Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
MEDAN, KOMPAS.TV - Untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara memperkuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sebanyak Rp10,7 miliar dialokasikan untuk 1.520 kepala keluarga di 14 kabupaten/kota.

Dalam upaya menekan angka kemiskinan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus menggencarkan program pemberdayaan ekonomi bagi warga kurang mampu. Melalui Dinas Sosial, bantuan sarana usaha disalurkan agar masyarakat dapat meningkatkan kemandirian ekonomi dan memperkuat sumber penghasilan keluarga.

Untuk membahas lebih lanjut mengenai program tersebut, kita telah terhubung dengan Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara, Ilyan Chandra Simbolon.

#umkm #pemprov #sumaterautara

Baca Juga Rupiah Melemah, Harga Bahan Bangunan di Sragen Naik hingga 30 Persen | JURNAL NUSANTARA di https://www.kompas.tv/regional/675981/rupiah-melemah-harga-bahan-bangunan-di-sragen-naik-hingga-30-persen-jurnal-nusantara



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/675983/full-tekan-kemiskinan-sumut-perkuat-program-pemberdayaan-ekonomi-masyarakat-jurnal-nusantara
Transkrip
00:00Pemprov Sumatera Utara gencarkan program pemberdayaan ekonomi bagi warga kurang mampu.
00:05Melalui Dinas Sosial Saudara, bantuan sarana usaha disalurkan agar masyarakat mandiri secara ekonomi.
00:12Untuk membahas lebih lanjut, kita terhubung dengan Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara, Bapak Ilian Chandra Simbolon.
00:20Selamat pagi Pak Ilian, terkait dengan bantuan ekonomi ini kepada masyarakat,
00:24apa kemudian yang melatar belakangi pemberian bantuan ekonomi untuk ekonomi produktif bagi masyarakat?
00:33Baik, selamat pagi Pak Karla.
00:35Jadi latar belakang kita melaksanakan program ini adalah untuk dapat secara efektif menekan angka kemiskinan di Provinsi Sumatera Utara,
00:48yaitu melalui pendekatan pemberdayaan, Pak.
00:51Nah, jadi selama ini kita tidak hanya, kita tidak lagi memberikan bantuan sosial itu yang sifatnya konsultif,
01:02tetapi bagaimana caranya memberdayakan masyarakat miskin, khususnya yang berada di desil 1 sampai dengan 4.
01:11Jadi harapannya nanti dengan memberikan sarana usaha yang dapat digunakan masyarakat untuk menghasilkan pendapatan secara berkelanjutan,
01:19karena itu bantuan yang diberikan itu dipastikan sesuai dengan kebutuhan daripada calon prima manfaat,
01:26seperti peralatan pantas rambut, mesin jahit, peralatan pertanian, dan lain-lainnya.
01:30Bantuan tersebut menjadi modal usaha, modal awal bagi masyarakat untuk berkembang dan semakin mandiri, Pak.
01:38Baik, lalu kemudian dari Dina Sosial Provinsi Sumatera Utara,
01:42ini mengapa, Pak, lebih memilih untuk memberikan bantuan produktif bagi masyarakat?
01:48Apakah ini dinilai lebih efektif dibanding memberikan bantuan langsung tunai?
01:55Jadi, Pak, karena kemiskinan itu tidak cukup diselesaikan dengan memberikan bantuan sosial yang sifatnya konsumtif,
02:04semata, tetapi masyarakat khususnya yang berada di desil 1 sampai dengan 4,
02:09itu perlu diberikan kesempatan untuk dapat meningkatkan kapasitas ekonomi mereka melalui bantuan usaha produktif.
02:16Prima manfaat itu memperoleh sarana untuk berwirausaha yang dapat digunakan setiap hari untuk menghasilkan pendapatan.
02:26Ketika usaha berkembang, maka kesejahteraan juga, kesejahteraan keluarga itu juga ikut meningkat,
02:31dan pada akhirnya dapat berkotobusi untuk upaya pengurangan miskinan secara berkelanjutan.
02:38Baik, berarti bantuan diberikan berupa bahan bakarnya untuk kemudian masyarakat dapat mengembangkan usahanya
02:45sehingga dapat lebih produktif.
02:47Pali yang bertanyaan selanjutnya ini terkait bagaimana proses verifikasinya terhadap para penerima manfaat
02:53dan bagaimana skema pemberian bantuannya?
02:56Baik, Pak, prosesnya cukup panjang ya.
