Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Mensesneg Prasetyo Hadi memberikan penjelasan mengenai posisi duduk Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming tidak bersebelahan dengan Presiden Prabowo Subianto saat Sidang Kabinet di Istana, Senin, 20 Juli 2026.

Prasetyo menjelaskan hal tersebut hanya kebutuhan teknis penggunaan teleprompter untuk Presiden membaca data.

"Nah, itulah yang kemudian kenapa pertanyaan yang secara layout kalau saudara-saudara kemarin perhatikan adalah Bapak Presiden berada di tengah-tengah dan kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari Bapak Wakil Presiden kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata, tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan," ujar Prasetyo dalam konferensi pers, Jakarta, pada Selasa (21/7/2026).

Baca Juga Respons Peradi Bersatu soal Penempatan Kursi Gibran Tak Sejajar Prabowo di Sidang Kabinet di https://www.kompas.tv/nasional/681792/respons-peradi-bersatu-soal-penempatan-kursi-gibran-tak-sejajar-prabowo-di-sidang-kabinet

#mensesneg #wapresgibran #presidenprabowo

Produser: Ikbal Maulana

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/681871/jawab-istana-soal-prabowo-gibran-tak-bersebelahan-di-sidang-kabinet-hingga-motor-listrik-nasional
Transkrip
00:00Ijin, kemarin kan Presiden dan para anggota kabinet kan baru ajusi dengan kabinet,
00:06tapi ada yang jadi sorotan ramai di media sosial, mas, disorot soal layout tempat duduk itu, mas,
00:11antara Presiden dan wakil Presiden, karena kan sebelumnya Presiden dan wakil itu kan bersebelahan,
00:16tapi ini ada yang berbuat gitu, tidak bersebelahan.
00:18Mungkin bisa ditanggapi, mas.
00:21Baik, terima kasih pertanyaan, tapi sebelum saya menjawab mengenai masalah layout,
00:28sebagaimana yang kemarin kami sampaikan bahwa Bapak Presiden kemarin tanggal 20 Juli 2026
00:40mengadakan atau memimpin sidang kabinet paripurna pertengahan tahun
00:47atau kalau ada istilah biasanya setelah selesainya semester pertama dalam satu tahun,
00:54yang perlu juga kami informasikan bahwa sidang kabinet paripurna sebelum yang kemarin
01:03itu dilaksanakan pada tanggal 13 Maret, kalau kami tidak salah, 2026, jadi kurang lebih 4 bulan yang lalu.
01:15Jadi ini adalah sidang kabinet paripurna rutin yang diselenggarakan oleh Bapak Presiden.
01:20Berikutnya, karena ini tadi yang kami sampaikan bahwa ini sidang kabinet paripurna di semester pertama,
01:31memang Bapak Presiden mengambil kesempatan itu untuk yang pertama tentu melakukan evaluasi
01:41terhadap seluruh program-program prioritas yang tengah dijalankan oleh pemerintah,
01:47sekaligus memberikan arahan untuk dilakukan percepatan-percepatan terhadap program-program prioritas
01:55yang harus diselesaikan di semester kedua.
01:58Dan memang Bapak Presiden kemarin di dalam sidang kabinet paripurna,
02:05ingin memberikan penjelasan mengenai apa saja yang telah dicapai oleh pemerintah selama kurang lebih
02:16kalau kita bicaranya masa pemerintahan beliau adalah 20-21 bulan.
02:22Kalau kita bicara tahun 2026, sebagaimana tadi kami sampaikan adalah semester pertama.
02:28Nah, di situ karena beliau ingin menjelaskan banyak sekali program,
02:34maka kemarin kalau saudara-saudara perhatikan,
02:36karena banyaknya program itu juga harus diikuti atau didukung dengan data-data,
02:45maka kemarin beliau akan menggunakan alat bantu namanya telepronter.
02:49Nah, itulah yang kemudian kenapa pertanyaan yang secara layout,
02:58kalau saudara-saudara kemarin perhatikan adalah Bapak Presiden berada di tengah-tengah
03:05dan kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari Bapak Wakil Presiden,
03:13kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata,
03:19tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan.
03:25Yang paling penting justru bagaimana secara subtantif apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden
03:31pada seluruh jajaran adalah memberikan penilaian, memberikan evaluasi,
03:37menyampaikan prestasi-prestasi Kabinet Merah Putih yang selama kurang lebih 21 bulan
03:45diberikan kepercayaan di bawah pimpinan Bapak Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Bapak Gibran Raka Buming Raka
03:51sudah banyak sekali prestasi-prestasi yang berhasil dicapai.
03:56Dan tentunya diakhiri dengan bagaimana beliau menghendaki untuk kita di sisa semester yang kedua ini
04:05melakukan percepatan-percepatan terhadap program-program prioritas yang masih harus kita kebut pelaksanaannya.
04:14Demikian.
04:15Jadi tidak ada kaitan dengan anggapan bahwa posisi Presiden Merah Putih tidak sekarang gitu ya?
04:20Tidak ada. Sama sekali tidak ada.
04:22Sama sekali tidak ada. Kami pada posisi kita sekarang sedang kompak-kompaknya,
04:28sedang semua berusaha keras mencapai apa yang menjadi garis dari Bapak Presiden,
04:35menjadi garis dari program kerja dan prioritas nasional semata-mata semua
04:41untuk kepentingan masyarakat, kepentingan bangsa dan negara.
04:45Tentu kita menyadari masih banyak juga permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat
04:52dan dihadapi oleh bangsa kita.
04:55Jadi tidak ada sama sekali.
04:57Artinya nanti kalau ada sidang-dang-dang-dang lagi, posisinya akan kembali bergantian untuk?
05:01Ya nanti kita lihat.
05:18Kembali kami sampaikan bahwa minggu yang lalu,
05:23Bapak Jaksa Agung telah secara resmi berkirim surat kepada Bapak Presiden
05:29berkenaan dengan usulan nama pejabat Jaksa Agung Muda Tindak Bidana Khusus
05:37yang beberapa waktu yang lalu, yang bersangkutan,
05:42yang saat itu menjabat, mengajukan pengunduran diri.
05:45Nah dan waktu itu kami juga menyampaikan bahwa kami mohon waktu untuk dibahas
05:52sesuai dengan mekanisme di tim penilai akhir
05:55dan insya Allah satu dua hari ini sudah akan ada keputusan
05:59dan Bapak Presiden akan menantatangani ke pres pengangkatan pejabat yang baru.
06:06Demikian.
06:07Mas Pras, berkait dengan yang viral,
06:09akhir-akhir ini kan Menteri PU dikritik dan berasanya begitu ada yang bilang selengean dan sebagainya.
06:13Nah evaluasi dari istanah sendiri mungkin sudah ada?
06:16Ya kalau berkenaan dengan evaluasi kepada seluruh kementerian
06:24maupun kepada pejabat menterinya,
06:28emang rutin terus menerus kita lakukan evaluasi dalam artian saling berkoordinasi,
06:38dalam artian saling memberikan masukan,
06:42karena ada beberapa hal yang memang tergantung konteksnya ya.
06:48Kalau evaluasi dari sisi kinerja itu ada sendiri,
06:53bagaimana cara kita kemudian mengevaluasi,
06:56tapi kalau pertanyaan tadi adalah mengevaluasi dari sisi bagaimana cara berkomunikasi,
07:02apalagi yang berkenaan dengan karakter masing-masing,
07:05itu juga tentunya parameter atau indikator dan cara mengevalusinya berbeda.
07:11Jadi kalau pun ada yang berkenaan dengan masalah Menteri,
07:16salah seorang Menteri yang kemudian dianggap cara menyampaikan sesuatu ke publik,
07:23itu dianggap kurang pas,
07:25nah itu menjadi catatan untuk nanti kami komunikasi
07:30dan kita berharap akan diperbaiki.
07:35Demikian.
07:46Sebagai yang kami sampaikan,
07:47memang ada beberapa nama yang diusulkan,
07:49tetapi kami mohon besok saja setelah kepres ditanda tangan ini,
07:55karena biarlah menjadi keputusan terlebih dahulu
07:58untuk nanti kami sampaikan kepada teman-teman media dan kepada masyarakat.
08:09Pesan khusus Bapak Presiden kepada Jampitsus yang baru?
08:14Belum ada.
08:17Tapi nanti pada waktunya pasti akan ada pesan-pesan khusus dari beliau.
08:24Bapak Presiden kemudian di dalam mengambil keputusan,
08:27itu sudah ada komunikasi dan peninggungannya,
08:31pertimbangannya seperti apa melihat untuk memulihkan percayaan publik?
08:35Ya ada dong, tapi kan tidak berkenaan dengan hal tersebut,
08:40mungkin mohon maaf tidak bisa semua kami sampaikan ke publik,
08:44tetapi bahwa proses seorang Bapak Presiden kemudian di dalam mengambil keputusan,
08:53tentunya kan banyak hal yang menjadi pertimbangan
08:56dan banyak juga beliau meminta masukan-masukan maupun pendapat-pendapat
09:00dan tentu penilaian-penilaian dari banyak pihak.
09:02Mas soal Bapak Binsa diminta oleh produk mengawasi Bapak Pajak itu
09:07hingga mana Mas Pembahasai, Mas?
09:09Kemudian sama Maud Wadana,
09:11Presiden mau meresmikan motor listrik itu kapan, Mas?
09:15Kalau mengenai Bapak Binsa saya kira belum ya.
09:18Kemarin juga Dirjen Bajak juga sudah memberikan penjelasan.
09:22Kalau berkenaan dengan motor listrik nasional ya?
09:28Nah, berkenaan dengan motor listrik nasional,
09:30nanti pada waktunya akan kami sampaikan dalam waktu dekat mungkin akan ada
09:36apa namanya, semacam launching motor listrik nasional hasil karya anak bangsa
09:45yang sekali lagi ini membuktikan bahwa sesungguhnya
09:49kalau kita memiliki kehendak, kalau kita memiliki keinginan,
09:55ya bangsa Indonesia akan mampu mencapainya.
09:59bahwa mungkin masih ada sedikit kekurangan ya,
10:03mari itu bersama-sama kita berbaiki.
10:07Tetapi tidak sekedar mengenai kemampuan kita memproduksi mobil atau motor listrik nasional,
10:14ini kan bagian juga dari kita mengurangi
10:16ketergantungan terhadap konsumsi BPM berbasis fosil.
10:21Dan saya kira itu juga perlu menjadi perhatian kita bahwa sebuah prestasi itu tidak berdiri sendiri,
10:29juga tidak sekedar memberi efek atau impact di dunia otomotif,
10:34tetapi juga itu membawa pengaruh kepada konsumsi bahan bakar kita yang berbasis fosil.
10:39Jadi kita bisa mengurangi ketergantungan BPM kita.
10:44Mas, ini kan Presiden katanya terus menyevaluasi agungan kabinet,
10:47termasuk kemarin juga dengan kesindahan kabinet,
10:49masalah semester pertama di tahun ini.
10:52Nah, resafel itu akan mengikuti kapan sih Mas?
10:55Resafel lah, belum ada resafel.
10:57Langkah resafel?
10:58Belum, belum.
10:58Sebagaimana yang sering kami sampaikan bahwa proses evaluasi atau pengawasan itu
11:06tidak selalu kemudian berujung dengan adanya presafel.
11:14Jadi monitoring, pengawasan, evaluasi itu dalam konteks tadi yang sudah kami jelaskan
11:21bahwa konteksnya adalah untuk memastikan program-program di setiap kementerian masing-masing
11:28dijalankan dengan benar, dijalankan dengan cepat, dijalankan dengan tata kelola yang baik,
11:34dijalankan dalam semangat untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat.
11:40Jadi itu, tidak selalu makna dari evaluasi itu adalah selalu berujung terjadinya pergantian atau resafel.
11:47Oke, terima kasih ya.
11:49Cukup ya.
11:49Terima kasih.
11:50Ini katanya kan Menteri UMKM akan mengubah OJOL statusnya sebagai UMKM.
11:55Tapi sejauh ini itu apakah benar dan sudah sejauh mana progresnya kalau memang pergantian itu akan ditekan?
12:01Dan kapan mungkin masih?
12:02Belum. Jadi, apa yang disampaikan oleh Menteri UMKM adalah salah satu wacana yang memang sedang kita bicarakan bersama-sama
12:15dalam rangka penyempurnaan dari yang waktu itu sudah pernah kita sampaikan bahwa kita menggagas apa yang disebut dengan perpres untuk
12:27mengatur masalah OJOL.
12:29Tetapi memang kami minta waktu karena dalam perjalanannya ini banyak beberapa yang memang harus kita cari formulanya, kita harus cari
12:40titik temunya.
12:42Tetapi berkenaan dengan beberapa kebijakan kami mendapatkan feedback dan laporan bahwa contoh berkaitan dengan masalah potongan itu yang turun di
12:578 persen.
12:58itu sudah berlaku dan sudah kami juga menerima laporan bahwa beberapa saudara-saudara kita yang berprofesi OJOL juga sudah mendapatkan
13:11manfaat dari kebijakan itu.
13:13Jadi, paralel semua sedang kita kerjakan.
13:18Tapi pertimbangan ini diumbang ke WNKM itu sebenarnya dasarnya yang besar sih?
13:22Pertimbangan OJOL ini diumbang ke WNKM ini dasarnya apa mas?
13:25Ya adalah itu kan bagian dari bagaimana kita memastikan ekosistem transportasi kita yang terwujud dalam bentuk kegiatan-kegiatan ekonomi yang
13:38bentuknya jasa transportasi.
13:41Nah, itu terlindungi dari semua hal baik dari sisi pendapatan, kemudian baik dari sisi hak-hak yang melekat dan termasuk
13:53juga dari kepastian masa depannya.
13:58Karena ini kan perusahaan-perusahaan jasa transportasi yang kemudian bisa juga karena keadaan tertentu nanti akan mempengaruhi performa perusahaannya.
14:12Nah, yang ini juga dipikirkan oleh pemerintah kan begitu.
14:18Itulah kenapa kemudian kami mohon waktu untuk itu masih kita mau coba sempurnakan sehingga satu peraturan sudah dapat mengatur dan
14:29memastikan perlindungan kepada semua saudara-saudara kita yang profesi di jasa transportasi.
14:41Besok sesuai dengan agenda, Bapak Presiden akan memimpin upacara Prasetya Perwira, TNI, dan Polri di Istana Merdeka pada pukul 8
14:59pagi.
15:09Karena ada perubahan, nanti kami cek ya, kurang lebih di, kalau kami tidak keliru, kurang lebih di 1.500, tapi
15:19nanti kami coba cek kembali.
15:21Karena ada penambahan jumlah peserta GIDI atau jumlah Taruna.
15:3617-an baru mulai persiapan, jadi beberapa kali kami sudah melakukan rapat koordinasi.
15:45Jadi, sebagaimana juga yang saudara-saudara ikuti beberapa waktu yang lalu secara resmi juga logo peringatan hari ulang tahun kemerdekaan
15:55kita yang ke-81 secara resmi juga sudah ditetapkan.
16:00Dan saya kira prosesnya tahun ini ada perbedaan sedikit karena di dalam hal penentuan kita melibatkan partisipasi masyarakat, partisipasi publik
16:14untuk bersama-sama memiliki kemampuan yang kita pakai atau kita tetapkan sebagai logo.
16:33...pelaksanaan upacara maupun kegiatan-kegiatan tambahan lainnya.
16:42Musik-musiknya mungkin masih sampaiannya, mas sampaiannya.
16:56...di Jakarta mungkin mas?
16:58Jadi, Kalau pertanyaannya berkenaan dengan anggaran MBG,
17:15ada kemungkinan setelah proses perbaikan di manajemen atau di pimpinan badan kisi nasional
17:25dan setelah ada proses validasi data
17:30ada kemungkinan akan terjadi penurunan kebutuhan anggaran MPT
17:46kemungkinan itu kan artinya kalau memang dalam situasi yang dibutuhkan ya mungkin itu akan dilakukan
17:58tetapi hasil evaluasi kami sampai hari ini Alhamdulillah fundamental ekonomi kita cukup
18:07kuat, fiskal kita juga masih sangat terjaga
18:12berkaitan dengan masalah defisit anggaran dalam satu tahun APBN berjalan juga masih sangat terjaga
18:20kami terus bekerja keras di satu sisi melakukan
18:25tetap melakukan sesuai dengan penunjuan Bapak Presiden
18:29terus menerus anggaran-anggaran yang memang itu dirasa kurang produktif
18:34kurang berdampak untuk itu juga terus-menerus kita upayakan untuk diefisienkan
18:40oke ya demikian ya semua ya terima kasih ya terima kasih
18:43terima kasih
18:43terima kasih
18:47terima kasih
18:49Terima kasih di Jakarta.
Komentar

Dianjurkan