KOMPAS.TV - Setelah tekanan militer dan upaya diplomasi antara Iran dan AS belum berhasil, Presiden Donald Trump kini malah mengumumkan apa yang disebutnya sebagai operasi ekonomi paling menghancurkan terhadap Iran.
Trump tak hanya menargetkan ekonomi Iran. Negara-negara yang memberikan dukungan ekonomi atau menjadi jalur perdagangan bagi Teheran juga diancam akan menghadapi konsekuensi ekonomi berat.
Pertanyaannya, sejauh mana sanksi ekonomi mampu memaksa Iran menyerah? Atau justru memperluas konflik dengan menyeret negara-negara lain, termasuk mitra dagang utama Iran seperti Tiongkok dan Rusia?
Untuk membaca arah konflik dan dampak geopolitiknya, kita bahas bersama Heribertus Jaka Triyana, Guru Besar Hukum Internasional UGM, dan Fauzia Cempaka Timur, Analis Senior Indo-Pacific Strategic Intelligence.
#iran #as #trump
Baca Juga [FULL] Bantuan Belum Tiba, Warga Desa Arus Masih Bertahan dengan Stok Beras 1-2 Hari di https://www.kompas.tv/regional/686627/full-bantuan-belum-tiba-warga-desa-arus-masih-bertahan-dengan-stok-beras-1-2-hari
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/686630/guru-besar-hukum-internasional-analis-senior-isi-bahas-soal-strategis-di-balik-perang-ekonomi
Trump tak hanya menargetkan ekonomi Iran. Negara-negara yang memberikan dukungan ekonomi atau menjadi jalur perdagangan bagi Teheran juga diancam akan menghadapi konsekuensi ekonomi berat.
Pertanyaannya, sejauh mana sanksi ekonomi mampu memaksa Iran menyerah? Atau justru memperluas konflik dengan menyeret negara-negara lain, termasuk mitra dagang utama Iran seperti Tiongkok dan Rusia?
Untuk membaca arah konflik dan dampak geopolitiknya, kita bahas bersama Heribertus Jaka Triyana, Guru Besar Hukum Internasional UGM, dan Fauzia Cempaka Timur, Analis Senior Indo-Pacific Strategic Intelligence.
#iran #as #trump
Baca Juga [FULL] Bantuan Belum Tiba, Warga Desa Arus Masih Bertahan dengan Stok Beras 1-2 Hari di https://www.kompas.tv/regional/686627/full-bantuan-belum-tiba-warga-desa-arus-masih-bertahan-dengan-stok-beras-1-2-hari
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/686630/guru-besar-hukum-internasional-analis-senior-isi-bahas-soal-strategis-di-balik-perang-ekonomi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Setelah tekanan militer dan upaya diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat belum berhasil,
00:06Presiden Donald Trump kini malah mengumumkan apa yang disebutnya sebagai operasi ekonomi paling menghancurkan terhadap Iran.
00:13Trump tak hanya menargetkan ekonomi Iran, negara-negara yang memberikan dukungan ekonomi atau menjadi jalur perdagangan bagi takheran
00:20juga diancam akan menghadapikan sekuensi ekonomi berat.
00:23Pertanyaannya, sejauh mana sangsi ekonomi mampu memaksa Iran menyerah atau justru memperluas konflik dengan menyerah negara-negara lain
00:33termasuk mitra dagang utama Iran seperti Tiongkok dan Rusia untuk membacara konflik dan dampak geopolitiknya.
00:40Kita bahas bersama Heribertus Jakatriyana, Guru Besar Hukum Internasional UGM dan Fauja Jempaka Timur Annelies Senior in the Pacific Strategic
00:49Intelligence.
00:49Selamat malam Pak Jaka, selamat malam Mbak Jempaka.
00:53Selamat malam Mbak.
00:55Ya ini kita dengar lagi seorang Donald Trump mengancam siapapun negara yang mau kerjasama dengan Iran akan diberikan hukuman dalam
01:05sisi ekonomi.
01:06Seberapa serius si Trump apakah itu bisa diimplementasikan Pak Jaka?
01:12Pertama itu adalah tindakan yang paling visibel untuk saat sekarang.
01:16Kenapa? Karena serangan militer yang dilakukan oleh Amerika tidak terbukti efektif
01:20untuk meredah ataupun merentuhkan semangat perjuangan dari Iran.
01:24Saya kira ini adalah policy baru, kebijakan baru Presiden Donald Trump untuk memanfaatkan jebitan ekonomi terhadap Iran
01:32dengan memberikan satu ancaman yang keras terkait dengan nilai ekonomi untuk mengisolasi Iran sebagai sebuah negara yang tergantung dari negara
01:41-negara tetangganya.
01:42Saya kira ini adalah langkah yang visibel dari sisi ancaman ekonomi dibanding dengan ancaman militer.
01:47Ini adalah strategi baru Trump yang saya kira konsisten bahwa dia selalu menggunakan ancaman kekerasan
01:54tetapi tujuannya adalah untuk memenangkan perang tetapi tidak menggunakan kekerasan militer saat sekarang.
02:01Ini opsi yang paling visibel untuk saat sekarang.
02:03Apakah ancaman ini menurut Anda berhasil menekan Iran?
02:10Paling tidak dalam beberapa kesempatan kali ini menjadi sebuah alert
02:16ataupun menjadi sebuah awareness dari negara-negara yang berdekatan dengan Iran
02:21untuk mereka satu mempertegas posisi diplomasinya
02:24Satu, terhadap Amerika mereka menyatakan netral
02:28Terhadap Iran mereka tidak mau juga digunakan sebagai tempat yang dianggap membantu Amerika
02:34Sehingga posisinya adalah dalam posisi tengah-tengah
02:37dan ini mempertegas statement, mempertegas posisi dari negara-negara teluk untuk sekali lagi netral
02:43dan ini terbukti dari kebijakan yang menggunakan triangular diplomacy
02:47Ketika ngomong sama Amerika mereka mencari aman
02:50Ngomong sama Iran mereka adalah apa itu teman dan saling membutuhkan
02:54Untuk dunia internasional mereka tidak mau apa itu menyatakan
02:58Kalau toh terpaksa harus melakukan tindakan
03:01maka ini adalah untuk bila diri
03:03Saya kira ini posisi-posisi yang mengindikasikan
03:05memang ada apa itu aspek ekonomi yang sekarang menjadi titik tekan
03:10di dalam upaya untuk mengakhiri perang antara Amerika dengan Iran
03:14Ya Mbak Cempaka disampaikan oleh Trump sebenarnya kan dia bilang bahwa
03:17Anda tahu siapa yang saya maksud
03:19Katakanlah penyelundupan minyak, kemudian transfer tunai, rumah penukaran valuta asing
03:24Registrasi kapa dan lain segala macamnya
03:27Dia bilang Anda tahu siapa
03:29Jadi sebenarnya si Trump ini mau komunikasinya sama siapa
03:32Negara mana langsung terpoin
03:34Dia tidak terpoin soalnya
03:37Kalau kita lihat tentu ini bicara tentang negara-negara yang selama ini dianggap punya strategi partnership oleh Amerika
03:43Amerika Serikat menghadap Iran
03:44Tentu dua negara yang dianggap punya kedekatan strategi partnership adalah Tiongkok dan juga Rusia
03:49Dalam dua, kita tahu dua negara ini memang memainkan yang disebut dengan strategic ambiguity
03:54Atau ambiguitas strategis
03:56Yang dimana dari sejak Februari Mbak Ilona kita lihat memang
03:59Kedua negara ini bermain topik akan begitu ya
04:02Tidak mendukung Iran
04:03Tapi di sisi lain juga kita tahu
04:05Di belakang layar masih terus melakukan bisnis dan juga perdagangan
04:10Masih jalan terus begitu
04:11Dan dalam konteks inilah sebenarnya kalau kita lihat apa yang ingin disampaikan oleh Amerika Serikat
04:16Trump melalui tweetnya itu adalah tentu saja kedua negara ini
04:20Yang sebenarnya tentu saja kita lihat beberapa kali secara implisit disampaikan oleh Trump
04:25Bahwa misalnya Tiongkok jangan coba-coba bantu Iran
04:29Dan di sisi lain juga diingatkan bahwa dia bersahabat dengan Putin
04:33Sehingga tentu ketika Putin memutuskan untuk membantu Iran
04:36Maka ini akan merusak persahabatan antara Trump dan Putin
04:39Jadi menurut saya sebenarnya pesan-pesan ini sebenarnya sudah cukup jelas begitu ya
04:44Namun memang tentu saja tidak disampaikan secara implisit
04:46Jadi artinya ancaman si Trump ini justru berpotensi memperluas sesahan konflik
04:53Betul Mbak
04:54Tapi tentu kita lihat ada setidaknya beberapa hal Mbak
04:56Bahwa serangan ekonomi atau yang tadi disebut oleh Prof adalah financial strangulation
05:02Berusaha untuk mencekik secara finansial Iran ini bukan hal yang baru bagi si Iran sendiri
05:07Bahwa selama lebih dari 39 tahun, 37 tahun, hampir 40 tahun
05:13Itu Iran ini sudah dicekik secara ekonomi, diberikan sanksi
05:17Namun ini yang justru ketika dalam konteks strategi asimetris
05:20Maka ketika dia telah berlatih selama 37 tahun, bahkan hampir 40 tahun
05:25Ini menciptakan resilience threshold atau batas ketahanan yang cukup tinggi bagi Iran
05:31Sehingga ekonomi yang ditambahkan belum tentu menurut saya dapat membuat Iran akan takluk dengan Amerika Serikat
05:39Jadi menurut Pak Jaka seperti apa?
05:42Karena kan sebenarnya tekanan ekonomi sudah lama dirasakan oleh Iran dilakukan oleh Amerika Serikat
05:46Lalu kemudian sekarang Trump menyampaikan ancaman lagi
05:49Akan ada perang ekonomi lebih besar
05:51Anda melihat strategi ini akan efektif untuk menekan Iran?
05:56Satu hal yang harus kita lihat adalah keterkaitan Iran
05:59Dengan negara-negara yang sudah dianalisis oleh Mbak Cempaka tadi
06:03Ini adalah apa itu dua negara yang mensuplai infrastruktur
06:08Ataupun transfer-transfer terkait dengan produk dari Iran
06:13Yaitu minyak yang selama ini masih berjalan
06:15Saya kira kalau itu sanksi ekonomi nanti
06:18Saya kira yang terjadi adalah apakah ini efektif untuk bisa menekan
06:22Mereduksi keterkaitan antara China dengan apa itu Rusia dan juga India misalnya
06:28Nah ini juga yang bisa menjadi tol ukur utama
06:31Keberhasilan efektivitas dari kebijakan ancaman ekonomi Trump
06:36Terkait dengan yang akan dilaksanakan ke depan
06:39Bagaimana mereka menghadapi China dan Rusia itu menjadi sebuah indikator yang menurut saya akan sangat sulit untuk bisa kita prediksi
06:45ke depannya
06:45Tapi sejauh ini menurut Anda bagaimana nanti sikap dari Rusia maupun Tiongkok
06:49Tiongkok kita ketahui memiliki
06:51Dia cukup pragmatis begitu dalam perang ini
06:54Anda melihat posisi Tiongkok nanti dengan ancaman si Trump ini seperti apa?
