00:00Intro
00:05Saudara Ketua DPP PDI Perjuangan yang juga anggota DPR DAPIL NTT 1
00:10Andreas Hugo Parera mengomentari rencana Presiden Ketijau RI Jokowi Dodo
00:15yang melakukan safari politik ke NTT.
00:20Andreas Hugo Parera mengatakan,
00:23masyarakat NTT sangat menghargai pendidikan.
00:26Oleh karena itu, kalau Jokowi masih punya masalah dengan ijasa,
00:30akan jadi contoh yang kurang baik bagi warga NTT.
00:34Ia meminta Jokowi berpikir ulang ke NTT karena masih punya masalah dengan keabsahan ijasa.
00:47Ya, kalau ada pemimpin, apalagi pemimpin tertinggi di Republik ini
00:53dengan persoalan, dengan hal permasalahan yang berkaitan dengan keabsahan ijasa,
00:59kemudian datang ke NTT,
01:02saya kira itu hal yang kurang menjadi contoh yang baik
01:08untuk anak-anak muda, untuk orang tua, untuk kebanyakan masyarakat NTT.
01:14Untuk itu, saya kira berpikir ulanglah untuk mau ke NTT
01:18dengan catatan persoalan-persoalan yang selama ini masih menggantung.
01:27Ketua Umum Relawan Militan Gibran Nusantara, Andi Azwan, menyebut,
01:31elit partai politik tidak perlu khawatir dengan rencana kunjungan Jokowi ke NTT.
01:36Andi Azwan menekankan, Jokowi bukan lagi kader PDI Perjuangan
01:41dan kunjungannya ke Lampung dan rencana ke NTT
01:44adalah bentuk kunjungan mantan presiden kepada rakyatnya.
01:51Kalau saya melihat apa yang dilakukan oleh elit-elit partai politik itu,
01:58ya saya terus terang saja paling keras yaitu adalah
02:01Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP.
02:05Semestinya PDIP tidak terlalu melihat bahwa ini adalah suatu ancaman.
02:12Dan juga bahwasannya Pak Jokowi bukan lagi sebagai kader partai
02:18Demokrasi Indonesia Perjuangan.
02:22Beliau bukan lagi sebagai kader partai dan juga atau pertugas partai.
02:28Tidak perlu ada yang dikhawatirkan.
02:33PDIP singgung soal ijazah Jokowi di tengah safari politik Jokowi
02:37yang akan berlanjut ke Nusa Tenggara Timur.
02:39Lebih lengkap kita bahas bersama analis komunikasi politik UNPAD,
02:43Kunto Adiwibowo.
02:44Mas Kunto, selamat petang.
02:46Halo, selamat petang.
02:48Mas Kunto, sebenarnya kalau Anda bagaimana dari kacamata komunikasi politik
02:52membaca sikap PDIP yang kemudian malah nyinggung soal ijazah Jokowi
02:56saat Jokowi lagi gencar-gencarnya safari?
02:59Ya, kita harus lihat ini dalam konteks yang lebih panjang ya Mbak ya.
03:04Yang pertama memang ada perseteruan antara Jokowi dan PDIP terutama di 2024
03:09yang ada sesumber bahwa akan, apa, dari PSI bahwa akan mengubah kandang banteng
03:18menjadi kandang gajah gitu.
03:20Ini yang kemudian, apa, semakin mengemuka setelah awal tahun ketika Pak Jokowi
03:27juga pidato di event di PSI yang mengatakan bahwa, apa, saya akan terus berjuang
03:36dan selanjutnya. Nah, dari sini kan ada semacam upaya serangan terhadap PDI perjuangan.
03:42Memang apa ya, sebagai partai yang kecil dari PSI ini mungkin salah satu strateginya
03:49menempatkan atau menantang yang lebih besar sehingga ada drama tentang David versus Goliath
03:59bahwa yang kecil melawan yang besar maka yang kecil ini akan selalu diuntungkan gitu
04:04dari persepsi publik. Nah, ini tampaknya kemudian PSI terus, apa,
04:12mentaunting PDIP atau kemudian melakukan, apa, sindiran-sindiran terhadap PDIP
04:18yang kemudian juga dari PDIP sendiri sebenarnya kan dalam strategi komunikasi politik
04:23gini ada tiga ya Mbak ya, yang paling mendasar.
04:25Yang pertama, acclaim atau ya meninggikan diri sendiri, mempromosikan diri sendiri.
04:31Yang kedua, attack, menyerang lawan. Dan yang ketiga, defense atau bertahan.
04:36Nah, attack yang sudah dilakukan oleh PSI maka yang dilakukan oleh PDI ya bertahan gitu kan.
04:43Dan bertahannya kali ini dengan counter serangan gitu kan.
04:46dengan serangan lagi terhadap PSI terutama dalam hal ini yang kemarin Pak Andreas
04:53lakukan ya serangan terhadap Jokowi sendiri.
04:57Karena kan di masa kampanye ini Jokowi ingin mengkampanyekan PSI kan Mbak?
05:03Dengan mentransferkan kredibilitas dia, kredibilitas Jokowi kepada PSI gitu.
05:11Tapi ada dua problem mendasar di sini.
05:13Satu, Pak Jokowi sendiri bukan ketua umum PSI.
05:17Walaupun dia bapak dari ketua umum PSI, tapi dia bukan siapa-siapa di PSI.
05:22Kalau nggak salah, ketua Dewan Pembina pun belum dilantikkan Mbak.
05:26Kalau nggak salah, ataupun kalau pun sudah dilantik saya nggak tahu dan nggak disebarkan ke media masa.
05:31Ini ada problem asosiasi.
05:34Oke, orang percaya ke Jokowi, tapi kemudian Jokowi itu siapa di PSI?
05:39Ya kan, selain Bapaknya Kaisang, Ketua Umum PSI.
05:43Yang kedua adalah tadi menghancurkan kredibilitasnya Jokowi sendiri.
05:49Dan ini yang sedang dilakukan oleh PDI Perjuangan dengan isu ijazahnya Pak Jokowi.
05:54Mas Guto, tapi apa keuntungan yang bisa didapat oleh PDIP ketika menghancurkan,
05:59berarti dalam ternyata kutip, kredibilitas dari Pak Jokowi dengan menyinggung soal ijazah?
06:02Ya, sebenarnya dua-duanya bisa diuntungkan dalam opini publik adalah bad news is a good news kan Mbak.
06:11Saling serang, selalu mendapatkan panggung, maka publik akan selalu punya asosiasi dekat dengan dua nama itu.
06:20PDI, PSI, atau bahkan Jokowi gitu kan.
06:23Nah, ini sangat diuntungkan. Selama ini kan Pak Jokowi juga selalu berkubang dengan isu ijazah ini kan.
06:30Dan tampaknya diulur-ulur gitu kan.
06:33Karena Pak Jokowi sendiri punya keuntungan gitu.
06:36Beliau punya exposure dari isu ijazah ini.
06:39Walaupun memang tidak terlalu mungkin positif ya dari sisi nilai opini publiknya.
06:47Nah, kalau tetap dapat exposure, tapi ada juga yang negatif sebenarnya seberapa jauh isu soal ijazah ini akan mempengaruhi kredibilitas
06:55Jokowi ketika akan mentransfer itu ke PSI?
06:59Satu Mbak, yang jelas kali ini kan publik memang sudah terpecah.
07:03Ada publik yang memang benar-benar anti terhadap Pak Jokowi gara-gara isu ijazah.
07:09Ada publik yang tidak peduli dengan soal ijazah.
07:13Ada yang publik yang memang sudah pro terhadap Pak Jokowi ada ataupun tidak ada isu ijazah kan gitu.
07:20Jadi dari tiga ini tentu Pak Jokowi ingin menyasar yang ketiga, yang terakhir gitu kan.
07:26Siapapun yang pro dia akan diajak ke PSI gitu.
07:29Paling tidak itu akan menambah undi-undi suara PSI nanti atau paling tidak itu jadi modal untuk kemudian menurut alasan
07:38kader PSI atau ketua DPP PSI kan
07:41ini untuk verifikasi faktual dulu, 2027 kan gitu.
07:45Walaupun PSI sudah lolos verifikasi faktual dua kali kalau nggak salah gitu.
07:50Mas Gunto, tapi apakah ini juga akan menjadi bumerang bagi PDIP soal ijazah Jokowi?
07:55Mengingat PDIP kan juga jadi partai pengusungnya Pak Jokowi berkali-kali dari kepala daerah sampai presiden?
08:00Ya ada resiko itu mbak, ada resiko backlash tapi kan hari ini posisinya secara politik sudah berhadap-hadapan dan itu
08:08diambil resiko itu oleh PDI Perjuangan.
08:11Tentu kita tunggu aja, saya yakin PDI Perjuangan juga punya banyak amunisi untuk Pak Jokowi kan yang disiapkan untuk melawan
08:19atau menyerang balik Pak Jokowi ketika
08:21taunting dari PSI itu tetap atau terus dilakukan.
08:25Kalau saya sendiri sih, lebih prefer PDIP menanggapinya dengan lebih santai dan tidak terlalu meladeni setting dari PSI untuk urusan
08:39David dan Goliath ini mbak.
08:41Karena apapun kemenangan yang diraih oleh PDI, opini publik akan selalu positif ke yang kecil daripada yang besar.
08:51Kalau isu ijazah Pak Jokowi ini sebenarnya akan menjadi beban tersendirikah untuk pemilu 2029, baik itu mungkin untuk Gibran ataupun
09:00untuk PSI?
09:02Tentu mbak, karena ini kan jadi komunitas politik ya, baik untuk lawan-lawannya Pak Jokowi maupun lawan-lawannya Mas Gibran.
09:09Dan ini tentu akan dikapitalisasi apapun bentuknya dan terus dipelihara sampai nanti.
09:16Di lain sisi, Pak Jokowi pun akan terus mendapatkan exposure dan susah untuk dilupakan dari publik gitu kan.
09:23Nah ini yang jadi permasalahan sekarang dengan safari politiknya Pak Jokowi kan, Pak Jokowi menempatkan dirinya sebagai mantan presiden yang
09:33kembali belusukan, mengunjungi rakyatnya gitu.
09:39Tapi kan di satu sisi, dia jelas-jelas menggunakan baju PSI sebagai juru kampanye dari partai politik yang sebenarnya dia
09:47nggak punya jabatan apapun di dalamnya.
09:49Dan menurut saya itu yang perlu diperjelas gitu.
09:52Kalau selain dari exposure yang mungkin didapat oleh pihak-pihak yang terlibat atau menyinggung soal ijazah itu sebenarnya, Mas Kunto,
09:59tapi kalau soal PDIP, keuntungan mereka apakah akan mendapatkan keuntungan elektoral secara langsung kalau terus menyinggung ijazah Pak Jokowi ini?
10:08Tentu tidak mbak, itu tentu tidak. Itu kan cara-cara untuk bertahan.
10:13Dan ada banyak strategi bertahan yang lain kan selain dengan counter-attack.
10:18Menurut saya yang dilakukan PDI sekarang ya sifatnya counter-attack-contrattack sporadis belum sistematis gitu kan.
10:26Pada akhirnya ya perlu kemudian yang menurut saya efektif adalah kemudian ya menahan Pak Jokowi ataupun kader-kader PSI di
10:38akar rumput dengan cara kader-kader PDI yang top gitu kan juga ikut turun di tempat-tempat yang sudah dikunjungi
10:46oleh Pak Jokowi.
10:47Istilahnya dibasuh lagi lah mbak gitu. Nah ini mungkin bisa jadi alternatif.
10:52Tapi kan PDI mungkin punya timeline sendiri dan sudah punya jadwal sendiri terhadap rangka kerja kampanye mereka menjelang 2029.
11:04Dan tentu saja mereka akan melihat apakah ini memang berbahaya, membahayakan kandang banteng atau tidak apa yang dilakukan Pak Jokowi.
11:13Jadi kalau ternyata enggak dari hasil survei ya mungkin PDI hanya akan menimpali pernyataan-pernyataan atau bahkan sesekali menyerang pernyataan
11:23ini terhadap Pak Jokowi di media gitu dan tidak langsung ke akar rumput gitu sih ma.
11:30Mas Kuntur tapi dengan panjangnya kasus ijazah Pak Jokowi dari tahun lalu sampai sekarang juga masih belum selesai.
11:36Ini juga akan mempengaruhi mungkin ada kejenuhan bagi publik ketika mengikuti ini apalagi kalau misalnya bisa jadi amunisi juga sampai
11:422029.
11:43Nanti dampaknya untuk konstituen atau untuk para pemilih akan seperti apa?
11:47Ya satu hal ini kan memang isu atau komoditas politik yang agak terpolarisasi.
11:55Tadi sudah ada camp-campnya, sudah ada kelompok-kelompoknya yang jelas.
11:59Saya sih berharap isu ijazah palsu ini akan mengerucut pada perbaikan sistem pemilu mbak gitu.
12:09Ya itu akan dibahas di revisi undang-undang pemilu yang entah kapan akan dilakukan oleh DPR gitu.
12:15Karena sampai sekarang juga belum dengan munculnya isu ijazah palsu ini kan salah satu serangan terhadap legitimasi pemilu kan di
12:26Indonesia.
12:27Dan harus diatasi dengan revisi undang-undang pemilu termasuk memperkuat kapasitasi penyelenggara pemilunya untuk screening ijazah-ijah yang ada.
12:38Dan menurut saya itu yang paling rasional, tujuan yang paling rasional.
12:45Mas Guntur, kalau misalnya memang ini kemudian ditindaklanjuti dalam bentuk revisi undang-undang pemilu,
12:49apa dampaknya untuk masing-masing pihak yang terlibat dalam kasus ijazah?
12:55Masih jadi pertanyaan keabsahan ijazah Pak Jokowi ini, apa dampaknya?
13:00Ya kan tujuan masing-masing juga beda-beda ya mbak ya.
13:03Yang pertama ada kemudian kelompok yang ingin menghukum Pak Jokowi gitu kan dengan kalau ini jasa terbukti palsu maka Pak
13:14Jokowi harus dihukum.
13:16Dan saya pikir itu ya hak mereka sebagai warga negara.
13:20Cuman tampaknya agak susah karena di Indonesia ini kan semua presiden itu ada istilah Mikul Duhur Mendemjero kan
13:29sejak dari zaman Pak Suhar tahu bahwa mantan presiden tampaknya tidak akan menjadi objek dari hukuman yang seperti kasus ijazah
13:42palsu ini.
13:43Presiden-presiden selanjutnya akan berusaha untuk mendemjero dosa-dosa presiden sebelumnya.
13:49Nah ini yang secara politik atau budaya politik di Indonesia tampaknya akan susah dilakukan.
13:54Yang kedua menurut saya juga ini bisa untuk menyerang dinastinya Pak Jokowi termasuk putranya Pak Jokowi Mas Gibran atau Mas
14:04Kaisang
14:04atau menantunya ketika nanti akan maju di pemilu 2029.
14:10Entah menjadi kepala daerah atau bahkan RI1 maupun RI2.
14:15Nah komoditas ini yang menurut saya paling mungkin dilakukan untuk menembak putra-putranya Pak Jokowi gitu sih.
14:23Mas Kunto Adewibowo terima kasih sudah berbagi pandangan bersama kami.
14:27Sehat selalu Mas Kunto.
14:28Terima kasih. Sehat selalu.
Komentar