00:00Fidi Batlolo nemasi bersama anda di Kompas Siang.
00:03Saudara warga Karanganyar, Jawa Tengah mengembalikan minyak kita bantuan pemerintah.
00:08Pengembalian ini dilakukan setelah banyak keluhan minyak berbau solar.
00:15Warga Karanganyar, Jawa Tengah mengembalikan minyak kita bantuan pemerintah setelah dikeluhkan berbau solar.
00:21Warga ramai-ramai mengembalikan bantuan pangan gratis itu saat menyadari ada bau menyengat ketika minyak goreng digunakan.
00:28Setelah adanya keluhan, seluruh minyak kita yang telah disalurkan ke masyarakat ditarik kembali.
00:42Berarti sempat dibuat untuk masak, Bu, ya?
00:45Sempat dimasak sedikit, terus dibuang, masih dikembalikan, Bu, ya?
00:51Iya.
00:52Oh, ya terus gimana, Bu, rasanya?
00:54Rasanya enggak enak.
00:55Enggak enak, ya. Tapi sempat dimakan?
00:57Iya.
00:58Oh, tapi enggak apa-apa, Bu, ya?
01:00Iya, dibuang langsung.
01:02Dibuang langsung, ya?
01:03Oh, ya.
01:04Tidak enak, amat.
01:06Masak langsung.
01:07Oh, baunya kayak minyak tanah, kain Pak Kronyar, ya?
01:09Oh, sempat dibuat untuk goreng apa, Pak?
01:12Telur.
01:13Oh, goreng telur.
01:15Setelah berbau itu enggak jadi dimasak lagi, Pak?
01:18Tidak.
01:20Lurah Tegal Gede langsung berkoordinasi dengan dinas terkait dengan banyaknya keluhan warga.
01:24Minyak kita yang sebelumnya beraroma solar dan berwarna pekat segera diganti dengan minyak kita yang baru.
01:32Berbau minyak tanah dan berbau solar.
01:35Aromanya tidak sedap.
01:37Akhirnya ada satu, dua, tiga.
01:39Menggembalikan ke kantor.
01:40Penyapan semakin hari semakin banyak.
01:43Akhirnya semuanya saya tarik ke kantor puluhan kami.
01:48Dan kami koordinasi dengan dinas terkait untuk, apa itu, didik bujan atau dikembalikan.
01:56Untuk ditukar.
01:57Ternyata kami bilang hari ini sudah, apa itu, ditukar.
02:02Yang lebih baik, jauhnya bermanfaat bagi warga kami.
02:06Merespons produk minyak goreng bantuan pemerintah berbau solar,
02:10Menteri Perdagangan Budi Santoso bilang,
02:12semua minyak goreng bantuan pemerintah yang berbau solar telah ditarik dari peredaran.
02:16Investigasi juga masih dilakukan untuk memastikan ada tidaknya pelanggaran.
02:22Mendak menegaskan, jika terbukti ada pelanggaran,
02:25maka pemerintah akan mencabut izin usaha hingga memproses lewat jalur pidana
02:29perusahaan produsen minyak goreng bantuan pemerintah yang berbau solar.
02:34KMR Karanganyar semuanya sudah ditarik oleh PT KMR
02:38dan kita terus melakukan investigasi.
02:41Kalau memang melanggar dari soal beran, ya bisa perusahaannya izinnya dicabut.
02:45Nah, nanti kalau memang ada temuan lain secara bedanya, ya semua diproses.
02:49Suma diproses sesuatu.
02:51Kalau dugaan sementara apa Pak Ibu yang ada?
02:53Belum, saya belum berani ini, tapi kan sekarang lagi dibawa kelebihan.
02:57Sebelumnya, bantuan minyak kita disalurkan keempat kelurahan,
03:01yakni Kelurahan Gedong, Gayam Dompo, Bejen, dan Tegal Gede, kecamatan Karanganyar.
03:07Warga mengeluhkan minyak kita bantuan pemerintah karena berbau solar saat digunakan untuk memasak.
03:14Tim Liputan Kompas TV
03:18Saudara, informasi terkininya kita akan tanyakan ke jurnalis Kompas TV.
03:23Ada Gesi Lutvia dan juru kamera Deddy Setio di Semarang, Jawa Tengah.
03:28Jadi, Gesi, kelanjutan penyelidikan soal minyak kita yang berbau solar ini seperti apa, Gesi?
03:36Ya, Sidi dan juga Saudara, kalau sebelumnya sempat terdengar begitu ya di beberapa daerah di Jawa Tengah,
03:43terkaitnya kita yang berbau solar, kemudian juga warnanya yang cenderung hitam,
03:47dan rasanya yang sakit dan juga sakit ketika sampai dengan ditentorokan,
03:53saat ini sampel dari beberapa daerah seperti Karanganyar, kemudian Wonogiri, dan juga Klaten,
03:58yang sempat beberapa lalu para penerima manfaat ini mengembalikan ribuan liter minyak kita kepada Bulog,
04:04ini kemudian diambil sampel dan dikirimkan ke laboratorium di Kota Semarang.
04:10Namun, hingga saat ini tentunya usi laboratorium ini terus menunggu waktu
04:14yang diperkirakan akan keluar hasilnya ini satu hingga dua minggu,
04:20baru diketahui kenapa minyak kita yang diberikan kepada masyarakat di daerah tersebut ini berbeda dengan kualitas minyak kita sebelumnya.
04:29Namun, kalau dilihat dari beberapa dugaan awam begitu ya,
04:32ada yang menduga bahwa minyak kita ini kemudian spok lama ataupun ada dugaan minyak kita ini di opos begitu,
04:40namun hingga saat ini juga kami masih menunggu informasi dan fokus dari pemerintah,
04:44produsen, dan juga pihak terkait memang masih menunggu hasil laboratorium dari minyak kita.
04:49Sementara kalau tadi saya sempat berseliling di pasar Peterongan Kota Semarang begitu didis,
04:55dan bertanya-tanya kepada masyarakat sekitar dan konsumen yang ada di pasar terkait minyak kita ini,
05:01mereka mengaku di akhir-akhir ini memang stok minyak kita ini senderung langka atau sulit ditemukan.
05:07Namun, kalau berbicara tentang kualitas yang berbau solar ataupun berwarna hitam ini,
05:14masyarakat atau konsumen di pasar Peterongan ini mengaku belum pernah mendapatkan minyak kita yang serupa.
05:20Namun, mereka berharap begitu ya, justru hal ini bisa segera ditangani dan dibuka kepada masyarakat,
05:27serta stok minyak kita ini bisa kembali stabil.
05:30Mengingat juga kalau kami berbincang tadi dengan para pedagang,
05:33minyak kita ini merupakan minyak subsidi dengan harga terendah begitu di pasaran,
05:39dan sehingga meskipun banyak isu yang dicabarkan ada pengoplasan dan juga lain sebagainya,
05:44diharapkan ini memang tidak benar,
05:46dan minyak kita ini bisa kembali di pasok stabil,
05:49sehingga masyarakat di tengah kondisi ekonomi saat ini bisa mendapatkannya dengan mudah.
05:54Baik, masih sedang dilakukan penyelidikan,
05:57mengambil sampel dari minyak kita yang ditemukan berbau solar,
06:01sehingga bisa diungkap nanti mengapa minyak kita ini bisa berbau solar,
06:06apa penyebabnya begitu ya, Gesi Lutvia.
06:08Terima kasih untuk laporan Anda, Gesi Lutvia dari Semarang, Jawa Tengah.
06:13Selamat bertugas kembali, Gesi.
Komentar