Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA,, KOMPASTV - Presiden Prabowo Subianto menyoroti meningkatnya ketegangan global yang terjadi di berbagai kawasan dunia.

Menurutnya, perang yang berlangsung di sejumlah wilayah saat ini menunjukkan situasi dunia yang semakin rawan dan penuh ketidakpastian.

Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung sejak 2022.

"Mungkin perang Ukrain lebih lama dari perang dunia kedua juga. Jutaan sudah korban," ujar Prabowo, Jumat (31/7/2026).

Ia juga menyoroti konflik di Gaza, Lebanon, serta ketegangan di Timur Tengah, termasuk situasi di sekitar Selat Hormuz antara Iran dan negara-negara terkait.

Di tengah situasi global tersebut, Prabowo menegaskan Indonesia tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif dan tidak berpihak pada blok militer tertentu.

"Kita hormati semua kekuatan. Kita baik dengan Amerika Serikat, kita baik juga dengan Tiongkok. Kita juga baik dengan Rusia, Jepang, India, Australia, dan semua tetangga kita," kata Prabowo. (timecode 6:13)

Menurutnya, sikap tersebut membuat Indonesia dapat diterima oleh berbagai pihak karena tidak memiliki kepentingan untuk mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Aqshal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/683389/prabowo-soroti-konflik-global-perang-ukraina-hingga-timur-tengah-jadi-ancaman-dunia
Transkrip
00:00Di mana-mana terjadi perang, dasyat, di kontinen, di benua Eropa, perang besar.
00:17Perang besar ini di Ukraine ini sudah lebih lama dari perang dunia pertama.
00:28Ini mungkin akan lebih lama dari perang dunia kedua.
00:33Perang dunia kedua mulai September 1939, habis itu 40, 41, 42, 43, habis itu pertengahan Mei 1945, jadi lima tahun
00:50atau empat tahun setengah.
00:55Perang Ukraine mulai tahun 22, 22, 23, 24, 25, sudah masuk 26, mungkin perang Ukraine lebih lama dari perang dunia
01:08kedua juga.
01:12Jutaan sudah korban dan kita baru mengerti bahwa perang di satu bagian dari bumi kita punya pengaruh ke mana-mana.
01:25Kepada harga pangan, harga BBM dan sebagainya.
01:30Belum selesai perang Ukraine, situasi di Gaza, di Lebanon, di Timur Tengah meletus, lebih parah lagi.
01:49Di Teluk, di Selat Hormuz, Iran, sampai sekarang belum selesai.
01:58Dan kemungkinan akan juga cukup lama.
02:04Bahkan bahaya perang nuklir tidak bisa kita remehkan, baik di Ukraine maupun di Timur Tengah.
02:19Kita pun, yang kita tidak duga-duga, yang kita anggap ASEAN adalah zona perdamaian, terjadi perang.
02:27Di Myanmar, berkecamuk perang saudara dengan belasan atau puluhan milisi-milisi bersenjata, didukung oleh negara-negara lain.
02:48Sahabat-sahabat kita Thailand dan Kamboja juga pertempuran yang juga masih penuh dengan ketegangan, kita terus berusaha untuk mendukung upaya
03:02-upaya perdamaian.
03:05Dan ketegangan-ketegangan di tempat lain.
03:08Kita bersyukur bahwa negara kita memiliki suatu warisan dari pendiri-pendiri bangsa kita.
03:24Warisan itu adalah politik luar negeri yang non-block, non-aligned.
03:36Yaitu kita tidak ingin bergabung dengan blok fakta militer apapun.
03:45Dan kita sadar dan saya juga sudah kumandangkan dari awal saya dilantik bahwa politik luar negeri Indonesia sekarang adalah ingin
04:00menjadi tetangga yang baik.
04:03The good neighbor.
04:06Our policy is the policy of the good neighbor.
04:10We want to be a good neighbor.
04:11Saya berusaha memperbaiki semua hubungan dengan semua tetangga kita.
04:20Saya berusaha untuk rekonsiliasi.
04:23Saya berusaha untuk memberi pendekatan.
04:28Ya, kita banyak Asia Tenggara ini banyak bekas jajahan.
04:35Karena bekas jajahan warisan, pertikian perbatasan dari zaman kolonial ratusan tahun seolah-olah diwarisi oleh kita.
04:53Nah, ini yang kita ingin bereskan, ingin selesaikan dengan baik, dengan cara damai.
05:08Kadang-kadang tidak ringan, karena ada pihak-pihak yang ya istilahnya mungkin mau menang sendiri sefihak.
05:23Tapi tetap, saya sadar bahwa Indonesia adalah negara yang paling besar.
05:30Karena itu kita juga harus lebih arif, kita harus lebih sabar, kita tidak boleh diprovokasi.
05:37Ya, jadi itu yang kita warisi.
05:44Non-alignment.
05:47Sehingga saya kemana-mana saya tegaskan Indonesia, we are neutral.
05:56Kita hormati semua kekuatan.
06:00Kita baik sama Amerika Serikat.
06:05Tapi kita baik juga sama Tiongkok.
06:09Kita juga baik sama Rusia.
06:13Kita baik sama Jepang.
06:16Kita baik sama India.
06:18Kita baik sama Australia.
06:23Kita ada masalah kadang-kadang.
06:26Ada yang mau separatis.
06:29Tapi kita baik sama tetangga kita.
06:32Sama PNG kita baik.
06:36Saudara-saudara.
06:38Ini yang juga membuat kita bisa diterima di mana-mana.
06:45Bahkan kunjungan saya terakhir di Korea.
06:48Di Korea Selatan.
06:50Presiden Korea Selatan.
06:55Presiden Republic of Korea.
06:57Minta kepada saya.
07:01Bisa enggak saya berkunjung ke Korea Utara.
07:08Untuk membuka semacam dialog.
07:13Oh saya bilang, oh saya dengan hormat, dengan rela.
07:20Kalau yang mulia minta saya untuk ke Korea Utara, saya akan berangkat.
07:30Demikian, saudara-saudara.
07:32Indonesia dianggap tidak punya kepentingan mau mencampur dalam urusan dalam negeri, negara manapun.
07:42Itu yang kita pegang teguh.
07:44Itu kita pegang teguh.
07:48Di Myanmar pun kita pegang teguh itu.
07:53Kita bisa diterima oleh hampir semua pihak.
08:04Jadi, saudara-saudara.
08:07Ini situasi global.
08:11Situasi global sangat rawan.
08:16Tapi, tidak ada gunanya kita panik.
08:24Tidak ada gunanya kita ketakutan.
08:29Tapi, juga membuat kita harus lebih sadar, bertindak, berkata, bertutur kata.
08:44Harus dengan kearifan.
08:46Harus dengan kebaikan.
08:50Dan kita waspada.
08:52Karena memang kita negara sangat besar.
08:56Kita negara sangat kaya.
09:00Hukum manusia, hukum alam.
09:07Kekayaan menimbulkan iri.
09:13Kita selalu menjadi sasaran.
09:18Ratusan tahun.
09:22Selalu masalahnya itu komoditas.
09:24Kalau tahun 1500-an, 1600-an.
09:33Itu rempah-rempah menjadi komoditas krusial, kritikal.
09:42Kenapa?
09:42Belum ada kulkas.
09:46Belum ada refrigeration.
09:47Jadi, kalau mau punya angkatan laut yang kuat, kapal mau berlayar dua minggu,
09:56dia perlu rempah-rempah supaya makanan itu tidak busuk.
10:04Mereka, dan dia butuh kayu.
10:08Kayu-kayu yang cocok untuk di laut.
10:12Ada di Nusantara ini.
10:14Jadi, mereka semua cari kita, Nusantara ini.
10:18Untuk rempah-rempah dan untuk kayu.
10:20Karena angkatan laut waktu itu, kapal-kapalnya dari kayu.
10:27Untuk jadi super power, angkatan laut harus sangat kuat.
10:32Dulu tidak ada pesawat terbang.
10:39Nah, ini yang kita tidak sadari atau kita sadari, tapi kita mungkin tidak mau belajar.
10:45Jadi, saudara-saudara, ini bisa juga dikatakan the curse.
10:51Orang yang diberi atau negara ataupun kawasan di bumi yang diberi.
10:58Sumber alam yang begitu kaya, sering menjadi sasaran.
11:06Kenapa ribut di Timur Tengah?
11:08Timur Tengah, banyak gas, banyak minyak, dan banyak mineral-mineral lain.
11:20Berkecamuklah perang sudah ratusan tahun di situ.
11:23Sudah, saudara.
11:24Jadi, di Veda et impera itu bukan tulisan di buku-buku sejarah.
11:37Itu nyata.
11:41Nyata.
11:43Di Veda impera nyata.
11:46Jadi, saudara-saudara,
11:48ini saya dengan panjang lebar saya tekankan kembali ke saudara-saudara,
11:53karena apa yang kita bahas sedang terjadi di depan mata kita.
Komentar

Dianjurkan