00:00Pak Teguh, ini Amerika Serikat yang semula gencar akan menyerang Iran secara habis-habisan, tiba-tiba berubah haluan dengan klaimnya.
00:07Sebenarnya kalau melihat dari diksi yang disampaikan oleh Trump lewat media sosial, kepada publik, apa sebenarnya yang direncanakan oleh Trump?
00:17Ini sebenarnya perang informasi ya, kalau dalam teori namanya deception ya.
00:22Perang ini sudah sangat melelahkan semua, terutama sekali sama Amerika Serikat.
00:26Ya, direncanakan perang itu kurang dari satu minggu, tapi sudah berjalan lima bulan plus dua hari.
00:32Dan ini mendekati tanggal, mendekati 3 November 2026, yakni empat bulan mendatang, di mana akan ada pemilu selat.
00:41Di dalam kondisi kebingungan seperti ini, Donald Trump mengeluarkan statement yang mengagetkannya.
00:47Pertama mengatakan ini adalah kesepakatan awal itu telah tercapai.
00:51Kemudian dikatakan bahwa Iran siap membuka kembali selat hormus, segera dan total, dan juga menghentikan ancaman program nuklir dari Iran.
01:01Dari Iran hal ini ditolak, mereka tidak melakukan diplomasi dengan Amerika Serikat.
01:06Kemudian juga Trump mengatakan adanya desakan dari sekutu-sekutu Timur Tengah.
01:10Memang negara-negara teluk itu aktif membujuk Donald Trump untuk menahan diri guna menjaga perang yang lebih luas.
01:15Antara lain, putra mahkota Muhammad bin Salman itu melakukan komunikasi telepon langsung dengan Trump,
01:21yang intinya mendesak deeskalasi konflik dan memprioritaskan dialog demi stabilitas keamanan internasional.
01:27Demikian juga tokoh-tokoh dari Qatar dan Uni Amrit Arab.
01:30Negara ini meminta penundaan aksi militer karena mereka yakin mediasi diplomatik itu sudah dekat dengan solusi final.
01:37Jadi mereka juga ada optimisme, tapi juga tentunya ketakutan karena mereka sangat khawatir mendapat serangan rudal balistik dari Iran.
01:47Tapi kalau kita melihat lebih dalam, ternyata rekomendasi dari kalangan militer Amerika Serikat itu juga sudah tegas.
01:56Mereka mengakui bahwa banyak target-target yang berhasil Iran capai,
02:01tapi pada saat yang sama juga mereka mengatakan Iran itu sebenarnya tinggal 20% lagi,
02:06dan kalau kita hajar terus-menerus, kita bom terus-menerus, itu akan membawa perang menuju skala masif,
02:12dan itu akan menyeret Amerika Serikat ke perang darat.
02:15Terus diakui Amerika Serikat juga sangat khawatir sebenarnya dengan ancaman militer dari Iran.
02:20Karena kalau kita melihat sumber-sumber dari Iran sendiri,
02:23itu rudal balistik Iran itu sudah semakin cepat, semakin presisi, dan semakin kuat daya ledaknya.
02:30Misalnya Iran sudah berhasil meledakkan radar dan basis-basis pertahanan udara Amerika Serikat
02:36di semua pengkalan militer yang ada di Timur Tengah.
02:39Misalnya kita lihat bahwa misalnya perangkat-perangkat seperti Patriot Air Defense Radar,
02:45kemudian Monitoring Radar, kemudian Tactical Radar, itu sudah banyak yang hancur,
02:48totalnya total 47.
02:50Kemudian juga pada namanya Operational Infrastructure Amerika Serikat yang ada di Timur Tengah,
02:56itu ada 48 aset yang sudah hancur, misalnya adalah MQ-9 drone hanggar,
03:02itu hanggar yang sudah rusak, kemudian hanggar yang memuat pesawat F-15 itu juga sudah hancur,
03:09kemudian juga hanggar yang memuat pesawat P-8 itu juga sudah hancur.
