00:03Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim telah menghancurkan Iran saat berpidato di gunung Rushmore Sabtu waktu setempat.
00:11Dalam peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat tersebut, Trump bilang,
00:16karena kami baik, kami beri Iran libur satu minggu, ujarnya.
00:21Merujuk pada rangkaian pemakaman Ali Khamenei yang tengah berlangsung.
00:24Trump mengisyaratkan negosiasi pembicaraan damai dengan Teheran akan berlanjut usai masa berkabung.
00:31Sementara para pejabat Iran terus memperingatkan AS untuk tidak melanjutkan serangan.
00:57Selama 250 tahun, seluruh dunia tersebut melihat negosiasi kita dan diinspirasi oleh perjalanan progres,
01:04keuntungan kemampuan, kemampuan, kemampuan, kemampuan, yang hanya bisa berlaku di sini.
01:14Pakistan akan menjadi tuan rumah negosiasi selanjutnya antara Amerika Serikat dan Iran pada 11 Juli.
01:20Mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, laporan media Al-Arabia mengatakan bahwa putaran selanjutnya akan fokus pada sanksi AS terhadap
01:28Iran.
01:29Aset Iran yang dibekukan dan soal nuklir Iran akan memutuskan delegasinya setelah pemakaman mendiang pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
01:48Dan saudara kita bahas kelanjutan perundingan damai antara Iran dan Amerika Serikat
01:53serta kemungkinan ada serangan di tengah prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei
01:57bersama pengamat Militer Center for Intermastic and Diplomatic Engagement Site, Anton Ali Abbas.
02:04Selamat malam, Mas Anton.
02:05Selamat malam, Mas Radi.
02:07Mas Anton, menarik saat ini jika melihat statement Trump yang klaim memberi waktu libur satu minggu katanya untuk pemakaman.
02:14Apakah ini hanya merujuk pada kelanjutan perundingan atau eskalasi yang sedang disiapkan Amerika Serikat?
02:19Jangan-jangan.
02:20Ya, Trump sendiri kan menyebutkan.
02:22Sebenarnya dia berencana juga ingin mengebom.
02:26Ini lagi ada pemakaman.
02:27Tapi dia bilang nanti kalau dibom nanti mau negosiasi sama siapa.
02:29Itu satu.
02:31Kedua, dia juga bilang bahwa ini Iran sudah sebagian besar menyetujui isi MOU yang sedang dibahas.
02:39Tapi kan problemnya, walaupun kemudian bahkan ketika Wapres, Wapres Jadifanis itu bahkan bilang terkait Selat Hormuz itu gak akan pernah
02:47ada penghutan jasa maritim.
02:49Dan itu kan sebenarnya bertentangan dengan ARGC yang secara tegas menegaskan bahwa inilah kedaulatan mereka dan mereka akan melakukan penghutan.
02:56Jadi bagi saya memang kemudian akan menjadi pelik dinamika ke depan.
03:01Dinamika ke depan ini kayak apa?
03:02Karena satu, saya juga dapat kabar bahwa tanggalnya sebenarnya belum pasti.
03:06Apakah itu nanti akan di Doha ataupun juga di Islamabad.
03:09Itu satu.
03:09Kedua, misalnya saya dapat kabar juga bahwa nanti tim negosiasi dari Iran kemungkinan akan ada perubahan.
03:15Jadi kalau memang ini benar akan ada perubahan, akan bisa jadi pendekatannya nanti akan berbeda.
03:21Karena kan memang selama ini kan seakan-akan seperti ada persaingan antara kelompok politik dengan kelompok militer.
03:28Apalagi kan tadi disebutkan bahwa Mujtaba ini gak pernah muncul nih.
03:31Jangan-jangan ini mempergudukan satu, dia sedang terluka.
03:34Kedua, jangan-jangan Mujtaba ini hanya simbol politik.
03:39Sementara kendali sepenuhnya itu berada di ARGC.
03:42Dan ini kan menjadi menarik bagaimana di internal Iran sendiri akan ada persaingan.
