Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Ramai-ramai warga di Karanganyar, Jawa Tengah, mengembalikan MinyaKita yang didapat dari bantuan pangan gratis dari pemerintah.

Warga penerima bantuan MinyaKita mengeluh MinyaKita yang diterima berbeda dari biasanya, berwarna pekat dan berbau solar.

Keluhan serupa juga dirasakan penerima bantuan MinyaKita di Klaten, Jawa Tengah. Selain mengeluarkan aroma yang menyerupai bau solar.

Salah satu warga yang sudah menggunakan MinyaKita untuk memasak mengeluh kini merasakan sakit di tenggorokan.

Merespons keluhan warga di Klaten, produsen MinyaKita bersama Bulog menarik semua MinyaKita yang sudah diterima warga penerima manfaat.

Total ada 24 ribu liter MinyaKita yang sudah disalurkan untuk wilayah Klaten.

MinyaKita merupakan bagian dari bantuan pangan periode AprilMei-Juni 2026. Kini, karena adanya keluhan, seluruh MinyaKita yang diterima penerima manfaat ditarik dan diganti dengan MinyaKita yang baru.

#minyakita #minyakbausolar #solar

Baca Juga Polisi Ungkap Pengakuan Taufik Hidayat Tak Sinkron dengan Korban Penyekapan | BORGOL di https://www.kompas.tv/regional/677078/polisi-ungkap-pengakuan-taufik-hidayat-tak-sinkron-dengan-korban-penyekapan-borgol