03:14Kemudian yang menariknya adalah Iran juga sudah berhasil menghancurkan fasilitas support and logistics,
03:20itu ada 44 aset yang hancur, misalnya fighter jet dan helikopter ada 6 yang hancur,
03:26kemudian storage tanks itu 12 sudah hancur, jadi ini sangat mengkhawatirkan Amerika Serikat.
03:31Ya, apakah dengan analisa Anda, terutama dengan serangan operasional oleh Iran yang bisa dikatakan
03:38berhasil begitu ya atas Amerika Serikat, apakah ini juga yang menjadi landasan
03:42bahwa Iran bisa dengan mudah mengatakan bahwa kami tidak ada istilah untuk menunda adanya serangan
03:51dan ini seolah menyebut bahwa Amerika Serikat dengan klaim seperti ini artinya Amerika Serikat yang putus asa.
03:56Nah bagaimana Anda menilai respons Iran terhadap klaimnya Trump kali ini?
04:02Statement dari Iran mengatakan ini adalah pengelabuhan,
04:05mereka tidak akan mudah terpengaruh oleh statement dari Amerika Serikat,
04:12karena Iran itu mengatakan ancaman militer itu sangat nyata dan berpotensi menghancurkan peradaban kami.
04:20Ini adalah statement dari akting Menteri Pertahanan Iran, Syed Majid Ibn Reza,
04:25itu menyatakannya di dalam media post.
04:28Kemudian juga Iran mengatakan yang Amerika katakan itu adalah mimpi,
04:32jadi untuk itu mereka mengatakan kami tetap akan konsentrasi mempertahankan selatormus habis-habisan,
04:38kemudian juga Iran juga mengatakan ini adalah ceasefire atau peradaan yang sifatnya goyang.
04:45Dan untuk itu Iran berpikir sekarang, sekaranglah saatnya untuk terus menyerang.
04:50Karena dalam bayangan Iran adalah mereka sedang berada pada semangat yang tinggi
04:54dan juga mereka sadar bahwa di periode, di kepemimpinan Donald Trump sekarang,
05:01itu tingkat persetujuan masyarakat atau namanya approval itu bergerak sekitar 33 ke 35 persen
05:09dan juga itu sangat menguatirkan Donald Trump sebenarnya.
05:13Kemudian juga kalau kita melihat pada media-media masa Amerika Serikat,
05:18mereka semakin tidak puas dengan tingginya biaya hidup,
05:22kemudian juga kita perhatikan situs-situs polling seperti The Economist,
05:27kemudian Nate Silver, kemudian juga APDC itu semua mengatakan bahwa reputasi Donald Trump itu sedang turun
05:35dan dikhawatirkan dalam pemilu selah bulan November nanti, tanggal 3,
05:41itu kemungkinan besar Partai Republik itu akan redup dan nanti kepemimpinan akan diisi oleh Partai Demokrat
05:49dan mereka dengan suara yang lebih besar di Parlemen Amerika Serikat,
05:54maka mereka berpotensi untuk melakukan pemakzulan atas Donald Trump.
05:58Jadi Iran tahu persis Amerika Serikat sedang dikejar waktu
06:01dan Iran mengatakan persenjataan kami dari hari ke hari sudah semakin canggih dan semakin akurat
06:06dan untuk itu Iran tidak meminta bantuan dari Cina dan Rusia
06:11walaupun mereka mengatakan kami sudah bekerja sama dengan Iran di masa lalu
06:16dan sekarang Iran sudah mampu bergerak sendiri.
06:19Sebenarnya ada hitung-hitungan terkait resiko, konsekuensi dari masing-masing negara ini
06:26baik Amerika Serikat maupun Iran begitu.
06:28Tapi dengan Anda katakan bahwa perang komunikasi ini saat ini sedang terjadi
06:32yang sebenarnya ini sudah terjadi berkali-kali.
06:35Nah ini potensi ancaman jika perang berlarut-larut ini seperti apa
06:39dan apa sebenarnya dari perang informasi ini yang ingin disampaikan oleh negara sekitar
06:45ataupun kita di dunia ini oleh Amerika Serikat dan Iran?
06:50Dunia itu berharap ya, perdamaian itu segera terwujud ya
06:54walaupun ini sangat sulit karena kalau kita lihat kalangan pemerintah Iran dan juga masyarakat Iran
06:59mereka berpikir apa yang dikatakan oleh Amerika Serikat itu pasti bohong.
07:03Itu pertama. Ini adalah ciri-ciri munafik menurut mereka.
07:06Dan kedua, kalau Amerika Serikat mengajak membuat perjanjian itu akan dia ingkari sendiri.
07:11Jadi 14 perjanjian yang 14 kerangka perjanjian itu tidak akan berhasil hanya berwujud masan kertas.
07:18Kemudian kalau nanti 14 item itu dilakoni dengan hati-hati
07:24itu tetap Amerika Serikat itu akan menggunting dalam lipatan.
07:27Jadi sebenarnya dunia itu berharap ya perundingan itu akan berjalan
07:31bergerak dari lunak ke keras.
07:33Misalnya ada hal-hal yang bisa dibahas.
07:36Misalnya Amerika Serikat itu menarik diri dari jalur-jalur yang dikuasainya di luar Selat Hormuz.
07:43Kemudian juga Amerika Serikat meniadakan blokade laut tapi memonitornya dari jarak jauh.
07:50Kemudian Amerika Serikat juga menarik diri dari ancaman-ancaman.
07:56Karena Selat Hormuz itu memang sudah aman sebelumnya.
07:58Malah semakin tidak aman setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang pada tanggal 28 Februari silam.
08:05Baru setelah hal-hal yang lunak itu dibahas.
08:08Misalnya juga dengan pembiayaan atas dana-dana Iran yang berada di Amerika Serikat.
08:14Yang mengendap sejak masa Syahansyah Muhammad Reza Pahlavi Aryamer.
08:18Itu agar dikembalikan kepada Iran.
08:20Tapi Israel tentunya akan menolak karena Iran akan menggunakannya untuk pertahanan.
08:24Tapi setelah prakondisi ini dilalui, barulah mereka bisa mengajak Iran untuk berbicara soal misalnya nuclear enrichment.
08:34Bisa mengajak Iran untuk berbicara tentang sanksi.
08:37Kemudian bisa berbicara dengan Iran perihal proksi-proksi regional yang dikendalikan oleh Iran.
08:43Jadi dunia juga berharap-harap.
08:45Cuma pada saat ini kita melihat bahwa Pakistan, Qatar dan Qatar itu sudah kehabisan bensin.
08:52Mereka sudah tidak memiliki ide lagi untuk lanjut.
08:55Padahal Amerika Serikat selalu meminta kepada Pakistan tolong dikondisikan agar perundingan itu ke depan itu memungkinkan kami memiliki exit strategi.
09:03Exit strategi yang elegan sehingga Amerika Serikat tidak terkesan kalah.
09:07Tapi sebenarnya ini sedang diusahakan dan kita masih menunggu keberhasilan dari diplomat.
09:13Jadi peluang-peluang untuk mendapatkan kesepakatan itu dalam waktu dekat apakah mungkin terrealisasi?
09:17Pak Teguh singkat saja?
09:20Kalau Amerika Serikat masih melakukan ancaman terus-menerus, saya pikir Iran akan mengatakan ini adalah prakondisi yang tidak ideal
09:27dan mereka akan tetap siap untuk menyerang fasilitas-fasilitas Amerika Serikat yang ada di Timur Tengah.
09:32Demikian.
09:32Baik. Terima kasih atas analisa Anda lengkap kepada kami di Kompas Malam Kompas TV, Pakar Hubungan Internasional Presiden University, Pak
09:40Teguh Rezasyah.
09:41Terima kasih, salam sehat selalu. Sampai jumpa lain waktu.
09:44Terima kasih.
Komentar