03:46Itulah kenapa kemudian pasca dari selesai pertaman ini, ini akan menjadi penting.
03:51Nanti akan arahnya seperti apa.
03:53Apalagi kan mereka juga sudah menyebutkan, Dewan Keamanan Tertinggi Iran itu menyebutkan gak boleh ada pemberitaan.
03:59Iran terkait progres.
04:02Progres perundingan.
04:03Jadi mereka minta ini tidak diprioritaskan.
04:04Selain juga ada dugaan ini, jangan-jangan ini untuk menghindari framing bahwa posisinya, sebenarnya posisi yang lagi Iran bernegosiasi ini
04:12lagi lemah.
04:13Ini yang mereka kemudian lagi coba dihindari dan di-manage.
04:16Apalagi mereka memang memanfaatkan, Mas Radi, proses pemakaman ini seakan-akan jadi teater politik.
04:23Jadi bagaimana kemudian mereka mengundang siapa Modi dari India yang gak mau hadir diundang oposisinya.
04:29Jadi mereka yang menunjukkan siapa yang ada di barisan mereka.
04:32Jadi memang Iran kali ini memang mencoba untuk menunjukkan power dan juga melakukan konsolidasi internal.
04:38Bagaimana next stepnya, Mas Radi?
04:40Ya kalau bicara konsolidasi internal, saya juga akan menanyakan konsolidasi tidak hanya di pemerintahan, tapi juga dengan masyarakatnya, dengan warganya.
04:47Kalau kemarin sebelum perang ini berkecamuk begitu ya, Iran dikatakan pemerintahannya dan juga rakyatnya tidak solid begitu ya.
04:54Tapi pada saat prosesi pemakaman Ayatollah Halihameni, terlihat banyak sekali rakyat Iran yang juga ingin melihat prosesi pemakaman dan memberikan
05:02penghormatan terakhir bagi Ayatollah Halihameni.
05:04Nah kalau menurut Anda, dengan adanya intervensi dan ancaman eskalasi Amerika Serikat dan juga Israel, apakah sekarang posisi pemerintahan Iran
05:13dan warganya sendiri sudah solid untuk menghadapi itu?
05:16Sebenarnya ini adalah dua hal yang berbeda, Mas Radi.
05:20Yang satu adalah kenapa kemudian masyarakat itu berkumpul, itu kan karena kedukaan yang mendalam kecintaan terhadap pimpin yang tertinggi.
05:29Sementara ketika kita bicara tentang bagaimana proses perundingan adalah hal yang lain.
05:34Apakah misalnya proses perundingan ini akan maju atau tidak, saya sih melihatnya ini gencatan senjata memangnya akan rapuh.
05:39Kenapa? Akan tergantung apakah insentif ekonomi bagi kedua belah pihak ini akan tetap berjalan atau enggak.
05:44Karena apa insentif ekonomi bagi Amerika Serikat kan?
05:48Yang penting adalah transportasi lancar sehingga harga minyak di lokal Amerika Serikat bisa terkontrol.
05:55Tapi sementara bagi Iran kan yang penting adalah ada yang dicicil, tadi unfrozen asset atau kompensasi dan lain-lain.
06:02Atau juga mereka lagi dibebaskan untuk jual minyak.
06:04Sepanjang itu masih tetap berjalan, mungkin progres perundingannya itu bisa jalan pelan-pelan.
06:10Walaupun saya juga enggak yakin ini memang kemudian tanggal 17 Agustus ini akan kelar.
06:15Kenapa?
06:16Karena kan poin ke-14 itu kan bilang bahwa ini harus diadopsi di daun keamanan PBB.
06:20Ini jangan-jangan yang 1 sampai 13 aja masih panjang, ngomong hormus dan nukle dan lain-lain masih panjang.
06:25Ditambah lagi politik di multilateral dalam hal ini daun keamanan PBB.
06:29Jadi soal yang lain, jangan-jangan potensi perpanjangan itu adalah kemudian menjadi terbuka Mas Radi.
06:35Jadi kalau saya melihatnya, tadi pertanyaan Anda tadi itu memang ada dua hal yang terpisah.
06:39Dua hal yang berbeda ya?
06:39Ada satu kecil.
06:40Betul Mas Radi.
06:42Oke.
06:42Ya, tapi bicara Amerika Serikat saat ini, kalau Anda melihatnya ada yang sedang disiapkan enggak di tengah pemakaman
06:51atau di tengah rangkaian upacara pemakaman Ayatullah A.S. ini?
06:53Ya, saya mendapat kabar misalnya ada penebalan di pasukan marinir.
07:00Pasukan marinir Amerika Serikat itu disebutkan ditambah ke kawasan Timur Tengah.
07:04Apakah ini kemudian sinyal mereka untuk melakukan operasi daun dan lain-lain, kita juga belum tahu.
07:09Tapi saya mendapat kabar ada tambahan.
07:11Jadi kalau ada tambahan ya, memang ternyata dimensi tekanan militer itu tetap dilakukan.
07:17Dan itu dilakukan oleh kedua belah pihak.
07:19Bagaimana misalnya ketika Israel disebutkan akan melakukan pembunuhan,
07:24kan Iran langsung bilang dia akan melakukan pembalasan gitu.
07:27Yang tanpa ampun kepada Israel gitu.
07:29Jadi masing-masing pihak ini memang mencoba untuk memelihara gitu.
07:34Memelihara dan tetap menggunakan tekanan militer.
07:37Walaupun ini masih sifatnya adalah bluffing ya.
07:39Masih mereka akan melakukan gitu dan lain-lain.
07:41Tapi sejauh pemahaman saya itu ada pergeseran pasukan, ada penambahan pasukan marinir Amerika Serikat ke kawasan Timur Tengah.
07:50Jadi bagi saya memang sinyal itu akan tetap berlanjut, memang tetap ada.
07:53Dan saya juga masih agak yakin bahwa klas-klas kecil seperti yang terjadi di Lebanon misalnya, itu akan tetap timbul.
08:01Kenapa?
08:02Karena faktor Israel kan memang tetap dikesampingkan gitu.
08:04Dia tidak ikut.
08:06Ini kan menjadi, ya misalnya yang tidak ikut, emang kenapa harus patuh gitu.
08:09Ini kan yang menjadi menarik, walaupun kita juga harus menunggu.
08:12Minggu depan ini akan ada rencana pertemuan antara Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dengan Trump gitu ya, di Washington DC.
08:19Nah ini kan juga akan kita tunggu gitu, bagaimana nanti bunyi hasil dari pertemuan itu.
08:26Meskipun belakangan ini juga Trump cukup keras ke Bibi ya, ke Benjamin Netanyahu pernyataan-pernyataannya.
08:32Tapi kalau melihat tadi, kemungkinan adanya serangan di tengah masa berkabung Iran saat ini prosesi pemakaman Ayatullah Ali Khomeini.
08:42Artinya kemungkinan itu bisa saja terjadi di tengah rangkaian pemakaman Hemen ini.
08:46Ada serangan seperti di perairan, seperti di serangan Amerika Serikat ke Iran Selatan sebelumnya di dekat Selat Hormuz pada dua
08:54pekan lalu.
08:55Ini masih mungkin terjadi ya?
08:56Mungkin, kalau misalnya kelas-kelas kecil yang sifatnya terbatas dan damage-nya bisa dikontrol, ini memungkinkan.
09:02Terutama bagi saya sih terjadi di kawasan Lebanon Selatan, karena Israel kan tetap bersih keras gitu.
09:07Kalau misalnya cerita bagaimana, apakah mereka akan diserang di wilayah apa namanya, di Hormuz yang dibagi di pangkalan-pangkalan Iran,
09:14tentu saja ini tergantung kan, apakah Amerika ingin memulai duluan atau ini sebagai aksi balasan gitu.
09:19Ini memang Amerika cukup berhitung untuk keberlangsungan dari negosiasi ini, Mas Radi.
09:27Dalam konteks upaya damai, kita masih bincangkan upaya damai karena juga Amerika Serikat sebenarnya sudah memberikan pernyataannya
09:35dan juga sudah lugas di Perancis beberapa waktu yang lalu.
09:40Pembicaraan kan akan lebih lanjut nanti dilakukan di Pakistan kembali.
09:43Nah, kira-kira arah kelanjutan perundingan setelah pemakaman yang akan diantisipasi oleh Iran apa kira-kira?
09:49Ya, bagi Iran sih bagaimana dia ingin memastikan bahwa insentif ekonomi itu tetap terjaga selama proses negosiasi.
09:57Itu yang dikunci sama Iran.
09:59Jadi mereka tetap tidak dilarang untuk menjual minyak, lalu misalnya ada progres pencairan aset.
10:05Ini kan juga lobby-nya termasuk ke negara-negara teluk yang mereka punya aset yang menyimpan ya, menyimpan asetnya Iran
10:12gitu.
10:12Jadi bagi saya Iran akan mencoba untuk memastikan bahwa Amerika comply dengan ini.
10:18Sementara proses-proses yang memang pelik, ngomong tentang nuklir, misalnya ngomong tentang hormus, itu mungkin yang agak belakang gitu ya.
10:24Saya menurutkannya itu agak belakang karena itu yang tarik ulurnya panjang gitu.
10:28Jadi tarik ulurnya panjang sehingga untuk misalnya kita bilang membangun windset, ini yang agak susah dan itu akan langsung bisa
10:33jadi yang kemudian deadlock dan bubar.
10:34Jadi bagi saya memang para pihak yang sedang bernegosiasi ini memang sama-sama ingin mempraktikan buying time gitu ya.
10:44Karena mereka mendapatkan insentif ekonomi dengan tantangan yang berbeda-beda, mereka yaudah gitu.
10:49Gak apa-apa kita gak cepat-cepat untuk conclude, yang penting tetap ada progres.
10:53Dan kita masing-masing punya insentif ekonomi sehingga bisa mengklaim ada kesuksesan gitu.
10:59Itu yang saya duganya ya dalam kedepan Mas Radi.
11:03Oke, tapi bukankah kalau bicara soal motif ekonomi tadi, insentif ekonomi, itu bagian dari pembicaraan Selat Hormuz juga Mas Anton?
11:11Sebenarnya kan poinnya berbeda antara Hormuz dengan insentif ekonomi.
11:15Jadi insentif ekonomi kan ada unfrozen aset gitu dan juga ada dana reparasi.
11:19Itu kan sebenarnya ceritanya berbeda dengan Hormuz gitu ya.
11:21Jadi memang itu adalah item-item yang memang berbeda-beda.
11:25Tapi kan bagi Iran, Iran ingin memastikan bahwa bicara tentang insentif ekonomi ini kalau bisa didahulukan gitu.
11:30Mau itu nanti pencairannya dicicil kah?
11:33Atau juga nanti sanksinya ada yang kemudian di-wave lagi kah?
11:37Nah itu yang bagi Iran untuk dicoba untuk didapatkan ya.
11:41Karena kita tahu bahwa Amerika Serikat ini kan seringkali mengabaikan kesepakatan yang sudah dibentuk.
11:48Dalam perundingan aja bisa diserang gitu ya.
11:50Sedang berunding diserang gitu.
11:52Nah ini kan yang memang bagaimana kemudian Amerika Serikat itu bisa mempertahankan kepercayaan ya.
11:58Kepercayaan yang memang sudah dibangun.
12:00Jadi Iran itu percaya bahwa walaupun itu juga masih rendah gitu.
12:03Masih tetap saling curiga.
12:04Tapi ini minimal ada dijaga dengan apa?
12:07Ya tadi insentif ekonomi itu tetap ada walaupun misalnya pelan-pelan.
12:10Oke.
12:11Baik.
12:12Terima kasih perspektifnya pengawat militer Center for Intermastic.
Komentar