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/677082/cerita-warga-kembalikan-bantuan-minyakita-berbau-solar-kompas-petang
Transkrip
00:00Berita lainnya, warga Karanganyar, Jawa Tengah mengembalikan minyak kita bantuan pemerintah setelah dikeluhkan berbau solar.
00:09Ratusan warga Kelurahan Tegal Gede Kecamatan Karanganyar, Jawa Tengah ramai-ramai mengembalikan bantuan pangan gratis dari pemerintah
00:16berupa minyak goreng jenis minyak kita pada Kamis pagi.
00:20Pengembalian minyak bantuan pemerintah dilakukan setelah warga menyadari ada bau menyengat saat minyak goreng digunakan.
00:26Saat ada keluhan atau setelah ada keluhan maksud saya, minyak kita yang diterima seluruh penerima manfaat di empat Kelurahan
00:32yakni Kelurahan Gedong, Gayam Dompol, Bajan dan Tegal Gede Kecamatan Karanganyar ditarik melalui kantor Kelurahan masing-masing
00:40dan diganti dengan minyak kita yang baru.
00:58Berarti sempat dibuat untuk masak bu ya?
01:01Masak sedikit terus dibuang, masih dibuat sebotol.
01:06Ini dikembalikan bu ya?
01:07Iya.
01:08Oh ya terus gimana bu rasanya?
01:10Rasanya enggak enak.
01:11Enggak enak ya, tapi sempat dimakan?
01:14Iya.
01:14Oh tapi enggak apa-apa ibu ya?
01:17Ya dibuang langsung.
01:19Oh iya.
01:22Masuklah.
01:23Oh baunya kayak minyak tanah kayak Pak Konyar ya?
01:25Sempat dibuat untuk goreng apa Pak?
01:27Iya.
01:29Telur.
01:29Oh gulang telur.
01:31Setelah berbau itu enggak jadi dimasak lagi Pak ya?
01:34Tidak.
01:36Oh lewat dari sini Pak.
01:45Usai ramai-ramai warga mengembalikan minyak goreng bantuan pemerintah
01:49karena berbau solar, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja Kabupaten Karanganyar Agung Wahyu Utomo
01:56bersama tim Satgas Pangan melakukan identifikasi dan pengecekan langsung ke produsen minyak kita bantuan pemerintah.
02:02Agung bilang tim Satgas akan mengecek produk minyak goreng bantuan pemerintah yang disalurkan ke warga
02:08untuk memastikan ada tidaknya pelanggaran.
02:16Kita lakukan identifikasi pengecekan.
02:19Hari ini kita lakukan ke produsen yang kebetulan juga di Karanganyar, salah satu perusahaan produsen
02:27untuk kegiatan bantuan blok itu nanti langkahnya tim Satgas juga akan melakukan langkah-langkah selanjutnya.
02:35Seperti mungkin kita akan pengecekan produk apakah memang ada pelanggaran terkait dengan produk tersebut.
02:42Tapi belum kita bisa simpulkan.
02:44Tapi langkah pengecekan kita akan lakukan.
02:53Soal minyak goreng bantuan pemerintah yang berbau solar,
02:56Menteri Perdagangan Budi Santoso bilang semua minyak goreng bantuan pemerintah yang berbau solar
03:00telah ditarik dari peredaran.
03:03Investigasi pun masih dilakukan untuk memastikan ada tidaknya pelanggaran.
03:07Mendak menegaskan jika terbukti ada pelanggaran,
03:09maka pemerintah akan mencabut izin usaha hingga memproses lewat jalur pidana perusahaan produsen minyak goreng bantuan pemerintah yang berbau solar.
03:24PT KMR Karanganyar semuanya sudah ditarik oleh PT KMR dan kita terus melakukan investigasi.
03:32Jadi kalau memang melanggaran sesuatu yang bisa perusahaan izinnya dicabut.
03:37Nah nanti kalau memang ada temuan lain secara bidangnya semua diproses.
03:41Semua diproses sesuatu.
03:42Kalau dugaan sementara apa Pak Ibu yang ada?
03:44Belum, saya belum berani ini tapi kan sekarang lagi dibawa ke lab.
03:51Yang asli, yang siap dikonsumsi, ini yang berbau minyak tanah dan berbau solar.
04:10Ramai-ramai warga di Karanganyar, Jawa Tengah mengembalikan minyak kita yang didapat dari bantuan pangan gratis dari pemerintah.
04:18Warga penerima bantuan minyak kita mengeluh, minyak kita yang diterima berbeda dari biasanya.
