00:002019 saya TMT CPNS dosen, tapi alangkah kagetnya, ternyata gaji CPNS dosen itu hanya 80% dari gaji pokok.
00:11Saya saat itu istri dan anak sudah satu, yaitu gaji plus tunjangan saya hanya sekitar 2,2 atau 2,5
00:21jutaan.
00:21Saya saat itu kaget, ternyata gaji CPNS dosen yang pendidikannya S2 yang sudah mengikuti seleksi yang begitu sulit, hanya selisih
00:31sebeda dikit dengan guru konerer di Provinsi Jawa Barat.
00:34Dan selain itu ada biaya hidup anak, biaya hidup istri, yang itu sangat jauh dari gaji dan kebutuhan saya, terjadi
00:43kesenjangan.
00:44Boleh dilanjut, nah terjadi kesenjangan, sehingga kesenjangan ini apa? Saya dan rekan-rekan saya akhirnya bekerja sambilan.
00:53Saya di Carpre Day berjualan dengan istri saya, berjualan bubur bayi, berjualan baju anak, saya beli online, saya jual lagi
01:01offline demi menghidupi saya.
01:04Saya tidak malu sebagai dosen tetap berjualan. Rekan saya, Teddy, dosen di Politeknik Negeri Bandung, dia selesai ngajar, dia ngojol.
01:13Rekan saya lagi ada di Kalimantan, dia selain menjadi dosen, dia pun tetap menjadi kulibangunan Bapak Ibu.
01:22Dan kemarin sudah kita sampaikan di DPD dengan gaji seperti itu.
01:26Selain itu dosen banyak yang bekerja mengajar di banyak tempat, keempat kampus, kelima kampus.
01:33Saya pernah Bapak Ibu, pagi saya ngajar, siang saya harus ngajar lagi mencari tambahan, sore saya harus ngajar lagi di
01:40Bandung dengan panas-panasan.
01:41Saya pergi ke kamar mandi, cuci muka, mandi untuk mengajar kembali di kampus yang berbeda, demi untuk mencukupi kebutuhan dasar
01:49saya.
01:50Selain itu ada yang berjualan, repel online dan marketing perumahan, segala dilakukan demi mencukupi kebutuhan dasar.
01:57Karena saat itu kami tidak mendapatkan tunjangan kinerja dikecualikan dan sertifikasi dosen pun bisa didapatkan paling cepat 5 tahun.
Komentar