Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menanggapi kritik terkait rencana pembentukan family office.

"Gini, enggak ngerti masalah terus bicara. Jadi, 'si Luhut mau gini-gini'. Saya bilang, kan saya belajar. Biar tentara enggak bego-bego amat," ujar Ketua DEN Luhut dalam Seminar Supremasi Hukum dan Pertumbuhan Ekonomi di Kantor DEN pada Kamis (25/6/2026).

"Jadi saya pelajari. Oh, salah satu yang menurut saya bisa mengangkat kredibilitas negeri ini adalah family office tadi," lanjutnya.

Luhut juga menceritakan saat dirinya bertemu dengan perusahaan investasi global asal Amerika Serikat (AS), BlackRock.

Baca Juga [FULL] Ketua DEN Luhut Soroti MBG: Ide Besar Presiden Prabowo, Tak Disiapkan dengan Rencana Matang di https://www.kompas.tv/nasional/677009/full-ketua-den-luhut-soroti-mbg-ide-besar-presiden-prabowo-tak-disiapkan-dengan-rencana-matang

#luhutbinsarpandjaitan #familyoffice #den

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/677012/respons-ketua-den-luhut-soal-kritik-usul-family-office-hingga-beber-bertemu-blackrock
Transkrip
00:00Nah, tapi saya berharap ini juga menjadi perhatian kita karena bonus demografi kita akan habis 2038, katakanlah 2040.
00:10Jadi kalau itu habis, kita hampir pasti kena middle income trap.
00:16Nah, kalau kita masih middle income trap, siapapun nanti presidennya setelah itu, ya maaf kalau saya bilang inalilahi aja, dia
00:23akan mengelola orang-orang tua.
00:25Kita tidak mau terjadi, walaupun ada yang mengatakan dengan AI sekarang, robotik, humanoid, itu juga bisa dihindari.
00:33Jawabannya yes and no.
00:35Jadi saya, Bapak Ibu sekalian, kita harus sepakat Indonesia emas 2045 itu bisa kita capai,
00:43kalau kita semua kompak dan bersama-sama mencari bagaimana melakukan implementasi dari genginan presiden yang diwujudkan dalam proyek-proyek strategisnya.
00:55Misalnya tadi, Makan Bergiji, Koperasi Merah Putih, dan sekarang ada saya kira proyek yang saya terus terang,
01:03mengusulkan dari satu setengah tahun yang lalu untuk International Financial Center, ada family office di sana.
01:11Sebenarnya tujuan saya waktu itu adalah untuk membangun kredibilitas kita mengenai hukum,
01:17karena kita terkenal sekali, inkonsistensi kita pada hukum.
01:21Itu saya usul kepada Bapak Presiden waktu itu, supaya kita pakai ini apa, common law,
01:28dan kemudian, apa namanya, judge-nya sampai, untuk arbitras itu dari luar, kita ambil mungkin untuk membangun trust, confidence.
01:38Karena itu yang kita sekarang susah, sehingga membuat rating kita juga sangat terganggu di sana-sini.
01:45Kita tidak perlu kecil hati mengenai itu, saya kira kalau kita selesaikan akan bisa selesai.
01:55Minggu lalu ada representatif dari BlackRock datang ke kantor saya, saya makan siang di kantor, sama dia.
02:03Akhirnya dia bikin tulisan di Washington mengenai apa, dan saya jelaskan sama dia,
02:10dengan saya bilang, Anda jangan terlalu pesimis lihat Indonesia.
02:14Dengan government technology ini, kami banyak bisa selesaikan masalah.
02:19Dia bilang, apakah Anda serius?
02:20Saya bilang serius, Presiden yang juga sudah setuju, Presiden nanti bulan depan,
02:25tanggal 6, 7, 8, 9 Juli antara itu, akan meninjau, apa namanya, piloting di beberapa tempat.
02:32Sehingga nanti kita akan roll out pada bulan, apa, Oktober, November tahun ini.
02:39Dan kalau itu langsung secara nasional, secara nasional, maka kita akan mengurangi human contact.
02:47Jadi semua berbasis AI.
02:49Jadi saya kira ini sangat penting, masalah diregulasi bisa diselesaikan.
02:53Karena kita sudah punya pengalaman, bukan barang baru, Pak.
02:57Barang ini, karena kita sudah mulai dengan peduli lindungi di COVID,
03:02kita mulai e-katalog, kita mulai simbara, batu barang,
03:07kita mulai simbara, nikel, simbara tadi, tin, dan juga yang lain.
03:12Jadi sebenarnya kita sudah punya benang merah dari ini, tidak hal yang aneh.
03:17Dan kebetulan saya terlibat dari awal, sehingga saya mengatakan,
03:21sebenarnya ini belum pakai AI tadi, hanya digitalisasi.
03:25Tapi tiga bulan yang lalu saya lihat kenapa enggak kita coba AI.
03:29Ternyata, berbasis AI saya kira enggak ada yang, hampir tidak ada yang bisa lari dari sini.
03:34Karena AI ini akan membaca, mengharmonisasi semua.
03:37Dan saya kira pada satu ketika, hukum pun akan bisa nanti AI membaca, sehingga kita lebih bagus.
03:45Nah, hasil riset dari Atlantic Council terhadap 164 negara,
03:50selama 30 tahun menunjukkan bahwa rule of law memiliki korelasi sebesar 0,77 persen terhadap kemakmuran.
04:00Lebih tinggi dibandingkan economic freedom 0,7 persen, maupun political freedom 0,51.
04:07Jadi, rule of law ini memang betul-betul punya peran penting.
04:10Makanya saya senang sekali Pak Firman mengorganisir ini,
04:15dan saya juga sangat terhormat dengan kehadiran Bapak-Bapak di sini semua.
04:19Ya, karena kita punya semua.
04:20Jadi kita carilah solusi untuk apa maksa kita.
04:23Jadi kita berpikir, kalau kita menghadapi masalah, solusinya apa?
04:28Jangan bertengkar.
04:29Sekarang kita suka bertengkar begini setelah lain.
04:32Salahnya solusinya apa?
04:33Kami yang kami MBG, kami langsung memberikan studi ke 800 titik di seluruh Indonesia,
04:40dan sudah ada dari basis studi ini, kami bisa bicara sekarang dengan ada Profesor Arief mengenai ahli kemiskinan.
04:47Kita bisa melihat apa solusi yang terbaik yang kita bisa lakukan.
04:50Jadi saya kira Dewan Ekonomi memberikan banyak pandangan,
04:54karena latar belakang 8 anggota Dewan Ekonomi ini memang macam-macam.
04:59Ada ahli kemiskinan, ada pasar modal, dan sebagainya.
05:01Jadi, saya senang sekali pagi ini ada pertemuan ini,
05:09dan ini saya kira akan menjadi, apa namanya, menjadi upaya untuk meningkatkan daya saing kita.
05:17Dan saya secara khusus juga minta mengenai International Financial Center ini,
05:22itu juga untuk menjadi, apa namanya, salah satu akselerator penguatan rule of law.
05:28Karena ini, di Bali, mereka yang minta.
05:33Sebenarnya saya makan kira-kira satu setengah tahun,
05:35hampir dua tahun lalu dengan beberapa orang kaya di sana.
05:38Mereka bilang, kami senang kalau ada family office di Bali.
05:41Tapi kita berkelahi langsung bilang, oh family office itu enggak dibayai oleh APBN.
05:45Siapa yang mau bakal ada APBN?
05:47Seperti gini yang enggak ngerti masalah, terus bicara.
05:51Jadi si Luhut itu mau gini-gini.
05:52Saya bilang, kan saya belajar.
05:54Kan saya di Tentara enggak bego-bego amat.
05:56Jadi saya belajar, oh, salah satu menurut saya yang bisa mengangkat kredibilitas negeri ini adalah
06:02tadi family office.
06:03Kalau kita confidence dengan apa, bisa membuat mereka confidence dengan aturan kita,
06:09itu akan menggerek juga confidence terhadap negeri ini.
06:12Nah sekarang persiapan untuk family office, saya kira sudah jalan.
06:16P2SK, saya kira undang-undangnya juga sudah disahkan di sana-sini.
06:21Dan persiapannya sudah berjalan.
06:24Nanti kalau saya enggak keliru, dan antara tanggal 18 nanti ada gathering di Bali.
06:29Dan saya minta kita semua mendukung ini.
06:30Karena orang tanya, apa untung kita?
06:33Nah, untung kita kalau duit yang masuk di Indonesia, ya paling tidak memperkuat rupiah kita.
06:38Itu salah satu.
06:39Jadi karena saya enggak bisa bayangkan sekarang karena mereka cerita di Dubai, Abu Dhabi,
06:47waktu perang itu, teman-teman saya dari sana telepon saya.
06:50Dulu Anda sudah bicara family office itu, di mana statusnya?
06:54Kami ingin daerah yang aman, kami yang bisa tinggal aman, kami bisa menaruh duit kami aman.
06:59Ya, karena kami sudah studi sampai ke sana.
07:02Jadi kita sudah bikin studi komprehensif, kita hire juga legal internasional untuk tadi memberi advice ke kita.
07:10Kita lihat dari Dubai, kita lihat Abu Dhabi, kita lihat juga Gujarat, ya tentu kita lihat Singapura dan Hongkong.
07:17Jadi Bapak semua, saya pikir ini menurut saya pertemuan yang sangat bagus sekali.
07:26Biarlah pertemuan ini akan menghasilkan hal-hal yang baik buat negeri kita ini.
07:32Dan saya titik betul pada Bapak-Bapak Ibu sekalian, Indonesia ini milik kita rame-rame.
07:39Jadi kita share apa kemampuan kita, selalu kita berpikir positif.
07:43Saya tetap masih confident kita bisa tumbuh 7-8, mungkin 9 persen dalam beberapa tahun ke depan.
07:51Kalau kita compact dan stick kepada apa yang mau kita ini.
07:55Tidak ada, saya kemarin ke Blackrock saya bilang juga,
08:00This is the golden opportunity to you, for you to invest in Indonesia.
08:06Karena Indonesia tidak akan pernah collapse.
08:08Indonesia is a great country.
08:09We have so many smart people, so many good hearts in this country.
08:13But maybe some issue here and there, we can settle this.
08:16Jadi saya minta Bapak-Ibu sekalian kita compact.
08:19Kita sama-sama bekerja untuk menyelesaikan apa yang bisa kita selesaikan.
08:25Tadi MBG saya sudah singgul sedikit, saya ingin tambahin.
08:28Tadi tim dari DEN juga tadi malam diskusi sampai jam berapa itu dengan MBG.
08:34Dengan Ibu Sari CS, dengan Trenggono.
08:37Kita ada berikan masukan-masukan.
08:39Karena ini sudah kejadian, tidak bisa dipotong begitu saja.
08:43Karena tadi apa gitu.
08:44Karena 3T yang dibilang itu ternyata banyak yang tidak benar.
08:48Padahal sudah keluar uangnya.
08:49Jadi bagaimana ini?
08:51Ya kalau mau diributin kan repot.
08:53Jadi kita harus selalu berpikir cari solusi yang terbaik untuk Republik Tercinta.
08:58Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Komentar

Dianjurkan