhadap jaringan narkoba,
05:47ini diduga punya kemampuan melawan aparat.
05:50Sebenarnya,
05:51apa standar ideal dalam pengamanan personel?
05:54Apakah ini perlu ada tambahan,
05:57terutama dalam personelnya sendiri,
05:59pengamanannya Pak?
06:01Saya kira,
06:02standar sudah ada ya,
06:05baju rompi,
06:06bawah senjata dan sebagainya.
06:08Tapi kan memang di banyak konteks,
06:10ya tergantung pelakunya,
06:13tergantung wilayahnya.
06:14Kalau wilayah,
06:15apa,
06:16perdalaman begini memang cukup menyulitkan.
06:19Beda dengan kalau di Jakarta,
06:20ada dulu ada kampung narkoba,
06:22ya itu kan perkampungan.
06:24Itu lebih,
06:24apa ya,
06:25lebih,
06:27lebih mudah,
06:28kalau dibandingkan dengan wilayah yang
06:30agak terpencil begini.
06:32Karena salah satu yang juga jadi kendala,
06:33level koordinasi.
06:35Karena sinyal juga,
06:36naik turun.
06:37Nah, gitu-gitu,
06:37besok kami cek,
06:39dan kami beri dukungan
06:40kepada anggota kepolisian,
06:42Polda Kalimantan Tengah,
06:43khususnya Pores Katingan,
06:46untuk terus-menerus harus melawan
06:48narkoba ini.
06:50Karena memang narkoba ini
06:51menjadi program utama,
06:53Pak Presiden dan Pak Kapolri.
06:55Apakah perlu dukungan,
06:56apakah perlu dukungan personel yang lebih besar
06:59atau satuan khusus, Pak?
07:00Artinya SOP-nya,
07:01yang harusnya standar,
07:02ini harus ditingkatkan
07:04dengan lingkungan yang memang seperti itu?
07:10Sebenarnya sudah ada aturan khusus ya,
07:13ketika ada operasi-operasi khusus ini.
07:15Makanya besok kami akan cek,
07:17bagaimana aturan khusus ini
07:18mendapatkan daya dukung yang maksimal.
07:21Tapi sekali lagi,
07:22memang masing-masing daerah,
07:25masing-masing kontek,
07:26memiliki dinamikanya masing-masing.
07:28Namun, yang paling penting sebenarnya,
07:31dalam kontek melawan narkoba,
07:32adalah keterlibatan masyarakat.
07:34Nah, kami juga akan cek,
07:35bagaimana partisipasi masyarakat
07:37dalam melawan narkoba ini.
07:39Ya, apalagi kan di Katingan ini,
07:42ya di wilayah yang TKP tersebut,
07:44itu informasi yang kami dapat,
07:48walaupun belum kami klarifikasi,
07:50nanti kami klarifikasi,
07:51ya memang kayak kampung narkoba begitu.
07:54Nah, oleh karenanya,
07:55kalau itu sudah terkenal kayak begitu,
07:57artinya distribusinya memang banyak.
08:00Nah, ya,
08:02bosnya juga ada lah.
08:04Ini harus ditarik sampai level siapa yang paling menjadi bos
08:09dalam jejaring narkoba di sana.
08:11Dan ini,
08:13kami akan pastikan besok,
08:15sama Pak Kapolda,
08:17ya,
08:17untuk memastikan gerakan melawan narkoba ini,
08:20nggak boleh berhenti,
08:21gitu.
08:22Saya kira,
08:23dengan pengalaman 2,
08:25eh, 3 personil yang gugur ini,
08:26harus menjadi pembelajaran kita semua.
08:28Karena kejadian kayak gini,
08:29nggak hanya sekali ini saja.
08:31Nah, itu harus ditingkatkan kemampuan
08:34res narkobanya.
08:36Termasuk daya dukung,
08:37kalau perlu ya,
08:38sama teman-teman BRIMOB,
08:40atau sama teman-teman Densus,
08:41misalnya,
08:41dalam operasi-operasi khusus.
08:43Sehingga memang gelar operasinya bisa maksimal.
08:46Dan bisa nangkep gembongnya.
08:48Ya,
08:49Pak Anam,
08:49saya sepakat dengan analisa Anda.
08:52Tapi kalau belajar dari tragedi ini,
08:53apa kemudian yang jadi rekomendasi kompolnas?
08:57Ya,
08:58yang pertama-tama memang,
09:01setiap operasi harus dilapisi dengan informasi yang sangat akurat.
09:06Terus harus dilakukan dengan proteksi terhadap anggota.
09:11Oleh karenanya,
09:12proteksi adalah dua.
09:14Yang pertama adalah proteksi tubuh,
09:16diri sendiri gitu,
09:18dengan berbagai perlengkapan.
09:20Dan yang paling penting adalah,
09:22baca situasinya.
09:24Karena kalau mapping situasinya,
09:26mapping wilayahnya nggak akurat ya,
09:29perlindungan terhadap anggota juga kurang maksimal.
09:33Nah, ini yang juga akan menjadi perhatian kita,
09:35agar ini tidak berulang kembali.
09:37Karena kita semua pasti setuju,
09:40mendukung rekan-rekan kepolisian,
09:43mendukung Kapolri untuk program utama ini,
09:47pemberantasan narkoba ini bisa maksimal.
09:49Ya,
09:50perlindungan terhadap anggota juga penting,
09:52termasuk nanti kita akan juga mengawal,
09:54bagaimana langkah pengawasan setelah insiden ini.
09:56Terima kasih.
09:57Sudah berbagi informasi bersama kami di Kompas Malam Kompas TV,
10:00Komisioner Kompolnas,
10:02Pak Hoi Rul Anam.
10:03Salam sehat selalu, Pak.
10:03Terima kasih.
10:05Terima kasih.
Komentar