Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Warga di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, mengembalikan minyak goreng MinyaKita yang merupakan bantuan pemerintah setelah mengeluhkan aroma menyengat menyerupai solar saat digunakan untuk memasak. Keluhan tersebut muncul dari sejumlah penerima bantuan pangan di beberapa wilayah.

Warga ramai-ramai mengembalikan MinyaKita setelah mengetahui minyak goreng yang diterima mengeluarkan bau tidak sedap ketika dipakai. Menindaklanjuti keluhan tersebut, seluruh MinyaKita yang telah disalurkan kepada masyarakat langsung ditarik kembali untuk diganti dengan produk yang baru.

Lurah Tegalgede, Bowo Budi Setyo, menyatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan dinas terkait setelah menerima laporan dari warga. MinyaKita yang sebelumnya beraroma solar dan memiliki warna lebih pekat kemudian diganti dengan produk baru agar masyarakat tetap memperoleh bantuan yang layak digunakan.

Menanggapi temuan tersebut, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa seluruh MinyaKita bantuan pemerintah yang dilaporkan berbau solar telah ditarik dari peredaran. Pemerintah juga masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab permasalahan serta menelusuri kemungkinan adanya pelanggaran dalam proses produksi maupun distribusi.

Menteri Perdagangan menegaskan, apabila ditemukan adanya pelanggaran, pemerintah akan memberikan sanksi tegas mulai dari pencabutan izin usaha hingga proses hukum pidana terhadap perusahaan produsen yang terbukti bertanggung jawab.

Sebelumnya, bantuan MinyaKita disalurkan ke empat kelurahan di Kecamatan Karanganyar, yakni Kelurahan Gedong, Gayamdompo, Bejen, dan Tegalgede. Warga di wilayah tersebut mengeluhkan aroma menyerupai solar pada minyak goreng saat digunakan untuk memasak.

#MinyaKita #Karanganyar #JawaTengah

Baca Juga [FULL] DPR Respons Soal Masalah MinyaKita Berbau Solar di Jateng, Siapa yang Tanggung Jawab? di https://www.kompas.tv/regional/677151/full-dpr-respons-soal-masalah-minyakita-berbau-solar-di-jateng-siapa-yang-tanggung-jawab

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/677277/minyakita-berbau-solar-ditarik-kemendag-selidiki-dugaan-pelanggaran-kompas-siang
Transkrip
00:00Fidi Batlolo nemasi bersama anda di Kompas Siang.
00:03Saudara warga Karanganyar, Jawa Tengah mengembalikan minyak kita bantuan pemerintah.
00:08Pengembalian ini dilakukan setelah banyak keluhan minyak berbau solar.
00:15Warga Karanganyar, Jawa Tengah mengembalikan minyak kita bantuan pemerintah setelah dikeluhkan berbau solar.
00:21Warga ramai-ramai mengembalikan bantuan pangan gratis itu saat menyadari ada bau menyengat ketika minyak goreng digunakan.
00:28Setelah adanya keluhan, seluruh minyak kita yang telah disalurkan ke masyarakat ditarik kembali.
00:42Berarti sempat dibuat untuk masak, Bu, ya?
00:45Sempat dimasak sedikit, terus dibuang, masih dikembalikan, Bu, ya?
00:51Iya.
00:52Oh, ya terus gimana, Bu, rasanya?
00:54Rasanya enggak enak.
00:55Enggak enak, ya. Tapi sempat dimakan?
00:57Iya.
00:58Oh, tapi enggak apa-apa, Bu, ya?
01:00Iya, dibuang langsung.
01:02Dibuang langsung, ya?
01:03Oh, ya.
01:04Tidak enak, amat.
01:06Masak langsung.
01:07Oh, baunya kayak minyak tanah, kain Pak Kronyar, ya?
01:09Oh, sempat dibuat untuk goreng apa, Pak?
01:12Telur.
01:13Oh, goreng telur.
01:15Setelah berbau itu enggak jadi dimasak lagi, Pak?
01:18Tidak.
01:20Lurah Tegal Gede langsung berkoordinasi dengan dinas terkait dengan banyaknya keluhan warga.
01:24Minyak kita yang sebelumnya beraroma solar dan berwarna pekat segera diganti dengan minyak kita yang baru.
01:32Berbau minyak tanah dan berbau solar.
01:35Aromanya tidak sedap.
01:37Akhirnya ada satu, dua, tiga.
01:39Menggembalikan ke kantor.
01:40Penyapan semakin hari semakin banyak.
01:43Akhirnya semuanya saya tarik ke kantor puluhan kami.
01:48Dan kami koordinasi dengan dinas terkait untuk, apa itu, didik bujan atau dikembalikan.
01:56Untuk ditukar.
01:57Ternyata kami bilang hari ini sudah, apa itu, ditukar.
02:02Yang lebih baik, jauhnya bermanfaat bagi warga kami.
02:06Merespons produk minyak goreng bantuan pemerintah berbau solar,
02:10Menteri Perdagangan Budi Santoso bilang,
02:12semua minyak goreng bantuan pemerintah yang berbau solar telah ditarik dari peredaran.
02:16Investigasi juga masih dilakukan untuk memastikan ada tidaknya pelanggaran.
02:22Mendak menegaskan, jika terbukti ada pelanggaran,
02:25maka pemerintah akan mencabut izin usaha hingga memproses lewat jalur pidana
02:29perusahaan produsen minyak goreng bantuan pemerintah yang berbau solar.
02:34KMR Karanganyar semuanya sudah ditarik oleh PT KMR
02:38dan kita terus melakukan investigasi.
02:41Kalau memang melanggar dari soal beran, ya bisa perusahaannya izinnya dicabut.
02:45Nah, nanti kalau memang ada temuan lain secara bedanya, ya semua diproses.
02:49Suma diproses sesuatu.
02:51Kalau dugaan sementara apa Pak Ibu yang ada?
02:53Belum, saya belum berani ini, tapi kan sekarang lagi dibawa kelebihan.
02:57Sebelumnya, bantuan minyak kita disalurkan keempat kelurahan,
03:01yakni Kelurahan Gedong, Gayam Dompo, Bejen, dan Tegal Gede, kecamatan Karanganyar.
03:07Warga mengeluhkan minyak kita bantuan pemerintah karena berbau solar saat digunakan untuk memasak.
03:14Tim Liputan Kompas TV
03:18Saudara, informasi terkininya kita akan tanyakan ke jurnalis Kompas TV.
03:23Ada Gesi Lutvia dan juru kamera Deddy Setio di Semarang, Jawa Tengah.
03:28Jadi, Gesi, kelanjutan penyelidikan soal minyak kita yang berbau solar ini seperti apa, Gesi?
03:36Ya, Sidi dan juga Saudara, kalau sebelumnya sempat terdengar begitu ya di beberapa daerah di Jawa Tengah,
03:43terkaitnya kita yang berbau solar, kemudian juga warnanya yang cenderung hitam,
03:47dan rasanya yang sakit dan juga sakit ketika sampai dengan ditentorokan,
03:53saat ini sampel dari beberapa daerah seperti Karanganyar, kemudian Wonogiri, dan juga Klaten,
03:58yang sempat beberapa lalu para penerima manfaat ini mengembalikan ribuan liter minyak kita kepada Bulog,
04:04ini kemudian diambil sampel dan dikirimkan ke laboratorium di Kota Semarang.
04:10Namun, hingga saat ini tentunya usi laboratorium ini terus menunggu waktu
04:14yang diperkirakan akan keluar hasilnya ini satu hingga dua minggu,
04:20baru diketahui kenapa minyak kita yang diberikan kepada masyarakat di daerah tersebut ini berbeda dengan kualitas minyak kita sebelumnya.
04:29Namun, kalau dilihat dari beberapa dugaan awam begitu ya,
04:32ada yang menduga bahwa minyak kita ini kemudian spok lama ataupun ada dugaan minyak kita ini di opos begitu,
04:40namun hingga saat ini juga kami masih menunggu informasi dan fokus dari pemerintah,
04:44produsen, dan juga pihak terkait memang masih menunggu hasil laboratorium dari minyak kita.
04:49Sementara kalau tadi saya sempat berseliling di pasar Peterongan Kota Semarang begitu didis,
04:55dan bertanya-tanya kepada masyarakat sekitar dan konsumen yang ada di pasar terkait minyak kita ini,
05:01mereka mengaku di akhir-akhir ini memang stok minyak kita ini senderung langka atau sulit ditemukan.
05:07Namun, kalau berbicara tentang kualitas yang berbau solar ataupun berwarna hitam ini,
05:14masyarakat atau konsumen di pasar Peterongan ini mengaku belum pernah mendapatkan minyak kita yang serupa.
05:20Namun, mereka berharap begitu ya, justru hal ini bisa segera ditangani dan dibuka kepada masyarakat,
05:27serta stok minyak kita ini bisa kembali stabil.
05:30Mengingat juga kalau kami berbincang tadi dengan para pedagang,
05:33minyak kita ini merupakan minyak subsidi dengan harga terendah begitu di pasaran,
05:39dan sehingga meskipun banyak isu yang dicabarkan ada pengoplasan dan juga lain sebagainya,
05:44diharapkan ini memang tidak benar,
05:46dan minyak kita ini bisa kembali di pasok stabil,
05:49sehingga masyarakat di tengah kondisi ekonomi saat ini bisa mendapatkannya dengan mudah.
05:54Baik, masih sedang dilakukan penyelidikan,
05:57mengambil sampel dari minyak kita yang ditemukan berbau solar,
06:01sehingga bisa diungkap nanti mengapa minyak kita ini bisa berbau solar,
06:06apa penyebabnya begitu ya, Gesi Lutvia.
06:08Terima kasih untuk laporan Anda, Gesi Lutvia dari Semarang, Jawa Tengah.
06:13Selamat bertugas kembali, Gesi.
Komentar

Dianjurkan