04:24Berwarna pekat dan berbau solar.
04:26Kemarin dari pengaduan dari warga kami,
04:30yang pada intinya 1-2 orang yang utamanya.
04:35Pertamanya memasak dengan minyak kita ini berbau minyak tanah dan berbau solar.
04:44Aromanya tidak sedap akhirnya ada 1-2-3 mengembalikan ke kantor.
04:49Penyambahan semakin hari semakin banyak akhirnya semuanya saya tarik.
04:55Keluhan serupa juga dirasakan penerima bantuan minyak kita di Klaten, Jawa Tengah.
05:03Selain mengeluarkan aroma yang menyerupai bau solar,
05:06salah satu warga yang sudah menggunakan minyak kita untuk memasak mengeluh kini merasakan sakit di Tenggorokan.
05:13Ya ngulain telur, ngulain tahu, ngulain tempek gitu.
05:16Udah dimakan?
05:17Udah lang, nah itu kan batuk-batuk.
05:20Terus dampaknya gimana ini?
05:22Sakit?
05:22Ya sampai sekarang masih ini, masih apa itu.
05:25Kayaknya masih kering-kering akak.
05:27Ria-ria itu belum bisa keluar gitu di sini di leher itu.
05:32Merespons keluhan warga di Klaten,
05:34produsen minyak kita bersama Bulog menarik semua minyak kita yang sudah diterima warga penerima manfaat.
05:40Total ada 24.000 liter minyak kita yang sudah disalurkan untuk wilayah Klaten.
05:45Pak aroma seperti itu apa sudah pernah ditemukan atau gimana Pak?
05:49Belum pernah ditemukan, baru pertama kali.
05:53Pak itu produksinya itu bekerja sama dengan pihak lain atau gimana Pak?
05:58Enggak, kita produksi sendiri semua.
06:01Tapi sampai ada aroma seperti itu juga enggak tahu ya Pak ya?
06:05Masih investigasi.
06:08Minyak kita merupakan bagian dari bantuan pangan periode April-Mei Juni 2026.
06:13Kini karena adanya keluhan, seluruh minyak kita yang diterima penerima manfaat
06:17ditarik dan diganti dengan minyak kita yang baru.
06:21Tim Liputan, Kompas TV.
06:28Lebih lengkap soal warga yang ramai-ramai mengembalikan minyak goreng bantuan pemerintah yang berbau solar ini,
06:34saya akan berdiskusi dengan Lurah Tegal Gede Karanganyar, Jawa Tengah, Bowo Budi Setioh.
06:39Pak Bowo, selamat sore dengan Tifal di sini Pak.
06:43Tifal.
06:44Baik, terima kasih sudah mengulangkan waktu berbicara bersama kami Pak.
06:47Di kelurahan Anda boleh tahu dulu Pak untuk keluarga penerima manfaat untuk program minyak bantuan pemerintah ini ada berapa banyak
06:53Pak?
06:55Alhamdulillah di tempat tadi, program minyak manfaat itu ada 859 Bapak.
07:04859 kepala keluarga dan seluruhnya ini mengeluhkan hal yang sama Pak?
07:08Minyak goreng bantuan pemerintah berbau solar?
07:12Semuanya?
07:13Semuanya Bapak.
07:14Oke, keluhan awalnya gimana Pak? Sampai Bapak tahu bahwa keluhannya merata seperti itu?
07:18Keluhan pertama, itu kan setelah menikmati manfaat itu,
07:22di bawah bulan, sakitnya dimasak,
07:26tidak ada masalah, apabila hengat.
07:29Terus, apa itu minyaknya untuk goreng nasi goreng,
07:34mereka akan bersin, mereka akan mengeluh,
07:37itu kan nggak enak,
07:38aromanya agak menyengat berbau solar,
07:42berwarna teripang utama.
07:44Itu keluhan, sorry Pak saya potong,
07:46itu keluhan kapan keluarnya dari warga Pak?
07:49Keluhan dari warga itu,
07:51hari ini,
07:53Kamis kemarin Pak.
07:56Oke,
07:57dan setelah itu gimana lagi Pak?
07:58Kelanjutan ceritanya?
08:00Itu terus langsung ada keluhan 1-2 orang,
08:02akhirnya terus saya tarik kembali,
08:05saya mencetukkan lewat Pak Corling,
08:07kalau menuju hubungan,
08:08terus saya mencetukkan dengan Pak RT,
08:10Pak RW,
08:10untuk segera saya tarik kembali ini,
08:13kita 1-2 orang.
08:14Karena kalau hadir di tempat kantor kami,
08:17hanya 1-2 orang,
08:18saya kalau ribet,
08:19akhirnya tiba-tiba langsung saya tarik semuanya,
08:22saya kumpulkan di kantor kekurangan kami, Bapak.
08:24Yang belah, gitu.
08:26Oke,
08:26boleh diceritakan lagi soal keluhan warga,
08:29soal aroma yang tidak sedap,
08:31atau aroma menyengat,
08:32berbau solar itu,
08:33gimana yang warga rasakan saat itu?
08:37Ya rasanya,
08:37dimakanannya cuma sedikit Pak.
08:39Alhamdulillah,
08:40kita konsumsi banyak,
08:41dimakan di temburannya agak serak-serak,
08:44itu agak panas,
08:45seperti itu.
08:46Terus akhirnya,
08:48saya daripada itu,
08:49langsung saya tarik semuanya Pak.
08:52Oke,
08:53dan itu minyak gorengnya didistribusi,
08:56atau warga yang datang ke titik kumpul tertentu,
08:58atau gimana prosesnya itu Pak?
09:00Itu kan pertama didistribusikan dengan kekurangan,
09:03setelah itu saya bagikan,
09:04hari Rabu, tanggal 17,
09:06hari Rabu itu saya ngebahukan ke warga,
09:09setelah itu,
09:10saya bagikan,
09:11maka itu kan dimasak Bapak.
09:13Maksudnya berhubung di kampung,
09:15ya punya minyak,
09:15untuk goreng-goreng itu,
09:16akhirnya,
09:17ada temuan gendala di dalam situ,
09:20hari Kamis,
09:20satu orang ke kantor,
09:22bilang seperti itu,
09:23terutamanya juga takut Pak.
09:25Akhirnya kalau maka-makan,
09:26suaranya,
09:27apa itu,
09:28meledak.
09:28Terutamanya nanti saya resiko,
09:30resiko anajat orang yang banyak,
09:32terutamanya,
09:33akhirnya,
09:33saya juga ketakutan juga Pak.
09:35Akhirnya,
09:36saya tarik Pak itu,
09:37daripada nanti mengembang sampai di mana-mana.
09:40Pak Kamis,
09:41ternyata ya,
09:42berubah rumah yang tidak biasa,
09:44solar dan,
09:45apa itu,
09:46minyak tanah itu Pak.
09:48Hmm, oke.
09:49Dan,
09:50sejauh ini,
09:50sudah ada warga yang mengeluhkan kondisi tubuhnya,
09:53atau mungkin ada warga yang sudah terlanjur mengonsumsi minyak bantuan itu,
09:56yang berbau solar Pak?
09:58Alhamdulillah,
09:59tidak ada Bapak.
10:00Bila,
10:00dalam tempat kami,
10:02gertep.
10:03Artinya,
10:03tidak tepat.
10:04Artinya,
10:04dalam memasak,
10:05kalau tidak enak,
10:06langsung komplit,
10:07kekurangan gitu Pak.
10:08Akhirnya,
10:11setelah itu saja,
10:12langsung komplit juga.
10:16859 kepala keluarga,
10:18keluhan sama semua,
10:18itu berarti individu ada berapa banyak kira-kira itu Pak ya?
10:22Kalau individunya,
10:23itu langsung apa,
10:25itu,
10:25kalau masaknya,
10:26pertama yang konsumsi,
10:27hanya beberapa orang,
10:28enggak lebih banyak.
10:29Dengar-dengar,
10:30akhirnya,
10:31bisa banyak yang mengkonsumsi,
10:32langsung ditembalikan.
10:33Dalam hitungan hari,
10:35Pak.
10:35tempat kami.
10:36Oke.
10:37Ini,
10:37keluhan yang pertama kali muncul,
10:40atau sebelumnya sudah ada keluhan yang berbeda lagi Pak,
10:42untuk minyak goreng bantuan ini?
10:44Kalau tempat kami itu,
10:46kebetulan saya distribusikan,
10:47yang paling terakhir Pak.
10:49Tentu kan ada empat yang paling berbeda,
10:50itu kan teman-teman ada jika yang dompok,
10:52jelingan,
10:53bejen,
10:55sama gedong.
10:56Yang terakhir,
10:57di distribusikan tempat kami Pak.
10:59Yang lainnya sudah ada,
11:00ada merasakan,
11:01tapi tidak,
11:02apa itu di,
11:03itu di,
11:05permasalahkan.
11:06Oke.
11:06Dan sekarang kondisinya,
11:08minyak sudah dikembalikan,
11:09dan sudah diganti dengan yang baru juga Pak,
11:10atau belum?
11:11Oke,
11:12hari ini sudah pagi malam,
11:14tempatnya sudah di,
11:14di distribusikan tempat kami,
11:17859.
11:18Sudah dikirimbul,
11:19dan sekarang tadi pagi,
11:21saya edarkan semua sudah saat,
11:23kembalikan ke warga,
11:24jahpli itu Pak.
11:25Baik.
11:26Pak Bowo,
11:26terima kasih banyak sudah berbagi informasi bersama kami ya Pak.
11:28Sehat selalu.
11:29Selamat sore Bapak.
11:30Ya, selamat sore.
11:31Terima kasih Bapak.
11:32Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan