Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Kasus kematian Sutrimo resmi naik ke tahap penyidikan oleh Polda Metro Jaya. Polisi menerapkan pasal dugaan pembunuhan atau pembunuhan berencana sesuai laporan yang diajukan keluarga Sutrimo.

Pada Rabu (12/8/2026), Tim Ditreskrimum Polda Metro Jaya akan melakukan ekshumasi jenazah Sutrimo di Banyumas, Jawa Tengah. Ekshumasi dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian Sutrimo, apakah wajar atau tidak. Hingga kini, penyidik telah memeriksa 24 saksi.

Pengambilalihan kasus dari Polresta Banyumas menjadi langkah baru untuk mengungkap kematian Sutrimo yang dinilai memiliki kejanggalan. Eks Kabareskrim Ito Sumardi menilai laporan keluarga dapat menjadi dasar bagi polisi untuk segera melakukan ekshumasi.

Desakan pengungkapan kematian Sutrimo juga datang dari Kongres Pemuda Indonesia yang telah melaporkan kasus tersebut ke Bareskrim Mabes Polri. Kuasa hukum Kongres Pemuda Indonesia, Pitra Romadoni, menilai Sutrimo yang pernah bekerja di rumah eks Jampidsus Febrie Adriansyah diduga memegang informasi penting.

Kasus ini akan dibahas bersama pengamat hukum dan kepolisian Irjen Purnawirawan Anton Charliyan serta dokter forensik RS Universitas Indonesia, Oktavinda Safitry.

#sutrimo #ekshumasi #poldametrojaya #pembunuhan #banyumas #kompastv

Baca Juga Makam Sutrimo Digali Rabu, Penyelidikan Dugaan Kejanggalan Kematian Dimulai | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/684852/makam-sutrimo-digali-rabu-penyelidikan-dugaan-kejanggalan-kematian-dimulai-kompas-petang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/684861/full-penuh-kejanggalan-kasus-sutrimo-diselidiki-ekshumasi-digelar-rabu-pakar-beri-penjelasan
Transkrip
00:01Kompas petang kami lanjutkan bersama saya, Sindi Permadi.
00:05Saudara kasus kematian Sutrimo naik ke tahap penyidikan.
00:09Polisi menerapkan pasal dugaan pembunuhan atau pembunuhan berencana
00:14sesuai laporan yang diajukan keluarga Sutrimo.
00:19Rabu 12 Agustus, tim di Traskrimumpolda Metro Jaya akan melakukan
00:24ekshumasi jenazah Sutrimo di Banyumas, Jawa Tengah.
00:27Dengan demikian, akan diketahui penyebab kematian Sutrimo apakah wajar atau tidak.
00:33Penyidik juga telah melakukan pemeriksaan sebanyak 24 saksi
00:37dan jika dibutuhkan, pemeriksaan tambahan akan dikejar polisi
00:41pada keluarga Sutrimo di Banyumas.
00:49Kami sudah meningkatkan ke proses penyidikan.
00:53Insya Allah hari Rabu, Lusa, kami akan melakukan ekshumasi di Banyumas.
01:05Mudah-mudahan nanti dari hasil ekshumasi kita bisa menemukan
01:12dan kita bisa menyimpulkan apa yang menjadi penyebab dari kematian yang bersangkutan.
01:20Kemudian, sebagaimana laporan polisi yang kami terima
01:23itu adalah pasal pembunuhan ataupun pembunuhan berencana.
01:34Kemudian, misalkan perisiwa kematiannya kenapa juga tidak ada.
01:39Jadi tidak ada yang disebut dengan kronologis penyebab kematian tugas.
01:45Ini sebetulnya menjadi salah satu saksi kunci untuk usah mengungkap kebenaran daripada kasus ini ya,
01:51terkehilangan saksi kunci.
01:57Misteri kematian Sutrimo kini resmi menjadi ranah penyidikan Polda Metro Jaya.
02:03Mengambil alihan kasus dari Polresta Banyumas ini menjadi titik awal baru
02:09untuk menguaktabir kematian yang dinilai penuh kejanggalan.
02:15Eks Kabar Eskrim Ito Sumardi menilai dengan adanya laporan keluarga,
02:20polisi bisa segera melakukan ekshumasi untuk mengetahui penyebab kematian Sutrimo.
02:27Sangat memungkinkan, Mbak, ya karena kan ekubasi itu juga harus
02:31ada dokter yang forensik yang menampingi, ada pengamanannya,
02:35ada keluarganya termasuk daripada pengamat independen.
02:38Misalnya di sini kompolnas ataupun daripada kobnasam.
02:42Karena kita juga tidak ingin, karena ini kan kasus besar yang menyangkut kepada kasus besar,
02:48kita tidak ingin ada dugaan-dugaan terjadi rekayasa daripada penyidik.
02:52Jadi saya kira ekshumasi harus segera dilakukan.
02:55Desakan untuk mengungkap kejanggalan kematian Sutrimo
02:59tak hanya datang dari keluarga,
03:01tapi juga dari Ormas Kongres Pemuda Indonesia
03:04yang sudah melayangkan laporan kebares Krim Mabes Polri.
03:08Kuasa hukum Kongres Pemuda Indonesia Pitra Romadoni menilai,
03:12sebagai orang yang pernah bekerja di rumah eks Jampitsus Febri Adriansyah,
03:17yang kini terseret kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang,
03:22Sutrimo diduga kuat memegang kunci informasi penting.
03:28Kematian yang mendadak di tengah pengusutan kasus megakorupsi tersebut
03:32langsung memicu alarm kecurigaan publik.
03:35Di kriminologi, tentu kan yang bersangkutan ini sebagai pegawai,
03:41atau pengkaryawan, atau tukang kebunan disebut.
03:44Dikit atau banyaknya yang bersangkutan pasti tahu siapa yang ketemu dengan TEPA,
03:49berapa ketemunya, apa yang didengarkan dalam pembicaraan.
03:54Setidaknya itu kan membantu dalam proses penegakan hukum.
03:58Maka dari itu kami sangat sayangkan apabila yang bersangkutan ini meninggal dunia.
04:02Kami juga berduka atas kepulangan yang bersangkutan.
04:04Tapi dalam pengungkapan kasus ini, sampai saat ini,
04:07kita masih terus melakukan pendalaman dalam kejanggalan-kejanggalan ini.
04:14Kini bola panas berada di tangan penyidik Polda Metro Jaya.
04:18Kepastian hukum pun langsung diambil secara cepat.
04:21Penyidik dijadwalkan akan segera melakukan proses ekshumasi pada Rabu mendatang.
04:26Pembuktian ilmiah melalui pembongkaran makam ini akan menjadi kunci utama
04:31membongkar misteri kematian Sutrimo secara terang-benderang.
04:36Termasuk mengusut apakah kematian Sutrimo murni karena medis
04:41atau dugaan pembunuhan seperti yang disangkakan keluarga.
04:46Tim Liputan, Kompas TV
04:56Pasca laporan dugaan kejanggalan kematian pegawai eksjampitsus Sutrimo,
05:01Polda Metro Jaya pun akan melakukan ekshumasi makam Sutrimo pada Rabu mendatang.
05:07Kematian Sutrimo tengah diusut dalam kasus megakorupsi eksjampitsus
05:12dan memicu kecurigaan publik.
05:14Kita bahas bersama pengamat hukum dan kepolisian Irjen Purnawirawan Anton Carian
05:19dan Dr. Forensik Rumah Sakit Universitas Indonesia Dr. Oktavinda Savitri.
05:24Selamat petang semuanya.
05:26Selamat petang.
05:28Pak Anton, ini kan sebenarnya sudah tiga minggu berjalan dari jarak antara
05:35pertama kali dimakamkan dengan rencana ekshumasi.
05:38Seberapa besar ekshumasi ini akan bisa membantu dibukanya kasus
05:42apalagi dugaannya adalah pembunuhan dan pembunuhan berencana?
05:46Saya kira dengan ekshumasi itu ini sangat-sangat vital sekali.
05:54Bahkan dari awal ketika saya menjadi narasumber di Kompas TV
06:00justru yang pertama kali saya sarankan itu ekshumasi.
06:03karena setelah ekshumasi ini akan diketahui otopsi mayat itu sendiri.
06:10Nah dari otopsi mayat itu sendiri nanti akan diketahui penyebab kematian.
06:16Kalau menurut saya justru yang pertama kali awal itu ya harus ekshumasi dulu.
06:22Karena yang paling utama kalau ingin mengetahui apakah penyebab kematian wajar atau tidak wajar
06:30ya dengan saintifik, dengan toksikologi forensik.
06:36Nah justru di sini kalau ekshumasi ini terlambat nanti ini pun juga akan berpengaruh.
06:43Karena di dalam tubuh manusia itu walaupun memang ada bisa dari lambung, bisa dari usus, bisa juga dari rambut.
06:52Tetapi intinya dari setelah ekhumasi kemudian otopsi itu lebih cepat, lebih bagus.
07:00Karena akan diketahui nanti kadar-kadarnya.
07:03Mungkin nanti dokter Oktav tidak bisa menerangkan.
07:07Ini kita tanya juga kalau gitu ke dokter Indun.
07:09Dokter Indun, kalau rencananya Rabu 12 Agustus baru ekshumasi, artikan tepat 3 pekan sejak dimakamkan.
07:15Masih bisa sejelas apa dalam mengungkap penyebab kematian sebenarnya?
07:21Oke, agak sulit nih saya jawabnya gitu ya.
07:23Karena sebenarnya gini kan, memang kita tahu bahwa otopsi itu untuk mencari sebab pasti kematian gitu ya.
07:31Kalau dia nggak, otopsi itu paling baik tentu secepat mungkin gitu ya, begitu orang itu meninggal.
07:36Nah, kalau ternyata sudah dikubur, kita lakukan kali kubur, ekshumasi.
07:42Jadi kan ada banyak penyulit nih.
07:44Ada faktor pembusukan, kemudian kita juga nggak tahu nih kondisi tanah di dalamnya seperti apa.
07:50Itu juga kan mempengaruhi proses pembusukannya tadi gitu.
07:53Jadi, bukannya nggak bisa, masih bisa, tapi memang mungkin akan ada penyulit gitu ya.
08:02Ada berbagai hal yang kita masih belum tahu nih.
08:05Jadi, memang biasanya harus sangat hati-hati gitu.
08:09Karena yang namanya otopsi itu kan, kita membuka rongga-rongga tubuh,
08:14kemudian kita memeriksa organnya satu persatu gitu.
08:17Kemudian mencari, oh ini ada kelainannya A, ini ada kelainannya B,
08:20kemudian disimpulkan, oh ini sebab matinya apa.
08:23Tapi, masih bisa ditemukan kalau dalam waktu tiga minggu itu dokter?
08:28Tergantung sebenarnya mau kita cari apa.
08:31Kan gitu, gitu ya.
08:33Jadi, tergantung juga tadi pembusukannya sudah sejauh mana.
08:37Itu yang sebenarnya kita belum tahu kan gitu.
08:39Jadi, mungkin aja ternyata tanahnya tadi justru baik sehingga mempreservasi jenazahnya gitu.
08:44Sehingga masih ada organ-organ yang masih cukup baik pemeriksaannya,
08:49itu salah satu kemungkinan gitu.
08:51Tapi, mungkin juga kalau misalnya ternyata kondisi tanahnya justru mempercepat membusukkan,
08:56ya ada kemungkinan kita memang nggak ketemu apa-apa.
08:59Itu yang sebenarnya kita belum tahu.
09:01Sehingga, tetap ekshumasi menjadi salah satu upaya yang bisa dilakukan
09:07untuk mencari jawaban sebab kematiannya.
09:10Sebenarnya gitu.
09:10Oke, kalau tadi kata dokter Ridun, sebenarnya tergantung juga apa yang dicari.
09:14Nah, Pak Anton, kalau gitu, apa yang harusnya fokusnya pencarian di mana dulu
09:17ketika nanti ekshumasi dan juga otopsi?
09:20Nah, memang dicari penyebabnya itu sendiri.
09:25Itu tadi betul.
09:27Lebih cepat, lebih baik.
09:28Karena kalau bisa kita ketemukan ya satu sampai tiga hari waktu itu,
09:33waktu saya bicara kan baru beberapa hari.
09:35Saya menyarankan agar sesegera mungkin, agar sesegera mungkin.
09:39Karena tidak ada proses yang menghalangi untuk ekshumasi itu sendiri.
09:45Ekshumasi itu bukan masalah ada izin atau tidak ada izin.
09:49Tapi ini merupakan satu kewajiban.
09:52Justru menurut saya ini cukup terlambat.
09:54Kalau dari awal kita sudah bisa memastikan bahwa ini ada racun,
09:59sudah tidak perlu banyak saksi lagi.
10:02Karena saksi-saksi yang menemukan KP kan sudah jelas.
10:05Itu adanya busa yang banyak.
10:07Nah, Pak Anton, tapi kalau misalnya untuk memastikan ada pembunuhan atau tidak,
10:13artinya tapi apa yang dicari dalam otopsi itu?
10:15Penyebab sudah pasti, tapi fokusnya nanti akan kemana?
10:18Nah, ini kan sudah jelas bahwa korban ini ada keterkaitan
10:24dengan kasus yang sekarang ini sedang diselidiki.
10:28Dan ini kasus yang sangat besar.
10:30Justru beliau sendiri ada di TKP minima korban ini, sutrimo ini mengetahui lah
10:37siapa-siapa saja tamu yang datang ke tempat penemuan barang bukti
10:42sehubungan dengan kasus besar FA ini.
10:46Dan ini kan meninggalnya itu satu hari sebelum ditahan ini.
10:50Makanya seperti sangat-sangat direncanakan sekali.
10:54Dan ini merupakan salah satu saksi kunci yang memang akan banyak mungkin mengetahui
11:03latar belakang daripada kasus ini.
11:06Makanya dengan adanya kasus meninggalnya Pak sutrimo ini,
11:10tolong ini perlindungan saksi dan korban mungkin harus segera juga
11:16agar diadakan perlindungan.
11:18Karena tidak menutup kemungkinan nanti masih ada saksi kunci yang menjadi korban.
11:25Syukur kalau ini ketahuan.
11:27Mungkin saja ada saksi korban tertentu yang memang belum terdeteksi
11:31dan ini tidak ketahuan.
11:33Dan ini kan akan bahaya sekali.
11:35Oke LPSK juga harus langsung turun tangan kalau gitu.
11:38Saya juga mau nanya lagi ke dokter Hidung.
11:39Yang menurut saksi dan malah bukti itu.
11:42Oke, dokter Hidung ketika ditemukan kondisi Pak sutrimo ini kan diduga
11:47dalam kondisi mulut berbusa.
11:48Sebenarnya kondisi-kondisi apa saja yang bisa membuat seseorang
11:51ketika ditemukan meninggal dunia dalam kondisi itu?
11:54Ada penyakit atau ada faktor lain sebenarnya?
11:57Kalau mulut berbusa ya itu satu kondisi yang bisa istilahnya bisa disebabkan
12:03oleh banyak hal gitu ya.
12:04Kita juga nggak bisa menebak-nebak gitu.
12:07Tapi kalau misalnya kemungkinan biasanya kalau ada mulut berbusa
12:14kita akan menduga bahwa mekanismenya mungkin adalah mati lemas gitu.
12:20Nah, mati lemas ini kan bisa macam-macam gitu.
12:22Bisa memang berbagai penyakit bisa bikin mati lemas.
12:27Racun juga bisa bikin mati lemas.
12:31Apa namanya, kekerasan juga ada yang bisa bikin mati lemas gitu.
12:35Yang kalau mau tahu sebab pastinya ya tadi kita harus otopsi gitu.
12:39Dan itu masih bisa ditemukan ya Bu, apakah mati lemaskara penyakit, keracunan,
12:44atau kekerasan dan yang lain-lain itu masih bisa ditemukan di tiga minggu ini?
12:50Kalau langsung di otopsi mungkin bisa gitu.
12:54Tapi kalau tiga minggu ya tadi tergantung banyak hal gitu.
12:58Tapi ini kan sebenarnya upaya gitu ya.
13:00Di banyak hal yang nanti mempengaruhinya gitu.
13:04Oke, kalau misalnya kan berbagai spekulasi muncul ketika ada dugaan dengan menurut berbusa,
13:10salah satunya adalah keracunan.
13:11Artinya kalau memang ada zat yang masuk ke dalam tubuh,
13:14itu akan bisa hilang seiring waktu ketika sudah dimakamkan, dok?
13:19Bisa, bisa hilang, bisa masih ada.
13:22Tergantung, makanya sangat tergantung dalam kondisinya,
13:24tergantung zatnya apa gitu kan.
13:26Ada zat yang masuk ke tulang misalnya,
13:29itu masih bisa diperiksa.
13:31Kalau misalnya memang dia zat yang cepat sekali kerjanya,
13:34bahkan misalnya hitungannya jam,
13:37ya bisa nggak ketemu gitu.
13:38Nah, makanya nanti bagaimana ahli ini bisa melakukan pemeriksaan
13:43sedetil mungkin, seteliti mungkin,
13:45mengambil sampel sebanyak mungkin
13:47untuk melakukan berbagai pemeriksaan tadi gitu.
13:49Untuk bisa menemukan ini kira-kira sebab matinya apa.
13:53Oke, nah Pak Anton,
13:55olah TKP kan sudah dilakukan,
13:56pemeriksaan saksi sudah dilakukan,
13:58tapi kenapa kalau menurut Anda kok masih
14:00kesimpulannya itu masih belum dijelaskan juga sama polisi?
14:03Apa sih yang jadi kendalanya?
14:05Ya justru, saya juga bertanya-tanya
14:09bahwa penyelidikan ini agak lama,
14:13walaupun tiga minggu.
14:15Sepertinya, seperti ada kendala psikologis gitu.
14:19Ya, walau alam saya tidak tahu gitu kan.
14:21Padahal justru yang paling utama tadi itu
14:23ya penyebab kematiannya.
14:26Walaupun tadi sudah disampaikan oleh Ibu Dokter,
14:29memang kalau kami juga dari forensik,
14:31dulu diajarkan,
14:32kalau memang dari awal kan bisa dari lambung
14:35atau dari usus.
14:36Nah, kalau sudah lama bisa dari urin,
14:38itu sampai 30 hari,
14:40kalau teori ini.
14:41Nah, kalau memang sudah sangat lama sekali,
14:44kita sampai 90 hari,
14:46batasnya itu bisa dari rambut.
14:48Ini rambut ini.
14:49Bahkan kalau rambut ini bisa tahunan.
14:52Itu pun juga tergantung daripada racun yang
14:55banyaknya racun kadarnya segimana gitu kan.
14:58Seperti salah satu yang Arsene yang paling terkenal itu
15:01kan Napoleon Bonavarte kan
15:04diketahui dari rambutnya bahwa
15:06beliau ini dibunuh karena diracun oleh Arsene.
15:10Nah, jadi dalam hal ini
15:12untuk penyidik
15:14agar segera memfokuskan,
15:16karena ini sudah
15:17ke ranah penyidikan,
15:19ranah penyidikan itu kan
15:21TKP saksi
15:22barang bukti
15:23untuk mencari
15:24laku.
15:25Nah, di sini tinggal
15:26difokuskan saja
15:27bahwa ini memang
15:29kematian yang
15:30tidak wajar.
15:31Saya yakin bahwa
15:33racun ini
15:34akan
15:35ditemukan.
15:36Walaupun tadi
15:37misalkan ada
15:38berbagai macam
15:39mulut berbusa saja,
15:41ayan juga kan bisa
15:42mulut berbusa.
15:43Tapi kebanyakan
15:45keracunan itu
15:47diawali dengan
15:48mulut berbusa.
15:49jadi
15:50agak mirip lah.
15:51Nah, kalau gitu
15:52untuk menyimpulkan itu
15:54dokter sebenarnya
15:55butuh berapa lama sih
15:56ekshumasi dan juga otopsi
15:57sampai hasilnya keluar?
15:59Oke, jadi
16:00kalau untuk
16:01gali kuburnya sendiri
16:02kan bisa langsung dilakukan ya.
16:03Kemudian mengambil
16:04banyak organ
16:05segala macam
16:06itu sebenarnya
16:06hitungannya jam ya.
16:08Tapi kemudian kan
16:09ada sampel-sampel
16:10yang harus diambil.
16:11Nah, sampel-sampel
16:12yang harus diambil.
16:13Terus kita kan tadi
16:14punya banyak dugaan
16:15kan pasti dokter-dokternya
16:17gitu ya.
16:17nanti ini kan
16:18harus diperiksa
16:18satu persatu.
16:19Itu nanti labnya
16:20yang mungkin
16:21akan agak lama gitu.
16:23Tergantung apa yang
16:24mau diperiksa.
16:24Apakah memang
16:25bisa diperiksa di sini
16:26atau harus diperiksa
16:27ke tempat lain gitu.
16:29Jadi
16:30mungkin bahkan
16:31bisa sampai bulanan
16:32sebenarnya gitu
16:33kalau untuk mendeteksi
16:34racun tadi gitu.
16:35Dr. Oktavinda Savitri
16:37Dr. Forensik Rumah Sakit
16:38Universitas Indonesia
16:39dan Irjan Purnawerwan
16:40Anton Carlian
16:41pengamat hukum
16:42dan kepolisian
16:43terima kasih sudah berbagi
16:44bersama kami
16:44selalu semuanya.
16:45terima kasih.
16:46terima kasih.
16:46terima kasih.
16:47Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan