- 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur membatalkan dakwaan terhadap dr. Tifauzia Tyassuma dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke tujuh RI Joko Widodo. Ketua Majelis Hakim Christina Endarwati menyatakan dakwaan terhadap terdakwa batal demi hukum.
Di sisi lain, Tifauzia menegaskan akan terus memperjuangkan kebenaran terkait otentisitas ijazah tersebut, sementara Roy Suryo menilai putusan ini semestinya berlaku pula untuk kasusnya. Kuasa hukum Jokowi, Rivai Kusumanegara, menyebut pihak jaksa tinggal memperbaiki dan menyempurnakan dakwaan.
Lalu, bagaimana kelanjutan perkara dokter Tifa dan apakah mantan presiden Jokowi hadir di pengadilan?
Produser: Theo Reza
Video Editor: Lintang Amiluhur
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/682182/full-kuasa-hukum-jokowi-roy-tifa-hingga-binsar-gultom-soal-dakwaan-tifa-dibatalkan-hakim
Di sisi lain, Tifauzia menegaskan akan terus memperjuangkan kebenaran terkait otentisitas ijazah tersebut, sementara Roy Suryo menilai putusan ini semestinya berlaku pula untuk kasusnya. Kuasa hukum Jokowi, Rivai Kusumanegara, menyebut pihak jaksa tinggal memperbaiki dan menyempurnakan dakwaan.
Lalu, bagaimana kelanjutan perkara dokter Tifa dan apakah mantan presiden Jokowi hadir di pengadilan?
Produser: Theo Reza
Video Editor: Lintang Amiluhur
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/682182/full-kuasa-hukum-jokowi-roy-tifa-hingga-binsar-gultom-soal-dakwaan-tifa-dibatalkan-hakim
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00:10Bola liar kembali menggelinding dari isu keaslian ijazah mantan Presiden Jokowi.
00:00:18Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur mengambulkan perlawanan terdakwa Dr. Tifat
00:00:24terkait perkara pencemaran nama baik dan fitnah terhadap Jokowi.
00:00:27Hakim menyatakan surat dakwaan jaksa penuntut umum terhadap Dr. Tifat batal,
00:00:33sehingga pemeriksaan pokok perkara tidak dapat dilanjutkan.
00:00:37Jaksa dinilai tidak cermat dalam menyusun dakwaan.
00:00:41Mengadili, menyatakan perlawanan dari tim advokat terdakwa tersebut diterima.
00:00:47Menyatakan surat dakwaan penuntut umum atas nama terdakwa Tifat Usia Piasuma batal demi hukum.
00:00:55Alternatif yang demikian akan menimbulkan ketidakpastian hukum,
00:00:59karena seakan menunjukkan bahwa penuntut umum tidak dapat menentukan pilihan pasal mana yang akan ia dakwakan
00:01:05untuk perbuatan yang sama.
00:01:07Keragu-raguan dalam menentukan pasal yang akan didakwakan ini menimbulkan ketidakpastian hukum
00:01:12dan menunjukkan penuntut umum telah tidak cermat dalam menyusun dakwaan.
00:01:19Setelah dakwaan terhadapnya dibatalkan,
00:01:21Dr. Tifat tetap akan melanjutkan perjuangan menuntaskan polemik ijazah Jokowi.
00:01:26Tidak menurutkan laka kami untuk terus memperjuangkan kebenaran,
00:01:31terutama terkait dengan persoalan yang selama ini sudah menjadi beban bagi seluruh bangsa Indonesia,
00:01:39terkait dengan autentitas dari ijazah yang dilakukan selama ini menjadi polemik.
00:01:47Roy Suryo yang masih berstatus tersangka menilai,
00:01:50putusan selah dakwaan Dr. Tifat bakal menjadi presiden bagi kasusnya jika sampai ke pengadilan.
00:01:57Yang paling penting dagingnya ini, jadi ini perkaranya berhenti.
00:02:00Perkara ini adalah gugatannya sama dengan yang saya terima,
00:02:04jalannya juga sama, dakwaannya juga sama.
00:02:07Sehingga insya Allah, kalau memang hukum itu lurus ya,
00:02:10ini tidak hanya menjadi presiden, tapi menjadi jurisprudensi.
00:02:14Jadi putusan dari Dr. Tifat siatia suma,
00:02:18ini akan kemudian nanti harus berlaku juga untuk kemudian kasus saya,
00:02:23meskipun saya tetap harus menjalani persidangan dulu.
00:02:27Kuasa hukum Jokowi Dodori, FAI, Kusumanegara, menghormati putusan hakim,
00:02:32namun ia yakin proses hukum masih akan berlanjut setelah jaksa memperbaiki surat dakwaan.
00:02:38Tentunya kami menghargai putusan yang telah diucapkan,
00:02:41karena bagaimanapun putusan tersebut adalah bagian dari koreksi,
00:02:45check and balance sebuah proses hukum yang sedang berlangsung.
00:02:48Pada perkara berlanjut sampai di tengah-tengah baru ini jadi persoalan,
00:02:51maka di tahap awal ini akan dilakukan koreksi oleh majelis,
00:02:55pihak jaksa tinggal memperbaiki dan menjemurnakan.
00:02:57Tentunya nanti dakwaan yang baru akan lebih sempurna lagi
00:02:59dan mudah-mudahan bisa segera belaju ke persidangan pokok-pokara.
00:03:05Menurut Pakar Hukum Pidana Universitas Jenderal Sudirman,
00:03:08Hipno Nugroho, pembatalan dakwaan Dr. Tifa tak otomatis berlaku bagi Roy Suryo.
00:03:14Jaksa penuntut umum akan lebih cermat dan teliti,
00:03:17terutama dalam penerapan pasal dakwaan.
00:03:19Dengan Pak Roy Suryo, penuntut umum akan belajar dari surat dakwaan
00:03:26yang diajukan pada Dr. Tifa.
00:03:28Jadi nggak bisa cermatkan.
00:03:30Artinya penuntut umum mungkin akan lebih jeli,
00:03:33lebih teliti, baik konsepnya, baik dakwaannya, baik pasalnya.
00:03:40Hampir dua tahun isu ijazah mantan Presiden Jokowi
00:03:43telah menjadi polemik di tengah masyarakat.
00:03:45Berbagai klarifikasi institusi saling lapor
00:03:49hingga sidang gugatan perdata tak kunjung jadi titik terang.
00:03:53Belakangan, sejumlah tersangka yang dilaporkan Jokowi
00:03:56bebas setelah menempuh upaya restoratif justice,
00:03:59salah satunya Rismon Sianipar.
00:04:02Sementara kasus Dr. Tifa berlanjut ke persidangan,
00:04:05sedangkan Roy Suryo saat ini masih mengajukan
00:04:08perapradilan ketiga terkait penahanannya.
00:04:16Halo selamat malam saudara, boleh lihat kembali
00:04:18menggelinding kehadapan Anda.
00:04:20Seolah pantang surut drama kasus jasa Jokowi
00:04:23terus berlanjut.
00:04:24Paling mutakir, Majelis Hakim Pandilan Negeri Jakarta Timur
00:04:27mengabulkan perlawanan Dr. Tifa
00:04:30dengan menyatakan surat dakwaan jaksa penuntut umum
00:04:33batal dari hukum.
00:04:34Sehingga pemeriksaan pokok perkara tidak dilanjutkan.
00:04:38muncul sejumlah pertanyaan.
00:04:40Apakah dengan batalnya dakwaan,
00:04:42Dr. Tifa bakal bebas sepenuhnya?
00:04:45Apakah putusan selah ini memberi peluang Jokowi
00:04:48tidak hadir ke sidang dan membawa jasanya?
00:04:51Lebih penting lagi,
00:04:52apakah polomi ijazah Jokowi
00:04:54kian menuju titik terang
00:04:55atau kembali ke jalan berliku-liku?
00:04:58Saudara bersama saya, Mas Sister, Anda menyaksikan.
00:05:00Bola liat.
00:05:04Kita bahas topik malam ini
00:05:06dengan sejumlah narasumber yang sudah bergabung
00:05:07di studio maupun Zoom.
00:05:09Saya menyapa, Abdul Fikar Hajar,
00:05:10Pakar Hukum Bidana Universitas Trisakti.
00:05:12Selamat malam, Pak Fikar.
00:05:14Adi Dharmawan Wakaton Brigade Rakyat Nusantara.
00:05:17Selamat malam, Bang Adi.
00:05:17Selamat malam, Pak Asisar.
00:05:19Selamat malam semua.
00:05:20Edi Hasi Buwan, Direktur Eksekutif LEMKAPI.
00:05:23Selamat malam, Bang.
00:05:23Selamat malam.
00:05:25Abdul Gapur Sanghaji, Penasihat Hukum Roy Suros.
00:05:27Selamat malam, Bang.
00:05:28Selamat malam, Pak Darian.
00:05:29Selamat malam.
00:05:30Abdullah Al-Katiri, Penasihat Hukum Tifa Ujah Tia Suma.
00:05:32Selamat malam.
00:05:35Di floor saya menyapa, Binsar Gultom Hakim Tinggi,
00:05:38Pengadilan Tinggi, Jakarta 2022-2025.
00:05:41Selamat malam, Pak.
00:05:42Selamat malam.
00:05:43Dan saya menyapa melalui Zoom,
00:05:45ada Firman, Pengaribuan Penasihat Hukum Jokowi.
00:05:47Selamat malam, Bang Firman.
00:05:49Selamat malam, Ilona, dan semua yang peninggir saya.
00:05:51Selamat malam.
00:05:52Dan juga ada Pak Binsar Gultom, Hakim Tinggi.
00:05:56Dan juga saya menyapa,
00:05:57Komjen Penawarawan Ogroseno, Wakafori 2013-2014.
00:06:01Halo, Pak.
00:06:03Ini masih dalam perjalanan,
00:06:05nanti dia bergabung dengan kita di studio begitu ya.
00:06:07Saya coba ke Bang Ade dulu.
00:06:08Bang Ade,
00:06:09dengan putusan setelah pembatalan dakuan,
00:06:12Dr. Tifa,
00:06:13menurut Anda bakal bebas sepenuhnya
00:06:15atau tidak akan bebas setelah dakuannya diperbaiki?
00:06:18Ya, betul sekali, Ilona,
00:06:20karena saya juga melihat,
00:06:23menonton ya,
00:06:26beberapa pada saat sebelum putusan,
00:06:28memang Hakim menyatakan bahwa
00:06:30batal demi hukum, itu yang pertama,
00:06:31terus kemudian ada kesempatan di situ diberikan,
00:06:35yaitu pasal 206,
00:06:37kuah baru ya,
00:06:38poin 4,
00:06:39sama 7,
00:06:41pasal 75,
00:06:42poin 4 juga,
00:06:43untuk perbaikan.
00:06:45Jadi,
00:06:46idealnya,
00:06:47apakah
00:06:47jaksa,
00:06:48teman-teman kejaksaan
00:06:50akan memilih
00:06:51pasal yang mana akan diterapkan nanti untuk,
00:06:55apakah melakukan perlawanan,
00:06:56atau memperbaiki?
00:06:57Kalau memperbaiki itu mendaftar ulang.
00:07:00Artinya,
00:07:00dia daftar ulang,
00:07:01daftar kembali,
00:07:02perbaikan-perbaikan,
00:07:03karena memang ambigu,
00:07:04yang seperti rekan-rekan kita sampaikan,
00:07:07kuasa hukum Pak Jokowi,
00:07:08bahwa,
00:07:09ambigu-nya di pasal,
00:07:12apakah ini kuah lama,
00:07:13atau kuah baru.
00:07:14Itu,
00:07:14itu menjadi pertimbangan Hakim,
00:07:16sehingga Hakim merasa,
00:07:18ada keraguan-keraguan dari teman-teman.
00:07:19Bukan karena kemarin ada cacat formil?
00:07:21Kalau terkait cacat formil kan,
00:07:24itu kita lihat arah persidangannya.
00:07:26Cacat formilnya di mana.
00:07:27Kan itu.
00:07:28Tetapi,
00:07:29saya rasa,
00:07:29apapun yang kemudian menjadi putusan selah,
00:07:32yang menghentikan kasus tersebut,
00:07:35tentu,
00:07:35ini adalah pembelajaran baik,
00:07:36untuk menghadapi sidang berikutnya.
00:07:39Artinya,
00:07:40memperbaiki,
00:07:42dakwaan.
00:07:43Kemudian,
00:07:44mengajukan kembali.
00:07:45Kami sarankan juga,
00:07:46jangan lama-lama lah,
00:07:47kan Pak Blasari aja itu.
00:07:49Kalau menurut Anda sendiri,
00:07:50bagaimana dengan posisi,
00:07:52dokter Tifa,
00:07:53soal ini,
00:07:54apakah akan bebas sepenuhnya?
00:07:56Ya,
00:07:56ya otomatis.
00:07:58Otomatis?
00:07:58Bahkan,
00:07:59jika orang itu ditahan,
00:08:01dalam putusan,
00:08:04eksepsi yang sekarang itu diperlawanan,
00:08:06itu harus dilepaskan.
00:08:07Harus dilepaskan?
00:08:08Kalau ditahan.
00:08:10Gitu loh.
00:08:10Nah, ini kan tidak ditahan.
00:08:12Ya otomatis,
00:08:13sudah bebas lah.
00:08:14Selama,
00:08:14belum ada,
00:08:16pengajuan ulang dari,
00:08:18mana,
00:08:19kejaksa.
00:08:19Kejaksa.
00:08:20Da'wan ulang.
00:08:20Memang diberi kesempatan sekali.
00:08:22Memang demikian.
00:08:22Satu kali ya.
00:08:23Tapi saya tidak melihat,
00:08:24satu demi satu pasal dan pasal,
00:08:26langsung pada keputusan,
00:08:27itu jelas dikatakan,
00:08:29bahwa da'wan ini batal demi hukum.
00:08:32Apa artinya?
00:08:33Ya batal,
00:08:34keseluruhan,
00:08:35bukan hanya pasal demi pasal.
00:08:36Karena diaksa mengatakan,
00:08:38bukan pasal ini,
00:08:39pasal ini,
00:08:39da'wan ini batal demi hukum.
00:08:41Sehingga istilah awam,
00:08:43istilah umum,
00:08:44batal demi hukum itu dianggap tidak ada.
00:08:46Tidak pernah ada da'wan ini.
00:08:49Ya kan?
00:08:50Pengulangan-pengulangan itu,
00:08:51kami melihat dari awal,
00:08:52ini da'wan ini memang,
00:08:54menurut kami adalah,
00:08:55empuk lah,
00:08:56untuk kita gigit waktu itu,
00:08:57dengan perlawanan kami.
00:08:59Ya kan?
00:08:59Karena memang,
00:09:00unsur-unsurnya pun tidak,
00:09:01tidak pas ya.
00:09:03Bahkan,
00:09:04mulai dari,
00:09:05apa,
00:09:06relatif ya,
00:09:07apa namanya,
00:09:08kompetensi relatif dan sebagainya,
00:09:10kenapa kejadiannya itu,
00:09:12pidananya di Jakarta Timur,
00:09:14eh sorry,
00:09:14di Jakarta Pusat,
00:09:16kemudian di Jakarta Selatan,
00:09:18ya kejadiannya dikatakan di da'wan itu,
00:09:20tapi,
00:09:21di pengadilannya di Jakarta Timur.
00:09:23Kalau misalnya nanti diperbaiki,
00:09:24dakuannya begitu?
00:09:25Saya tidak tahu.
00:09:27Saya yakin tidak bisa diperbaiki lagi.
00:09:29Tidak bisa diperbaiki,
00:09:30kenapa kira-kira bang?
00:09:31Karena sudah totally,
00:09:32kita,
00:09:32kita,
00:09:33semua pasal-pasal itu,
00:09:34kita antisipasi di situ.
00:09:35Yang mana saya tidak yakin,
00:09:37akan ada da'wan ulang,
00:09:39mengingat,
00:09:40pada waktu memberikan berita acara itu,
00:09:43berita acara ahli tidak diberikan.
00:09:46Oke.
00:09:46Seharusnya itu harus diberikan,
00:09:47ketentuannya itu,
00:09:48di Kuap Lama juga ada,
00:09:50143 di penjelasannya.
00:09:52Jadi,
00:09:52yang dimaksud,
00:09:54berkas yang dilimpahkan,
00:09:56itu termasuk da'wan dan,
00:09:58ini ada hakim magung ya,
00:10:01enggak,
00:10:01hakim tinggi.
00:10:02Haking tinggi, maaf.
00:10:03Haking tinggi.
00:10:04Haking tinggi, ya kan.
00:10:04Itu adalah da'wan dan berita acara.
00:10:07Tapi tidak diberikan,
00:10:09bahkan dia bertahan,
00:10:10tidak memberikan itu.
00:10:11Oke.
00:10:11Dengan argumentasi,
00:10:12bahkan dikatakan bahwa,
00:10:13ya kami tidak akan memberikan senjata,
00:10:15bahkan kami minta daftar,
00:10:17daftar ya,
00:10:18dari barang bukti,
00:10:19itu pun tidak diberikan.
00:10:21Dengan pernyataan bahwa,
00:10:22loh,
00:10:22ini kalau kita,
00:10:23kan kita perang,
00:10:25masa senjata kami?
00:10:26Oke.
00:10:26Jadi penjelit itu menganggap ini peperangan,
00:10:28bukan penegakan hukum.
00:10:30Coba kita minta pendapat dari,
00:10:32Bang Firman.
00:10:33Jadi disampaikan oleh Pak Al-Khaldiri,
00:10:35barusan,
00:10:36bahwa tidak akan mungkin ada dakwaan yang diulang,
00:10:38direvisi.
00:10:39Kata Pak Abdul Abbasan.
00:10:42Jadi kan,
00:10:43sebetulnya persoalan ini kan,
00:10:45karena memang hari ini,
00:10:47bangsa Indonesia sedang menerapkan sistem peralihan pidana terpadu yang baru.
00:10:50Baru 2 Januari 2026 dilaksanakan.
00:10:53Di mana ada pasal mengenai peralihan 361 KUHAP.
00:10:58Sehingga,
00:10:59kalau menurut pembahaman kami,
00:11:01walaupun kami juga menyampaikan bahwa memang,
00:11:04perlawanan yang disampaikan oleh tim advokatnya terdakwa,
00:11:08mengenai batal demi hukum,
00:11:09itu diterima.
00:11:10Kemudian,
00:11:11kami juga menyampaikan bahwa,
00:11:15mengembalikan,
00:11:16mengembalikan,
00:11:18bekas perkara kepada perut umum.
00:11:20Jadi ini terus berlanjut,
00:11:22seperti itu.
00:11:22Karena kenapa?
00:11:23Tentu akan dilakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan.
00:11:27Karena memang disampaikan juga oleh hakim,
00:11:30mengenai pasal 75 dan mengenai pasal 206.
00:11:33Silahkan disampaikan oleh hakim,
00:11:35karena kebetulan saya hadir kemarin,
00:11:38disampaikan silahkan memilih apakah mau melakukan perlawanan,
00:11:41atau mau melakukan perbaikan,
00:11:43berdasarkan pasal 75.
00:11:44Dan itu tentu,
00:11:45kita serahkan kepada Jaksa Perut Umum.
00:11:47Jadi nanti,
00:11:48secara eksplisit disampaikan,
00:11:50bahwa memang akibat dari ada hanya masa transisi,
00:11:55di dalam dakwaan disampaikan,
00:11:58ada dua rezim KUHP.
00:12:00Ada pasal 33 KUHP baru,
00:12:04dan pasal 30 KUHP lama,
00:12:06yang sebenarnya deliknya sama,
00:12:08perbuatan yang sama,
00:12:09namun hakim mengatakan kurang cermat,
00:12:11karena pilih salah satu mau yang mana.
00:12:12Karena memang, pada saat ini,
00:12:15masa transisi,
00:12:16mana yang lebih menguntungkan terhadap terdakwa,
00:12:18itu yang disampaikan.
00:12:19Nah kami melihat,
00:12:20Jadi menurut Anda,
00:12:21putusan selah ini tidak menjadi putusan akhir begitu?
00:12:24Karena kalau kita lihat di PN Solo 2025 lalu,
00:12:27Iza Saad Jokowi,
00:12:28putusan selah jadi putusan akhir, Bang?
00:12:30Tidak,
00:12:31kalau yang ini jelas kok,
00:12:32putusannya hanya empat tadi kan,
00:12:34menyatakan,
00:12:35dikembalikan berkasih kepada penutup umum,
00:12:37kemudian nanti disampaikan juga,
00:12:39disitu ada pasal 20675 tadi,
00:12:40mau apakah melakukan perlawanan,
00:12:42artinya mau melakukan,
00:12:43menyampaikan,
00:12:44bahwa memang sudah benar disajikan,
00:12:46atau memang melakukan perbaikan.
00:12:48Itu diserahkan kepada jelas penutup umum,
00:12:49sehingga dengan demikian,
00:12:51tadi juga Bang Al-Khattiri sudah menyampaikan,
00:12:52akan dilakukan penyesuaian,
00:12:55dan tentu,
00:12:55karena ini sudah sampai dengan tahap dakwaan,
00:12:59jadi tinggal kita tunggu aja,
00:13:00nanti kita lihat YPU melakukan apa,
00:13:02ke depan,
00:13:03apakah nanti Senin atau Selasa,
00:13:04dilakukan revisi berdasarkan pasal 75,
00:13:06ayat 4,
00:13:07atau memang menyampaikan,
00:13:09paling maksimum 14 hari,
00:13:11menyampaikan perlawanan terhadap putusan selah itu,
00:13:13jadi tidak ada yang dihidikan,
00:13:15yang ada dikembalikan berkasnya,
00:13:17untuk tadi,
00:13:18dilakukan perlawanan terhadap putusan selah ini,
00:13:21atau memperbaiki berdasarkan pasal 75,
00:13:23saya rasa demikian,
00:13:23Pak Al-Khattiri,
00:13:25tidak akan jadi putusan akhir,
00:13:28makanya sudah diputus,
00:13:31dibutus,
00:13:31bahkan dikembalikan,
00:13:33berarti kan sudah ada putusan itu,
00:13:34kalau Jakarta tidak melakukan perbaikan,
00:13:38kan selesai,
00:13:39kalau perbaikan,
00:13:40kemungkinan juga ditolak juga,
00:13:43bukan berarti perbaikan,
00:13:44terus kalau masuk ke pokok perkara,
00:13:46bahkan kami,
00:13:47pada waktu,
00:13:48ya,
00:13:49maaf,
00:13:50bahkan kami,
00:13:51kami meminta ya,
00:13:52waktu itu,
00:13:53kami sudah siap,
00:13:55baik diterima maupun ditolak,
00:13:57bahkan kami siap,
00:13:58bahkan beberapa teman dari kami,
00:13:59loh kok selesai sampai di sini,
00:14:01gitu loh,
00:14:01karena kami sudah mempersiapkan,
00:14:03kami sudah melihat,
00:14:05walaupun kami belum melihat langsung,
00:14:06dari daftar itu,
00:14:07apa-apa yang akan kita permasalahkan,
00:14:10bukan ke ijasa lagi,
00:14:12tapi ke 712 dokumen itu,
00:14:15tadinya 709,
00:14:16tapi begitu di profit,
00:14:18dikatakan 712,
00:14:20kami akan berselancar di situ,
00:14:21apa benar bahwa SKS-nya itu,
00:14:24dalam S1 itu jumlahnya sekian,
00:14:26itu banyak yang tidak normal,
00:14:28apa benar foto itu,
00:14:29itu adalah foto yang bersangkutan,
00:14:30apa benar dilakukan judisium,
00:14:33apa benar orang-orang teman-temannya,
00:14:35yang kemarin itu,
00:14:36memang benar-benar,
00:14:37apa namanya,
00:14:38S1,
00:14:39dan apa benar,
00:14:40yang namanya Joko Widodo itu,
00:14:42Joko Widodo yang ini,
00:14:43belum tentu juga,
00:14:44kami temukan fakta-fakta,
00:14:46bukan Joko Widodo yang ini,
00:14:48ternyata di ijasa itu.
00:14:51Itu fakta,
00:14:52mungkin saya bisa,
00:14:53selamat bang firman,
00:14:54selamat bang firman,
00:14:55undar juga,
00:14:55oke,
00:14:56coba,
00:14:57coba diresur nama bang firman,
00:14:58itu belum sampai,
00:14:59ada urusan ijasa ini,
00:15:00belum sampai ini.
00:15:02Tahan dulu Pak,
00:15:03tahan,
00:15:03silahkan,
00:15:04pampungan.
00:15:05Jadi kan persoalan ini kan adalah,
00:15:07kan persoalannya,
00:15:09Butifa,
00:15:10bukan,
00:15:11bicara Pak Joko,
00:15:12yang di kursi pesakitan,
00:15:13kan seperti itu,
00:15:14jadi jangan dibalik-balik,
00:15:15yang sebenarnya adalah,
00:15:17Butifa harus nanti menyajikan,
00:15:19apa kepalsuan,
00:15:20daripada Joko,
00:15:21yang disampaikan sama Butifa,
00:15:22dan nanti kalau di Pak Roy,
00:15:24juga demikian.
00:15:25Bukan sebaliknya,
00:15:27tetapi,
00:15:27ya tentu,
00:15:28nanti Jaksa Penuntut Umum,
00:15:29akan menyajikan bahwa,
00:15:32Pak Jokowi,
00:15:33tidak ada putusan yang mengatakan,
00:15:34ijasa Pak Jokowi,
00:15:35palsu,
00:15:36kemudian Pak Jokowi,
00:15:37bagaimana disampaikan oleh,
00:15:39UGM adalah,
00:15:40alumni daripada,
00:15:41Fakultas Kehutanan UGM,
00:15:42telah mengikuti,
00:15:43terima perguruan tinggi,
00:15:44telah menerima ijasa secara asli,
00:15:46mungkin juga akan disampaikan,
00:15:47legalisir,
00:15:48saya pernah dengar,
00:15:49teman-teman,
00:15:50advokatnya,
00:15:51Roy dan Tifa,
00:15:53menyampaikan,
00:15:53ada legalisir,
00:15:54dilihat,
00:15:56ijasa Pak Jokowi,
00:15:57mungkin itu,
00:15:58kemudian ada putusan,
00:15:59ada dari pus lapor,
00:16:01mengenai,
00:16:01keterangan bahwa memang itu identik,
00:16:03dan sebagainya,
00:16:03ada pengecekan terhadap 14,
00:16:05ijasa teman-teman,
00:16:06dan sebagainya,
00:16:07jadi saya pikir,
00:16:07bukan terbalik,
00:16:09ini yang harus menyajikan,
00:16:11adalah Bu Tifa,
00:16:13terkait,
00:16:13apa yang disebut sama beliau palsu,
00:16:16bagaimana membuktikannya,
00:16:17dikasih kesempatan,
00:16:18kalau tidak bisa dibuktikan,
00:16:19ya tentu,
00:16:19sesuai dengan pasalnya,
00:16:20maka terkena pidana,
00:16:21saya rasa seperti itu,
00:16:22Ilona,
00:16:23yang paling utama,
00:16:24yang harus membuktikan itu,
00:16:25adalah pelapor,
00:16:27siapa yang mendalilkan,
00:16:27yang membuktikan,
00:16:29contohnya seseorang,
00:16:30saya bilang,
00:16:30maaf ya,
00:16:31saya katakan,
00:16:32dia mencuri sepeda motor,
00:16:33contohnya,
00:16:34ya saya yang merasa kehilangan,
00:16:35membuktikan dia mencuri,
00:16:37ini berbeda,
00:16:39ini berbeda,
00:16:40memang saya curi,
00:16:41kalau ketahuan,
00:16:42berbeda,
00:16:42jadi begini,
00:16:44dalilnya,
00:16:45memang ya,
00:16:46yang melaporkan itu siapa,
00:16:48yang melaporkan itu,
00:16:50siapa yang mendalilkan,
00:16:51yang melaporkan,
00:16:52buktinya dengan bukti 100 lebih,
00:16:54dengan saksi 100 lebih,
00:16:56135 orang,
00:16:57dan sebagainya,
00:16:58dengan bukti-bukti 712,
00:17:00dan dia berusaha membuktikan kan itu,
00:17:03kok malah bu Tifa,
00:17:04yang sudah membuktikan,
00:17:04sedangkan bukti,
00:17:05bukti-bukti,
00:17:06hanya dengan keilmuannya,
00:17:09keilmuannya,
00:17:10dia hanya,
00:17:11mengfokus ke foto itu,
00:17:13menurut bu Tifa,
00:17:14dengan keilmuannya,
00:17:15foto itu,
00:17:15bukan asli,
00:17:17bukan asli itu,
00:17:18kalau kasih,
00:17:18bukan yang sesenarnya,
00:17:19gini, gini, gini,
00:17:21gini,
00:17:21maksudnya,
00:17:22kita harus fokus ke situ,
00:17:23bukan fokus ke pasal,
00:17:24oh, ini tidak fokus,
00:17:25coba,
00:17:26coba,
00:17:26coba,
00:17:26coba,
00:17:27coba,
00:17:28Pak Rinsar,
00:17:28sebagai matang hakim,
00:17:29Pak,
00:17:29coba,
00:17:30disebutkan,
00:17:31dalam omar,
00:17:32jaksa disebutkan,
00:17:32tidak cermat menyusul dakwaan,
00:17:34jadi pertanyaannya,
00:17:35kenapa hakim sampai memutuskan,
00:17:36membatalkan surat dakwaan,
00:17:38betul,
00:17:39itu yang menjadi pokok masalah,
00:17:42dan,
00:17:43di dalam judul,
00:17:44kita baca,
00:17:45apakah stop,
00:17:47perkara ini kan itu,
00:17:49akibat,
00:17:51keputusan selah,
00:17:52yaitu Jokowi,
00:17:54tidak sidang,
00:17:56nah,
00:17:56saya perlu,
00:17:57saya,
00:17:58sampaikan dulu ya,
00:18:00ini,
00:18:01untunglah saya,
00:18:02sudah,
00:18:03purna bakti,
00:18:04atau pengsiun,
00:18:05jadi,
00:18:06hakim,
00:18:07sehingga,
00:18:09saya bisa,
00:18:11menganalisis,
00:18:14sedikit banyaknya,
00:18:17putusan,
00:18:18hakim PN,
00:18:20Jakarta Timur,
00:18:22memang,
00:18:23kalau kita lihat,
00:18:25pembacaan putusan,
00:18:28dalam,
00:18:31putusan selah tersebut,
00:18:35anggota majelis,
00:18:36yang membacakan,
00:18:37hanya,
00:18:38mengatakan,
00:18:39surat dakwaan,
00:18:40jaksa itu,
00:18:42tidak,
00:18:43cermat,
00:18:44tidak jelas,
00:18:45tidak lengkap,
00:18:46mungkin,
00:18:47termasuk juga,
00:18:48masalah,
00:18:49lokus,
00:18:50dan tempusnya,
00:18:51peristiwa pidana,
00:18:52dilakukan,
00:18:52tangkapan,
00:18:55kemudian,
00:18:56peranan daripada terdakwa,
00:18:58pertanyaan kita dulu,
00:18:59apakah memang,
00:19:01itu seperti itu,
00:19:03dalam surat dakwaan jaksa,
00:19:04mestinya,
00:19:05di sini harus ada,
00:19:07pihak kejaksaan,
00:19:08walaupun dia mantan,
00:19:09supaya lebih,
00:19:11detail ya,
00:19:14nah,
00:19:15perlu dicatat,
00:19:17jaksa,
00:19:19di dalam surat dakwaannya,
00:19:21pada prinsipnya,
00:19:23pastilah menuntut,
00:19:25supaya,
00:19:27terdakwa,
00:19:27terbukti bersalah,
00:19:29ya,
00:19:30apa kesalahan,
00:19:31yang dipandang di sini,
00:19:33adalah,
00:19:33terkait,
00:19:34dengan,
00:19:35pencemaran,
00:19:37nama baik,
00:19:38dan fitnah,
00:19:40itulah surat dakwaan jaksa,
00:19:41kan itu,
00:19:43apakah itu duluan,
00:19:45primernya,
00:19:46pasal 33,
00:19:47KUHP,
00:19:49ya,
00:19:50ditambah dengan,
00:19:52pasal 32,
00:19:53dan 35,
00:19:54undang-undang ITE,
00:19:56termasuk subsidirnya,
00:19:57dan ada kumulatif,
00:19:59saya,
00:19:59dengar di sini,
00:20:00tapi sangat disayangkan,
00:20:02dalam surat dakwaan itu,
00:20:03memang tidak ada,
00:20:04pasal 55,
00:20:06yang sekarang,
00:20:07pasal 20,
00:20:08di KUHP,
00:20:10yang baru,
00:20:11terkait dengan,
00:20:13del naming ya,
00:20:14atau turut serta,
00:20:15karena ini,
00:20:16tidak hanya satu orang,
00:20:18yang melakukan,
00:20:20perbuatan,
00:20:21tindak pidana,
00:20:23dugaan pencemaran,
00:20:24dan fitnah tersebut,
00:20:26nah,
00:20:26itu satu,
00:20:28apakah betul,
00:20:30jaksa,
00:20:31tidak menguraikan itu,
00:20:32secara cermat,
00:20:33cermat,
00:20:34jelas,
00:20:36termasuk,
00:20:37lukus,
00:20:38dan tempus delikti,
00:20:40ini,
00:20:40belum kita baca ini,
00:20:42mestinya ini,
00:20:43jaksa yang harus menyampaikan itu,
00:20:45kemudian,
00:20:45perlu dicatat,
00:20:48bahwa,
00:20:48dasar,
00:20:49perlawanan,
00:20:50atau eksepsi,
00:20:51kalau di KUHP baru itu,
00:20:52perlawanan,
00:20:53bukan eksepsi,
00:20:54tapi,
00:20:55katakan itu,
00:20:56eksepsi,
00:20:58itu ada tiga dasar,
00:20:59terhadap surat dakwaan,
00:21:01jaksa,
00:21:01pertama,
00:21:02apakah,
00:21:03pengadilan itu,
00:21:04berwenang mengadili perkara itu,
00:21:06itu satu,
00:21:07kedua,
00:21:07apakah surat dakwaan itu,
00:21:09tidak dapat diterima,
00:21:11ketiga,
00:21:12apakah,
00:21:14surat dakwaan itu,
00:21:16harus dibatalkan,
00:21:18nah,
00:21:18kalau ada pernyataan,
00:21:20pernyataan,
00:21:21daripada tim,
00:21:22kuasa hukum,
00:21:24yang mengatakan,
00:21:26bisa,
00:21:28diperbaiki,
00:21:29surat dakwaan itu,
00:21:31itu,
00:21:33apabila,
00:21:34tidak dapat diterima,
00:21:35surat dakwaan,
00:21:36dan itu ada dalam,
00:21:37amar putusan,
00:21:38pengadilan,
00:21:39negeri Jakarta Timur,
00:21:40tapi,
00:21:41yang menjadi amar putusan,
00:21:42seperti mana kita tahu,
00:21:44adalah,
00:21:44surat dakwaan,
00:21:46batal,
00:21:46demi hukum,
00:21:48berarti,
00:21:49tidak,
00:21:50usah,
00:21:51dan,
00:21:52apakah ini,
00:21:53stop,
00:21:54kan ini,
00:21:56apakah stop,
00:21:57sedangnya,
00:21:57tidak,
00:21:57nah,
00:21:57ini jawab Pak Binsar,
00:21:58kita lanjutkan,
00:21:59tetap bersama kami,
00:22:00di Bola Liar,
00:22:00oh begitu,
00:22:05ya,
00:22:10di Bola Liar,
00:22:11yang sudah terkam di video,
00:22:12Pak Agro Senang,
00:22:13selamat datang Pak,
00:22:14macet ya tadi ya,
00:22:15macet ya,
00:22:16baik,
00:22:17baik,
00:22:18Pak Binsar,
00:22:18dilanjutkan,
00:22:19kalau misalnya,
00:22:20ada salah pembatalan dakwaan,
00:22:21apakah artinya,
00:22:22kasus ini,
00:22:22ditutup,
00:22:23stop,
00:22:23oh,
00:22:24tidak,
00:22:25ya,
00:22:26untuk,
00:22:27saya sampaikan dulu,
00:22:29secara singkat,
00:22:30di sini tidak ada soal masalah,
00:22:32kalah,
00:22:33menang,
00:22:34tetapi ada satu prinsip,
00:22:37dasar hukum negara kan,
00:22:39negara hukum,
00:22:41supaya,
00:22:43kita berpikiran,
00:22:44ada di sini,
00:22:45equality before the law,
00:22:47jadi,
00:22:47asas persamaan,
00:22:49tanpa memandang,
00:22:50itu apakah pejabat,
00:22:52orang kaya,
00:22:53dan orang miskin,
00:22:55sama di depan hukum,
00:22:56nah,
00:22:57jadi,
00:22:59sesuai judul Jokowi,
00:23:00tak jadi sidang,
00:23:02apakah stop,
00:23:04tidak,
00:23:05karena,
00:23:06kalau menurut saya,
00:23:07alasan,
00:23:10ada satu solusi,
00:23:12upaya hukum,
00:23:14perlawanan,
00:23:16fair jet,
00:23:18naik banding,
00:23:19ke pengadilan tinggi,
00:23:20DKI Jakarta,
00:23:22ya,
00:23:23terkait dengan,
00:23:25eksepsi,
00:23:26tersebut,
00:23:28jadi,
00:23:28bukan berarti,
00:23:29itu ada perbaikan,
00:23:30surat dakwaan,
00:23:31seperti yang dibilang oleh,
00:23:32Pak Abang tadi,
00:23:33tidak ada istilah,
00:23:34surat dakwaan diperbaiki,
00:23:35tetapi,
00:23:35lewat pengadilan,
00:23:36berarti di pen selesai,
00:23:37Pak,
00:23:38di pen selesai,
00:23:40tidak,
00:23:40tidak,
00:23:41jadi,
00:23:41di pengadilan tinggi lah,
00:23:42ini nanti selesainya,
00:23:44berarti dilanjutkan,
00:23:45apakah pengadilan tinggi nanti,
00:23:47tidak,
00:23:48dapat menerima,
00:23:50tidak menerima,
00:23:52daripada,
00:23:53eksepsi,
00:23:54kuasa hukum,
00:23:55daripada,
00:23:56tim,
00:23:57Dr. Tifa,
00:23:59atau tidak,
00:24:01kalau misalnya,
00:24:02ini tidak diterima,
00:24:05berarti,
00:24:05pengadilan tinggi,
00:24:07akan membatalkan,
00:24:10putusan selah,
00:24:12pengadilan negeri,
00:24:13Jakarta Simur,
00:24:14dan yang berlaku,
00:24:16akhirnya adalah,
00:24:17putusan,
00:24:19pengadilan tinggi,
00:24:20karena dia akan,
00:24:21mengadili sendiri,
00:24:22dengan memerintahkan,
00:24:24kepada pengadilan,
00:24:26negeri,
00:24:26yang bersangkutan,
00:24:28untuk,
00:24:29memeriksa,
00:24:30pokok perkara,
00:24:32jadi,
00:24:32yang berlaku,
00:24:34adalah,
00:24:35putusan pengadilan,
00:24:36tinggi,
00:24:37terkecuali,
00:24:38kalau,
00:24:39pengadilan tinggi,
00:24:40DKI Jakarta nanti,
00:24:43menolak,
00:24:44atau,
00:24:45katakan,
00:24:46menguatkan,
00:24:46putusan selah,
00:24:48daripada,
00:24:49PN Jakarta Timur,
00:24:50nah,
00:24:50ini baru,
00:24:51bahaya,
00:24:52bumerang,
00:24:53mungkinkah,
00:24:55mungkinkah,
00:24:55ini akan stop,
00:24:56ini yang akan kita diskusikan,
00:24:58nanti saya akan,
00:24:58oke,
00:24:59coba saya ke bangsa ngaji,
00:25:00kalau menurut Pak Binsar,
00:25:01tidak akan di stop,
00:25:03secara,
00:25:04putusan,
00:25:05pengadilan negeri,
00:25:06Jakarta Timur,
00:25:07dalam,
00:25:08rasio desiden,
00:25:09di,
00:25:09atau,
00:25:10pertimbangan hukumnya,
00:25:11hakim,
00:25:12tidak merujuk,
00:25:13pada pasal,
00:25:1375,
00:25:15ayat 4,
00:25:16yaitu,
00:25:16surah dakwaan,
00:25:17bisa,
00:25:19dibuat kembali,
00:25:20atau diperbaiki,
00:25:21jadi,
00:25:21hakim,
00:25:21tidak merujuk ke situ,
00:25:23makanya,
00:25:23kemudian,
00:25:24amar putusan,
00:25:26majelis hakim,
00:25:26pengadilan negeri,
00:25:27Jakarta Timur,
00:25:28adalah,
00:25:29membatalkan,
00:25:30surah dakwaan,
00:25:31dan,
00:25:31tidak ada,
00:25:32perintah kepada,
00:25:32jaksa penuntut umum,
00:25:34untuk menggunakan,
00:25:35pasal,
00:25:3575,
00:25:36ayat 4,
00:25:36yaitu,
00:25:37terhadap putusan,
00:25:38pengadilan negeri,
00:25:40jaksa penuntut umum,
00:25:41bisa memperbaiki,
00:25:41surah dakwaan,
00:25:42nah,
00:25:43apa yang disampaikan,
00:25:44oleh Pak Binsar tadi,
00:25:45menurut saya,
00:25:46itulah sebenarnya,
00:25:47kaidah hukum,
00:25:48yang diatur,
00:25:49dalam pasal,
00:25:49206,
00:25:50ayat 4,
00:25:51bahwa,
00:25:52terhadap putusan,
00:25:54pengadilan negeri,
00:25:54yang membatalkan,
00:25:55surah dakwaan,
00:25:58langkah hukum,
00:25:59yaitu,
00:25:59berupa perlawanan,
00:26:00atau resisten,
00:26:02ya,
00:26:04mungkin bukan,
00:26:05verset ya,
00:26:05karena verset itu,
00:26:06kan adalah putusan,
00:26:07dalam perdata ya,
00:26:08verset itu,
00:26:09lahir karena,
00:26:10adanya putusan,
00:26:11first act,
00:26:11first act itu adalah,
00:26:12ketika gugatan,
00:26:14perdata dilakukan,
00:26:14antar para pihak,
00:26:15dan salah satu pihak,
00:26:16tidak hadir dalam,
00:26:18persidangan,
00:26:19maka kemudian,
00:26:19Majelis Hakim,
00:26:20mengeluarkan putusan,
00:26:21first act,
00:26:21nah,
00:26:22kemudian,
00:26:23upaya hukum,
00:26:23terhadap putusan,
00:26:24first act itu adalah,
00:26:25first act,
00:26:25saya kira itu,
00:26:26ranah hukum perdata,
00:26:27tetapi,
00:26:27di dalam ranah hukum pidana,
00:26:29yang dimaksud,
00:26:29dalam pasal 206 itu,
00:26:31adalah,
00:26:32lakukan perlawanan,
00:26:33atau resisten,
00:26:34dan,
00:26:35beberapa,
00:26:35beberapa perkara,
00:26:37yang sebetulnya,
00:26:38juga,
00:26:38mengikuti pola yang sama,
00:26:39seperti yang disampaikan,
00:26:40oleh Pak Binsar,
00:26:41dan,
00:26:41saya dari awal,
00:26:42konsisten terhadap,
00:26:43argumentasi hukum itu,
00:26:44gitu ya,
00:26:44meskipun,
00:26:45dari kubu sebelah,
00:26:46itu kemudian,
00:26:47memandang bahwa,
00:26:48interpretasi mereka adalah,
00:26:50oh,
00:26:51jaksa bisa menggunakan,
00:26:52pasal 75,
00:26:53ayat 4,
00:26:53meskipun itu,
00:26:54tidak ada dalam amar putusan,
00:26:55nah,
00:26:56saya ingin mengambil,
00:26:56dua contoh kasus,
00:26:57yang paling menarik,
00:26:58yang pertama,
00:26:59terkait juga,
00:27:00dengan kasus Pak Jokowi,
00:27:01namanya,
00:27:02Julianus Paungana,
00:27:04seorang terpidana,
00:27:06yang kemudian,
00:27:06baru mendapatkan,
00:27:07amnesti dari Presiden Prabowo,
00:27:09pada saat,
00:27:10tahun 2016,
00:27:11kasusnya,
00:27:12diadili,
00:27:13di pengadilan negeri,
00:27:13Jakarta Selatan,
00:27:15kuasa hukumnya adalah,
00:27:16Profesor Yusri Liza Mahender,
00:27:17dan saat ini,
00:27:18jadi menteri,
00:27:19eksepsinya diterima,
00:27:20eksepsi diterima,
00:27:22surat dakwaan dibatalkan,
00:27:23karena saat itu,
00:27:25terdakwa,
00:27:27dokteran,
00:27:27dokter,
00:27:28Julianus Paungana itu,
00:27:29didakwa dengan,
00:27:30undang-undang ITE,
00:27:31pada saat,
00:27:32dia mengunggah,
00:27:33foto Pak Jokowi,
00:27:34dengan Nikita Mirzani,
00:27:35dan dia membuat,
00:27:36suatu hashtag,
00:27:36di Twitter,
00:27:37dan kemudian,
00:27:38di dalam,
00:27:40putusan,
00:27:41majelis,
00:27:42hakim,
00:27:43pengadilan negeri,
00:27:43Jakarta Selatan,
00:27:44justru,
00:27:45eksepsinya diterima,
00:27:46sehingga,
00:27:47surat dakwanya ditolak,
00:27:48nah,
00:27:48apa yang dilakukan Jaksa,
00:27:49karena amar putusannya adalah,
00:27:51hanya menolak,
00:27:52dan tidak memberikan kesempatan,
00:27:53kepada Jaksa Penuntut Tumum,
00:27:54untuk memperbaiki surat dakwaan,
00:27:56maka langkah yang dilakukan,
00:27:57oleh,
00:27:58Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan,
00:28:00saat itu,
00:28:00adalah melakukan perlawanan,
00:28:01Kejaksaan Tinggi DKI,
00:28:02dan,
00:28:03kemudian,
00:28:04perlawanannya diterima,
00:28:05sehingga,
00:28:06Jaksa Penuntut Tumum,
00:28:07melakukan dakwaan kembali,
00:28:09jadi,
00:28:10artinya,
00:28:10dalam perkara ini,
00:28:11izin Pak Binsar,
00:28:12memang benar,
00:28:13harus dulu,
00:28:14Jaksa melakukan perlawanan,
00:28:15terhadap putusan,
00:28:16pengadilan negeri,
00:28:18Jakarta Timur,
00:28:19melalui pengadilan tinggi DKI,
00:28:20kemudian,
00:28:20nanti dilihat,
00:28:21apakah dalil-dalil,
00:28:22Jaksa Penuntut Tumum,
00:28:23itu kuat gak,
00:28:24karena gini,
00:28:25kemarin di pengadilan negeri,
00:28:26Jakarta Timur,
00:28:26kalau kita dengar,
00:28:27secara komprehensif,
00:28:28meskipun saya yakin,
00:28:29salinan putusannya,
00:28:30belum diterima,
00:28:30karena saya juga hadir,
00:28:31di pengadilan negeri,
00:28:32Jakarta Timur,
00:28:32bersama Mas Roy,
00:28:34itu,
00:28:34ada dua asas,
00:28:35yang dilanggar oleh,
00:28:37Jaksa Penuntut Tumum,
00:28:38yang pertama adalah,
00:28:39asas legalitas,
00:28:40dan yang kedua adalah,
00:28:41asas lextemporis delicti,
00:28:42kenapa asas legalitas dilanggar,
00:28:44karena dengan mengkombinasikan,
00:28:46atau mendakwa,
00:28:48terdakwa Butifa,
00:28:49dan Mas Roy,
00:28:49dengan dua rezim undang-undang,
00:28:51pidana yang berbeda,
00:28:52yaitu,
00:28:53KUHP Lama,
00:28:54Wetbuk,
00:28:54Van Straffrech,
00:28:55dan kemudian,
00:28:56undang-undang nomor 1 tahun,
00:28:57ini dianggap oleh hakim,
00:28:59ini justru memberikan,
00:29:00tidak kepastian hukum,
00:29:01makanya ini,
00:29:02dicerminkan asas legalitas,
00:29:04asas yang kedua adalah,
00:29:05asas lextemporis delicti,
00:29:07jadi,
00:29:07asas lextemporis delicti,
00:29:09yaitu apa,
00:29:11dakwaan Jaksa Penuntut Tumum,
00:29:12terhadap Butifa,
00:29:13dan Mas Roy,
00:29:13ini sama,
00:29:14dakwaannya kombinasi,
00:29:15ada empat dakwaan,
00:29:16yaitu,
00:29:17dakwaan pertama itu,
00:29:18primer subsidiar,
00:29:19pasal 434,
00:29:20dijuntuhkan dengan pasal 441,
00:29:22dijuntuhkan lagi dengan pasal 261,
00:29:24kemudian dakwaan subsidiarnya,
00:29:27itu adalah pasal 433,
00:29:29dijuntuhkan dengan pasal 441,
00:29:30kemudian dijuntuhkan dengan pasal 126,
00:29:32kemudian dakwaan ketiga,
00:29:34eh, sorry,
00:29:35dakwaan kedua yang primer,
00:29:36itu pasal 434,
00:29:38kemudian dakwaan kedua yang subsidiar,
00:29:41pasal 310,
00:29:42nah,
00:29:42ketika,
00:29:44perlawanan dilakukan oleh Pak Al-Katiri,
00:29:46terhadap pasal 310,
00:29:47yang disisipkan dalam dakwaan kedua yang subsidiar,
00:29:49ini mencerminkan bahwa,
00:29:51Jaksa,
00:29:52menggabungkan dua rezim undang-undang yang berbeda,
00:29:54sehingga ini yang disebut,
00:29:55tidak menimbulkan pasal.
00:29:56Baik, Pak Firman,
00:29:56konstruksi perkaranya yang terlalu dipaksakan kemarin,
00:29:59katanya Pak.
00:30:00Kalau kami melihatnya,
00:30:03ini terkait dengan pasal 75,
00:30:05tadi kan disampaikan batal demi hukum,
00:30:07gitu kan,
00:30:07disitu disampaikan pada ayat 4,
00:30:11ya,
00:30:11dalam hal produk dakwaan,
00:30:12batal demi hukum,
00:30:13sebagian menimbulkan ayat 3,
00:30:15hakim memberikan kesempatan satu kali kepada penutut umum,
00:30:18untuk memperbaiki dan mengajukan kembali.
00:30:21Jadi,
00:30:22saya kok percaya,
00:30:23tapi kita lihat lah nanti,
00:30:24karena ini kan sebenarnya domennya Jaksa Penutut Umum, ya.
00:30:26Kami,
00:30:27nasihat hukum kan hanya mencermati dan melihat,
00:30:29dan tentu,
00:30:30sebenarnya yang tadi saya sampaikan,
00:30:31karena hari ini adalah,
00:30:33dalam sisi masa peralihan,
00:30:36sebenarnya,
00:30:37Jaksa ingin menyajikan,
00:30:38ada dua nih,
00:30:40dan Jaksa ingin menyampaikan kepada hakim,
00:30:41tetapi hakim menilai,
00:30:43karena dilawan,
00:30:44dilakukan perlawanan oleh advokatnya Butifah,
00:30:47hakim mengerima perlawanan itu,
00:30:50oke,
00:30:51Jaksa perbaiki,
00:30:52karena mana nih,
00:30:53sebenarnya Jaksa ingin menyajikan dua-duanya,
00:30:55ini loh,
00:30:56ada dua pasal,
00:30:57ya kan,
00:30:58refer kepada pasal 75,
00:31:00maka,
00:31:01ketika itu batal demi hukum,
00:31:03itu exactly loh bahasanya,
00:31:04batal demi hukum,
00:31:04maka diberikan kesempatan untuk memperbaiki,
00:31:06dan saya pikir,
00:31:08jelas kalau disitu disampaikan,
00:31:09memang ada dua rezim,
00:31:10dengan gelik yang sama,
00:31:11ya,
00:31:12kejadian yang sama,
00:31:12artinya sekali lagi,
00:31:14ini adalah semata-mata,
00:31:15Jaksa ingin menyajikan adanya,
00:31:16dua,
00:31:17dua,
00:31:19apa,
00:31:20pidana yang sama,
00:31:22ya gitu ya,
00:31:22dan memberikan ini,
00:31:23untuk diputuskan oleh hakim,
00:31:26tapi hakim,
00:31:27menerima perlawanan tadi,
00:31:29dari advokatnya Butifah,
00:31:31dan sehingga Jaksa harus melakukan perbaikan,
00:31:33tidak ada yang dipaksakan,
00:31:34karena tentu,
00:31:35kan gampang kok ini,
00:31:36ini kan Butifah mengatakan,
00:31:38Jasa Pak Jokowi palsu,
00:31:39seperti itu ya,
00:31:40dan kita juga sudah lihat lah,
00:31:41kita kan juga gak buta ya,
00:31:42kita juga tidak tutup mata gitu kan,
00:31:44tinggal kita buktikan saja,
00:31:45mana kepalsuannya,
00:31:47kan seperti itu,
00:31:47jadi pembahasan ini sebenarnya,
00:31:49kita harus mulai kepada Butifah dan Mas Roy,
00:31:51kenapa sih yang kamu bilang ini palsu,
00:31:54orang di luar sana semua sudah mengatakan,
00:31:56ini asli,
00:31:57Pak Jokowi sendiri sudah menyajikan ini,
00:31:59Butifah,
00:32:00Pak Roy,
00:32:00dan teman-teman lain-lain,
00:32:01yang ada sudah juga,
00:32:03kemarin mengatakan ini palsu,
00:32:04sekarang mengatakan ini asli,
00:32:05sudah melihat,
00:32:06ya jasa itu,
00:32:07jadi,
00:32:08apa,
00:32:08nah tinggal kita sekarang bahas nih,
00:32:09jadi agendanya sebenarnya ada gak,
00:32:11Pak Jokowi akan kembali lagi,
00:32:12setelah dakwan ini nanti,
00:32:13di sidangan kembali,
00:32:15dan kemudian,
00:32:16kita akan lihat,
00:32:17apa sih yang dibilang palsu,
00:32:18jadi itu sebenarnya bahasan,
00:32:23kalau dilihat selain pencampuran dua rezim hukum,
00:32:26ini perlawanan dari pihak Dr. Tifa mengatakan,
00:32:28bahwa menyoal kesalahan objek dawan,
00:32:30objek yang dikaji aset digital,
00:32:32internet,
00:32:32milik orang bernama Dian Sandi kan,
00:32:34kemarin,
00:32:34nah,
00:32:35jadi bukan fisik ijazah Jokowi,
00:32:37dinilai salah sasaran,
00:32:38dakwaan terhadap Dr. Tifa lemah,
00:32:40dan harus bebas demi hukum,
00:32:41menurut Anda atau tidak?
00:32:44Pak Guru?
00:32:45Ya,
00:32:46dari awal sebetulnya,
00:32:49perbuatan apa sih,
00:32:50yang sebelum dituduhkan ini?
00:32:52Perbuatan pidana apa?
00:32:53Tidak pidana apa yang dituduhkan?
00:32:55Kalau berawal dari pasal 3.10,
00:32:573.11,
00:32:58kemudian di KUHP lama,
00:33:00kemudian oleh KUHP baru,
00:33:02diantakan pasal 4.3 dan 4.3.4,
00:33:05ini kan kita mengacu kepada pasal 3 ayat 1,
00:33:11KUHP yang baru,
00:33:14yang diblokkan kan KUHP yang baru di situ,
00:33:16kecuali ada di KUHP lama,
00:33:19peraturan itu lebih menguntungkan seperti itu.
00:33:21Kemudian juga di pasal 361,
00:33:25KUHP yang baru,
00:33:27yaitu huruf D.
00:33:30Jadi,
00:33:31kalau huruf A kan yang pada saat penyidikan dan penuntutan
00:33:33menggunakan hukum acara pidana yang lama.
00:33:36Tapi di huruf D,
00:33:38itu pada saat persidangan menggunakan
00:33:41KUHP yang baru dan
00:33:43KUHP yang baru di situ.
00:33:46Jadi memang ini,
00:33:47masa transisi ini membuat
00:33:50penyidik dan penuntut
00:33:51seharusnya jeli.
00:33:52Nah, saya kembali tadi,
00:33:54kalau perbuatannya tadi katakan
00:33:55pencemaran nama B dan fitnah
00:33:57berkaitan dengan
00:33:58dugaan masalah ijazah palsu.
00:34:02Yang harus dibuktikan,
00:34:04jangan dibawa ke undang-undang ITE dulu.
00:34:07Cukup undang-undang KUHP
00:34:09tentang pencemaran nama B dan fitnah tadi.
00:34:12Nah, kalau ini dibuktikan kan
00:34:13seperti tidak terlalu sulit.
00:34:15Karena melebar ke
00:34:17pasal undang-undang ITE
00:34:19atau tindak pidana khusus seperti itu,
00:34:22akhirnya, ya saya yakin
00:34:24Hakim pun begitu
00:34:26membaca dakwaan tadi,
00:34:28pusing saya saja dari awal
00:34:29juga pusing seperti itu.
00:34:31Ini mana yang mau diterapkan seperti itu?
00:34:33Jadi, cukup
00:34:36penyidikannya kalau misalnya
00:34:36saya sebagai penyidik
00:34:37dari awal itu.
00:34:40Apa sih penelitian yang dilakukan
00:34:42oleh Dr. Tifa?
00:34:43Apa sih penelitian yang dilakukan
00:34:44oleh si Mas Roy
00:34:46dan Rizmon?
00:34:48Nah, ini cepat dibuka dulu.
00:34:50Panggil pakar.
00:34:51Oh, ini penelitiannya memang
00:34:53harus di uji
00:34:55dengan secara akademis
00:34:57dengan penelitian yang lain
00:34:58seperti itu.
00:34:58Kalau sudah di uji kan
00:35:00terbukti enggak
00:35:00bahwa penelitian itu betul?
00:35:02Kalau tidak betul ya
00:35:03baru ada unsur-unsur
00:35:04kaitan dengan pencemaran nama B dan fitnah
00:35:06seperti itu.
00:35:06Jadi, sekali lagi
00:35:07wajar kalau muncul
00:35:09putusan selah
00:35:09seperti yang kemarin
00:35:11di putusan di pengadilan
00:35:12di Jakarta Timur
00:35:13terhadap
00:35:14berkas perkara
00:35:16dakwaan
00:35:16yang dia juga menjaksa
00:35:18terhadap
00:35:19berkas perkara Dr. Tifa
00:35:20seperti itu.
00:35:21Oke, jadi Bang Edi
00:35:22yang harus dibuktikan lebih dulu
00:35:23adalah
00:35:24isu ijazahnya
00:35:25Pak Jokowi
00:35:26atau
00:35:27menurut Anda
00:35:28memang ini soal
00:35:30pencemaran nama baik dulu
00:35:31gitu.
00:35:32Mana duluan?
00:35:33Ya, saya kira kan
00:35:33ini kan yang
00:35:35dipersoalkan dalam ini
00:35:36adalah masalah pencemaran
00:35:37nama baik ya.
00:35:38itulah sampai sekarang
00:35:40sehingga
00:35:43Tifa dan juga
00:35:44Roy Suri menjadi tersangka
00:35:45karena pencemaran nama baik
00:35:47karena sebelumnya
00:35:48sebetulnya sudah dilakukan
00:35:51pembuktian
00:35:51misalnya
00:35:52bukan pembuktian
00:35:52sudah melalui proses
00:35:54termasuk juga
00:35:56hasil pus lapor ya
00:35:57di Mabes Pori
00:35:58kemudian juga
00:35:59termasuk juga keterangan
00:36:01kalau kita lihat
00:36:01keterangan daripada rektor
00:36:04UGM ya
00:36:05yang menyebutkan
00:36:07bahwasannya
00:36:07bahwasannya ijazah Joko ini
00:36:09adalah asli
00:36:10ya
00:36:11artinya demikian
00:36:12ya
00:36:12kemudian
00:36:13yang jadi persoalan adalah
00:36:14belakangan ini
00:36:16termasuk juga kemarin
00:36:17ada putresan
00:36:18yang menyebutkan bahwa
00:36:20Hakim
00:36:23mengabulkan ya
00:36:24apa yang menjadi
00:36:27eksepsi
00:36:28ya
00:36:29daripada
00:36:29Tifa ya
00:36:31kawan-kawan Tifa
00:36:32kemudian
00:36:33kita harus melihat
00:36:34bahwasannya
00:36:35dan kita menghormati
00:36:37apa yang menjadi
00:36:37putusan Agim
00:36:38namun demikian
00:36:39kalau kita lihat
00:36:40ke belakang adalah
00:36:41kita melihat bahwasannya
00:36:43semua berkas perkara
00:36:45dari awal sampai akhir
00:36:47itu banyak sekali
00:36:48bahkan kalau kita lihat juga
00:36:49sudah berulang kali
00:36:51ini berkas
00:36:51sampai
00:36:52bolak-balik ya
00:36:54antara kejaksaan
00:36:55dan juga kepolisian
00:36:55dan itu kenapa dilakukan
00:36:57karena
00:36:57agar
00:37:00pemberkasan ini
00:37:00lengkap semua
00:37:01hingga tidak ada
00:37:02persoalan
00:37:03ketika ini
00:37:04diajukan seperti saat ini
00:37:05makanya kita
00:37:06kemarin melihat
00:37:07bahwasannya
00:37:08agak heran juga
00:37:09kenapa tiba-tiba
00:37:10ada cacat
00:37:11dalam dakwaan
00:37:12padahal sebetulnya
00:37:13kalau lihat
00:37:13berkat perkara
00:37:15yang disampaikan oleh
00:37:15penyirik kepolisian
00:37:16disini adalah
00:37:17sudah sangat lengkap
00:37:18ya
00:37:18saya melihat
00:37:19selama saya
00:37:20ada di kepolisian
00:37:21ini adalah merupakan
00:37:22berkat perkara
00:37:24yang sangat lengkap sekali
00:37:25termasuk disitu adalah
00:37:27ada pemeriksaan
00:37:28pusul lapor
00:37:28ada semua lengkap disitu
00:37:31berita acara
00:37:32apa namanya
00:37:33para saksi
00:37:33tapi kenapa
00:37:35putusan selanya
00:37:35bisa membatalkan
00:37:36dakwaan seperti itu bang
00:37:37ya
00:37:37itulah yang menjadi
00:37:38makanya ini adalah
00:37:39putusan daripada hakim
00:37:41ya tentu
00:37:41ini akan menjadi
00:37:43masukan kepada jaksa
00:37:45dan saya berharap
00:37:45seperti yang disampaikan oleh
00:37:47Pak Pirman bahwasannya
00:37:48diharapkan kepada jaksa
00:37:50bisa menyusun kembali
00:37:51atau bisa
00:37:52memperbaiki ya
00:37:53apa yang menjadi
00:37:54masukan daripada
00:37:55hakim ya
00:37:56karena tadi disampaikan bahwasannya
00:38:00menurut apa namanya
00:38:03apa tadi
00:38:06rezim
00:38:07enggak
00:38:08apa namanya
00:38:10dakwaan
00:38:11dakwaan ya
00:38:11dakwaan tadi
00:38:12bahwasannya dakwannya
00:38:15dikabulkan ya
00:38:16diperbaiki
00:38:16diperbaiki ya
00:38:17saya kira itu tadi maksudnya
00:38:19sehingga kita harapkan ke depan
00:38:21itu jaksa bisa memperbaiki
00:38:22kemudian bisa diajukan kembali
00:38:24memang yang jadi masalah adalah
00:38:25itu harus dari awal ya
00:38:27seperti apa yang saya sampaikan oleh
00:38:29oke baik
00:38:30Bang Pirman
00:38:31saya tambahin dikit
00:38:31Elona
00:38:32bahwa memang kemarin
00:38:34ya pada saat saya putar juga video
00:38:36sehabis putusan itu
00:38:38dibacakan
00:38:38ini tambahan buat
00:38:39Pak Binsar ya
00:38:42bahwa memang pada saat itu
00:38:44hakim bertanya kepada penuntut umum
00:38:45bisa menggunakan ketentuan
00:38:48pasal 206
00:38:50ayat 4
00:38:50dan untuk melakukan
00:38:52perlawanan
00:38:53atau akan menggunakan
00:38:54pasal 75
00:38:56ayat 4
00:38:56di Kuhab
00:38:57pada detik
00:38:58155
00:38:59titik 13
00:39:00sampai kompas
00:39:01saya melihat
00:39:02dengan seksama
00:39:04oh ditanyakan
00:39:05setelah diputus
00:39:06bisa menggunakan
00:39:0706
00:39:08pasal 4
00:39:08atau
00:39:09menggunakan
00:39:10pasal 75
00:39:11ayat 4
00:39:12ya Pak Tarigan
00:39:14gini
00:39:14putusan itu
00:39:15harus dibaca
00:39:16bukan seperti itu
00:39:17bukan setelah
00:39:19sidang selesai
00:39:19anda dia bisa mengomentari
00:39:20putusan
00:39:21putusan itu
00:39:23harus dibaca secara
00:39:23ketika hakim menyampaikan
00:39:25seperti itu
00:39:25itu yang
00:39:26ketika dia ditanya
00:39:27ini kan yang berperan
00:39:28antara hakim dan jaksa
00:39:30saudara
00:39:30cara membaca
00:39:31kan tidak
00:39:32cara membaca putusan
00:39:33bukan begitu
00:39:33iya kan
00:39:34bahwa tidak ada
00:39:35tidak ditanyakan
00:39:36sama hakim
00:39:37gini
00:39:38jadi sekali lagi
00:39:38disampaikan
00:39:39kita harus betul-betul
00:39:41mencermati
00:39:42satu perjalanan
00:39:43yang namanya
00:39:44persidangan
00:39:45sampai betul-betul
00:39:46batas akhir
00:39:47oke
00:39:48saya jelaskan
00:39:48saya jelaskan
00:39:48oleh jaksa
00:39:49oke
00:39:49bang ade
00:39:50kenapa anda bisa bantah
00:39:51bang ade
00:39:51bahwa tidak bisa
00:39:52menggunakan pasal 75
00:39:53kan aku isenmark
00:39:55gini
00:39:55anda hakim
00:39:56atau jaksa
00:39:57oke
00:39:57udah selesai belum
00:39:58ya pertanyaannya begitu
00:39:59oke
00:39:59kalau udah selesai
00:40:00saya jelaskan kepada anda
00:40:00jadi putusan itu
00:40:02harus dibaca
00:40:03secara komprehensif
00:40:05namanya putusan
00:40:06itu harus dibaca
00:40:07dari mulai
00:40:07dasar pertimbangan
00:40:08kemudian dibaca
00:40:09dengan amar
00:40:10jadi jangan baca
00:40:11putusan setelah
00:40:12amar selesai
00:40:13baru kemudian anda
00:40:13melihat peristiwa
00:40:15apa yang terjadi
00:40:16setelah amar
00:40:16jangan begitu
00:40:17putusan itu
00:40:18dilihat dari pertimbangan
00:40:19kemudian amarnya
00:40:20pertimbangannya jelas
00:40:22hakim tidak
00:40:23mempertimbangkan
00:40:24pasal 75
00:40:25ayat 4
00:40:26yang tadi saudara
00:40:27sampaikan ya
00:40:28boleh diulang kembali
00:40:29boleh diulang kembali
00:40:30kalau saudara tidak percaya
00:40:31kemudian yang kedua
00:40:33dalam amarnya
00:40:33tidak diberintahkan
00:40:35kepada jaksa penuntut umum
00:40:36untuk memperbaiki
00:40:38ditanyakan
00:40:39untuk memperbaiki
00:40:40saya ambil contoh kepada saudara
00:40:41ini perkara paling besar ini
00:40:42perkara korupsi
00:40:43tahun 2024
00:40:44ada seorang hakim
00:40:46namanya
00:40:47Ghazal Basaleh
00:40:49kemudian
00:40:51diadili oleh KPK
00:40:52terlalu jauh kita mengambil
00:40:54satu perbandingan
00:40:56intinya
00:40:56saya mau memberikan contoh kepada Anda
00:40:58saya mau menyampaikan kepada publik
00:41:00bahwa
00:41:01bahwa publik
00:41:02hari ini teman-teman
00:41:03masih suara
00:41:04kita hanya ingin menyampaikan
00:41:06bahwa hakim pada saat setelah
00:41:08membacakan putus
00:41:10mempertanyakan
00:41:11mau menggunakan
00:41:1220 ayat 4
00:41:14atau
00:41:14itu pasal 75
00:41:17itu dikatakan
00:41:18pertama
00:41:18saya kira
00:41:23ini debatnya sudah terlalu jauh
00:41:25masuk ke dalam
00:41:29putusan yang dijatuhkan oleh hakim kemarin
00:41:32adalah putusan selah
00:41:34yang bukan pokok perkara
00:41:36jadi eksepsi
00:41:38putusan
00:41:39eksepsi itu
00:41:40perkara pidana itu terdiri dari
00:41:43pokok perkaranya
00:41:44pidananya
00:41:45dan
00:41:45sisi formalnya
00:41:47umpamanya penyusunan dakwaan
00:41:49proses
00:41:51dari penyidikan dan sebagainya
00:41:53nah itulah yang diputusan oleh eksepsi
00:41:55oleh putusan selah
00:41:56jadi
00:41:57belum masuk ke dalam pokok perkara
00:41:59tapi
00:42:00cara menyusun dakwaan
00:42:02nah itu yang diadili oleh
00:42:04oleh apa namanya
00:42:06oleh putusan selah itu
00:42:08dilihat bahwa dakwaannya itu
00:42:09belum sempurna
00:42:11jadi jaksa masih bisa
00:42:12mengajukan
00:42:13boleh
00:42:13masih bisa
00:42:14walaupun disebut
00:42:16batal demi hukum
00:42:17oke
00:42:18alternatifnya dua
00:42:19bisa mengajukan keberatan
00:42:21ke pengadilan tinggi
00:42:23melawan putusan
00:42:25atau memperbaiki dakwaannya
00:42:28memperbaiki
00:42:29tidak bisa
00:42:30iya
00:42:31tidak bisa
00:42:32saya dengar dulu
00:42:33sebentar
00:42:34saya yang bersidang
00:42:36saya lebih tahu lah
00:42:37saya tidak lihat
00:42:39adik ada di ruang sidang
00:42:40tapi
00:42:41cover dari awal ada
00:42:42jadi dia mengikuti
00:42:44saya pikir
00:42:45kan ditonton
00:42:47kan ditonton
00:42:48kan ditonton
00:42:49gini
00:42:50gini
00:42:50bu
00:42:50kita ini menonton
00:42:52masyarakat menonton
00:42:53saya akan jelasin
00:42:54jadi begini
00:42:55lucu
00:42:56di dalam pertimbangannya
00:42:58tidak menyinggung itu
00:42:59setelah diputus
00:43:00apakah itu
00:43:01masuk dalam kesatuan
00:43:03itu hanya pertanyaan
00:43:04di luar itu
00:43:05informal
00:43:05gitu loh
00:43:06setelah diputus
00:43:08tidak ada di dalam
00:43:09konsideran
00:43:09betul
00:43:10betul
00:43:11satu
00:43:11ya kan
00:43:12kedua lagi
00:43:13saya katakan tadi
00:43:14di kepolisian
00:43:16baik yang di bahreskin
00:43:17maupun di polda
00:43:18tidak pernah mengatakan
00:43:19ijasa asli
00:43:20tidak pernah
00:43:26kemarin itu
00:43:26sudah dijelaskan
00:43:27bahwasannya
00:43:28ijasa itu identik
00:43:29dengan sana
00:43:29identik itu
00:43:30bukan berarti asli
00:43:31dan itu sudah
00:43:32disampaikan oleh
00:43:33kalau misalnya
00:43:35saya mau tanya
00:43:36sama Pak
00:43:36kalau palsu sama palsu
00:43:38identik gak
00:43:38ya palsu sama palsu
00:43:40masalahnya gini
00:43:42sudah ada penjelasan
00:43:44dari rektor
00:43:45kalau kita tidak
00:43:46ada penjelasan
00:43:47dari rektor
00:43:48terus
00:43:48mau siapa percaya lagi
00:43:49rektor
00:43:50harus percaya
00:43:51yang harus dipercaya
00:43:54ini
00:43:55ijasa itu adalah
00:43:56pemberitian jasa
00:43:57bukan pemberitian
00:43:59tersebut
00:43:59berkata kan
00:44:01rektor
00:44:01hanya menarasikan
00:44:03bahwa dia pernah kuliah
00:44:05pernah punya ijasa
00:44:06tidak pernah sekalipun
00:44:08menunjukkan
00:44:08ini loh ijasanya
00:44:09walaupun
00:44:10ini belum masih
00:44:11tidak ijasa ini
00:44:12belum masih
00:44:13ijasa ini
00:44:13kan pengguktian mata
00:44:14seperti orang
00:44:16ditanya sim
00:44:16tanya sim
00:44:18kalau saya tunjukkan simnya
00:44:19tanya polisi yang buat
00:44:21kan gak lucu
00:44:22ya tunjukkan dong
00:44:23nah ini masalahnya
00:44:25rektor saya tidak pernah dengar
00:44:26eh tidak pernah lihat
00:44:27rektor itu menunjukkan ijasa
00:44:29bahkan teman-temannya dulu
00:44:31menunjukkan ijasa
00:44:3220 orang
00:44:33berjejer
00:44:33inilah situ
00:44:34ini kan otoritas
00:44:35ini otoritas yang ngomong
00:44:38gitu loh
00:44:38masa ada KTA
00:44:40kompas
00:44:40di Jakarta Jokowi
00:44:41sama
00:44:42ini dari mana
00:44:43kompas bilang
00:44:44itu KTA kami
00:44:45terus ini bukan
00:44:46KTA
00:44:47ini bukan
00:44:47KTA
00:44:48ini fakta
00:44:51terima kasih
00:44:53ini jangan
00:44:55supaya jangan terlalu
00:44:57jauh
00:44:59ya
00:44:59saya kembali fokus
00:45:01kepada
00:45:02apakah
00:45:04perkara ini
00:45:06akan bakalan
00:45:07stop kan ini
00:45:08iya
00:45:10nah
00:45:10saya katakan tadi
00:45:11tidak
00:45:11melalui upaya
00:45:13hukum banding
00:45:14perlawanan itu
00:45:15yang menjadi masalah
00:45:17apabila
00:45:19pengadilan tinggi
00:45:21menguatkan
00:45:23putusan
00:45:24selah
00:45:24PN Jakarta Timur
00:45:25ini baru
00:45:26kacau
00:45:27mungkinkah
00:45:28ini perkara
00:45:29ini akan
00:45:30stop
00:45:30sementara
00:45:32surat
00:45:33dakwaan
00:45:34jaksa
00:45:34penuntut umum
00:45:36dengan dakwaannya
00:45:38yang berlapis
00:45:39tadi
00:45:39pasal
00:45:40433
00:45:42434
00:45:43dan so on
00:45:44telah
00:45:45diberlakukan
00:45:47nah
00:45:47kalau soal
00:45:48ketidakcermatan
00:45:49seperti tadi
00:45:50yang bilang abang
00:45:51bahwa
00:45:52di dalam putusan
00:45:53eksepsi ini
00:45:53memang tidak
00:45:54masuk kepada
00:45:55perkara ya
00:45:55akan tetapi
00:45:57di dalam
00:45:57surat dakwaan itu
00:45:58pasti sudah disusun
00:45:59sedemikian rupa
00:46:00secara cermat
00:46:01jelas lengkap itu
00:46:02inilah nanti
00:46:04yang akan
00:46:05diperiksa oleh
00:46:07pengadilan tinggi
00:46:08ya
00:46:09kalau diterima
00:46:11pengadilan tinggi
00:46:11anda bilang kacau
00:46:12kenapa
00:46:13kalau ini
00:46:14sampai ditolak
00:46:17perlawanan itu
00:46:18artinya
00:46:19menguatkan
00:46:20putusan
00:46:21selah
00:46:22PN Jakarta Timur
00:46:23ini kacau
00:46:24nya apa
00:46:25seolah-olah
00:46:26percuma
00:46:27lah
00:46:30surat
00:46:31dakwaan
00:46:33dan
00:46:33laporan
00:46:35daripada
00:46:36Pak Jokowi
00:46:38terkait dengan
00:46:39pencemaran
00:46:40nama baiknya
00:46:41dan fitnah
00:46:41untuk diketahui
00:46:43kenapa muncul
00:46:44dakwaan-dakwaan
00:46:45pasal
00:46:46pencemaran
00:46:47dan fitnah itu
00:46:48kan
00:46:48karena merasa
00:46:50ya
00:46:51seperti yang diatur
00:46:52dalam pasal 90
00:46:53ayat 3
00:46:54huruf B
00:46:55kuhab itu
00:46:56untuk mengetahui
00:46:58seseorang itu
00:46:59ditetapkan
00:47:00sebagai tersangka
00:47:01haruslah
00:47:03dilihat
00:47:04kasusnya
00:47:05kasusnya itu apa
00:47:06ada
00:47:08si Roy
00:47:10dan si
00:47:11Tifa
00:47:11itu
00:47:12meneliti
00:47:13kan itu
00:47:14meneliti
00:47:15fotokopi
00:47:16ijazah Pak Jokowi
00:47:17dan bukan
00:47:19aslinya
00:47:20dan itu disebarluaskan
00:47:21lewat
00:47:22medsos
00:47:22kan itu
00:47:23betul
00:47:24disinilah terjadi
00:47:25pencemaran
00:47:26dan fitnah itu
00:47:27karena
00:47:27belum pasti
00:47:29ijazah itu
00:47:30asli atau
00:47:31tidak
00:47:32nah inilah yang
00:47:33mengakibatkan
00:47:34adanya
00:47:35dakwaan tersebut
00:47:37dan dilaporkan oleh Pak Jokowi
00:47:38nah kalau sampai ini
00:47:40gara-gara hanya putusan
00:47:41selah
00:47:42atau eksepsi
00:47:43membatalkan semua itu
00:47:44kacau
00:47:45tidak bisa
00:47:46saya sebagai hakim yang
00:47:48sudah berpengalaman
00:47:49di atas 36 tahun
00:47:50tidak pernah terjadi ini
00:47:51nah jadi disinilah
00:47:53nanti harus cermat
00:47:54dan jelas
00:47:55pengadilan tinggi
00:47:56DKI
00:47:57untuk
00:47:58memberikan
00:47:58membatalkan
00:48:00putusan PN
00:48:01Jakarta Timur
00:48:02dan mengajari sendiri
00:48:03dan memeriksa
00:48:04perkara
00:48:04menurut saya Pak
00:48:05solusinya
00:48:06solusinya itu
00:48:08cuma satu
00:48:09memperbaiki dakwaan
00:48:10itu aja sebenarnya
00:48:11tidak bisa diperbaiki
00:48:11harus melalui perlawanan
00:48:13iya
00:48:14betul
00:48:14itu aja sebenarnya
00:48:15yang harus diperbaiki
00:48:16yang diputuskan
00:48:18secara eksepsional
00:48:19adalah
00:48:19dengar
00:48:20sedikit lagi
00:48:20membatalkan dakwaan
00:48:21dan biasa itu ada
00:48:23ketidak cermat
00:48:23ketidak jelasan
00:48:24setelah sudah
00:48:25mengeriksa
00:48:26perkaraan di pengadilan
00:48:27hakim yang akan
00:48:28menilai seperti apa itu
00:48:30sebentar
00:48:30sebentar
00:48:31terima kasih
00:48:32saya kalau boleh nanggapi
00:48:33kan kami yang melawan
00:48:35yang membuat perlawanan
00:48:36kami melihat dakwaan itu
00:48:38memang tidak cermat
00:48:39memang obscurable
00:48:40dan sebagainya
00:48:41saya berikan contoh
00:48:42wajar
00:48:42saya sebutkan
00:48:59wajar
00:49:00mengangkat formilnya
00:49:00karena
00:49:01di dalam
00:49:02cerah 3 stij
00:49:03itu kan
00:49:04salah satu
00:49:05mekanisme
00:49:06ada pencambutan laporan
00:49:08pencambutan laporan
00:49:09tapi hakim
00:49:10nanti akan
00:49:11mempertimbangkan
00:49:11itu menilai
00:49:25ya Pak Ogulow
00:49:26kalau dilihat
00:49:26peluang perbaikan dakwaan oleh Jaksa
00:49:28akan lebih sulit mendakwa
00:49:29atau justru bakal mudah
00:49:30menjalankan Dr. Tifa
00:49:31ya
00:49:32tadi sudah banyak dijelaskan
00:49:34ini kan sekarang
00:49:35putusan salah tadi
00:49:37ya saya dengar
00:49:38sendiri pada saat-saat terakhir
00:49:40omong di
00:49:41Ketok Polo itu kan
00:49:42ya pasalnya
00:49:44206 tadi
00:49:46tinggal dilakukan
00:49:47perlawanan tadi
00:49:48ke
00:49:48pengadilan tinggi tadi
00:49:49jadi gak ada perbaikan
00:49:51mau perbaikan
00:49:52bagaimana perbaikan
00:49:52perbaikan yang pasal 75 tadi
00:49:54itu kalau berkas perkara
00:49:58sudah diserahkan
00:49:59ke pengadilan
00:50:01tapi belum
00:50:02belum mulai disidangkan
00:50:04ya itu kalau mau diperbaiki
00:50:06masih bisa diperbaiki
00:50:07disitu
00:50:08tapi kalau sudah
00:50:09putusan selain
00:50:10saya lihat ya
00:50:10ini tinggal perlawanan
00:50:12nanti ke pengadilan tinggi saja
00:50:13kita tunggu nanti
00:50:14hasilnya pengadilan tinggi
00:50:15apapun kita hormati disitu
00:50:17kita tidak bisa
00:50:18mengumumkan pengadilan tinggi
00:50:19tinggal pengadilan tinggi
00:50:20perlawanannya
00:50:20Pak Firman
00:50:21Pak Fikar
00:50:23Pak Fikar
00:50:23Pak Firman
00:50:24saya melihatkan
00:50:26iya
00:50:27tes
00:50:28bisa tes
00:50:29sudah terdengar
00:50:31silahkan
00:50:31saya kan melihatkan
00:50:34ada Pak Groseno
00:50:36ada Bang
00:50:37Pak Gatiri
00:50:39semua
00:50:39bersender di pasal 26
00:50:41padahal
00:50:42saya kan juga hadir disitu
00:50:43206
00:50:44hakim menyampaikan
00:50:45ya 206
00:50:47hakim menyampaikan
00:50:48pasal 75
00:50:49dan 206
00:50:50sebelum dia
00:50:50membacakan
00:50:51amar putusannya
00:50:52jadi
00:50:53kalau diselewengkan
00:50:55hanya 206
00:50:56ya tidak salah
00:50:57tetapi harus lengkap
00:50:58bahwa ada juga
00:50:59pasal 75
00:51:00dan itu disampaikan
00:51:01sama hakim
00:51:02coba cermati aja
00:51:03karena saya dengerin
00:51:04dan saya sebelum
00:51:05begitu saya baca itu
00:51:06oh langsung ada dua pilihan
00:51:07berarti ini bakalan diterima nih
00:51:08karena memang
00:51:09ada salah satu
00:51:10permohonan
00:51:11perlawanannya
00:51:12disampaikan
00:51:12adanya dua rezim
00:51:14di atas
00:51:14dibaca
00:51:15saya dengerin
00:51:15oh
00:51:16saya akan cinta
00:51:17oh oke satu
00:51:17kita akan perhatikan
00:51:19begitu ada dua rezim
00:51:20seperti itu
00:51:21dan disampaikan
00:51:22ada pasal
00:51:23206
00:51:24pasal 75
00:51:24maka kita melihat
00:51:25diberikan opsi
00:51:27tadi saya sampaikan
00:51:28bahwa ini ada dua rezim
00:51:29kalau nanti
00:51:31saya juga sepakat
00:51:32dengan Pak Gurusino
00:51:33dan teman-teman
00:51:33kalau nanti
00:51:34saya ingin menjelaskan
00:51:35kenapa
00:51:35saya menyantumkan
00:51:37ada pasal 433
00:51:39dan 310
00:51:39misalnya
00:51:40karena untuk memberikan
00:51:41pilihan
00:51:43kepada hakim
00:51:43misalnya
00:51:44dia misalnya
00:51:45melakukan perlawanan
00:51:46ya boleh juga
00:51:46tapi apakah
00:51:48karena sudah disampaikan
00:51:49secara eksplisit
00:51:50bahwa
00:51:50kenapa ini kan
00:51:52dalilnya sama nih
00:51:53misalnya
00:51:54deliknya sama
00:51:55pilih aja
00:51:56tadi Pak Gurusino
00:51:57sudah menyampaikan
00:51:57ketika sudah
00:51:58pasca 2 Januari
00:52:002026
00:52:01maka
00:52:01pakelah
00:52:02KUHAP baru
00:52:02dan KUHAP baru
00:52:04kan gitu
00:52:04maka
00:52:05apakah nanti
00:52:06jaksa memilih
00:52:07menggunakan
00:52:07KUHAP lama semua
00:52:09atau KUHAP baru semua
00:52:10adalah perbaikannya
00:52:11silahkan
00:52:11jadi tapi saya harus
00:52:12memberikan
00:52:13pemirsa
00:52:14sini dengan jelas
00:52:15bahwa
00:52:15disampaikan oleh hakim
00:52:16sebelum membacakan
00:52:17amal
00:52:18putusannya
00:52:18dibacakan juga
00:52:20pasal 75
00:52:20dan juga pasal 206
00:52:22jadi dipilih
00:52:24nah tadi saya sampaikan
00:52:25saya ulang sedikit lagi
00:52:25ketika teman-temanku
00:52:27saudara-saudaraku ini
00:52:28Pak Gurusino dan teman-teman ini
00:52:29menyampaikan 206
00:52:30boleh
00:52:30tapi apakah nanti
00:52:32jaksa
00:52:32akan menggunakan pasal 75 nya
00:52:34eh boleh
00:52:34jadi jangan
00:52:35jangan disesatkan
00:52:37saya tidak
00:52:37mau menjadi sesat
00:52:39saya ini
00:52:39mau menjadi
00:52:39yang disesat
00:52:40saya ketanya Pak Gurus
00:52:42silahkan Pak
00:52:44jadi gue ini
00:52:45dengan
00:52:45terpinya putusan
00:52:47setelah ini ya
00:52:47saya
00:52:48yakin
00:52:50seyakin-yakinya
00:52:52jaksa
00:52:53akan memperbaiki
00:52:54dakwaan
00:52:55surat dakwaan
00:52:57terhadap
00:52:57Mas Riosorio
00:52:59saya
00:53:00seyakin-yakinya
00:53:01akan memperbaiki
00:53:01menggunakan
00:53:03dasar tadi
00:53:03yang pasal 75
00:53:06karena jangan sampai
00:53:07nanti pada saat
00:53:08misalnya harus disidangkan
00:53:09dakwaan itu
00:53:10masih sama dengan
00:53:11apa yang disampaikan oleh
00:53:13dakwaan terhadap
00:53:14berkas perkara
00:53:14dokter Tiva
00:53:15karena
00:53:15berkas perkara ini kan
00:53:17sebetulnya
00:53:18sama dan sebangun
00:53:19pasal-pasalnya juga
00:53:21sama dan sebangun
00:53:22ya kan
00:53:23karena berkas perkara
00:53:24disepit
00:53:24ya dan saya sudah
00:53:26pelajari juga
00:53:27sebenarnya
00:53:28dari awal
00:53:28mulai penyidikan
00:53:29penuntutan
00:53:30berkas perkara
00:53:31tidak bisa disepit
00:53:33tolong dibedakan
00:53:34pengertian tentang
00:53:35berkas perkara
00:53:35dan pengertian
00:53:36tentang perkara
00:53:37kalau dalam satu
00:53:38berkas perkara
00:53:39ya kan
00:53:40terdapat beberapa
00:53:42pelaku dan beberapa
00:53:43perkara
00:53:43bukan berkas perkara
00:53:44dalam berkas perkara
00:53:46terdapat beberapa
00:53:47perkara
00:53:47itu jaksa
00:53:49hanya bisa
00:53:50nanti
00:53:51memisahkan
00:53:51penuntutan
00:53:53setelah
00:53:53proses sidang
00:53:54jadi memang
00:53:55kadang-kadang
00:53:56pengertian kita
00:53:57agak dikaburkan
00:53:58dengan
00:53:58oh berkas perkara
00:53:59bisa disepit
00:53:59bukan
00:54:00berkas perkara
00:54:01tidak bisa disepit
00:54:01tapi perkara
00:54:03bisa disepit
00:54:04seperti itu
00:54:04jadi ya
00:54:05mohon-mohon
00:54:06pengertian sebenarnya
00:54:07sebagai edukasi
00:54:07pada publik
00:54:08yang saya kembalikan
00:54:10dari awal tadi
00:54:10saya yakin
00:54:12dengan putusan
00:54:12setelah
00:54:13jaksa
00:54:13sudah mulai
00:54:14antisipasi
00:54:15mulai mawaswadai
00:54:16jangan sampai
00:54:17terjadi lagi
00:54:18copy paste
00:54:19putusan setelah
00:54:20terhadap
00:54:21berkas perkara
00:54:22Mas Roy
00:54:22dan ini
00:54:23saya yakin
00:54:24saya yakinnya
00:54:25pasti akan
00:54:25menggunakan
00:54:25pasal 75 tadi
00:54:27untuk memperbaiki
00:54:28dakwaan
00:54:30Mas Roy
00:54:31Mbak Tarigan
00:54:33untuk perbaikan
00:54:35untuk perbaikan dakwaan
00:54:37itu pasal 76
00:54:37Pak Ilona
00:54:40pasal 76
00:54:41ayat 2
00:54:41dalam waktu 7 hari
00:54:44sebelum
00:54:45sedang dimulai
00:54:46dakwaan bisa diperbaiki
00:54:47mbak Tarigan
00:54:49sebentar
00:54:50Prof. Mirmanto
00:54:50karena kita sama-sama
00:54:51ada di
00:54:52pengadilan negeri
00:54:53Jakarta Timur
00:54:53supaya clear nih
00:54:56supaya clear
00:54:57buat publik
00:54:57pertama
00:54:58dasar pertimbangan
00:55:00Hakim ini
00:55:00hanya mengutip
00:55:01pasal 74
00:55:02ayat 2
00:55:03dan ayat 3
00:55:03ayat 2 nya apa
00:55:04ayat 2 adalah
00:55:05syarat formil
00:55:06sahnya suatu
00:55:08surat dakwaan
00:55:09yaitu
00:55:09cerjal
00:55:10cermat
00:55:10jelas
00:55:11dan lengkap
00:55:12itu hanya dikutip loh
00:55:12Pak
00:55:13Pak Prof ya
00:55:13jadi
00:55:14jangan
00:55:15memutar
00:55:16balikan sesuatu
00:55:17yang tidak ada
00:55:17dalam pertimbangan Hakim
00:55:18kemudian yang kedua
00:55:19Hakim juga
00:55:20mempertimbangkan
00:55:21pasal 74
00:55:23ayat 3
00:55:24terhadap penyusunan
00:55:25surat dakwaan
00:55:26yang tidak cermat
00:55:27tidak jelas
00:55:27tidak lengkap
00:55:28maka dapat dibatalkan
00:55:30di dalam pertimbangan Hakim
00:55:32Hakim tidak memasukkan
00:55:33pasal 75
00:55:34ayat 4
00:55:34sehingga
00:55:35bunyi amar
00:55:36putusannya adalah
00:55:37tidak memerintahkan
00:55:38jaksa penuntut umum
00:55:39untuk melakukan perbaikan
00:55:40terhadap
00:55:41surat dakwaannya
00:55:42Butifa
00:55:43sehingga langkah yang harus
00:55:44diambil oleh
00:55:45jaksa penuntut umum
00:55:46adalah
00:55:46pasal 206
00:55:48ayat 4
00:55:48melakukan perlawanan
00:55:50seperti yang disampaikan
00:55:51oleh Pak Gultom
00:55:52nah saya punya
00:55:53sebentar dulu
00:55:53jangan dipotong dulu Pak
00:55:54saya tadi memberikan Anda
00:55:55waktu banyak
00:55:56saya ambil contoh
00:55:57satu kasus Pak
00:55:57sebentar jangan dipotong dulu
00:55:59saya ambil contoh kasus Pak
00:56:01Hakim Gazalba Saleh
00:56:03didakwa oleh KPK
00:56:06kemudian
00:56:06dalam eksepsi
00:56:08diterima
00:56:08karena tidak mendapatkan
00:56:09pendelegasian
00:56:10wawanan dari
00:56:11jaksa penuntut umum
00:56:12melalui ke jaksa nagung
00:56:13ya
00:56:13jadi
00:56:14jaksa dalam
00:56:15jaksa
00:56:16KPK
00:56:17dalam menyusunan dakwaan
00:56:18dia melanggar
00:56:19tiga asas
00:56:19asas pertama adalah
00:56:21single prosecution system
00:56:22yaitu
00:56:23sebenarnya yang boleh
00:56:24hanya menuntut itu adalah
00:56:25jaksa yang ada di bawah
00:56:26lembaga ke jaksa nagung
00:56:27kemudian yang kedua
00:56:28yang on del bar
00:56:29yaitu
00:56:30jaksa penuntut umum
00:56:31hanya satu
00:56:31dan yang ketiga adalah
00:56:32asas dominus litis
00:56:33terhadap
00:56:35eksepsi tiga asas itu
00:56:36maka kemudian
00:56:37eksepsinya diterima
00:56:38surat dakwaannya dibatalkan
00:56:40dan kemudian
00:56:41langkah yang dilakukan oleh KPK
00:56:42apa?
00:56:42dia melakukan perlawanan
00:56:43melalui pengadilan tinggi DKI
00:56:44dan kemudian
00:56:45diterima
00:56:46perlawanannya
00:56:47sehingga
00:56:48Hakim Ghazal Basaleh
00:56:50ditetapkan lagi
00:56:51sebagai tersangka
00:56:52dan kemudian
00:56:52didakwa lagi dengan
00:56:54dakwaan baru
00:56:55itu yang sebenarnya
00:56:56disampaikan oleh Pak Gultom
00:56:57itu benar
00:56:57jadi
00:56:58Pak Bin Sar ya
00:56:59mohon maaf
00:56:59jadi
00:56:59kita kalau membaca putusan
00:57:01harus berpegang pada
00:57:03putusan itu sendiri
00:57:05jadi bukan sesuatu yang
00:57:06disampaikan secara lisan
00:57:07kemudian kita jadikan pegangan
00:57:08tidak
00:57:09tapi kita harus berpegang
00:57:10pada putusan
00:57:11dimana di dalam putusan itu
00:57:12ada tiga hal penting
00:57:13pertama adalah identitas pihak
00:57:16kemudian yang kedua
00:57:17dasar pertimbangan Hakim
00:57:18dan yang ketiga adalah
00:57:19amar putusan
00:57:19itu yang harus dibaca
00:57:24jadi
00:57:25ya jadi
00:57:26kita
00:57:27saya soalnya bikin catatan
00:57:28kemarin
00:57:29ya
00:57:29jadi disampaikan
00:57:31dan gak mungkin
00:57:32Hakim mengatakan
00:57:33oke
00:57:34JPU
00:57:35kamu
00:57:35melihat
00:57:37pasar 75 ya tempat
00:57:38gak mungkin
00:57:39dia menyampaikan
00:57:41dia mengatakan
00:57:42pertimbangannya
00:57:42bahwa
00:57:44terkait dengan
00:57:45terkait dengan
00:57:46apa
00:57:47perlawanannya
00:57:48dikirimah itu
00:57:49karena tidak cermat
00:57:49maka
00:57:50disampaikan pasal 75
00:57:52terkait dengan
00:57:53masalah
00:57:53lokus
00:57:54apa
00:57:55tempat
00:57:55maka
00:57:56dia menyampaikan
00:57:57pasal 26
00:57:57maka 206
00:57:59jadi saya melihatnya adalah
00:58:00ketika tidak cermat
00:58:01karena ada dua rezim
00:58:02maka
00:58:03karena disebutkan
00:58:04sama Hakim
00:58:04mengenai pasal 75
00:58:05maka akan berlaku
00:58:06pasal 75 ya tempat
00:58:07terkait dengan
00:58:08hal lain yang
00:58:09di pasal 206
00:58:10tentu dijadikan pilihan
00:58:11dan itu seperti tadi
00:58:12kita dengarkan juga
00:58:14bahwa
00:58:15dia suruh
00:58:16setelah dibacakan semua
00:58:17maka dia
00:58:18disampaikan kepada
00:58:18jaksa
00:58:19jadi jaksa
00:58:20silahkan
00:58:21menggunakan
00:58:22pasal 75
00:58:23atau pasal 206
00:58:25seperti itu
00:58:26jadi
00:58:26di dalam
00:58:26pertimbangannya
00:58:28sebelum
00:58:29sebelum amarnya
00:58:30silahkan baca
00:58:31saya tidak mau
00:58:32kita terlalu
00:58:34gimana-gimana
00:58:34Pak Prof Irmanto
00:58:35saya mendengar dengan
00:58:36komprehensi
00:58:37boleh diputar kembali ya
00:58:38Pak Prof
00:58:38kalau balik ke rumah
00:58:39dengarkan kembali
00:58:40pertimbangan
00:58:41negli sakin
00:58:41terkait dengan pasal 75
00:58:42kadang-kadang
00:58:42orang bisa keliru
00:58:44enggak
00:58:44saya berkali-kali
00:58:45dan saya catat
00:58:47iya
00:58:48yang ingin
00:58:50iya silahkan
00:58:51yang ingin saya sampaikan
00:58:52kan kita terlalu serinya
00:58:54kita salah ngomong
00:58:55abis itu
00:58:55oh iya salah gitu ya
00:58:56kemarin pun
00:58:57di dalam
00:58:57kan Bang Gofor kan
00:59:00ini bicarakan
00:59:00masalah Mas Roy ya
00:59:01kemarin pun
00:59:02Hakim ada
00:59:03putusan perapit
00:59:05juga mengatakan
00:59:06mengulur-ngulur waktu
00:59:07gitu ya
00:59:07artinya
00:59:08enggak semuanya
00:59:09yang disampaikan
00:59:10sama saudara
00:59:10ke Gofor ini juga
00:59:11oh itu beda
00:59:12itu beda
00:59:13yang kita bicarakan
00:59:14adalah yang ada
00:59:14dalam putusan
00:59:15yang sudah tertulis
00:59:16ya pertimbangan
00:59:18Hakim terhadap
00:59:19pasal 74 itu
00:59:20hanya dua
00:59:21hanya jadi pertimbangan
00:59:22tapi jadi pertimbangan
00:59:23tadi ayat tempat
00:59:24tapi jadi pertimbangan
00:59:25jadi pertimbangan
00:59:26terdiri satu tidak
00:59:27nanti lihat amarnya
00:59:28tapi Bang Adek
00:59:30tidak mempertahankan
00:59:30iya
00:59:31tapi belum ada
00:59:32yang dapat amarnya
00:59:33jadi Bang Adek
00:59:34kalau pembatalan
00:59:36dakwahan dokter TIPA
00:59:37bentar dulu abangku
00:59:38aku dulu Bang
00:59:39pembatalan dakwahan dokter TIPA
00:59:41apakah akan membuat
00:59:42Jokowi Batal
00:59:43hadir ke sidang
00:59:43dan tunjukkan
00:59:44izasannya Bang Adek
00:59:45nanti dijawab
00:59:45mulai-mai
00:59:54jadi Bang Adek
00:59:55keputusan
00:59:56menjelaskan
00:59:56membatalkan dakwahan dokter TIPA
00:59:57menguntungkan dokter TIPA
00:59:59dan juga Roy
00:59:59atau menguntungkan
01:00:00Pak Jokowi
01:00:01yang tidak perlu
01:00:02datang ke sidang
01:00:02pembuktian
01:00:03jadi sebenarnya
01:00:04kalau terkait
01:00:05kedatangan Pak Jokowi
01:00:07kami sudah berbicara
01:00:08kepada
01:00:09teman-temannya juga
01:00:11kebetulan saya
01:00:12adalah kuasa
01:00:14dari teman-temannya juga
01:00:15jadi teman-temannya Pak Jokowi
01:00:17itu sudah siap
01:00:18sebenarnya untuk datang
01:00:19ke pengadilan
01:00:20tetapi karena adanya
01:00:21putusan selain ini
01:00:22ya tertunda
01:00:23tetapi
01:00:26kita yakin bahwa ini akan masuk ke pokok perkara
01:00:28karena kalau sampai ini
01:00:30stop
01:00:31ya seperti dikatakan tadi
01:00:33Bang Gultom
01:00:35bahwa
01:00:36oh ini
01:00:37gak boleh
01:00:37seperti itu
01:00:38artinya
01:00:39kita harus betul-betul
01:00:41menyelesaikan ini di pengadilan
01:00:43masuk ke dalam pokok perkara
01:00:44dan
01:00:45saya mengapresiasi Bang Al-Katiri
01:00:47dia punya
01:00:48eksepsi luar biasa
01:00:49bagus
01:00:50sehingga diterima
01:00:50dan itu menjadi koreksi
01:00:52bagi teman-teman kejaksaan
01:00:53dan sebenarnya Bang Al-Katiri
01:00:54juga sangat siap
01:00:55untuk hadir di pengadilan
01:00:56karena untuk membantah
01:00:58bahwa
01:00:59ya apa yang dinyatakan
01:01:00itu palsu-palsu
01:01:01walaupun
01:01:03artinya
01:01:03kita tidak bisa melihat
01:01:05di mana kepalsuannya
01:01:06dari
01:01:07pernyataan-pernyataan
01:01:08di sosial media
01:01:09dan lain-lain sebagainya
01:01:10melalui penelitian publik
01:01:11katanya
01:01:12yang sampai kekuburan
01:01:13yang sampai mengatakan
01:01:15bahwa
01:01:16meneliti otak
01:01:17dan lain-lain sebagainya
01:01:17itu juga kita tidak pernah
01:01:19melihat itu
01:01:19tetapi oke lah
01:01:20mari kita lihat
01:01:22kita buktikan
01:01:23di pengadilan
01:01:24harapan kita adalah
01:01:25harus sampai ke pengadilan
01:01:26harus sampai ke pengadilan
01:01:27ya karena Pak Jokowi
01:01:28sudah mempersiapkan
01:01:30dan kawan-kawannya
01:01:31ya bukan cuma Pak Jokowi saja
01:01:33tetapi teman-teman
01:01:34sangkatan Pak Jokowi
01:01:35yang kebetulan saya juga
01:01:36adalah kuasanya
01:01:37beliau
01:01:38sudah mempersiapkan itu
01:01:39daripada saat pemeriksaan
01:01:41kemarin
01:01:41oke oke baik
01:01:42jadi Pak Al-Kaltri menurut Anda
01:01:43putusan yang kemarin itu
01:01:45menguntungkan klien Anda
01:01:46atau Pak Jokowi
01:01:47kami sebagai advokat
01:01:49ya otomatis kami happy
01:01:50dengan kebebasan klien kami
01:01:52kami ini lawyer
01:01:54bukan politikus gitu loh
01:01:56satu
01:01:56ya memang kita berjuang ini
01:01:58mengajukan perlawanan
01:01:59dan sebagainya
01:01:59untuk membebaskan
01:02:01ya kan
01:02:01ya kalau masalah Pak Jokowi
01:02:03mau datang atau tidak
01:02:04kan berapa kali dikatakan
01:02:05bahwa saya akan hadir
01:02:07jika saya diundang
01:02:08dan seharusnya
01:02:09kalau orang benar-benar
01:02:10lapor dan korban
01:02:12saya akan datang
01:02:13karena saya dihina
01:02:14jika diundang
01:02:15ini kayak seperti
01:02:17resepsi aja
01:02:18maaf
01:02:18dipanggil
01:02:19enggak diundang
01:02:20coba lihat nanti
01:02:21saya punya juga
01:02:22saya tunjukkan nanti
01:02:23jika diundang
01:02:25ini menarik
01:02:26kemudian ada
01:02:27dikatakan oleh lawyernya
01:02:28ada kemungkinan
01:02:29menggunakan zoom
01:02:30nah ini zoom ini
01:02:32dulu memang ada ketentuan
01:02:33waktu covid
01:02:34sekarang dibolehkan zoom
01:02:36jika masuk akal
01:02:38contohnya
01:02:39pada waktu dia di BAP
01:02:40dia di indonesia
01:02:41jadi anda ragu
01:02:42bahwa Pak Jokowi
01:02:42yang akan datang
01:02:45jadi kalau pada waktu
01:02:47dia di BAP di indonesia
01:02:48begitu persidangan
01:02:49dia di australi
01:02:50nah ini masuk akal
01:02:51dia pakai zoom
01:02:52tapi kalau dia tidak hadir
01:02:54hanya mengantar keliling
01:02:56salah satu partai
01:02:57gitu ya
01:02:57gak boleh dong
01:02:58harus ada alasan
01:03:00yang memang bisa
01:03:01dan bahkan
01:03:02di dalam BAP Jokowi ini
01:03:04dia disumpah
01:03:05paham kalau disumpah itu
01:03:07Pak Binsar
01:03:08disumpah
01:03:09dan disitu
01:03:10saksi
01:03:11maaf ya
01:03:12ada tiga orang
01:03:14pelapor sebelumnya
01:03:15yang tidak diterima itu
01:03:16itu judulnya
01:03:17pelapor
01:03:18tiga-tiganya
01:03:21subtansinya
01:03:21tapi Pak Jokowi
01:03:22saksi disitu
01:03:23di dalam sumpahnya pun
01:03:25dikatakan saksi
01:03:26apakah ini
01:03:28perkara ijazah
01:03:29apa perkara orang-orang itu
01:03:30itu terbukti
01:03:31dari dakwaan
01:03:32kebanyakan masalah
01:03:33kebencian
01:03:34penghasutan
01:03:34ini ada bicara ijazah
01:03:36di dalam dakwaan itu
01:03:37bahkan link-link
01:03:38yang digunakan
01:03:39untuk Butifah itu
01:03:40ada 28 link
01:03:41itu link-link orang lain
01:03:44link-link
01:03:44di dalam situ
01:03:45bahkan disitu
01:03:46disinggung salah satu
01:03:47TV swasta
01:03:49bagaimana ini
01:03:50kode etik
01:03:52jurnalistik ya
01:03:53masa di dalam
01:03:54dialog seperti ini
01:03:55itu dimasukkan dulu
01:03:56di bahkan
01:03:57link-link bukti
01:03:59padahal kan ada
01:03:59ketentuannya
01:04:01ada dialog
01:04:02dan sebagainya
01:04:04pasal 55
01:04:04kena dong
01:04:05orang yang berdialog
01:04:06pada waktu itu
01:04:07itu dimasukkan juga
01:04:08padahal ada
01:04:10undang-undang
01:04:10itu jelas
01:04:12ya kan
01:04:13ada hak jahwab
01:04:14ini fakta
01:04:15berharap
01:04:15jaksa bisa
01:04:16saya ini adalah
01:04:17orang yang
01:04:18membantah
01:04:19yang melawan
01:04:20kalau anda juga
01:04:21siapa-siapa
01:04:22ya kan
01:04:22artinya seperti itu
01:04:24bukan tapi
01:04:25maaf ya
01:04:26beliau ini
01:04:27kalau sepak bola
01:04:28penonton
01:04:29yang teriak-teriak
01:04:30bahkan
01:04:31Messi pun
01:04:32dikatakan
01:04:33bodoh
01:04:33saya yang buka TV-nya
01:04:34saya yang buka TV-nya
01:04:36saya yang nonton
01:04:37penontonnya
01:04:38cuma saya
01:04:38apa itu masalahnya
01:04:39makanya
01:04:40cuma anda
01:04:41itu
01:04:42soalnya anda
01:04:45saya menonton
01:04:47dan cuma saya
01:04:47di nonton
01:04:48ini bukan soal
01:04:48soalnya
01:04:48bang firman
01:04:52karena
01:04:56putusannya
01:04:57putusan kemarin
01:04:59membuat
01:04:59Pak Jokowi
01:05:00akhirnya kan tertunda
01:05:02ke pengadilan
01:05:02karena pokok perkaranya
01:05:03itu tidak dilanjutkan
01:05:05jadi pembuktian juga
01:05:07enggak
01:05:07enggak
01:05:08enggak
01:05:08enggak gitu
01:05:09enggak gitu
01:05:10enggak gitu
01:05:10jadi
01:05:11Pak Jokowi
01:05:12tentu
01:05:13sudah siap
01:05:14dan malah
01:05:15kita bisa lihat juga
01:05:16dalam beberapa saja
01:05:17di TV
01:05:18beliau menyampaikan
01:05:20siap
01:05:20ya
01:05:21untuk menyampaikan
01:05:22apa yang diharapkan
01:05:24yang diminta oleh
01:05:25jaksa penuntutmu
01:05:26karena persoalan ini kan adalah
01:05:27sekarang adalah
01:05:28negara
01:05:29dengan terdakwa
01:05:30kemarin
01:05:31ada putusan selah
01:05:32mengatakan
01:05:33bahwa
01:05:35dakwahnya
01:05:36kurang cermat
01:05:37exactly
01:05:38kalau disampaikan
01:05:39pasal berapanya
01:05:39sehingga
01:05:40tentu berkaitan dengan
01:05:41pasal dakwahan
01:05:42kurang cermat
01:05:42tadi harus diperbaiki
01:05:43gitu kan
01:05:44nah
01:05:44setelah diperbaiki
01:05:45kita lihat aja
01:05:46jangan-jangan minggu depan
01:05:47hari Senin yang terselah
01:05:48sudah di
01:05:48kembalikan lagi
01:05:49kepada pengadilan
01:05:50dan dimiksa lagi
01:05:52seperti itu
01:05:52dan
01:05:52tentu setelah nanti
01:05:54itu masuk ke dalam
01:05:54pokok perkara
01:05:55dan Bapak memang
01:05:57nanti dipanggil
01:05:58dalam persidangan
01:05:59tentu
01:06:00Bapak akan menyajikan
01:06:01apa yang perlu disajikan
01:06:02oleh Bapak
01:06:02sesuai dengan
01:06:03apa yang ditanyakan
01:06:05seperti itu
01:06:06dan
01:06:06setelah itu
01:06:07baru kita lihat
01:06:08nanti penuntutmu
01:06:09lain
01:06:09dari tadi
01:06:10dari tadi awal
01:06:11saya sudah sampaikan
01:06:12sebenarnya
01:06:13ini kan ada
01:06:13ada bangal katir
01:06:14dan sebagainya
01:06:15tentunya yang harus
01:06:16kita bahas
01:06:16sebenarnya adalah
01:06:17agendanya adalah
01:06:18apa sih kepalsuannya
01:06:19kan gitu
01:06:20karena
01:06:20jika kita berbicara
01:06:22ada orang
01:06:23mengatakan
01:06:24diduga
01:06:25melakukan fitnah
01:06:26dan penyemaran
01:06:27baik
01:06:28dengan menggunakan
01:06:29rekayasa-rekayasa
01:06:30RTE
01:06:31untuk memberikan
01:06:33pandangan
01:06:34bahwa jasa Pak Jokowi
01:06:35palsu
01:06:35itu sebenarnya
01:06:36yang harus melihat
01:06:37jadi jangan
01:06:38dilarikan kemana-mana
01:06:40kita harus melihat
01:06:41ini ada di dakwa
01:06:43atau ada di buka
01:06:44seperti itu
01:06:45maka tinggal
01:06:46dibuktikan
01:06:47supaya apa
01:06:48karena di dalam
01:06:48di dalam dakwaan
01:06:49sampaikan
01:06:49telah diberikan
01:06:50kesempatan oleh penyedik
01:06:51untuk membuktikan
01:06:52tetapi tidak bisa
01:06:53membuktikan
01:06:54sehingga
01:06:54masuklah ke persidangan
01:06:55kan itu
01:06:56jadi saya tidak mau
01:06:57kita lari-lari
01:06:58dan saya hargai
01:06:59saudara-saudaraku ini
01:07:00ada Bang Al-Katir
01:07:00dan teman-teman semuanya
01:07:01saya hargai semua
01:07:02tetapi
01:07:03jangan publik
01:07:04dibikin bingung
01:07:04karena selalu
01:07:05ini Pak Jokowi
01:07:06dengan Butifah
01:07:07gak ada
01:07:08ini negara
01:07:09dengan Butifah
01:07:10Butifah mengatakan
01:07:12jasa Pak Jokowi
01:07:13itu adalah palsu
01:07:14sajikan
01:07:15saya ingin meluruskan gini
01:07:16putusannya itu
01:07:18batal demi hukum
01:07:19ini
01:07:20batal demi hukum
01:07:21artinya
01:07:23dianggap tidak ada
01:07:24betul
01:07:25dakwaan itu dianggap
01:07:26tidak ada
01:07:27artinya
01:07:28kalau mau
01:07:29lanjut lagi itu
01:07:30perkara
01:07:30membuat dakwaan baru
01:07:32saya tambahkan
01:07:33karena batal
01:07:34ini hukum
01:07:35satu-satunya
01:07:36melalui
01:07:37perlawanan
01:07:38ke pengadilan tinggi
01:07:39bukan diperbaiki
01:07:41perbaiki
01:07:41surat dakwaan bukan
01:07:42itu kurang tepat
01:07:43sebentar
01:07:46saya nanggapi tadi
01:07:48silahkan
01:07:48saya kan baca dawaan
01:07:50saya lawyernya
01:07:51bahkan saya koordinator
01:07:52di lawyernya
01:07:53dari 30 orang lawyernya
01:07:55saya baca
01:07:56itu tidak ada
01:07:57berbicara gambar
01:07:57tidak
01:07:58berbicara itu hanya
01:07:59penghasutan
01:08:00berbicara bahwa itu
01:08:02sepenghinaan
01:08:03jadi di dalam itu
01:08:04tidak berbicara
01:08:05dengan narasi
01:08:06gambar itu
01:08:07memang Butifah
01:08:08tidak berbicara
01:08:09soal gambar-gambar itu
01:08:10Butifah itu hanya fokus
01:08:12dengan keilmuannya
01:08:14itu dengan foto
01:08:15itu dengan keilmuannya dia
01:08:18itu dengan foto
01:08:19menurut dia
01:08:20foto itu bukan foto Pak Jokowi
01:08:22dengan antara
01:08:23bentuk peningat
01:08:24antara jarak mata
01:08:26bukan
01:08:27yang bicara soal
01:08:28keseluruhan ijazah itu
01:08:29Resmond sama
01:08:30Roy Suryo
01:08:31sedangkan saya
01:08:32adalah pengajarannya
01:08:33dokter
01:08:33itu yang dibahas
01:08:35tapi di dalam
01:08:36jangkaan tidak dibahas
01:08:37di dawaan itu
01:08:39lem yang berbaiki
01:08:40dari 28
01:08:42itu cuma 4
01:08:43yang 2
01:08:44yang lain itu
01:08:46dari segi
01:08:48dari semua
01:08:48itu
01:08:49dibebarkan
01:08:50pada putih
01:08:50yang berbicara
01:08:51ya tidak bisa
01:08:52dong seperti itu
01:08:53itulah
01:08:54kenapa
01:08:56jaksa
01:08:56hakim
01:08:59menerima
01:08:59kita punya perlawanan
01:09:01gara-gara banyak
01:09:02hal-hal seperti itu
01:09:03bukan hanya 1
01:09:04silahkan Bang Ternan
01:09:07disini kan ada
01:09:08Bang Al-Katiri kan
01:09:09kita harus tanya
01:09:10beliau juga
01:09:11apakah Ibu Tifa
01:09:12kooperatif
01:09:13menyampaikan
01:09:14pandangannya
01:09:16tersangka
01:09:17boleh loh
01:09:18dia tidak berkomentar
01:09:19boleh dia diem
01:09:20kooperatifannya mana
01:09:22Mas Recepci kok
01:09:22ini kan belum
01:09:23foto perkara
01:09:24makanya
01:09:25Anda kan sudah
01:09:26menyampaikan
01:09:27mengenai
01:09:27bagaimana
01:09:28begini-begitu
01:09:29saya mau mengatakan
01:09:29apakah Ibu Tifa
01:09:31menyajikan
01:09:31bagaimana
01:09:32dia bisa mengatakan
01:09:33foto itu
01:09:34foto Pak Jokowi itu
01:09:36fotonya orang lain
01:09:37nah apa
01:09:37oke
01:09:39kita lanjutkan
01:09:42tetap bersama kami
01:09:43Kami punya fakta
01:09:53jadi Bang Ade
01:09:54pintu maaf
01:09:55sebenarnya masih terbuka
01:09:56tidak untuk
01:09:57Dr. Tifa dan juga
01:09:58Mas Roy
01:09:59saya rasa kemarin juga
01:10:00rekan kita
01:10:01Bang Rifai juga
01:10:03menyampaikan
01:10:04waktu kita ada
01:10:05debat di salah satu
01:10:06stasiun
01:10:06mengatakan kenapa
01:10:07tidak mengambil
01:10:07restoratif
01:10:08oh
01:10:09menawarkan
01:10:09ditawarkan
01:10:10memang aturan
01:10:12atau semangat
01:10:13KUHAP yang baru
01:10:13ya kan
01:10:15bahwa menawarkan
01:10:16itu adalah
01:10:17satu
01:10:19mekanisme
01:10:19di dalam KUHAP
01:10:20untuk disampaikan
01:10:22kepada Dr. Tifa
01:10:23baik di pengadilan
01:10:24di kejaksaan
01:10:25maupun kepolisian
01:10:26artinya kalau mereka
01:10:27meminta
01:10:27ada kesempatan
01:10:28yang diberikan
01:10:29tetapi
01:10:29kalau pun sudah ditawarkan
01:10:30kemudian masuk ke pokok perkara
01:10:32dan kemudian
01:10:32Ibu Tifa katakanlah
01:10:33seperti itu
01:10:33melihat pokok perkara
01:10:34wah memang sulit nih
01:10:36sebuktikan
01:10:37ternyata saya salah
01:10:38dalam penelitian saya
01:10:38masih terbuka ya
01:10:39pintu maaf itu ya
01:10:40masih bisa
01:10:41masih bisa terbuka
01:10:42pintu maaf
01:10:42klien Anda
01:10:43ada gak
01:10:43ingin untuk menikmati
01:10:44bangsa ngaji
01:10:45ya
01:10:46mas Roy sama sekali
01:10:47tidak akan mengambil
01:10:49pilihan untuk
01:10:50restoratif justice
01:10:50dan kalau ada yang
01:10:52mengatakan bahwa
01:10:54putusan selah
01:10:55maupun
01:10:56peradilan ini
01:10:57seperti
01:10:57RJ
01:10:59model lain
01:10:59saya kira itu juga
01:11:00tidak tepat ya
01:11:01nah
01:11:01gini Mbak Tarigan
01:11:02bukan kompromi
01:11:03ya itu dianggap
01:11:04sebagai kompromi
01:11:04itu juga tidak tepat
01:11:05ya gini Mbak Tarigan
01:11:06putusan selah ini
01:11:07harus dipahami
01:11:08adalah putusan
01:11:09sebelum pokok perkara
01:11:11yang dipersoalkan
01:11:11adalah aspek formil
01:11:13ya
01:11:13dan aspek formil ini
01:11:15harus dilihat
01:11:15dari mulai tingkat penyidikan
01:11:16oke
01:11:17justru saya melihat
01:11:18bang
01:11:18kalau kita lihat
01:11:19dari tingkat penyidikan
01:11:20penyidik memang dari awal
01:11:22mengkonstruksikan peristiwa pidana
01:11:23ini memang sudah salah
01:11:24dari awal
01:11:25gitu ya
01:11:25itu ada poinnya
01:11:26pertama
01:11:27mencampur adukan peristiwa
01:11:29pasal 32-35
01:11:30yang sebenarnya
01:11:31peristiwa pidana
01:11:31tidak ada
01:11:32tapi kemudian dipaksakan
01:11:33ada
01:11:33makanya kami challenge
01:11:34melalui peradilan
01:11:35tidak ada satupun bukti
01:11:37yang dimiliki oleh
01:11:38penyidik
01:11:39untuk menetapkan
01:11:40Mas Roy dan Butiba
01:11:41dengan pasal berat
01:11:42yaitu pasal 35 dan 32
01:11:43dan kami challenge
01:11:44dalam peradilan itu adalah
01:11:45dua alat bukti permulaan
01:11:46yang cukup
01:11:47hanya saja
01:11:48haji peradilan
01:11:49tidak mempertimbangkan
01:11:51fakta-fakta persidangan
01:11:52dan kemudian tidak melakukan
01:11:53analisa yuridis
01:11:54yang artinya
01:11:54artinya adalah
01:11:55saya melihat dari awal
01:11:57memang proses penyidikan itu
01:11:59juga tidak tepat
01:11:59gini
01:12:00kenapa Jaksa kemudian
01:12:02salah dalam
01:12:03membuat pendakwaan
01:12:04karena itu sebenarnya
01:12:06dimulai dari
01:12:07surat yang dikirimkan oleh
01:12:08Polda Metro Jaya
01:12:09pada tanggal 30 Maret
01:12:102026
01:12:11yang ditujukan kepada
01:12:12Kajati
01:12:13DKI Jakarta
01:12:15yaitu apa
01:12:15pemberitahuan perubahan
01:12:16penerapan pasal
01:12:17jadi sebenarnya
01:12:18yang mengubah pasal itu
01:12:19sejak dari awal adalah
01:12:20Polda
01:12:20bukan kejaksaan
01:12:22makanya kemudian
01:12:23dalam menyusun surat
01:12:24dakwaan
01:12:25Jaksa menggunakan
01:12:26pasal yang dikerahkan
01:12:28oleh Polda Metro Jaya
01:12:29saya kira
01:12:30kalau lihat
01:12:30dari awal ya
01:12:31kita melihat
01:12:32memang kasus ini
01:12:33bahkan kalau kita lihat
01:12:35berkasnya yang berulang kali ya
01:12:36ada perbaikan ya
01:12:38dan itu menjadi
01:12:39petunjuk Jaksa
01:12:39dan harus dipahami
01:12:41semua petunjuk Jaksa itu
01:12:42sudah dilengkapi oleh
01:12:44Pinyidik
01:12:44makanya
01:12:45sampai
01:12:45P19
01:12:46sampai menjadi
01:12:47P21
01:12:48dan itulah yang menjadi
01:12:50sehingga
01:12:52perkara ini lanjut
01:12:53ke pengadilan
01:12:53kalau itu tidak dipenuhi
01:12:55maka tidak akan
01:12:56pernah bisa menjadi
01:12:57penyaksaan
01:12:57oke
01:12:58Pak Akatiri
01:12:58Pak Akatiri
01:13:00Ilona
01:13:00belikan dulu Pak
01:13:02tadi ada perubahan pasal
01:13:03dikatakan
01:13:04itu posisi sudah
01:13:05dilimpahkan ke kejaksaan
01:13:06sudah dilimpahkan
01:13:08apakah itu
01:13:09petunjuk dari Jaksa
01:13:10kan tidak boleh
01:13:11berinisiatif
01:13:12setelah dilimpahkan
01:13:13faktanya dikeluarkan
01:13:14dua seperindik baru
01:13:15dengan merupakan
01:13:17Pak Akatiri
01:13:18tentunya
01:13:19yang menjadi dasar
01:13:20petunjuk buat polisi adalah
01:13:22penyidik kepolisian
01:13:23itu semua berdasarkan
01:13:24petunjuk yang diberikan oleh Jaksa
01:13:26kepada penyidik
01:13:27maka itulah yang dijadikan
01:13:29tapi ini
01:13:29diganti dengan pasal baru
01:13:31setelah satu tahun
01:13:33saya kira
01:13:34ditirukan
01:13:34ini waktunya
01:13:35kita juga melihat
01:13:36kita juga melihat
01:13:38ya
01:13:38kita melihat
01:13:39barangkali
01:13:40jadi apa simpuluan Anda
01:13:43silahkan
01:13:43ada yang pasal baru
01:13:45oke kita kembali ke
01:13:46Bang Firman silahkan
01:13:47apa simpuluan Anda
01:13:48pemeriksaan itu kan
01:13:49tidak wajar
01:13:50kalau kami melihat
01:13:52dalam waktu ke depan
01:13:54Jaksa dapat
01:13:55melakukan perbaikan
01:13:57terhadap dakwaan tadi
01:13:58yang dikembalikan
01:13:59dan bisa melimpahkan kembali
01:14:01kepada
01:14:01pengadilan negeri
01:14:03untuk diperiksa kembali
01:14:04dapat kembali dilimpahkan
01:14:05ke pengadilan negeri
01:14:06ya betul
01:14:07dan demikian
01:14:08setelah diperbaiki
01:14:09timpakan kembali
01:14:10dan nanti kita lihat
01:14:11karena ini
01:14:12yang kita bicarakan ini
01:14:13juga semua sudah
01:14:13beringin
01:14:14untuk masalah pembuktian
01:14:16oke
01:14:16termasuk tadi
01:14:16saya sampaikan tadi
01:14:17terputus
01:14:18Bang Al-Katiri mengatakan
01:14:19saya pernah dengar
01:14:20tidak ada bukti
01:14:21artinya memang
01:14:21pasal 434
01:14:22dikatakan
01:14:23ketika itu
01:14:24ada tuduhan
01:14:25harus dibuktikan
01:14:26maka
01:14:27itu yang harus kita bahas
01:14:28dapat kembali diperbaiki
01:14:29di panggilan negeri
01:14:30katanya Pak Ugro
01:14:31berbeda dengan
01:14:31pendapatannya tadi
01:14:32silahkan
01:14:32saya rasa demikian
01:14:33yang jelas tadi
01:14:35yang digatakan
01:14:36Pak
01:14:37jadi gini
01:14:40kalau bisa diperbaiki
01:14:43mungkin di klausur
01:14:44pasal 75 tadi
01:14:4576 ya
01:14:46disitu
01:14:50diperbaiki
01:14:51dikembangkan
01:14:517 hari sebelum sidang
01:14:54itu bahasanya ya
01:14:56ditentukan sidangnya dulu
01:14:58atau dikembalikan
01:14:58berkas perkaranya dulu
01:14:59baru ditambah 7 hari
01:15:01atau ditentukan sidangnya
01:15:03baru maksimal 7 hari
01:15:04harus berkas
01:15:05harus kembalikan
01:15:07atau dikembalikan dulu
01:15:08terus 7 hari baru sidang
01:15:09siapa yang menentukan sidang ini
01:15:11kan seperti itu
01:15:12ini rasional aja nih
01:15:13iya betul
01:15:14jadi makanya saya bilang
01:15:15kita kalau debat
01:15:17buah
01:15:19putusan pengadilan itu
01:15:21ujungnya adalah
01:15:22batal
01:15:23dakwaan batal demi hukum
01:15:25artinya
01:15:26dakwaan itu
01:15:27dakwaan yang
01:15:28kemarin itu
01:15:29dianggap tidak ada
01:15:31kalaupun harus
01:15:32dimajukan lagi
01:15:33maka itu yang maju
01:15:34adalah dakwaan baru
01:15:35itu maksudnya
01:15:36dakwaan baru itu
01:15:38diajukan kapan?
01:15:39dakwaan baru diajukan
01:15:41maksimal 7 hari
01:15:42sebelum sidang
01:15:42itu
01:15:46dari bunyi putusannya
01:15:48kita dengarkan pendapatan
01:15:50Pak Binsa
01:15:51silahkan
01:15:51terima kasih
01:15:52terima kasih
01:15:54supaya jangan
01:15:55kita di bola liar
01:15:56ya
01:15:56supaya jangan
01:15:57kita di bola liar
01:15:58silahkan
01:15:59bola liar
01:16:00singkat Pak
01:16:00singkat singkat
01:16:01singkat
01:16:02saya ada dua
01:16:03tapi singkat aja
01:16:04singkat ya
01:16:05karena putusan
01:16:07selak
01:16:08PN
01:16:09Jakarta Timur
01:16:10sudah dianggap selesai
01:16:12betul
01:16:12sekarang
01:16:13upaya hukumnya
01:16:15kalau memang
01:16:17ya dilakukan
01:16:18perlawanan
01:16:19oleh JPU
01:16:21dan kuasa hukum
01:16:23Pak Jokowi
01:16:24monggo
01:16:25ya
01:16:25ke pengadilan tinggi
01:16:27tinggi
01:16:28mari kita tunggu
01:16:31hasil
01:16:32putusan
01:16:33pengadilan tinggi
01:16:34apakah akan
01:16:36menerima
01:16:37atau menolak
01:16:39atau tidak menerima
01:16:40perlawanan itu
01:16:41permasalahan
01:16:43apabila itu
01:16:47tidak diterima
01:16:49atau ditolak
01:16:50nah ini baru
01:16:51menjadi bumerang
01:16:52karena akan
01:16:54men-stop
01:16:55perkara ini
01:16:56oke
01:16:56karena inilah
01:16:57disini
01:16:59pengadilan tinggi
01:17:00supaya benar-benar
01:17:01memberikan cermat
01:17:02terkait dengan
01:17:03pertimbangan hukumnya
01:17:04karena masalah cermat
01:17:05tidak lengkap itu
01:17:06adalah hal yang wajar
01:17:08nanti dalam
01:17:08pemeriksaan pokok perkara
01:17:09itu akan dipertimbangkan
01:17:10begitu
01:17:11yang kedua
01:17:12karena
01:17:13Roy Suryo
01:17:14sudah beberapa kali
01:17:16hingga tiga kali
01:17:17yang melakukan
01:17:17peradilan
01:17:18oke
01:17:19terus
01:17:19ini tidak diatur
01:17:20memang di dalam
01:17:21oke
01:17:21eh
01:17:22Kuhab baru
01:17:23saya menghimbau kepada
01:17:25yang mulia ketua
01:17:26Mahkamah Agung
01:17:26supaya menerbitkan
01:17:28segera
01:17:29peraturan Mahkamah Agung
01:17:31oke
01:17:31baik
01:17:31baik
01:17:32terima kasih
01:17:33karena tidak lajim
01:17:35tidak lajim
01:17:36tidak lajim
01:17:37lebih dari
01:17:37bola liar
01:17:38sampai jumpa
01:17:39minggu depan
01:17:39saya pamit
01:17:40selamat menikmati
Komentar