07:01Satu hal kalau kita lihat diplomasi China itu selalu nggak akan ada makan siang yang gratis
07:06Dia memberi pasti dia akan menerima
07:08Saya kira impitan dari Amerika terkait dengan apa
07:11Cekikan ekonomi itu pasti nanti juga akan ada deal-deal dalam level strategis
07:16Dalam level apa operasional
07:18Yang pasti jangkanya panjang
07:19Yang melibatkan banyak pihak
07:21Sehingga sekali lagi ketika kita melihat keberadaan Iran
07:24Itu kan menjadi ekspor dari minyak yang dikuasai dikonsumsi oleh China
07:29Menjadi sebuah kebutuhan primer buat China
07:32Saya kira nanti pasti ini akan terjadi prakondisi-prakondisi
07:36Sebelum benar-benar Trump melaksanakan sanksi ekonominya untuk mencegah Iran
07:40Oke jadi kalau menurut Mbak Cepaka
07:42Apakah ancaman yang diberikan oleh si Trump ini
07:47Mampu menarik kembali Iran ke meja perundingan
07:50Atau sebaliknya justru ini merupakan tanda-tanda terang
07:53Bahwa Amerika Serikat sendiri pun sudah bingung mau ngapain
07:56Nanti dijawab kita sekarang menurut saudara
07:57Tetap di Sampai Indonesia Malam
07:59Kita lanjutkan dulu kita
08:00Jadi Mbak Cepaka sebenarnya strategi Amerika Serikat ini berhasil
08:03Tidak akan mendorong ataupun memaksa menekan Iran kembali ke meja negosiasi
08:07Atau bahkan menyetujui persyaratan dari Amerika
08:10Atau sebaliknya yang kita lihat sekarang adalah Amerika yang tengah tertekan
08:15Tentu kita lihat sebenarnya ini tadi pertanyaan Mbak sebelum break adalah
08:18Apakah ini jalan keluar baru begitu ya
08:20Karena sudah terpetak begitu
08:21Saya susu dengan statement tersebut
08:24Karena sebenarnya sejak meskipun tadi kita tahu
08:26Bahwa 40 tahun sampai 40 tahun dilakukan sanksi secara ekonomi
08:30Namun ada sebenarnya 3 hal Mbak yang baru dilakukan oleh Trump ini
08:34Dalam konteks tekanan secara ekonomi
08:35Yang pertama adalah
08:36Melakukan pemotongan revenue flow
08:39Bukan hanya dari Iran saja
08:41Tapi juga negara-negara yang masih menerima minyak dari Iran
08:45Misalnya adalah Tiongkok tadi saya tebutkan
08:47Salah satu distrik di Tiongkok, Samsung misalnya
08:51Seringkali menerima minyak yang disebut dengan free pot refinement
08:55Jadi dia menerima minyak dari Iran
08:58Yang akhirnya disimpan oleh Tiongkok
09:01Nah ini yang pertama
09:02Yang kedua adalah dia melakukan
09:04Amerika Serikat sendiri juga melakukan penekanan tidak hanya pada Iran
09:08Tapi juga negara-negara yang masih melakukan perdagangan dengan Iran
09:12Misalnya Tiongkok tadi
09:13Namun juga ada beberapa negara lain
09:14Seperti misalnya India
09:16Nah ini tekanan-tekanan terhadap yang disebut dengan customer
09:19Ini tidak hanya untuk Iran saja
09:21Tapi juga untuk customer-nya Iran
09:23Jadi sanksi yang mau diberikan oleh Amerika Serikat
09:26Itu tidak hanya untuk Iran
09:27Tapi untuk negara-negara yang menerima dari Iran
09:30Atau menjadi customer
09:31Nah ini yang sebenarnya hal-hal baru
09:33Yang sebelumnya tidak dilakukan selama 40 tahun tadi
09:36Yang terakhir tentu saja yang sering-sering kita lihat
09:38Dan saat ini ditekankan juga oleh Pete Hexet
09:41Adalah blokade
09:42Nah blokade ini diperkerah
09:44Bahkan juga disampaikan kemarin oleh Pete Hexet di Pentagon
09:47Bahwa akan dilakukan repositioning
09:49Jadi akan dilakukan reposisi baru
09:52Dimana pasukan-pasukan ini direposisikan
09:55Bahkan juga kita tahu
09:56Salah satu informasi menegutkan bahwa
09:58Beberapa aset militer yang sebelumnya ditempatkan di Korea Selatan
10:02Itu sudah digeser
10:03Bahkan dari Korea Selatan sendiri
10:05Sudah menyatakan bahwa ini
10:06Kekosongan ini akan berbahaya bagi Indo-Pasifik
10:09Jadi ini menurut saya tiga hal yang sebelumnya belum dilakukan
10:12Nah kalau pertanyaannya akan berhasil atau tidak
10:14Tentu ini kita harus lihat dulu efek tiga hal tadi
10:17Yang sebelumnya yang selama 40 tahun
10:19Belum pernah dilakukan oleh Amerika Serikat
10:21Sekarang dilakukan
10:22Nah ini kita lihat ke depan
10:23Dan menurut saya
10:24Window of analysis-nya
10:27Atau jendela analisis yang bisa kita lihat adalah
10:29Sebelum tanggal 7 September
10:30Karena tentu Amerika Serikat akan
10:33Berpacu dengan waktu
10:35Karena di tanggal 7 September ini
10:36Akan habisnya
10:38Dari New World Resolution Act
10:41Yang diaktifasi yang kedua
10:43Pada saat serangan di Juli lalu
10:44Soal berpacu dengan waktu Pak Zaka
10:47Ini kan konfliknya juga saling klaim
10:50Hormuz yang terbaru
10:51Si Trump mengatakan bahwa
10:52Hormuz adalah milik Amerika Serikat
10:54Sudah dikuasai seperti itu
10:55Lantas kemudian bagaimana dampaknya nanti
10:58Kalau kita lihat kemarin-kemarin
10:59Yang terjadi adalah gejolak harga minyak
11:01Ini tentu akan mengganggu
11:03Perdagangan termasuk net importer minyak
11:05Seperti Indonesia
11:07Pertama ini memberikan satu stigma
11:10Perang narasi secara apa
11:12Klaim sepihak
11:14Yang ditandingi juga dengan Iran
11:16Untuk dia mempositioningkan kembali persamaan diantara mereka
11:19Saya kira ini adalah perang persepsi
11:21Untuk mengulur waktu
11:23Sambil melakukan tekanan ekonomi
11:25Menekan dengan cara yang paling besar
11:27Dengan memberikan serangan yang paling kecil
11:29Saya kira ini adalah seni yang serangan dilakukan oleh Trump
11:32Yang dia bluffing
11:33Untuk satu mengurung
11:36Ataupun membatasi ruang gerak Iran
11:39Terkait dengan aktivitas ekonomi mereka
11:41Dengan negara-negara supporting bayarnya
11:43Sekarang shadow fleet minyak Iran ke China
11:46Itu masih berlangsung
11:47Dan sebagai sebuah perdagangan last resort
11:52Itu masih tetap berlaku
11:53Sehingga saya kira ini juga menjadi sebuah
11:55Analisis yang baru
11:57Menjadi sebuah model yang baru
11:58Untuk nanti bisa menjadi sekali lagi
12:01Pool positioning
12:02Untuk mereka ketemu berdiplomasi
12:04Menghasilkan kesepakatan-kesepakatan
12:06Yang bisa diterima oleh kedua belah pihak
12:09Secara taktikal
12:10Secara apa itu praktis
12:11Yang bisa berdampak terhadap diri mereka
12:13Dan juga buat negara-negara pengguna
12:15Selaturnus
12:16Ataupun masyarakat internasional
12:18Jadi sebenarnya siapa disini yang paling begging
12:20Yang paling pengen masuk ke perundingan
12:22Sepanjang kamur
12:23Saya kira dua-duanya
12:26Karena posisi mereka semuanya terjepit
12:28Ini adalah menahan gengsi saja
12:29Supaya mereka tidak kelihatan malu
12:32Karena mereka sudah babak belur
12:34Dalam perang menggunakan kekerasan bersenjata
12:36Sehingga mereka menggunakan escape clause
12:38Perang ekonomi
12:39Tekanan ekonomi
12:40Yang ini akan menjadi sebuah
12:42Soft landing
12:43Dari kedua belah pihak
12:44Yang terjepit masing-masing
12:46Sehingga nanti
12:47Yang terjadi adalah pada apa
12:49Deal-deal praktis
12:50Tapi tidak akan pernah mencapai
12:52Apa yang disebut sebagai peace agreement
12:53Yang sifatnya long lasting
12:54Dan dapat dipaksakan
12:56Ya, Lato Mbak Cepaka
12:57Bagaimana kira-kira responnya si Iran
13:00Setelah misalnya Amerika Serikat
13:01Kemarin mengklaim Hormuz
13:03Lalu kemudian mereka mengklaim California
13:05Ini perang narasi yang cukup lucu begitu
13:09Lalu kemudian
13:10Apakah Anda melihat bahwa
13:12Sikapnya Iran
13:13Nantinya justru
13:14Akan
13:15Apa namanya
13:16Melakukan tekanan ke negara sekutu Amerika
13:18Katakanlah
13:19Atau sebenarnya mungkin akan kembali melunak
13:21Karena ini merupakan tekanan ekonomi
13:24Oke Mbak
13:25Jadi kalau kita lihat
13:25Sebenarnya ada
13:26Tadi gambarnya
13:27Kenapa sih kok dia upload
13:29Dengan California
13:30Sebenarnya ini adalah
13:31Bentuk dari
13:32Jadi beberapa minggu yang lalu
13:34Mbak Handala
13:34Salah satu kelompok
13:36Dari cyber hackingnya Iran
13:38Yang perlu terhadap pemerintah Iran
13:40Dan juga ARGC
13:41Ini mereka meretas
13:42Data billing
13:44Atau data pengeluaran
13:46Air
13:47Gitu ya
13:47Di California Mbak
13:48Akhirnya data billing
13:50Data pengeluaran air
13:52Gitu ya
13:53Tagihan airnya
13:54Masyarakat California ini keluar
13:55Di internet gitu
13:56Dan dia bilang bahwa
13:58Handala ini bilang bahwa
13:59Saat ini kami hanya mengeluarkan
14:00Datanya saja
14:01Bukan menghack sistemnya
14:03Karena kita tahu
14:04Di negara Amerika Serikat
14:05Sistemnya itu bukan seperti
14:07Manual
14:07Tapi sistem ini sudah ter
14:09Apa namanya
14:11Terkompetorisasi
14:12Yang artinya
14:12Kapanpun Handala
14:14Berhasil menghack
14:15Tentu ini akan membuat
14:17Serangan terhadap
14:18Sistem air
14:18Di California ini
14:20Lumpuh
14:21Begitu ya
14:21Nah dalam konteks ini
14:22Sebenarnya gambar itu
14:23Di upload oleh
14:24Dari Iran sendiri
14:27Begitu menunjukkan
14:27Bahwa sebenarnya
14:28Sistem yang ada di
14:29California ini
14:30Sudah dikuasai
14:31Oleh Handala
14:32Yang flow terhadap
14:33ARGC
14:33Nah kalau kita lihat tadi
14:34Narasi-narasi ini
14:36Akan terus berlanjut
14:37Mbak
14:37Saya rasa
14:37Memang akan ada
14:39Dari Amerika Serikat
14:40Mengklaim kemarin
14:41Terkait dengan
14:42Flat Hormuz adalah
14:43New Territory of US
14:44Sebenarnya
14:45Tekanan untuk
14:46Oman
14:47Yang saat ini
14:48Kita tentu tahu
14:49Sedang berdiskusi
14:50Secara ketat
14:51Tentang substantif
14:52Bagaimana pelayaran
14:53Di Hormuz sendiri
14:55Dengan Iran
14:56Begitu dan
14:56Ini tekanan untuk
14:57Oman
14:57Untuk tidak
14:58Pro terhadap Iran
15:00Begitu dalam konteks ini
15:01Tentu kita tahu
15:02Sebelum terjadinya perang
15:03Bahwa Oman ini
15:04Adalah sekutu
15:06Dari Amerika Serikat
15:07Di negara Teluk
15:08Begitu di wilayah Teluk
15:09Sehingga
15:09Tekanan bagi Oman ini
15:11Juga sangat penting
15:11Dalam konteks
15:12Seperti tadi
15:13Jadi perang narasi
15:14Ini akan terus terjadi
15:15Low intensity conflict
15:16Bentuknya ekonomi
15:17Juga akan terus terjadi
15:19Namun Mbak
15:20Kita terus harus khawatir
15:21Jika terjadi
15:22Miskalkulasi Mbak
15:23Ini tentu
15:23Akan sangat berdampak
15:25Bukan cuma buat
15:27Iran sama Amerika Serikat
15:28Tapi juga buat global
15:29Karena kita tahu Mbak
15:30Saat ini itu
15:31Sudah sekitar 140 juta
15:33Barel
15:34Tahan
15:35Di Selat Hormus
15:36Sejak periode
15:37Februari
15:38Hingga saat ini
15:39Jadi kalau ini
15:40Bertambah lama
15:41Perang atrisi
15:42Berlarut
15:43Meskipun tidak terjadi
15:44Serangan yang sifatnya
15:45Desistif
15:45Tapi terus menerus
15:47Seperti ini
15:47Maka global pula
15:49Yang akan menjadi
15:50Korbannya Mbak
15:52Lantas bagaimana
15:54Dengan Sika
15:54Mungkin negara
15:55Negara sekutu
15:55Amerika Sika
15:56Mungkin agak repot ya
15:57Pak Jaka
15:58Sekarang ini
15:58Dengan kembali
15:59Disampaikan
16:00Ancaman oleh
16:02Si Trump
16:02Tapi kemudian
16:03Disambut lagi
16:04Oleh Iran
16:05Apakah kira-kira
16:32Negara sekutu ini
16:34Baik itu di Teluk
16:35Negara tetangga Iran
16:37Ataupun yang sekarang
16:38Sudah menjadi mediator
16:39Tetap
16:40Misalnya Pakistan
16:41Qatar
16:41Dan Oman
16:42Kita jangan melihat
16:44Tampilan di depan
16:45Tetapi
16:45Saat sekarang
16:46Di belakang itu
16:47Pasti sudah terjalin
16:48Komunikasi-komunikasi
16:50Yang sifatnya konstruktif
16:51Kenapa?
16:52Karena negara-negara
16:53Yang ada di samping
16:54Ataupun tetangga Iran
16:55Itu melaksanakan
16:57Fungsi-fungsi
16:57Diplomasi
16:58Untuk kembali
16:59Ke jalur perundingan
17:00Saya kira nanti
17:01Sekali lagi
17:01Akan terjadi deal-deal
17:02Untuk mereduksi
17:04Tiga isu utama
17:05Nuklir
17:05Hormuz
17:06Dan sanksi
17:06Yang ini pasti
17:07Akan disepakati
17:08Walaupun tidak akan
17:09Sekali lagi
17:09Menghasilkan peace agreement
17:11Yang sifatnya long lasting
17:12Dan dapat dipercaya
17:13Dan dapat dipaksakan
17:14Keberlakuannya
17:15Jadi Mbak Cepak
17:16Kalau misalnya
17:17Hal ini terus
17:18Semakin lama
17:19Perang semakin membesar
17:20Siapa yang
17:21Paling dirugikan
17:23Apalagi kalau kita lihat
17:24Kalau dari sisi Amerika
17:25Mereka sedang dikejar waktu
17:27Ya
17:27Sebenarnya
17:28Kedua belah pihak
17:29Punya
17:29Strategic
17:30Resilience
17:32Gitu ya
17:32Kalau dalam Amerika Serikat
17:33Ini menang
17:34Dalam tekanan
17:35Secara koersi
17:36Pemaksaan
17:36Tadi kita
17:37Bahkan dia punya
17:38Opsi-opsi lain
17:39Namun sebenarnya
17:39Iran sendiri punya
17:40Ketahanan yang sangat tinggi
17:41Begitu
17:42Jadi kalau siapa yang
17:43Dibilang tadi
17:43Saya setuju dengan
17:44Prof
17:44Yang Prof Jakab
17:45Bahwa Prof
17:46Bila bahwa
17:46Keduanya sebenarnya
17:47Ingin langsung ke
17:48Meja perundingan
17:50Tetapi tentu saja
17:50Kedua belah pihak ini
17:52Ingin menang
17:53Secara domestik
17:53Mbak
17:54Wajah domestik
17:55Ini terlebih dahulu
17:56Begitu
17:57Karena di Amerika Serikat
17:58Juga butuh untuk election
17:59Di sisi Iran sendiri
18:01Dia butuh juga
18:02Untuk keberlangsungan
18:03Resim
18:03Jadi kedua belah pihak
18:04Tentu ingin
18:05Kemenangan yang
18:06Cukup tinggi
18:07Dan tentu saja
18:08Hormuz dan nuklir
18:09Menjadi dua poin
18:10Yang penting
18:11Untuk kedua belah pihak
18:12Bagi Amerika Serikat sendiri
18:14Terkait dengan Hormuz
18:16Perlu untuk kembali
18:17Ke periode yang
18:17Freedom of navigation
18:19Dan bagi Iran sendiri
18:20Peraturan atau pengaturan
18:22Tentang Hormuz ini
18:23Penting untuk menjadi
18:24Kedaulatan bagi Iran
18:25Ya semoga tidak ada
18:26Miskalkulasi
18:27Kalau miskalkulasi
18:28Semua dunia yang repot
18:29Terima kasih
18:30Pak Jaka
18:31Terima kasih
18:31Mbak Cempakat telah bergabung
18:33Di Sapa Indonesia Malam
18:34Sampai ketemu lagi ya
18:35Sehat selalu
18:36Tenang hati
Komentar