00:13Selamat menikmati
00:55Selamat menikmati
01:16Selamat menikmati
01:45Selamat menikmati
02:15Selamat menikmati
02:35Selamat menikmati
03:14Selamat menikmati
03:32Selamat menikmati
04:03Selamat menikmati
04:25Selamat menikmati
04:28Selamat menikmati
04:30Selamat menikmati
05:08Selamat menikmati
05:39Kristen Indonesia
05:41Selamat menikmati
06:11Selamat menikmati
06:13Selamat menikmati
06:15Selamat menikmati
06:17Selamat menikmati
07:14Nah itu
07:15Selamat menikmati
07:17Selamat menikmati
07:20Selamat menikmati
07:49Selamat menikmati
07:52Kalau menikmati
08:36Selamat menikmati
09:07Ini memang
09:08Selamat menikmati
09:40Selamat menikmati
09:59Selamat menikmati
10:29Selamat menikmati
10:58Selamat menikmati
11:29Selamat menikmati
11:50Selamat menikmati
11:53Selamat menikmati
12:13Selamat menikmati
12:14Selamat menikmati
12:26Selamat menikmati
12:28Selamat menikmati
12:28Selamat menikmati
12:29Selamat menikmati
12:30Selamat menikmati
12:31Selamat menikmati
12:34Selamat menikmati
12:38Selamat menikmati
12:41Selamat menikmati
12:43Iran. Ketika Iran memang membutuhkan
12:45uranium dan dia punya
12:47kemampuan untuk mengembangkan uraniumnya
12:49menurut Iran sebenarnya untuk kebutuhan
12:51energi di dalam negeri, tapi kan oleh negara
12:53lain dipersepsikan sebagai ancaman
12:55nah artinya disini ada
12:56common concern, ada kekhawatiran
12:59atau ada apa ya
13:01kepentingan yang
13:04isunya sama, tapi kepentingannya
13:07berbeda. Ketika Iran membutuhkan ini
13:09untuk listrik, negara lain melihat ini
13:10sebagai ancaman. Nah disini dibutuhkan
13:13negosiasi, bukan berperang
13:14karena ketika perang malah akan membuat
13:16konflik menjadi semakin besar, eskalasi
13:18makin meningkat. Tapi mari duduk bersama
13:20ya, mari perhatikan apa
13:22yang menjadi kebutuhan Iran dan apa
13:24yang menjadi kekhawatiran negara-negara di sekitar
13:26Iran, terutama Israel. Bereskan
13:29itu sama-sama dalam
13:30negosiasi. Nah itu sebenarnya
13:32yang bisa menjadi titik temu, Mas Yassir
13:35ditambah lagi krisis ekonomi ya
13:36dengan platformus yang ditutup ekonomi
13:38banyak negara makin sulit
13:40tentu ini harus dipikirkan segera
13:42diselesaikan. Karena salah satu
13:44titik temu dari
13:46kepentingan kedua negara ini adalah
13:48di Selat Hormuz. Tapi pertanyaannya adalah
13:50poin-poin kesepakatan untuk
13:52di Selat Hormuz ini yang
13:54akhirnya masih digodok oleh
13:55kedua negara. Karena
13:56nampaknya alot sekali ya. Kalau
13:58saking alotnya, bagaimana peran dari
14:00negara-negara lain sehingga dapat
14:02mempertemukan kedua negara ini
14:03agar titik temu soal Selat Hormuz ini
14:05disepakati?
14:06Prof?
14:09Ya mungkin perlu dibentuk semacam
14:11dewa negara teluk begitu ya
14:13dewa negara-negara yang punya
14:15kepentingan yang sama terhadap Selat Hormuz
14:18bahwa negara-negara teluk dan
14:20negara-negara lain di sekitar
14:22teluk dan di seluruh dunia gitu ya
14:25global itu membutuhkan Selat Hormuz
14:27sehingga dipastikan harus ada
14:29kedamaian, keamanan, stabilitas. Nah
14:31dibentuklah konsorsium atau dibentuklah
14:33dewan yang isinya negara-negara teluk
14:35yang punya kepentingan yang sama
14:36untuk memastikan ini aman. Nah
14:39disini memang kemudian menjadi beda
14:40kepentingannya karena Iran maunya
14:42di wilayah yang bagiannya Iran itu
14:45memang Iran yang mengelola. Sebenarnya
14:47bisa saja tapi tadi ada
14:49kesepakatan-kesepakatan sampai
14:51wilayah mana Iran punya kan kalau
14:53kayak di hukum laut itu ada hukum
14:56laut teritorial, ada laut ZEE, dan
14:59ada laut lepas gitu ya. Nah
15:01Iran memang boleh mengatur ketika itu
15:03laut teritorialnya Iran, tapi ketika
15:06dan laut ZEE itu juga boleh dikelola.
15:08Tapi di luar itu nah buatlah
15:10kesepakatan bersama sehingga tadi
15:12semua pihak bisa mendapatkan benefit
15:15dari penggunaan Selat Hormuz ini. Nah
15:17disini yang perlu dibangun
15:20persamaan penyamaan persepsi, persepsi
15:22yang sama bahwa kita semua butuh
15:24Selat Hormuz. Bahwa Iran punya
15:27wilayah atau laut teritorial, yes
15:29itu harus dihargai haknya Iran, hak
15:31berdaulatnya harus dihormati. Tapi
15:34Iran juga perlu menyadari bahwa negara-negara
15:37lain juga membutuhkan Selat Hormuz itu. Sehingga
15:40perlu ada tawar-menawar yang menguntungkan, yang
15:43mendapatkan semua pihak itu mendapatkan
15:45manfaat. Begitulah.
15:46Oke ini yang diharapkan bisa terjadi ya
15:49negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran
15:51yang juga didukung ataupun diperantari oleh
15:53negara-negara yang punya kepentingan
15:55di Selat Hormuz ini. Terima kasih.
15:57Prof. Angel Damayanti atas perspektifnya di Kompas Petang. Salam sehat.
Komentar