02:59Jadi sesuai dengan arahan pimpinan, calon penerima manfaat itu harus dipastikan terlebih dahulu
03:07adalah masyarakat miskin dengan indikator berada di desil 1 sampai dengan 4 data tunggal sosial ekonomi nasional ataupun DTSN.
03:17Kemudian kami berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten kota,
03:23yaitu mulai dari dinas sosial untuk menverifikasi dan validasi kebenaran daripada data tersebut,
03:29kemudian juga dengan dinas ketenaka kerjaan kabupaten kota untuk memberikan skill ataupun kompetensi yang dibutuhkan
03:37terkait jenis bantuan peralatan yang akan diberikan,
03:41kemudian juga dengan dinas UMKN untuk dapat memberikan pendampingan dan juga akses permodalan.
03:48Kemudian ada monitoring dan pendampingan yang dilakukan secara berkala
03:52untuk dapat melihat perkembangan usaha dan memastikan bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya.
03:59Jadi keberhasilan program ini, Mbak, ini memang ditentukan melalui sinergi dan kolaborasi antara pemerintah provinsi,
04:08kabupaten kota dan juga instansi vertikal, Mbak.
04:11Jadi kami kemarin telah berkomunikasi juga dengan salah satu instansi vertikal kita yang ada di Kota Medan,
04:17yaitu Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kota Medan yang berada di bawah Kementerian Tenaga Kerjaan
04:23untuk dapat nanti memberikan skill bagi calon perlima manfaat, nanti akan kita berikan peratanya.
04:30Kami berharap bantuan ini menjadi pemicu bagi masyarakat untuk terus berkembang.
04:35Pemerintah Provinsi Sumatera Utara hadir bukan hanya memberikan bantuan,
04:39tetapi juga membuka peluang agar masyarakat dapat meningkatkan kapasitas usahanya.
04:45Memperoleh penghasilan yang lebih baik dan secara bertahap menjadi lebih mandiri.
04:50Demikian, Mbak.
04:52Baik, tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga pendampingan dan juga monitoring untuk bantuan yang telah diberikan.
04:59Lantas terkait hal itu, Pak Elian, kemudian apa yang menjadi tolak ukur dari keberhasilan program tersebut?
05:08Mungkin selain ada peningkatan usaha, apa lagi yang menjadi tolak ukur dari keberhasilan program itu, Pak?
05:15Tolak ukurnya cukup sederhana, Mbak.
05:18Dari dulu masyarakat yang berada di DSL 1 sampai dengan 4 belum berpenghasilan, menjadi berpenghasilan,
05:27atau bahkan lebih spesifik meningkatkan penghasilannya.
05:32Jadi, bahwa bantuan yang diberikan itu memberi manfaat nyata.
05:36Kami ingin semakin banyak cerita sukses seperti yang disampaikan oleh Pak Usanewan tadi,
05:42tukang pangkas tadi, baik dari usaha pangkas rambut, usaha jahit, maupun usaha produktif lainnya, Mbak.
05:48Baik, lalu kemudian berapa target masyarakat yang menerima bantuan tersebut pada tahun ini,
05:54dan bagaimana komitmen dari Dina Sosial untuk terus melakukan program ini ke depannya?
06:01Untuk tahun ini, Mbak, 2026, kami pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengalokasikan 10,7 miliar
06:10dengan menjangkau calon perlima manfaat sebanyak 1.520 kepala keluarga
06:16yang tersebar di 14 kabupaten kota yang memiliki jumlah penduduk miskin paling banyak.
06:26Kedepan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kabupaten kota
06:31serta instansi vertikal lainnya, agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan
06:36untuk dapat mengembangkan usaha dan meningkatkan kejahatraannya.
06:40Demikian, Mbak.
06:41Kedepan akan terus diperkuat kolaborasi untuk kemudian dapat membantu masyarakat
06:45dapat meningkatkan usahanya sehingga juga berdampak pada kesejahteraannya.
06:50Terima kasih, Pak Lian Chandra, Kepala Dina Sosial Provinsi Sumatera Utara
06:53telah bergabung di Jurnal Nusantara.
06:56Sehat selalu, Bapak.
06:57Terima kasih, Mbak.
07:00Saudara, usai jeda, Jurnal Nusantara akan kembali dengan beragam informasi lainnya.
07:06Tetaplah bersama kami di Jurnal Nusantara.
07:09Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan